0

Light and Dark (part 2)

**seusai sekolah
Aku pun berjalan menuju Auditorium, akan ada rapat tentang lomba lomba yg diikuti oleh sekolah ini selain melukis. “Hyemiiii!!!!!!!!!!” aku pun menengok kebelakang karena ada yg memanggilku “donghae?” ujarku heran “tunggu” kata donghae. “ayo kita ke ruangan auditorium bersama” ajak donghae. Aku dan donghae berjalan menuju ruangan auditorium dan sampai. Aku tak mengerti apa yang dibahas tentang rapat tersebut lalu aku pulang seusai rapat. Sesampai dirumah aku pun kekamar dan langsung memikirkan Sungmin Oppa. Apa yg ia lakukan sekarang? apa ia mencariku? Apa ia mengkhawatirkanku sebagaimana aku mengkhawatirkannya? Aku pun tak ambil pusing lalu aku mengambil tugasku dan mengerjakannya. Setelah selesai aku membantu ibuku menyiapkan makan malam. Setelah makan malam aku pun kekamar dan tidur

**keesokan harinya
Akupun bangun lalu mandi dan siap siap untuk sekolah. aku sengaja berangkat pagi dan sampai disekolah, ternyata masih sepi tetapi dikelas Donghae sudah datang. “selamat pagi Hyemi” sapa donghae “selamat pagi juga” ujarku. Lalu aku menyerahkan tugas lukisanku keklub lukis. Saat kembali kekelas ternyata Ryeowook sudah datang dan ia tampak rajin menyapu kelas. Ya bagaimana lagi sekarang jadwal dia piket kelas.

Sudah kuputuskan…hari ini aku akan menyatakan perasaanku pada Sungmin oppa. Aku sudah tak terkendali menyukainya. Aku ingin terus bersamanya. Menunggu bel pulang yang Cuma beberapa jam lagi serasa sepertin 1000 abad berlalu. Namun waktu adalah terus berjalan dan bel pun berbunyi. Aku pun cepat cepat ke Café rainbow. Sampai diCafe,aku melihat Sungmin Oppa sedang membersihkan meja pelanggan. “Oppa….” Ajakku bicara “ya?” jawabanya “hemmm… ada yg ingin kukatakan” kataku “ya katakana saja “jawab nya “selama ini….. aku ….” Kataku gugup “ya?” sahutnya menanti jawabanku “aku…..sangat menyukai Oppa” kataku sambil menunduk. Aku takut ia takkan menerimanya. “oh” katanya. Hanya oh jawabannya? “aku ingin menjadi jagiya oppa” kata ku gugup. “tak bisa” kata Oppa. Aku pun langsung lemas. Air mataku sudah membajiri mataku dan siap tupah sewaktu waktu “mengapa?” tanyaku. Ia menatapku lekat lekat “kita tak bisa jadian” katanya “kenapa?” tanyaku “karena………………” jawabnya ragu “kau adikku” lanjutnya “hah!! Alasan apa itu?” tudingku “percayalah Hyemi!!! Kau adikku yang selama ini hilang. Bukankah dipunggunmu ada bekas luka bakar? Kau adalah adikku yg hilang saat 13 tahun lalu rumah kita kebakaran. Saat itu kau berumur 3 tahun” jelasnya “tapi…………..mengapa kau baru katakana sekarang?”tanyaku, air mataku telah tumpah dengan deras “karena…………aku menunggu waktu yg tepat. Aku, ibuku, ibu angkat dan ayah angkatmu …. Menunggu waktu yg tepat untuk mengatakan ini” jawab sungmin. “lagipula, aku menyukai Jehwa dan kemarin aku dan dia baru saja jadian” sambung Sungmin Oppa. Seketika aku langsung berlari keluar café. Jahat!!!! Sangat tak adil bila aku dan oppa bersaudara. Aku sudah terlanjur jatuh cinta padanya. Mengapa?!?! Mengapa?!?! Aku pun berhenti disebuah taman kota dan menangis sendirian ditaman itu. Lebih dari 3 jam aku menangis. Tiba tiba sebuah tangan memberiku sapu tangan bersih “sudahlah jangan menangis, nanti kau tak cantik lagi”kata seseorang. Aku mendongak kepala dan melihat Donghae berdiri dihadapanku “dong….hae….”ucapku lirih “ada apa denganmu Hyemi?” Tanya donghae. Aku pun menceritaka semuanya. Benar benar menakjupkan. Aku merasa sangat nyaman berada didekat donghae. Walaupun aku tau ia sudah memiliki Tiff. Ia pun juga mengantarkanku pulang. “terima kasih atas semuanya Donghae” kataku “sama sama. Jika kau kesulitan ceritakanlah padaku” ujar Donghae “baiklah, terima kasih” kataku. Lalu ia tersenyum lalu pergi. Aku pun langsung masuk kedalam rumah “aku pulang” kataku “Hyemi… cepat kau keruang tamu” teriak ibu “baik bu” kataku seraya menuju keruang tamu. Saat tiba diruang tamu aku kaget karena melihat Sungmin oppa dan nyonya pemilik café datang bertamu “kau duduk dulu Hyemi” kata ibu. Aku pun duduk disamping ibu. “Hyemi… apa kau sudah tau semuanya dari sungmin?” Tanya nyonya pemilik café “ya aku sudah tau” kataku “maafkan ibumu ini anakku. Aku tak bermaksud untuk tidak mengakuimu. Aku hanya ingin mencari waktu yang tepat untuk mengatakannya padamu” kata nyonya pemilik café “aku mengerti” jawabku singkat “aku tau kau marah dan kecewa padaku tetapi aku selama ini terus berusaha mencari keberadaanmu. Aku mendatangi kantor pemerintah setempat dan menemukan akte keluargamu bahwa kau dicantumkan sebagai anak angkat. Lalu aku menyelidikimu dank au sama seperti Yuhwa, anakku yg dulu hilang karena kebakaran itu. Kau bergolongan darah AB, mempunyai tanda lahir di tanganmu dan nyonya Han juga bilang bahwa ia menemukanmu saat kebakaran terjadi di Seoul 13 tahun yang lalu.” Sambung nyonya café itu “Hyemi… bolehkah aku memanggilmu Yuhwa? Aku ingin kau kembali kerumah” kata nya “kembalilah pada ibu kandungmu Jehwa… disini kau akan selalu tersiksa karena keadaan ekonomi kita yang tidak memadai. Lagipula kau bebas kemari karena pintu rumah ini selalu terbuka untukmu” kata ibu dengan lembut “tapi bu….” “sudahlah jehwa, kasian ibu kandungmu yang selama ini mencarimu” kata ibu. Setelah berbincang selama kurang lebih 2 jam ibuku, ibu kandungku dan kakakku, sungmin berpamitan pulang. Setelah itu aku dan ibu membereskan barang-barangku “ibu... ibu tak keberatan jika aku pergi?” kataku saat ibu menemaniku dikamar seusai membereskan barang “tentu tidak tapi hati ibu akan berat melepasmu. Lagipiula ibu sudah telalu lama menghabiskan waktu denganmu dan… sekarang saatnya kau pulang dengan keluarga kandungmu” jelas ibu. Aku pun tertidur karena sangat kelelahan dan siap menyambut hari esok

**keesokan harinya
“hyemi, sungmin sudah menunggumu dimobil diluar. Mana barangmu? Sini biar kakak yang angkat kemobilnya” kata kakak angkatku “ini, terima kasih atas semuanya ka” kataku “aaah kau ini. Harusnya aku yg berterima kasih karena dianugerahkan seorang adik seperti mu walaupun kau bukan adik kandungku” kata nya “Jehwa… kau ijin sekolah dulu hari ini. Kau rapikan barangmu disana dulu ya nak. Kau juga mendekatkan diri pada saudara kandungmu dulu” kata ibu “iya bu”kataku. Lalu aku memeluk ibu, ayah , dan kakak yang selama ini telah merawatku. Aku mengucapkan terima kasih lalu pergi.

“Yuhwa…” kata sungmin lirih “ya?” jawabku. Aku belum terbiasa dipanggil seperti ini. “apa kau menyesal saat kau mengetahui bahwa aku kakakmu?” tannyanya “tidak, aku sadar sekarang rasa suka ku padamu bukan sebagai sepasang kekasih, tetapi sebagai saudara” kataku lalu sungmin melaju cepat mobilnya “apa kau sakit hati?” tanyanya “tidak” ucapku dusta, lalu kami berbelok kekawasan perumahan yang sepertinya perumahan elit karena rumah nya besar-besar dan kami berhenti disalah satu rumah yang indah dengan cat minimalis yang enak dipandang oleh mata. saat sungmin keluar dari mobil, ia menjetikan tangannya lalu keluar 3 orang pengawal dan mengambil barang-barangku dibagasi mobil “selamat datang kembali Yuhwa…” kata ibu kandungku “iya ibu” jawabku “mari ikut ibu.. kutunjukkan dimana kamarmu” kata ibu lalu aku mengikutinya. Aku naik kelantai atas dan menemukan kamar yang indah sekali. Semaunyan serba ungu muda, warna kesukaanku “bagaimana?” Tanya ibu sambil tersenyum “indah sekali” jawabku, lalu kami berbincang sebentar dan ibu pergi karena aka nada rapat. Aku pun mulai menata barangku. Setelah itu aku melihat lihat isi rumah. Ternyata rumahnya besar juga namun sangat sepi. Aku lihat sungmin sedang sekolah diruang belajar pribadinya dengan guru khusus yang dipanggil kerumah. Lalu aku melihat foto keluarga. Disana terlihat sungmin, kakakku, ibu dan ayah. Dan aku juga melihat fotoku yang masih berumur 3 tahun. Setelah seharian mengelilingi rumah aku beristirahat dan tidur karena besok sekolah menantiku. Yang kulihat saat kupejamkan mataku hanyalah wajah donghae

**esoknya
aku keluar dari mobil saat sopir membukakan pintu mobilnya. Seketika semua orang yang berada disekitar halaman sekolah melihatku. Tak terkecuali Donghae ada dihalaman. Aku pun berjalan masuk dan donghae tiba tiba menghampiriku “ada apa denganmu hari ini?” katanya “aku adalah anak yang selama ini hilang, aku anak dari keluarga Lee, pemilik resto international dan juga café rainbow “ kataku pada donghae “kau jadi pindah kerumah keluarga lee?”tanyanya “ya , aku tak punya banyak pilihan” jawabku “hey kita lulus hanya beberapa bulan lagi Hyemi” katanya “ya aku tau donghae” kataku “bagaimana hubunganmu dengan tiff?” tanyaku “baik baik saja” kata Donghae “apakah ia marah jika melihat kita jalan berdua seperti ini?” tanyaku “buat apa dia marah?” tanyanya “tak apa, aku hanya takut ia cemburu” kataku. Tiba-tiba Donghae tertawa terbahak-bahak “HAHAHAHA kau lucu sekali Hyemi” kata nya “kenapa? Ada yg salah? Ada yg lucu?” kataku “hey aku dan tiff bukan sepasang kekasih” kata donghae “jangan bercanda” kataku “aku dan tiff hanya sepupu kok hahahaha hyemi hyemi kau ini hahaha” kata donghae, seketika itu juga wajahku memerah. Kukira selama ini ia punya tiff. Tapi sepertinya aku salah besar. Aku mengobrol dengan donghae sampai bel masuk berbunyi.

Lalu aku istirahat dan menuju kantin “hey hyemiiiii!!!! Tunggu aku” kata ryeowook, akupun berhenti “huh huh bentar huh “ kata ryeowook sambil terengos engos “ayo cepat” kataku. Lalu kami sampai kantin dan menempati meja langganan kami . kami memesan seafood dan memakannya “boleh aku bergabung?” ujar suara itu tiba-tiba “ya silahkan donghae” kata ryeowook. Aku pun seketika langsung tersedak “uhuk uhuk uhukuhuk uhuk” akupun langsung mengambil air putih “hati hati kalau makan hyemi” kata donghae “ehmmm aku kesana dulu ya, silahkan kalian berduaan ya” kata ryeowook “uhuk uhuk uhuk” akupun masih batuk batuk juga “ini…minumlah air putihku, biar kuambilkan air putih lagi, mana gelasmu?” kata donghae lalu aku serahkan gelasku dan menyambar air putihnya “kau sudah membaik?” kata donghae “iya begitulah” kataku “hey hyemi…aku sudah melihat lukisanmu. Indah sekali” kata donghae “menurutmu begitu?” kataku “ya… kurasa lukisanmu pantas jadi juara” kata donghae “kau bisa saja. Aku hanya mengincar beasiswanya saja tau” kataku “hahah dasar kau ya” kami pun makan dan kembali kekelas bersama – sama. Sepanjang koridor aku merasa tatapan aneh dari para anak anak lain. Bodo amatlah. Akupun mengikuti pelajaran sampai bel pulang. Saat aku kehalaman aku melihat oppa menjemputku, ia tersenyum saat melihatku “ayo pulang” ajak oppa. Tanpa ragu akupun langsung naik kemobil Porsche nya itu. Akupun terus menyunggingkan senyum bahagia itu sepanjang hari

**3 bulan kemudian
“selamat ya Yuhwa kau lulus dengan nilai tinggi” kata oppa dihari kelulusanku “ibu bangga nak” kata ibu. “ibu… rasanya baru kemarin aku kelas 1 Sma “ kataku “hey waktu sekarang sangatlah cepat bro” celutuk Eunhyuk yang lewat dibelakangku, ternyata dia menguping juga!! Dasar Eunhyuk! “kau mau pulang atau menikmati kelulusanmu bersama temanmu dulu ?” kata ibu “aku mau disini dulu bu” kataku. Lalu ibu dan oppa meninggalkan ruang auditorium sekolahku “DONGHAEEEE!!!” teriakku saat melihat dia. Ia pun menghampiriku “selamat yak au menjadi siswa terbaik “kataku padanya “haha kita hanya beda tipis” kata donghae “ehmmm Hyemi…” ujarnya “ya?” kataku “dengarkan aku” pintanya “ya?” kataku “aku akan kuliah di Amerika” kata Donghae, hatiku pun sakit namun aku berusaha bahagia mendengar kabar itu “waaaah selamat ya “ kata ku “aku ingin mengatakan sesuatu “ katanya “ya?” jawabku “saranghaeyo Hyemi… jadilah jagiyaku” ucapnya. Aku pun diam sesaat.aku mencintainya tetapi terlalu berat bila aku bilang bahwa aku mencintainya juga “maaf donghae, aku tak bisa” kataku sambil tersenyum “kenapa?” kata Donghae “ada….sesuatu yg membuatku tak bisa menerimamu” kataku “aku mengerti. Sudah kuduga kau akan menolaknya” kata donghae “mianhaeyo…” jawabku “taka pa Hyemi” kata donghae “2 hari lagi aku akan berangkat ke America. Datanglah kebandara pesawatku akan lepas landas jam 11 siang” kata Donghae “mianhaeyo… aku tak bisa” kataku. Aku terlalu takut melihatnya menghilang. Aku takut melihatnya pergi “yasudah. 3 bulan terakhir adalah masa terbaik dalam hidupku “ kata donghae “terima kasih telah menjadi masa terindahku” katanya “senang bisa mengenalmu, hey jangan lupa diAmerica kirimlah kabar” kataku “ya” jawabnya

****
Hari ini adalah hari keberangkatannya. Sudah jam 9 pagi. Akupun duduk termenung diruang TV tanpa mengatakan apa-apa “Yuhwa… pergilah kebandara” kata oppa secara tiba-tiba. Aku pun langsung terbelalak melihatnya “aku tadi ditelpon sahabatmu Ryeowook, pergilah. Kaakan yang sebenarnya” katanya “Lee Yuhwa… Han Hyemi… kau adalah 1 orang dengan 2 nama. Tetapi kau tetap saja tak punya 2 hati. Hatimu sudah terikat dengan donghae. Katakana sejujurnya sebelum terlambat” kata oppa. “baiklah” kataku lirih “baik, kuantar ya ayo cepat” kata oppa. Dalam perjalanan oppa ngebut seperti orang sinting *pissss* sesampai dibandara aku langsung berteriak “DONGHAEEE!! DIMANA KAU?” teriakku. Aku meneriakannya berkali kali “ HYEMIIII!!!” aku pun langsung menoleh, ternyata Ryeowook.” AYO CEPAT” kata oppa seraya menyeretku ketempat Ryeowook dan Donghae menunggu “donghae…” kataku “Hyemi..” kata nya, aku pun langsung menangis dan memeluknya “Saranghaeyo… saranghaeyoo Donghae” kataku “Hyemi…” ucap Donghae bingung “Pesawat “super air” dengan no seri A23E5 tujuan United states of America akan segera berangkat. Bagi penumpang silahkan cepat naik kepesawat” kata operator “pergilah Donghae…” kataku “saranghaeyo Hyemi” kata donghae “pergilah… aku akan menunggumu disini” kataku “baiklah. Aku akan sering menelponmu dan mengirim email” kata donghae “ ya.. aku akan menunggumu” kataku, lalu donghae berlalu. Hilang diantara keramaian. “terima kasih oppa… terima kasih Ryeowook” kataku “ yep, inilah sahabat” kata Ryeowook “ya” ujar Oppa sambil tersenyum “hey bagaimana hubunganmu dengan Jehwa?” Tanya Ryeowook “OH CELAKA!!!! Aku ada kencan dengannya!!! Jam berapa ini? Hah jam 11 kurang 15? Celaka aku akan terlambat” kata Sungmin oppa. Aku dan Ryeowook pun tertawa karena tingkah Sungmin.

Ya… aku akan menunggunya. Menunggu seseorang yg berarti dalam hidupku. Aku percaya suatu hari, saat ia kembali, aku akan mendapatkan kebahagian yg kuperoleh dalam 3 bulan terakhir. Kebahagiaan terindah dalam hidupku

**TAMAT**

0 komentar:

Posting Komentar

Back to Top