Mianhae
Aku menghela nafas. Bagaimana hyemi bisa begitu cepat jadian dengan donghae? Setauku donghae baru 3 hari yang lalu putus dengan Jessica. Ya, memang donghae terkenal playboy disekolah ini. dan aku takut hyemi hanya dijadikan pelampiasan donghae saja. Namun masa bodolah, yang penting untuk sementara sahabatku itu merasa senang. Aku toh tak keberatan ia jadian dengan donghae.
“Ya!!! Jehwa!!! Mana buku catatan mtk ku?” tanya kyu, tangannya menagih kearahku yang kemarin meminjam buku mtk nya. “aishhh kyu….kan baru ada mtk itu besok, bukan sekarang. aku saja belum sempat mencatatnya” kataku. satu lagi teman sekelasku yang sangat dekat + usil selain Hyemi, dia adalah Cho Kyuhyun. Anak yang menggilai mtk ini sangat usil dan jahil padaku. namun aku tak keberatan dengan sikap iblisnya itu. dia memang begitu semenjak SMP. “kau ini….perlu aku telpon apa biar kau tak lupa? Kemarin kau janjinya akan dibalikin sekarang…” kata kyuhyun “kemarin aku sibuk” kataku “sibuk ngapain? Sibuk nonton tv atau sibuk online?” tanya kyu. Aku hanya nyengir mendengar perkataan kyu. Ia selalu saja mengetahui kebiasaanku. Ya mau bagaimana lagi aku ini anak yang sangat malas namun selalu beruntung bila ada ulangan, serasa ada dewi fortuna yang hinggap disebelahku. “nyengir mulu….yaudah besok janji balikin loh” kata kyu. Aku hanya mengangguk dan melihat ia pergi menjauhiku.
**
Kriiiiiiinggggg
Jam pelajaran telah usai. Ini yang kutunggu tunggu. WAKTUNYA PULANG~~~ aku segera membereskan barang barangku kedalam tas dan beranjak dari tempat dudukku. Aku melihat donghae menunggu didepan pintu kelasku. Sepertinya ia menunggu hyemi.
“Jehwa…..doakan aku ya….hari ini kencan pertamaku dengan donghae. Please doakan aku ya” kata hyemi yang entah dari kapan ia berada disebelahku. Aku hanya mengangguk “semoga berhasil” kataku pada hyemi. Hyemi langsung mendahuluiku dan langsung menghampiri donghae “temannya hyemi ya? donghae imnida” kata donghae padaku. “jehwa imnida” kataku sambil tersenyum “jehwa-ah….aku duluan ya” kata hyemi sambil melambaikan tangan dan bergandengan dengan donghae meninggalkanku sendiri. “hey kau mau pulang bareng denganku tidak?” kata kyu dari belakangku, aku nengok kearahnya dan mengangguk, memang aku, hyemi dan kyu biasanya pulang bareng. “sepi deeeh ga ada hyemi, ga ada yg cerewet lagi” kata kyu seraya berjalan pulang, kebetulan rumahku dan rumah kyu dekat dan searah. “siapa bilang….kamu masih cerewet kok kyu…” kataku pada kyuhyun “ah elum tentu…aku tak secerewet hyemi. Eh ngomong ngomong si hyemi beneran jadian dengan donghae ya?”tanya kyu “ya begitulah….” Kataku “hyemi yakin donghae serius dengannya? Dia kan playboy” kata kyuhyun “maka itu…aku juga mengkhawatirkannya” kataku “sudahlah…hyemi juga mengincar donghae kan? Biarkan ia senang dulu, setidaknya” kata kyuhyun. Aku mengangguk setuju “bagaimana kalau kita berpacaran saja?” kata kyuhyun tiba tiba. Aku menghentikan langkahku dan menatapnya tak percaya. Dasar cowok bodoh berpikiran sempit. Seenaknya saja menyatakan perasaan pada orang dan nadanya santai sekali, seakan tak ada beban di kehidupannya. “mwo?” kataku “HAHAHAH aku cuma bercanda jehwa-ah. Jangan marah…” kata kyu sambil tertawa. “aisshhh~ mulai deh usilnya” kataku sebal karna sikap aslinya sudah keluar. “mianhae…hahaha habis kau gampang sekali dikerjain” kata kyu “kau saja yang bodoh” jawabku jutek. “yasudahlah…sampai besok” kata kyu yang sudah duluan sampai di gang arah rumahnya. Aku melanjutkan perjalananku seorang diri
**
3 bulan kemudian…
Bel pulang sudah berbunyi, seperti biasa aku langsung mengeluarkan semangatku untuk membereskan barang barangku dan kumasukkan kedalam tas. “hari ini sudah 3 bulan ya sama donghae?” kataku pada hyemi yang menghampiriku “ne…aku akan merayakannya di taman kota. Doakan aku ya…” kata hyemi sambil tersenyum “ne. pertahankan donghae jangan sampai lepas. Kau sendiri kan juga mengincarnya” kata ku “okelah…aku duluan jehwa…” kata hyemi lalu ia meninggalkanku. oke, acaraku hari ini adalah membeli buku tentang magnet untuk tugas makalah. Kutunggu kyuhyun yang juga ingin membeli buku didepan pintu kelas. “mianhae lama….tdi aku menyalin catatan biologinya wookie dulu” kata kyuhyun “ne. ayo berangkat” kataku pada kyuhyun. Kyuhyun menurut saja dan langsung mengikutiku dari belakang. kami berangkat menggunakan bus menuju kepusat perbelanjaan dikota seoul.
Sesampainya ditoko buku, aku langsung memilih milih buku yang sesuai dengan tema makalah yang ditugaskan oleh mr.kim, guru fisika dan kimiaku. Aku menemukan buku yang tepat dan langsung mengambilnya 2, untukku dan untuk kyu, karna aku yakin kyu bukan memilih buku tentang bahan makalah, melainkan sedang memilih buku tentang game game terbaru, tentang cheat bagaimana bisa menang dengan mudah di game. Dan dugaanku terbukti benar saat aku menangkap basah kyuhyun yang sedang sibuk membaca majalah game di pojok toko. “kyu…ini udah ketemu bukunya. Ayooo bayar” kataku “bentar….ngapalin cheatnya dulu nih tanggung” kata kyuhyun “yaudah…aku bayarin dulu aja, aku tunggu diluar ya” kataku. kyuhyun langsung mengangguk karna merasa ritual pencarian rumus cheat bercampur dengan otak mtknya terganggu olehku. Aku membayar buku dan segera keluar toko. Jujur saja, mending diluar toko daripada didalam, masalahnya aku bisa dibilang alergi terhadap buku, aku mungkin akan mual jika kelamaan didalam toko.
Mataku menangkap sosok diseberang jalan, sesosok pria yang sangat familiar wajahnya, bahkan aku sangat mengenal wajahnya. Ia sedang berpelukan dengan gadis lain. Mulutku menganga lebar saat gadis itu melepaskan pelukannya dan kini aku dapat melihat seluruh wajahnya. Jessica…ya… tak salah lagi itu Jessica. Dan juga DONGHAE!!! Tunggu…bukannya donghae sedang ada kencan dengan hyemi ditaman kota? Bagaimana bisa ia begitu tega dengan hyemi sampai melupakan kencan mereka?
‘Neo gateun saram tto eopseo juwireul dureobwado geujeo georeohdeongeol’
Segera kuangkat ponselku yang berbunyi. “yoboseyo?” kataku “jehwa-ah….bagaimana ini? aku gugup” kata hyemi diseberang “kenapa? Kau gugup kenapa?” kata ku cemas, mataku masih melirik jess dan donghae yang sekarang bergandengan tangan “aku takuuuut!!! Aku takut donghae tak menyukai hadiahku” kata hyemi “mwo? Donghae belum datang juga?” kata ku kaget “belum….aku telpon tak diangkat, aku tau ia pasti sedang sibuk. Ia kan banyak kerjaan juga. Aku bisa memakluminya lah” kata hyemi “hyemi….kurasa kau salah…” kataku lirih “mwo? Salah kenapa?” kaa hyemi bingung “kau salah besar telah memilih donghae….”
**
Hyemi menatapku dengan mata berkaca-kaca. Kuceritakan kejadian yang kemarin kulihat dengan mata kepalaku sendiri pada hyemi. Walaupun mungkin menyakitkan untuk hyemi tapi ini juga untuk kebaikannya
“aku….aku tak percaya..” kata hyemi, air matanya keluar dari matanya dan membasahi pipinya “aku serius, kemarin aku melihatnya sepulang beli buku” kataku “kalau tak percaya tanya saja kyu” tambahku. Hyemi langsung menangis sejadi jadinya. Benar dugaanku, ia hanya dijadikan pelampiasan saja untuk donghae. Karena aku yakin donghae masih menyukai jess. “kenapa aku ini babo? Masih saja percaya dengannya” kata hyemi disela sela tangisannya. Aku mengusap kepalanya, berusaha agar ia terlihat lebih tenang. Ia masih saja menangis. Untungnya hari ini jam pelajaran banyak yang kosong karna rapat guru membahas ujian kenaikan nanti. Dan tanpa disadari kami menjadi pusat perhatian anak anak dikelas. Masa bodolah mereka mau bagaimana, mereka tak tau bagaimana rasa sakit yang dirasakan Hyemi.
“Hyemi-ah?!?! Kau kenapa?” tanya suara dari kejauhan. Kulihat donghae berdiri didepan pintu kelas dengan nafas terengah engah. Disampingnya kulihat Eunhyuk yang juga terengah engah. Dasar eunhyuk tukang ngadu, jangan mentang mentang donghae adalah sahabatnya ia jadi seenaknya memanggil donghae tanpa memerhatikan keadaan yang ada. hyemi yang daritadi hanya menunduk dan menangis langsung menatap nanar kearah donghae. Donghae berjalan mendekati hyemi dan…..
PLAAAK!!!
Sebuah tamparan yang berasal dari tangan mungil hyemi mendarat dipipi donghae. “bajingan!!! Jangan buat aku sebagai pelampiasan. Aku bukan gadis murahan yang bisa seenaknya kau permainkan!!” kata hyemi geram. Donghae memegang bekas tamparan hyemi dan menatap hyemi dengan muka tak tau apa apa, namun wajahnya langsung memerah dan matanya seperti berair. “apa maksudmu?!” kata donghae tak mengerti “aku bukan gadis babo, Lee Donghae!!! Jadi kemarin kau datang terlambat karna jess? Iya?!?! Silahkan kau balik pada jess….aku sudah tak peduli lagi!!!” kata hyemi kesal. Ia langsung berlari meninggalkan donghae dan aku. Aku menatap garang kearah donghae dan menyusul hyemi, namun sia sia saja, tanganku ditahan oleh donghae sehingga aku tak bisa menyusul hyemi
“jelaskan padaku….apa yang terjadi!!” tanya donghae padaku, matanya benar benar terlihat seperti terluka “kau…kemarin kau dengan jess berpelukan. Iya kan?! Tak usah bohong!!! Aku melihat semuanya” kata ku emosi “hah jadi karna itu? kau bahkan tak tau dari awal kejadiannya. Iya kan?! Jangan asal main tuduh!!!” kata donghae sambil tertawa sinis. “kau tak usah mempermainkan hyemi lagi!!! Aku sudah muak denganmu dan sikap seenakmu yang suka mempermainkan gadis, asal kau tau…hyemi itu gadis yang baik jadi jangan pernah sakiti dia lagi!!!” kata ku dengan nada mengancam “siapa yang sekarang sedang mempermainkan? AKU SERIUS DENGAN HYEMI dan sekarang kau mengacaukannya!!!! Kau bahkan tak tau kemarin jika aku tak menarik dan menyelamatkan Jessica, ia pasti sudah terbaring dirumah sakit saat ini” kata donghae “JANGAN KAU BOHONGI AKU DENGAN ALASAN KONYOL SEPERTI ITU” kata ku dengan nada tinggi, cukup!!! Aku tak mau mendengar alasannya lagi “terserah mau percaya atau tidak!!! Kemarin aku menyelamatkan jess dari truck yang akan menabraknya dan ia tanpa kusadari kami berpelukan!!! Oiya selamat kau membuat hubunganku dengan hyemi menjadi BERANTAKAN!!!” bentak donghae. Ia langsung meninggalkanku sendiri. Aku masih terdiam tanpa kata. Apa aku salah sangka? Kenapa aku begitu bodoh? Sekarang hubungan mereka berantakan karna aku….dan seharusnya aku yang harus bertanggung jawab atas ini. tanpa kusadari air mataku mengalir kepipiku. Aku langsung berlari menuju ke toilet, tempat yang mungkin dituju hyemi tadi. Langkahku berhenti didepan toilet dan mengurungkan niatku untuk memasuki toilet
“kau tau tidak? Tadi aku lewat kekelas 2.1. katanya hyemi dan donghae baru saja putus. Dan kau tau tidak? Mereka putus gara gara sahabat hyemi sendiri, si jehwa itulooh” kata seorang siswi didalam toilet “masa sih? Tadi sih aku lihat hyemi disini sambil menangis. Gatau deh sekarang ada dimana” kata siswi lain “iya. Jadi tuh kata jess, si jehwa kayanya dari lama udah ngincer donghae, tapi udah keburuan ama hyemi. Jess tau dari cara jehwa natep si donghae” kata siswi lain “masa? Aishhh padahal jess ama donghae pantes tuh. Hyemi terlalu biasa buat donghae” kata siswi lain.
Karena tak tahan mendengar gossip murahan para gadis yang ada di toilet, kuputuskan untuk pergi, sejak kapan aku suka dengan donghae? Yang kusuka itu adalah………….aish lupakan saja lah. Toh tak mungkin bisa jadian dengannya. Lagipula ia juga tak terlalu peduli padaku.
Kutemukan hyemi dipojok tangga sekolah, sedang meringkuk dan kulihat dari sela sela matanya keluar butiran butiran air mata. “hyemi….gwenchanna?” tanyaku. Hyemi hanya menggeleng lemah. “kau pengkhianat” kata hyemi pelan. “mwo? Apa maksudmu?” kata ku tak mengerti.. hyemi langsung bangkit dan meninggalkanku “kalau kau menyukai donghae….jangan seperti ini caranya” kata hyemi, lalu ia berjalan meninggalkanku yang mematung sejak tadi
**
Sudah 2 minggu hyemi mendiamkanku. Aku seperti eskrim yang biasanya selalu lengkap dengan rasa vanilla sebagai rasa hyemi, coklat sebagai kyuhyun dan strawberry sebagai aku sendiri bagai kehilangan 1 rasa, yaitu vanilla. Atau mungkin 1 setengah rasa, coklat yang biasanya selalu ceria dan usil terhadapku menjadi dingin. Ia sekarang cuek padaku dan tak peduli padaku. walau aku dan kyu masih pulang bersama namun ia lebih sering mendiamkanku. Padahal dulu ia selalu melontarkan cerita cerita tak penting padaku.
Bel pulang sekolah sudah berbunyi dan seperti biasa, aku langsung buru buru membereskan barang barangku dan bersiap siap untuk pulang. Aku melirik sebentar kearah pintu dan sudah menemukan kyuhyun sedang menungguku. Aku menghampirinya, jujur, aku merindukan sikap usil dan jahilnya yang sering membuatku kesal dulu. “ayo” kataku singkat padanya, ia hanya mengangguk dan berjalan disebelahku. Kami meninggalkan sekolah dan berjalan kearah perempatan yang biasanya menjadi titik perpisahan gang kami. “katakana sesuatu” kataku memecahkan keheningan, aku tak tahan dengan semua yang ia perbuat belakangan ini, seperti kehilangan kyuhyun yang biasanya sangat cerewet itu. “aku malas ngomong” kata kyu “oh” kataku. selalu saja begitu jawabannya jika aku memintanya untuk mengobrol. Kudengar kyu menghela nafasnya. Aku melirik kearahnya untuk memastikan, dan ternyata ia juga melirikku.
“apa benar?” tanyanya “mwo? Apa?” kataku tak mengerti “gossip itu….” katany pelan. Aish~ aku paling benci jika mengungkit ngungkit gossip yang mengatakan bahwa aku menyukai donghae!!! Buat apa aku menyukainya? “tentu saja tidak!!! Hanya orang bodoh saja yg memercayainya” kataku “banyak yang bilang kalau itu benar” kata kyu “lalu mana buktinya?” kataku “hubungan hyemi dan donghae berantakan” kata kyu “oke…ini semua salahku. Tapi bukan karena aku menyukai donghae. Ini semua hanya salah paham” kata ku emncoba tenang “terserah apa katamu. Aku pulang~” kata kyuhyun, ternyata kami sudah tiba diperempatan. Ia meninggalkanku dan masuk kedalam gang rumahnya. Aku hanya menatapnya yang semakin lama semakin tak terlihat. Lalu aku berjalan menuju rumahku.
**
“boleh aku duduk disini?” kata hyemi pelan padaku. ia membawa nampan makanan yang sepertinya menu makannya. Kulihat keadaan disekitarku. Ya, kantin memang penuh saat jam istirahat seperti ini. dan nyaris tak ada meja kosong selain meja yang kutempati “tentu” kataku sambil berusaha tersenyum padanya. Ia langsung duduk dimejaku dan memakan makanannya tanpa mengucapkan apa apa padaku
“mianhae…” kataku padanya yang sedang memakan makanannya. “tak ada yang perlu dimaafkan” kata hyemi “kau marah?” kataku “ani…aku hanya tak ingin terbuka dulu” kata hyemi “aku menyesal karna asal memberikan berita itu padamu tanpa mengetahui alasan yang sebenarnya” kataku “bukan salahmu. Lagipula aku dan donghae sudah baikan” kata hyemi “jadi….kau jadian lagi dengannya?” kata ku penasaran “tidak, hanya berbaikan, tidak lebih” kata hyemi “oh begitu” kataku. kulirik hyemi dan nampannya, sudah kosong, makanannya sudah habis dilahap oleh hyemi. “aku duluan” kata hyemi dingin. Aku hanya mengangguk dan ia meninggalkanku begitu saja. Aku yang masih betah online dikantin masih saja duduk dimeja kantin.
Karna bosan kuputuskan untuk kembali kekelas. Aku berjalan terburu buru karna melihat donghae, orang yang sangat tak ingin kulihat. Dan dengan tak sengaja (Sengaja juga gapapa, gratis kok) aku menabrak sosok Jessica.
“mianhae Jessica-ssi…aku tak sengaja” kata ku. Jess menatapku sinis dan langsung bangkit karna ia tadi tejatuh karna kutabrak “HEH!!! KALO JALAN MAKE MATA DONG!!” kata jess dengan emosi “aku kan sudah bilang maaf” kataku, aku tak merasa bersalah sama sekali “dasar gadis sialan!!! Bajuku jadi ternoda karnamu kan!!! Perebut cowok orang!!” kata jess menyindirku “HYA!! JESSICA JUNG~ aku bukan perebut orang ya!!!” kataku, mulai naik pitam “hah kata siapa? Semua orang disekolah ini juga tau kau pasti sengaja membuat donghae dan hyemi putus? Iya kan?! Agar kau bisa jadian dengan donghae?!?! Kau tak pantas dengannya. Memang yang paling pantas dengan donghae itu hanyalah aku” kata jess “ingat ya!!! aku bukan seperti itu!! aku masih punya harga diri dan aku tak mungkin mengkhianati sahabatku sendiri” kata ku kesal “HAHAHA~ masih mau memberi alasan lagi?! Dasar pengkhianat!!!” kata jess, lalu ia mendorongku hingga aku terjatuh dilantai kantin. “gadis cengeng!!! Hanya bisa merengek pada orang lain. Kau tak bisa apa apa tanpa adanya orang lain disekitarmu, jangan anggap dirimu paling hebat, Nyonya” sindir jess . dengan satu tangannya jess langsung menamparku. Aku meringis kesakitan karna tamparan kerasnya “apa salahku padamu?!?! Apa kau tak cukup melontarkan makianmu padaku?” kataku emosi “haha kau memang pantas mendapatkannya” kata jess.
“jangan sakiti dia…” kata suara yng sangat familiar. Aku mendongak dan melihat siapa sosok yang membela ku dari kutukan jess. Orang itu berdiri di hadapanku yang masih terduduk dilantai. Badannya tampak tinggi. “buat apa kau membela orang sialan itu?” tanya jess “dia bukan orang yang seperti itu…aku mengenal semua sikapnya sejak dulu” kata orang itu “lalu apa masalahmu? Apa hubunganmu dengan jehwa? Lalu apa untungmu membelanya disaat orang orang tau dia biang keladinya?” kata jess “tidak ada. aku hanya ingin melindungi orang yang kusukai” kata kyuhyun dingin, ia menatap tajam kearah Jessica sehingga membuat jess bergidik ngeri pada kyuhyun. “terserah apa katamu” kata jess lalu ia langsung meninggalkan ruang kantin yang penuh ini.
“kau tak apa?” tanya kyu sambil mengulurkan tangannya padaku “ne…gwenchanna” kata ku “aku sudah menjelaskan semuanya pada hyemi, kau tak usah khawatir lagi. Jika jess macam macam lagi padamu, kau laporkan saja padaku” kata kyu “ani…tadi aku duluan yang menabraknya, mungkin dia marah karna…..” belum sempat aku melanjutkan kalimatku, kyuhyun langsung memelukku. “sudahlah jangan dipikirkan lagi, mumpung tadi aku sudah keceplosan, aku hanya mau bilang…..saranghae..” kata kyu. Mataku terbelalak karna ucapan kyu. Mungkinkah? “aku cemburu mendengar gossip kau menyukai donghae” kata kyu lagi “kyuhyunnie…” kataku. kyuhyun melepaskan pelukannya dan menatapku lembut, “jadi…..” kataku bingung “maukah kau menjadi yeomjachingu-ku?” katanya sambil tersenyum, kalau sebelumnya aku melihat senyumannya yang sangat evil itu, namun kali ini aku menemukan senyuman tulusnya yang menurutku sangat manis. “ne…nado saranghae kyu-ah” kataku pada kyuhyun
“EHEM~~” kata seseorang dari belakang. aku menoleh dan menemukan sesosok donghae dibelakangku “kau harus membantuku balikan dengan hyemi” tuntut donghae. “baiklah….bisa diatur” kataku sambil nyengir “hae…pergilah….aku sedang sibuk. Kau urus saja urusanmu nanti” kata kyuhyun. “baiklah…cepat urus urusanmu. Aku membutuhkan jehwa secepatnya untuk balikan pada hyemi” kata donghae sambil berjalan meninggalkan kami “sekarang kau tak akan lagi terkena gossip” kata kyu “kecuali gossip aku jadian dengan kau adalah benar….” Kata ku sambil tersenyum
*The End*
no other zhoumi version
*Lee Jera POV*
“jera, mianhae tapi aku harus pergi. Aku harus meninggalkan SEOUL , aku sudah keluar dari Super Junior aku tidak sanggup lagi berada di SEOUL. Aku harus melanjutkan karir ku di cina, mianhae jeongmal mianhae. Aku pasti akan kembali untuk menemui mu, aku akan terus memberi kabar. Sarang...” “JERAAAAA BANGUN SUDAH JAM 6 NANTI KAU KESIANGAN”kata taeyeon unnie “ah ne, bentar unnie aku akan segera bersiap siap”kataku dgn setengah sadar. Mimpi itu lagi ah tidak! Kejadian itu sudah 1 bulan yg lalu, aku selalu memimpikan kejadian dimana saat Hangeng neomjachingu ku pergi meninggalkan ku ke cina. Dulu aku bersahabat dgn nya lebih dari 5 tahun, saat masuk SMA dia menembak ku dan kami pun jadian. Sudah 1 tahun aku pacaran dgn nya sekarang aku sudah kelas 2 SMA. Dia terpaksa kembali ke cina karena ingin melanjutkan karir nya di sana setelah keluar dari super junior. Yaaaa, mau bagaimana pun aku harus menerima nya padahal selama ini di super junior yg kusukai hanya dia. “Jera, cepat turun! Sudah ku buatkan sarapan”kata taeyeon unnie, kakak kandung ku yg jg sebagai leader di girlband bernama SNSD. Awal mula aku berkenalan dgn Hangeng yaitu saat aku ikut dgn taeyeon unnie ke kantor SM entertainment. Aku hanya tinggal berdua dgn kakak ku di SEOUL, org tua ku berada di Amerika mengurusi perusahaan mereka.”jera, itu hyemi donghae jehwa dan kyuhyun sudah menjemputmu”kata taeyeon unnie “ne, aku akan turun unnie, tolong suruh mereka menunggu ku”kata ku sambil bersiap siap. “unnie, aku berangkat dulu ya”kata ku berpamitan dgn taeyeon unnie “ne, hati hati jgn memikirkan “dia” lg di sekolah”kata taeyeon unnie sambil tersenyum licik “ne unnie”kataku dgn nada kesal. Aku pun bergegas lari ke mobil donghae PLETAK! “aduuuh hyemi sakit”kataku sambil mengelus kepala ku “kau ini! Sudah numpang bangun paling siang mau mu apa??!”kata hyemi memarahi ku “jagiya, sudah lah jgn kasar gitu sama tmn mu sendiri”kata donghae neomjachingu hyemi “mianhae hyemi jeongmal mianhae”kataku dgn nada melas (?) “sudah sudah ayo jera masuk ke mobil”kata kyuhyun dgn nada sok cool *plak. Kami pun berangkat ke sekolah yg jarak nya lumayan jauh dari apartemen ku. Kami pun sampai di sekolah dan langsung masuk ke kelas masing masing aku sekelas dgn hyemi dan eunhyuk 2.1 sedangkan jehwa kyuhyun dongseok dan donghae kelas 2.2. “annyeong haseyo anak anak, pagi ini kita kedatangan murid baru. Ayuk masuk”kata guru ku memanggil anak baru itu “annyeong haseyo zhoumi imnida pindahan dari cina”kata anak baru itu DEG! Cina?? Cina???oh tidak tolong jgn ingatkan aku pada Hangeng yg berada disana. “zhoumi, kau duduk di sebelah jera saja”kata guruku sambil menunjuk ke bangku sebela ku “ne, gamsahaminda”kata zhoumi. Anak baru itu pun langsung berjalan ke arah bangku di sebelah ku “annyeong, zhoumi imnida” kata anak baru itu dgn ramah “ne, jera imnida”kataku dgn singkat dan cuek “kau ini ramah sekali yaaa”kata anak baru itu sambil tersenyum, aku pun langsung menatap nya heran “kenapa? Ada yg salah dari ucapan ku?”kata anak baru itu “dasar gila!”kataku kasar dgn nya “gamsahaminda”kata anak baru itu. Ha???? Dasar org gila! Di katain gila malah bilang terima kasih?? Ah sudah lah pusing aku memikirkan nya. KRIIIIING!!! Berl istirahat pun berbunyi, seperti biasa aku bersama sahabat ku hyemi jehwa dan para neomjachingu mereka, sebenarnya dulu jg bersama dgn Hangeng tapi....ah sudahlah lupakan! “jeraaaa”kata seorang laki laki dari belakang ku, aku pun langsung berbalik badan. Zhoumi?anak bru yg gila itu?? “ne, ada apa?”kata ku dgn jutek “jera ah jgn jutek seperti itu, aku boleh bergabung dgn mu tidak?”kata zhoumi “ti...” “ZHOUMI!! HYUUUUNG!!” kata seorang laki laki di sebelah jehwa yg sedang berjalan ke arah ku. Ternyata itu kyuhyun! “hyuuung, aku sangat merindukan mu”kataku kyuhyun sambil memeluk zhoumi “aku jg merindukan mu gamekyu ku”kata zhoumi sambil mengelus kepala kyuhyun “eh, kyu kau mengenal zhoumi?”kataku bertanya pada kyu “ne, tentu saja dia member super junior m jeraaaa”kata kyu sambil senyum senyum “ha? Memang nya iya iya? Aku tidak pernah melihatnya”kataku “tentu kau tidak melihat nya org hanya Hangeng hyung yg kau lihat”kata kyuhyun dgn agak kesal “jgn sebut nama dia di dpn ku”kataku dgn kesal, aku pun langsung pergi meninggalkan tmn tmn ku. “jera tunggu”kataku zhoumi menghampiriku. Aku pun terus berjalan tanpa terasa air mata ku mengalir “jera..”kata zhoumi sambil menarik tangan ku “kau mengapa menangis?”katanya sambil melihat air mata ku yg mengalir deras seperti sungai (?) “tidak apa apa zhoumi”kataku berusaha berbohong “kau pikir aku bodoh apa? Aku tau kau sedang ada masalah. Ada apa? Cerita saja padaku”kata zhoumi “tidak aku tidak apa apa”kataku seraya pergi meninggalkan zhoumi.
*Zhoumi POV*
Jera pergi meninggalkan ku sendiri di koridor, sebenarnya apa yg terjadi padanya? Walaupun aku baru mengenalnya rasanya aku ingin sekali dekat dengan nya dan mengetahuin dengan dirinya. “zhoumi, jera kemana?”kata kyuhyun “aku tidak tahu kyu, tadi dia langsung pergi meninggalkan ku”kataku “aaah tidak, aku belum sempat meminta maaf padanya. Aku sangat menyesal tadi menyebutkan nama Hangeng hyung di depan nya”kata kyuhyun “memang nya apa hubungan dia dengan hangeng hyung?”kataku bertanya “ha? Kau tidak tahu? Jera adalah neomjachingu nya Hangeng hyung. Mereka sudah pacaran 1 tahun, saat mereka merayakan 1 tahunan jadian mereka Hangeng hyung terpaksa pindah ke cina. Dan mulai saat itu Jera selalu memikirkan Hangeng hyung, tidak ada yg bisa menggantikan posisi Hangeng hyung di hati Jera”kata kyuhyun menjelaskan panjang lebar “oh jadi seperti itu”kataku. KRIIIING!! Bel tanda masuk pun berbunyi, aku menuju kelas ku disana kulihat Jera sedang duduk diam membisu. “jera”kataku “ne, ada apa?”kata jera “kau tidak apa apa?”tanyaku “sudah ku beritahu berapa kali aku tidak apa apa, jgn khawatirkan aku”katanya dgn nada kesal “mianhae jera”kataku. Sepanjang pelajaran jera terus diam, tidak ada sepatah kata pun yg dia katakan. Bel pulang pun berbunyi, kami semua keluar dari kelas masing masing. Sampai saat ini juga Jera tidak berbicara dengan ku atau pun dengan teman teman nya yg laib. Ku lihat ia dijemput oleh Taeyeon, yaaa aku tau Taeyeon itu siapa aku lumayan dekat dengan nya tapi aku tidak tahu selama ini Taeyeon adalah kakak nya Jera. Aku pun pulang dengan mobil BMW ku *eaeaea*
***
Sesampainya aku di rumah, aku pun langsung bergegas untuk pergi ke apartement Jera “noona, aku pergi dulu yaa”kataku meminta izin pada Gahi noona ku “kau ingin kemana mi? Kau baru saja sampai? Ada jadwal manggung?”kata gahi noona “ah tidak, aku ada urusan sebentar, jika nanti noona ada jadwal manggung telfon aku saja”kataku “baiklah, hati hati”kata gahi noona. Aku pun langsung membawa BMW ku menuju apartement Jera, aku sudah membeli setangkai mawar merah ku harap Jera menyukainya. Aku pun sampai di dpn apartement Jera, aku ragu untuk mengetuk pintunya aku takut Jera tidak mau bicara dengan ku. “zhoumi?”kata taeyeon yg tiba tiba langsung membuka pintu sebelum aku mengetuk nya “ne, annyeong taeng”kataku “annyeong zhoumi, mengapa kau tidak mengetuk pintu tadi? Ada apa kau datang kesini?”tanya taeyeon “aku ingin menemui dongsaeng mu Jera”kataku “oh, masuk nanti aku panggilkan”kata taeyeon “oh ne, gamsahaminda taeng”kataku seraya masuk. Aku pun duduk di sofa, kulihat taeyeon sedang memanggil Jera. Tak berapa lama kemudian Jera turun dan dia kaget melihat ku berada di apartement nya.”zhoumi? apa yg kau lakukan disini?”kata jera heran “aku kesini hanya ingin melihat keadaan mu Jera, tadi di sekolah kau tidak berbicara dengan ku. Aku takut kau marah dengan ku”kataku “eh ini ku belikan untuk mu, ku harap kau suka”kataku sambil memberikan setangkai bunga mawar yg ku beli tadi “ah gamsahaminda zhoumi, aku sangat suka bunga mawar”kata jera sambil tersenyum kepada ku DEG! Perasaan apa ini? Mengapa jantung ku berdetak 2 kali lebih cepat dari biasa nya ketika melihat senyuman Jera? “zhoumi, kau ingin minum apa?”tanya jera “terserah kau saja Jera”kataku “baiklah, tunggu sebentar yaa aku juga ingin menaruh bunga ini di vas”kata Jera seraya pergi. Kulihat sekeliling apartement Jera, rapi bersih dan indah seperti yg tinggal *hehe* kulihat di meja ada foto Jera bersama Taeyeon dihiasi bingkai bermotip bunga, mereka terlihat sangat akur dan cantik sekali. Aku pun juga melihat foto Jera bersama Hangeng hyung, mereka terlihat begitu cocok Jera tersenyum bahagia berada di sebelah Hangeng. Entah mengapa hati ku sakit melihat foto itu “zhoumi ini minum mu”kata jera seraya jalan kearah ku “ah ne”kataku seraya duduk di sofa seperti tadi. Aku pun berbincang bincang dan bercanda dengan Jera, aku merasa senang sekarang Jera tidak murung lagi dia sering tersenyum “zhoumi, kau makan malam disini saja yaaa. Nanti kangta mau datang kesini untuk makan malam. Kita makan malam bersama”kata taeyeon dari arah dapur “oh ne, aku telfon gahi noona dulu”kataku.
Aku pun langsung mengambil ponsel ku dan menelfon gahi noona “yoboseyo?”kata gahi noona yg sudah kukenal sekali suaranya “yoboseyo, noona hari ini aku makan malam dengan jera. Taeyeon mengajak ku makan malam bersama”kataku “ne, hari ini aku juga ingin makan malam dengan bekah. Jangan pulang terlalu malam”kata gahi noona “ne, baiklah. Gamsahaminda noona”kataku seraya menutup telfon. Aku pun kembali duduk di sofa bersama Jera “bagaimana? Boleh?”tanya jera “boleh hehe”kataku “ah syukurlah, aku senang sekali bisa makan malam dengan mu”kata jera sambil tersenyum “mwo? jinjja?”tanya ku heran “tentu saja, mulai sekarang kau teman baik ku. Hanya kau yg bisa membuat ku tersenyum lagi jika aku murung memikirkan Hangeng oppa”kata jera. Badan ku terasa melayan ke langit saat Jera berkata seperti itu aaaaaaaaaaaaaa perasaan ku sangat bahagia.”annyeong haseyo”kata seseorang sambil membuka pintu “anyyeong”kataku bersamaan dengan Jera “zhoumi ah? Zhoumi? Benarkah itu kau?”kata kangta laki laki yg tadi membuka pintu “ne, apa kabar kau?”kataku “aku baik, kau? Ah aku rindu sekali dengan mu, hey sudah lama kau tidak membuatkan lagu untuk ku haha”kata kangta jahil “aku baik juga, baiklah nanti ku buatkan lagu lagi”kataku “mwo? Zhoumi bisa membuat lagu? Jinjja?”tanya Jera heran “ten....” “taeyeon, jagiyaaaa kau sudah siap kan makan malam?”kata kangta yg td ingin menjawab pertanyaan Jera langsung berlari ke arah dapur menghampiri neomjachingu nya Taeyeon “sudah doong masa belum”kata taeyeon sambil tersenyum “baiklah ayuk kita makan malam”kata kangta. Aku dan Jera pun pergi ke arah dapur untuk makan malam.
***
*Lee Jera POV*
Keesokan paginya, seperti biasa aku bergegas untuk pergi ke sekolah. Dan tumben tumbenan hari ini aku tidak kesiangan hehe karena semalam aku tidak memimpikan Hangeng oppa lagi. Aku memimpikan Zhoumi, aku pun heran kenapa ketika aku memimpikan Zhoumi hidup ku menjadi sangat indah. Mungkin dia lah pengganti Hangeng oppa di hidup ku “JERAAAA, ZHOUMI DATANG MENJEMPUTMU”kata taeyeon unnie dari lantai 1 “ne, tunggu sebentar”kataku, untuk apa Zhoumi menjemputku? Dan kenapa bukan hyemi jehwa donghae dan kyuhyun yg menjemputku? Yasudahlah biarkan, yg penting aku bisa sampai di sekolah. Aku pun bergegas turun, aku hanya sempat meminum seteguk susu lalu berpamitan dengan Taeyeon unnie. “hey, kau lama sekali. Aku capek menunggu mu disini”kata zhoumi “lagian salah kau sendiri mengapa menjemput mu? Dan asal kau tau jam segini tuh jam tercepat aku bersia siap untuk sekolah”kataku “mwo?jinjja? menurut ku jam segini untuk seorang gadis seperti kau sudah sangat terlambat dan lama”kata zhoumi “sudahlah tak usah di bahas ayuk kita berangkat”kataku seraya menarik lengan zhoumi, dia hanya tersenyum melihat tingkah ku. Zhoumi pun melaju dengan kecepatan tinggi ia mengendarai mobil seperti kesurupan. “Na yi ding shi ta shuo de huang hua, Na yi ding bu shi zhen xin de hua Oh~ bie xiang xin ba Li kai ba Oh~ kuai dao wo de shen bian lai” “eh, kau sedang menyanyikan lagu apa? Suaramu bagus sekali”kataku yg kaget mendengar suara zhoumi yg begitu merdu “kau mendengarnya? hehe itu lagu super girl. Tau tidak?”kata zhoumi “tentu saja aku tau, dulu sebelum jessica unnie yg di tawarkan menjadi bintang video klipnya aku terlebih dahulu yg di tawarkan”kataku dengan nada pamer *haha* “jinjja? Aku tau sebelum jessica ada wanita lain tapi aku tidak tau kalau kau itu orangnya”kata zhoumi “kau ini, padahal itu MV grup mu kenapa tidak tau?”kataku dengan nada kesal karena dia tidak tau bahwa aku yg sebelum nya di tawarkan untuk jd bintan vieo klip itu “mianhae jera ah, aku benar benar tidak tau. Lalu, jika kau di tawarkan kenapa kau tidak tau tadi aku menyanyikan lagu apa?”tanya zhoumi “aku tidak mau mendengar atau pun melihat MV lagu itu, aku akan marah jika melihat Hangeng oppa dekat dgn Jessica”kataku menjelaskan “oh jadi seperti itu hahahaha”kata zhoumi sambil tertawa “hey kenapa kau ketawa?”tanya ku “tidak apa apa, kau lucu saja seperti itu saja langsung cemburu”kata zhoumi “ah kau ini...”kataku seraya memukul kecil di lengan nya. Tidak terasa kami sudah sampai sekolah, zhoumi pun memarkir mobilnya dan membukakan pintu untuk ku. Anak anak di sekeliling kita melihat kearah kita. “jera ah”kata seseorang di belakang ku yg membuat ku kaget, aku dan zhoumi pun berbalik badan “hyemi ah, ada apa?”kataku “cieeeee kau dengan zhoumi sudah jadian yaaa?”ledek hyemi “ah kata siapa? Kami hanya berteman dekat. Lagi pula aku belum resmi putus dengan Hangeng oppa”kataku “eh, mengapa tadi kau tidak menjemput ku? Malah zhoumi yg menjemputku”tanya ku “zhoumi sendiri yg meminta agar aku tidak menjemputmu”kata hyemi sambil menunjuk zhoumi “jinjja? Kau yg meminta?”tanya ku sambil menatap zhoumi “ne, hehe mianhae jera. Aku ingin sekali berangkat bersama mu jadi ku minta hyemi tidak menjemputmu”kata zhoumi “kau ini menyebalkan sekali”kataku dgn sedikit kesal “jera ah mianhae, tapi perjalan tadi menyenang bukan?”goda zhoumi “kau ini yaa benar benar...” KRIIING!! Bel masuk pun berbunyi padahal tadi baru saja aku ingin memukul zhoumi, kami pun jalan kearah kelas DEG! Zhoumi memegang tangan ku, kami bergandengan. Aku pun langsung menatap nya, dia hanya tersenyum kearah ku. “annyeong haseyo murid murid, besok akan di adakan lomba menyanyi dan menari seperti tahun lalu. Untuk perlombaan menari seperti tahun lalu yg di utus adalah Lee Hyuk Jae”kata guruku. Eunhyuk pun maju ke depan kelas dengan gayanya yg sedikit slengean(?) tetapi walaupun seperti itu, dia itu adalah sahabat baik ku. “nah, untuk perlombaan menyanyi. Kalian ingin siapa yg di utus dari kelas ini?”tanya guruku “ZHOUMI!!!”kataku berteriak keras dari bangku belakang “jera, kenapa aku?”bisik zhoumi “hey, kau ini vocal utama di SJ-M kenapa tidak?”kataku “baiklah zhoumi ayo maju ke depan”kata guruku “n...ne”kata zhoumi gugup. Zhoumi pun maju ke depan kelas dan semua anak anak di kelas ku memerhatikan nya “memang nya anak baru itu bisa menyanyi? Tapi aku yakin kyuhyun dari kelas 2.2 yg akan menang”bisik seorang murid kepada tmn sebangkunya. Aku mendengarnya, tapi aku hanya diam. Walaupun nanti zhoumi tidak bisa mengalahkan kyuhyun, setidaknya dia bisa menunjukkan kemampuan nya kepada murid murid di sekolah ini. KRIIIING!!! Bel pulang pun berbunyi tak terasa pemilihan utusan untuk lmba tadi memakan waktu yg cukup lama. Aku pun keluar kelas “JERAA”kata seseorang di belakang ku. Aku tau itu suara siapa pasti Zhoumi, aku pun langsung membalikkan badan “ne, ada apa?”kataku “hey kau ini, seenak nya saja memilih ku! Belum tentu aku mau”kata nya dgn kesal “mianhae zhoumi, tadi pagi aku mendengar suara mu bagus. Makanya ku pilih saja kau”kataku “baiklah, lagi pula mau bagaimana lagi. Aku sudah diutus dan keputusan itu tidak bisa di ubah”katanya pasrah. Kami pun berjalan ke arah parkiran, tadi pagi aku berangkat bersama zhoumi mau tak mau pulang pun aku harus bersama nya. Selama perjalanan kulihat wajah zhoumi begitu aneh, seperti ada sesuatu yg ganjil pada dirinya “zhoumi ah, kau kenapa? Sedang gelisah?”tanya ku seraya menatap nya “ah tidak apa apa kok”kata zhoumi. Dia terus menatap ke arah jalan, tidak sedikit pun melihat wajah ku. Akhirnya aku pun sampai di apartement ku. “zhoumi, gamsahaminda telah mengantarkan ku pulang”kataku sambil tersenyum padanya “ne, cheonmaneyo jagiya”kata zhoumi sambil melaju dengan mobil nya. JAGIYA??JAGIYA?? tadi dia memanggil ku jagiya oh tidak! Aku ingin pingsan rasanya. Aku pun masuk ke dalam apartement ku, kosong. Taeyeon unnie memang sedang ada jadwal manggung dengan SNSD. Aku pun pergi ke dapur untuk mengambil makanan kecil. Aku menyalakan televisi. “di kabarkan Hangeng ex member Super Junior sedang berada di SEOUL, menurut kabar ia ke SEOUL hanya 1 hari kemudian langsung kembali ke new zealand. Tidak ada yg tau untuk apa dia kembali ke SEOUL. Sekian berita dari kami” hangeng oppa sedang berada di SEOUL? Kenapa ia tidak memberi kabar atau menghampiri ku? Dulu dia berjanji akan terus memberi kabar pada ku. Buktinya apa?? Tanpa terasa air mata ku mengalir deras, aku tidak tau ingin bercerita dengan siapa. Zhoumi? Tadi ku lihat keadaan nya tidak baik. Aku terus menangis sampai aku tertidur pulas di sofa.
nanmolla nanmolla cheonbeonmanbeon malhaejwodo molla molla
berderinglah lagu magic girl di hp ku “yoboseyo?”kataku yg msh setengah sadar aku di bangunkan oleh suara di hp ku “yoboseyo, jera ah?”kata seseorang di sebrang sana “ne, ada apa unnie?”tanya ku “jera, hari ini aku tidak bisa pulang ke apartement. Besok pagi aku ada acara, jadi aku menginap di apartement Tiffany yg dekat dari tempat acara. Mianhaeyo jera”kata taeyeon unnie “ne, tidak apa apa unn. Jaga dirimu, jgn terlalu capek”kataku “ne, kau juga yaa”kata taeyeon unnie. Aku pun menutup telfon ku, kulihat jam sudah jam 5. Biasanya jam segini sudah ada 10 sms dari zhoumi tapi tumben hari ini ia tidak memberi kabar atau menanyakan kabar ku. Aku pun menelpon zhoumi, tidak ada yg mengangkat sudah 6 kali aku menelpon nya tetapi tidak di angkat angkat. Mungkin ia kecapekan jadi tidak mau di ganggu.
***
Keesokan paginya, seperti biasa aku bangun mandi dan bersiap siap. Karena tidak ada taeyeon unnie, jadi aku sarapn dengan roti dan susu saja. Ternyata tidak enak hidup sendiri seperti ini. TING TONG! Aku pun membuka pintu “annyeong jera, sudah siap?”kata hyemi yg berada tepat di depan pintu apartement ku “annyeong ne, aku sudah siap. Kenapa kau yg menjemput ku?”tanya ku padahal aku berharap zhoumi lah yg menjemput ku “semalam zhoumi menelfon ku, katanya hari ini aku yg menjmeputnya”kata hyemi “oh begitu, baiklah. Sebentar aku kunci pintu dulu”kataku seraya mengunci pintu apartement ku. Kami pun berjalan menuju mobil donghae, kulihat hanya ada hyemi dan donghae. Sepanjang perjalanan aku hanya berdiam diri, hyemi dan donghae sedang bercanda canda di dpn. Entah mengapa perasaan ku gelisah. Kenapa zhoumi menelfon hyemi bukan aku? “jera, sudah sampai. Aku ingin tetap di dlm mobil?”tanya hyemi dan jg mebangunkan ku dari lamunan ku “oh ne, aku akan turu”kataku seraya membuka pintu mobil dan turun. Sekolah terasa sepi tanpa zhoumi, kemana anak itu? KRIIING!! Bel pun berbunyi aku berjalan menuju kelas ku, biasanya aku berjalan menuju kelas bersama seseorang. Ah mengapa aku selalu memikirkan zhoumi? Sampai pelajaran berakhir zhoumi tidak ada di sekolah, saat aku bertanya pada guruku. Guruku berkata tadi gahi unnie, noona nya zhoumi menelfon sekolah meminta izin agar zhoumi tidak masuk karena ada suatu urusan. Entah mengapa dari kemarin sampai sekarang tidak ada yg bisa menghiburku, biasanya org yg menghibur ku itu zhoumi. Tetapi, sekarang dia pun tidak ada di sampingku. Aku pulang ke apartement ku SENDIRI, aku tidak mau pulang bersama hyemi dan donghae hari ini aku benar benar ingin sendiri. Sebelum pulang aku pergi ke sebua taman yaaa taman yg dulu dimana sering aku kunjungi bersama Hangeng oppa, seperti biasa aku membeli es krim favorite ku disini. Ada seorang laki laki dan seorang wanita, seperti nya aku mengenal siapa laki laki itu. Saat laki laki itu melihat ku DEG! Hangeng oppa!! Dia hangeng oppa, dia msh berada di SEOUL dia sedang bersama dengan seorang wanita. Hati ku begitu sakit melihat nya, es krim ku terjatuh aku tak sanggup melihat itu. Kepala ku terasa berat dan tiba tiba GUBRAKK! Aku terjatuh, dan sesaat tidak sadar. “jera jera jera, kau tidak apa apa? Jera bangun”kata seseorang sambil memgang tubuh ku. Aku pun perlahan lahan membuka mataku “zhoumi? Apakah itu kau?”tanya ku dengan keadaan yg msh lemah “ne, ini aku zhoumi. Apa yg kau lakukan disini sendirian? Jika tidak ada aku, bagaimana kedaan mu sekarang?”kata zhoumi memarahi ku “mianhae zhoumi, tadi aku ingin pergi sendirian. Keadaan ku sedang tidak baik jadi...” “sudah jgn byk bicara sampai keadaan mu pulih. Jelaskan nanti saat sampai di apartement mu”kata zhoumi seraya menggendong ku ke mobilnya. Di dalam mobil kulihat zhoumi begitu gelisah, dia sering sekali melihat kearah ku dan bertanya keadaan ku. Aku dan zhoumi pun sampai di apartement ku “jera, kau kenapa tadi pingsan? Kau melihat apa? Apa yg terjadi padamu? Memang kau..” aku pun langsung menutup mulut zhoumi yg dari tadi tidak berhenti henti bertanya “tadi dia taman aku....aku...aku melihat Hangeng oppa”kataku sambil menetes kan air mata. Aku tidak kuat lagi, sudah cukup aku tersakiti oleh Hangeng oppa. “jangan menangis”katanya seraya menghapus air mataku “lelaki seperti dia tidak pantas mendapatkan wanita sebaik dirimu jera, msh banyak laki laki yg lebih baik dari pada dia”kata zhoumi. Aku senang bisa mempunyai teman seperti zhoumi, dia selalu menghiburku. “sudahlah di lupakan saja, mulai saat ini aku resmi putus dengan Hangeng oppa dan tidak akan memikirkan nya lagi! Aku berjanji”kataku dengan nada percaya diri “nah baru itu yg nama nya Lee Jera yg ku kenal”katanya sambil mengelus kepala ku. Aku tersenyum padanya dan dia membalas senyum ku “zhoumi ah, td kenapa kau tidak masuk sekolah?”kataku “mianhae aku tidak memberi kabar padamu. Dari kemari aku sibuk membuat lagu untuk Kangta”kata zhoumi “oh begitu, yasudah. Eh besok kan lombanya, kau sudah bersiap siapa belum?”kataku “ne, tentu sudah. Sudah ku persiapkan semuanya hahaha”kata zhoumi sambil tertawa “dasar kau!”kataku seraya memukul kecil di lengan nya, yaaa walaupun lengan nya kurus tidak sekekar lengan siwon oppa hehe tapi aku suka memukul nya. Sepanjang hari kita bercanda di apartement ku. Tak terasa sudah jam 6, zhoumi harus pulang “jera, aku pulang dulu yaa. Sampai ketemu besok. Mianhae besok aku tidak bisa menjemputmu”kata zhoumi “ne, tidak apa apa. Hati hati yaa”kata ku seraya melambaikan tangan dia membalas lambaian ku. Hari ini di awali dengan kesedihan di akhiri dengan kebahagiaan.
***
*Zhoumi POV*
Pagi ini aku bangun lebih pagi dari biasanya, hari ini adalah hari yg istimewa aku tak mau menyianyiakan nya begitu saja. Hari ini hari dimana aku harus membanggakan kelas ku, mengikuti perlombaan menyanyi melawan Kyuhyun yg katanya satu satu nya murid di sekolah ku yg mempunyai suara emas. Dan tidak ada yg bisa melawan nya setiap kali ada lomba menyanyi di sekolah. Hari ini juga, hari dimana aku akan menyatakan perasaan ku dengan seseorang yg sangat istimewa Lee Jera. Wanita itu satu satu nya wanita yg dapat memikat hati ku dari awal aku bertemu dengan nya. Aku begitu senang jika bisa berada di dekat nya. Aku pun langsung mandi bersiap siap dan tidak lupa menyiapkan bunga mawar kesukaan Jera, yaaa hari ini aku ingin menyatakan perasaan ku padanya dengan memberikan ia bunga mawar.”zhoumi ah, kau sudah bangun belum?”kata gahi noona seraya mengetuk pintu kamar ku “ah ne, sudah noona. Sekarang aku sedang bersiap siap”kataku “oh baiklah, cepat lah jgn sampai kau terlambat”kata gahi noona. Aku pun langsung mengambil tas ku dan bunga mawar lalu sarapan dengan noona kesayangan ku gahi noona. Perlombaan akan di mulai jam 8, sekarang sudah jam 7.30 aku pun langsung melaju dengan kecepatan yg tinggi. Apartement ku dengan sekolah cukup jauh, tetapi jika aku membawa mobil ku dengan cepat hanya butuh waktu 15 menit. Akhirnya aku sampai disekolah, aku langsung turun dari mobil ku. Tidak lupa aku menyembunyikan bunga mawar untuk Jera, aku tidak mau dia tau aku membawakan bunga untuk nya. Aku ingin ini semua menjadi kejutan. “ZHOUMII”kata seseorang memanggilku, aku pun langsung berbalik DEG! Ternyata itu Jera, dia memelukku sangat erat. Jantung ku berdetak 2 kali lebih cepat dari biasanya “zhoumi ah, kau lama sekali. Aku sudah menunggu mu dari tadi. Aku takut kau tidak datang”katanya seraya melepaskan pelukan nya “mianhae jera, tidak mungkin aku tidak datang. Ini adalah hari yg istimewa”kataku sambil tersenyum “istimewa, mak..” perkataan jera terpotong karna aku langsung menarik tangan nya. Kami pun berjalan ke arah ruang musik, ku lihat murid murid sudah duduk manis untuk menyaksikan perlombaan ini “kyuhyun hwaiting, saranghaeyo kyuhyun” kulihat karton yg bertulisan kan kata kata itu, ternyata murid yg memegang karton itu adalah Jehwa. Aku hanya bisa tertawa kecil, wajar saja Jehwa memegang karton bertulisan seperti itu Kyuhyun adalah neomjachingu nya. “zhoumi, aku duduk disana dulu yaaa bersama eunhyuk. Kau bersiap siap sana di belakan panggung”kata jera “oh ne”kataku seraya berjalan ke arah belakang panggung. Kulihat semua perwakilan kelas sedang berlatih “shining star like a little diamond, makes me love...” itu suara Kyuhyun, suaranya begitu merdu. Tapi aku tetap tidak mau kalah darinya, aku akan menunjukkan ke semua orang terutama Jera kalau aku mempunyai bakat yg luar biasa. Aku mendapat giliran ke 5 sedangkan kyuhyun ke 4, yaaa aku peserta terakhir. Satu persatu nama perwakilan kelas di panggil, di belakang panggung ku dengar Kyuhyun menyanyi. Begitu merdu, semua orang bertepuk tangan. “zhoumi perwakilan dari 2.1”kata pembawa acara. Aku pun langsung berjalan ke arah panggung, ku lihat semua orang melihat ke arah ku. Aku mencari tempat duduk Jera, akhirnya aku menemukan nya. Kulihat dia melihta ke arah ku sambil tersenyum, aku pun membalas senyum nya.
Na yi ding shi ta shuo de huang hua
Na yi ding bu shi zhen xin de hua
Oh~ bie xiang xin ba
Li kai ba
Oh~ kuai dao wo de shen bian lai......
Oh my super girl
Ni shi wo de baby girl
Ta kan bu jian ni de mei li
Ping fan bei hou de mo li
Oh my super girl
Wo shi ni de super man
Ni de yan shen rang wo zhao mi
Wei le ni wo shen me dou yuan yi..
Aku pun berjalan menuruni panggung, ya keyakinan ku sudah mantap. Hari ini saat ini juga aku harus menyatakan perasaan ku pada Jera. Aku berjalan menuju tempat Jera dan Eunhyuk duduk. Kulihat semua orang di dalam ruangan melihat ke arah ku. Aku pun sampai di depan Jera, ia melihat ku heran. Aku pun langsung menarik tangan nya dan membawa dia ke atas panggung, ku dengar semua orang bertepuk tangan melihat moment ini. Kami pun sampai di atas panggung “oh my super girl..” aku melanjutkan nyanyian ku seraya memberikan bungan mawar pada jera. Semua orang bersorak melihat moment ini. Jera pun menerima bunga yg ku beri, dia tersenyum padaku. Aku pun membalas senyumnya. Nyayian ku pun berakhir, semua orang bertepuk tangan dan bersorak. Saat ini juga “lee jera, maukah kau menjadi neomjachingu ku?”kataku “saranghae jera”kataku melanjutkan “nado..nado saranghae zhoumi”kata jera. Semua orang bertepuk tangan dan bersorak melihat moment dimana lee jera menjadi neomjachinguku. Tanpa sadar aku langsung memeluknya, dia pun membalas pelukan ku.
***
Setengah jam kemudian, pengumuman pemenang lomba pun di umumkan. “juara tiga Siwon dari kelas 2.4”kataku dewan juri semua orang langsung bertepuk tangan dan bersorak. Siwon pun naik ke atas panggung “juara dua Kyuhyun dari kelas 2.2”kata dewan juri melanjutkan. Semua orang bertepuk tangan tetapi mereka sedikit heran. Kyuhyun pun naik keatas panggung. Kyuhyun juara dua?? Bukan kah tidaka da yg bisa mengalahkan nya?? Jadi siapa yg juara satu?? Yaa seperti itulah kira kira pemikiran orang orang yg berada di dalam ruangan.”dan juara satu nya adalah......Zhoumi dari kelas 2.1”kata dewan juri. OMONA! Aku?aku? aku yg juara satu? Jera melihat ke arah ku ia tersenyum bahagia, dia mendorong ku menyuruh ku naik ke atas panggung. Aku pun berjalan menuju atas panggung, kulihat semua orang bertepuk tangan dan bersorak. Tidak ada yg menyangka aku yg akan menjadi juara 1 dan mengalahkan kyuhyun. Semua piala pun telah di berikan. Yaaa acara sudah berakhir, semua murid dan guru pulang ke rumah masing masing. Aku dan jera keluar ruangan bersama, kulihat jera dari tadi selalu tersenyum “zhoumi ah, aku bangga dengan mu. Sudah ku bilang suara mu bagus. Buktinya kau bisa mengalahkan kyuhyun”kata jera membanggakan ku “ah biasa saja jagiya, aku melalukan ini karena kau. Jika bukan karena kau, aku tidak mau melakukan ini”kataku sambil tersenyum padanya, dia pun membalas senyum ku “saranghae lee jera”kataku “nado saranghae zhoumi”kata jera. Kami pun pulang bersama, sekarang kami sudah menjadi sepasanga kekasih. Aku beruntung mempunyai neomjachingu seperti Lee Jera.
*THE END*
ff no other - kyuhyun version
**
“wah korea besar juga yaaah? Wah betah nih kalo disini terus” gumamku yang baru saja tiba dikorea. Aku mahasiswa dari Indonesia yang mendapat beasiswa selama 2 tahun untuk belajar dikorea, tepatnya di Kyunghee University. Aku menaiki taksi untuk menuju apartemenku, yang sudah dipesan oleh pemerintah Indonesia untuk tinggal disini.
Aku tiba digedung apartemenku. Nomor apartemenku adalah nomor 11.kubuka pintu apartemenku dan memasukinya. Sederhana. Ya, mungkin itulah kesan yang kudapat saat kulihat apartemenku. Namun cukuplah buatku yang hanya mahasiswa. Aku langsung merapikan apartemenku yang perabotannya masih tertutup plastic. Aku juga menyapunya agar terlihat bersih, aku tak kuat melihat keadaaan kotor. Kecuali jika aku sedang malas membersihkannya. Maka itu mumpung aku lagi rajin, aku bersihkan saja apartemenku ini. setelah apartemenku bersih, aku segera keluar mencari supermarket, membeli beberapa mie instan. Aku keluar dari apartemenku dan melihat seorang gadis yang keluar dari apartemen sebelahku. “kau penghuni baru ya?” katanya dengan bahasa korea. untungnya aku bisa bahasa korea karna waktu itu aku pernah berlibur kekorea selama kurang lebih 3 bulan lamanya. “ne…Ica imnida. Aku dari Indonesia” kataku “wah dari Indonesia???kau dapat beasiswa ya? hebat!!!Hyemi imnida” katanya sambil tersenyum “iya. Aku beruntung dapat beasiswa itu” kataku. sepertinya hyemi melihat aku membawa dompetku dan pakaianku yang rapi “kau mau kemana?” katanya “ehm….aku mau ke supermarket. Mau beli mie instan untuk persediaan makananku” kataku “mari kuantar. Aku juga lagi bosan. Aku mau jalan jalan saja. Ayooo ikut aku. Sekalian kuajak kau jalan jalan” kata hyemi. Ia langsung menarik lenganku dan keluar dari gedung apartemen, ia menarikku menuju lapangan parkir dan ia menaiki sebuah mobil audi silver. “ini mobilmu?” kataku kagum. “bukan….ini milik oppaku. Berhubung ia baru saja beli mobil baru yasudah kupakai saja” kata hyemi. Ia mengajakku jalan jalan sepanjang kota. Aku menganga kagum melihat keadaan korea yang sudah lama tak kulihat lagi. “kau mau kemana Ica-ssi?” katanya kaku “aku hanya mau kesupermarket” kataku “mian, aku tak biasa memanggil nama Indonesia” katanya “ne…taka pa hyemi-ssi” kataku. ia mengantarku kesupermarket dan kami turun dan masuk kesupermarket yang cukup besar namun sepi.mungkin karna tampilan dari luar supermarket ini terlihat mewah. Dalam hati kuhitung uangku yang kubawa, takut kurang. “ehm…mianhae bukannya aku tak sopan, namun aku takut uangku tak cukup. Bisakah kita mencari minimarket saja?” kataku gugup pada hyemi. Ia menatapku dan tersenyum “aniyo…kata siapa kau akan menghabiskan uangmu hanya untuk belanja ditempat ini? oppa ku akan menanggung semua belanjaan kita” katanya ramah. “ah tapi….” Belum sempat aku menyelesaikan kalimatku, aku menangkap sesosok yang familiar dalam supermarket. 4 orang yang sangat popular dikorea, juga diIndonesia. Ya…aku tau mereka. Mereka banyak sekali penggemarnya. “ii….it…ituuu…su….pp…eerrr…” kataku gugup sekaligus kaget melihat mereka bisa ada disini. “iya mereka super junior, ayo kukenalkan kau pada mereka” kata hyemi. Sekali lagi hyemi menarik tanganku lagi dan segera menghampiri ke4 orang yang sangat kusukai itu “hyung….adikmu sudah datang tuh” kata salah satu membernya yang bernama Eunhyuk. Dan orang yang disebelah eunhyuk itu langsung menengok kearah hyemi dan memasang tampang cemberut “kau ini….tau saja kita nongkrong dimana” kata sungmin, dalam hati aku berteriak histeris ‘oppa!!!saranghae!!! aku adalah fans terberatmu….’ Tapi sengaja kutahan agar menjaga ketenangan pertemuan ini.“oppa!!! Aku bosan dirumah” kata hyemi. Aku membelalakkan mataku. Jadi hyemi…..adiknya sungmin???? Mwo??? Kenapa aku tak tau? “siapa dia?” kata donghae oppa yang ikut nongkrong bersama mereka “ahiya aku lupa. Ini Ica. Dia dari Indonesia. Dia hebat loh bisa dapat beasiswa” kata hyemi “contoh tu temanmu itu. kau ini kuliah saja males, kau sudah ga naik berapa kali?” kata sungmin. Lalu ia menatapku “sungmin imnida. Maaf bila adikku menyusahkanmu, ia memang sering menyusahkan” katanya ramah, sikap sungmin padaku sangat berbeda dengan sikapnya pada Hyemi. “aaaa…ah i..iiyyya…aku sudah tau kok namamu oppa” kataku gugup. “donghae imnida..” kata donghae oppadan langsung mengulurkan tangannya padaku. saat aku hendak menjabat tangannya, hyemi langsung menepis tangan donghae “YA!!! jangan buat yeomjachingu-mu ini cemburu hae…” katanya emosi. Donghae tertawa geli melihat sikap hyemi yang menurutku sangat kekanak kanakan. “mianhae hyemi. Aku tak bermaksud” kataku merasa bersalah “taka pa. sudah lupakan saja. Ia kan memang begitu, HyukJae imnida…kau boleh memanggilku eunhyuk atau hyukkie jika kau mau” sambung eunhyuk. Ia senyum senyum gajelas padaku dan aku tersenyum krna melihat tingkahnya yang lucu. “Hya!!! Kyu!!! Kau ini bagaimana sih…kusita juga pspmu” kata sungmin “ah iya…kenapa kenapa?” kata kyu yang baru sadar akan kondisi disekitarnya. Seakan ia terbius dengan permainannya. Dan setauku ia memang begitu. Selalu saja mementingkan game “ini siapa?” tanyanya pada semua orang yang berkumpul disitu sambil menunjukku dengan tampang tanpa dosanya “Ica imnida. Pelajar dari Indonesia. Salam kenal” kataku “kyuhyun imnida. Sebentar….kau bilang kau pelajar? Kau dapat beasiswa kah?” tanyanya “ne…” kataku gugup. Bagaimana aku tak gugup, belum sehari aku disini namun aku langsung bertemu dengan para idolaku yang sangat….sangat…..sangat kusukai ini. “ne, aku satu tempat kuliah denganmu kyuhyun-ssi” kataku “jinjja?kalau begitu kita bisa berangkat bareng dong” katanya usil “sudah oppa….kelamaan kita bicara disini, kami Cuma mau beli mie instan tau” kata hyemi “ambillah barang yang kau perlukan lagi Ica, jangan sungkan sungkan” pesan sungmin.
**
Fakta pertama memang menyenangkan…benar benar tak terduga. Kukenang ini sebagai pengalaman terbaik dalam hidupku.
**
Aku bangun pagi-pagi. Sudah jam 6.30. kuliahku dimulai jam 9 pagi. Aku langsung bangun dan melakukan ritual pagi, setelah itu aku memasak sarapanku yaitu mie instan super special dari supermarket milik sungmin super junior. Dan benar benar seperti mimpi bisa mengenal beberapa member super junior!!! Rasanya bagai ada dewi keberuntungan yang mengikutiku. Selesai sarapan aku menonton tv, menunggu sampai jam 8.
Ting tong…
Dengan segera aku langsung membukakan pintuku, palingan itu hyemi, karna baru ia yang kukenal digedung apartemen ini. namun aku salah, kulihat sungmin oppa dan kyuhyun berdiri didepan pintu apartemenku “ehm…aku hanya ingin berangkat bareng denganmu” kata kyuhyun ragu. Ia menggigit bibir bawahnya menunggu jawabanku. “selesaikan masalahmu….aku akan membangunkan hyemi dulu. Dasar hyemi….malas sekali dia!!!” kata sungmin lalu meninggalkanku dan kyuhyun, kulihat sungmin oppa berjalan menuju apartemen sebelah yang benomor 10 dan masuk melalui kunci yang ia bawa, mungkin itu kunci cadangannya. Aku langsung tersadar bahwa dihadapanku masih ada sesosok kyuhyun yang dari tadi menunggu jawabanku “ah ne..ne…tunggu sebentar” kataku dan langsung bergegas mengambil tasku yang ada didalam kamarku. “ayoook” kata kyuhyun saat aku keluar apartemen dan menguncinya. Kulewati apartemen hyemi dan mendengar suara ribut didalamnya
“OPPA!! OPPA SAJA MALAS KULIAH!!!” teriak hyemi yang sepertinya masih setengah sadar “AKU KAN SIBUK…CEPATLAH!!!KAU BARU SADAR PENDIDIKAN PENTING NANTI SAAT KAU TUA..” teriak sungmin tak kalah dengan hyemi “Hyung…aku berangkat” kata kyuhyun santai saat kami melewati apartemen adiknya sungmin.
Aku masuk kemobil kyuhyun yang terpakir didepan gedung persis. Ia mengemudikannya dengan kecepatan yang stabil “ehm…aku pernah baca diinternet cara memberi nama korea dengan berdasarkan tanggal lahir, tanggal lahirmu kapan?” tanya kyuhyun, memecahkan keheningan yang daritadi menyelimuti keadaan “1 maret, kau tak terbiasa memanggil nama Indonesia sama seperti hyemi?” kataku “kurang lebih begitu. Ehm….maret itu sepertinya Je dan tanggal 1 itu Hwa. Kau akan kupanggil Jehwa. Tak apa kan?” tanya kyuhyun “ne…gwenchanna” kataku sambil tersenyum menatapnya. “kyuhyun-ssi..”panggilku padanya “jangan seformal itu” kata kyuhyun “kyuhyunnie….apa hyemi dan sungmin oppa sering bertengkar? Kelihatannya mereka tak akrab” kataku penasaran. Kulihat kyuhyun menghela nafasnya “sungmin hyung tak menyetujui hubungan hyemi dengan donghae hyung. Hyemi marah marah pada sungmin karna itu. padahal sungmin hyung hanya ingin elf tak membenci hyemi. Karna sungmin hyung tau pasti banyak elf yang tak setuju dengan hubungan donghae hyung dan hyemi. Ia pernah menangis saat mengetahui seorang elf menghina hyemi. Sebenarnya sebelum hyemi dan donghae hyung jadian, sungmin hyung dan hyemi baik baik saja. Semenjak hubungannya dengan donghae hyung tak disetujui oleh sungmin hyung, ia sering menyendiri dan emosinya gampang meledak. Namun sebenarnya ia baik kok” kata kyuhyun. Aku terdiam. Mengapa sungmin hyung tak mengijinkannya? Padahal yang kutau donghae itu baik sekali. “oh begitu” kataku singkat. “kalau jujur, aku juga tak setuju dengan hubungan mereka” kata kyuhyun yang membuatku benar benar kaget “mwo? Kenapa?” kataku “donghae hyung terlalu mementingkan karirnya, sedangkan hyemi sangat butuh pendidikan. Dan lihat saja sekarang….semenjak hyemi dan donghae hyung jadian, ditambah dengan ketidak setujuan sungmin hyung, ia jadi malas sekali” kata kyu. “kita sudah sampai…” kata kyu yang membangunkan lamunanku “oh ne….aku ngurus dataku dulu kyuhyunnie…gomawo. Sampai jumpa” kataku lalu segera keluar dari mobil kyuhyun
**
Fakta kedua…aku mengetahui rahasia yang seharusnya tak kuketahui. Dan anehnya kyuhyunlah yang memberitahuku.
**
Aku dan kyuhyun semakin dekat, kami sering pulang dan berangkat kuliah bersama. Dan juga aku prihatin dengan keadaan sungmin oppa dan hyemi yang makin memburuk saja. Pagi ini…aku berangkat denga kyuhyun seperti biasa. Ia mengemudikan mobilnya ketoko buku terlebih dahulu. Karna ia terlambat menyerahkan tugas, ia harus mengumpulkan buku yang topiknya sama dengan tugasnya untuk memperbaiki nilainya agar ia bisa naik. “kyuhyunnie…bagaimana dengan buku ini?” kataku sambil menyerahkan buku yang topiknya sama seperti tugas kyu “ehm…bolehlah. Sepertinya ini menarik. Pasti dosenku akan memberiku nilai plus” katanya. ia lalu berjalan kekasir dan membayarnya. Kami keluar dari toko buku dan ia langsung menggenggam tanganku. Menuju café sebelah toko buku itu. “kita istirahat dulu…” kata kyuhyun.
Kamipun masuk kedalam café dan memesan minuman. “tak terasa sudah 5 bulan kau disini. Hahaha aku masih mengingat tampang mu dulu waktu pertama kali kita bertemu disupermarket. Tampangmu seperti orang nyasar saja” kata kyu “memang aku nyasar tau….kan aku bukan orang asli sini kyuhyunnie..” kataku “ah kau ini sudah kuanggap sebagai warga sini tau. Kau nanti harus ikut wamil, untuk menemaniku” kata kyu usil “mwo??aku ini perempuan….lagipula aku penduduk Indonesia. Bukan korea” kataku “ya kau menyamar saja jadi laki laki, gampang kan?” kata kyu sambil terkekeh “HAH!!! Kau kira seperti didrama korea atau sinetron Indonesia apa bisa menyamar sebegitu mudahnya?” kata ku
‘Bounce to you Bounce to you nae gaseumeun neol…hyanghae jabhil sudo eobseul mankeum ddwigo itneungeol’
Kyuhyun langsung mengangkat ponselnya yang berbunyi itu “yoboseyo..mwo????HYUNG SERIUS??? Baiklah aku akan segera kesana…” kata kyu sambil cepat cepat menutup ponselnya “ada apa?” kita harus cepat cepat kerumah sakit…” kata kyu dengan cemas “mwo? Ada apa??” kataku bingung “hyemi…” kata kyu. Ia lalu dengan cepat berjalan kekasir dan membayar minuman yang belum tersaji dimeja kami. Lalu aku segera k
eluar dari café dan naik kemobil kyu. Kyu mengemudikannya dengan sinting, bagai dikejar kejar setan yang paling jahat didunia ini. kami masuk kejalan tol dan mengemudikannya menuju seoul. Cukup memakan waktu lama untuk sampai kesana. dan akhirnya kami sampai juga.
Kyu memarkir mobilnya dan segera berlari menuju ruang gawat darurat. Aku berlari mengikutinya dengan cepat. Karna langkah kakinya yang besar besar sangat susah disusul jadi aku tertinggal jauh. Kulihat sungmin oppa menundukkan kepalanya didepan ruang gawat darurat. “salahku…ini salahku…salahku…ini semua salahku….semuanya salahkuu…salahku… ini salahku…semuanya salahku… salahku…” kata sungmin oppa berkali kali pada dirinya sendiri. Kulihat yesung oppa berusaha menenangkannya. Kulihat juga wookie oppa juga berusaha membujuk sungmin oppa agar ia tak menyalahkan apa yang terjadi “sudahlah min….semuanya bukan salahmu” kata yesung berusaha menenangkan sungmin oppa “iya hyung…. Itu kecelakaan dan bukan salahmu” kata wookie oppa. Aku melihat heechul oppa dan leeteuk oppa datang dengan nafas ngos ngosan, sepertinya mereka datang kesini dengan buru buru juga “apa yang terjadi?” kata leeteuk oppa.eunhyuk oppa yang daritadi duduk langsung bangkit dan menghadap leeteuk oppa “hyemi dan sungmin hyung bertengkar hebat. Sungmin hyung terus memaki hyemi dan hyemi pergi krna terlalu kesal terhadap sungmin hyung. Ia mengemudikan mobilnya dengan ngebut dan karna emosi masih menguasainya sehingga ia tak konsentrasi dan akhirnya ia kecelakaan” jelas eunhyuk oppa. Leeteuk oppa langsung menghampiri sungmin oppa “salahku…ini salahku…salahku…ini semua salahku….semuanya salahkuu…salahku… ini salahku…semuanya salahku… salahku…” kata sungmin yang masih saja belum menghentikan kata katanya “Minnie…dengarkan aku!!! Kau seharusnya tak menyalahkan dirimu sendiri” katanya “minnie… kau yang kukenal selalu tegar, tidak lembek seperti ini.” kata leeteuk oppa “….semua nya salahku…salahku… ini salahku.. ini salahku..” kata sungmin oppa. Leeteuk oppa dan semua anggota suju yang hadir disitu menatao kasihan terhadap sungmin. Tiba tiba pintu gawat darurat terbuka “berhasil…ia sudah diselamatkan” kata dokter
--
Sudah 3 hari hyemi tak sadar, dan selama itu pula aku yang selalu menjaganya bersama sungmin oppa. Ia membatalkan semua jadwalnya hanya untuk menunggu hyemi. Sedangkan anggota super junior yang lain tak bisa membatalkannya. Aku terus melihat hyemi yang masih berbaring tak sadarkan diri. Tadi malam sungmin oppa yang menjaganya jadi sekarang aku yang menjaganya, sedangkan sungmin oppa sudah terlelap disofa ruang tamu, ia tertidur sambil menangis, entah mengapa setiap ia tidur air matanya selalu mengalir keluar. Ia sudah tak menyalahkan dirinya sendiri. “annyeonghaseyo” kata kyu sambil memasuki ruangan. Ia membawa buah buahan dan snack untukku dan sungmin oppa “kau lapar? Sudah…sekarang gentian aku yang jaga, kau pulang dulu sana….istirahatlah” kata kyuhyun sambil tersenyum, ya, dari kemarin aku memang belum pulang dan kuyakin sekarang keadaanku lusuh sekali “ne, aku pulang dulu. Nanti aku kemari lagi” kataku berpamitan pada kyu. Aku tak berani membangunkan sungmin oppa yang tidurnya lelap sekali. Aku pulang menggunakan bus. Sesampainya diapartemenku, aku langsung mandi. Menyiapkan makanan dan membuatkan bekal untuk kyu dan sungmin oppa nanti. Tak ada waktu untuk istirahat dirumah. Aku langsung berangkat lagi kerumah sakit. Kukunci pintu apartemenku dan berjalan menuju keluar gedung.
Betapa terkejutnya aku ketika melihat sungmin oppa memasuki gedung “oppa…kenapa kau disini?” kataku heran “aku mengambil beberapa pakaian hyemi, ia sudah sadar sekarang” kata sungmin oppa. “bantu aku…” pintanya, tanpa basa basi aku mengikutinya masuk kedalam gedung lagi dan berjalan menuju apartemen hyemi. Aku memilihkan pakaian yang cocok untuk hyemi dan sungmin oppa menyeduh teh didapur. Setelah selesai mengemasi pakaian hyemi, aku ikut bergabung dengan sungmin oppa. “kau tau….aku sangat menyayangi hyemi…ia adikku perempuanku satu satunya. Dan…..aku adalah kakak yang bodoh telah membiarkannya seperti itu” katanya frustasi “bukan salah oppa….lagipula donghae oppa juga tak peduli saat hyemi masuk rumah sakit” kataku menenangkannya “donghae sedang dithailand dengan siwon. Mungkin ia tak tau kabar tentang hyemi” katanya “dan juga seharusnya aku harus berterima kasih dengan hyemi, bukan malah terus memarahinya seperti itu…” kata sungmin “oppa…jangan terlalu menyalahkan diri oppa. Lagipula hyemi sudah siuman” kataku “aku harus berterima kasih dengan hyemi…dan aku juga harus bangga dengan hyemi, ia benar benar tepat memilih teman seperti mu” kata sungmin oppa. Kuyakin sekarang wajahku memerah. “mwo?jinjja?” kataku gugup “aku rasa selama ini aku terlalu negative thinking tentang adikku itu. ia benar benar tepat memilih orang yang benar benar memperhatikan orang yang dikenalnya, bukan hanya dia, melainkan juga aku, kyu, dan semua member suju. Walau kau orang asing…tapi entah mengapa aku menganggap kau seperti sudah kenal lama denganmu” kata sungmin oppa “dan….sebenarnya aku juga bingung terhadap perasaanku, mian jika aku mengatakan diwaktu yang tak tepat. Tapi….aku menyukaimu….” Katanya. spontan jantungku berhenti berdetak, lalu berdetak lagi. Ini seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Tubuhku gemetaran saking gugupnya. Dia…..1st biasku disuper junior dan sekarang ia menyukaiku. Aku ingin mengatakan ‘nado….aku juga menyukaimu,oppa…’ namun lidahku kaku. Aku tak bisa mengeluarkan sepatah kata apapun dari mulutku. Tiba-tiba mataku tertuju pada snack yang tergeletak didapur, snack itu mengingatkanku pada kyu. Entah mengapa aku langsung ingat wajah kyu yang sedih, membayangkannya jika ia sedih. Aneh..ada apa denganku? Mengapa aku membayangkan kyuhyun menangis? Bahkan melihat ia menangis langsung pun tak pernah.
Tiba tiba sungmin memelukku. Spontan aku langsung kaget dan mataku langsung melebar. “jawablah…” katanya lirih. aku yakin ia sedang menangis, karna air matanya jatuh dipundakku. Ia mempererat pelukannya. Aku hanya bisa diam membisu. Entah dapat tenaga darimana tiba tiba aku mendorongnya dan pelukannya terlepas begitu saja “ani oppa….aku tak bisa” kataku sambil menahan tangisku. Entah mengapa aku ingin lari kearah kyu dan menangis sejadi jadinya. Kulihat keadaan sungmin oppa “tak apa…aku paham perasaanmu. Ayo kita kerumah sakit” katanya dingin, ia pasti marah padaku karna perlakuanku tadi.
**
Fakta ketiga…dengan bodohnya aku menolak sungmin oppa yang jelas jelas ia adalah orang yang paling kusukai disuper junior. Dan anehnya….aku malah memikirkan kyu terus. Ini membuat perasaanku kacau balau dan tak menentu
**
Tiga bulan setelah kejadian sungmin oppa menyatakan perasaannya, aku semakin jauh dengan kyuhyun. Ia menjauhiku. entah mengapa. Dan aku semakin dekat dengan sungmin oppa. Mungkin gara gara sungmin oppa sekarang lebih suka menghabiskan waktunya dengan hyemi diapartemennya. Dan juga sungmin oppa sudah merestui hubungan hyemi dan donghae oppa.
Kabar terakhir yang kudengar dari kyuhyun adalah ia akan mengadakan konser dijepang bersama wookie oppa dan yesung oppa. Aku semakin jarang berkomunikasi karna jadwalnya yang sekarang sangat padat.
“kyu….” Kataku lirih. tak terasa air mataku mengalir, aku merindukan kehadirannya,hari hariku kosong tanpanya. “kau kenapa?” tanya hyemi yang sedang main diapartemenku. “kau mengapa menangis? Ada apa kau dengan kyu?” tanya hyemi “kau janji tak akan marah bila aku mengatakannya?” tanyaku padanya “ne…ceritakan saja. Barangkali aku bisa membantumu” kata hyemi “aku menyukai kyuhyu, sepertinya. Namun beberapa bulan yang lalu sungmin oppa menyatakan perasaannya padaku. aku takut hubungan sungmin oppa dan kyuhyun menjadi renggang karna ku” kataku “jadi…pilihlah….siapa yang lebih kau butuhkan? Walau itu bukan oppaku aku tak apa apa. mungkin untuk pertama akan sulit. Aku saja perjuangan sampai setahun lebih untuk direstui oleh oppaku”kata hyemi “aku menyukai kyuhyun….bukan menyukai….aku mencintainya” kataku “kejarlah dia…jangan sampai kau kehilangan dirinya” kata hyemi. Aku tersenyum dan segera menidurkan kepalaku dipundak hyemi.
--
Ting tong….
Kubuka pintu apartemenku, aku terkejut melihat siapa yang datang, sudah lama ia tak menemuiku, tak menjumpaiku dan tak menghubungkiku lagi. Rasanya aku ingin segera memeluknya. Namun tatapan matanya membuat niatku terurungkan. Ia menatapku tajam…dan dingin. “aku ingin kau melupakanku” kata kyuhyun. Sontak aku langsung pusing, keadaan disekelilingku sudah mulai pudar. Namun aku berusaha untuk tetap sadar “aku akan pergi kejepang dan melanjutkan sekolah disana, mungkin lebih baik kau melupakanku, maafkan aku. Seharusnya dari awal kita tak usah saling mengenal saja” kata kyuhyun “kyuhyunnie….” Kataku lirih, air mataku yang kubendung jatuuh kepipiku “percayalah…aku tak baik untukmu” kata kyu “selamat tinggal…” kata kyu dingin lalu meninggalkanku. ia berjalan meninggalkan semuanya, berjalan menuju keluar gedung dan lapangan parkir, aku langsung berlari mengikutinya. “ANDWAE!!!!!!!!!!JANGAN PERGI KYUUUU~~ AKU MENCINTAIMU!!!! SARANGHAE….KYUHYUNNIE….” teriakku kearahnya. Namun percuma, hanya jejak ban mobilnya saja yang tampak dijalanan, ia maupun mobilnya sudah melesat jauh entah kemana. Seketika pandanganku langsung gelap semuanya.
**
Ini yang menyakitkan…fakta keempat bahwa aku gadis yang pengecut yang tak bisa mengucapkan sepatah kata apapun ketika hal terpenting dalam hidupku pergi. Dan juga….ia menyuruhku melupakannya, hal yang tak mungkin bisa kulakukan.
**
Aku berjalan menuju tempat dimana biasa ada taksi yang terpakir disana. Bandara soekarno-hatta tampak sepi tidak seperti biasanya. Namun tidak ada satu pun taksi disana. 2 tahun sudah usai…pengalamanku disana sudah cukup. Sudah cukup hatiku kuberikan pada seseorang yang sudah tak bisa kulihat lagi. Bahkan mengatakan perasaanku saja aku tak mampu.
Fakta ke5? Perlukah aku menceritakannya?
Semenjak kejadian kyuhyun meninggalkanku, sungmin oppa jarang terlihat lagi, dan hyemi pun juga pindah, ia juga sudah mengumumkan hubungan resminya dengan donghae pada media pers. Kabar terakhir yang kudengar adalah hyemi tinggal dengan kedua orang tuanya dirumahnya sendiri. Aku tak lagi bertemu oleh super junior yang telah menghiasi hidupku dikorea, 3 bulan aku bertahan hidup sendiri. Terkadang ada kiriman makanan instan diapartemenku yang kupercaya itu dari hyemi. Dan akhirnya aku lulus juga. Aku langsung pulang karna sangat merindukan keluargaku. Tanpa mengucapkan sepatah apapun pada hyemi ataupuj member super junior. Aku langsung kabur begitu saja ke Indonesia. Aku pergi kebandara. 20 menit lagi keberangkatanku.
“JEHWA!!!” teriak sebuah suara yang sangat kukenal. Aku mencari sumber suara itu ditengah keramaian orang orang. Kulihat hyemi berdesak desakan dengan orang orang, dibelakangnya terlihat semua member super junior mengikutinya. “KAU JAHATTTT!!! Mengapa kau tak memberitahuku kau balik sekarang?” kata hyemi. Ia langsung memelukku dan menangis “jangan…jangan pergi…aku akan merindukanmu” katanya “aku juga….aku akan berkunjung kapan kapan” kataku, hyemi melepaskan pelukannya. “oppa….aku pamit dulu. Maaf bila ada salah. Aku akan berkunjung jika ada uang dan waktu. Terima kasih atas perhatian kalian semua. Hari hariku sangat menyenangkan dengan kehadiran kalian” kataku, tak terasa air mataku menangis. Kuperhatikan satu satu member super junior yang hadir, leeteuk oppa, heechul oppa, yesung oppa, sungmin oppa, shindong oppa, eunhyuk oppa, donghae oppa, siwon oppa dan ryeowook oppa. Tak kutemukan sosok kyuhyun. Mungkin kyuhyun benar benar sudah melupakanku “jaga dirim
u jehwa….jangan lupakan kami” kata leeteuk oppa “tak akan,kalian akan kukenang sepanjang hidupku” kataku. sungmin oppa maju kearahku dan langsung memelukku erat “ijinkan aku memelukmu untuk yang terakhir” katanya sedu. Aku membiarkannya memelukku. “kau harus menunggu kyuhyun juga…” kata sungmin. Lalu ia melepaskan pelukannya “aku tak akan menunggunya, ia sendiri yang meminta” kataku ‘pesawat Garuda Indonesia, tujuan Indonesia…dengan nomor 13+2SUJU3LF akan segera berangkat, bagi penumpang yang telah memiliki tiket dimohon segera menyiapkan diri’Suara resepsionis terdengar “aku pergi dulu….”kataku “hati hati…jangan lupa kirim kabar” kata sungmin oppa “ne…aku akan merindukan kalian, sampaikan salamku pada kyu jika ia kembali nanti” kataku. mereka melambaikan tangannya padaku dan aku membalas lambaian mereka. Aku masuk keruang keberangkatan dan masuk kepesawat, bersiap lepas landas.
12 jam kurasakan perjalanan dari korea menuju Indonesia… dan akhirnya aku bisa melihat monas dari kaca jendela pesawatku. Tanah airku…aku sudah sampai disini. Aku merindukan Indonesia dan tentu aku akan merindukan korea juga. Aku keluar dari pesawat begitu pesawat mendarat. Lalu Aku berjalan menuju tempat dimana biasa ada taksi yang terpakir disana. Bandara soekarno-hatta tampak sepi tidak seperti biasanya. Namun tidak ada satu pun taksi disana. Aku memesan taksi kepada menanggung jawab taksi yang ada dibandara. 5 menit aku menunggu lalu sebuah mobil sedan hitam BMW berhenti tepat didepanku. Aku tak mempedulikannya karna aku menanti taksi yang kupesan, lalu jendela mobil itu terbuka dan muncul wajah familier yang sangat kukenal, yang sudah lama tak kujumpai 3 bulan yang lalu. Ia tampak lebih dewasa. “kyu..kyuhyunnie….” kataku lirih seakan tak percaya kyuhyun benar benar diIndonesia. Ia tersenyum “aku menyusulmu dari Jepang” katanya. ia lalu keluar dari mobil dan langsung memelukku. “mianhae…aku terlalu menolak perasaanku padamu. Selama ini aku menyukaimu. Aku tak bisa hidup tanpamu dan juga…hari hariku terasa kosong tanpamu, aku terlalu egois menyuruh hyemi pindah agar kau tak terganggu oleh keberadaan kami lagi. Dan aku juga melarang sungmin hyung untuk menemuimu lagi. Mianhaeyo…aku terlalu egois. Aku tak mau kehilanganmu untuk kedua kalinya. Aku mencintaimu….Jehwa..” kata kyuhyun dipelukan “kau harus memanggilku Ica disini, bukan Jehwa lagi” kataku “aku tak peduli…baik kau ica maupun jehwa…aku mencintaimu” kata kyuhyun “saranghae” bisiknya ditelingaku. Aku mengeluarkan air mataku karna tak percaya ini benar benar kyuhyun yang ada dihadapanku “nado….nado saranghae kyuhyunnie” kataku. kyuhyun melepaskan pelukannya dan mencium keningku “kuantar kau pulang” kata kyuhyun sambil tersenyum
--
Sudah setahun aku berpacaran dengan kyuhyun, karna jadwal kyuhyun yang padat jadi aku hanya bisa berkomunikasi jauh dengannya melalui telpon, sms dan email. Dan hari ini aku kembali lagi kekorea, aku akan berlibur kekorea, sekaligus menjumpai teman temanku yang ada disana. Sudah lama sekali aku tak menjumpai mereka dan tentunya aku sangat merindukan mereka. Aku tiba di bandara korea dan aku langsung disambut oleh Kyuhyun. Ia langsung memelukku “aku merindukanmu…” kata kyuhyun “aku juga….kau tampak kurus” kataku setelah memperhatikan keadaan kyuhyun “aku rindu makan bersamamu lagi, aku juga bosan dengan masakan wookie hyung” kata kyu “aishhh kau ini” kataku. ia menuntunku kemobilnya “aku ingin menunjukkan sesuatu padamu” kata kyuhyun. Ia mengemudikan mobilnya kekampus yang dulu pernah jadi tempatku dan ia menganut ilmu. Kampus itu tampak sepi, mungkin karna bulan ini adalah liburan dikorea jadi kampus sepi, tak seperti biasanya yang tampak ramai. Hanya ada penjaga saja yang ada disana. ia membawaku ketaman belakang kampus dan aku menemukan kaca yang dulu biasa dibuat untuk menempel sejumlah pengumuman. Kaca itu tertutup oleh kain putih bersih. “tutup matamu….” Kata kyuhyun “mwo? Buat apa?” kataku “tutup saja matamu……………” kata kyuhyun. Aku tak bisa membantahnya dan segera menutup mataku “jangan mengintip…” pesannya. Aku hanya mengangguk menurutinya. “sekarang bukalah…” kata kyuhyun. Aku menbuka mataku dan menemuka mataku dan terkejut melihat apa yang ada disana.

“aku membuat ini khusus untukmu…” kata kyuhyun. Aku meneteskan air mataku karna sikapnya yang sangat mengejutkanku “kau tak suka?” katanya panic. Dengan segera aku menggeleng “aku sangat…sangat menyukainya kyu….ini hal terindah yang pernah kulihat” kataku “saranghae….” Bisiknya, lalu ia memelukku. “nado…nado saranghae” kataku dalam pelukannya
*THE END*
No Other - Donghae version
*Hyemi POV*
“TIDAAAAK!!!!SUDAH JAM ENAM!!!!” teriakku saat melihat jam diatas meja sebelah tempat tidurku. Aku langsung bangun dan melakukan ritual pagi hari. Mandi dang anti baju tentunya. Setelah melakukan ritual pagi, aku langsung keluar kamarku dan memakai sepatu. “kau tak sarapan dulu?” kata sungmin oppa, kakakku “tidak….oppa tak lihat apa aku sudah telat gini? Lagian kenapa oppa ga bangunin aku???” kataku kesal sambil tetap fokus terhadap sepatuku “lah? Kukira kau ingin bangun siang dihar…..” sungmin oppa tak melanjutkan kata katanya saat ia melihat aku melesat keluar rumah “OPPA AKU BERANGKAT!!!” teriakku sambil berlari menuju kesekolah. Sekolahku dekat dengan rumahku jadi aku hanya berjalan kaki menuju sekolah, tidak perlu repot repot membawa mobil ataupun diantar oleh supir. Aku melewati rumah Kim Ryeowook yang biasa kupanggil wookie oppa, tetangga sekaligus sahabat dan seniorku disekolah. Biasanya kami selalu berangkat bareng. Karena kami dekat, dan selalu bersama lama kelamaan aku jadi menyukainya. Namun sepertinya ia tak tertarik padaku dan hanya menganggapku sebagai sahabatnya walaupun aku tak mengungkapkan perasaanku padanya. Lagipula Wookie punya trauma berpacaran saat smp dulu. Ia dikejar kejar oleh seorang gadis. Dan ia menerimanya. Gadis itu memperlakukan wookie secara berlebihan, terlalu memperhatikan wookie lebih tepatnya. Sampai wookie tak tahan dengannya dan memintanya putus. Gadis itu lalu pergi ke amerika, pergi menyusul kakaknya yang berada disana karna ia terlalu sakit hati dengan wookie. Kulihat rumah wookie, sepertinya ia sudah berangkat duluan. Maka kuputuskan untuk tetap berlari melewati rumahnya dan menuju kesekolah. Saat sampai disekolah, aku hanya menatap sekolah bingung…..sepi sekali….kulirik jam tangan yang tadi berhasil kupakai dengan asal asalan ditanganku. Sudah jam 7 lewat 2 menit. Seharusnya aku terlambat. Tetapi mengapa sekolah malah sepi begini?
“YA!! hyemi-ah…ngapain kau sekolah dihari libur ini? kau kerajinan sekali” kata Sungmin oppa yang sepertinya dari tadi mengejarku untuk mengatakan hal ini. “Mwo? Sekarang libur? Sekarang kan masih hari rabu” kataku bingung “babo sekali kau…hari ini semua guru sekorea sedang menghadiri rapat bersama. Maka itu semua sekolah dikorea diliburkan. Mana mungkin aku masih santai santai saja didapur saat hari sekolah? pasti aku sudah membangunkanmu jika sekarang sekolah” jelas sungmin oppa. Aku hanya memejamkan mataku sambil menepuk pelan dahiku “aku lupa….ah oppa tidak memberitahuku sih” kataku “kau tadi mau kuberitahu eh malah sudah berangkat” kata sungmin oppa. “ayo pulang….aku malu disini bersamamu yang memakai seragam. Orang orang memerhatikan kita tau” kata sungmin oppa. Aku melihat keadaan disekitarku. Memang benar, banyak orang orang yang menatapku dengan bingung. Sejak kapan aku jadi rajin datang kesekolah? Biasanya aku memohon mohon agar tidak masuk sekolah dengan alasan sakit. Atau aku biasanya berpura pura sakit untuk tak masuk sekolah. aku langsung pulang bersama sungmin oppa.
“pagi hyemi-ah…pagi hyung. Tumben hyemi rajin kesekolah” sapa wookie oppa ketika aku dan sungmin oppa melewati rumahnya, ia sedang menyiram tanaman didepan rumahnya “aku sedang kerasukan oppa. Maka itu aku rajin” kataku “dia lupa sekarang hari libur” kata sungmin oppa singkat. Seketika wookie oppa tertawa karna mendengar alasanku mengapa aku memakai seragam “terus aja teruuuus. Oppa senang melihatku malu seperti ini?” kataku kesal sambil menatap tajam kearah wookie oppa “hahaha abisnya alasanmu itu konyol sekali. Seumur hidup selama aku mengenalmu aku baru melihatmu sekali ini kau lebih rajin daripada sungmin hyung” kata wookie “ah oppa!!! Sudahlah tak usah dibahas lagi” kataku kesal lalu langsung berlari menuju rumahku.
**
Pagi ini aku bangun jam 5 pagi. Kucek lagi catatanku, memastikan hari ini bukan hari libur. Aku tak mau kejadian memalukan seperti kemarin terulang kembali. Setelah pasti bahwa hari ini masuk sekolah, aku langsung melakukan ritual pagi. Lalu aku keluar kamarku dan bergabung dengan sungmin oppa yang sedang sarapan. Kami hanya tinggal berdua saja dirumah ini. Orang tua kami bekerja diluar negeri, sedangkan aku dan sungmin oppa memutuskan untuk tetap dikorea, melanjutkan pendidikan dinegera ini. “tumben kau bangun pagi” kata sungmin oppa “aku juga bisa bangun tanpa dibangunkan oleh oppa tuh” sahutku seraya memakan roti bakar selai coklat. “oppa, aku nanti pulang telat. Aku akan membuat mading sekolah. ketua organisasi siswa sudah memarahiku karna mading disekolah beritanya sudah kadaluarsa” kataku “lagian kau sih….siapa suruh jadi orang males” kata sungmin oppa “bukan malas, oppa. Aku sedang tidak mood saja mengerjakannya. Lagipula anggota mading sekolah tidak mau membantuku. Jadi yang kena getah ya aku” kataku “siapa suruh jadi ketua mading”kata sungmin “aku ditunjuk oleh donghae sendiri tau. Jika aku tak ditunjuk oleh ketua organisasi siswa sialan itu, aku juga tak akan mau jadi ketua mading” kataku. aku sudah selesai sarapan dan membawa piring dan gelas bekas susu ketempat cuci piring. Aku mencucinya, setelah itu aku langsung memakai sepatuku “oppa…aku berangkat” kataku pada sungmin oppa “ne…hati hati dijalan” kata sungmin oppa. Aku langsung keluar rumah dan berangkat. Kulihat wookie oppa sedang bersandar dipagar depan rumahku. “pagi hyemi…” sapa wookie oppa “pagi oppa…ayok berangkat” kataku. kamipun langsung berangkat bersama. Ya, wookie sudah kelas 3 sedangkan aku baru kelas 2. Padahal aku dan wookie oppa lahir ditahun yang sama, hanya beda beberapa bulan saja. Namun karna ia pintar jadi ia ‘loncat kelas’. ia sekarang menjadi seniorku, maka itu aku memanggilnya oppa, untuk menghormatinya. Sebenarnya jika kupanggil tanpa sebutan oppa saja ia tak akan marah. Namun aku merasa aneh jika tak memanggilnya dengan sebutan oppa.
“oppa…nanti pulang sekolah sepertinya kita tak bisa bareng” kataku “wae? Padahal aku ingin mengajakmu ketaman, katanya ada kedai eskrim yang baru buka disana” kata wookie “aku mau mengerjakan mading, donghae sunbae sudah memarahiku karna topic mading sekolah kita sudah kadaluarsa” kataku. ya, donghae sunbae adalah kepala organisasi siswa disekolah ini. ia sekelas dengan wookie. Sikapnya dingin dan cuek serta tak menghargai perasaan orang lain, namun ia sangat cekatan. Banyak gadis yang mengincarnya namun sampai saat ini ia belum memiliki kekasih. Aku yakin karna sikapnya itulah banyak gadis yang sudah tergila gila padanya jadi mengurungkan niatnya untuk menjadi kekasihnya, yang kutau, donghae sunbae, kyuhyun sunbae dan wookie adalah sahabat. Aku pernah satu meja dengan mereka saat istirahat. Hanya 2 kata yang diucapkan donghae sunbae padaku, “nugu?” sambil menunjuk padaku, menanyakan siapa diriku dan “oh..” tanda ia mengerti. “aku kan bisa bilang dengan donghae agar ia memperpanjang waktu pembuatan mading” kata wookie “ah tak usah oppa…aku saja yg terlalui malas jadi mengabaikan tugasku” kataku “aku akan membantumu….tenang saja” kata wookie “tak usah…merepotkan” kataku sungkan “tidak apa apa. aku tak merasa direpotkan kok” kata wookie “gomawo oppa…” kataku sambil tersenyum
**
Sepulang sekolah aku langsung berlari menuju ruang organisasi siswa, kupegang karton berwarna putih ditanganku sambil berlari. Sesampainya diruangan organisasi, aku langsung membuka laptopku dan mencari berita baru melalui internet. “Hyemi…kau sudah datang?” kata wookie didepan pintu. Aku hanya mengangguk menjawabnya. Lalu wookie masuk dan membantuku menulis berita yang tertera di Internet. Benar dugaanku, hanya aku saja anggota mading yang bertugas. Yang lainnya tidak ada yg membantuku. Hanya wookie oppa lah yang membantuku, padahal ia masuk kedalam klub vokal. Inilah nasib menjadi ketua klub paling terabaikan disekolah “donghae memang kejam!!! Aku harus memberitahunya agar ia menegur anggota klubmu, agar anggotamu bisa membantumu disaat ada tugas lagi” kata wookie dengan kesal “andwae…nanti aku yang dimarahi oleh donghae sunbae. Aku nanti dibilang ketua tak becus yang tak bisa mengatur anak buahnya” kataku “tapi sekali kali mereka harus diberi pelajaran. Jika seperti ini terus, bebanmu akan semakin banyak” kata wookie “biarkan saja. Inilah nasib seorang ketua klub paling terabaikan disekolah” kataku sambil tersenyum. Setelah 1 setengah jam sibuk membuat mading, akhirnya mading selesai juga. “HORE!!!!AKHIRNYA SELESAI JUGA!!!” teriakku saking girangnya. Wookie hanya tersenyum melihat tingkahku yang seperti anak kecil
Cklek...
Mataku seperti akan keluar saat melihatnya, jantungku berdebar kencang. Suhu badanku langsung berubah drastis. Entah mengapa inilah reaksi tubuhku saat aku melihatnya. Memang agak berlebihan, tapi aku tak tau mengapa reaksiku seperti ini
“kalian…kenapa berduaan disini?” kata donghae dingin. Ia menatapku tajam. Aku langsung menunduk, terlalu takut melihat wajahnya yang sepertinya sedang dirasuki oleh sesosok iblis. Tapi jantungku berdetak dengan kencang sekali “oh kau…aku hanya membantu hyemi mengerjakan madingnya” jawab wookie santai “buat apa kau membantunya? Ia punya anggota mading sendiri” kata donghae singkat….dan dingin. “YA!!! donghae…apa kau tak tau? Anggota klub mading sangat tak peduli. Kau harus menegurnya. Jangan kau salahkan hyemi terus hanya gara gara ia ketuanya” kata wookie. Ya, donghae sering kekelasku, memarahiku karna aku selalu terlambat menyetor mading. Dalam 2minggu harus ada mading baru yang tertempel dipapan pengumuman siswa. “mana madingnya?” kata donghae dengan dingin, mengalihkan pembicaraan. Donghae lalu melangkah masuk dan mengambil mading yang baru saja kami selesaikan. Lalu ia pergi keluar. Aku hanya menunduk. Sudah kuduga donghae akan begini. Ia tak peduli pada penderitaanku menjadi klub tersial. Dalam hati kukutuk sungmin oppa yang dulu menyuruhku masuk klub mading karna mengasyikan. Mengasyikan apa? ada juga menyengsarakan.
“sudahlah…donghae memang begitu. Ayok kita kekedai eskrim. Agar suasana hatimu tenang” kata wookie. Aku menurut saja dan langsung ketaman kota, membeli eskrim yang terkenal enak itu…..
**
Aku berjalan dikoridor sekolah dengan wookie. Sekolah masih sepi. Entah mengapa aku teringat pada perkataan Jera, teman sekelasku yang menanyakan apakah aku dan wookie mempunyai hubungan khusus? Apakah kami sepasang kekasih? Hahaha pertanyaan bodoh apa itu. aku memang menyukainya namun aku lebih suka menganggapnya menjadi oppaku. Walau kadang aku ingin ia berada disisiku sebagai kekasihku.
“wookie-ah?” panggil sseorang dari belakang, reflek kami berdua langsung menengok kebelakang, lalu wookie disambut oleh pelukan seorang gadis yang tak kukenal “ahhhh wookie….akhirnya aku menemukanmu” katanya sambil terus memeluk wookie “omo~~~kau siapa?” kata wookie sambil terus berusaha melepaskan pelukan gadis itu. untung sekolah masih sepi…gadis itu melepaskan pelukannya. “LUNA????” teriak wookie. Ia shock saat melihat gadis yang memeluknya tadi. Gadis bernama luna itu mengangguk sambil tersenyum kegirangan. “aku mulai hari ini bersekolah disini….untuk menjalin hubungan kita yang dulu terputus” kata luna penih harap “aku sangat merindukanmu, wookie-ah. Selama diamerika tak seharipun aku tak memikirkanmu, bayangan wajahmu selalu ada dalam pikiranku” kata luna “APA APAAN KAU INI? hubungan kita sudah berakhir!!!pergilah….lupakan masa lalu. Itu sudah terjadi….buat apa kau mau mengulangnya?!?! Lagipula aku tak pernah tulus mencintaimu!!!” kata wookie murka, sepertinya ia sangat kesal dengan luna. “aku duluan, wookie oppa…” kataku sambil berjalan kekelasku. Aku tak mau terlibat dengan masalah mereka berdua. Biarkan mereka saja yang menyelesaikannya sendiri….
**
Aku berjalan menuju ruang organisasi. Aku akan membuat mading lagi, memajanng pengumuman lomba yang akan diadakan oleh sekolah. dan sialnya aku kebagian tugas membuat pengumuman tersebut. “kau….tak bawa karton?” tanya seseorang dibelakangku. Aku langsung menengok dan melihat donghae sunbae dibelakangku “ah iya!!!aku lupa!!!” kataku sambil menepuk pelan dahiku. “mau kutemani beli?” tawar donghae sunbae dengan dingin “ah….tak apa? nanti merepotkanmu lagi sunbae..” kataku “tidak. Ini juga demi sekolah dan demi klub mading, aku tak mau klub mading dibubarkan oleh sekolah” kata donghae sunbae “mwo???kata siapa klub mading mau dibubarkan?” kataku kaget “kepala sekolah sendiri yang bilang. Ia menganggap klub mading tidaklah penting dan akan diambil alih oleh klub seni” jelas donghae sunbae. Aku hanya menurut dan keluar membeli karton dengan donghae sunbae. Kami masuk kesupermarket dan kulihat donghae sunbae langsung memilih milih karton dan alat lain untuk digunakan saat nanti membuat pengumuman. Aku masa bodoh dengannya. Entah mengapa walau aku sangat malas ikut kegiatan mading namun aku tak rela jika klub mading dibubarkan. Ahhh!!!ada apa denganku? Mengapa sekarang aku sangat mengkhawatirkan klub? Padahal aku tak memperhatikan klub sama sekali. Entah mengapa aku sangat kesal, dan yang lebih menyebalkan lagi aku tak diberitahu oleh kepala sekolah langsung, melainkan dari donghae sunbae.
“hey…yang ini bagaimana?” kata donghae sunbae memecahkan lamunanku. “hey…mengapa kau menangis?” kata donghae sunbae begitu melihat wajahku. aku langsung menyeka air mataku yang keluar tanpa kusadari. Ia lalu mengeluarkan sapu tangannya dan mengelap air mataku. “jangan menangis..” katanya singkat “sunbae…”kataku lirih “panggil aku oppa saja” kata donghae sunbae “kita dilihat banyak orang” kata donghae oppa. Aku langsung berhenti menangis “mianhae oppa…jeongmal mianhae” kataku karna telah ikut mempermalukan donghae oppa disupermarket. Setelah memilih bahan keperluan, aku dan donghae oppa langsung membayar dikasir. “gomawo oppa…sudah menemaniku kali ini” kataku saat dimobil donghae “bukan apa apa” kata donghae oppa dingin. Ia mengemudikan mobilnya menuju kesekolah. Ia memarkir mobil didalam sekolah karena sekolah sudah usai jadi bisa bebas. Lalu kami berjalan menuju ruang organisasi. Ia terus melihatku yang sibuk membuat mading tanpa sesekalipun membantuku. Walau ketika aku membutuhkan sesuatu, seperti gunting, ia langsung siap mengambilkannya. Entah mengapa hari ini ia sangat hangat padaku. dan aku merasa nyaman bersamanya hari ini. tapi aku terus memikirkan wookie oppa, baru kali ini ia tak membantuku dan anehnya orang yang biasanya dingin dan cuek padakulah yang membantuku kali ini. bahkan anggota klubku sangat tak peduli padaku.
“kau lapar? Kau sakit?” tanya donghae oppa “ha? Tidak. Aku baik baik saja oppa” kataku “wajahmu pucat sekali. Kau yakin kau tak apa?” kata donghae oppa. “benar oppa, aku tak apa” kataku. “sebaiknya kau pulang. Biar dilanjutkan besok saja” kata donghae “gwenchana oppa. Aku akan menyelesaikannya” kataku “AYO PULANG!!!” kata donghae oppa, tiba tiba nadanya meninggi entah mengapa, mungkin ia kesal terhadapku. Aku hanya menurut dan membereskan perlengkapan madingku, menaruhnya di tas plastic dan membawanya pulang. “taruh disini saja” kata donghae “ah…tapi kalau hilang?” kataku “tak perlu khawatir, aku kan yang membawa kunci ruangan ini” kata donghae. Lalu kami meninggalkan sekolah, aku berjalan kaki kepulang kerumah. Tiba tiba mobil donghae oppa berhenti disampingku. “ayo masuk” kata donghae oppa melalui kaca jendela mobilnya “untuk apa? rumahku dekat dan..” donghae langsung memotongnya “tak baik seorang gadis pulang sendiri” kata donghae “aku sudah biasa kok, jadi tak usah repot repot” kata ku lalu meninggalkan donghae dan langsung berjalan kerumah. Dan kurasa donghae oppa sudah tak mengikutiku lagi sampai aku tiba dirumah
**
“aku pulaaaang” kataku pada sungmin oppa yang biasanya sudah pulang kuliah duluan. “hyemi-ah, tadi wookie mencarimu” kata sungmin oppa dari arah dapur “ne, nanti kutelpon dia” kataku sambil melepaskan sepatuku “kau tumben tak bareng wookie, sudah punya kekasih ya?” tanya sungmin oppa seraya menghampiriku “mwo? Jangan bercanda oppa” kataku “hahaha habisnya sepertinya tadi wookie mencarimu seperti orang kehilangan sesuatu saja. Kau jadian saja dengan wookie, sepertinya dia menyukaimu” kata sungmin oppa. Deg! Entah mengapa jantungku langsung berdetak keras saat sungmin oppa mengatakannya “ah oppa ngomong apa sih….kami hanya sahabatan, tak lebih tak kurang” kataku mengelak dari perkataan sungmin oppa “haha yasudah, sana mandi…dan makan. Setelah itu kau beistirahatlah” kata sungmin oppa. Aku menuruti perkataan oppa kesayanganku ini dan segera mandi. Setelah itu makan dan langsung tidur karna lelah sekali, ditambah lagi urusan klub yang akan dibubarkan, aku semakin pusing saja…
**
Aku berjalan menelusuri koridor sekolah, tumben wookie tak mau berangkat bareng lagi denganku, ia sudah berangkat duluan, tanpa menungguku. Langkahku terhenti saat melihat wookie dan teman lamanya yang bernama Luna itu berdiri didepan koridor, agak jauh dari tempatku berada. Sepertinya mereka tak menyadari kehadiranku.
“kumohon….aku tak akan terlalu sensitive lagi denganmu, namun kumohon terimalah aku kembali, wookie-ah” pinta luna dengan nada penuh harap “aku sudah melupakan kisah kita dulu. Lagipula dulu kita masih SMP, aku tak terlalu menganggapmu serius” kata wookie “apa karna dia? Karna gadis kecil sahabatmu yang selalu ada dekatmu itu? seharusnya kau sadar dia sudah ada yang punya!!!” kata luna. Siapa yang dimaksud luna? Aku? Tak mungkin…aku masih single kok. “aku yakin Hyemi tak mungkin tak menceritakannya padaku. aku akan mendapatkan jawaban yang jelas” kata wookie dingin “penjelasan katamu? Setelah kemarin kau dan aku terang terangan melihat gadis itu bersama laki laki lain disupermarket? Gadis murahan seperti dia buat apa kau harapkan, ia hanya gadis yang gampangan dirayu oleh lelaki hidung belang dan juga apa kurang jelas bahwa mereka mempunyai hubungan khusus dan….” Perkataan luna terputus karna aku langsung datang dan….
PLAKKKK!!!
Aku menamparnya. ia sudah keterlaluan. “apa kau bilang?! Murahan?! Gampangan?! Seharusnya kau sadar diri bahwa sebenarnya siapa yang murahan?! Terlalu mengejar ngejar cowok….kalau ditolak ya ditolak saja jangan memaksanya!!!!” kataku dengan emosi yang meluap luap, aku memandangnya dengan penuh amarah, kesal akan kelakuannya yang seenaknya saja mengejekku murahan. Lagipula donghae oppa juga bukan laki laki hidung belang seperti apa yang dikatakannya. Jika tak ada dia, mungkin aku hanya pasrah ketika klub mading dibubarkan secara mendadak. Dan juga donghae oppa sangat memerhatikan dan membantuku kemarin. Air mataku jatuh begitu saja saking marahnya. “OPPA!!! BILANG PADA TEMANMU, JAGA UCAPANNYA. JANGAN SEENAKNYA SAJA IA BICARA…” kataku dengan nada kesal sekaligus memendam amarah didalamnya. Lalu aku meninggalkan mereka berdua dan langsung berlari menuju kelasku. Kulempar tasku di mejaku sesampai dikelas dan menangis sejadi jadinya. Aku terlalu sakit hati dengan perkataan Luna tadi, temanku Jehwa dan Jera melihatku heran kenapa aku datang datang menangis. “kau kenapa?” tanya jehwa “omona!!! Kau ini pagi pagi sudah nangis saja” tambah jera. Aku hanya terdiam, terlalu kesal dengan apa yang terjadi dikoridor tadi, baru 2hari ia disini dan ia sudah mengataiku murahan dan gampangan. Kasian donghae oppa, ia juga diejek karna kemarin menemaniku. Aku menangis sejadi jadinya. “sudahlah kau ke UKS saja. Tak mungkin kau mengikuti pelajaran hari ini dengan keadaan yang kacau seperti ini” kata jehwa. Aku menggeleng cepat “tak ada yang menemaniku…” kataku lemah. “aku bisa menemanimu” kata jera dengan semangat. Lalu ia menuntunku menuju keruang UKS.
**
“jinjja? Ah kenapa wookie sunbae diam saja?” kata jera terkejut saat kuceritakan kejadian yang membuatku kacau pagi ini. “ne…ia diam saja. Sepertinya ia masih menyukai gadis itu” kata ku “kau menyukai wookie sunbae ya?” tanya jera “aniyo…aku hanya heran mengapa wookie sikapnya langsung berubah saat ada Luna. Dan kurasa ia masih mencintainya” kataku “oh begitu…kau perlu bicara dengan wookie sunbae kalau begitu, agar semuanya jelas” kata jera “ah percuma saja, si Luna akan selalu mengikuti wookie oppa dimana pun ia berada” kataku. setelah merasa agak baikan, kami kembali kekelas. Tanpa diduga, aku bertemu Luna didepan ruang UKS. Ia menghentikan langkahku dan Jera. Ia menatapku sengit “kau….gadis tak tau diri….jangan dekati wookie lagi. Ia milikku” kata Luna. Cih, walau Luna adalah seniorku, aku terlalu jijik memanggilnya dengan sebutan onnie. “itu bukan hakmu” kataku dingin. “YA!!! GARA GARA KAU HUBUNGAN LUNA DAN WOOKIE MENJADI BERANTAKAN” kata teman Luna, kalau tidak salah ia bernama Dongseok “hey kau….ini masalah hanya antara Luna dan Hyemi. Jangan ikut campur!!!” kata jera ikut membelaku. Luna masih menatapku sengit, matanya disipitkan menandakan ia sangat muak terhadapku. “kau…jangan panggil aku gadis tak tau diri. Karna yang tau akan diriku sendiri hanya aku, bukan kau” kataku mengancam Luna.
PLAAAKKKK!!!
Luna menamparku dengan keras, lebih keras dari tamparanku terhadapnya tadi pagi “kukatakan sekali lagi, Wookie adalah milikku” kata Luna “hanya wookie oppalah yang berhak menentukan” kataku, sambil menahan rasa sakit dan darah yang keluar dari sela sela mulutku karna tamparannya yang dahsyat itu. ia mengangkat tangannya, ingin menamparku. Aku menatapnya dengan garang, menandakan aku tak takut padanya.
“jangan main kasar disini” kata seseorang dengan dingin dari belakangku. Aku langsung melihat siapa orang yang ada dibelakangku dan menemukan sosok Donghae oppa. Luna langsung kalang kabut meliat kehadiran Donghae oppa. “YA!!!DONGHAE!!! gadis itu merebut wookie dari Luna” tuduh Dongseok sambil menunjukku. “urus tuh gadismu itu…bilang padanya jangan ganggu wookie lagi!!!” ancam luna. “memangnya kau sudah resmi dengan wookie? Wookie juga kuyakin tak mau menerima gadis sepertimu, yang hanya main tuduh dan kasar saja. Apa salah Hyemi? Wajar ia dekat dengan wookie, ia sahabatnya, dan juga tetangganya. Wookie juga dekat dengan kakaknya, jadi wajar wookie mencemaskannya jika ada sesuatu yg terjadi terhadapnya. Karna ia tau kakaknya sangat menghandalkan wookie untuk menjada hyemi” kata donghae oppa panjang lebar membelaku. Jera yang daritadi diam saja mulai angkat bicara “lagipula kau menghinanya terlalu dalam” kata Jera yang langsung ditujukkan pada Luna. Luna yang dikeroyok oleh donghae oppa dan jera langsung pergi begitu saja bersama dongseok. Sedangkan aku langsung terduduk dilantai karna lemas. Darahku masih mengalir dari ujung mulutku. “hyemi…gwencahana?” kata jera. Aku hanya mengangguk lemah. Tanpa aba aba donghae oppa langsung menggendongku, membawa aku masuk kembali keruang UKS. “Jera…kau kekelas saja. Biar aku yang menemaninya” kata donghae oppa “ne…” kata jera cepat dan ia langsung berlari kekelas. Aku yakin ia akan memberitahu kejadian ini pada jehwa dan Zhoumi, neomjachingu-nya. “hyemi gwenchana?” tanya donghae “ne…gwenchana…”kataku lemah. “Hyemi!!!kau baik baik saja?” kata jehwa dipintu Uks. Nafas jehwa terengah engah dan aku yakin ia berlari menuju kemari. Kulihat Kyuhyun sunbae, neomjachingu Jehwa berada dibelakangnya. Aku hanya mengangguk menjawab pertanyaan jehwa. “wookie tak menjengukmu?” kata kyuhyun sunbae. Aku menggeleng, donghae oppa langsung menatap kyu sunbae tajam, sepertinya donghae oppa menyuruh agar kyu sunbae tak membahas wookie dihadapanku. Kyu sunbae mengangguk dan duduk disamping jehwa. “istirahatlah dulu…kau masih shock karna kejadian tadi” kata donghae oppa “ne…gomawo oppa” kataku sambil berusaha memejamkan mataku. Berusaha untuk beristirahat.
**
Sudah 3bulan aku dan wookie oppa tak bertemu. Akupun tak tau ia dimana, tapi Luna terus saja menerorku dan mengancamku untuk menjauh dari wookie. Aku hanya bisa menghindar dari kejaran Luna, aku tak mau sampai menamparnya 2 kali karna masalah ini. dan aku semakin rajin membuat mading, kebanyakan berisi tentang ilmu sejarah dunia dan pengetahuan umum. Dan kini yang membantuku membuat mading tak hanya Donghae oppa saja, ada Kyu sunbae dan Jehwa serta Jera dan zhoumi. Pekerjaanku jadi cepat selesai karna bantuan mereka. Dan juga mading sekolah menjadi lebih kreatif dari sebelumnya, oleh karena itu sekolah tak jadi membubarkan klub mading, itu juga karena donghae oppa yang membantuku berbicara kepada kepala sekolah untuk tak membubarkan klub.aku tak mendengar kabar tentang wookie lagi, Kabar terakhir tentang wookie oppa yang kudengar adalah ia mengikuti lomba menyanyi tingkat nasional mewakili sekolah, Luna juga ikut. Aku tau mereka mempunyai suara yang tak perlu diragukan lagi. Bahkan yang kudengar dari desas desus siswa siswi sekolah ini, mereka sudah jadian. Walau aku tak tau apa itu benar atau tidak. Aku tak mau menyinggung soal wookie oppa lagi. Cukup aku saja yang memikirkannya dalam pikiranku. Hari hariku seakan kosong tanpanya. Namun apa boleh buat lagi…aku hanya gadis tak berharga yang hanya menyusahkan hidup wookie oppa saja.
“kau mau ketaman tidak?” kata donghae oppa sepulang sekolah “traktir ya” kataku jahil “baik” katanya singkat. Entah mengapa sikap donghae oppa menjadi hangat terhadapku. Ia sering mengajakku kesupermarket atu toko buku sepulang sekolah. bahkan minggu lalu kami pergi ketoko game untuk membelikan kyu sunbae sebuah game yang sangat ia inginkan, berhubung minggu lalu adalah hari peringatan 1 tahun hubungannya pada jehwa, jadi kami membelikannya sebagai hadiah.
Aku menaiki mobil donghae oppa dan ia melajukan mobilnya kearah taman. Aku keluar dari mobil saat tiba ditaman dan langsung berlari lari ria seakan masa kecilku kurang bahagia “aaah~~ sudah lama aku tak kesini” teriakku riang. Donghae hanya berjalan pelan menuju kearahku sambil tersenyum melihat tingkahku yang konyol ini. “kau senang?” tanyanya “ehem~” kataku sambil menuju berlari kecil menuju kearah bangku taman yang diduduki donghae oppa “oppa…kukira dulu kau galak” kataku “aku tak segalak dengan apa yang kau pikirkan” jawab donghae oppa “kau mau eskrim tidak? Kita kekedai eskrim disana yuuuk” kata donghae oppa seraya menunjuk sebuah kedai yang tak asing olehku. Ya, aku pernah kesana. Bersama orang yang sangat kurindukan sekarang, dulu ia mengajakku saat kedai itu baru buka. Aku mengangguk sambil tersenyum, mencoba menyembunyikan perasaan galauku dihadapan donghae oppa. Lalu kami berjalan menuju kedai itu. lonceng dipintu berbunyi begitu saja saat kami masuk. Kami duduk didekat kaca agar bisa melihat keadaan sekitar taman. Aku memesan eskrim vanilla + coklat sedangkan donghae oppa hanya memesan rasa vanilla. “aku selalu ingin kesini…dengan seseorang” kata donghae oppa. Aku mengangkat salah satu alisku, menandakan aku tak mengerti sama sekali ucapannya “aku selalu kesini seorang diri. Dulu aku percaya bahwa setiap aku datang kesini, pasti tak ada yang menemaniku. Namun aku salah, sekarang kau menemaniku kesini. Kau memecahkan pemikiranku dulu” kata donghae oppa “aku tak terlalu suka bicara….aku takut orang lain akan mengetahuiku lebih dalam. aku hanya ingin menutup jati diriku. Lagipula banyak yang tak peduli padaku” kata donghae oppa. “orang tuaku selalu bekerja, ia tak memedulikanku, mereka hanya mengirimkanku uang dan mereka anggap aku sudah puas akan hal itu. semenjak kecil aku tak pernah berkumpul dengan keluargaku. Mereka sibuk. Kadang aku kesepian karna aku tak punya saudara. Hanya paman yang dari dulu merawatku saja yang dekat denganku. Namun sekarang ia sudah tiada” tambah donghae. Aku terlarut akan ceritanya. “jangan….jangan sedih” kataku. ia menundukkan kepalanya. Aku tak bisa melihat wajahnya. Cukup lama ia tak memandangku, sedangkan aku terus memandangnya, kelewat penasaran. Ia mengangkat wajahnya sambil tersenyum. Namun senyumnya seakan terpaksa, tidak alami “jangan paksakan dirimu untuk tersenyum” kataku. ia langsung terdiam…. Menatapku heran. Aku mengalihkan pandanganku. Mencoba menghindar dari tatapan yang selalu berhasil meluluhkan hatiku. Secara tak sengaja aku menangkap sosok yang sangat kukenal, ya….itu mereka. Ia berbincang akrab dengan gadis itu. apa benar yang dikatakan anak anak? Bahwa mereka sudah jadian? Walau aku biasa saja, tak merasakan pedih dihatiku namun air mataku ingin jatuh melihat mereka. Ia sudah lupa denganku…dengan sahabatnya sendiri. Bahkan menemuiku saja tak pernah lagi sekarang. aku menatap donghae yang kuabaikan tadi. Sekarang ia menatap arah pandanganku. Ia menatap penuh amarah terhadap sesosok orang yang telah asing dalam hidupku itu. ia beranjak dari duduknya dan menghampiri wookie oppa. Ya, orang yang daritadi kuamati. Wookie terlihat sangat terkejut akan kedatangan donghae, sedangkan Luna hanyalah diam menatap wookie. “kau….kenapa kau kema…” kata kata wookie terputus saat donghae memukul wajahnya “ini untukmu…pelajaran bagimu karna telah menyakiti perasaan seseorang” kata donghae geram. Lalu ia kembali kemeja dan menarikku keluar dari kedai itu. dilemparnya sembarang uang dikasir untuk membayar eskrim yang masih belum tersaji dimeja kami.
“aku akan mengantarmu pulang…” kata donghae oppa sambil menarikku dan menyuruhku masuk kemobilnya. Aku hanya menurut saja. Ia mengemudikan mobilnya dengan sinting, seperti orang kesetanan. “mianhae….mianhae telah memukul wookie tadi. Aku sangat tak tahan untuk menghajarnya. Ia sudah membuat perasaanmu sakit dan…” aku segera memotong pembicaraan donghae yang penuh nada penyesalan itu “gomawo oppa…oppa sudah membalaskannya untukku” kataku sambil tersenyum. Jujur, aku memang merindukan wookie namun aku muak melihat wajahnya. “aku tak tahan melihatnya jadian dengan gadis itu. padahal gadis itu jelas jelas telah merusak persahabatan kalian”kata donghae oppa seraya menyetir mobilnya “biarkan saja….mungkin mereka memang jodoh. Aku tak bisa berbuat apa apa lagi” kataku pasrah “kau menyukai wookie bukan?” kata donghae tiba tiba. Aku terkejut. Entah mengapa aku biasa saja, padahal jika aku ditanya apa hubungan ku dengan wookie, jantungku langsung berdetak kencang “dulu…” kataku singkat. Donghae diam saja mendengar jawabanku. Kami sampai dirumahku dan aku segera turun “gomawo untuk hari ini, oppa…” kataku sambil tersenyum. Donghae membalas senyumku “tak masalah” katanya, lalu ia langsung pergi. Aku masuk kerumahku. Sepi….ya, sungmin oppa sedang berada diluar negeri, mengurus surat kepindahannya kesana…..
**
‘Neo gateun saram tto eopseo juwireul dureobwado geujeo georeohdeongeol eodiseo channi.. Neo gatchi joheun saram neo gatchi joheun saram neo gatchi joheun ma eum neo gatchi joheun seonmul’
Kuangkat ponselku yang terletak dimeja sebelah kasurku. Lagu No Other menandakan ada panggilan yang masuk diponselku. “yoboseyo…” kataku menyapa “hyemi-ah?” kata seseorang dari seberang “mianhae. Nugu?” kataku tak konsentrasi. Aku tau ini hari libur namun mengapa ada orang yang tega mengganggu jadwal tidurku sih? Ini masih pagi tau!!! “ah aku wookie” katanya. mataku yang tadinya mengantuk langsung menjadi segar saat mendengar namanya “mwo? Ehm ada apa?” kataku canggung “apa kabar?” katanya “baik, kau?” kataku datar “aku juga…mianhae aku tak tau kemarin kau ada dikedai” kata wookie “tak apa. aku yang mengganggu acaramu dengan luna” kataku “aku tak tau ada kau dan donghae. Aku juga minta maaf sudah menyakitimu. Gara gara aku kau jadi banyak masalah dan hampir seluruh anak kelas 3 jadi membencimu. Aku tau ini salahku” katanya dengan nada menyesal “tak apa….bukan seluruhnya salahmu” kataku “kalau saja aku menerima Luna lebih awal, pasti ia tak akan mengganggumu dan menyebar luaskan kejelekanmu disekolah” kata wookie “aku tau ini salah….namun aku….sebenarnya….aku mencintaimu Hyemi-ah” kata wookie. Sontak aku kaget dan hampir saja ponsel yang kugenggam jatuh. “jangan bercanda” kataku “sungguh…aku serius” kata wookie “kau sudah punya Luna…” kataku lirih. ia terlambat. Hatiku sudah diambil oleh orang lain. Dan perasaanku padanya sudah kosong. Benar benar terhapus tanpa sisa sedikitpun “aku menerimanya agar ia tak mengganggumu lagi….” Katanya “kau babo….sangat babo!!! Kau terlambat wookie-ah…sejak kejadian 3 bulan yang lalu aku sudah merelakanmu. Dan sekarang kau menembakku disaat perasaanku padamu sudah hampa? Sudah kosong? Kau melakukan kesalahan yang sangat besar” kataku sambil menahan isak tangisku “mianhae….jeongmal mianhae…” kata wookie dengan nada menyesal. Aku menutup telpon darinya lalu menangis sejadi jadinya. Tega teganya ia muncul dikehidupanku lagi dan dengan seenaknya saja ia menyatakan perasaannya begitu saja setelah apa yang ia perbuat padaku. kalau saja ada sungmin oppa disini pasti aku akan segera berlari kepadanya dan menceritakan apa yang terjadi padaku. namun disini aku hanya sendiri…..dan bagian terbaiknya aku bisa menangis kapanpun aku mau. Tanpa ada gangguan sekalipun, dan juga bisa melepaskan apa yang mengganjal hatiku
**
*author pov*
Wookie bingung mendengar semua yang dikatakan hyemi padanya, hanya ada sau orang yang sangat ingin ia dengar penjelesannya, ia langsung mencari kontak orang itu dan menelponnya. “yoboseyo?” kata wookie ragu. Ia menunggu orang itu bicara “jeongmal mianhae…aku tak bermaksud menyakitinya. Aku menerima luna hanya karna….” Kata kata wookie terhenti karna orang yg ditelponnya menimpa perkataannya dengan kata kata yang orang itu lontarkan dengan amarah “bisakah kita bertemu? Aku tak mau kita diam diaman seperti ini terus. Aku ingin penjelasanmu. Dan juga penjelasanku juga” kata wookie. Ia mendengarkan jawaban orang itu dan menghela nafas “baiklah, di kedai eskrim kemarin jam 10 pagi. Sampai jumpa…” kata wookie sambil menutup ponselnya.
-Kedai eskrim jam 09.50-
Wookie melirik jam yang menghiasi tangan kirinya. Ia gelisah menunggu kedatangan orang yang mungkin menjadi kunci untuk masalah ini. wajahnya yang tadi gelisah berubah menjadi lega saat orang yang ia tunggu datang dan langsung menghampiri meja yang wookie tempati “aku malas berbasa basi. Langsung saja pada pokok pembicaraannya” kata orang itu dingin. Wookie menarik nafas panjang “tadi pagi aku menelponnya, aku menyatakan perasaanku padanya dan ia menolakku” kata wookie terus terang “ia bilang aku terlambat….saat aku memilih Luna, ia langsung menutup hatinya untukku. Padahal aku menerima Luna untuk melindunginya, agar ia tak tersiksa lagi” kata wookie. “kumohon….bantulah aku mendapatkan Hyemi…hanya kau satu satunya orang yang bisa membantuku” kata wookie. Orang itu menghela nafas dan menatap wookie dengan tajam “tak bisa…mianhae. Aku sudah membantumu dulu tapi kau malah menyia nyiakannya. Aku memberi waktu untukmu dan hyemi agar sering mengerjakan mading bersama. Tapi kau menganggap hyemi remeh. Dulu aku sudah mengalah dan menyerahkan hyemi untukmu. Aku sengaja memarahi hyemi yang tak mengerjakan madingnya, itu untukmu. Agar kau bisa membantu dan dekat dengannya.Dan kau tidak juga mengambil hyemi. Sekarang aku tak akan mau kehilangan hyemi lagi. Aku tak mau menyia nyiakan hyemi untuk kedua kalinya hanya untuk orang seperti kau, wookie-ah”kata orang itu lalu langsung beranjak pergi. Ia tahu pasti jawabannya akan begini. Sudah kosong harapannya untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. Dan sudah pasti orang itu tak akan merelakan hyemi sampai 2 kali. Wookie duduk sambil menatap eskrimnya yang perlahan mulai mencair. ‘baiklah…aku akan menyetujuinya. Menyetujui hyemi dengannya. Anggap saja ini permintaan maafku pada hyemi dan rasa terima kasihku untuk orang itu karna ia telah membantuku supaya dekat dengan hyemi, walaupun itu sia sia saja’ pikir wookie. Ia menetapkan pikirannya itu dengan mantap dan meraih ponselnya “aku relakan kau dengan hyemi. Jangan sia siakan dia. Dia sudah cukup menderita karnaku” kata wookie singkat lalu langsung menutup ponselnya lagi. “semoga berhasil…donghae” kata wookie sambil tersenyum pada dirinya sendiri
**
*Hyemi Pov*
Aku menghampiri Luna yang sedang membaca mading buatanku, “selamat kau mendapatkan juara 2 dalam perlombaan itu” kataku memberi selamat pada Luna. Walau luka dihatiku yang disebabkan olehnya masih membekas namun aku merasa tak enak jika tak mengucapkan selamat, karna ia telah mengharumkan nama sekolah. Luna menatapku terkejut, seolah tak percaya bahwa rivalnya mengucapkan selamat atas keberhasilannya “g..go….ma..wo” katanya terputus putus. Aku hanya tersenyum lalu segera meninggalkannya. Drrrrttttt. Ponsel yang ada disakuku bergetar, kuambil ponselku dan membaca pesan yang masuk kedalam ponselku
From = Donghae oppa
Temui aku diruang olahraga sepulang sekolah nanti. Ada yang perlu kukatakan padamu
Aku menghela nafas, ah dasar oppa, pasti mau mengajakku keluar lagi. Tiada hari tanpa keluar bareng dengannya. Dan aku menyukai kegiatan itu. terasa nyaman berada didekatnya. Dan juga darahku seperti mengalir deras saat aku bersamanya. Aku menaruh ponselku disakuku dan menuju kelas.
**
Aku melangkahkan kakiku kegedung olahraga, kulihat donghae oppa sedang menungguku dikursi penonton, ia memutar mutar bola basket sambil sesekali melihat isi ranselnya. Dan anehnya ia tak memakai seragam, ia memakai kaus basket berwarna merah dengan pinggiran berwarna putih dan ia memakai kemeja kotak kotak kecil berwarna hitam putih. Ia terlihat tampan sekali dengan pakaian itu. ia melihatku masuk kedalam ruang olahraga lalu ia langsung menyembunyikan sesuatu yang ia pegang ditangannya. “oppa…untuk apa oppa memanggilku kemari?” kataku bingung yang melihat ia tersenyum senyum sendiri “ehm….” Katanya jahil sambil tersenyum dengan senyuman yang sangat manis terhadapku “oppa….apa yang kau sembunyikan?” kataku penasaran, donghae menatapku jahil dan tersenyum lagi padaku “coba saja lihat jika kau bisa” kata donghae oppa. Aku langsung melihat kebelakang tubuhnya, namun ia sangat gesit dan memindahkan benda yang ia sembunyikan kearah dimana mataku tak bisa melihatnya “ahhh oppa!!” kataku mulai gregetan. Donghae lalu tertawa melihat tingkah konyolku yang selalu ingin tahu. Tiba tiba ia mengeluarkan benda yang dari tadi ia sembunyikan, terlihat jelas mawar merah ia persembahkan untukku “ini….untukmu” kata dengan nada yang sangat lembut juga tersenyum hangat dan menatap kedalam mataku. Aku membeku dibuat olehnya “Hyemi….jika kau menerima bungaku ini, kau berarti menerimaku menjadi Neomjachingu-ku. Hyemi….sudah lama aku menyukaimu. Saranghaeyo hyemi-ah…” kata donghae dengan lembut, namun ekspresi wajahnya membuktikan bahwa ia bukan sekedar main main, ia sangat serius. Aku mematung untuk beberapa saat, aku tak bisa berpikir jernih. Darahku terasa mengalir lebih cepat dan jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya. “HEY!!! Apa jawabanmu?” kata donghae yang sudah tak sabar menunggu. “nado…nado saranghaeyo oppa….” Kataku sambil menerima bunga yang ada dihadapanku. Donghae langsung memelukku dengan erat “aku tak akan menyia nyiakanmu 2 kali. Saranghae…” kata donghae dalam pelukan. Aku hanya tersenyum “nado oppa….” Kataku dalam pelukannya. “sekarang kau akan kulindungi dari orang yang berani menyakitimu, aku akan menghajarnya sampai mati. Siapapun yang menyakitimu, baik fisik ataupun perasanmu akan kuhabisi dia.bahkan si luna atau orang lain sekalipun” kata donghae sambil menatapku dengan lembut. Aku meringis dan donghae melihat ekspresiku heran “kau kenapa?” katanya heran. Aku menghela nafas panjang “oppa sepertinya kau harus menghajar dirimu sendiri….kau menyakitiku. Kau menginjak kakiku.....................” kataku sambil meringis kesakitan “OMO?????” kata donghae yang sudah kalang kabut sendiri
*THE END*
Diposting oleh





