0

Crazy Family : Please oppa....

Hyemi melangkah keruang tamu sambil membawa laptopnya. Matanya penuh tatapan marah kepada yesung yang sedang nongkrong disana

“Oppa….gamau tau gue oppa” kata hyemi pada yesung

“apaan?” kata yesung

“liet nih….gue yang ngajarin oppa cara bikin dan main twitter. Sekarang apa? Followers oppa pada puluhan ribu. Sedangkan gue? 500 aja belom dapet” kata hyemi dengan kesal

“lagi elu…udah gue bilang jangan terlalu diurusin twitternya, entar kan followers lu nambah sendiri. Liet deh gue…gue aja jarang update udah banyak followersnya” kata yesung dengan bangganya

“bukan itu….” kata hyemi kesal

“trus apaan dong? Masa lu kaga punya followers banyak nyalahinnya gue?” kata yesung bingung

“aishhh oppa mah…masa kaga tau sih?” kata hyemi

“kagak…factor hye. Orang ganteng banyak followersnya” kata yesung

“aishhh oppa mah” kata hyemi

“lagi lu demen amat maen twitter, lu sering updates aja dikit followersnya. Gue ama sungmin noh jarang udah bejibun followers gue” kata yesung

“ah oppa mah…” kata hyemi masih memelas

“apasih? Lu mau gue apain?” kata yesung

“promote gue dong oppa” kata hyemi

“promote itu apaan dah?” kata yesung bingung

“aiiish oppa ndeso!!! Masa promote aje kagak tau” kata hyemi

“kagak tau lah, gue taunya promosi” kata yesung

“aihhhh sama aja oppa!!” kata hyemi

“oh begg…begg…beggitu” kata yesung

“OIYA!!!” teriak hyemi yang seakan dia lupa ngasih makan ikan hiu peliharaannya(?)

“apaan? Lu udah kaya kyu aje teriak teriak gajelas. Bedanya lu teriak dadakan kalo kyu teriak gara gara kalah maen game” kata yesung

“OPPA….” Kata hyemi

“ape?” kata yesung

“LU BELUM FOLLOW BACK GUE!!! PARAH BANGET LU OPPA!!! OPPA MACEM APAAN LO?” kata hyemi frustasi

“emang lu udah follow gue?” kata yesung

“IH OPPA BABO!!!UDAH DARI KAPAN TAU” kata hyemi

“ohyaudah ntar aje kalo gue udah beli hp baru gue follback lu dah” kata yesung

“yaudeh sono tinggal beli. Sungmin oppa mane dah? Dia juga belum follback gue” kata hyemi

“tadi kayanya dia kepasar” kata yesung

“emang lu mau beli hp apalagi dah oppa? Hp udah 3 gitu masih belom puas lu?dasar maruk lu oppa” kata hyemi

“iya gue ada 3, tapi kan…..” kata yesung dengan melas

“tapi opo toh ndok?” kata hyemi sok prihatin

“tapi….” Kata yesung

“tapi?” kata hyemi penasaran

“but…..” kata yesung

“ah oppa mah!!! Gue juga tau kalo tapi itu bahasa inggrisnya but!!” kata hyemi kesal

“tapi tapi tapi kan….” Kata yesung

“apaan?” kata hyemi mulai kehilangan kesabaran

“hp gue esia semua” kata yesung akhirnya

“ya mang ngapa? Liet noh hp gue udah bobrok minta dilem biru. Ininih gara gara eunhyuk ganti avatar gue heboh sendiri. Ga nyangka dia bisa ganti ava tanpa minta diajarin gue lagi” kata hyemi sambil merenungi nasib

“tapi kan hp lu mending…lah hp gue hye? Gue dapet hp kek dari chiki gitu kaya kyu” kata yesung

“kan oppa lagi banyak duit tuh, kenapa gak beli aje?” kata hyemi

“kok lu tau gue lagi banyak duit?” kata yesung

“para tetangga lagi pada bangkrut gara gara kalah taruhan bola ama oppa tau” kata hyemi

“yaaa salah mereka sendiri lah, lagi mau aje gue ajakin taruhan. Udah tau gue punya dukun super sakti yang gamungkin melenceng ramalannya” kata yesung

“siapa? Wah curang lu oppa, gue juga mau dong. Minta bocoran soal biar nilai gue naik” kata hyemi

“hehehe rahasia” kata yesung sambil terkekeh

“siapa ish oppa? Janji deh gabilang siapa-siapa” kata hyemi

“janji lu? Kalo lu ngebocorin gue sumpahin nilai lu bakal dapet 100 mulu ya ampe kuliah entar” kata yesung

“ya…gue janji bakalan ngebocorin” kata hyemi

“bagus…” kata yesung

“eh eh eh!!!kok lu malah janji mau ngebocorin?” tambah yesung bingung

“kan kata oppa, kalo negbocorin bakal disumpahin dapet nilai 100 mulu” kata hyemi lugu

“haha iyadah apekatelu aje. Kan cowok gaboleh narik kata katanya” kata yesung

“jadi siapa oppa dukunnya?” kata hyemi penasaran

“emmmm…..” kata yesung

“siape?” kata hyemi

“emmmm…..” kata yesung

“sopo toh?” kata hyemi mulai gasabar

“emmmm….” Kata yesung masih ngerjain si hyemi

“who’s?” kata hyemi

“emmmm….” Kata yesung

“nugu?” kata hyemi mulai kesal

“ddangkoma” kata yesung akhirnya

Hyemi : ~~!@@$%^&*()*&^%$#@!~@#$%

“noh kan udah gue kasih tau” kata yesung

“ya kalo itu mah gausah segitunya kali oppa” kata hyemi yang kecewa dengan jawaban yesung

“tapi gara gara ddangkoma gue menang mulu” kata yesung

“au ah” kata hyemi yang kesal karena berhasil dikerjain oleh yesung

“udah ah gue cabut dulu, mau beli hp ye” kaa yesung

“NTAR LANGSUNG FOLLBACK GUE YAAAA OPPA” kata hyemi berteriak pada yesung yang sudah keluar dari rumah

“IYE….TENANG AJE NDOK BAKAL GUE FOLLOW BACK KOK” kata yesung

*to be continued

(yesung: eh author, enaknya gue beli hp apaan ye?

Author: lu beli aje iPhone 4G yang banyak

Yesung : oh keren gak sih?

Author : keren…ntar beliin juga buat gue ye

Yesung: ntar ya kalo musim bola lagi

Author : masih lama bangetttttt-_-)

0

Happy Together

Ini ff buatan ka Nining buat gue uuuwwww kakak iparku yang ini baik banget deh uhahahaha jadi baca ya karyanya ^^

"Kyuhyun oppa, Yesung oppa, aku lapar," seru Hyenim.
"Ah kau manja sekali," ucap Yesung oppa.

"Tapi ini serius oppa, aku harus makan karena aku nanti ada pelajaran tambahan."

"Ya sudah, kamu mau makan apa ?" tanya Kyuhyun oppa. Kyuhyun oppa sangat suka memasak. Beda sekali dengan Yesung oppa yang cuek.

"Aku ingin mi goreng saja. Gomawo oppa."

"Ne."


-------------------------------------------------------------------------------------------------


Jujur hari ini aku sangat malas sekolah. Mana nanti pulang sore. Ah aku benci hari ini. Tapi tiba-tiba mataku tertuju pada satau cowok yang sedang berkumpul bersama teman-temannya. Cowok itu benar-benar ganteng, dan dia merupakan leader dance di sekolahku.

TENG..TENG.. Bel masuk sekolah berbunyi. Aku memasuki kelas dengan malas. Ya bagaimanapun juga hari ini aku harus memulai sekolah dengan senyuman. Hwaiting !!

"Hyenim," panggil Yoona.

"Ne. Ada apa Yoona ?" Yoona itu sahabat baikku.

"Aku ingin kau menemaniku shopping habis pulang sekolah. Bagaimana ? Apa kamu bisa ?"

"Mianhae Yoona, aku tidak bisa. Moodku sedang tidak bagus. Bagaimana jika besok saja ?"

"Ne. Aku pegang janjimu ya ?"

"Ne. Tenang saja haha."

Sepulang sekolah aku memikirkan ide gila, bagaimana jika aku membuat bekal makanan untuk Donghae ? Iya. Donghae laki-laki yang aku lihat tadi. Ah dia bisa membuatku gila.


-------------------------------------------------------------------------------------------------


"Oppa, ajarkan aku memasak ya ?" Hyenim menggelendot manja di lengan Kyuhyun oppa.

"Wue ? Mimpi apa kau semalam ? Jangan bercanda Hyenim." Kyuhyun oppa tertawa.

"Aku serius, aku mau masak untuk seseorang."

"Wah, apa kau sudah punya pacar ? Kenapa kau tidak cerita ? Pantas saja saat aku dan Yesung ingin mengenalimu pada teman-teman kami kau tidak mau."

"Bukan begitu oppa. Aku hanya suka dengannya."

"Dia siapa ? Teman sekolahmu ? Sekelas ?" Kyuhyun oppa menyelidiki.

"Dia teman sekolah tapi tidak sekelas. Dia jago dance oppa. Aku punya fotonya. Apa oppa ingin melihatnya ?"

"Boleh."

Akupun memperlihatkan foto Donghae yang aku dapat dari twitternya.

"Bagaimana menurutmu oppa ? Ganteng kan ? Keren kan ?"

"Haha kau ini. Ya bolehlah. Tapi apakah dia juga menyukaimu ?"

"Aku tidak tahu oppa. Aku belum pernah mengobrol dengannya."

"Jinjja ? Untuk apa kau membuatkan bekal untuknya ? Jangan terlalu begitu kepada laki-laki yang belum kamu kenal. Dia bisa keegeran dan bisa saja mempermainkanmu."

"Oppa apa-apaan sih. Oppa tidak tahu dia siapa. Jangan sembarangan menilai dia seperti itu."

"Kau juga kenapa kau membelanya seperti itu padahal kenal saja tidak dengan dia. Aku hanya tidak ingin kau merasa sakit hati nantinya."

"Oppa jahat. Aku benci oppa."

Akupun berlari menuju kamarku dan membanting pintunya dengan keras.


-------------------------------------------------------------------------------------------------


Hari ini aku bertekad untuk memberikan bekal makanan pada Donghae, ya dengan kemampuan masakku yang masih sangat rendah. Aku hanya bisa berharap bahwa dia mau menerimanya. Tiba-tiba dia lewat di depanku dan..

"Donghae, aku membuatkan bekal untukmu."

"Gomawo. Tapi maaf aku tidak bisa menerima makanan dari sembarang orang." Donghae mengucapkan 2 kalimat itu lalu pergi meninggalkanku.

GLEK.. Sembarang orang ? Apa maksudnya ?

"Heh kau tunggu, apa maksudmu dengan kata "sembarang orang" ? Kau pikir aku apa ? Hyenim meluapkan amarahnya.

Donghae diam dan kemudian menghadap padaku lagi.

"Aku tidak mengenalmu dan bisa saja kau meracuniku ?" Donghae tersenyum sinis.

"Wow, aku tidak menyangka kau sebusuk ini. Aku ternyata salah menyukai seseorang. Sangat salah."

"Aku tidak minta kau menyukaiku. Lagipula aku sama sekali tidak tertarik padamu. Cewek berkacamata. Rambut dikuncir dua. Haha trend apa itu. Menjijikan." Donghae mengeluarkan berbagai kata memuakkan.

Amarahku makin memuncak. Akupun melempar bekal makananku ke arah Donghae dan tepat mengenai mukanya. Aku tidak mau melihatnya lagi.


-------------------------------------------------------------------------------------------------


"Hei kau kenapa ?" tanya Yesung oppa.

"Tidak apa-apa oppa." Aku hanya menjawab sekenanya.

"Kau bohong. Ayo cerita. Tidak baik memendam masalah seperti itu."

Ada angin apa Yesung oppa jadi peduli padaku begini.

"Nanti ya oppa, aku mau mandi dulu."

"Ya sudah. Jangan menangis lagi ya ? Janji ?"

"Ne. Gomawo oppa."

Akupun menuju kamarku dan segera mandi. Aku lelah sekali hari ini.

"Hyenim kenapa ?" Tiba-tiba Kyuhyun oppa datang dan menananyakan pada Yesung oppa.

"Aku juga tidak tahu."

"Hmm apa gara-gara masalah kemaren ya ?"

"Masalah apa ?"

"Iya dia bercerita akan memberikan bekal makanan pada cowok yang dia suka."

Tiba-tiba Hyenim datang dan langsung duduk di ruang tamu. Kyuhyun oppa dan Yesung oppa pun menyusulnya.

"Coba cerita sekarang. Kau sudah tenang kan ? Yesung oppa memulai pembicaraan.

"Ne. Jadi begini ceritanya. Aku tadi memberikan bekal makanan pada cowok yang aku suka. Tapi dia menolaknya mentah-mentah. Bahkan mengata-ngataiku." Aku menangis lagi dan tak bisa menahannya.

"Tuh kan apa kataku. Aku yakin dia pasti begitu." Kyuhyun oppa berbicara.

"Mianhae oppa. Jeongmal mianhae." Hyenim bangun lalu memeluk Kyuhyun oppa.

"Ya sudah. Sekarang kau mengerti kan ? Sebenarnya hanya dari melihat fotonya aku tau dia orang seperti apa. Dia kelihatan sombong." Kyuhyun oppa menjelaskan.

"Ne. Mianhae oppa." Tangisku makin keras di balik pelukan Kyuhyun oppa.

"Siapa nama cowok itu ? " Tanya Yesung oppa.

"Donghae. Ah sudah aku tidak ingin mengingatnya lagi."

"Tunggu. Donghae ? Lee Donghae ? Aku sedang memiliki masalah dengan cowok yang bernama Donghae. Dia berani sekali SMS Taeyeon." Taeyeon onnie itu jagiyanya Yesung oppa.

"Omo ? Mungkin saja beda oppa. Kan nama itu tidak dia miliki sendiri." Aku menambahkan.

"Mungkin saja. Ya sudah lupakan. Aku tidak habis pikir ada saja lelaki seperti itu. Apalagi dia melakukannya pada adikku. Kalau saja aku bertemu dengannya. Aku akan hajar dia. Setuju Kyu ?"

"Sangat setuju."

Dengan bercerita pada Kyuhyun oppa dan Yesung oppa, perasaanku hari ini menjadi jauh lebih baik. Aku merasa tenang.

"Oppa, apa menurutmu cewek berkacamata trus dikuncir dua itu menjijikan ?" tanyaku tiba-tiba.

"Tidak. Kenapa kau bertanya seperti itu ?" Yesung oppa bertanya lagi.

"Donghae bilang aku menjijikan."

"Wue ? Benar-benar memang. Kalau ketemu langsung kuhajar dia. Bagaimana kalau sekarang kita cari orangnya ?" Yesung oppa emosi.

"Ah biarkan saja oppa. Hmm tapi apakah itu termasuk culun ?"

"Ya kebanyakan cowok menganggap seperti itu. Kenapa ?"

"Hmm apa oppa mau mengantarku pergi sekarang ?"

"Kemana ?" Tanya Kyuhyun oppa dan Yesung oppa berbarengan.

"Aku mau ke salon dan ke butik. Aku mau MAKE OVER."


-------------------------------------------------------------------------------------------------

Pagi ini aku akan memulai hariku yang baru. Ya menjadi "murid baru" lagi haha.

"Kyu oppa, Yesung oppa ? Bagaimana aku ?" Aku memutarkan badanku di depan mereka.

"Omo. Kau makin cantik saja." Yesung oppa terus menatap Hyenim.

"Kau hebat Hyenim." Kyuhyun oppa menambahkan.

"Gomawo. Ini juga berkat kalian, Sarangaheyo oppa-oppaku." Aku memeluk kedua oppa kesayanganku. Omma dan Appa tinggal di Indonesia karena Appa bertugas disana. Sedangkan aku dan kedua oppaku memilih untuk tetap di Seoul.

"Ingat, kau harus bersikap biasa saja ya. Aku yakin semua akan kaget melihatmu. Kyuhyun oppa memberiku saran.

"Ne. Aku berangkat dulu ya. Hwaiting !!"

Rambutku sekarang panjang terurai. Akupun memakai soft lens untuk mengganti kacamataku.


-------------------------------------------------------------------------------------------------


"Yoona." Aku memanggil sahabat kesayanganku itu.

"Mianhae. Kau siapa ? Murid baru ?" tanya Yoona kebingungan.

"Haha kau benar-benar tidak mengenaliku ?"

"HYENIM ? Omo. Kau, kenapa bisa seperti ini ?"

"Panjang ceritanya. Bagaimana jika nanti kita pergi ke toko buku ?"

"Ne. Pulang sekolah nanti ?"

"Ne. Oh ya, mianhae karena kemaren aku tidak bisa menemanimu. Bahkan juga tidak menghubungimu."

"Iya kau ini, aku menunggumu tau."

"Mianhae. Nanti aku akan belikan satu novel untukmu."

"Jinjja ? Gomawo Hyenim. Ya sudah aku kembali ke tempat dudukku ya. Guru sudah mau datang."

"Ne."

Sejam berlalu dan aku pergi ke kantin. Semua orang melihatku. Jadi ingat kata Kyuhyun oppa, aku harus biasa saja. Tiba-tiba aku melihat Donghae disana. Huh. Ingin sekali rasanya memukul wajahnya.

"Kau mau makan ? tanya Yoona.

"Tidak. Aku mau beli minum saja."

"Ya sudah kau tunggu disini saja ya."

"Ne. Oh ya aku titip saja ya. Aku mau es teh."

"Oke tunggu ya."

Akupun duduk di bangku yang sangat strategis. Menghadap ke lapangan sekolah. Tiba-tiba Donghae menghampiriku. Dia sudah tahu penampilanku yang sekarang ternyata. Cepat sekali tanggapnya.

"Mianhae. Jeongmal mianhae."

Apa ? Dia minta maaf ? Aku tidak akan memaafkannya.

"Apa yang kau bilang ? Segampang itukah ? Apa karena aku telah mengubah gayaku dan tidak cupu lagi baru kau menganggapku ? Aku bukan orang yang bisa memaafkan seseorang segampang itu. Apalagi kau sudah menyakitiku. Kau cuma cowok yang harusnya musnah dari dunia ini."


-------------------------------------------------------------------------------------------------

Huh. Aku merasa sangat hebat bisa seperti itu pada Donghae. Dia memang memandang seseorang, terutama cewek hanya dari fisiknya saja.

Tiba-tiba seseorang menghampiriku. Kim Ryeowook. Ketua padus. Aku sudah lama mengenalnya dan semua keluarganya karena keluarga kami sangat dekat. Aku berteman dengannya dari jaman SMP. Dia mempunyai kepribadian yang baik dan mempunyai suara yang sangat bagus. Selain itu dia juga manis sekali.

"Annyeong haseyo," sapa Ryeowook.

"Annyeong haseyo," sapaku juga.

"Kau berubah."

"Haha aku ingin orang tidak menganggapku rendah lagi. Sakit juga rasanya."

"Ya kadang jadi susah kalau seperti itu. Bagaimana kabar oppa-oppamu ?"

"Mereka baik sekali. Bagaimana dengan Hyesun onnie ?"

"Dia juga baik. Dia titip salam untukmu."

"Salam balik untuknya ya."

"Pasti. Oh ya aku ingin main ke rumahmu nanti malam. Bagaimana ?"

"Boleh saja. Oppa-oppaku pasti ada di rumah."

"Oke. Aku kesana jam 8 malam ya."


-------------------------------------------------------------------------------------------------


Toko bukunya sedang ramai sekali.

"Yoona, pilih saja buku yang kamu inginkan."

"Ne. Kau baik sekali Hyenim, sering-sering saja ya."

"Haha kau ini. Gantian dong."

"Ya sudah kalau aku ada uamg lebih aku akan membelikanmu. Setuju ?"

"Sangat setuju. Hmm Yoona, bagaimana hubunganmu dengan Taecyeon ? Baik-baik saja ?"

"Ne. Besok aku 2 tahun dengannya."

"Uh so sweet, aku pacaran saja belum pernah haha. Malangnya nasibku."

"Mungkin belum waktunya saja. Aku yakin kau akan mendapatkan yang terbaik jika waktunya sudah datang."

"Ah Yoona kau puitis sekali. Amin semoga waktu itu juga datengnya cepet."

"Iya. Doakan aku langgeng dengan Taecyeon ya ?"

"Pastinya. Oh ya apa kau sudah memilih buku yang kamu inginkan ?"

"Ne. Kamu tidak membeli apa-apa ?"

"Tidak. Kamu saja."

"Oke ayo kita ke kasir."

Begitu selesai membayar, aku dan Yoona membeli beberapa dress di butik langganan kami. Bahkan kami membeli sepasang dress dengan motif polkadot.


-------------------------------------------------------------------------------------------------


Hari ini rumah terlihat ramai. Ada Ryeowook, Hyesun onnie dan juga Taeyeon onnie.

"Ryeowook, apa kau punya pacar ?" Tanya Yesung oppa.

"Tidak oppa. Aku masih single. Cariin dong, oppa kan mak comblang nomor 1 di korea."

"Ah kau lebay sekali. Aku punya kenalan cewek. Dia cantik. Rambutnya panjang, kulitnya putih. Dia juga pintar pastinya."

"Omo. Aku mau oppa. Dia siapa ?" tanya Ryeowook penasaran.

"Hmm Hyenim. Bagaimana ?"

DEG..

"Wue ? Kenapa aku oppa ? Aku kira siapa," protes Hyenim.

"Kau kan juga single. Kenapa gak coba saja ? Bagaimana ?" Yesung oppa mulai menjailiku.

"Aku sih mau saja oppa." Ryeowook mengagetkanku.

"Haha kenapa kau mau dengaku Ryeowook ? Yesung oppa memang tidak punya kerjaan.

"Kan kau juga single." jawab Ryeowook santai.

Semua pun bersorak "CIEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE."

Aku malu setengah mampus.

"Yesung oppa, ayo kita beli makanan di luar, bagaimana ? Taeyeon onnie tampaknya mulai lapar.

"Oke. Kyuhyun dan Hyesun ikut juga ya ?"

"Yah oppa kenapa kami ditinggal berdua saja ?" Tanyaku bingung.

"Ya biar kalian bisa saling ngobrol dari hati ke hati." Kyuhyun oppa malah senyum-senyum gak jelas.

Mereka pun berangkat. Aku dan Ryeowook yang tadinya agak kaku jadi biasa saja setelah kita banyak mengobrol.

"Besok kau ulang tahun kan ?" Tanya Ryeowook.

"Astaga aku sendiri lupa haha. Iya. Kenapa ?"

"Tidak apa-apa." Ryeowook tersenyum manis padaku. Sangat manis. Aku malu sekali.


------------------------------------------------------------------------------------------------

"Saengil chukkaehamnida adikku tersayang." seru Kyuhyun oppa dan Yesung oppa sambil mencium pipiku.

"Huaa gomawo oppa."

Hari ini tanggal 22 April. Aku berulang tahun yang ke 17. Sweet seventeen.

"Kau mau hadiah apa dariku ? Kyuhyun oppa bertanya.

"Terserah oppa saja."

"Kalau aku ?" Gantian Yesung oppa bertanya

"Sama saja. Terserah," jawabku pendek.

Sebenarnya aku ingin Omma dan Appa ada disini. Di hari spesialku.


-------------------------------------------------------------------------------------------------

Di sekolah pun semua memberikan ucapan padaku. Bahkan Donghae pun memberikan aku kado. Aku berpikir bagaimana dia bisa tahu ulang tahunku.

"Saengil chukkaehamnida Hyenim." Donghae memberiku sebuah kado dengan pita yang sangat cantik.

"Gomawo."

Aku lalu meninggalkan Donghae dengan wajah bengongnya menuju taman sekolah.

Aku duduk disana sendirian. Tiba-tiba seseorang menutup mataku.

"Saengil chukkaehamnida Hyenim."

Ternyata Ryeowook.

"Gomawo. Apa ini ?"

"Ini hanya hadiah kecil dariku." Ryeowook memberiku sebuah kado dengan bungkus kado warna-warni. Colorfull sekali.

"Wah gomawo. Kau repot sekali memberikan aku kado."

"Ah tidak."

"Apakah aku boleh membukanya ?"

"Boleh . Buka saja."

Aku pun mulai membuka kadonya dan ternyata sebuah jepit rambut. Jepit rambut itu sangat cantik. Bentuknya kupu-kupu.

"Omo, ini cantik sekali Wookie. Aku suka. Gomawo." Aku memegang tangan Ryeowook.

"Sama-sama. Aku senang kau menyukainya." Ryeowook mengambil jepit itu dari tanganku dan memasangkan jepit itu di rambutku lalu Ryeowook malah memegang tanganku lebih erat.

"Apakah kau nanti akan merayakannya ?"

"Aku tidak tahu. Aku ingin Omma dan Appa datang hari ini ke Seoul. Aku merindukannya."

Tanpa mereka sadari, Donghae ternyata sedang mengintip mereka. Sepertinya akan ada masalah baru.


-------------------------------------------------------------------------------------------------

Saat bertemu dengan Ryeowook pada jam istirahat, muka Ryeowook sudah babak belur.

"Omo. Kau kenapa ?" Aku kaget setengah mati.

"Tadi Donghae menghampiriku dan tiba-tiba dia memukulku. Aku tidak mengerti apa-apa."

"Cowok itu."

Hyenim berlari menuju kelas Donghae. Donghae ternyata ada di kelas dan.. PLAK..

"Kau memang laki-laki kurang ajar. Tak tau sopan santun."

"Hei kau kenapa ?" Donghae menampakkan ekspresi kagetnya.

"Jangan pura-pura gak punya masalah deh. Kenapa kau memukul Ryeowook ?"

"Karena kau dekat dengannya." jawab Donghae santai.

"Trus apa hubungannya dengan kamu ? Memang kamu siapa ? Apa kamu merasa paling hebat ? Cowok bajingan."

Donghae pun kalah telak oleh seorang perempuan. Tiba-tiba muncul Kyuhyun oppa dan Yesung oppa.

"Oppa, apa yang kalian lakukan disini ?"

"Kami mau menjemputmu karena kita harus segera pulang. Jadi ini yang namanya Donghae ? Yesung oppa menatap tajam Donghae.

"Oh jadi kau ya." Kyuhyun oppa menatap tajam Donghae juga.

Sebuah pukulan keras menghantam wajah mulus Donghae. Aku tidak bisa mencegahnya.

"Ternyata benar kau yang mengganggu Taeyeon. Apa kau sadar bahwa kau masih kecil ? Berani sekali kau tampaknya. Kau juga kan yang memukul Ryeowook ? " Yesung oppa sudah melihat foto Donghae dari Taeyeon onnie dan ternyata sama dengan yang dia liat saat ini. Dan sebelum menuju kelas Donghae, Kyuhyun oppa dan Yesung oppa bertemu dengan Ryeowook dan Ryeowook menceritakan kejadian yang dialaminya.

"Mianhae." jawab Donghae denga nafas yang terengah-engah.

"Gampang sekali kau minta maaf. Minta maaf pada Tuhan atas semua kesalahan yang kamu lakukan." Ujar Kyuhyun oppa.

"Mianhae. Jeongmal mianhae." Donghae tampaknya benar-benar menyesal.

Aku, Kyuhyun oppa dan Yesung oppa tidak memperdulikan Donghae lagi. Aku dan mereka melangkah keluar kelas dan mengajak Ryeowook untuk pulang bersama. Ya Tuhan, kenapa hari spesialku malah harus ternodai dengan kejadian barusan ?


-------------------------------------------------------------------------------------------------

Akhirnya sampai juga di rumah. Aku membuka pintu dan..

"SURPRISE.."

Omma dan Appa memelukku. Aku menangis bahagia. Aku tidak menyangka mereka akan ke Seoul.

"Omma, Appa, aku merindukanmu," ucapku sesenggukan menahan tangis.

"Kami juga merindukanmu. Maaf baru sekarang kami dapat ke Seoul. Tugas Appa sangat banyak sehingga tidak bisa meninggalkan pekerjaan disana." Omma dan Appa lalu mencium keningku.

"Ne. Berapa lama kalian disini ?"

"Sebulan."

"Jinjja ?" Aku senang sekali. Mereka lama disini. Tiba-tiba aku teringat Ryeowook.

"Mana Ryeowook ? Tanyaku pada Yesung oppa.

"Dia ada di taman belakang. Kenapa ?"

"Aku mau melihatnya. Apakah kau sudah mengobati lukanya ?"

"Tenang saja. Dia sudah mendingan."

"Syukurlah. Omma, Appa, aku mau ke taman sebentar. Tidak apa-apa kan ?"

"Ne."

Akupun menuju taman belakang.

"Bagaimana keadaanmu ?" Ryeowook duduk di kursi yang berada di samping kolam renang.

"Sudah baikan."

"Kau bagaimana ?"

"Aku masih sedikit shock dengan semua yang terjadi hari ini."

"Aku juga sama seperti kau. Hmm Hyenim, kau benar-benar single kan ?" Ryeowook mulai memandangku serius.

"Ne. Kenapa ?"

"Apa kau mau jadi jagiyaku ? Sebenarnya aku sudah menyukaimu dari lama, sejak pertama aku melihatmu."

"Wue ? Lama sekali haha."

"Mianhae, tapi aku baru merasa sekarang saat yang tepat. Bagaimana ?" tanya Ryeowook.

"Wookie-ah, aku mau jadi jagiyamu," jawabku malu-malu.

Ryeowook kaget karena Hyenim menerimanya.

"Gomawo."

"Ne."

Tiba-tiba aku merasa ada yang mengintip dari balik pintu.

Dan.. mereka semua terjatuh karena saat aku melihat mereka dan mereka ingin kabur, Omma terjepit. Aku tertawa terpingkal-pingkal. Kyuhyun oppa dan Yesung oppa menghampiriku dengan kue tart black forest kesukaanku. Tak lupa dengan lilin angka 17 diatas kuenya.

"Saengil chukkaehamnida, saengil chukkaehamndia, sarangahaeyo Hyenim, saengil chukkaehamnida.."

Aku pun meniup lilin tersebut dan membuat sebuah harapan untuk hidupku ke depannya. Semua orang yang aku sayang ada disini. Omma, Appa, Kyuhyun oppa, Yesung oppa, Ryeowook, Hyesun onnie, Omma dan Appanya Ryeowook dan Hyesun onnie serta Taeyeon onnie. Bahkan Yoona dan Taecyeon pun datang. Aku senang sekali. Sweet seventeenku sangatlah indah dan takkan terlupakan.

"Apa harapanmu sayang ?" tanya Omma.

"Salah satunya aku ingin agar Kyuhyun oppa cepat dapat pacar," jawabku polos.

Semuanya pun tertawa terbahak-bahak.


THE END
0

Crazy Family : Negative Thinking

“ hah oppa mah pada lama, udahlah gue langsung minta maaf aja” kata hyemi sambil berjalan menuju kearah kamar sungmin

Tok tok tok tok…

Hyemi mengetuk kamar sungmin “oppa….mianhae oppa udah ngomentarin masakan oppa. Masakan oppa enak kok walau kurang asin aja” kata hyemi. Sungmin pun membuka pintunya “ne lo sudah gue maafin, tapi kyu ama yesung hyung belom gue maafin” kata sungmin “Hyemi…..tolong bilangin sungmin gue minta maaf” teriak yesung dari dapur “hyemiiii!!! Gue juga!!! Bilangin ama sungmin hyung gue minta maaf gue nyesel udah ngomentarin masakannya dia” teriak kyuhyun dari dapur “adek gue ama kakak gue kok gaada yang bener ya?” gerutu sungmin “gue bener kaga, oppa?” Tanya hyemi “iya lu lumayan bener.” Kata sungmin “mwo? Apa maksutnya itu? Lumayan?” kata hyemi “ya kadang lu sama gilanya ama yesung hyung dan kyu” kata sungmin “SUNGMIIIIIIIIN!!!! GUE LUPA MAU BILANG AMA LU KEMARIN EUNHYUK KESINI MINJEMIN DVD, LU MAU NNTON BARENG KAGA?” teriak yesung dari dapur “MAU HYUUUNG!!!” teriak sungmin langsung ngacir kedapur. Hyemi pun menggeleng pasrah. “pasti video porno” pikir hyemi. Lalu ia mengungsi kekamarnya daripada otaknya tercemar sama seperti oppa oppanya.

**

Hyemi memainkan laptop dikamarnya sambil mendengarkan lagu “No Other”. sesekali ia mendengar para oppanya berteriak “ITU….YAAMPUN ITU PASTI HOT BANGET” dari mulut yesung diruang tv. Yaaa mau bagaimana lagi, jujur hyemi takut keluar kamar saat para oppanya sedang nnton video. Karena merasa bosan, Hyemi mematikan laptopnya dan tiduran sejenak. Sayup sayup ia mendengar suara kyu “hyung….aku jadi pengen” kata kyu “emang lo doang, gue juga pengen tau” kata sungmin “shhhh ah diem, gue gak konsen nih nntonnya. Ntar gue gabisa merhatiin cara caranya lagi” kata yesung . Hyemi hanya menggeleng-geleng kepala mendengar para komentar oppanya. Padahal 5 jam yang lalu ia sedang kompak dengan yesung dan kyu sekarang ia yang merasa diasingkan seperti ini. Hyemi masih mendengar suara samar dari kamarnya “Hyung….itutuh kayanya nikmat banget” kata sungmin “iya hyung aduh jadi pengen ngerasain. Hyung pernah nyoba gak?” kata kyu “waktu itu pernah sekali” kata yesung “mwo? Gimana rasanya hyung?” kata kyu “gitu kyu…nikmat banget” kata yesung “iya kayanya diliet dari video aja kayanya nikmat apalagi pas nyobainnya” kata kyuhyun “yaudah, besok kalian mau nyoba? Ikut gue aja” kata yesung “mwo? Mau hyung mau.” Kata sungmin “iya hyung gue pengen deh” kata kyuhuyun “eh si hyemi kaga diajak? Eh kok dia kagak ikut nnton?” kata sungmin “oiyaya…mana lagi itu anak?” kata yesung “bentar gue cari dulu hyung paling dikamarnya” kata sungmin. Hyemi mendengar suara kaki sungmin mendekat kekamarnya

Tok tok tok…

Kamar hyemi pun diketuk oleh sungmin. “Hyemi…lu keluar ayok liet video bareng” kata sungmin “Mwo? Oppa gila ah gamau nanti pikiranku gabener lagi” kata hyemi “yailah, lu nonton biar tau cara caranya” kata sungmin “GAMAU OPPA!!!” teriak hyemi dari dalam kamar. lalu pintu kamar hyemi dibuka oleh sungmin. Hyemi melihat tampang sungmin yang mesum langsung ketakutan dan melempar sungmin dengan bantal “aaah oppa….sana keluar….opppaaaa jangan mendekat!!!” perintah hyemi pada sungmin “apasih…ayo makanya nonton bareng kita” kata sungmin seraya masih mendekati hyemi. Hyemi yang masih ketakutan karena tampang sungmin yang terlihat mesum malah mundur kepojok ruangan, beusaha menjauh dari sungmin “oppa….kita bukan mukhrim, kita kan saudaraan” kata hyemi cemas “ya emang kita bukan mukhrim” kata sungmin dengan tatapan serius “Oppa!!!!” teriak hyemi takut, lalu yesung tiba tiba muncul dipintu kamar hyemi “Hyemi….ikut kami….kau adalah satu satunya perempuan dirumah ini. Kau harus pandai melakukannya” kata yesung pada hyemi. Hyemi semakin ketakutan karena ia dikepung oleh kedua oppanya yang bermuka mesum tersebut. Lalu yesung dan sungmin menarik lengan hyemi dan menariknya keruang tv. “andwaeee….oppa!!!!! aku gak mau!!!oppa lepaskan!!!” berontak hyemi. Yesung dan sungmin masih saja menarik lengan hyemi sampai ruang tv. Spontan saja hyemi langsung menutup erat matanya. Ia tak mau melihat apapun video yang sedang disetel di tv “hyemi-ah….buka matamu. Lihat itu ditv, kau bisa melakukannya kan?” bisik kyu ditelinga hyemi. Hyemi yang maish memejamkan matanya langsung menggeleng cepat “aku tau kau bisa, hyemi-ah” kata kyu masih berbisik di telinga hyemi. Bulu kuduk hyemi langsung merinding seketika. “sudah kyu, kita biarkan saja hyemi. Paling juga nnti dia penasaran” kata yesung “yah, padahal aku ingin hyemi melihatnya. Barangkali aku bisa mempraktekannya dengan hyemi” kata sungmin “mwo? Apakah oppa oppaku ini sudah gila?” pikir hyemi. Hyemi baru memerhatikan suara yang keluar dari tv “masukkan 2 kuning telur….aduk hingga rata. Setelah itu masukkan tepung terigu ini dan air setengah liter lalu aduk sampai adonan mengental”

Hyemi langsung membuka matanya. Ia kaget melihat apa yang ditayangkan di tv. Seorang wanita sedang mempraktekan cara membuat blueberry cheesecake “Mwo? Oppa? Kenapa kau tidak bilang ini video acara memasak?” kata hyemi “mwo? Emang ini acara memasak kan? Daritadi kau tidak dengar kyu ingin mencicipi kue yang ada divideo itu? Makanya gue pengen lo ngeliet biar lo dan sungmin bisa membuatkannya untuk kami karena sepertinya rasanya nikmat sekali” kata yesung “mwo? Jadi ini bukan video porno?” kata hyemi polos “ha? Video porno?” kata sungmin “hah? Porno?” kata yesung “lah lah lah…kok ekspresi oppa pada kaya gitu?” kata hyemi sambil melihat para oppanya yang memasang ekspresi bingung “porno?” Tanya kyu “ne. jadi ini bukan video porno?” kata hyemi sekali lagi dengan tampang polosnya “bentaaaar gue bingung nih” kata yesung “hyemi, kami ingin bertanya denganmu” kata sungmin “bertanya tentang apa?” kata hyemi “parno itu…” kata yesung ragu ragu “porno kali oppa” kata hyemi “iya maksud gue itu, porno itu….” Kata yesung tertahan. yesung ragu ragu ingin menanyakannya “ah hyung….biar gue aja sini yang nanya” sela kyu “hyemi, porno itu………apaan?” kata kyu

Hyemi : ~!!@#$%%^&*(*&^%$#@!#$%^&

“HAHAHAHAHAHHAHAHAHAHHAHAHAH” tawa Hyemi meledak saat kyu menanyakannya “kenapa kau tertawa? Apa ada yang salah?” kata sungmin “jadi oppa gatau maksut dari kata ‘porno’?” kata hyemi. Yesung, sungmin dan kyuhyun langsung menggeleng serempak “aduuuuh kalian lebih polos daripada ku” kata hyemi “jawab pertanyaan kami, porno itu apaan?” kata sungmin “porno itu…..aduh apaya? Aku bingung oppa ngejelasinnya” kata hyemi “contohnya ajadeh” kata yesung “ya kaya orang yang bisa ngeliet setan gitu trus ngusir roh roh penasaran” kata hyemi “oh” kata kyu “itu paranormal….eh jauh banget lo ngepelesetinnya” kata yesung “oiyaya lupa oppa mian mian, porno itu misalkan kita ngejek orang didunia maya gitu” kata hyemi dengan mimic wajah serius “itu prontal kaleee” kata sungmin “bukannya frontal hyung?” kata kyuhyun “ohiyaya gue lupa kyu” kata sungmin “ah oppa mah, masa kalian gatau porno sih?” kata hyemi. Sungmin, yesung dan kyu pun hanya menggeleng dengan tampang tak berdosa sambil memanyunkan mulutnya karena ngambek gak diberi tu oleh hyemi “porno ituuuu…..ya hal hal jorok gitu” kata hyemi akhirnya “ehmmmm kaya kecoak?” kata sungmin “lebih parah” kata hyemi “kaya cicak?” kata kyu “jauh banget” kata hyemi “kaya jus bawang+ cabe + melon + tanah + cacing + air bekas cucian buatan sungmin?” kata yesung “lebih jorok lagi” kata hyemi “PORNOOOOO ITU APAAAA?” kata sungmin frustasi “susah ngejelasinnya oppa” kata hyemi pasrah karena kebodohan para oppanya ini . lalu yesung, sungmin dan kyu pun berpikir untuk menemukan arti dari kata porno

………

…………

…………

………….

Masih berfikir

………..

……………….

…………………

………………….

1 abad kemudian (loh? Maksutnya 1 jam kemudian)

“setau gue sih kalo yang jorok jorok sih……bokep” kata yesung akhirnya setelah sekian lama berfikir “aduh oppa babo” kata hyemi “apa? Salah ya?” kata yesung “ya itu yang disebut porno” kata hyemi “ohhhh jadi porno itu salah?” kata kyu “TAU AH!!!cari di internet aja juga ada kok” kata hyemi sambil pergi menuju kamarnya saking frustasi karena tingkah para oppanya itu

*BERSAMBUNG….

(Yesung : eh author, porno itu apaan?

Author: ya kaya kata hyemi….cari aja diinternet

Yesung :dasar pelit lu…kaya eunhyuk aje

Author :-_- gue gasepelit eunhyuk ya)

0

26th June 2010

hello.... mau curhat dong eheheh jadi tuh ceritanya gini....tunggu gue lupa ceritanya *mendadak amnesia* oiya deng baru inget wkwkwk

jadi gue tadi bangun jam setengah 8. biasa dibangunin oleh suara cempreng emak gue yang teriak "DEEEEEEEL!!!BANGUN!!!!KAMU MAU NGAMBIL RAPORT GA?" yaudah gue bangun aja daripada telinga gue tambah budek, udah budek mau ditambahin budek aduh mau kaya kyuhyun oppa apaya ampe dioprasi gitu (lho?) yaudah gue mandi dan ganti baju dan tada................
gue udah siap tuh trus si Riris nelpon gue "din, jadi nnton ga? si ica mau nnton tuh katanya" kata riris gitu. iya, gue rencananya mau nnton ama riris dan ica rencananya mau ngabur biar ga dengerin ceramah para orang tua. nah karena malamnya bokap gue bilang mau naik mobil kesekolah terus rencananya para kuman kuman (maksutnya adek gue) mau pada ikut ya gue bilang aja "yaudah nnti kita ketemuan disekolah aja ris" jadi ya gue ga bareng riris. tiba-tiba bokap gue bilang "naik motor aja ya, ayah males ngeluarin mobil" deng deng!!! yaudah gue naik motor deh ama bokap gue dan gue juga rencananya juga mau ke LIA liet pengumuman. pas udah tiba disekolah langsung kekelas gitu trus bokap gue ngisi absen gitu kan. keliatan banget bokap gue tulisannya paling jelek sendiri hahahaha. trus bokap gue nerima raport gue deg degan sendiri tuh. pas bokap gue keluar gue langsung spontan "yah, aku ranking berapa?" kata gue "jumlah murid dikelasmu berapa?" kata bokap gue "31 yah" kata gue "yaudah berarti kamu ranking 31" kata ayah gue disambut oleh tawaan temen temen gue yang ada disekitar situ. yaudah abis itu gue keLIA dan begonya bokap gue gabawa duit jadi ga daftar ulang deh cuma liet gue naik level aja -__-yaudah kita pulang tuh kita pulang. pulang-pulang gue online bentar eh si rani, riris, ama ica dateng trus diintrogasi bentar ama bokap gue. si rani ngaku ranking 5 pdhal ranking 12 jadi ya gue dimarahin ama ortu gue *nasib orang bego* padahal nilai gue pada naik semua loooh *bangga*trus kita nnton film yang dibawa riris. film horror gitu mana kulitnya di kuliti gitu isssh serem deh mana si rani pikirannya parno gitu wkwk abis itu kita kekfc gitu deeeh gue dibonceng ama riris sedangkan ica dibonceng ama rani, pas ditengah jalan si riris nabrak orang gitu maklum motornya riris rem tangannya gaada cuma ada rem kaki doang. kita (gue ama riris) ketinggal jauh tuh ama rani ica. trus si riris pas udah dibunderan HI deket kfc dia rada takut nyebrangnya jadi kita muterin bunderan HI lagi deh sumpah gue ngakak udah kaya orang bego aja mana dilietin polisi lagi-_- *ya mang ngapa?* abis itu kita nyampe dikfc, mesen dan blablabla.trus abis makan kita .....................................................GOSIP. biasalah anak muda gabisa hidup tanpa gosip (lho?) abis ngegosip si riris ama rani bikin resep minuman baru di kfc dengan bahan campuran=

- pepsi
- waffle sunbae bekas gue
- tulang ayam
- saus sambel
- krim bekas mocha floetnya rani

trus kita foto foto trus sirani ngendid gue dan............gue rebutan hp demi nghapus candid gue. ogah banget kalo ampe kesebar kan berabe kalo ketauan paparazi kan gue adeknya kyu, sungmin ama yesung *ngimpi aje lu* wkwkw
abis itu kita pulang dan mampir ke toko dvd. gue ama ica mesen dvd super junior live in japan, si rani beli dvd la corda d'orro primo passo, si riris beli banyaaaaaak banget dvd horror gitu. yaudah abis itu kita pulang dan nnton dvd "house"nya riris yang tadi abis dibeli. pertamanya kita gak konsen gitu nntonnya abisnya pada ngomongin setan gitu HaHaHa trus pas udah ada yg teriak teriak kita baru konsen, sumpah filmnya bikin gue pengen nabok sutradaranya, ngaret mulu filmnya-_-
abis itu rani pulang. sisa gue, riris ama ica tuh jadi kita nnton ampe jam 5an gitu. trus riris balik, ica pun ikut balik juga....... (created by : DinaFarahdilla)

*THE END*
0

Crazy Family : In the morning

Gue niatnya pengen bikin ff komedi gitu deeeh *jengjeng* tapi gue rada ganiat bikinnya jadi kalo ffnya jayus, lu ketawa aja biar lucu. Namanya juga komedi. Biar kesannya lucu gitu padahal kagak lucu a.k.a j-a-y-u-s or ngocol or ngelawak or gakreatip yaaaa tapi baca aja ya and enjoy it guysJ

*Author POV*

KRINGGGGGG!!!~~~

Jam weker yang berada dimeja sebelah ranjang sungmin berbunyi. Ia langsung terlompat bangun karena kaget “aisshhh…mengagetkan saja” ujarnya. Ia langsung bergegas keluar kamar dan mengetuk kamar kyuhyun “kyu….bangun” katanya sambil mengetuk pintu. lalu ia bergegas kekamar yesung dan mengetuknya “hyuuung bangun” katanya. lalu ia kekamar Hyemi “hyemi….bangun” katanya sambil mengetuk pintu kamar hyemi. Setelah itu sungmin bergegas kedapur dan menyiapkan sarapan. Hyemi pun yang masih mengenakan piama tidur dan sandal kelinci bututnya segera kedapur dan mengambil sapu “oppa, katakan pada kyu oppa sebelum ia berangkat kesekolah ia harus mengepel terlebih dahulu” kata Hyemi “eh enak aja lo aja sono mulut gue gamau kaya cucian lagi ah, ngomong ama kyu mah susah” kata sungmin “apanya yg susah?” kata kyu yang sudah ada didapur entah kapan “tau lu oppa…kan kita udah sepakat kalo gue nyapu, lu ngepel, sungmin oppa masak ama ngelap kaca terus kalo yesung oppa nyuci baju” kata hyemi “iya bawel ntar gue galupa deh” katanya “eh kok yesung hyung belom bangun?” kata kyu. “cek kamarnya dulu sana” kata sungmin “yaudah” kata kyu seraya menuju kamar yesung. Saat kyu membuka pintu kamar yesung…

“ddangkoma….aku sayang banget sama kamu…saranghaeyooo ddangkoma-ah” kata yesung sambil menatap kura-kuranya yang berada didalam akuarium kaca yang berisi pasir “HYUUUUNG!!!! SUNGMIN HYUUUUNG ANTARKAN YESUNG HYUNG KE RUMAH SAKIT JIWAAAA” teriak kyu yang melihat kejadian tadi secara live. Yesung langsung menatap kyu “apa toh ndok? Kan cinta gue ama ddangkoma murni” kata yesung “SUNGMIIIIN HYUUUUNG PENYAKITNYA YESUNG HYUNG MAKIN PARAAAAH!!!” teriak kyu, sungmin pun langsung muncul “apasih kyu? Pengang tau telinga gue denger suara lu” kata sungmin “itu itu….yesung hyung kaga waras masa dia jatuh cinta ama kura-kuranya noh” kata kyu sambil menunjuk kearah yesung dan akuarium ddangkoma “ya mang ngapa?wajar lah kan ddangkoma mahal jadi yesung-hyung kaya gitu biar ddangkoma ga mati cepet” kata sungmin “ah tapi…aduuuh hyung mikir dong mikir!!! Masa iya manusia jatuh cinta dengan kura-kura?” kata kyu “ya bisa aja. Lu aja bisa jatuh cinta ama game kenapa yesung hyung jatuh cinta ama kura-kura kaga wajar?” kata sungmin “apasihhhh ribut-ribut?” kata hyemi yang muncul tiba-tiba “Hyemi….lu waras kan?” kata kyu pada adiknya itu “yaiyalah” kata hyemi “halah kata siapa dia waras” sambung yesung sambil membuka laci meja dekat kasurnya dan mengeluarkan uang dari dompetnya. “hyemi….mau ini gak?” kata yesung sambil melambai-lambaikan uang pecahan $100 yang kemarin baru saja didapatnya dari temannya yg baru pulang dari USA. Dengan cepat hyemi menyambar uang itu dari tangan yesung “aaaaaa money….i love you!!!” kata hyemi sambil menciumi uang yang disambar dari tangan yesung itu “ah gila gue disini” kata kyu “main game online aja” gerutu kyu sambil keluar dari kamar yesung “eeeeh kyu oppa!!!jadwal online oppa kan hari senin, selasa, rabu. Kalo jadwal online ku kamis, jumat, sabtu, minggu. Ini hari sabtu oppa!!!jangan mencuri jadwalku!!!” kata hyemi seraya keluar dari kamar yesung dan menghajar kyu “hyaaat oppa…..jangan menyelak jadwalku eeeh ehhh kau belum ngepel sana ngepel duluuu” kata hyemi dengan cerewetnya. Sungmin yang daritadi hanya menjadi penonton menghela nafas “hah….memang aku saja sepertinya yang waras dirumah ini” katanya sambil menggeleng-geleng kepalanya “eh ayo sarapan dulu ntar masakan gue kadaluarsa lagi” kata sungmin seraya keluar dan menuju kemeja makan. Kyu dan hyemi yang tadi berebut modem internet langsung berhenti bertengkar dan menuju meja makan “hyung, sarapan ku mana?” kata kyu “itu ambil sendiri lah. Emang gue emak lo apa udah gede juga” kata sungmin “sungmin, gue makan dikamar aja” kata yesung yangmuncul kedapur dan mengambil sarapannya lalu bergegas kekamarnya lagi “oppa…nasi gorengnya kurang asin” kata hyemi “masa sih? Punya gue malah keasinan. Kurang kecap hyung” kata kyu “KURAAAANG BANYAAAK SUNGMIN PORSI GUE” teriak yesung dari kamar. “udah untung gue masakin. Nasi goreng gue kan paling enak” jawab sungmin dengan jengkel. “enak dari mana, masih enakan buatan tukang nasi goreng deket kampus gue” kata yesung “ah udah sono hyung lo minta dia aja yang bikini nasi goreng” kata sungmin marah “min…yah sungmin lu jangan ngambek….sungmin” kata yesung dari kamar “Hyung!!!elu sih hyung sungmin hyung jadi ngambek kan awas aja kalo dia ga masakin kita sarapan lagi” teriak kyuhyun dari meja makan “taunih yesung oppa…makanya jangan pacaran ama ddangkoma mulu” kata hyemi “elu ya berdua adek adek sialan seneng banget ngompor-ngomporin gue ama sungmin” kata yesung seraya keluar dari kamar dan menuju kedapur.yesung lalu duduk dimeja makan “jadi gimana nih…sungmin ngambek ntar yang masakin kita siapa dong?” Tanya yesung pada adik adiknya “yaaa kalo sungmin oppa gamau masakin kita, kita telpon aje 14025 kalo gak 14022” kata hyemi santai “yeeeh bego amat sih lu. Lu kire Indonesia apa mesen McDee atau Kfc. Sekalian aja ntar kita pesen hokben atau pizza hut” kata yesung “ataugak…kita sewa aja temennya kyu oppa. Si wookie oppa itu kan pinter masak. Masakannya juga pasti lebih enak daripada masakan sungmin oppa” kata hyemi “waaah ide bagus. Bentar gue nelpon si wookie dulu” kata kyu langsung beranjak menuju kekamarnya dan mengambil ponsel iPhone barunya yang ia dapatkan dari undian snack di supermarket ?*etdah gamodal amat*

“aduh hyung…si wookie lagi pulang kampong hyung…duh gimana nih?” kata kyu setelah berbicara ditelpon dengan wookie “gue sih punya rencana” kata yesung “apaan hyung?” kata kyu “iya oppa apaan rencana oppa?” kata hyemi penasaran “gini deh…si sungmin kan dement uh ama pink, nah kita beliin aja apakek gitu yang warna pink. Pasti dia langsung baik deh ama kita. Terus gue yakin masakannya makin enak gara gara koleksi warna pinknya nambah” kata yesung “ah hyung….ide bagus. Tapi kita ngasih apaan coba ke sungmin hyung?” kata kyuhyun “gini ajadeh…kita ganti aja wallpaper kamarnya jadi warna pink. Kan wallpapernya masih warna kuning tuh” kata hyemi “tumben elu pinter, lu nyuri ide dari otak gue ya?” kata yesung “yeee oppa enak aja kalo ngomong, ini gue mikir sendiri tau soalnya kemaren gue liet ada wallpaper lucu banget deh di internet. Warnanya pink, ada juga warna nya ungu. Jadi gue pengen ngusulin kalo wallpapernya sungmin oppa diganti, gue mau nitip wallpaper kamar gue sekalian diganti ama warna ungu. Gitu oppa” kata hyemi

Yesung & kyuhyun : !@#$%^&*()_+)&^%$

“kagak….usul ditolak. Gue udah ada firasat dibalik usul lo mesti ada niat tersembunyi” kata yesung “ah oppa maaaah” gerutu hyemi. “gimana kalo kita ganti casing laptopnya sungmin hyung jadi warna pink?” kata kyu “ah ide bagus kyu….tumben lu pinter” kata yesung “tapi hyung…kalo hyung pergi ke toko laptop jangan lupa mampir ke toko gamenya. Tolong cariin game baru. Starscraft ya hyung kalo ada. Kalo gaada ya game lain aja. Tanya ama mas masnya game yang seru apaan. Oiya satu lagi hyung tanyain ama mas mas nya juga modem yang bisa download 1gb/s udah keluar belom…ya hyung…hyung baik deh” ujar kyuhyun panjang lebar

Yesung &hyemi : ~!@##$$%%^^&*(&&^%$#@!#$%^&*

“udah ah…ribet kalo gini caranya. Semuanya ada maunya. Gue nih yang keluar duit bisa bangkrut” kata yesung “yaaah terus rencana kita apa hyung?” kata kyu “emmmmm…” kata yesung sambil berfikir. Yang lain pun ikut berfikir .

Masih berfikir….

…..

…..

…..

Masih berfikir….

……

……

……

…..

……

Masih berfikir…..

…..

…..

…..

5 jam kemudian…. --,,,----

“ah iya gue tau cara yang tepat tanpa harus keluar duit banyak!!!” celutuk yesung setelah lama berfikir “apa hyung?” Tanya kyu penasaran “oppa? Apa rencana oppa? Katakana!!!” Tanya hyemi juga penasaran “gini rencananya….gue Tanya ddangkoma dulu. Biasanya dia pinter nyari solusi gitu” kata yesung dengan bangganya

Kyuhyun & hyemi : !@#$%^^%$#@#%^&*(*

GUBRAAAAAAAAAAK!!!

“hyung…jadi kita mikir selama 5 jam demi nanya ini ama ddangkoma?” kata kyu “iya. Gue kehabisan akal sih” kata yesung “kenapa kita ga minta maaf bareng-bareng aja? Tapi secara live gitu disiarkan langsung distudio SBS dengan pembawa acara Kwon yuri dan Stephanie hwang? Lalu mengundang bintang tamu super junior, snsd, shinee, 2pm, f(x), ss501, CNBlue, dll?” kata hyemi mengeluarkan idenya “etdaaah lu kira music core ape?” kata kyuhyun “ohiyaya gue lupa” kata hyemi “kata ddangkoma, kita langsung minta maaf aja ama sungmin. Trus dengan beberapa tetes air mata palsu kita luluhkan hati sungmin. Lalu dengan tatapan evil eye milik kyu kita buat sungmin berlutut pada kita, lalu dengan suara merdu gue, kita buat sungmin menjadi fans berat kita. Gimana?” kata yesung menjelaskan saran dari ddangkoma “terus gue oppa? Gue harus gimana?” kata hyemi “yaaa elu bayar tiketnya aja. Lihatlah aksih kami bersama saya Kim Jongwoon dan adik saya…” kata yesung sambil menengok kearah kyuhyun “Cho kyuhyun akan menampilkan suatu drama epik berjudul ‘Hyung…mianhae’ disutradarai oleh sutradara ternama yang telah terbukti kualitasnya dalam film Harry potter dan Twilight serta penulis naskah yang tak kalah menariknya yang menuliskan naskah film ‘Spiderman’ dan pengisi soundtrack yaitu…..kangen band” kata kyuhyun melanjutkan omongan yesung “kok kangen band sih kyu?” kata yesung “emang kangen band apaan dah hyung?” kata kyuhyun “lah man ague tau…lu kan yang nyebut. Mending st12 dah” kata yesung “gue ngasal nyebut aja hyung. St 12 apaan dah?” kata kyuhyun “halah masa lu kaga tau….itu kan alamat rumah kita. Blok st12 aduuuh elu kyu” kata yesung

Hyemi : krik krik krik….

*Bersambung ….

(yesung : heh authornya mana nih? Lu kok main bersambung-bersambung aje? Mau kaya sinetron Indonesia ampe ratusan episode?”

Kyuhyun : udah hyung…gue capek dari tadi ngomong mulu.

Hyemi : *tertidur pulas karena cerita gak bener dari authornya * )

0

Don't make me cry

*Han Hyemi POV*

“Hyemi…maukah kau menjadi Yeojachingu-ku? Saranghae Hyemi-ah…” kata cowok itu dihadapanku. Ya, dia adalah Lee Jonghyun. Cowok idola sekolah yang sangat laku diantara anak cewek, jujur saja aku suka olehnya namun hatiku bimbang saat ia menyatakan perasaannya padaku “mianhae jonghyunnie…jeongmal mianhae aku tak bisa” kataku menolaknya “kenapa? Kau adalah cewek pertama yang kusukai selama hidupku dank au menolaknya?kau menolakku? Menolak seorang lee jonghyun?” katanya. inilah yang kubenci darinya. Ia selalu membanggakan dirinya sendiri. Ia menganggap dirinya adalah yang paling hebat diantara semua murid disini “aku….kurasa aku tak cocok untukmu” kataku lalu meninggalkan jonghyun sendiri. Kulihat beberapa murid cewek yang berada dikoridor sekolah yang sejak tadi menonton aksi penembakan jonghyun terhadapku secara live dan gratis langsung senang. Aku yakin dia salah satu team jonghyun, kumpulan cewek yang tergila-gila pada jonghyun disekolah. Aku berjalan menuju kelasku dan duduk dikursi ku “kau ditembak jonghyun?” kata Jera, temanku “ne” kataku cuek “lalu apa jawabanmu?” katanya “kutolak” kataku singkat “hyaaaa!!! Dasar babo!!!jonghyun itu keren, idola sekolah, cowok impian semua cewek!!!kenapa kau tolak?” kata jera kaget “emmm dia terlalu pede dengan kemampuannya lagipula aku tak mau cewek seisi sekolah memusuhiku karena aku jadian dengannya” kataku “kau ini….kau itu mencari cowok yang bagaimana sih? Kemarin minggu si wookie kau tolak, padahal dia adalah perwakilan sekolah dalam kontes piano dan bernyanyi, tampangnya juga cakep. Lalu minhyuk juga kau tolak padahal dia kan drummer yang handal.” Jelas jera panjang lebar “entahlah…aku mau yang biasa saja” kataku “sudah jangan dibahas lagi. Aku bosan” kataku pada jera.aku sedang malas mengurus soal percintaan.

**

“annyeonghaseyo, lee donghae imnida” kata seorang siswa baru itu terhadapku. Ia duduk disamping ku dan kulihat ia tersenyum padaku.Aku tersenyum membalas senyumannya “Han Hyemi imnida” kataku padanya “donghae-ssi kau pindahan dari mana?” kataku padanya “panggil saja aku donghae, tak usah seformal itu Hye-ah. Aku pindahan dari China” katanya sambl tersenyum. Senyumnya manis. Kuyakin ia akan bersaing dengan jonghyun untuk cowok idola sekolah “oh china. Bahasa koreamu lancar sekali” kataku “ne, aku Cuma dichina setahun kok, sebelumnya aku tinggal dikorea” katanya “oh begitu”kataku. matanya menatap tajam kedalam mataku, jantungku berdetak 2 kali lebih cepat dari biasanya. Sial!! Ada apa denganku ini? “hyemi? Kau sakit? Mukamu memerah” ujar donghae mengagetkanku “ah ani…aku hanya kedinginan saja” kataku membantah, sial kenapa menjadi salting gini dihadapan murid baru itu? “mwo? Kedinginan? Bukannya sekarang cuaca sedang panas?” kata donghae. Lalu dalam sekejap ia memegang keningku “hyemi…sebaiknya kau ke UKS saja aku takut nanti kau terjadi apa-apa” kata donghae. Ia langsung berdiri dan merangkulku. Kulihat seluruh murid dikelas memerhatikan kami berdua “pak…saya ingin mengantar Hyemi-ah ke UKS. Ia tak enak badan” kata Donghae meminta ijin ke mr.park “oh ya silahkan” kata mr. park

**

Sepanjang jam sekolah aku berada diuks. Beruntung donghae mau menemaniku. Kami berbicara banyak hal diuks. Tidak ada yang mengganggu kami sehingga kami bisa tertawa dengan ria. Namun aku heran mengapa aku sering keringat dingin saat disampingnya. Jantungku pun berdetak 2 kali lebih cepat dari biasanya. Yang kutau ia tinggal sendiri di apartement dekat sekolah. dan yang kutau ia adalah tetangga baruku karena apartemen kami terletak digedung yang sama. Ia ternyata cerewet sekali. Ia tak henti hentinya bercerita dengan kehidupannya dichina, kehidupannya semasa masih SMP. Aku hanya menjadi pendengar. Sesekali aku tertawa mendengar ceritanya yang konyol.

Kami pulang sekolah bersama karena apartemen kami juga berdekatan. Ternyata kamar apartemennya dilantai 3, sama sepertiku. Hanya berjarak 4 kamar saja . “kamsahamnida telah menemaniku diuks tadi” kataku sebelum aku masuk keapartemenku. “cheonmaneyo. Tak apa. Kita kan harus saling membantu” katanya sambil tersenyum. Lalu ia pun pergi ke apartemennya. Aku masuk ke apartemenku dengan senyuman mengambang. Hah sejak kapan aku menjadi seperti ini karena cowok? Biasanya aku selalu cuek bebek bahkan tak peduli. Namun aku merasa sangat dekat dengannya walau ini hari pertamanya sekolah di Chang-mi High school. Aku menunggu sungmin oppa, kakaku yang tinggal bersamaku diapartemen ini. Ia biasanya pulang sore dari kampusnya. Jika sedang ada kerjaan ia bisa pulang malam, aku membuat kimchi untuk makan malam, aku sudah terbiasa melakukan aktivitasku ini. Karena orang tuaku berada diluar negeri. Mereka terlalu sibuk dengan bisnisnya. Dan hanya sebulan sekali mereka mengirimkan uang untuk kami walaupun jumlahnya sangat besar. Namun sungmin oppa selalu menabung uang dari orang tua kamu demi masa depanku dan ia menghidupiku dengan uang hasil kerjanya menjadi model iklan dan majalah. “aku pulang…” kata sungmin oppa “oppa, makan malam sudah siap” teriakku dari dapur “ne, aku mandi dulu” katanya. aku pun menyiapkan meja makan dan membuatkan the hangat untuknya. Ia pasti habis pemotretan lagi.

“hyemi…gomawo atas makan malamnya” kata sungmin oppa selesei makan “ah oppa…ini kan sudah menjadi tugasku sebagai adik” kataku “hahaha pasti kau takut ya aku selalu pulang malam? Disini kan seram” kata sungmin “aaaah oppa!!!jangan menakutiku. Aku tidak takut tuh aku bahkan berani menyanyikan durmo pemanggil kuntilanak disini sendirian” kataku “heeet mana ada disini kuntilanak” kata sungmin “oh iya iya aduuuh babo” kataku. ia pun langsung keruang tv dan menonton tv. Sedangkan aku membereskan meja dan mencuci piring “HYEMIIIII CEPAT KEMARIIIII….IKLAN YANG KUBINTANGI MUNCUL DITV” teriak sungmin dari ruang tv “ahhhh aku sibuk lagipula kau sudah menunjukan iklanmu padaku dilaptop mu kemarin” kataku santai. Ah dasar oppa….selalu saja histeris setiap iklan yang dibintanginya masuk tv…

**

“Hyemi…maukah kau menjadi Yeojachingu-ku? Saranghae Hyemi-ah…” kata Lee donghae, ia menembakku. Dan jantungku berdetak 5 kali lebih cepat dari biasanya. Sudah 5 bulan semenjak hari pertamanya disini. Dan benar dugaanku, ia menjadi cowok popular dan idola sekolah, setara dengan lee jonghyun. “ne, naddo saranghae Donghae” kataku sambil tersenyum membalas cintanya. Ia langsung memelukku, tak peduli apa yang terjadi disekeliling taman sekolah, aku yakin banyak orang yang melihat kejadian ini. Entah menagapa ini kali pertama aku suka apada seseorang secara tulus, mungkin aku terkena karma.

“Hyemi…kau tidak makan malam?” ujar sungmin oppa, yang membangunkanku dari lamunanku. “kenapa kau? Diam saja dari tadi” kata sungmin heran “ah oppa…ayo makan” kataku tidak menjawab pertanyaan sungmin. Aneh, mengapa aku mengingat hari dimana pertama kali aku ditembak oleh seorang lee donghae, sekarang sudah sebulan aku menjadi kekasihnya. “kau gimana dengan donghae?” kata sungmin saat sedang makan malam “baik baik saja oppa” jawabku, ya, sungmin tau tentang hubunganku dengan donghae. “kalau tidak salah kau sudah sebulan ya?” kata sungmin “sebulan 4 hari” ralatku “nah itu…kerajinan amat aku ngitungin hari anniversary mu” kata sungmin “kalau begitu tak usah dihitung oppa” kataku sambil tertawa “hahaha adik kecilku sekarang sudah pacaran” katanya “aku bukan anak kecil lagi oppa… kau ini selalu saja menganggapku anak kecil, huh sebal” kataku pura pura ngambek, aku memang sedikit manja dengan sungmin oppa hehehe “yaaah gitu aja ngambek, kasian donghae mendapat cewek yang suka ngambek” ujarnya “aaaah oppa!!” kataku sambil memukul pelan pada sungmin “hyem…hyemiii ampun cuma bercanda” kata sungmin. Selesei makan malam aku berencana main ke apartemen donghae, aku ingin menanyakan pr biologi yang tak kumengerti. “oppa, aku ketempat donghae dulu” kataku pada sungmin oppa sambil nyelonong pergi.

**

“ini…bayaranmu karena kau berhasil jadian dengan hyemi selama sebulan. Kau harus membuatnya sakit hati seperti aku yang dulu sempat ditolaknya” kata seseorang dari apartemen donghae. Aku yang menguping dari luar apartemennya “jonghyunnie…kau begitu dendamkah pada hyemi? Bukankah kau sekarang sudah jadian dengan jehwa? Apa kau masih menyayanginya?” kata donghae. Apa? Jonghyun membayar donghae demi mempermainkanku? “aku sudah tidak menyukainya tapi ia telah merusak harga diriku didepan banyak orang. Memang aku sangat sayang dengan jehwa namun aku ingin dia merasakan apa yang kurasa saat dulu ia menolakku” kata jonghyun “jonghyunnie… aku kecewa menjadi sepupumu” kata donghae. Sekali lagi aku kaget karena aku baru menyadari bahwa Lee donghae adalah sepupu dari Lee Jonghyun. Mereka sangat berbeda sekali kepribadian walau sama sama menjadi idola disekolah. Tak terasa aku menangis. Aku tak tahan dengan semua ini. Padahal aku sangat menyayangi Donghae. Aku sudah menganggapnya sebagai bagian dalam hidupku. Ia adalah satu-satu nya cowok yang berhasil mencuri hatiku.namun dibalik ini semua ia hanya mempermainkanku demi membantu sepupunya. Aku tak sadar aku menangis sampai terisak terlalu kencang sampai donghae mendengarnya. Kudengar suara kaki donghae berjalan keluar dari apartemennya. Aku langsung lari menuju apartemenku dan membanting pintu “Hyemi….kau kenapa? Hyemi???” kata sungmin panik melihat keadaanku yang kacau balau. Aku terduduk diruang tv sambil tetap menangis “Hyemi…kau kenapa? Siapa yang membuatmu menangis? Hyemi diamlah…aku tak suka bila adik kecilku ini menangis” kata sungmin berusaha menenangkanku. “hyemi…kau ada masalah? Kau bisa menceritakannya padaku” kata sungmin sambil mengelap air mataku dengan tangannya “oppa….donghae….ia mempermainkanku” kataku lirih “donghae? Mwo? Ia memperemainkanmu bagaimana?” Tanya sungmin oppa, kulihat dari matanya emosi mulai timbul dalam dirinya

Ting tong…

Tiba tiba bell berbunyi, dengan langkah kilat sungmin langsung membukakan pintu apartemen “BUAT APA KAU KEMARI? MAU MEMBUAT ADIKKU MENANGIS LAGI?” kata sungmin, aku tau pasti itu donghae yang datang. Aku terlalu malas melihat mukanya “mianhae….aku harus meminta maaf pada hyemi…aku harus menjelaskan semuanya” kata donghae memohon pada sungmin. Aku yang hanya bisa mendengar semua percakapan dari ruang tv hanya bisa mempertajam indra pendengaranku “PENJELASAN APA? Kau tau tidak? Kau orang pertama yang membuatnya menangis hingga seperti itu..” kata sungmin oppa. Nadanya membentak pada donghae. “biarkan aku menjelaskan semu…”

PLAAAAK!!!

Belum sempat donghae melanjutkan kata katanya ia sudah mendapatkan pukulan dari sungmin “penjelasan katamu? Rasakan apa yang baru saja kau terima….hati hyemi lebih sakit daripada pukulanku” kata sungmin pada donghae lalu ia langsung membanting pintu. Aku yang daritadi hanya terdiam mendadak langsung mengeluarkan air mata lagi. Kulihat sungmin oppa menghampiriku “sudahlah…aku sudah member pelajaran pada donghae. Ia tidak akan berani lagi menyakitimu” kata sungmin sambil memelukku “oppa…” kataku lirih. Aku masih memikirkan donghae. Entah mengapa aku merasa kasihan karena ia telah terkena pukulan maut sungmin oppa yang terkenal sangat keras itu.

**

Aku berjalan dikoridor sekolah dengan lesu. Kejadian tadi malam membuatku tak bisa tidur. Tiba tiba sebuah tangan menarik lenganku. Aku berbalik untuk melihat siapa yang menarikku. Kulihat wajah donghae yang bengkak dan membiru “kita harus bicara” katanya “bicara apa lagi? Sudah jelas kan…kita sudah tak punya hubungan apa-apa lagi” kataku “aku akan menjelaskan semuanya. Tolong dengarkan aku dulu” katanya memohon. Tiba tiba kulihat jonghyun berdiri dibelakang donghae “biarkan donghae mejelaskan semuanya hyemi…ini semua salahku. Aku terlalu memikirkan reputasiku disekolah. Mianhae…jeongmal mianhae Hyemi-ah. Aku telah menyakiti mu. Mianhae…” katanya dengan nada menyesal “baiklah” kataku. donghae lalu menarikku kebangku taman belakang sekolah yang masih kosong karena masih pagi . “memang benar jonghyunnia menyuruhku jadian denganmu” katanya “tapi…aku jadian denganmu karena perasaanku padamu asli…aku menyukaimu apa adanya. Aku tak peduli walau aku akan dikeroyok oleh sungmin hyung, aku ingin terus berada disampingmu” katanya “hyemi…kau tau tidak? Kau orang pertama yang ingin kulindungi. Yang ingin kutemani sepanjang waktu. Soal jonghyun itu…aku tak tertarik walau ia membayarku. Aku tetap menyayangimu” katanya. aku melihat air matanya keluar “jangan…jangan menangis…” kataku sambil mengelap air matanya “aku ingin terus bersamamu…saranghaeyo Hyemi-ah. Maukah kau memaafkanku?” kata donghae “ne…naddo saranghaeyo donghae. Aku sudah memaafkanmu” kataku. ia langsung memelukku dan mencium keningku “aku tak akan pernah mempermainkanmu…karena… kau adalah wanita yang akan kulindungi sepanjang hidupku. Aku janji” katanya.

*THE END*

2

Real or Not?

*Han Jehwa POV*

Aku duduk ditempat tidurku dengan senyum menghiasi wajahku. hari ini aku baru saja jadian dengan Lee Jonghyun, cowok idola sekolah yang sebenarnya sudah kutaksir saat aku masih kelas 2 smp. Ia dan aku memang satu sekolah saat smp dan sma dan sekarang aku sudah kelas 3 SMA. Aku masih teringat kejadian tadi sore, saat ia menyatakan cinta padaku dan aku dengan senang menerimanya. Tak kusangka ia memiliki perasaan yang sama denganku.

Tok tok tok tok…

Kudengar ada yang mengetuk pintu kamarku. Saat aku akan beranjak dari ranjangku dan ingin membukanya, pintu kamar itu terbuka sendiri “Jehwa…ayok makan. Sepupumu datang nih” kata Eunhyuk, kakakku “mwo? Hyemi kesini? Asyikkkk!!” ujarku lalu keluar untuk makan malam bersama. Hyemi datang bersama Sungmin, kakaknya dan juga Donghae, pacarnya. Setelah selesei makan malam, aku menarik Hyemi keruang tamu untuk berbincang “Hyemi, tau tidak?” kataku padanya “tidak, ada apa? Ah pasti kau sedang senang ya?”tanyanya “ahahaha kau tau saja” kataku sengaja tak menyembunyikan perasaanku “kenapa kau? Ayolah cerita!!” katanya. kulihat Sungmin oppa dan Donghae datang keruang tamu. “hey kau kenapa senyum senyum sendiri?” Tanya Sungmin oppa “ah oppa…masa kau tak senang melihat sepupumu ini bahagia?” kataku sambil tersenyum pada sungmin oppa “lagian kau senyum-senyum sendiri”celutuk Donghae “iyalaaah, kan aku habis jadian ama Jonghyun” kataku bangga “jinjja? Waaaah selamat jehwa..akhirnya!!!” kata hyemi sambil memelukku “Hyemi-ah!!!jangan peluk-peluk Jehwa!!!peluk aku saja!!” kata Donghae “ah jagiya, aku sedang berbagi kebahagiaan dengan Jehwa” kata hyemi. Aku pun melepaskan pelukan “yasudah, daripada donghae cemburu. Apa perlu kau kupanggilkan Eunhyuk oppa supaya kau bisa peluk peluk dia? Kalian kan couple” kataku “aaah jangan Jehwa!!!” kata hyemi “ada apa memanggilku?” Tanya Eunhyuk oppa yang tiba-tiba muncul “ah tidak oppa….sudah sana kau cuci piring!!!” kataku mengusirnya. “ahaha kau ini galak sekali dengan kakakmu” kaa sungmin oppa “habis dia ngeselin sih, suka ngambil snackku yang kutaruh dikulkas” kataku “yaaa kau jitak saja dia gampang kan?” kata donghae “tidak ah, nanti kau marah lagi, dia kan couple mu” kataku pada donghae “HYA jehwa!!!dia pacarku!!!” teriak Hyemi “uppps, mian mian hehe habis kalian ini aneh sih” kataku “mwo ? aneh?” kata donghae “bercanda bercanda hahaha” kataku sambil tertawa. Kami pun mengobrol sepanjang malam sampai tak terasa sudah jam 9 malam, Donghae, Hyemi serta Sungmin oppa pun pulang kerumah mereka. Yah, karena orang tuaku sedang diluar kota jadi hampir setiap malam mereka main kerumah ku.

**

Aku pun merebahkan diriku ditempat tidur. Aku senyum-senyum sendiri saat mengingat kejadian tadi siang

*flashback

Aku buru buru pergi keperpus untuk meminjam sejumlah buku untuk journalku. Kupinjam 4 buku tebal ditanganku dan aku langsung berjalan menuju kelas. Saat aku sedang berjalan tiba tiba “BRUK!!!” aku menabrak seseorang. “ah mianhae….aku buru-buru, sekali lagi mianhae…jeongmal mianhae…” kataku pada orang yang kutabrak “Jehwa?” Tanya orang itu. Aku pun menatap matanya “Jonghyunnie?” kataku. aku membelalakkan mataku didepan orang yang sangat kusukai. “bisa aku bicara denganmu?” katanya “ah iya” kataku sambil mengerjepkan mataku berkali kali “sekarang, kutunggu kau ditaman sekolah” katanya. ia pun langsung pergi dan melewatiku yang masih duduk dilantai karena ajatuh saat tabrakan dengannya. Dengan cepat aku membereskan buku dan pergi ketaman, sesampai ditaman, kulihat ia sedang duduk di bangku sambil menggigit tangannya. Sepertinya ia sedang berpikir “Jonghyunnie, ada apa?” kataku menyapanya. Kurasakan jantungku berdetak 3 kali lebih kencang “ah Jehwa….begini” katanya, katakata nya terhenti lalu ia memegang tanganku “saranghae Han Jehwa….Maukah kau menjadi Yeojachingu-ku?” katanya sambil menatap mataku dalam-dalam. Aku membelalakkan mataku karena shock. Lalu aku tersenyum “ne, naddo saranghae Lee Jonghyun” kataku. lalu ia langsung memeluk erat diriku dan mengecup dahiku.

**

Aku hanya tersenyum setiap kali mengingat kejadian itu. Kulirik jam dimeja belajarku. Sudah jam 11 malam namun tiada rasa kantuk yang timbul sedikitpun. Kuputuskan untuk mendengarkan iPod ku dan menyetel lagu “It Has to be you” biasanya lagu itu yang bisa memmbuatku tidur. Aku pun lama kelamaan mengantuk dan mulai tertidur…..

**

Aku masuk kekelas dengan terburu-buru. Sudah jam 7 kurang 5 menit. Huh untung saja aku masih sempat mengejar waktu. Saat aku masuk kelas, kulihat teman temanku sedang menangis. “ada apa?” tanyaku pada Yoona, teman sekelasku “a..aku…mendapat kabar bahwa…bah…bahwaa…. Tadi malam mobil yang ditumpangi oleh Hyemi, Donghae serta Sungmin sunbae kecelakaan. Kata nya mereka semua tewas ditempat kejadian” katanya sambil terisak “be…benarkah?” kataku shock mendengarnya “begitulah” katanya masih terisak. Aku pun shock. Perlahan semua tampak gelap….kabur dan akhirnya semuanya tampak gelap.

“Jehwa…jagiya sadarlah” kudengar suara yang amat teramat lembut memanggilku. Kupaksakan membuka kelopak mataku dan mataku menyipit melihat cahaya yang menyilaukan “ah…kenapa aku disini?” kataku bingung “DIA SUDAH SADAR!!!” kata jonghyun yang berada disampingku “Jehwa…kau tak apa kan? Jehwa….aku turut berduka cita atas kematian sepupumu” katanya sambil menunduk “aaah” kataku sambil memegang kepalaku yang masih sakit. “aku harus kerumah sakit!!!aku harus!!! Aku harus melihat mereka! Mereka tak mungkin mati…mareka masih bertahan!!!” kataku panic “Jehwa….jehwa mereka sudah tiada… Jehwa tenangkanlah dirimu!!!” kata Jonghyun sambil menahan ku yang sedang memberontak “katakana padaku….itu bohong kan? Mereka tak mati kan?kalian hanya bercanda kan?!!?” kataku histeris sambil menangis. Jonghyun pun langsung memelukku supaya aku tenang “Jehwa….bersabarlah. kita nanti kerumah sakit” katanya “aku sudah menelpon kakakmu dan…” kata kata jonghyun terhenti saat ia melihat Eunhyuk oppa sudah berada dipintu ruang kesehatan “Jehwa….” Katanya sambil menangis “oppa!!!” kataku langsung bangkit dan memeluknya “oppa….donghae… hyemi…. Sungmin oppa” kataku “aku tau… aku sudah melihat keadaan mereka” katanya sambil menangis “mereka sudah tiada” kata Eunhyuk oppa lirih “ANDWAEEE…. Mereka tak boleh meninggalkanku secepat itu!!!” kataku masih menangis. Lalu aku, jonghyun serta Eunhyuk oppa langsung pergi kerumah sakit untuk melihat keadaan sepupuku dan temanku. Aku berlari dilorong rumah sakit saat sampai dirumah sakit dan akhirnya aku sampai kekamar mayat. Aku masuk keruangan itu dan membuka kasur dorong pertama. Kulihat wajah Donghae yang rusak parah. Ia sudah tak bernafas lagi. Lalu kubuka kasur dorong yang kedua dan kulihat wajah Sungmin oppa. Wajahnya tetap imut. Memang wajahnya tak rusak namun berdasarkan apa yang dikatakan Eunhyuk oppa tadi selama perjalanan menuju kemari, tulang rusuknya patah dan ia mengalami pendarahan diotak, tulang dadanya juga menusuk jantungnya. Tak ada harapan untuk menyelamatkannya. Terakhr kubuka kasur dorong ketiga, milih Hyemi. Kutatap ia untuk beberapa waktu, wajahnya tetap sama. Kata Eunhyuk oppa ia tak mengalami luka serius namun entah mengapa Hyemi tewas. Kutatap hyemi lekat-lekat. Lalu kuberanikan diri untuk menyentuhnya. Dingin….kulitnya dingin sekali. Lebih dingin dari kulit Sungmin oppa maupun Donghae. “Jehwa….kami ingin kerumah dulu sebentar. Jonghyun akan menemaniku. Kau mau tetap disini?” kata Eunhyuk oppa yang tiba-tiba berada dibelakangku. Aku mengangguk kecil, kurasakan ia melangkah meninggalkanku. aku masih tak percaya sepupuku, Sungmin oppa dan Hyemi telah tiada. Serta teman jahilku, Donghae pun telah tiada. Aku mamandangi wajah ketiga orang yang sangat kusayangi. Aku tak sanggup bila mereka meninggalkanku.

**

aku duduk diruang tunggu rumah sakit sambil menangis. Kenapa? Kenapa kalian meniggalkanku begitu cepat? Mengapa kalian tega meninggalkanku? padahal kemarin kalian merayakan kebahagiaanku. Kalian masih bercanda canda denganku…

tiba tiba ponsel yang berada disaku kemeja sekolahku bergetar. Aku mengangkatnya

“yoboseyo” kataku lemah “benarkah ini nomor Han jehwa?” kata orang diseberang “ne, nugu?” kataku “kami dari kepolisian. Kami ingin memberitahu bahwa kakak anda, Lee Hyukjae dan teman anda Lee Jonghyun tewas dalam kebakaran dirumah anda” katanya “mwo?benarkah?!!?!” kataku shock “ne, tabung gas dirumah anda tiba tiba meledak dan korban langsung tewas seketika ditempat kejadian karena terbakar api” katanya. aku menjatuhkan ponselku. Lemas….hampa… kosong…. Ini lah aku sekarang. aku sekarang hanya duduk terdiam sambil menangis….keluarga ku…teman temanku….Jonghyun-ku…. Mereka meninggalkan aku dengan cepat. Tanpa berpikir panjang, aku pun langsung menaiki tangga rumah sakit, menuju atap rumah sakit. Tak peduli rasa sakit akibat terlalu lelah menaiki tangga aku tetap menaikinya. Sampai aku tiba diatas, aku langsung berdiri diujung gedung. Jaraknya sangat tinggi untuk kepermukaan tanah. Aku pun tersenyum tipis “Hyemi…Sungmin oppa… donghae… eunhyuk oppa… Jonghunnie… aku akan menyusul kalian…. Tunggu aku” kataku lirih lalu aku melompat. Menuju kealam bebas bersama angin yang berhembus kencang

BRUKKKKK!!!

“awwww!!!” kataku menahan sakit. Aneh….kukira aku sudah mati tapi mengapa aku masih ada dikamarku? Dan aku berada dilantai dibawah tempat tidurku?

Cklek.

Kulihat pintu kamar terbuka dan melihat Eunhyuk oppa hendak masuk kekamarku “Hey bodoh…cepat bangun!!! Kau tak sekolah? sudah jam 9 ini!!!” katanya “oppa? Oppa belum mati?” kataku heran “HYA!!! Kau ini ingin aku mati?” katanya “oppa…” kataku sambil menangis dan berlari menuju kearahnya “oppa!!!” kataku lalu memeluknya “aishhhh kau ini kenapa?!?! Hey jangan peluk peluk!!!bukan mukhrim!!!” katanya “oppa…apakah Sungmin oppa, hyemi dan donghae masih hidup?” kataku sambil memeluknya “HYAAA kau ini aneh sekali…ya mereka masih hiduplah… begitu juga aku. Sekarang lepaskan aku….jauh jauh dariku nanti aku ternodai olehmu!!!” katanya sambil memberontak melepaskan pelukanku “oppa, aku menyayangimu sebagai kakak, kumohon jangan tinggalkan aku” kataku “iya tapi lepaskan duuluuuuuu” katanya. akhirnya aku melepaskan pelukanku. Ia lalu menatapku heran “dasar anak aneh” katanya lalu langsung pergi.

Huh…untung hanya mimpi. Andai itu terjadi….aku mungkin sudah mati sekarang ^^

*THE END*

Back to Top