0

Show Me Your Love

“DOR!!!” aku pun langsung terkaget, hampir saja jantungku copot “kyuhyunnie…kau mengagetkanku saja” kataku pada Namjachigu ku, Kyuhyun “ahaha lagian kau bengong saja yasudah biar fresh aku kagetkan saja” katanya “oh iya…ini untukmu” kata kyuhyun sambil mengeluarkan coklat dari saku bajunya dan memberikannya padaku “ah kamsahamnida” kataku sambil tersenyum, aku pun langsung membukanya dan memakannya, kupotek coklat itu jadi setengah dan memberikannya ke kyuhyun “ini…untukmu” kataku, kyuhyun pun langsung menerimanya dan memakannya “emmmm Jehwa, Donghae mengajak kita double date lagi. Kau mau ikut?” kata kyuhyun “ah dasar donghae, yasudahlah terserah padamu saja” kataku pada kyuhyun sambil mengunyah coklat “ahahah kau lucu sekali saat makan, yasudah tapi kau tak apa?” kata kyuhyun “ah tak apa apa, lagipula aku juga bisa sekalian bertemu dengan Hyemi” kataku “baiklah, eh aku kekelas ku dulu ya aku belum mengerjakan PR biologi” katanya . aku pun mengangguk dan ia beranjak pergi.

**
“Jehwa… kira-kira aku ngasih apa ya untuk donghae besok?” kata Hyemi “lah? Bukannya ulang tahun Donghae masih lama ya?” kataku “tidak, kami ingin bertukar kado tau” katanya “kasih topi saja, ia kan suka pakai topi” kataku “ah aku bosa melihatnya memakai topi” katanya “jam tangan saja, gimana?” kataku “hem kau temani aku beli kado saja ya” katanya “aku tak bisa, mengapa kau tak memberikannya gelang sepasang, yang satu untuknya dan yang satu untukmu” kataku “AHHH~ ide bagus…..kau memang jenius Jehwa…” kata Hyemi “kata Kyuhyun, donghae mengajak kita kencan double, emang iya?” kataku “hah?!?! Enggak kok donghae tak mengatakan apa-apa padaku, besok malam ia berencana dinner denganku di Star Café” kata Hyemi “oh…..” kataku

**
Sepulang sekolah, akupun pulang dan langsung mengerjakan tugas. Selesei mengerjakan tugas aku pun langsung menelpon kyuhyun
“Yobosaeyo” kataku pada kyuhyun saat ia mengangkat telponnya “Jehwa ah~ annyeong hashimnikka?” kata kyuhyun “ah baik, kau sendiri?” kataku “aku juga baik, ada apa?” Tanya kyuhyun “emmm tadi hyemi bilang padaku ia tak tau apa apa tentang double date yg diminta donghae itu” kataku “em……..sebenarnya mereka akan merayakan 1 tahun hubungan mereka dicafe, nah kita duduk ditempat terpisah dan aku akan menyanyikan lagu untuk mereka bersama Yesung” kata kyuhyun “yesung? Yang anak basket itu bukan?” kataku “ya” kata kyuhyun “aku tak tau ia suka bernyanyi” kataku “yesung satu les vokal denganku” kata kyuhyun “oh begitu” kataku “jagiya, aku sibuk sekali mala mini. Maaf aku tak bisa telpon lama-lama” katanya “oh, tak apa. Mianhae telah mengganggumu” kataku. Aku pun menutup telpon dan terdiam sesaat. Besok aku tak mungkin pulang cepat karena aka nada pelatihan basket. Sialnya aku adalah manajer basket sekolah. aku pun mencari akal supaya bisa pulang cepat. Siapa ya orang yang bisa menggantikanku? Oiya Sooyoung!! Aku pun langsung menelpon sooyoung “yobosaeyo, bisa bicara dengan sooyoung?” kataku “iya saya sendiri, mianhae nuguyeyo?” kata sooyoung “ah aku Jehwa. Sooyoung aku bisa minta tolong tidak?” kataku “iya, tentang apa?” kata sooyoung “kau bisa tidak menggantikan aku menjadi manajer untuk besok? besok aku akan ada keperluan” kataku “ne, aku bisa ,Jehwa”kata Sooyoung “kamsahamnida sooyoung “ kataku “ Cheonmaneyo, Jehwa” katanya. Lalu aku mematikan telepon dan bergegas tidur karena sudah mau jam 9 malam

**
Aku berjalan dikoridor sekolah menuju kekelasku, sepi sekali sepertinya, kuputuskan untuk mengecek sport room. Saat aku masuk sport room, aku melihat yesung sedang berlatih sendiri. Rajin sekali dia datang pagi-pagi dan latihan. Memang ia adalah pemain basket andalan yang juga menjadi cowok idola disekolah tetapi kurasa ia menyukai seorang cewek tapi aku tak tau siapa. “kau sudah datang?” Tanya yesung yang sepertinya menyadari kehadiranku “ya, aku hanya mengecek” kataku “kau hanya berlatih sendiri?” kataku padanya “ya, lebih enak latihan pagi pagi sendirian. Bisa lebih focus” katanya sambil tersenyum kearahku “bagaimana kau dengan kyuhyun? Baik kan?” kata yesung “ya seperti biasalah” kataku, yesung pun mengambil tasnya dipojok lapangan “aku kekelas dulu ya” katanya “baiklah” kataku. Setelah mengecek ruangan aku pun langsung kekelas. Sepanjang hari tidak ada yg menarik.hanya saja kata donghae ada anak baru dikelasnya. Kebetulan ia dan kyuhyun sekelas jadi aku diam-diam mencari info tentang kyuhyun saat berada dikelas dengan donghae. Donghae bilang anak baru itu bernama Yuri dan katanya kyuhyun tak berenti menatap yuri sepanjang hari ini. Aku sih cuek cuek saja karena aku percaya sepenuhnya pada kyuhyun.

Sepulang sekolah aku langsung pulang kerumah, karena Sooyoung menggantikanku menjadi manajer basket. Aku pun langsung mandi saat tiba dikelas dan mengenakan Mini dress dan celana stockingku berwarna hitam supaya terlihat tetap sopan. Aku menunggu kyuhyun menjemputku sekitar jam 5 karena acara dimulai jam setengah 7 malam. Aku sudah siap 15 menit sebelum kyuhyun menjemputku. Ku cek lagi isi tasku, ponsel bawa, dompet bawa, tissue siap, headset tersedia. Lalu aku memakai sepatu berwarna putih yang sangat kontras dengan dress ku. Aku menunggu kyuhyun disofa ruang tamu…kulirik kearah jam, sudah jam 5.10. biasanya ia tak biasa telat begini. Malah biasanya ia yang sering datang awal. Kuputuskan untuk menelponnya “Yobosaeyo, kyuhyunnie kau dimana?” kataku “aku lagi mau pulang” katanya “hah? Kau masih disekolah?” kataku “ne, maaf aku tadi keperpus mengerjakan tugas dengan yuri” katanya “oh yasudah, aku hanya ingin tau kabarmu.” Kataku sambil menahan rasa sesak yang muncul didadaku “oh, aku menjemputmu setengah jam lagi, mianhae telah membuatmu menunggu” katanya. Aku pun menutup telpon. Sengaja kutahan air mataku karena aku tak mau menjadi gadis yang lemah…….

**
“maaf kami terlambat” kataku saat tiba di star café pada donghae dan hyemi. “aku kebelakang dulu” kata kyuhyun “ayo kita cari meja” bisik kyuhyun sambil menarikku. Kami pun mencari meja dipojok ruangan dan kami menemukan meja yang telah ditempatio oleh Yesung “ah kau….sudah menunggu lama?” kata kyuhyun “lumayan” kata yesung dingin. “kapan kalian akan bernyanyi?” kataku pada mereka “sebentar lagi” kata kyuhyun “sebentar, aku mau bicara dengan pengelola cafenya dulu” kata kyuhyun seraya meninggalkan kami berdua “kau terlihat cantik” kata yesung “ah kamsahamnida….” Kataku sambil menunduk malu “jadi ini ya penampilan Jehwa sang manajer basket yang galak jika sedang feminim?” tanyanya “kurasa begitu Hahaha ada ada saja kau” kataku sambil tertawa “tadi latihan terasa sepi tanpa kau, tak ada yang berteriak sih” katanya “ah kukira lebih tentram bila latihan tanpaku, sooyoung kan gak begitu galak” kataku “kau salah” katanya pelan. Sebenarnya aku mendengarnya tetapi aku merasa bingung jika berbicara dengannya. Jantungku berdetak lebih keras. Kami pun hening untuk sesaat sampai kyuhyun datang “ayo naik ke panggung sekarang” kata Kyu pada yesung. Mereka pun naik kepanggung “lagu ini…..kami persembahkan untuk sahabat kami, donghae dan juga untuk Yeojachingu-nya, Hyemi” kata Kyuhyun. Lalu mereka menyanyikan lagu “your eyes” dengan sangat merdu. Aku sudah terbiasa dengan suara kyu yang indah itu tapi aku sangat terpesona dengan suara yesung yang sangat merdu itu. Kulihat Hyemi menangis mendengar kombinasi Kyu-Yesung bernyanyi. Lagu pun berakhir dan seluruh isi café bertepuk tangan meriah “kamsahamnida” kata yesung sambil tersenyum, senyumnya….menurutku manis sekali. Mereka pun turun panggung dan aku pun segera menghampiri mereka meja Hyemi “sudah jangan menangis” kataku “hiks….tadi itu sangat indah sekali Jehwa…Donghae….tadi hadiah yang sangat indah, kamsahamnidaKyuhyun…yesung” kata Hyemi terharu “cheonmaneyo” kata yesung.

**
“ah kau ini Jehwa….mengapa kau tak bilang mereka bakal menyanyi untukku dan donghae?” kata hyemi saat istirahat disekolah“hahaha kalau bilang ya percuma dong namanya juga kejutan” kataku “kau membuatku malu….aku menjadi pusat perhatian café tau gak saat namaku disebut. Mana aku nangis gak kira-kira lagi” katanya “aku jika menjadi kau juga akan seperti itu, tapi ambil saja hikmahnya… kuyakin itu salah satu pengalamanmu yang paling indah kan?” kataku “iyasih….sekali kamsahamnida Jehwa” kata Hyemi. “mau kekantin gak?” kata Hyemi “aku menunggu Kyuhyun” kataku “oh, aku kekantin duluan ya” kata hyemi. Ia pun meninggalkan aku sendiri dikelas. Tumben kyuhyun lama sekali. Biasanya saat bel istirahat berbunyi, ia sudah ada didepan kelasku. Aku menunggunya sambil membaca novel Twilight saga yang kebetulan kubawa. Lama-lama aku bosan menunggu Kyuhyun, kulirik jam ditanganku…HAH?!?! Sudah istirahat sudah mau habis. Dan akhirnya pun bel istirahat usai pun berbunyi. Kulihat Hyemi kekelas bersama donghae “sampai nanti ya Hyemi…saraghae” kata donghae “sampai nanti Jagiya….” Kata Hyemi lalu masuk kekelas “loh? Kau masih disini jehwa? Tadi kulihat kyuhyun dikantin kok” kata Hyemi “hah? Yang benar? Katanya tadi malam ia akan kekelas” kataku “tapi……eh tidak deh” kata Hyemi. Sepertinya ia akan mengatakan sesuatu yang ingin ia ceritakan “apa? Ayolah Hyemi kenapa dengan Kyuhyun?” kataku “ah tidak ada” kata Hyemi menyembunyikan sesuatu “benar?” tanyaku sekali lagi “aku tak bermaksud menyakiti perasaanmu…aku takut kau marah pada kyu” kata Hyemi “ceritakan saja Hyemi” kataku. “emmmm tadi kulihat Kyuhyun dikantin. Dia kekantin dengan seorang cewek” katanya “lalu? Teruskan!!” kataku penasaran “aku tak tau siapa cewek itu…kata donghae ia bernama Yuri. Kata donghae dari awal Yuri masuk, kyuhyun dan yuri sangat dekat bahkan kemarin mereka pergi ke perpus bersama” kata Hyemi “mianhae Jehwa jika itu menyakitimu. Aku tak bermaksud menyakiti hatimu tapi aku harus memberitahumu supaya kau tak sakit hati lebih dalam lagi” katanya “ah tak apa….maklumlah anak baru” kataku.selama sisa waktu sekolah aku kepikiran apa yg terjadi pada kyuhyun dan yuri. apa hubungan antara mereka berdua? Mengapa kyuhyun langsung berubah seperti itu? Aku diam diam mengambil ponselku yang ada ditas

To= Kyuhyun
Kemana saja kau istirahat tadi? Aku menunggumu sepanjang isitrahat berlangsung

Kukirim pesan itu kekyuhyun. Aku berdoa supaya ia bisa membuka pesanku walau pelajaran sedang berlangsung . ponselku bergetar disakuku, lalu diam-diam kubuka ponselku

From = Kyuhyun
Aku tadi mengerjakan tugas, mianhae

Segera kubalas pesannya

To = Kyuhyun
Pulang sekolah aku ingin mengobrol, kau ada waktu tidak?

Aku pun membalasnya. Kutatap ponselku hingga layar ponselku menyala dan bergetar, aku membuka pesan dari kyuhyun. Berharap ia menerima ajakanku

From = Kyuhyun
Mianhae….ada tugas yang harus kuselesaikan. Aku ada pelajaran. Sudah dulu ya…

Aku pun meletakkan ponselku ketas dan heran…mengapa kyuhyun bilang ia ke perpus? Ah sudahlah lupakan saja, aku takut jika aku terlalu memikirkannya aku akan tambah sakit hati. Sepulang sekolah aku menuju Sport room karena ada latian basket hari ini. Aku sengaja melewati kelas kyuhyun untuk mengeceknya diam-diam. Saat aku melewati kelasnya, betapa terkejutnya aku melihat Yuri dan kyuhyun bercanda canda riang dikelas, mereka berduaan dan tak ada yang mengganggu mereka bahkan aku. Kurasa mereka tak menyadari keberadaanku. Aku pun langsung berlari ke sport room sambil menahan air mata yang sudah tak bisa kubendung lagi.

**
Aku mengikuti pelatian tak semangat. Biasanya aku sering berteriak-triak jika ada yang melakukan kesalahan namun kubiarkan begitu saja. “ada apa dengan kau hari ini?” kata yesung seusai pelatihan “wue?” tanyaku pura-pura tak mengerti “kau hari ini…..murung sekali” katanya “sedang badmood” kataku “biasanya jika sedang badmood kau malah tambah galak” katanya “tak apa” kataku lirih “ada masalahkah?” kata Yesung “tidak” kataku “oh begitu, jaga dirimu” kata yesung lalu ia berjalan menuju ruang ganti. Akupun membereskan peralatanku dan berjalan keluar sekolah. betapa terkejutnya aku saat melihat kyuhyun masih berduaan dengan Yuri!!!digerbang sekolah!!! “kyuhyunnie? Sedang apa kau?” Tanya ku padanya, dia tak mengubrisku sama sekali “kyuhyunnie?” kataku “kau siapa?” kata yuri “aku Yeojachingu-nya kyuhyun, kau yuri kan?” kataku “ha? Apa? Jangan bercanda….kyuhyun bilang ia tak punya yeojachingu, ya kan kyu?” kata yuri, kyuhyun yg sejak tadi membisu karena kehadiranku pun mengangguk pelan. Seketika air mataku tumpah. Kurasa mereka berdua tak menyadarinya. Karena aku menundukkan kepalaku. Aku pun langsung pergi dari hadapan mereka. Aku tak ingin melihat mereka berdua lagi…aku muak dengan mereka berdua….. kyuhyunnie….aku sangat menyayangimu tapi kenapa kau seperti ini padaku? mungkin untuk sementara waktu aku tak akan berhubungan lagi dengannya.

**
“Jehwa….ada yang mencarimu” kata Eunhyuk oppa, kakakku “ne” kataku, aku pun keluar dari kamar dengan mata sembab karena menangis dari pulang sekolah tadi, aku membuka pintu rumahku dan melihat kyuhyun berdiri didepan ku “wue?” kataku enggan padanya “maaf membuatmu sakit hati….mianhae Jehwa” katanya sambil menunduk. “ ada perlu apa kau kemari?” kataku “aku ingin mengatakan yang sebenarnya…bukannya aku tak menyukaimu, tapi aku tak bisa membohongi perasaanku. Aku tak bisa setiap saat menemanimu. Walau kau orang yang berarti dalam hidupku, aku sadar kau adalah penyemangat hidupku…tapi aku tak tega melihatmu sakit hati padaku jika kau melihatku pada yuri” katanya “kau ingin apa?” kataku “aku ingin…..hubungan kita sampai disini saja. Aku tak sanggup melihatmu terluka. Tapi kau harus janji padaku supaya kau tak menjauh dariku. Aku ingin kau menjadi orang kedua dihatiku, aku ingin kau menjadi sahabatku” kataku, “baiklah” kataku datar, aku yakin mungkin saking pedihnya hatiku sampai aku tak bisa merasakan apa-apa. Hatiku telah beku “mianhae….maaf selama ini aku salah padamu” kata kyu. Aku pun mengangguk dan langsung membanting pintu. Kandas sudah semuanya……semua kisahku padanya…..mungkin gadis itu yang terbaik, lebih baik dariku. Kuambil ponselku dan kutulis pesan untuknya

To = Kyuhyun
Jaga dirimu….kutitipkan kau dengan Yuri. mungkin ini yang terbaik dan kejarlah kebahagiaanmu karna kutau dirimu lebih pantas dengan yuri disbanding denganku. Jangan sia-siakan yuri seperti kau menyia-nyiakanku. Kuharap kau bisa menutup kisah kita tanpa merasa bersalah… anggaplah kenangan kita dulu sebagai kenangan masa lalu yang tak terlalu indah karena kenanganmu yang indah adalah kenangan yang kau jalani dengan Yuri…aku masih akan tetap menyayangimu Kyuhyunnie…

Kukirim pesanku pada kyuhyun. Beberpa menit kemudian ia membalasnya

From= Kyuhyun
Gomawo atas doanya…aku akan menyimpan kenangan denganmu sebagai salah satu kenangan terindah dihidupku.

Aku pun berbaring di kasur sambil menatap atap atap langit. Semoga semua keputusan ini yang terbaik Kyu….

**
Hari sabtu hanya ada kegiatan pelatihan basket, aku pun tidak niat mengikutinya. Tapi tugasku menjadi manajer tetap harus kujalani. Selesei pelatihan aku tak langsung pulang. Aku menatap hampa kearah Yesung yang seperti biasa berlatih basket sendiri setelah usai pelatihan. “HEYYYYY JEHWAAA!!!” teriak yesung dari tengah lapangan “WUEEEE?” jawabku. Ia pun berhenti memainkan bola dan mengahampiriku disudut lapangan “kau kenapa? Wajahmu murung sekali…” kata Yesung “tidak apa apa…” kataku “kau malam ini ada acara?” kata yesung “kurasa tidak” kataku “mau ke festival denganku? Supaya kau ceria lagi”ajaknya “baiklah “ kataku, kulihat yesung beranjak berdiri “kujemput kau jam 6 ya” katanya lalu meninggalkanku. Aku pun langsung pulang dan mengunci sport room karena tak ada orang lagi didalamnya *festival “ramai sekali..” kataku saat berada difestival “kau jarang ke festival ya?” katanya “iya…” kataku jujur. “ayo kesana..permainan disana seru seru” katanya. Kamipun mencoba berbagai permainan, dan mengumpulkan banyak point hingga kami mendapatkan boneka beruang besar “kau lapar?” kata yesung “tidak…aku sudah makan dirumah tadi” kataku “oh...” katanya “aku ingin naik bianglala itu. Ayoo!!!” kata yesung sambil menarik lenganku dan berlari menuju tempat bianglala. Kamipun menaikinya dan saat berada diatas tiba-toba bianglala berhenti mendadak “AAAAAA aku takut ketinggian” kataku sambil berteriak “ah mianhae aku tak tau” kata yesung menyesal, seketika yesung langsung menarikku kepangkuannya “begini lebih baik tidak?” katanya DEG!!!! Jantungku berdetak tak karuan “kurasa i…i..iyyaaa” kataku terbata – bata “kau diputuskan kyuhyun?” kata yesung tiba-tiba “kau tau?” kataku “aku tau semua tentang dirimu” katanya “wue?!” kataku tak percaya “aku menyukaimu” katanya “jangan bercanda….” Kataku “aku serius, Han Jehwa… maukah kau menjadi Yeojachingu-ku?” kata yesung, aku pun melotot shock karena ia tiba-tiba menembakku “n…n…ne….” kataku terbata-bata. Aku tau walau masih ada kyuhyun dihatiku tetapi sejak awal aku lebih menyukai yesung “saranghae…” kata yesung lalu ia memelukku. Tepat saat ia melepaskan pelukannya, bianglala pun turun kebawah.

THE END~~~
0

In This Moment

*Han DongSeok POV
“hey itu siapa?” tanyaku pada Hyemi, sahabatku saat istirahat di kantin “oh itu, kau tak tau tentangnya Dongseok? Dia Hangeng…idola sekolah aduh kau kemana saja?” kata Hyemi “hah masa sih? Aku baru mendengarnya” kataku “aduh kau ini” kata Hyemi “kau tak mengincarnya?” kataku “hey aku kan sudah punya Donghae” jawabnya “hah dasar kau” kataku “donghae kenal tidak ya dengannya?” kataku “Tanya saja padanya, jika aku yg nanya ntar dia cemburu lagi lagipula kan kau sahabatnya dari kecil” katanya “iya juga yah… okedeh” kataku “DOR!!!” aku kaget ketika mendengarnya “donghae kau bikin jantungan saja” omel Hyemi “mianhae abis kau sepertinya ngobrol ama dongseok serius banget” kata Donghae “eh eh donghae…kau kenal dengannya?” kataku sambil melihat kearah hangeng “oh yah aku kenal, mengapa memangnya?” kata donghae “ituitu biasa sih Dongseok naksir ama dia” kata Hyemi “eh eh kau parah sekali…eh tapi dia keren aaaa” kataku sambil tersenyum “kau mau kukenalkan dengannya?” kata donghae “memang kau dekat dengannya?” tanyaku “ishhh aku aku sahabatan dengannya” kata donghae “bilang kek daritadi” kataku “eh anak anak mana? Yoona, kyu, jehwa, yuri, taeyeon, jera, eunhyuk, ama wookie pada kemana?” Tanya donghae “tau dah pada kaga keliatan” kata hyemi “paling mereka pada keruang vokal, latihan gituuu” kataku “ah aku tak yakin dengan kyu, dia pasti dikelas maen game” kata donghae. Akupun tertawa tiba-tiba saat melihat kyu berada dibelakang donghae “iya? Mang ngapa?” kata kyuhyun pada donghae. Donghae pun langsung menghadap kearah kyuhyun “eheheh mianhae mianhae… abis kau kalo maen game ga nanggung naggung” kata donghae “emang ya? Aku tak menyadarinya” kata kyuhyun. “donghae…hangeng itu sudah punya cewek belom?” kataku “belom, dia sepertinya masa bodo dengan masalah percintaan” kata kyuhyun “hey yg ditanya kan aku kyu bukan kau” kata donghae “abis kau kelamaan jawab” kata kyuhyun. Wah kesempatan baik, dia belum punya cewek “eh eh eh kenalkan aku ya pleaseee” kataku “iyaiya tenang aja sih” kata donghae. Aku pun senyum senyum sendiri hingga istirahat usai

**
Aku mengambil hp yang ada dimeja belajarku. Huh sms dari siapa sih mengganggu aku twitteran aja lagi asik-asik juga. Aku membuka hp ku dan membaca sms

From = Donghae
Kau mau kukenalkan pada hangeng tidak? Kalau iya besok datang di taman kota jam 10 pagi ya


Akupun langsung membalas pesan donghae

To = Donghae
Maulah~ iyaiya ntar aku datang, kalau telat jangan ditinggal, tungguin yah…


Aduhhhh gimana nih? Hangeng!!! Dia tertarik padaku tidak ya? Aku pun tak sabar menunggu hari esok. Sepanjang mala mini aku terus bernyanyi dengan ria sambil menunggu hari esok. Akupun membuka laptopku dan mengerjakan tugas flash ku yg belum selesei. Aku mengerjakannya dengan niat karena suasana hatiku sedang bagus hari ini. Selesei mengerjakan tugas, akupun langsung bergegas pergi tidur dan menanti hari esok….

**
“mau kemana kau?” kata Amber, sepupuku yang kebetulan aku tinggal dengannya karena aku sekolah di Seoul, sedangkan orang tuaku berada dijepang “kau mau kencan ya? Senang banget daritadi nyanyi nyanyi mulu” tebak amber “ah kau ini sok tau deh…” kataku. “kau tak mau membawa mobilku? Malu dong masa kencan naik sepeda sih” kata amber “yasudah aku pinjam yaaaa” kata ku “kuncinya dilaci ruang tv ya” kata amber, akupun bergegas mengambilnya dan pergi ke taman kota.

“selamat pagi donghae, kyuhyunnie…” kataku menyapa mereka berduaa yg duduk dibangku taman “eh kau sudah datang?” kata kyuhyun “iya, mana hangeng?” kataku sambil setengah berbisik “dia lagi beli eskrim” kata kyuhyun “eh itu dia…hangeng!!!” panggil donghae “yaaa tunggu” kata hangeng sambil menghampiri kami “hangeng perkenalkan, ini Han Dongseok, dia temanku” kata donghae “dia juga temanku” sambung kyuhyun, donghae pun tertawa melihat reaksi mereka berdua “ah kalian ini, dongseok salam kenal namaku hangeng” kata hangeng “salam kenal juga” kataku “kau kelas berapa? Sepertinya aku jarang melihatmu” kata hangeng “kelas 2.2, aku sekelas dengan luna. Kau pasti kenal kan? Dia ketua kelas di kelas 2.2” kataku “oh iya aku kenal, aku sering bertemu dengannya saat pemanggilan ketua kelas” kata hangeng “pantesan aku jarang melihatmu, kelasku dilantai 3” kata hangeng “oh, aku mengerti” kataku “donghae, payah sekali kau kan sudah kubilang temanmu…temanku juga” kata kyuhyun yang sejak tadi masih saja berdebat dengan donghae “eh tapi teman sejatimu itu psp ata games games lainnya” kata donghae “aaaah sudahlah biarkan mereka berdebat, mau eskrim?” kata hangeng padaku “ah boleh jika tak merepotkan” kataku “ayo kesana, pilih mau rasa apa” kata hangeng seraya menarik tanganku. Kami berjalan menuju kedai eskrim yang berada tak jauh dari bangku taman “emmmm aku mau choco vanilla saja” kataku setelah melihat-lihat rasa eskrim, hangeng memesankannya lalu meberikannya padaku. Kami pun kembali kebangku taman “eeh Dongseok, maaf aku harus kerumah Hyemi, aku lupa mengembalikan bukunya” kata donghae “oh baiklah, salam ya buat hyemi” kataku pada donghae “kau mau kemana kyu?” kataku pada kyuhyun “ahhh aku mau main game saja dibawah pohon itu ” kata kyuhyun sambil menunjuk kearah pohon dipojok taman. “oh yasudah sana, dasar gammer sejati” sergah hangeng. Akupun duduk berdua dengan hangeng dikursi taman “oh jadi kau mendapat beasiswa ke korea?” kata hangeng saat kujelaskan tentang riwayatku “iya, aku dikirim dari jepang” kataku “kau dikorea tinggal dengan siapa?” tanyanya “dengan Amber, dia sepupuku kebetulan dia artis disini jadi dia tak keberatan waktu aku tinggal dirumahnya dan dia juga tak kesepian” kataku “oh, wah berarti kau pintar ya?” kata hangeng “ah tak terlalu, aku masih kalah jauh dengan Jyuhyun walaupun diotaknya hanya games mulu” kataku “kau masuk klub apa disekolah?” tanyanya “oh, aku masuk klub kesehatan kebetulan aku menangani klinik sekolah” kataku “wah kau ingin menjadi dokter?” tanyanya “rencananya begitu…aku ingin ambil spesialis bedah” kataku “Dongseok maaf aku ingin mengobrol denganmu lebih lama tapi aku harus kembali kerumah sebelum jam 1 siang” kata hangeng sambil melihat jam ditangannya, akupun langsung reflex melihat jamku juga, sudah jam 12.25 “oh yasudah, senang bisa bertemu denganmu hangeng” kataku “ya aku juga dongseok, kau teman ngobrol yang asik” katanya lalu ia langsung pergi “hey kyuhyun, kau betah apa main games lama begitu?” kataku sambil menghampirinya. Karena tak ada kerjaan terpaksa aku ngobrol saja dengan kyuhyun “ya apaboleh buat, lagian juga aku menunggu temanaku yang berasal dari Indonesia. Dia pindah kekorea 2 hari yang lalu dan kita sudah janji akan ketemuan disini” kata kyuhyun “ah…Indonesia! Siapa namanya?” tanyaku penasaran “namanya evriligar tapi jika namana koreanya Han je yoo” kata kyuhyun, matanya sama sekali tak menatap padaku. ia menatap serius ke pspnya “kau mau kubelikan eskrim atau permen atau semacamnya?” kataku menawarkan “tak usah, sudah ada roti sebelahku” katanya. Kulihat kesebelah kyuhyun, roti bungkus yang belum dimakan sama sekali “Kyuhyun…” seseorang memanggil dari belakang “Jeyoo, kau lama sekali sih” kata kyuhyun “tadi adikku mampir ke supermarket dulu sebelum ia ikut audisi” kata Jeyoo “oh, eh jeyoo…ini dongseok, temanku” kata kyuhyun memperkenalkan diriku padanya. Menurutku ia beda dengan orang korea. Kulitnya sawo matang, badannya sangat tegap, sangat pantas jika ia menjadi tentara “halo dongseok, aku Han jeyoo salam kenal” katanya “eh iya salam kenal juga” kataku “mana hangeng? Ah sudah lama sekali aku tak melihatnya” kata Jeyoo “kau kenal hangeng?” kataku heran “iya dulu aku sempat satu sekolah dengannya lalu aku kembali pulang ke Indonesia” kata Jeyoo “oh, dia tadi barusan saja pulang” kataku. “oh begitu”katanya sambil tersenyum “ah kyuhyunnie, aku pulang dulu ya aku sudah jani dengan amber akan makan siang bersama dengannya” kataku “oh yasudah sana pulang” kata kyuhyun, akaupun berpamitan dengan mereka dan langsung pulang kerumah

**
Beruntung tadi aku sempat menanyakan nomor ponsel hangeng. Aku pun membuka hpku dan mengirim pesan padanya

To = Hangeng
Kuharap kita bisa mengobrol seperti tadi lagi…kau teman bicara yang asyik^^


Kukirimkan pesan itu padanya. Tak lama kemudian ia membalasnya

From= Hangeng
Iya kuharap begitu juga…kau juga asyik kok. Kau kalau disekolah sapa aku ya. Eh kau sedang sibuk?


Aku pun langsung membalas pesannya

To = Hangeng
Oke tak masalah, baiklah jika aku bertemu denganmu akan kusapa, tidak aku tak sibuk. Kau sendiri?


Kukirim pesanku padanya. Aku menunggu balasannya selama 3 menit dan akhirnya ia membalasnya jga

From= Hangeng
Baiklah, oh kukira kau sedang sibuk. Aku sedang tak sibuk tapi kurasa sebentar lagi aku akan sibuk.


Setelah bersms ria dengan hangeng akupun menyiapkan peralatan untuk sekolah besok. semoga besok menjadi hari yang menyenangkan…..

**
“pagi Hyemi” sapaku pada hyemi yang baru muncul didepan pintu kelas “eh pagi…tumben wajahmu berseri-seri gitu” katanya “ah tidak biasa aja tuh” kataku “hey kau dengan hangeng sudah akrab ya? Aku tau dari donghae loh” kata hyemi “ya begitulah, dia asyik” kataku “ceritakan semua yg terjadi kemarin padaku” pinta hyemi. Akupun bercerita tentang kejadia yang terjadi kemarin. Baik aku dan hyemi sama sama sangat bersemangat. Saat jam pelajaran pun masih terngiang diotakku kejadian kemarin. Aku tak dapat berkonsentrasi saat pelajaran hingga istirahat “istirahat yuk, ke cafeteria gak kau?” Tanya yoona seraya menghampiriku “ayo, cepet Dongseok” kata hyemi “ayo “ kataku

“kau mau istirahat bareng Taecyeon ya?” kataku pada yoona saat menuju kantin “ah kau tau saja” kata yoona “ketauan dari tampangmu” kata Hyemi “halah kau juga kan mau bareng donghae” kata yoona tak mau kalah. Akupun hanya tersenyum melihat tingkah mereka. Aku, yoona dan hyemi menuju meja yang telah ditempati oleh sunny, sooyoung dkk “kudengar hangeng bakal istirahat bareng kita, ciyeeee dongseok” ejek eunhyuk “apasih hyukieeee…eh hyohyeon dikelas tuh samperin sana” kataku gentian mengejeknya “ah, aku beli softdrink dulu” kata eunhyuk mengalihkan pembicaraan, ia bangkit dan menuju kios kantin “memangnya benar hangeng mau gabung dengan kita?” tanyaku oada hyemi dan donghae “iya katanya” kata kyuhyun jawab “kau ini selalu saja aku yang ditanya kau yg jawab” kata donghae pada kyuhyun “yaaa salah sendiri jawabnya lama”bela kyuhyun “hey semua….” Kata hangeng yang tiba tiba muncul. Ia bersama Jeyoo, sahabatnya yang sudah kukenal. Kami pun mengobrol dengan asyik disaat istirahat berlangsung. Aku pun juga merasakan bahwa banyak sepasang mata yang menyoroti kami

**
Makin hari aku dengan hangeng makin dekat saja. Tak jarang ia suka curhat denganku....akupun sering ngobrol bareng dengannya dan Jeyoo. “Dongseok, dipanggil hangeng” panggil yoona. Akupun terbebas dari lamunanku dan melihat hangeng berdiri didepan pintu “aku ingin menceritakan sesuatu padamu” kata hangeng. Kami pun pergi ke kantin dan menemukan meja kosong “aku tak tega melihat Jeyoo merasa bersalah” kata hangeng “memangnya kenapa dia?” kataku “begini…ada seorang cewek, dari indo nembak dia. Awalnya ia menolak tetapi selalu dipaksa oleh cewek itu. Akhirnya ia jadian dan baru 2 minggu jadian ia langsung pindah ke korea. Terpaksa ia melakukan hubungan jarak jauh dan tepat kemarin, adalah seminggu setelah jeyoo putus dari ceweknya, ia mendapat kabar dari teman ceweknya bahwa cewek tersebut sakit karena terlalu banyak pikiran dan terlalu banyak menangis. Jeyoo menganggap ia yg membuat cewek tersebut sakit lahir dan batin” jelas hangeng “itu tak sepenuhnya salah jeyoo, menurutku ceweknya yang salah… siapa suruh terlalu memaksakan diri” kataku. Aku pun member solusi sebaik mungkin pada hangeng. “oiya dongseok!!!aku hampir lupa. Aku menyukai sorang gadis”katanya. DEG!!!. Jantungku langsung berdetak keras “siapa?” tanyaku “dia manis, pintar, cantik, walaupun ia tak terlalu tinggi tapi aku menyukainya” katanya. Ia menoleh kearahku dan tersenyum “kau janji tak akan mengatakannya pada siapapun?” tanyanya “ya, aku kan sahabatmu sendri”kataku. Aku takut mendengar nama gadis itu sebenarnya “dia……sunny” kata hangeng. Seketika hatiku langsung runtuh tapi aku berusaha terlihat wajar “kau tembak saja dia” kataku “aku belum punya cukup nyali. Aku akan mengumpulkan nyaliku terlebih dahulu”kata hangeng. Setelah ia mengoceh panjang lebar tanpa ada yg kupahami tentang curhatan dia tentang gadis yg disukainya. Akupun kembali kekelas. Sepanjang hari aku hanya murung. Sepulang sekolah kuputuskan untuk ke taman kota untuk mengenang kejadian perkenalan pertamaku dengannya. Aku duduk dipohon tempat kyuhyun main games dulu. Aku jadi teringat jeyoo. Kasian dia…dia lelaki yg bertanggung jawab. Aku ingin jika memiliki kekasih mempunyai sikap sepertinya. “kau masih ingat ini tempat pertama kita bertemu?” kata seseorang tiba tiba dibelakangku, aku mencari sumber suara itu dan menemukannya “Jeyoo? Mengapa kau ada disini?” tanyaku. Baru kali ini aku melihat matanya lekat-lekat. Tiba tiba jantungku berdetak tak karuan “emmmm Dongseok, kau sudah tau kisahku kan?” kata Jeyoo “kau tak bersalah sama sekali Jeyoo”kataku “sebenarnya….ada alasan mengapa aku menolak gadis itu” kata Jeyoo “percayakah kau ini bukan tempat pertama kali kita bertemu?” kata jeyoo “bukannya disini?” kataku “tahun lalu aku kekorea dan melihatmu dibandara, kau baru datang kekorea dan waktu itu aku akan balik ke Indonesia”kata jeyoo “dan anehnya…aku meyukaimu walaupun hanya sekilas aku melihatmu” lanjut Jeyoo. Jantungku berdetak tak karuan, aneh hangeng yg kusukai mengapa aku berdetak keras saat dihadapan Jeyoo “Dongseok…maukah kau menjadi gadisku?” kata Jeyoo sambil menyerahkan bunga yang sepertinya hasil petikannya sendiri dibunga taman kota, aku mengambil bunga itu dari tanga Jeyoo dan mengangguk pelan. Seketika juga Jeyoo memelukku erat sekali “saranghae Dongseok…aku suka dengan kau sejak pandangan pertama” katanya “saranghae…..Jeyoo” kataku membalas nya.

Benar kata orang…cinta memang misterius. Sering datang secara tiba-tiba dan tak disangka … dan awal dari perjuangan cinta adalah hal yang paling menyakitkan karena itu adalah jalan menuju kebahagiaan

THE END

0

Forever

“ oppa, aku berangkat dulu yaaa” kataku pada Hankyung oppa, kakakku “kau mau berangkat bareng Henry lagi?” kata Hankyung oppa “ne. aku akan menjemputnya” kataku lalu pergi. Apartemenku dengan apartemen Henry hanya berjarak 2 gedung dari apartemen ku. Akupun berjalan menuju apartemen yg dihuni oleh Keluarga Henry, sesampai di apartemennya aku pun langsung memencet bell dan beruntung,Henry yg membukakannya “hey ayo berangkat” kataku “sebentar, aku belum selesei sarapan, kau masuk dulu saja “ kata Henry seraya mengunyah sarapannya. Akupun masuk kedalam apartemennya dan menuju ruang tv, lalu aku menyetel cartoon kesukaanku, spongebob. “hey aku sudah selesei, ayo berangkat” kata Henry lalu kami berangkat sekolah bersama. “kau ini, sudah kelas 3 SMA masih saja suka spongebob” kata Henry “itu kan cartoon untuk semua umur” jawabku “hah, mending aku nnton sepak bola deh” kata Henry “aku tak tertarik dengan bola”kataku “henry, kita keminni market dulu ya aku ingin beli kopi supaya nanti tak ngantuk” kataku “baiklah” kata Henry. Kami pun berjalan sampai ke minni market depan sekolah, disana ada mesin penjual minuman, aku pun membeli kopi dalam kaleng “hey, boneka ini lucu, sayangnya itu hadiah the”kataku seraya melihat produk teh baru di minni market, lalu Henry masuk mengambil teh itu dan membelinya “ini… hadiahnya buatmu saja, aku hanya membutuhkan tehnya “ kata Henry “huh, untuk apa aku menyimpannya, sepulang sekolah nanti akan kubuang” kataku. Padahal dalam hati aku tau, boneka ini salah satu benda berharga dari Henry, cowok yg diam diam aku sukai. Semua yg diberi oleh Henry, tersimpan dikamarku. Mulai dari pensil, buku, sapu tangan sampai payung. Tentu saja aku selalu mengatakan barang yg ia berikan selalu kubuang. Aku terlalu malu mengatakan perasaanku padanya… mungkin sampai mati pun takkan pernah kukatakan

*dikelas
Akupun masuk kekelas, kebetulan kelasku dengan kelas Henry berbeda. Dia kelas 3.1 dan aku kelas 3.4. “Selamat pagi” kataku seraya masuk kelas “selamat pagi Jera” ujar Taeyeon, sahabatku yg sedang piket pagi “tumben kau rajin” kataku “daripada aku kena marah oleh Kangin, kau tau ia galak sekali. Wajahnya menyeramkan pula” kata Taeyeon “ah mungkin kau saja yg menganggapnya seperti itu, dia baik kok, wajahnya juga lumayan” kataku “yasudah, aku mau melanjutkan piketku dulu. Jera kau bawa komikku kan?” kata Taeyeon “tentu saja” kataku seraya berjalan menuju tempat dudukku. Bel pun berbunyi dan pelajaran pun dimulai. Pelajaran Sosial kulewati begitu saja tanpa mengerti apa yg dijelaskan didepan. Inilah aku… selalu malas dalam belajar. Akupun heran mengapa bisa ditempatkan dikelas 2.4, biasanya anak anak yg kurang pintar ditempatkan dikelas 3.7 atau 3.8. aku mengikuti pelajaran dengan konsentrasi yg buyar, sesekali aku memikirkan Henry, apakah ia tak menyadari perasaanku padanya ? hah sudahlah lupakan saja. Aku pun memikirkan Henry sampai istirahat. “Jera, ayo kantin” ajak Taeyeon “ayo Jera, hey kau mikirin apa hayooo?” kata Sunny yg berada dibelakang Taeyeon, aku pun tersenyum menjawab mereka “ayo” ujarku. Kami pun menuju kekantin dan menempati meja kosong. “kau mau pesan apa?” kata Taeyeon “aku tak makan, kau saja yg makan” kataku “oh baiklah, aku ke cafeteria mau mesan dulu” kata taeyeon “jera, siapa cowok yg sering bareng kamu itu?” kata sunny “yg mana?” tanyaku “yg sering berangkat sekolah denganmu itu” kata sunny “oh itu…. Dia henry, kenapa?” kataku “tak apa, hanya saja teman sekelasku, sulli dia sangat menyukai Henry, kurasa” kata Sunny. Hatikupun runtuh mendengarnya “benarkah?”tanyaku “aku tak yakin tapi kurasa iya” katanya. Diam-diam aku menyembunyikan perasaan cemburuku.

*keesokan harinya
Aku berdiri didepan apartemen Henry. Aku ragu untuk menekan belnya. Diam aku berdiri didepan pintu nya lalu kuputuskan untuk berangkat sekolah sendiri . akupun berangkat kesekolah dengan pikiran kosong. Aku yakin aku tak dapat menjadi jagiya Henry. Dia….. dia tampan, tinggi, putih halus, ketua klub basket, kuyakin ia adalah idola sekolah. sedangkan aku…….aku hanyalah gadis biasa yg terlalu mengharapkannya.

Aku pun masuk kekelas dengan murung “selamat pagi Jera” kata Taeyeon menyapaku . aku hanya diam membisu menuju tempat dudukku “kau kenapa Jera” kata taeyeon dengan nada cemas, aku pun menatapnya dan tersenyum palsu “tak apa” kataku “jangan berbohong!!” kata Taeyeon “nanti saja, aku sedang tak niat membahasnya” kataku “JERAAAAA!!!” tiba-tiba seorang memanggilku, aku menengok ke arah suara itu, henry terlihat berdiri di pintu kelasku “omo?” kataku, akupun menghampirinya “mengapa kau tak bareng denganku tadi pagi? Kau sakit?” kata Henry “oh, tidak apa. Aku bangun kesiangan” kataku berbohong “aku menunggumu tau, jangan ulangi itu lagi, arraeso?” kata Henry “ne” kataku, aku pun berbalik dengan senyum merekah diwajahku “eh iya, ini untukmu” kata Henry sambil menjulurkan sebuah boneka yg kukenal, boneka hadiah dari teh itu “apa ini? Aaah kau ini selalu memberiku gratisan yah, akan kubuang nanti” kataku “terserah padamu” kata Henry, ia tersenyum lalu meninggalkanku “ah kau ini” gumamku pada diri sendiri. Aku menggenggam boneka yg diberi Henry, walau ini hanya sebuah boneka, tetapi bagiku ini adalah sesuatu yg tak bisa ditandingin oleh apapun. Suasana hatiku pun menjadi membaik setelah kejadian itu.

*istirahat
Seperti biasa, aku makan di kantin dengan Taeyeon dan Sunny serta Hyohyeon “hey hyohyeon, kenapa kau tak masuk kemarin?” tanyaku padanya “eh…..aku pergi kerumah sepupuku, Hyemi. Dia mengajakku kekencannya dan kulihat pacarnya……dia sangat tampan sekali” kata hyohyeon “kau ini dasar, terus Eunhyuk mau dikemanain?” Tanya Sunny padanya “ah sudahlah aku masih setia dengannya” kata Hyohyeon “bukankah itu….” Kata Taeyeon terpotong “ada apa?” Tanya Sunny heran menatap Taeyeon. Sunny pun mengikuti arah pandang Taeyeon “ah sudah kuduga, dasar Sulli” kata Sunny. Akupun langsung menengok kearah pandangan Taeyeon dan Sunny dan melihat Sulli dan Henry mengobrol dengan akrab bahkan tertawa-tawa. Aku melihat mereka dengan tatapan sinis, jarang sekali Henry bercanda, bahkan ia tak pernah bercanda denganku. Dia selalu menganggapku serius. Aku melihat kearah mereka sampai istirahat usai dan meninggalkan kantin

*dikelas
Jam pelajaran telah usai, huh sekarang aku harus piket kelas. Aku paling malas piket. Apalagi jadwal piketku sama dengan Kangin “hey Jera, kau nyapu yg benar” kata Kangin “ne” kataku setengah hati. Aku membersihkan ruangan kelas tak sampai dari 15 menit. “ Kangin, kau sudah selesai piket belum? Ayo cepat kita main bola” kata Henry, tebakku walaupun aku tak lihat kesumber suara itu. Aku sangat mengenal suar Henry “ iya bentar” kata Kangin “kau belum pulang Jera?” Tanya Henry padaku “aku ada jadwal piket” jawabku “tumben rajin” kata Henry “memangnya kau, lalai dalam tugas” kataku “bagus, lucu sekali” kata Henry mengejek. Akupun meletakkan sapu dan menyambar tasku. Saat aku melewati pintu dan melewati Henry, ia langsung mengacak-ngacak bagian rambutku “hati hati dijalan” katanya sambil tersenyum cengengesan “iya, aku selalu hati hati kok” jawabku “jangan sampai jatuh atau semacamnya” kata Henry “iyaaaaaa cerewet~ sudah aku mau pulang” kataku seraya berjalan pulang.
Aku berjalan kaki pulang. Apartemenku cukup dekat dengan sekolah. ditengah perjalanan, aku melewati sebuah toko baju yg cukup ngetrend disini. “Teen shop” begitulah nama toko itu. Disana terpapang gaun yang sangat indah. Warnanya biru bercampur pink dan putih dan bercorak tak beraturan tetapi bagus sekali. Aku tau aku takkan pantas memakai gaun itu………dan aku yakin aku tak akan membelinya. Uang tabunganku hanya untuk biaya kuliah. Kupandangi gaun itu dari kaca toko, sesaat aku mengamatinya lalu akupun langsung berlalu. Takkan mungkin aku pantas…..yah…takkan mungkin

**
“aku pulang” kataku pada siapapun yg ada dirumah, akupun langsung masuk kekamar ku dan mengerjakan PR. Setelah mengerjakan pr aku langsung bergegas mandi dan makan malam, sebelum tidur, seperti biasa aku mengecek emailku. Kubuka laptopku dan langsung kubuka emailku. Hey ternyata ada email yang masuk

From : @Henrylau89
Jera…besok kau jemput aku. Jangan berangkat sendiri awas kalau kau tak berangkat bareng!!!

Dengan cepat aku langsung membalas emailnya

To : @Henrylau89
Iya iya, janga kesiangan ya awas kalau kesiangan kau bakal kutinggal nanti

Setelah membalas emailnya akupun langsung tidur…..

*esoknya
Aku memencet bel pintu apartemen Henry “siapa?” kata seorang dari dalam “Jera” kataku singkat. Lalu kulihat kakaknya membukakan pintunya “selamat pagi unnie..” kataku pada kakaknya “selamat pagi Jera, kau nnton tv dulu saja sana, Henry lagi sarapan tuh” kaya kakaknya. Aku pun langsung menyalakan tv dan nnton cartoon kesukaanku, Spongebob. “ayo berangkat” kata Henry tak lama kemudian, aku pun langsung berdiri dan memakai sepatu dan kami pun langsung berangkat “tak terasa kita sudah mau lulus ya” kata Henry “iya, rasanya baru kemarin aku test di SMA “ kata ku. Kami melewati toko “TeenShop” dan seketika aku langsung berhenti. Aku tak henti-hentinya menatap gaun yang masih dipajang di toko itu. Kulihat henry pasti tak menyadari bahwa aku berhenti mendadak sehingga dia tetap jalan didepan. Aku memandang gaun itu sekali lagi lalu langsung menyusul Henry. “kau ini….suka berhenti mendadak ya” kata Henry “tali sepatuku lepas” kataku bohong “dasar kau ini….eh iya ini…..” kata Henry sambil memberikan boneka bonus dari teh “hah kau ini selalu saja tak kapok, akan kubuang ini setelah pulang sekolah nanti” kataku “terus saja kau bilang seperti itu” kata henry

**
Sepulang sekolah aku langsung keruang seni karna akan ada rapat kepengurusan. Aku paling malas jika rapat rapat seperti ini. Tapi apa daya walaupun aku hanya diam membisu…..aku pun mendapatkan jabatan sebagai wakil ketua klub seni. Huh mengesalkan. Setelah rapat usai, aku pun langsung pulang karena sekolah sudah sepi dan hari mulai gelap. Saat aku melewati “TeenShop” , aku tak melihat gaun indah itu lagi. Huh sayang sekali padahal aku sangat senang melihatnya. Aku pun juga ingin membelinya walaupun kuyakin itu sangat tak cocok padaku. Aku pun mampir ketoko buku untuk mencari buku teori fisika untuk ulangan kelulusan besok. Setelah dari toko buku aku pun langsung bergegas pulang. “aku pulang” kataku saat tiba dirumah “kemana saja kau?” Tanya Hankyung oppa “tadi ada rapat trus aku juga mencari buku” kataku “oh, cepat sana ganti baju, makan malam sudah siap daritadi” kata Hankyung opp. Akupun langsung mandi dan ganti baju. Lalu makan dengan kakakku. Orang tuaku begtu sibuk hingga kami pun hanya tinggal berdua disini. Setelah makan, akupun langsung tidur dan terlelap…….

*keesokan harinya
Tumben Henry ga ngaret. Begitu aku jemput dia, dia sudah siap untuk berangkat “hari yang indah bukan?” kata Henry “emmm yah kurasa” kataku “apa kau lupa sesuatu?” kata henry “rasanya tidak” kataku. Henry pun tersenyum dan langsung membuka isi ranselnya. Ia mengeluarkan sebuah bingkisan dan memberikannya padaku “ini…….. untuk apa?” kataku “apa kau lupa? Ini hari ulang tahunmu Jera…” kata Henry sambil tersenyum “OH IYA!!! Yaampun aku benar benar lupa” kataku “Jera…apa kau mau berjanji sesuatu padaku?” Tanya Henry. Dug! Seketika jantungku langsung berdetak kencang “ya?” kataku “berjanjilah apapun yang terjadi, datanglah kepesta kelulusan esok minggu dan kenakan apa yang kuberikan padamu” kata Henry “dan juga, bukalah kado dariku jam 7 malam pada hari sabtu“ lanjut henry “oh? Oke” kataku sambil tersenyum. Kulihat Henry tersenyum sangat manis padaku. Dan aku pun semakin yakin bahwa Henry takkan bisa jadi milikku. Karna………kami hanyalah sebagai sahabat

**
“Jera, sabtu ini kau tak kemana mana? Kan kemarin kau sudah selesai ujian kelulusan. Mengapa tak merayakannya?” kata Hankyung oppa “ah enakan dirumah, kalo kemana mana mesti bawaannya capek” kataku “huh bilang aja kamu males gerak iya kan?” kata Hankyung oppa “nah itu kau tau” kataku. Entah mengapa aku pun dagdigdug menunggu jam 7. Sekarang baru jam 5. Kuputuskan untuk kekamar dan mendengarkan music dari ipod ku. Kusetel lagu girlband favoritku, SNSD dan aku pun ikut bernyanyi nyanyi ria karena lagu mereka yang asyik……
“Jera!!!bangun….ayo cepat makan malam sudah siap” kata hankyung oppa seraya mebangunkanku “jam berapa ini?”kataku “sudah mau jam 9 tau….makanya ayo cepat!!!” kata Hankyung oppa “ah gawat!!! Oppa duluan saja nanti aku nyusul” kataku lalu mendorong oppa keluar dari kamar. Lalu aku menguncinya dan sekarang aman! Kucar kado dari Henry. Setelah kutemukan, aku pun langsung membukanya. Betapa terkejutnya aku saat mengetahui bahwa isinya adalah gaun yang sangat kuinginkan. Gaun itu….gaun yang ada di “TeenShop” dan aku akan memakainya besok!!! Aku tau aku pasti tak akan cocok dengan gaun itu tapi….yang kuherankan mengapa Henry tau aku sangat menyukai gaun itu ya? Sepertinya ia tak melihatku saat aku melihat gaun itu. Ya aku yakin itu….

*pesta kelulusan
“kau datang….” Kata henry saat aku masuk kesekolah “aku tak akan pantas dengan gaun ini” kataku “tapi ini sangat indah, gomawo Henry…” kataku “sama sama” kata Henry sambil tersenyum. Akupun emnikmati pestanya dengan senang karena Henry selalu ada disampingku. Aku merasa ia dan aku seperti sepasang kekasih walaupun itu mustahil. “kau cantik sekali Jera dengan gaun itu” puji Taeyeon, Yoona, Sunny, Hyemi, Sooyoung, Hyoyeon pun memujiku demikian. Tak terasa pesta pun usai begitu saja. Sebagai lagu penutupan, Henry pun bernyanyi dipanggung bersama Kangin, Ryeowook, Kyuhyun, dan Yesung “lagu ini………. Special untuk orang yang sangat berarti dalam hidupku. Dia bagai berlian yang tak rela kulepaskan. Sampai kita berpisah tapi aku takkan mungkin melupakan memori tentang masa masa indahku dengannya” kata Henry “Shining star……..” kata henry. Lalu ia pun bernyanyi bersama. Suaranya bagai malaikat dan ketika mereka bernyanyi bersama sama, serasa bagai disurga *Ahlebe* “Hangsang hamkke halgeora till the end of time….” Kyuhyun pun mengakhiri kalimat terakhir dalam lagu itu. Lalu mereka semua turun dan aku pun bertepuk tangan. Tanpa terasa air mata mengalir kepipiku. Aku akan berpisah dengan Henry….dan aku tau ia menyukai gadis lain seperti yang dikatakan dalam pidatonya sebelum bernyanyi “kau kenapa?” kata Henry yang tak kusadari ia dihadapanku “jangan menangis….ini hapus air matamu dengan sapu tanganku” kata Henry “setiap ada pertemuan, pasti ada perpisahan” kataku seraya menghapus airmataku “iya aku tau, akan kusimpan dengan rapi semua kenangan tntang dirimu” kata Henry “kau membuat hidupku berwarna, jera” kata Henry “kau bagai cahaya yang selama ini kucari dalam hidupku” kata Henry. Aku menatap Henry seolah tak mengerti apa yang ia ucapkan “Jera…aku tau semua varang yang kuberi tak kau buang kan? Aku tau kau menyimpannya” kata Henry , aku menatapnya heran “kakakmu yang memberitahukannya” kata nya “Jera…maukah kau menjadi jagiyaku? Aku tau ini perpisahan tapi aku ingin kita selalu bersama” kata henry lagi “jangan bercan…ber..bercanda” kata ku terbata-bata “aku tak bercanda. Dari awal aku memang sudah menyukaimu” kata Henry “saranghae….Jera” kata Henry “saranghaeee” kataku pelan. Aku tak yakin ia mendengarnya. Tetapi tiba-tiba ia memelukku dan kurasa ia mendengarku. “you….like a star…shining star…. Like a little diamond, makes me love and makes me happy too” ucap Henry “saranghaeee”


*THE END*
0

My All Is In You (lyric)

[Kyuhyun] ibyeoli oneun geol algo isseodo geudae ddeonalgga nan sumeul meomchwodo
[Ryeowook] nunchi motchaen deut utgo isseumyeon urireul

[Donghae] nan moreuneun cheok utgo itjiman gwaenhi jaggu mali manajigo itjiman
[Sungmin] sasil naneun ulgo sipeun maeumbbuingeol geureon nuneuro baraboneun neon

Sarangi ireohge ggeutmeoril boyeodo ibyeoli eoneusae naege dagawa annyeong insal geonnedo
Ajik naegen neol naeryeonohneun ge eoryeoungeol jogeumman siganeul jwo
I can't live without you, My all is in you

[Leeteuk] hoksi naega neonjeo ibyeoleul malhaejugil meonjeo neol nohajugil gidarineun geonji

[Siwon] yejeongwa dalrajin neoui nunbiteun ije deo isang sarangi eobseodo naneun gwaenchana

[Ryeowook] jeomjeom siganeun gago ibeun mareugo neoreul bogo itneun naui nuneun bulanhae
[Yesung] anjalbujalmothago na seoseongijana geudaega ibyeoleul malhaelggabwa

Sarangi ireohge ggeutmeoril boyeodo ibyeoli eoneusae naege dagawa annyeong insal geonnedo
Ajik naegen neol naeryeonohneun ge eoryeoungeol jogeumman siganeul jwo

[Kyuhyun] naega eobsido geudaen useulso isseodo [SM] sarangi imi dahaesseodo
[Donghae] gyeolguken ibyeolirado jamsiman naege isseojwo

Sarangi ireohge ggeutmeoril boyeodo ibyeoli eoneusae naege dagawa annyeong insal geonnedo
Ajik naegen neol naeryeonohneun ge eoryeoungeol jogeumman siganeul jwo

Sarangi ireohge ibyeoli eoneusae naege dagawa annyeong insal geonnedo
Ajikeun naegen neomu ganjeolhan dan han saram beoreul noheulsu eobseo
0

My All Is In You

> > EunHoon POV
“perkenalkan nama saya Kim EunHoon, saya pindahan dari Jepang. Mohon bantuannya dan salam kenal” kataku “ya EunHoon, silahkan duduk ditempat duduk kosong” kata guru kelasku “ne” kataku lalu aku duduk ditempat duduk yg tersisa kosong dikelas ini. Lalu kami memulai pelajaran, huh membosankan. Aku sudah pernah belajar tentang pelajaran ini sewaktu dijepang. “hey EunHoon, aku Kwon Yuri. Salam kenal” kata gadis yg duduk didepanku “ya, salam kenal Yuri” jawabku sambil tersenyum “hey apakah dijepang menyenangkan?” tanyanya “lumayanlah “ jawabku “hey, bukankah kau Kwon Yuri yg di SNSD itu?” kataku “wah, kau mengetahuinya” kata Yuri “aku suka SNSD” kataku “kau beruntung, dikelas ini semua muridnya berasal dari SM” katanya “benarkah? Tapi wajahnya sangat tak familiar” kataku “ begitulah, mereka kesekolah dengan keadaan seadanya dan terkadang mereka kelelahan” kata Yuri “apakah yg tadi duduk didepan itu Im Yoona?” tanyaku “iya, dia selalu terlihat cantik” katanya

*istirahat
“mau kekantin?” tanay Yuri “baiklah Yuri” jawabku “hey Yuri…. Ayo kekantin” teriak seorang gadis didepan pintu kelas “sebentar Hyemi” jawab Yuri “Yuri…..ikut” kata Yoona seraya menghampiri kami “iyaiya tunggu” kata Yuri “hey EunHoon … selamat datang dikorea” kata Yoona sambil tersenyum “terima kasih yoona” kataku . lalu aku, Yuri, Yoona dan Hyemi kekantin bersama. Saat tiba dikantin kami pun langsung menempati meja dipojok yang paling besar. Sepertinya itu meja khusus. “ayo duduklah Eunhoon” kata Yoona “hey kalian curang, kalian tak mengenalkannya padaku “ kata Hyemi “hay Hyemi, aku Kim Eunhoon” kataku pemperkenalkan diriku pada Hyemi “Hey Eunhoon, kau akan senang disini” kata Hyemi, aku pun membalasnya dengan senyuman. Lalu kami makan siang bersama sepanjang jam istirahat “hey Yoona, aku sudah melihatmu dimajalah, kau cantik sekali” kata seorang cowok yg tiba tiba ada didepan kami “ah kau ini Sunbae, kau kan partnerku saat pemotretan ,Siwon oppa ” jawab Yoona “hey ini siapa?” Tanya temannya Siwon yg berada disebelahnya “ini Eunhoon, dia pindahan dari Jepang, oppa” kata Yoona “ oh salam kenal Eunhoon, aku Siwon, yg kurus pecicilan ini Eunhyuk dan sebelah Eunhyuk itu Heechul” kata Siwon oppa “ah, salam kenal sunbae” kataku “ya salam kenal Eunhoon, hey Yuri kau belum membayar hutangmu 500 won, cepat bayar!” tagih Eunhyuk oppa “ah kau oppa, sebentar ya aku juga lagi menunggu Jess, dia punya hutang padaku sebanyak 1000 won tau” kata Yuri. Aku pun tertawa karena melihat tingkah konyol para temanku dan sunbae ini “hey semua… maaf kami terlambat. Tadi kami dipanggil oleh klub vocal” kata salah satu dari 4 orang cewek yg baru datang “HA! Jess… bayar hutangmu padaku cepat… sini 1000 won!” tagih Yuri pada Jess yg menurutku ia cantik “iyaiya sabar, nanti kubayar sepulang sekolah” kata Jess “kau bayar 500 won ke Eunhyuk oppa ya, sisanya bayar padaku” kata Yuri “iya tenang saja sih, hey ini siapa?” Tanya jess sambil menunjuk kearahku “ oh ini EunHoon, dia pindahan dari jepang” kata Hyemi menyela Yuri yg hendak berbicara “oh, salam kenal Eunhoon” kata jess sambil tersenyum “iya, salam kenal juga” kataku “aku Jessica jung, ini Choi Sooyoung dan ini Kim Hyohyeon” kata Jess seraya menunjuk sooyoung dan hyohyeon. Aku menatap mereka dan tersenyum pada sooyoung dan hyohyeon. Mereka membalas senyumku. “hey Hyemi, kau dipanggil Donghae, cepat sana kau kemejanya daripada donghae ngambek nanti” kata sooyoung. Lalu Hyemi bangkit dari duduknya dan menghampiri Donghae. Sepanjang istirahat kami mengobrol ria.

>> Kyuhyun POV

“ siapa gadis itu?”tanyaku pada siwon, sunbaeku“yang mana?” tanyanya “itu, yang mengobrol dengan Yuri dan lain-lain. Apa ia murid baru?” tanyaku sambil menatap gadis itu “oh dia…. Iya dia pindahan dari Jepang, Kim Eunhoon” kata siwon “benarkah?” kataku “iya, dia sepertinya sangat cepat beradaptasi dengan lingkungan disini” kata Siwon “oh” jawabku singkat. Aku pun memandangnya. Dia manarik… kulitnya putih halus. Senyumnya menawan dan tertawanya lepas. Matanya bersinar. Entah apa yg sekarang ada dipikiranku. Kulihat Hyemi menghampiri mejaku “Kyuhyun, apa kau lihat Donghae?” katanya “ia sudah kekelas” kataku “oh, terima kasih” katanya “hey Hyemi…”kataku memanggil Hyemi “apa?” kata Hyemi menghentikan arah larinya dan menghampiriku lagi “Eunhoon itu…kelas berapa dia?” tanyaku pada Hyemi “dia kelas 2.1, sekelas dengan Yuri dan Yoona serta Donghae” kata Hyemi “oh” kataku “memangnya ada apa ?” tanyanya “oh tidak apa apa” kataku “ingat Kyu, setelah pulang sekolah nanti jangan lupa kau piket kelas dulu, walaupun nanti malam kau ada perform tapi ingat! Kebersihan kelas selalu dijaga”kata Hyemi, huh aku malas jika jiwa ketua kelasnya mulai muncul. Ya, diantara anggota super junior yang masih kelas 2 hanya aku, donghae, dan ryeowook. Sedangkan siwon, yesung,leeteuk, eunhyuk, heechul, kibum, kangin dan sungmin sudah kelas 3. Menyebalkan jika menjadi junior memang.
Saat bel tanda berakhir sekolah berakhir, Hyemi langsung mengepungku untuk piket kelas (aku malas sekali piket kelas) dan dengan setengah hati aku menyapu kelas. Setelah selesai aku pun menjemput donghae dikelas 2.2 yang kebetulan ada jadwal piket juga hari itu. Aku pun berjalan kearah kelas 2.2 “Donghae…” teriakku saat tiba dikelas “ah, apa kau mencari donghae? Dia tadi kekantin dengan Hyemi” kata suara gadis yg sangat lembut. Dia Eunhoon!!! “ oh…emmmm aku akan menunggunya disini” kataku gugup. Aneh, saat aku melihat wajahnya, jantungku langsung berdetak tak karuan. “kau ada jadwal piket juga?” tanyaku pada Eunhoon “tidak, tapi aku menemani Donghae dan Victoria yg sedang ada jadwal piket hari ini”kata gadis itu sambil tersenyum , aku pun membalas senyumnya
“kau dulu tinggal dijepang?” tanyaku
“ya begitulah” jawab Eunhoon
“didaerah mana kau tinggal?” tanyaku
“Osaka, japan” jawabnya
“apakah disana menyenangkan?” tanyaku
“ya, awalnya berat bagiku untuk meninggalkan jepang “ katanya
“ mengapa?” tanyaku
“disana ada sahabatku yg paling baik yg pernah kukenal, dan juga….disana ada orang yg kusukai” jawabnya sambil memikirkan sesuatu
“apa dia pacarmu?” tanyaku
“ya, tapi sudah kuputuskan sebelum aku pindah kekorea, aku merasa aku jahat sekali telah memutuskannya lalu langsung kabur begitu saja” katanya
“maaf telah menyinggungnya “kataku
“ah tak apa… lagipula korea tak begitu buruk” katanya
Kami pun mengobrol sambil bercanda canda. Sampai donghae dan hyemi datang “hey kyu, sudah selesai piket?” Tanya hyemi “ne” kata ku “wah, hyemi….aku pulang dulu ya. Ayo kyu “ kata donghae “ayo, duluan ya Hyemi. Hey Eunhoon aku pulang dulu ya. Hati hati nanti saat kau pulang” kataku pada Eunhoo “ya, baik” kata Eunhoon sambil tersenyum

> > Eunhoon POV

*4 bulan kemudian
Entah mengapa aku menjadi sangat dekat dengan Kyuhyun. Saat aku mengobrol dengannya, aku merasa sangat nyaman. Bahkan aku sering kemall bersamanya untuk membeli kaset game baru. Kebetulan aku dengannya memang bermain games. Walau ia harus menyamar agar tidak ketahuan oleh wartawan.
“hey Eunhoon, kau datang ya kekonser kami mala mini” kata Yuri “aku tak ada uang untuk mebeli tiketnya, lagipula pasti sangat susah bertemu denganmu saat konser “ kataku “haha, ini….kau tinggal menunjukkan kartu ini kepenjaga gedung. Kau akan diantar ketempat dudukmu nanti saat konser” kata yuri seraya memberiku sebuah kartu “apa ini?” tanyaku “kami semua, baik anggota super junior dan snsd sudah sangat dekat denganmu, masa kau tak pernah menonton kami tampil sih.” Kata yuri “ah, terima kasih banyak “ kataku pada Yuri “kau mau kujemput? Tapi aku berangkat jam 4 sedangkan konsernya mulai jam 7 malam, kau mau menunggu selama 3 jam?” kata yuri “ah tak usah, aku bisa kesana sendiri “ kata ku “baiklah, pastikan kau datang ya Eunhoon” kata Yuri sambil tersenyum, lalu ia pergi. Aku bertugas piket sepulang sekolah. aku sengaja piket terburu buru karena takut ketinggalan konser. Setelah selesai aku pun berlari kehalte bis dekat sekolah dan bodohnya aku terjatuh karena terburu buru. “awwww!!!” ringisku .kakiku susah digerakkan, kulihat dengkulku berdarah dan darahnya mengalir sangat deras. Perlahan-lahan air mataku mengalir dari sudut mataku. “hey Eunhoon, kau tak apa?” kata seorang “Kibum oppa?” sahutku heran. Kibum pun menarik dasinya dan melilitkannya kedengkulku yang terluka “kau masih bisa berdiri?” Tanya Kibum Oppa. Akupun mencoba untuk berdiri lalu terjatuh. Lalu kibum oppa menggedongku dan mengantarku pulang. “hati-hati Eunhoon, lain kali kau perlu memperhatikan langkahmu “kata kibum “ne, mianhae sudah merepotkanmu” kataku “memangnya mengapa kau sangat terburu-buru?” kata kibum oppa “aku akan menonton konser SNSD oppa” kataku “oh, kebetulan aku juga akan nnton, kau mau bareng dnganku?” kata kibum “ah, terima kasih, aku bisa naik bus “ kataku “kau lihat kan kakimu masih terluka? Sudahlah kujemput kau nanti” kata kibum. Lalu kami sampai dirumahku “terima kasih banyak sunbae…” kataku “ya, nanti kau kujemput. Sampai nanti “ katanya lalu mobilnya berlalu

*keesokan harinya
“selamat pagi…” kataku saat aku memasuki kelas. Seketika semua mata yg berada dikelas menatapku. Yuri, Yoona, Donghae, Victoria, Krystal, Jess menatapku heran “ada apa?mengapa kalian menatapku seperti itu?” tanyaku “Eunhoon, kau membuat perusahaan kami kebingungan. Semua berbahagia dengan konser tadi malam tapi….. tadi pagi semua shock karenamu” kata Jess “ada apa memangnya?” kataku bingung. Lalu Yoona melemparkan Koran kepadamu. Aku membacanya dihalaman depan “CINTA BARU UNTUK KIBUM DAN MURID BARU” dan disitu terpapang jelas fotoku sedang digendong dan digandeng oleh Kibum oppa “apa ini?” tanyaku bingung “jangan belaga tak tau Eunhoon” kata Tiff seraya memasuki kelas “tapi….aku benar-benar tak tau apa-apa” kataku “coba kau ceritakan apa yg terjadi kemarin” kata Yuri lembut. Akupun menceritakan apa yg terjadi kemarin. Aku seperti disidang saja. Semua member SNSD dan SJ yg kelas 2 seperti mengepungku “berarti semua ini hanya salah paham?”kata Yoona “kurasa, mungkin ada wartawan yg ingin menjatuhkan nama baik SJ” kataku “syukurlah itu tak benar, kau bisa lega Yoona” kata Donghae “memangnya mengapa dengan Yoona?” kataku bingung “ia menyukai Kibum oppa” kata Donghae “oh, mianhae Yoona…” kataku “taka pa, ini hanya salah paham saja, maaf tadi aku melemparmu dengan Koran “ kata Yoona “taka pa” jawabku “mana Kyuhyun? Aku tak melihatnya sejak tadi” Tanya Jess pada Donghae “ia bilang ia tak mau masuk setelah membaca Koran” kata Donghae “Eunhoon, sepulang sekolah nanti kau ikut kami menemui Kyuhyun” kata Sooyoung “ah…memangnya kenapa?” kataku “sepertinya…….Kyuhyun punya perasaan terhadapmu” kata Sooyoung “OMO?!?! Ah tak mungkin, ia memang sangat baik padaku tapi…” aku ingin melanjutkan tetapi dipotong oleh Yoona “setiap malam Kyuhyun curhat denganku, ia menyukaimu” kata Yoona “benarkah?” kataku “tapi…” aku ingin melanjutkan tapi tak bisa. Kurasa benar. Setiap saat aku bersama Kyuhyun aku merasa perasaan bahagia meyeruak dalam diriku. Aku merasa sangat nyaman saat bersamanya.
Aku mengikuti pelajaran hari ini dengan pikiran yg kacau, saat istirahat pun aku didatangi oleh member SJ yg sudah kelas 3. Dengan panjang lebar aku menceritakan dan Yoona, yuri, sooyoung, jess, donghae serta Hyemi pun membantu dan membelaku. Setelah itu, aku mengikuti pelajaran hari itu dengan perasaan bingung. Aku tak mengerti apa yang dijelaskan oleh para guru yg masuk kekelas. Sepulang sekolah sesuai kesepakatan, aku, Yuri, Yoona, Donghae, Jess, Victoria, Krystal pergi bersamaku ketempat Kyuhyun. Saat aku keluar sekolah akupun langsung diserbu oleh para wartawan “Eunhoon bagaimana nasibmu pada Kibum?” “Eunhoon apa benar kau menjalin hubungan dengan Kibum?” “Eunhoon apa kau mengantar Kibum keairport tadi pagi?” “Eunhoon apa kau kesepian ditinggal Kibum yang sedang syuting di Taiwan?” berbagai macam pertanyaan meluncur dari para mulut wartawan dan aku hanya bisa bungkam. “sabar ya Eunhoon, setelah menemui Kyuhyun kami akan menggelar konfrensi pers tentang kabar tersebut” kata Yuri saat dimobil. Kami pun berjalan menuju markas SJ .

>> Kyuhyun POV

Aku salah telah percaya pada Eunhoon. Gadis sialan yg hanya bisa memanfaatkanku saja. Padahal aku menyukainya tapi mengapa?!?! Usahaku selama ini mendekatinya apakah hanyalah tipuannya saja? Apa ia mempermainkanku hanya demi mendapatkan Kibum oppa? Ah tenanglah Kyuhyun… tenangkan pikiranmu sekarang juga.
Aku pun mengambil kaleng pepsi dikulkas dan duduk diruang TV. Aku melihat Koran dengan foto spektakuler Kibum dan Eunhoo. Aku memandang garang disekelilingku. Andai Kibum ada disini pasti aku akan mengintrogasinya. Tiba-tiba bel pintu berbunyi. Akupun langsung membukakannya. Ternyata Donghae, Ryeowook, Krystal, Victoria, Yoona, Yuri dan…………………..Eunhoon. aku melihat wajahnya seakan hatiku seperti tertusuk. Mereka pun masuk dan kulihat Eunhoon menunduk.
“ada apa?” aku memulai pembicaraan “begini Kyu, semua tak seperti apa yang kau bayangkan” kata Donghae “lalu apa?” kataku dengan nada dingin “mungkin Yuri dan Eunhoon bisa menceritakan yg selengkapnya” kata Donghae “sudahlah… aku muak dengan semua ini” kataku, akupun langsung menyambar jaket dan kunci mobilku dan bergegas keluar. Aku sedang malas mendengarkan penjelasan “Kyuhyun……” kudengar Ryeowook memanggilku untuk kembali tetapi kuabaikan. Akupun masuk kemobil dan pergi entah kemana

*Eunhoon POV
Tanpa sadar akupun menangis saat melihat Kyuhyun pergi. “Mianhae…cheongmal mianhae…” tuturku sedih. Yuri pun memelukku “sudahlah, Kyuhyun memang begitu. Nanti ia akan sadar sendiri” kata Yuri “Kau tau kemana Kyuhyun biasa pergi?” Tanya Donghae, akupun tetap menangis dipelukan Yuri. Kurasa Donghae sedang bersabar menunggu jawabanku “ia biasa kegame center dekat taman kota”kataku sambil terisak “ayo kita susul” ajak Donghae
Donghae dengan ngebut membawaku ketaman kota. “Eunhoon, mianhae mungkin hanya kau yg bisa menyelesaikan masalahmu dengan Kyuhyun” kata Donghae “ne” kataku sambil mengangguk. Kami pun tiba ditaman kota dan akupun langsung berlari ke game center. Disana…… di ia duduk tanpa memainkan game mobilnya. Aku pun mendekat dan mengumpulkan sisa sisa keberanianku untuk menjelaskan “kemarin aku terjatuh” kataku “lututku berdarah sampai aku takbisa berdiri, lalu aku menangis karena tak ada orang yg menolongku” lanjutku “setelah itu tanpa diduga….Kibum datang menolongku. Tapi sungguh……aku tak punya hubungan apa-apa dengannya” kataku “Mianhae Kyuhyun…. Cheongmal Mianhae. Aku tak menyukai Kibum sama sekali karena……” tiba-tiba aku berhenti. Lalu aku menarik nafas dan “aku menyukaimu….. saranghaeyo Cho Kyuhyun. Aku menyukaimu apa adanya” kataku “Cheongmal mianhae….”kataku sekali lagi, aku pun berdiri mematung untuk beberapa saat. Ia tidak mengatakan apa-apa. Kuputuskan untuk pergi agar ia bisa menenangkan diri. Lagipula aku tau ia sekarang membenciku. Aku pun berjalan menuju pintu keluar game center. Saat aku sudah mendekati pintu, tiba-tiba sepasang tangan memelukku erat dari belakang “Saranghae…..” kata Kyuhyun “aku menyukaimu saat pertama kali bertemu. Aku…………tak bisa tak memikirkanmu sehari saja. Makanya aku begitu shock begitu melihat berita itu. Aku takut kau hanya memanfaatkanku” kata Kyuhyun masih memelukku dari belakang. Aku pun berbalik menghadapnya. Kulihat ia tersenyum padaku “Kyuhyunnie...” kataku, lalu kyuhyun duduk menunduk dan memegang tanganku “Kim Eunhoon…maukah kau menjadi jagiyaku?” katanya, aku pun menangis karena ia begitu romantis. Aku hanya menangguk pelan sambil tersenyum. Lalu ia langsung memelukku “ saranghae…” kata ku dalam pelukan “you are my life now “ kata Kyuhyun….

*THE END*
0

Light and Dark (part 2)

**seusai sekolah
Aku pun berjalan menuju Auditorium, akan ada rapat tentang lomba lomba yg diikuti oleh sekolah ini selain melukis. “Hyemiiii!!!!!!!!!!” aku pun menengok kebelakang karena ada yg memanggilku “donghae?” ujarku heran “tunggu” kata donghae. “ayo kita ke ruangan auditorium bersama” ajak donghae. Aku dan donghae berjalan menuju ruangan auditorium dan sampai. Aku tak mengerti apa yang dibahas tentang rapat tersebut lalu aku pulang seusai rapat. Sesampai dirumah aku pun kekamar dan langsung memikirkan Sungmin Oppa. Apa yg ia lakukan sekarang? apa ia mencariku? Apa ia mengkhawatirkanku sebagaimana aku mengkhawatirkannya? Aku pun tak ambil pusing lalu aku mengambil tugasku dan mengerjakannya. Setelah selesai aku membantu ibuku menyiapkan makan malam. Setelah makan malam aku pun kekamar dan tidur

**keesokan harinya
Akupun bangun lalu mandi dan siap siap untuk sekolah. aku sengaja berangkat pagi dan sampai disekolah, ternyata masih sepi tetapi dikelas Donghae sudah datang. “selamat pagi Hyemi” sapa donghae “selamat pagi juga” ujarku. Lalu aku menyerahkan tugas lukisanku keklub lukis. Saat kembali kekelas ternyata Ryeowook sudah datang dan ia tampak rajin menyapu kelas. Ya bagaimana lagi sekarang jadwal dia piket kelas.

Sudah kuputuskan…hari ini aku akan menyatakan perasaanku pada Sungmin oppa. Aku sudah tak terkendali menyukainya. Aku ingin terus bersamanya. Menunggu bel pulang yang Cuma beberapa jam lagi serasa sepertin 1000 abad berlalu. Namun waktu adalah terus berjalan dan bel pun berbunyi. Aku pun cepat cepat ke Café rainbow. Sampai diCafe,aku melihat Sungmin Oppa sedang membersihkan meja pelanggan. “Oppa….” Ajakku bicara “ya?” jawabanya “hemmm… ada yg ingin kukatakan” kataku “ya katakana saja “jawab nya “selama ini….. aku ….” Kataku gugup “ya?” sahutnya menanti jawabanku “aku…..sangat menyukai Oppa” kataku sambil menunduk. Aku takut ia takkan menerimanya. “oh” katanya. Hanya oh jawabannya? “aku ingin menjadi jagiya oppa” kata ku gugup. “tak bisa” kata Oppa. Aku pun langsung lemas. Air mataku sudah membajiri mataku dan siap tupah sewaktu waktu “mengapa?” tanyaku. Ia menatapku lekat lekat “kita tak bisa jadian” katanya “kenapa?” tanyaku “karena………………” jawabnya ragu “kau adikku” lanjutnya “hah!! Alasan apa itu?” tudingku “percayalah Hyemi!!! Kau adikku yang selama ini hilang. Bukankah dipunggunmu ada bekas luka bakar? Kau adalah adikku yg hilang saat 13 tahun lalu rumah kita kebakaran. Saat itu kau berumur 3 tahun” jelasnya “tapi…………..mengapa kau baru katakana sekarang?”tanyaku, air mataku telah tumpah dengan deras “karena…………aku menunggu waktu yg tepat. Aku, ibuku, ibu angkat dan ayah angkatmu …. Menunggu waktu yg tepat untuk mengatakan ini” jawab sungmin. “lagipula, aku menyukai Jehwa dan kemarin aku dan dia baru saja jadian” sambung Sungmin Oppa. Seketika aku langsung berlari keluar café. Jahat!!!! Sangat tak adil bila aku dan oppa bersaudara. Aku sudah terlanjur jatuh cinta padanya. Mengapa?!?! Mengapa?!?! Aku pun berhenti disebuah taman kota dan menangis sendirian ditaman itu. Lebih dari 3 jam aku menangis. Tiba tiba sebuah tangan memberiku sapu tangan bersih “sudahlah jangan menangis, nanti kau tak cantik lagi”kata seseorang. Aku mendongak kepala dan melihat Donghae berdiri dihadapanku “dong….hae….”ucapku lirih “ada apa denganmu Hyemi?” Tanya donghae. Aku pun menceritaka semuanya. Benar benar menakjupkan. Aku merasa sangat nyaman berada didekat donghae. Walaupun aku tau ia sudah memiliki Tiff. Ia pun juga mengantarkanku pulang. “terima kasih atas semuanya Donghae” kataku “sama sama. Jika kau kesulitan ceritakanlah padaku” ujar Donghae “baiklah, terima kasih” kataku. Lalu ia tersenyum lalu pergi. Aku pun langsung masuk kedalam rumah “aku pulang” kataku “Hyemi… cepat kau keruang tamu” teriak ibu “baik bu” kataku seraya menuju keruang tamu. Saat tiba diruang tamu aku kaget karena melihat Sungmin oppa dan nyonya pemilik café datang bertamu “kau duduk dulu Hyemi” kata ibu. Aku pun duduk disamping ibu. “Hyemi… apa kau sudah tau semuanya dari sungmin?” Tanya nyonya pemilik café “ya aku sudah tau” kataku “maafkan ibumu ini anakku. Aku tak bermaksud untuk tidak mengakuimu. Aku hanya ingin mencari waktu yang tepat untuk mengatakannya padamu” kata nyonya pemilik café “aku mengerti” jawabku singkat “aku tau kau marah dan kecewa padaku tetapi aku selama ini terus berusaha mencari keberadaanmu. Aku mendatangi kantor pemerintah setempat dan menemukan akte keluargamu bahwa kau dicantumkan sebagai anak angkat. Lalu aku menyelidikimu dank au sama seperti Yuhwa, anakku yg dulu hilang karena kebakaran itu. Kau bergolongan darah AB, mempunyai tanda lahir di tanganmu dan nyonya Han juga bilang bahwa ia menemukanmu saat kebakaran terjadi di Seoul 13 tahun yang lalu.” Sambung nyonya café itu “Hyemi… bolehkah aku memanggilmu Yuhwa? Aku ingin kau kembali kerumah” kata nya “kembalilah pada ibu kandungmu Jehwa… disini kau akan selalu tersiksa karena keadaan ekonomi kita yang tidak memadai. Lagipula kau bebas kemari karena pintu rumah ini selalu terbuka untukmu” kata ibu dengan lembut “tapi bu….” “sudahlah jehwa, kasian ibu kandungmu yang selama ini mencarimu” kata ibu. Setelah berbincang selama kurang lebih 2 jam ibuku, ibu kandungku dan kakakku, sungmin berpamitan pulang. Setelah itu aku dan ibu membereskan barang-barangku “ibu... ibu tak keberatan jika aku pergi?” kataku saat ibu menemaniku dikamar seusai membereskan barang “tentu tidak tapi hati ibu akan berat melepasmu. Lagipiula ibu sudah telalu lama menghabiskan waktu denganmu dan… sekarang saatnya kau pulang dengan keluarga kandungmu” jelas ibu. Aku pun tertidur karena sangat kelelahan dan siap menyambut hari esok

**keesokan harinya
“hyemi, sungmin sudah menunggumu dimobil diluar. Mana barangmu? Sini biar kakak yang angkat kemobilnya” kata kakak angkatku “ini, terima kasih atas semuanya ka” kataku “aaah kau ini. Harusnya aku yg berterima kasih karena dianugerahkan seorang adik seperti mu walaupun kau bukan adik kandungku” kata nya “Jehwa… kau ijin sekolah dulu hari ini. Kau rapikan barangmu disana dulu ya nak. Kau juga mendekatkan diri pada saudara kandungmu dulu” kata ibu “iya bu”kataku. Lalu aku memeluk ibu, ayah , dan kakak yang selama ini telah merawatku. Aku mengucapkan terima kasih lalu pergi.

“Yuhwa…” kata sungmin lirih “ya?” jawabku. Aku belum terbiasa dipanggil seperti ini. “apa kau menyesal saat kau mengetahui bahwa aku kakakmu?” tannyanya “tidak, aku sadar sekarang rasa suka ku padamu bukan sebagai sepasang kekasih, tetapi sebagai saudara” kataku lalu sungmin melaju cepat mobilnya “apa kau sakit hati?” tanyanya “tidak” ucapku dusta, lalu kami berbelok kekawasan perumahan yang sepertinya perumahan elit karena rumah nya besar-besar dan kami berhenti disalah satu rumah yang indah dengan cat minimalis yang enak dipandang oleh mata. saat sungmin keluar dari mobil, ia menjetikan tangannya lalu keluar 3 orang pengawal dan mengambil barang-barangku dibagasi mobil “selamat datang kembali Yuhwa…” kata ibu kandungku “iya ibu” jawabku “mari ikut ibu.. kutunjukkan dimana kamarmu” kata ibu lalu aku mengikutinya. Aku naik kelantai atas dan menemukan kamar yang indah sekali. Semaunyan serba ungu muda, warna kesukaanku “bagaimana?” Tanya ibu sambil tersenyum “indah sekali” jawabku, lalu kami berbincang sebentar dan ibu pergi karena aka nada rapat. Aku pun mulai menata barangku. Setelah itu aku melihat lihat isi rumah. Ternyata rumahnya besar juga namun sangat sepi. Aku lihat sungmin sedang sekolah diruang belajar pribadinya dengan guru khusus yang dipanggil kerumah. Lalu aku melihat foto keluarga. Disana terlihat sungmin, kakakku, ibu dan ayah. Dan aku juga melihat fotoku yang masih berumur 3 tahun. Setelah seharian mengelilingi rumah aku beristirahat dan tidur karena besok sekolah menantiku. Yang kulihat saat kupejamkan mataku hanyalah wajah donghae

**esoknya
aku keluar dari mobil saat sopir membukakan pintu mobilnya. Seketika semua orang yang berada disekitar halaman sekolah melihatku. Tak terkecuali Donghae ada dihalaman. Aku pun berjalan masuk dan donghae tiba tiba menghampiriku “ada apa denganmu hari ini?” katanya “aku adalah anak yang selama ini hilang, aku anak dari keluarga Lee, pemilik resto international dan juga café rainbow “ kataku pada donghae “kau jadi pindah kerumah keluarga lee?”tanyanya “ya , aku tak punya banyak pilihan” jawabku “hey kita lulus hanya beberapa bulan lagi Hyemi” katanya “ya aku tau donghae” kataku “bagaimana hubunganmu dengan tiff?” tanyaku “baik baik saja” kata Donghae “apakah ia marah jika melihat kita jalan berdua seperti ini?” tanyaku “buat apa dia marah?” tanyanya “tak apa, aku hanya takut ia cemburu” kataku. Tiba-tiba Donghae tertawa terbahak-bahak “HAHAHAHA kau lucu sekali Hyemi” kata nya “kenapa? Ada yg salah? Ada yg lucu?” kataku “hey aku dan tiff bukan sepasang kekasih” kata donghae “jangan bercanda” kataku “aku dan tiff hanya sepupu kok hahahaha hyemi hyemi kau ini hahaha” kata donghae, seketika itu juga wajahku memerah. Kukira selama ini ia punya tiff. Tapi sepertinya aku salah besar. Aku mengobrol dengan donghae sampai bel masuk berbunyi.

Lalu aku istirahat dan menuju kantin “hey hyemiiiii!!!! Tunggu aku” kata ryeowook, akupun berhenti “huh huh bentar huh “ kata ryeowook sambil terengos engos “ayo cepat” kataku. Lalu kami sampai kantin dan menempati meja langganan kami . kami memesan seafood dan memakannya “boleh aku bergabung?” ujar suara itu tiba-tiba “ya silahkan donghae” kata ryeowook. Aku pun seketika langsung tersedak “uhuk uhuk uhukuhuk uhuk” akupun langsung mengambil air putih “hati hati kalau makan hyemi” kata donghae “ehmmm aku kesana dulu ya, silahkan kalian berduaan ya” kata ryeowook “uhuk uhuk uhuk” akupun masih batuk batuk juga “ini…minumlah air putihku, biar kuambilkan air putih lagi, mana gelasmu?” kata donghae lalu aku serahkan gelasku dan menyambar air putihnya “kau sudah membaik?” kata donghae “iya begitulah” kataku “hey hyemi…aku sudah melihat lukisanmu. Indah sekali” kata donghae “menurutmu begitu?” kataku “ya… kurasa lukisanmu pantas jadi juara” kata donghae “kau bisa saja. Aku hanya mengincar beasiswanya saja tau” kataku “hahah dasar kau ya” kami pun makan dan kembali kekelas bersama – sama. Sepanjang koridor aku merasa tatapan aneh dari para anak anak lain. Bodo amatlah. Akupun mengikuti pelajaran sampai bel pulang. Saat aku kehalaman aku melihat oppa menjemputku, ia tersenyum saat melihatku “ayo pulang” ajak oppa. Tanpa ragu akupun langsung naik kemobil Porsche nya itu. Akupun terus menyunggingkan senyum bahagia itu sepanjang hari

**3 bulan kemudian
“selamat ya Yuhwa kau lulus dengan nilai tinggi” kata oppa dihari kelulusanku “ibu bangga nak” kata ibu. “ibu… rasanya baru kemarin aku kelas 1 Sma “ kataku “hey waktu sekarang sangatlah cepat bro” celutuk Eunhyuk yang lewat dibelakangku, ternyata dia menguping juga!! Dasar Eunhyuk! “kau mau pulang atau menikmati kelulusanmu bersama temanmu dulu ?” kata ibu “aku mau disini dulu bu” kataku. Lalu ibu dan oppa meninggalkan ruang auditorium sekolahku “DONGHAEEEE!!!” teriakku saat melihat dia. Ia pun menghampiriku “selamat yak au menjadi siswa terbaik “kataku padanya “haha kita hanya beda tipis” kata donghae “ehmmm Hyemi…” ujarnya “ya?” kataku “dengarkan aku” pintanya “ya?” kataku “aku akan kuliah di Amerika” kata Donghae, hatiku pun sakit namun aku berusaha bahagia mendengar kabar itu “waaaah selamat ya “ kata ku “aku ingin mengatakan sesuatu “ katanya “ya?” jawabku “saranghaeyo Hyemi… jadilah jagiyaku” ucapnya. Aku pun diam sesaat.aku mencintainya tetapi terlalu berat bila aku bilang bahwa aku mencintainya juga “maaf donghae, aku tak bisa” kataku sambil tersenyum “kenapa?” kata Donghae “ada….sesuatu yg membuatku tak bisa menerimamu” kataku “aku mengerti. Sudah kuduga kau akan menolaknya” kata donghae “mianhaeyo…” jawabku “taka pa Hyemi” kata donghae “2 hari lagi aku akan berangkat ke America. Datanglah kebandara pesawatku akan lepas landas jam 11 siang” kata Donghae “mianhaeyo… aku tak bisa” kataku. Aku terlalu takut melihatnya menghilang. Aku takut melihatnya pergi “yasudah. 3 bulan terakhir adalah masa terbaik dalam hidupku “ kata donghae “terima kasih telah menjadi masa terindahku” katanya “senang bisa mengenalmu, hey jangan lupa diAmerica kirimlah kabar” kataku “ya” jawabnya

****
Hari ini adalah hari keberangkatannya. Sudah jam 9 pagi. Akupun duduk termenung diruang TV tanpa mengatakan apa-apa “Yuhwa… pergilah kebandara” kata oppa secara tiba-tiba. Aku pun langsung terbelalak melihatnya “aku tadi ditelpon sahabatmu Ryeowook, pergilah. Kaakan yang sebenarnya” katanya “Lee Yuhwa… Han Hyemi… kau adalah 1 orang dengan 2 nama. Tetapi kau tetap saja tak punya 2 hati. Hatimu sudah terikat dengan donghae. Katakana sejujurnya sebelum terlambat” kata oppa. “baiklah” kataku lirih “baik, kuantar ya ayo cepat” kata oppa. Dalam perjalanan oppa ngebut seperti orang sinting *pissss* sesampai dibandara aku langsung berteriak “DONGHAEEE!! DIMANA KAU?” teriakku. Aku meneriakannya berkali kali “ HYEMIIII!!!” aku pun langsung menoleh, ternyata Ryeowook.” AYO CEPAT” kata oppa seraya menyeretku ketempat Ryeowook dan Donghae menunggu “donghae…” kataku “Hyemi..” kata nya, aku pun langsung menangis dan memeluknya “Saranghaeyo… saranghaeyoo Donghae” kataku “Hyemi…” ucap Donghae bingung “Pesawat “super air” dengan no seri A23E5 tujuan United states of America akan segera berangkat. Bagi penumpang silahkan cepat naik kepesawat” kata operator “pergilah Donghae…” kataku “saranghaeyo Hyemi” kata donghae “pergilah… aku akan menunggumu disini” kataku “baiklah. Aku akan sering menelponmu dan mengirim email” kata donghae “ ya.. aku akan menunggumu” kataku, lalu donghae berlalu. Hilang diantara keramaian. “terima kasih oppa… terima kasih Ryeowook” kataku “ yep, inilah sahabat” kata Ryeowook “ya” ujar Oppa sambil tersenyum “hey bagaimana hubunganmu dengan Jehwa?” Tanya Ryeowook “OH CELAKA!!!! Aku ada kencan dengannya!!! Jam berapa ini? Hah jam 11 kurang 15? Celaka aku akan terlambat” kata Sungmin oppa. Aku dan Ryeowook pun tertawa karena tingkah Sungmin.

Ya… aku akan menunggunya. Menunggu seseorang yg berarti dalam hidupku. Aku percaya suatu hari, saat ia kembali, aku akan mendapatkan kebahagian yg kuperoleh dalam 3 bulan terakhir. Kebahagiaan terindah dalam hidupku

**TAMAT**
0

Light and Dark (part 1)

“Je hwa… kau datang terlambat lagi, cepat layani tamu yg disana. Kami benar benar kerepotan tanpamu” kataku pada je hwa yg baru datang “baiklah, aku ganti seragam dulu hyemi” kata Jehwa. Ya, aku Han Hyemi dan teman sekelasku Han Jehwa. Kami bekerja di café Rainbow, café eskrim dan roti yg cukup beken di Seoul. Di café ini ada 3 orang yg bekerja di part sore yaitu aku, jehwa dan sungmin. Yah aku dan jehwa memang bekerja untuk menambah uang sehari hari sedangkan sungmin adalah anak pemilik toko yang mengelola toko ini
“hey Hyemi, hari ini ramai sekali kita tutup lebih awal saja. Keliatannya semua keliatan sangat kecapean” kata sungmin “oh ya baiklah oppa… aku akan menutup lalu akan langsung pulang” jawabku “baiklah, cepat ya aku sudah lelah sekali” kata sungmin “jehwa, kau rapikan meja ya aku mau menutup toko dulu” kataku pada jehwa “ya baiklaaaah… senangnya bisa pulang cepat”
**

From : Sungmin Oppa~
Hey hyemi, nanti kau pulang sekolah langsung ketoko yaaaa ibuku mau datang mengecek
Aku pun langsung membalas pesannya

To : Sungmin Oppa~
Baiklah kuusahakan yaaaa


Aku pun langsung merebahkan diriku dikasur, lelah sekali hari ini… untungnya tadi aku sempat mengerjakan PR ditempat kerja hehehe “Hyemi, kau mau ikut denganku tidak? “ kata jehwa yang juga sepupuku “mau kemana memang?” tanyaku “ ayolah antarkan aku kerumah Yuri, aku lupa mengembalikan bukunya dan dia menagihnya” kata je hwa “kau saja… aku capek sekali hari ini” kataku “huh, yasudah” kata jehwa putus asa. Akupun memainkan psp ku dan karena merasa bosan kuputuskan untuk tidur

**

*dikelas
“hyemi, akan ada lomba melukis, kau tak ikut?” Tanya ryeowook, teman sekelasku sekaligus sahabatku “tidak, sudah tak tertarik” kataku “ah kau ini, ayolaaaah lukisanmu kan bagus” bujuk ryeowook “hey hey hey sudah ada tiffany ini kan yang jago melukis ini” kataku “tapi lukisanmu lebih bagus dari tiffany, ayolaaaah” bujuk ryewook “tidak ah, membuang waktu saja” kataku “yasudah, sayang sekali padahal yang menang bisa mendapatkan beasiswa ke Sunmoon university “ kata ryewook kecewa “benarkahhhhh?!?! Kata siapa kau?” kataku terkejut “yeee ka nada di pengumumannya” kata ryeowook “jadi kau akan ikut lombanya?” lanjut ryeowook “kemungkinan besar iya” kataku
Setelah ngobrol dengan ryeowook aku pun melihat kesekitar kelas, tepat dipojok kanan depanku, ya disitu…ada seorang yg sudah lama kutaksir. Ohhh tidak Donghae!!!! Disebelahnya ada Eunhyuk, seseorang yang menyebalkan *piss ehee* dan disukai oleh jehwa. Donghae adalah idola sekolah, ketua osis dan jago basket pula. Dia sangat dekat dengan Eunhyuk. Huh mengapa mereka bisa bersahabat begitu? Bahkan rivalku, si tiff sangat menyukai donghae. Kalau ada kemauan aku mungkin bisa bersaing dengan tiff. Sayangnyaaa aku malas membuang waktuku untuk hal-hal bodoh.
Sepulang sekolah aku datang ke klub lukis untuk mendaftar dan setelah itu aku langsung ke café Rainbow. Benar saja, sewaktu aku datang ibunya sungmin oppa sudah ada di café. “halo nyonya” sapaku “hey hyemi, apa kabar? Wah kau tambah cantik saja” kata nyoya café “ah tidak, nyonya bisa saja, hemm nyonya sudah lama sekali tak kesini” kataku “ya begitulah. Aku baru saja membuka toko cabang di mancanegara. Baru saja kubuka di Jepang dan Singapore” jelas nyonya café (begitulah aku memanggilnya) “wah… selamat ya nyonya. Aku ikut senang bisnis nyonya maju dengan sangat pesat” kataku “terima kasih hyemi… semoga kau akan menjadi orang yg sukses juga ya”katanya. Lalu ia dan Sungmin oppa, anaknya berbincang-bincang. Aku dan jehwa kerja dengan santai karena pelanggan sedang sepi. “hey Hyemi, apakah Eunhyuk dekat dengan seorang wanita?” Tanya Jehwa “sepertinya dia dekat dengan siapa saja yang ada disekelilingnya” kataku “apa kau dekat dengannya?” tanyanya lagi “dia sangat iseng, tetapi dia bisa menjadi teman curhat yg mengasyikan” kataku jujur “ceritakan selengkapnya padaku” pinta Jehwa, lalu aku menceritakan sedetil-detilnya tentang Eunhyuk sampai jam kerja berakhir dan dalam perjalanan pulang.
“aku pulang” ucapku saat sampai rumah, lalu aku masuk kamar dan beristirahat sebentar. Aku memainkan pspku untuk melepas rasa lelahku lalu aku mengantarkan Jehwa kerumah Yuri untuk mengambil kunci lokernya yg terbawa oleh Yuri.

**disekolah
Aku berjalan menuju ruang klub lukis dengan ryeowook dan membawa lukisanku yg sudah kuselesaikan dalam waktu seminggu sejak hari pendaftaran “saya Hyemi, ingin menyerahkan hasil lukisan saya yg ingin dilombakan” kataku pada sekertaris klub tersebut. “ohya baiklah simpan dulu hasilnya nanti 3 hari mendatang diumumkan siapa yg menjadi perwakilan sekolah ini untuk diperlombakan” jelas orang itu. Lalu aku pamit dan pergi sambil mengobrol dengan ryeowook “hey ryeowook sepertinya Sungmin oppa agak dekat denganku belakangan ini” kataku “wah itu bagus, berarti Sungmin menyukaimu” kata ryeowook “ah masa? Aku tak percaya” kataku “yaaaa barangkali, kau kan cantik, pintar melukis, kalem tapi cerewet, bisa membuat suasana hati org yang sedang sedih menjadi membaik” jelas ryeowook “fitnah banget”kataku “hahaha begitulah yg dikatakan orang-orang” lanjut ryeowook “tapi biasanya Sungmin oppa tidak peduli jika aku terluka karena teriris pisau. Walaupun ia baik tapi ia yakin aku bisa menanganinya. Tetapi kemarin aku hanya tergores sedikit saja Sungmin oppa sudah kelabakan seperti orang yang melihat orang lain sekarat” kataku “Wah selamat Hyemi!!! Kau telah berhasil mempesona Sungmin “ kata Ryewook “masa iya? Tidak mungkin orang seperti oppa menyukaiku. Ia sangat tampan dan manis pasti banyak gadis yg lebih cantik dariku menyukaiku” jelasku “apa kau menyukainya?”kata Ryeowook “ehmmmm…..”kataku ragu ragu “apakah itu menyatakan iya?” katanya “iya… aku agak suka dengannya sejak dulu” kataku “wah jadian saja” ujar ryeowook bersemangat “kau sangat cocok dengan sungmin tau” lanjut ryeowook.

**dikamar
Aku terus mengingat tindakan Sungmin oppa. Ia sangat perhatian sekali padaku. Biasanya ia yang paling memaksaku untuk bekerja keras tetapi sekarang ia selalu mengingatkanku supaya aku tidak terlalu lelah dalam bekerja. Ia juga sering membuatkanku cake padahal sebelumnya ia tak pernah melakukannya. Apa benar yang dikatakan Ryeowook? Apakah Oppa menyukaiku? Aku terus memikirkannya hingga larut malam dan malamnya aku pun bermimpi tentang Sungmin oppa

**disekolah
“hey Hyemi... kau nyatakan saja perasaanmu pada Sungmin oppa, kalau kau tidak mengatakannya mana mungkin Oppa tau bahwa kau juga menyukainya” kata Ryeowook “memangnya itu penting ya?” kataku “iyalah, kalau kau tidak mengatakannya ia akan terus menyimpan perasaannya padamu, kau duluan saja yang nembak dia. Toh dia juga meyukaimu kan” kata Ryeowook “benar juga, nanti saja itu masalah gampang” kataku “hah kau ini, masalah gampang masalah gampang… nanti juga kau lupa dengan masalah gampangmu ini” kata nya “iyasih. Udahsih bodo amat ah yang penting menang lomba dulu” kataku “iyalah terserah.” Saat itu juga Donghae datang bersama Tiff. WHAT?!?!?! Ia sudah jadian kah dengan Tiff?!?! Ah sudahlah toh aku sudah punya Oppa ini kan hehe. Tetapi aneh sekali, ada rasa sakit yang dirasakan didadaku. Entah itu apa…

**Café Rainbow
“selamat datang Hyemi…” sapa Oppa saat aku masuk ketempat kerjaku ini “selamat sore Oppa” kataku sambil tersenyum. Oppa pun membalas senyumku dan itu cukup membuat mataku terbelalak kagum oleh senyum manisnya itu. Akupun keruang ganti dengan jantung yang dagdigdug. “Hyemi… selamat kau jadi perwakilan sekolah dalam lomba melukis” kata Jehwa saat ia masuk kerang ganti “benarkah?” kataku “ iya , aku bawa suratnya dari klub melukis. Ia ingin memberikannya padamu tetapi kau sudah terlanjur pergi jadi mereka menitipkannya padaku” kata Jehwa “mana sini… terima kasih Jehwa kau memang sepupuku yg paliiiiiing baik sedunia” kataku seraya mengambil surat itu.
“Hyemi… kau istirahat saja dulu. Jangan sampai kau kelelahan” kata Sungmin Oppa. “ahhh aku tak lelah pelanggan hari ini tak terlalu banyak kok oppa” kataku “yasudah, pergilah kedapur dan ambil cake dikulkas. Aku membuatkannya khusus untukmu” kata Oppa. DEG! Seketika jantungku mau copot karena melihat kebaikan hati Oppa. Aku pun mengambil dan memakannya dengan Jehwa diruang karyawan.

**disekolah
“Hyemi ayolah tolonglah aku… ajaklah Eunhyuk kehalaman sekolah. aku akan menyatakan perasaanku padanya” kata jehwa didepan kelasku seraya memohon “baiklah, nanti ya istirahat” kataku “AAAAAAAAA kau baik sekali Hyemi!!!” kata Jehwa sambil meninggalkanku dengan langkah riang. Aku pun masuk kekelas dan menghampiri Eunhyuk “Yo broooo what’s up?” katanya “Eunhyuk, istirahat nanti ikut aku “ kataku “buat apa? Aaaa aku tau kau pasti ingin melukisku untuk dilombakan kan? Aduuuh ga sombong ya jadi orang ganteng” kata Eunhyuk dengan PEDEnya “liet aja nanti” kataku

*istirahat
Aku dan Eunhyuk berjalan menuju halaman belakang. Disana Jehwa sudah tiba dengan ekspresi mesem mesem gajelas *pissss ca* “hey temannya Hyemi ya? Oke aku Eunhyukkkk salam kenal brooo” sapa Eunhyuk iseng ke Jehwa. Jehwa pun senyum senyum dengan tambah gajelas *maapppp ca* “oke aku tinggalkan kalian disini, Eun!! Kau dengarkan penjelasn Jehwa terlebih dahulu. Ia serius jangana dianggap bercanda” kataku seraya meninggalkan mereka
Aku menuju kelas dan membaca buku yg kemarin kupinjam dari Sungmin Oppa. Aku membaca dari bab 3 sampai bab 5 ketika aku melihat Eunhyuk masuk kelas. Ekspresinya tak bisa ditebak. Seketika aku langsung lari kekelas Jehwa dan melihat Jehwa menangis dipojok kelas “mengapa kau?!?!?!” kataku “ia menolakku….” Kata Jehwa. Aku pun langsung memeluk Jehwa “kau wanita kuat. Jangan menangis Jehwa. Ditolak bukan berarti kau bukan idamannya. Mungkin ia yakin bahwa ada orang yang lebih layak bersanding denganmu “ kataku menenangkannya “aku…. Tak berguna” kata Jehwa “sudahlah Jehwa… kau baik baik saja kok. Masih ada aku, Yuri sahabatmu, Sungmin oppa dan banyak lagi yang mendukungmu” kataku “aku akan ketempat kerja sepulang ekolah nanti” kata Jehwa lirih “baiklah, ceritalah pada Sungmin. Ia pendengar yg baik, oya ijinkan aku ya aku ada urusan yg berkaitan dengan lomba” kataku “ya….” Kata jehwa lirih.

**bersambung**
Back to Top