[Kyuhyun] ibyeoli oneun geol algo isseodo geudae ddeonalgga nan sumeul meomchwodo
[Ryeowook] nunchi motchaen deut utgo isseumyeon urireul
[Donghae] nan moreuneun cheok utgo itjiman gwaenhi jaggu mali manajigo itjiman
[Sungmin] sasil naneun ulgo sipeun maeumbbuingeol geureon nuneuro baraboneun neon
Sarangi ireohge ggeutmeoril boyeodo ibyeoli eoneusae naege dagawa annyeong insal geonnedo
Ajik naegen neol naeryeonohneun ge eoryeoungeol jogeumman siganeul jwo
I can't live without you, My all is in you
[Leeteuk] hoksi naega neonjeo ibyeoleul malhaejugil meonjeo neol nohajugil gidarineun geonji
[Siwon] yejeongwa dalrajin neoui nunbiteun ije deo isang sarangi eobseodo naneun gwaenchana
[Ryeowook] jeomjeom siganeun gago ibeun mareugo neoreul bogo itneun naui nuneun bulanhae
[Yesung] anjalbujalmothago na seoseongijana geudaega ibyeoleul malhaelggabwa
Sarangi ireohge ggeutmeoril boyeodo ibyeoli eoneusae naege dagawa annyeong insal geonnedo
Ajik naegen neol naeryeonohneun ge eoryeoungeol jogeumman siganeul jwo
[Kyuhyun] naega eobsido geudaen useulso isseodo [SM] sarangi imi dahaesseodo
[Donghae] gyeolguken ibyeolirado jamsiman naege isseojwo
Sarangi ireohge ggeutmeoril boyeodo ibyeoli eoneusae naege dagawa annyeong insal geonnedo
Ajik naegen neol naeryeonohneun ge eoryeoungeol jogeumman siganeul jwo
Sarangi ireohge ibyeoli eoneusae naege dagawa annyeong insal geonnedo
Ajikeun naegen neomu ganjeolhan dan han saram beoreul noheulsu eobseo
0
My All Is In You
> > EunHoon POV
“perkenalkan nama saya Kim EunHoon, saya pindahan dari Jepang. Mohon bantuannya dan salam kenal” kataku “ya EunHoon, silahkan duduk ditempat duduk kosong” kata guru kelasku “ne” kataku lalu aku duduk ditempat duduk yg tersisa kosong dikelas ini. Lalu kami memulai pelajaran, huh membosankan. Aku sudah pernah belajar tentang pelajaran ini sewaktu dijepang. “hey EunHoon, aku Kwon Yuri. Salam kenal” kata gadis yg duduk didepanku “ya, salam kenal Yuri” jawabku sambil tersenyum “hey apakah dijepang menyenangkan?” tanyanya “lumayanlah “ jawabku “hey, bukankah kau Kwon Yuri yg di SNSD itu?” kataku “wah, kau mengetahuinya” kata Yuri “aku suka SNSD” kataku “kau beruntung, dikelas ini semua muridnya berasal dari SM” katanya “benarkah? Tapi wajahnya sangat tak familiar” kataku “ begitulah, mereka kesekolah dengan keadaan seadanya dan terkadang mereka kelelahan” kata Yuri “apakah yg tadi duduk didepan itu Im Yoona?” tanyaku “iya, dia selalu terlihat cantik” katanya
“perkenalkan nama saya Kim EunHoon, saya pindahan dari Jepang. Mohon bantuannya dan salam kenal” kataku “ya EunHoon, silahkan duduk ditempat duduk kosong” kata guru kelasku “ne” kataku lalu aku duduk ditempat duduk yg tersisa kosong dikelas ini. Lalu kami memulai pelajaran, huh membosankan. Aku sudah pernah belajar tentang pelajaran ini sewaktu dijepang. “hey EunHoon, aku Kwon Yuri. Salam kenal” kata gadis yg duduk didepanku “ya, salam kenal Yuri” jawabku sambil tersenyum “hey apakah dijepang menyenangkan?” tanyanya “lumayanlah “ jawabku “hey, bukankah kau Kwon Yuri yg di SNSD itu?” kataku “wah, kau mengetahuinya” kata Yuri “aku suka SNSD” kataku “kau beruntung, dikelas ini semua muridnya berasal dari SM” katanya “benarkah? Tapi wajahnya sangat tak familiar” kataku “ begitulah, mereka kesekolah dengan keadaan seadanya dan terkadang mereka kelelahan” kata Yuri “apakah yg tadi duduk didepan itu Im Yoona?” tanyaku “iya, dia selalu terlihat cantik” katanya
*istirahat
“mau kekantin?” tanay Yuri “baiklah Yuri” jawabku “hey Yuri…. Ayo kekantin” teriak seorang gadis didepan pintu kelas “sebentar Hyemi” jawab Yuri “Yuri…..ikut” kata Yoona seraya menghampiri kami “iyaiya tunggu” kata Yuri “hey EunHoon … selamat datang dikorea” kata Yoona sambil tersenyum “terima kasih yoona” kataku . lalu aku, Yuri, Yoona dan Hyemi kekantin bersama. Saat tiba dikantin kami pun langsung menempati meja dipojok yang paling besar. Sepertinya itu meja khusus. “ayo duduklah Eunhoon” kata Yoona “hey kalian curang, kalian tak mengenalkannya padaku “ kata Hyemi “hay Hyemi, aku Kim Eunhoon” kataku pemperkenalkan diriku pada Hyemi “Hey Eunhoon, kau akan senang disini” kata Hyemi, aku pun membalasnya dengan senyuman. Lalu kami makan siang bersama sepanjang jam istirahat “hey Yoona, aku sudah melihatmu dimajalah, kau cantik sekali” kata seorang cowok yg tiba tiba ada didepan kami “ah kau ini Sunbae, kau kan partnerku saat pemotretan ,Siwon oppa ” jawab Yoona “hey ini siapa?” Tanya temannya Siwon yg berada disebelahnya “ini Eunhoon, dia pindahan dari Jepang, oppa” kata Yoona “ oh salam kenal Eunhoon, aku Siwon, yg kurus pecicilan ini Eunhyuk dan sebelah Eunhyuk itu Heechul” kata Siwon oppa “ah, salam kenal sunbae” kataku “ya salam kenal Eunhoon, hey Yuri kau belum membayar hutangmu 500 won, cepat bayar!” tagih Eunhyuk oppa “ah kau oppa, sebentar ya aku juga lagi menunggu Jess, dia punya hutang padaku sebanyak 1000 won tau” kata Yuri. Aku pun tertawa karena melihat tingkah konyol para temanku dan sunbae ini “hey semua… maaf kami terlambat. Tadi kami dipanggil oleh klub vocal” kata salah satu dari 4 orang cewek yg baru datang “HA! Jess… bayar hutangmu padaku cepat… sini 1000 won!” tagih Yuri pada Jess yg menurutku ia cantik “iyaiya sabar, nanti kubayar sepulang sekolah” kata Jess “kau bayar 500 won ke Eunhyuk oppa ya, sisanya bayar padaku” kata Yuri “iya tenang saja sih, hey ini siapa?” Tanya jess sambil menunjuk kearahku “ oh ini EunHoon, dia pindahan dari jepang” kata Hyemi menyela Yuri yg hendak berbicara “oh, salam kenal Eunhoon” kata jess sambil tersenyum “iya, salam kenal juga” kataku “aku Jessica jung, ini Choi Sooyoung dan ini Kim Hyohyeon” kata Jess seraya menunjuk sooyoung dan hyohyeon. Aku menatap mereka dan tersenyum pada sooyoung dan hyohyeon. Mereka membalas senyumku. “hey Hyemi, kau dipanggil Donghae, cepat sana kau kemejanya daripada donghae ngambek nanti” kata sooyoung. Lalu Hyemi bangkit dari duduknya dan menghampiri Donghae. Sepanjang istirahat kami mengobrol ria.
“mau kekantin?” tanay Yuri “baiklah Yuri” jawabku “hey Yuri…. Ayo kekantin” teriak seorang gadis didepan pintu kelas “sebentar Hyemi” jawab Yuri “Yuri…..ikut” kata Yoona seraya menghampiri kami “iyaiya tunggu” kata Yuri “hey EunHoon … selamat datang dikorea” kata Yoona sambil tersenyum “terima kasih yoona” kataku . lalu aku, Yuri, Yoona dan Hyemi kekantin bersama. Saat tiba dikantin kami pun langsung menempati meja dipojok yang paling besar. Sepertinya itu meja khusus. “ayo duduklah Eunhoon” kata Yoona “hey kalian curang, kalian tak mengenalkannya padaku “ kata Hyemi “hay Hyemi, aku Kim Eunhoon” kataku pemperkenalkan diriku pada Hyemi “Hey Eunhoon, kau akan senang disini” kata Hyemi, aku pun membalasnya dengan senyuman. Lalu kami makan siang bersama sepanjang jam istirahat “hey Yoona, aku sudah melihatmu dimajalah, kau cantik sekali” kata seorang cowok yg tiba tiba ada didepan kami “ah kau ini Sunbae, kau kan partnerku saat pemotretan ,Siwon oppa ” jawab Yoona “hey ini siapa?” Tanya temannya Siwon yg berada disebelahnya “ini Eunhoon, dia pindahan dari Jepang, oppa” kata Yoona “ oh salam kenal Eunhoon, aku Siwon, yg kurus pecicilan ini Eunhyuk dan sebelah Eunhyuk itu Heechul” kata Siwon oppa “ah, salam kenal sunbae” kataku “ya salam kenal Eunhoon, hey Yuri kau belum membayar hutangmu 500 won, cepat bayar!” tagih Eunhyuk oppa “ah kau oppa, sebentar ya aku juga lagi menunggu Jess, dia punya hutang padaku sebanyak 1000 won tau” kata Yuri. Aku pun tertawa karena melihat tingkah konyol para temanku dan sunbae ini “hey semua… maaf kami terlambat. Tadi kami dipanggil oleh klub vocal” kata salah satu dari 4 orang cewek yg baru datang “HA! Jess… bayar hutangmu padaku cepat… sini 1000 won!” tagih Yuri pada Jess yg menurutku ia cantik “iyaiya sabar, nanti kubayar sepulang sekolah” kata Jess “kau bayar 500 won ke Eunhyuk oppa ya, sisanya bayar padaku” kata Yuri “iya tenang saja sih, hey ini siapa?” Tanya jess sambil menunjuk kearahku “ oh ini EunHoon, dia pindahan dari jepang” kata Hyemi menyela Yuri yg hendak berbicara “oh, salam kenal Eunhoon” kata jess sambil tersenyum “iya, salam kenal juga” kataku “aku Jessica jung, ini Choi Sooyoung dan ini Kim Hyohyeon” kata Jess seraya menunjuk sooyoung dan hyohyeon. Aku menatap mereka dan tersenyum pada sooyoung dan hyohyeon. Mereka membalas senyumku. “hey Hyemi, kau dipanggil Donghae, cepat sana kau kemejanya daripada donghae ngambek nanti” kata sooyoung. Lalu Hyemi bangkit dari duduknya dan menghampiri Donghae. Sepanjang istirahat kami mengobrol ria.
>> Kyuhyun POV
“ siapa gadis itu?”tanyaku pada siwon, sunbaeku“yang mana?” tanyanya “itu, yang mengobrol dengan Yuri dan lain-lain. Apa ia murid baru?” tanyaku sambil menatap gadis itu “oh dia…. Iya dia pindahan dari Jepang, Kim Eunhoon” kata siwon “benarkah?” kataku “iya, dia sepertinya sangat cepat beradaptasi dengan lingkungan disini” kata Siwon “oh” jawabku singkat. Aku pun memandangnya. Dia manarik… kulitnya putih halus. Senyumnya menawan dan tertawanya lepas. Matanya bersinar. Entah apa yg sekarang ada dipikiranku. Kulihat Hyemi menghampiri mejaku “Kyuhyun, apa kau lihat Donghae?” katanya “ia sudah kekelas” kataku “oh, terima kasih” katanya “hey Hyemi…”kataku memanggil Hyemi “apa?” kata Hyemi menghentikan arah larinya dan menghampiriku lagi “Eunhoon itu…kelas berapa dia?” tanyaku pada Hyemi “dia kelas 2.1, sekelas dengan Yuri dan Yoona serta Donghae” kata Hyemi “oh” kataku “memangnya ada apa ?” tanyanya “oh tidak apa apa” kataku “ingat Kyu, setelah pulang sekolah nanti jangan lupa kau piket kelas dulu, walaupun nanti malam kau ada perform tapi ingat! Kebersihan kelas selalu dijaga”kata Hyemi, huh aku malas jika jiwa ketua kelasnya mulai muncul. Ya, diantara anggota super junior yang masih kelas 2 hanya aku, donghae, dan ryeowook. Sedangkan siwon, yesung,leeteuk, eunhyuk, heechul, kibum, kangin dan sungmin sudah kelas 3. Menyebalkan jika menjadi junior memang.
Saat bel tanda berakhir sekolah berakhir, Hyemi langsung mengepungku untuk piket kelas (aku malas sekali piket kelas) dan dengan setengah hati aku menyapu kelas. Setelah selesai aku pun menjemput donghae dikelas 2.2 yang kebetulan ada jadwal piket juga hari itu. Aku pun berjalan kearah kelas 2.2 “Donghae…” teriakku saat tiba dikelas “ah, apa kau mencari donghae? Dia tadi kekantin dengan Hyemi” kata suara gadis yg sangat lembut. Dia Eunhoon!!! “ oh…emmmm aku akan menunggunya disini” kataku gugup. Aneh, saat aku melihat wajahnya, jantungku langsung berdetak tak karuan. “kau ada jadwal piket juga?” tanyaku pada Eunhoon “tidak, tapi aku menemani Donghae dan Victoria yg sedang ada jadwal piket hari ini”kata gadis itu sambil tersenyum , aku pun membalas senyumnya
“kau dulu tinggal dijepang?” tanyaku
“ya begitulah” jawab Eunhoon
“didaerah mana kau tinggal?” tanyaku
“Osaka, japan” jawabnya
“apakah disana menyenangkan?” tanyaku
“ya, awalnya berat bagiku untuk meninggalkan jepang “ katanya
“ mengapa?” tanyaku
“disana ada sahabatku yg paling baik yg pernah kukenal, dan juga….disana ada orang yg kusukai” jawabnya sambil memikirkan sesuatu
“apa dia pacarmu?” tanyaku
“ya, tapi sudah kuputuskan sebelum aku pindah kekorea, aku merasa aku jahat sekali telah memutuskannya lalu langsung kabur begitu saja” katanya
“maaf telah menyinggungnya “kataku
“ah tak apa… lagipula korea tak begitu buruk” katanya
Kami pun mengobrol sambil bercanda canda. Sampai donghae dan hyemi datang “hey kyu, sudah selesai piket?” Tanya hyemi “ne” kata ku “wah, hyemi….aku pulang dulu ya. Ayo kyu “ kata donghae “ayo, duluan ya Hyemi. Hey Eunhoon aku pulang dulu ya. Hati hati nanti saat kau pulang” kataku pada Eunhoo “ya, baik” kata Eunhoon sambil tersenyum
> > Eunhoon POV
Saat bel tanda berakhir sekolah berakhir, Hyemi langsung mengepungku untuk piket kelas (aku malas sekali piket kelas) dan dengan setengah hati aku menyapu kelas. Setelah selesai aku pun menjemput donghae dikelas 2.2 yang kebetulan ada jadwal piket juga hari itu. Aku pun berjalan kearah kelas 2.2 “Donghae…” teriakku saat tiba dikelas “ah, apa kau mencari donghae? Dia tadi kekantin dengan Hyemi” kata suara gadis yg sangat lembut. Dia Eunhoon!!! “ oh…emmmm aku akan menunggunya disini” kataku gugup. Aneh, saat aku melihat wajahnya, jantungku langsung berdetak tak karuan. “kau ada jadwal piket juga?” tanyaku pada Eunhoon “tidak, tapi aku menemani Donghae dan Victoria yg sedang ada jadwal piket hari ini”kata gadis itu sambil tersenyum , aku pun membalas senyumnya
“kau dulu tinggal dijepang?” tanyaku
“ya begitulah” jawab Eunhoon
“didaerah mana kau tinggal?” tanyaku
“Osaka, japan” jawabnya
“apakah disana menyenangkan?” tanyaku
“ya, awalnya berat bagiku untuk meninggalkan jepang “ katanya
“ mengapa?” tanyaku
“disana ada sahabatku yg paling baik yg pernah kukenal, dan juga….disana ada orang yg kusukai” jawabnya sambil memikirkan sesuatu
“apa dia pacarmu?” tanyaku
“ya, tapi sudah kuputuskan sebelum aku pindah kekorea, aku merasa aku jahat sekali telah memutuskannya lalu langsung kabur begitu saja” katanya
“maaf telah menyinggungnya “kataku
“ah tak apa… lagipula korea tak begitu buruk” katanya
Kami pun mengobrol sambil bercanda canda. Sampai donghae dan hyemi datang “hey kyu, sudah selesai piket?” Tanya hyemi “ne” kata ku “wah, hyemi….aku pulang dulu ya. Ayo kyu “ kata donghae “ayo, duluan ya Hyemi. Hey Eunhoon aku pulang dulu ya. Hati hati nanti saat kau pulang” kataku pada Eunhoo “ya, baik” kata Eunhoon sambil tersenyum
> > Eunhoon POV
*4 bulan kemudian
Entah mengapa aku menjadi sangat dekat dengan Kyuhyun. Saat aku mengobrol dengannya, aku merasa sangat nyaman. Bahkan aku sering kemall bersamanya untuk membeli kaset game baru. Kebetulan aku dengannya memang bermain games. Walau ia harus menyamar agar tidak ketahuan oleh wartawan.
“hey Eunhoon, kau datang ya kekonser kami mala mini” kata Yuri “aku tak ada uang untuk mebeli tiketnya, lagipula pasti sangat susah bertemu denganmu saat konser “ kataku “haha, ini….kau tinggal menunjukkan kartu ini kepenjaga gedung. Kau akan diantar ketempat dudukmu nanti saat konser” kata yuri seraya memberiku sebuah kartu “apa ini?” tanyaku “kami semua, baik anggota super junior dan snsd sudah sangat dekat denganmu, masa kau tak pernah menonton kami tampil sih.” Kata yuri “ah, terima kasih banyak “ kataku pada Yuri “kau mau kujemput? Tapi aku berangkat jam 4 sedangkan konsernya mulai jam 7 malam, kau mau menunggu selama 3 jam?” kata yuri “ah tak usah, aku bisa kesana sendiri “ kata ku “baiklah, pastikan kau datang ya Eunhoon” kata Yuri sambil tersenyum, lalu ia pergi. Aku bertugas piket sepulang sekolah. aku sengaja piket terburu buru karena takut ketinggalan konser. Setelah selesai aku pun berlari kehalte bis dekat sekolah dan bodohnya aku terjatuh karena terburu buru. “awwww!!!” ringisku .kakiku susah digerakkan, kulihat dengkulku berdarah dan darahnya mengalir sangat deras. Perlahan-lahan air mataku mengalir dari sudut mataku. “hey Eunhoon, kau tak apa?” kata seorang “Kibum oppa?” sahutku heran. Kibum pun menarik dasinya dan melilitkannya kedengkulku yang terluka “kau masih bisa berdiri?” Tanya Kibum Oppa. Akupun mencoba untuk berdiri lalu terjatuh. Lalu kibum oppa menggedongku dan mengantarku pulang. “hati-hati Eunhoon, lain kali kau perlu memperhatikan langkahmu “kata kibum “ne, mianhae sudah merepotkanmu” kataku “memangnya mengapa kau sangat terburu-buru?” kata kibum oppa “aku akan menonton konser SNSD oppa” kataku “oh, kebetulan aku juga akan nnton, kau mau bareng dnganku?” kata kibum “ah, terima kasih, aku bisa naik bus “ kataku “kau lihat kan kakimu masih terluka? Sudahlah kujemput kau nanti” kata kibum. Lalu kami sampai dirumahku “terima kasih banyak sunbae…” kataku “ya, nanti kau kujemput. Sampai nanti “ katanya lalu mobilnya berlalu
Entah mengapa aku menjadi sangat dekat dengan Kyuhyun. Saat aku mengobrol dengannya, aku merasa sangat nyaman. Bahkan aku sering kemall bersamanya untuk membeli kaset game baru. Kebetulan aku dengannya memang bermain games. Walau ia harus menyamar agar tidak ketahuan oleh wartawan.
“hey Eunhoon, kau datang ya kekonser kami mala mini” kata Yuri “aku tak ada uang untuk mebeli tiketnya, lagipula pasti sangat susah bertemu denganmu saat konser “ kataku “haha, ini….kau tinggal menunjukkan kartu ini kepenjaga gedung. Kau akan diantar ketempat dudukmu nanti saat konser” kata yuri seraya memberiku sebuah kartu “apa ini?” tanyaku “kami semua, baik anggota super junior dan snsd sudah sangat dekat denganmu, masa kau tak pernah menonton kami tampil sih.” Kata yuri “ah, terima kasih banyak “ kataku pada Yuri “kau mau kujemput? Tapi aku berangkat jam 4 sedangkan konsernya mulai jam 7 malam, kau mau menunggu selama 3 jam?” kata yuri “ah tak usah, aku bisa kesana sendiri “ kata ku “baiklah, pastikan kau datang ya Eunhoon” kata Yuri sambil tersenyum, lalu ia pergi. Aku bertugas piket sepulang sekolah. aku sengaja piket terburu buru karena takut ketinggalan konser. Setelah selesai aku pun berlari kehalte bis dekat sekolah dan bodohnya aku terjatuh karena terburu buru. “awwww!!!” ringisku .kakiku susah digerakkan, kulihat dengkulku berdarah dan darahnya mengalir sangat deras. Perlahan-lahan air mataku mengalir dari sudut mataku. “hey Eunhoon, kau tak apa?” kata seorang “Kibum oppa?” sahutku heran. Kibum pun menarik dasinya dan melilitkannya kedengkulku yang terluka “kau masih bisa berdiri?” Tanya Kibum Oppa. Akupun mencoba untuk berdiri lalu terjatuh. Lalu kibum oppa menggedongku dan mengantarku pulang. “hati-hati Eunhoon, lain kali kau perlu memperhatikan langkahmu “kata kibum “ne, mianhae sudah merepotkanmu” kataku “memangnya mengapa kau sangat terburu-buru?” kata kibum oppa “aku akan menonton konser SNSD oppa” kataku “oh, kebetulan aku juga akan nnton, kau mau bareng dnganku?” kata kibum “ah, terima kasih, aku bisa naik bus “ kataku “kau lihat kan kakimu masih terluka? Sudahlah kujemput kau nanti” kata kibum. Lalu kami sampai dirumahku “terima kasih banyak sunbae…” kataku “ya, nanti kau kujemput. Sampai nanti “ katanya lalu mobilnya berlalu
*keesokan harinya
“selamat pagi…” kataku saat aku memasuki kelas. Seketika semua mata yg berada dikelas menatapku. Yuri, Yoona, Donghae, Victoria, Krystal, Jess menatapku heran “ada apa?mengapa kalian menatapku seperti itu?” tanyaku “Eunhoon, kau membuat perusahaan kami kebingungan. Semua berbahagia dengan konser tadi malam tapi….. tadi pagi semua shock karenamu” kata Jess “ada apa memangnya?” kataku bingung. Lalu Yoona melemparkan Koran kepadamu. Aku membacanya dihalaman depan “CINTA BARU UNTUK KIBUM DAN MURID BARU” dan disitu terpapang jelas fotoku sedang digendong dan digandeng oleh Kibum oppa “apa ini?” tanyaku bingung “jangan belaga tak tau Eunhoon” kata Tiff seraya memasuki kelas “tapi….aku benar-benar tak tau apa-apa” kataku “coba kau ceritakan apa yg terjadi kemarin” kata Yuri lembut. Akupun menceritakan apa yg terjadi kemarin. Aku seperti disidang saja. Semua member SNSD dan SJ yg kelas 2 seperti mengepungku “berarti semua ini hanya salah paham?”kata Yoona “kurasa, mungkin ada wartawan yg ingin menjatuhkan nama baik SJ” kataku “syukurlah itu tak benar, kau bisa lega Yoona” kata Donghae “memangnya mengapa dengan Yoona?” kataku bingung “ia menyukai Kibum oppa” kata Donghae “oh, mianhae Yoona…” kataku “taka pa, ini hanya salah paham saja, maaf tadi aku melemparmu dengan Koran “ kata Yoona “taka pa” jawabku “mana Kyuhyun? Aku tak melihatnya sejak tadi” Tanya Jess pada Donghae “ia bilang ia tak mau masuk setelah membaca Koran” kata Donghae “Eunhoon, sepulang sekolah nanti kau ikut kami menemui Kyuhyun” kata Sooyoung “ah…memangnya kenapa?” kataku “sepertinya…….Kyuhyun punya perasaan terhadapmu” kata Sooyoung “OMO?!?! Ah tak mungkin, ia memang sangat baik padaku tapi…” aku ingin melanjutkan tetapi dipotong oleh Yoona “setiap malam Kyuhyun curhat denganku, ia menyukaimu” kata Yoona “benarkah?” kataku “tapi…” aku ingin melanjutkan tapi tak bisa. Kurasa benar. Setiap saat aku bersama Kyuhyun aku merasa perasaan bahagia meyeruak dalam diriku. Aku merasa sangat nyaman saat bersamanya.
Aku mengikuti pelajaran hari ini dengan pikiran yg kacau, saat istirahat pun aku didatangi oleh member SJ yg sudah kelas 3. Dengan panjang lebar aku menceritakan dan Yoona, yuri, sooyoung, jess, donghae serta Hyemi pun membantu dan membelaku. Setelah itu, aku mengikuti pelajaran hari itu dengan perasaan bingung. Aku tak mengerti apa yang dijelaskan oleh para guru yg masuk kekelas. Sepulang sekolah sesuai kesepakatan, aku, Yuri, Yoona, Donghae, Jess, Victoria, Krystal pergi bersamaku ketempat Kyuhyun. Saat aku keluar sekolah akupun langsung diserbu oleh para wartawan “Eunhoon bagaimana nasibmu pada Kibum?” “Eunhoon apa benar kau menjalin hubungan dengan Kibum?” “Eunhoon apa kau mengantar Kibum keairport tadi pagi?” “Eunhoon apa kau kesepian ditinggal Kibum yang sedang syuting di Taiwan?” berbagai macam pertanyaan meluncur dari para mulut wartawan dan aku hanya bisa bungkam. “sabar ya Eunhoon, setelah menemui Kyuhyun kami akan menggelar konfrensi pers tentang kabar tersebut” kata Yuri saat dimobil. Kami pun berjalan menuju markas SJ .
>> Kyuhyun POV
“selamat pagi…” kataku saat aku memasuki kelas. Seketika semua mata yg berada dikelas menatapku. Yuri, Yoona, Donghae, Victoria, Krystal, Jess menatapku heran “ada apa?mengapa kalian menatapku seperti itu?” tanyaku “Eunhoon, kau membuat perusahaan kami kebingungan. Semua berbahagia dengan konser tadi malam tapi….. tadi pagi semua shock karenamu” kata Jess “ada apa memangnya?” kataku bingung. Lalu Yoona melemparkan Koran kepadamu. Aku membacanya dihalaman depan “CINTA BARU UNTUK KIBUM DAN MURID BARU” dan disitu terpapang jelas fotoku sedang digendong dan digandeng oleh Kibum oppa “apa ini?” tanyaku bingung “jangan belaga tak tau Eunhoon” kata Tiff seraya memasuki kelas “tapi….aku benar-benar tak tau apa-apa” kataku “coba kau ceritakan apa yg terjadi kemarin” kata Yuri lembut. Akupun menceritakan apa yg terjadi kemarin. Aku seperti disidang saja. Semua member SNSD dan SJ yg kelas 2 seperti mengepungku “berarti semua ini hanya salah paham?”kata Yoona “kurasa, mungkin ada wartawan yg ingin menjatuhkan nama baik SJ” kataku “syukurlah itu tak benar, kau bisa lega Yoona” kata Donghae “memangnya mengapa dengan Yoona?” kataku bingung “ia menyukai Kibum oppa” kata Donghae “oh, mianhae Yoona…” kataku “taka pa, ini hanya salah paham saja, maaf tadi aku melemparmu dengan Koran “ kata Yoona “taka pa” jawabku “mana Kyuhyun? Aku tak melihatnya sejak tadi” Tanya Jess pada Donghae “ia bilang ia tak mau masuk setelah membaca Koran” kata Donghae “Eunhoon, sepulang sekolah nanti kau ikut kami menemui Kyuhyun” kata Sooyoung “ah…memangnya kenapa?” kataku “sepertinya…….Kyuhyun punya perasaan terhadapmu” kata Sooyoung “OMO?!?! Ah tak mungkin, ia memang sangat baik padaku tapi…” aku ingin melanjutkan tetapi dipotong oleh Yoona “setiap malam Kyuhyun curhat denganku, ia menyukaimu” kata Yoona “benarkah?” kataku “tapi…” aku ingin melanjutkan tapi tak bisa. Kurasa benar. Setiap saat aku bersama Kyuhyun aku merasa perasaan bahagia meyeruak dalam diriku. Aku merasa sangat nyaman saat bersamanya.
Aku mengikuti pelajaran hari ini dengan pikiran yg kacau, saat istirahat pun aku didatangi oleh member SJ yg sudah kelas 3. Dengan panjang lebar aku menceritakan dan Yoona, yuri, sooyoung, jess, donghae serta Hyemi pun membantu dan membelaku. Setelah itu, aku mengikuti pelajaran hari itu dengan perasaan bingung. Aku tak mengerti apa yang dijelaskan oleh para guru yg masuk kekelas. Sepulang sekolah sesuai kesepakatan, aku, Yuri, Yoona, Donghae, Jess, Victoria, Krystal pergi bersamaku ketempat Kyuhyun. Saat aku keluar sekolah akupun langsung diserbu oleh para wartawan “Eunhoon bagaimana nasibmu pada Kibum?” “Eunhoon apa benar kau menjalin hubungan dengan Kibum?” “Eunhoon apa kau mengantar Kibum keairport tadi pagi?” “Eunhoon apa kau kesepian ditinggal Kibum yang sedang syuting di Taiwan?” berbagai macam pertanyaan meluncur dari para mulut wartawan dan aku hanya bisa bungkam. “sabar ya Eunhoon, setelah menemui Kyuhyun kami akan menggelar konfrensi pers tentang kabar tersebut” kata Yuri saat dimobil. Kami pun berjalan menuju markas SJ .
>> Kyuhyun POV
Aku salah telah percaya pada Eunhoon. Gadis sialan yg hanya bisa memanfaatkanku saja. Padahal aku menyukainya tapi mengapa?!?! Usahaku selama ini mendekatinya apakah hanyalah tipuannya saja? Apa ia mempermainkanku hanya demi mendapatkan Kibum oppa? Ah tenanglah Kyuhyun… tenangkan pikiranmu sekarang juga.
Aku pun mengambil kaleng pepsi dikulkas dan duduk diruang TV. Aku melihat Koran dengan foto spektakuler Kibum dan Eunhoo. Aku memandang garang disekelilingku. Andai Kibum ada disini pasti aku akan mengintrogasinya. Tiba-tiba bel pintu berbunyi. Akupun langsung membukakannya. Ternyata Donghae, Ryeowook, Krystal, Victoria, Yoona, Yuri dan…………………..Eunhoon. aku melihat wajahnya seakan hatiku seperti tertusuk. Mereka pun masuk dan kulihat Eunhoon menunduk.
“ada apa?” aku memulai pembicaraan “begini Kyu, semua tak seperti apa yang kau bayangkan” kata Donghae “lalu apa?” kataku dengan nada dingin “mungkin Yuri dan Eunhoon bisa menceritakan yg selengkapnya” kata Donghae “sudahlah… aku muak dengan semua ini” kataku, akupun langsung menyambar jaket dan kunci mobilku dan bergegas keluar. Aku sedang malas mendengarkan penjelasan “Kyuhyun……” kudengar Ryeowook memanggilku untuk kembali tetapi kuabaikan. Akupun masuk kemobil dan pergi entah kemana
*Eunhoon POV
Tanpa sadar akupun menangis saat melihat Kyuhyun pergi. “Mianhae…cheongmal mianhae…” tuturku sedih. Yuri pun memelukku “sudahlah, Kyuhyun memang begitu. Nanti ia akan sadar sendiri” kata Yuri “Kau tau kemana Kyuhyun biasa pergi?” Tanya Donghae, akupun tetap menangis dipelukan Yuri. Kurasa Donghae sedang bersabar menunggu jawabanku “ia biasa kegame center dekat taman kota”kataku sambil terisak “ayo kita susul” ajak Donghae
Donghae dengan ngebut membawaku ketaman kota. “Eunhoon, mianhae mungkin hanya kau yg bisa menyelesaikan masalahmu dengan Kyuhyun” kata Donghae “ne” kataku sambil mengangguk. Kami pun tiba ditaman kota dan akupun langsung berlari ke game center. Disana…… di ia duduk tanpa memainkan game mobilnya. Aku pun mendekat dan mengumpulkan sisa sisa keberanianku untuk menjelaskan “kemarin aku terjatuh” kataku “lututku berdarah sampai aku takbisa berdiri, lalu aku menangis karena tak ada orang yg menolongku” lanjutku “setelah itu tanpa diduga….Kibum datang menolongku. Tapi sungguh……aku tak punya hubungan apa-apa dengannya” kataku “Mianhae Kyuhyun…. Cheongmal Mianhae. Aku tak menyukai Kibum sama sekali karena……” tiba-tiba aku berhenti. Lalu aku menarik nafas dan “aku menyukaimu….. saranghaeyo Cho Kyuhyun. Aku menyukaimu apa adanya” kataku “Cheongmal mianhae….”kataku sekali lagi, aku pun berdiri mematung untuk beberapa saat. Ia tidak mengatakan apa-apa. Kuputuskan untuk pergi agar ia bisa menenangkan diri. Lagipula aku tau ia sekarang membenciku. Aku pun berjalan menuju pintu keluar game center. Saat aku sudah mendekati pintu, tiba-tiba sepasang tangan memelukku erat dari belakang “Saranghae…..” kata Kyuhyun “aku menyukaimu saat pertama kali bertemu. Aku…………tak bisa tak memikirkanmu sehari saja. Makanya aku begitu shock begitu melihat berita itu. Aku takut kau hanya memanfaatkanku” kata Kyuhyun masih memelukku dari belakang. Aku pun berbalik menghadapnya. Kulihat ia tersenyum padaku “Kyuhyunnie...” kataku, lalu kyuhyun duduk menunduk dan memegang tanganku “Kim Eunhoon…maukah kau menjadi jagiyaku?” katanya, aku pun menangis karena ia begitu romantis. Aku hanya menangguk pelan sambil tersenyum. Lalu ia langsung memelukku “ saranghae…” kata ku dalam pelukan “you are my life now “ kata Kyuhyun….
Aku pun mengambil kaleng pepsi dikulkas dan duduk diruang TV. Aku melihat Koran dengan foto spektakuler Kibum dan Eunhoo. Aku memandang garang disekelilingku. Andai Kibum ada disini pasti aku akan mengintrogasinya. Tiba-tiba bel pintu berbunyi. Akupun langsung membukakannya. Ternyata Donghae, Ryeowook, Krystal, Victoria, Yoona, Yuri dan…………………..Eunhoon. aku melihat wajahnya seakan hatiku seperti tertusuk. Mereka pun masuk dan kulihat Eunhoon menunduk.
“ada apa?” aku memulai pembicaraan “begini Kyu, semua tak seperti apa yang kau bayangkan” kata Donghae “lalu apa?” kataku dengan nada dingin “mungkin Yuri dan Eunhoon bisa menceritakan yg selengkapnya” kata Donghae “sudahlah… aku muak dengan semua ini” kataku, akupun langsung menyambar jaket dan kunci mobilku dan bergegas keluar. Aku sedang malas mendengarkan penjelasan “Kyuhyun……” kudengar Ryeowook memanggilku untuk kembali tetapi kuabaikan. Akupun masuk kemobil dan pergi entah kemana
*Eunhoon POV
Tanpa sadar akupun menangis saat melihat Kyuhyun pergi. “Mianhae…cheongmal mianhae…” tuturku sedih. Yuri pun memelukku “sudahlah, Kyuhyun memang begitu. Nanti ia akan sadar sendiri” kata Yuri “Kau tau kemana Kyuhyun biasa pergi?” Tanya Donghae, akupun tetap menangis dipelukan Yuri. Kurasa Donghae sedang bersabar menunggu jawabanku “ia biasa kegame center dekat taman kota”kataku sambil terisak “ayo kita susul” ajak Donghae
Donghae dengan ngebut membawaku ketaman kota. “Eunhoon, mianhae mungkin hanya kau yg bisa menyelesaikan masalahmu dengan Kyuhyun” kata Donghae “ne” kataku sambil mengangguk. Kami pun tiba ditaman kota dan akupun langsung berlari ke game center. Disana…… di ia duduk tanpa memainkan game mobilnya. Aku pun mendekat dan mengumpulkan sisa sisa keberanianku untuk menjelaskan “kemarin aku terjatuh” kataku “lututku berdarah sampai aku takbisa berdiri, lalu aku menangis karena tak ada orang yg menolongku” lanjutku “setelah itu tanpa diduga….Kibum datang menolongku. Tapi sungguh……aku tak punya hubungan apa-apa dengannya” kataku “Mianhae Kyuhyun…. Cheongmal Mianhae. Aku tak menyukai Kibum sama sekali karena……” tiba-tiba aku berhenti. Lalu aku menarik nafas dan “aku menyukaimu….. saranghaeyo Cho Kyuhyun. Aku menyukaimu apa adanya” kataku “Cheongmal mianhae….”kataku sekali lagi, aku pun berdiri mematung untuk beberapa saat. Ia tidak mengatakan apa-apa. Kuputuskan untuk pergi agar ia bisa menenangkan diri. Lagipula aku tau ia sekarang membenciku. Aku pun berjalan menuju pintu keluar game center. Saat aku sudah mendekati pintu, tiba-tiba sepasang tangan memelukku erat dari belakang “Saranghae…..” kata Kyuhyun “aku menyukaimu saat pertama kali bertemu. Aku…………tak bisa tak memikirkanmu sehari saja. Makanya aku begitu shock begitu melihat berita itu. Aku takut kau hanya memanfaatkanku” kata Kyuhyun masih memelukku dari belakang. Aku pun berbalik menghadapnya. Kulihat ia tersenyum padaku “Kyuhyunnie...” kataku, lalu kyuhyun duduk menunduk dan memegang tanganku “Kim Eunhoon…maukah kau menjadi jagiyaku?” katanya, aku pun menangis karena ia begitu romantis. Aku hanya menangguk pelan sambil tersenyum. Lalu ia langsung memelukku “ saranghae…” kata ku dalam pelukan “you are my life now “ kata Kyuhyun….
*THE END*
Light and Dark (part 2)
**seusai sekolah
Aku pun berjalan menuju Auditorium, akan ada rapat tentang lomba lomba yg diikuti oleh sekolah ini selain melukis. “Hyemiiii!!!!!!!!!!” aku pun menengok kebelakang karena ada yg memanggilku “donghae?” ujarku heran “tunggu” kata donghae. “ayo kita ke ruangan auditorium bersama” ajak donghae. Aku dan donghae berjalan menuju ruangan auditorium dan sampai. Aku tak mengerti apa yang dibahas tentang rapat tersebut lalu aku pulang seusai rapat. Sesampai dirumah aku pun kekamar dan langsung memikirkan Sungmin Oppa. Apa yg ia lakukan sekarang? apa ia mencariku? Apa ia mengkhawatirkanku sebagaimana aku mengkhawatirkannya? Aku pun tak ambil pusing lalu aku mengambil tugasku dan mengerjakannya. Setelah selesai aku membantu ibuku menyiapkan makan malam. Setelah makan malam aku pun kekamar dan tidur
**keesokan harinya
Akupun bangun lalu mandi dan siap siap untuk sekolah. aku sengaja berangkat pagi dan sampai disekolah, ternyata masih sepi tetapi dikelas Donghae sudah datang. “selamat pagi Hyemi” sapa donghae “selamat pagi juga” ujarku. Lalu aku menyerahkan tugas lukisanku keklub lukis. Saat kembali kekelas ternyata Ryeowook sudah datang dan ia tampak rajin menyapu kelas. Ya bagaimana lagi sekarang jadwal dia piket kelas.
Aku pun berjalan menuju Auditorium, akan ada rapat tentang lomba lomba yg diikuti oleh sekolah ini selain melukis. “Hyemiiii!!!!!!!!!!” aku pun menengok kebelakang karena ada yg memanggilku “donghae?” ujarku heran “tunggu” kata donghae. “ayo kita ke ruangan auditorium bersama” ajak donghae. Aku dan donghae berjalan menuju ruangan auditorium dan sampai. Aku tak mengerti apa yang dibahas tentang rapat tersebut lalu aku pulang seusai rapat. Sesampai dirumah aku pun kekamar dan langsung memikirkan Sungmin Oppa. Apa yg ia lakukan sekarang? apa ia mencariku? Apa ia mengkhawatirkanku sebagaimana aku mengkhawatirkannya? Aku pun tak ambil pusing lalu aku mengambil tugasku dan mengerjakannya. Setelah selesai aku membantu ibuku menyiapkan makan malam. Setelah makan malam aku pun kekamar dan tidur
**keesokan harinya
Akupun bangun lalu mandi dan siap siap untuk sekolah. aku sengaja berangkat pagi dan sampai disekolah, ternyata masih sepi tetapi dikelas Donghae sudah datang. “selamat pagi Hyemi” sapa donghae “selamat pagi juga” ujarku. Lalu aku menyerahkan tugas lukisanku keklub lukis. Saat kembali kekelas ternyata Ryeowook sudah datang dan ia tampak rajin menyapu kelas. Ya bagaimana lagi sekarang jadwal dia piket kelas.
Sudah kuputuskan…hari ini aku akan menyatakan perasaanku pada Sungmin oppa. Aku sudah tak terkendali menyukainya. Aku ingin terus bersamanya. Menunggu bel pulang yang Cuma beberapa jam lagi serasa sepertin 1000 abad berlalu. Namun waktu adalah terus berjalan dan bel pun berbunyi. Aku pun cepat cepat ke Café rainbow. Sampai diCafe,aku melihat Sungmin Oppa sedang membersihkan meja pelanggan. “Oppa….” Ajakku bicara “ya?” jawabanya “hemmm… ada yg ingin kukatakan” kataku “ya katakana saja “jawab nya “selama ini….. aku ….” Kataku gugup “ya?” sahutnya menanti jawabanku “aku…..sangat menyukai Oppa” kataku sambil menunduk. Aku takut ia takkan menerimanya. “oh” katanya. Hanya oh jawabannya? “aku ingin menjadi jagiya oppa” kata ku gugup. “tak bisa” kata Oppa. Aku pun langsung lemas. Air mataku sudah membajiri mataku dan siap tupah sewaktu waktu “mengapa?” tanyaku. Ia menatapku lekat lekat “kita tak bisa jadian” katanya “kenapa?” tanyaku “karena………………” jawabnya ragu “kau adikku” lanjutnya “hah!! Alasan apa itu?” tudingku “percayalah Hyemi!!! Kau adikku yang selama ini hilang. Bukankah dipunggunmu ada bekas luka bakar? Kau adalah adikku yg hilang saat 13 tahun lalu rumah kita kebakaran. Saat itu kau berumur 3 tahun” jelasnya “tapi…………..mengapa kau baru katakana sekarang?”tanyaku, air mataku telah tumpah dengan deras “karena…………aku menunggu waktu yg tepat. Aku, ibuku, ibu angkat dan ayah angkatmu …. Menunggu waktu yg tepat untuk mengatakan ini” jawab sungmin. “lagipula, aku menyukai Jehwa dan kemarin aku dan dia baru saja jadian” sambung Sungmin Oppa. Seketika aku langsung berlari keluar café. Jahat!!!! Sangat tak adil bila aku dan oppa bersaudara. Aku sudah terlanjur jatuh cinta padanya. Mengapa?!?! Mengapa?!?! Aku pun berhenti disebuah taman kota dan menangis sendirian ditaman itu. Lebih dari 3 jam aku menangis. Tiba tiba sebuah tangan memberiku sapu tangan bersih “sudahlah jangan menangis, nanti kau tak cantik lagi”kata seseorang. Aku mendongak kepala dan melihat Donghae berdiri dihadapanku “dong….hae….”ucapku lirih “ada apa denganmu Hyemi?” Tanya donghae. Aku pun menceritaka semuanya. Benar benar menakjupkan. Aku merasa sangat nyaman berada didekat donghae. Walaupun aku tau ia sudah memiliki Tiff. Ia pun juga mengantarkanku pulang. “terima kasih atas semuanya Donghae” kataku “sama sama. Jika kau kesulitan ceritakanlah padaku” ujar Donghae “baiklah, terima kasih” kataku. Lalu ia tersenyum lalu pergi. Aku pun langsung masuk kedalam rumah “aku pulang” kataku “Hyemi… cepat kau keruang tamu” teriak ibu “baik bu” kataku seraya menuju keruang tamu. Saat tiba diruang tamu aku kaget karena melihat Sungmin oppa dan nyonya pemilik café datang bertamu “kau duduk dulu Hyemi” kata ibu. Aku pun duduk disamping ibu. “Hyemi… apa kau sudah tau semuanya dari sungmin?” Tanya nyonya pemilik café “ya aku sudah tau” kataku “maafkan ibumu ini anakku. Aku tak bermaksud untuk tidak mengakuimu. Aku hanya ingin mencari waktu yang tepat untuk mengatakannya padamu” kata nyonya pemilik café “aku mengerti” jawabku singkat “aku tau kau marah dan kecewa padaku tetapi aku selama ini terus berusaha mencari keberadaanmu. Aku mendatangi kantor pemerintah setempat dan menemukan akte keluargamu bahwa kau dicantumkan sebagai anak angkat. Lalu aku menyelidikimu dank au sama seperti Yuhwa, anakku yg dulu hilang karena kebakaran itu. Kau bergolongan darah AB, mempunyai tanda lahir di tanganmu dan nyonya Han juga bilang bahwa ia menemukanmu saat kebakaran terjadi di Seoul 13 tahun yang lalu.” Sambung nyonya café itu “Hyemi… bolehkah aku memanggilmu Yuhwa? Aku ingin kau kembali kerumah” kata nya “kembalilah pada ibu kandungmu Jehwa… disini kau akan selalu tersiksa karena keadaan ekonomi kita yang tidak memadai. Lagipula kau bebas kemari karena pintu rumah ini selalu terbuka untukmu” kata ibu dengan lembut “tapi bu….” “sudahlah jehwa, kasian ibu kandungmu yang selama ini mencarimu” kata ibu. Setelah berbincang selama kurang lebih 2 jam ibuku, ibu kandungku dan kakakku, sungmin berpamitan pulang. Setelah itu aku dan ibu membereskan barang-barangku “ibu... ibu tak keberatan jika aku pergi?” kataku saat ibu menemaniku dikamar seusai membereskan barang “tentu tidak tapi hati ibu akan berat melepasmu. Lagipiula ibu sudah telalu lama menghabiskan waktu denganmu dan… sekarang saatnya kau pulang dengan keluarga kandungmu” jelas ibu. Aku pun tertidur karena sangat kelelahan dan siap menyambut hari esok
**keesokan harinya
“hyemi, sungmin sudah menunggumu dimobil diluar. Mana barangmu? Sini biar kakak yang angkat kemobilnya” kata kakak angkatku “ini, terima kasih atas semuanya ka” kataku “aaah kau ini. Harusnya aku yg berterima kasih karena dianugerahkan seorang adik seperti mu walaupun kau bukan adik kandungku” kata nya “Jehwa… kau ijin sekolah dulu hari ini. Kau rapikan barangmu disana dulu ya nak. Kau juga mendekatkan diri pada saudara kandungmu dulu” kata ibu “iya bu”kataku. Lalu aku memeluk ibu, ayah , dan kakak yang selama ini telah merawatku. Aku mengucapkan terima kasih lalu pergi.
**keesokan harinya
“hyemi, sungmin sudah menunggumu dimobil diluar. Mana barangmu? Sini biar kakak yang angkat kemobilnya” kata kakak angkatku “ini, terima kasih atas semuanya ka” kataku “aaah kau ini. Harusnya aku yg berterima kasih karena dianugerahkan seorang adik seperti mu walaupun kau bukan adik kandungku” kata nya “Jehwa… kau ijin sekolah dulu hari ini. Kau rapikan barangmu disana dulu ya nak. Kau juga mendekatkan diri pada saudara kandungmu dulu” kata ibu “iya bu”kataku. Lalu aku memeluk ibu, ayah , dan kakak yang selama ini telah merawatku. Aku mengucapkan terima kasih lalu pergi.
“Yuhwa…” kata sungmin lirih “ya?” jawabku. Aku belum terbiasa dipanggil seperti ini. “apa kau menyesal saat kau mengetahui bahwa aku kakakmu?” tannyanya “tidak, aku sadar sekarang rasa suka ku padamu bukan sebagai sepasang kekasih, tetapi sebagai saudara” kataku lalu sungmin melaju cepat mobilnya “apa kau sakit hati?” tanyanya “tidak” ucapku dusta, lalu kami berbelok kekawasan perumahan yang sepertinya perumahan elit karena rumah nya besar-besar dan kami berhenti disalah satu rumah yang indah dengan cat minimalis yang enak dipandang oleh mata. saat sungmin keluar dari mobil, ia menjetikan tangannya lalu keluar 3 orang pengawal dan mengambil barang-barangku dibagasi mobil “selamat datang kembali Yuhwa…” kata ibu kandungku “iya ibu” jawabku “mari ikut ibu.. kutunjukkan dimana kamarmu” kata ibu lalu aku mengikutinya. Aku naik kelantai atas dan menemukan kamar yang indah sekali. Semaunyan serba ungu muda, warna kesukaanku “bagaimana?” Tanya ibu sambil tersenyum “indah sekali” jawabku, lalu kami berbincang sebentar dan ibu pergi karena aka nada rapat. Aku pun mulai menata barangku. Setelah itu aku melihat lihat isi rumah. Ternyata rumahnya besar juga namun sangat sepi. Aku lihat sungmin sedang sekolah diruang belajar pribadinya dengan guru khusus yang dipanggil kerumah. Lalu aku melihat foto keluarga. Disana terlihat sungmin, kakakku, ibu dan ayah. Dan aku juga melihat fotoku yang masih berumur 3 tahun. Setelah seharian mengelilingi rumah aku beristirahat dan tidur karena besok sekolah menantiku. Yang kulihat saat kupejamkan mataku hanyalah wajah donghae
**esoknya
aku keluar dari mobil saat sopir membukakan pintu mobilnya. Seketika semua orang yang berada disekitar halaman sekolah melihatku. Tak terkecuali Donghae ada dihalaman. Aku pun berjalan masuk dan donghae tiba tiba menghampiriku “ada apa denganmu hari ini?” katanya “aku adalah anak yang selama ini hilang, aku anak dari keluarga Lee, pemilik resto international dan juga café rainbow “ kataku pada donghae “kau jadi pindah kerumah keluarga lee?”tanyanya “ya , aku tak punya banyak pilihan” jawabku “hey kita lulus hanya beberapa bulan lagi Hyemi” katanya “ya aku tau donghae” kataku “bagaimana hubunganmu dengan tiff?” tanyaku “baik baik saja” kata Donghae “apakah ia marah jika melihat kita jalan berdua seperti ini?” tanyaku “buat apa dia marah?” tanyanya “tak apa, aku hanya takut ia cemburu” kataku. Tiba-tiba Donghae tertawa terbahak-bahak “HAHAHAHA kau lucu sekali Hyemi” kata nya “kenapa? Ada yg salah? Ada yg lucu?” kataku “hey aku dan tiff bukan sepasang kekasih” kata donghae “jangan bercanda” kataku “aku dan tiff hanya sepupu kok hahahaha hyemi hyemi kau ini hahaha” kata donghae, seketika itu juga wajahku memerah. Kukira selama ini ia punya tiff. Tapi sepertinya aku salah besar. Aku mengobrol dengan donghae sampai bel masuk berbunyi.
**esoknya
aku keluar dari mobil saat sopir membukakan pintu mobilnya. Seketika semua orang yang berada disekitar halaman sekolah melihatku. Tak terkecuali Donghae ada dihalaman. Aku pun berjalan masuk dan donghae tiba tiba menghampiriku “ada apa denganmu hari ini?” katanya “aku adalah anak yang selama ini hilang, aku anak dari keluarga Lee, pemilik resto international dan juga café rainbow “ kataku pada donghae “kau jadi pindah kerumah keluarga lee?”tanyanya “ya , aku tak punya banyak pilihan” jawabku “hey kita lulus hanya beberapa bulan lagi Hyemi” katanya “ya aku tau donghae” kataku “bagaimana hubunganmu dengan tiff?” tanyaku “baik baik saja” kata Donghae “apakah ia marah jika melihat kita jalan berdua seperti ini?” tanyaku “buat apa dia marah?” tanyanya “tak apa, aku hanya takut ia cemburu” kataku. Tiba-tiba Donghae tertawa terbahak-bahak “HAHAHAHA kau lucu sekali Hyemi” kata nya “kenapa? Ada yg salah? Ada yg lucu?” kataku “hey aku dan tiff bukan sepasang kekasih” kata donghae “jangan bercanda” kataku “aku dan tiff hanya sepupu kok hahahaha hyemi hyemi kau ini hahaha” kata donghae, seketika itu juga wajahku memerah. Kukira selama ini ia punya tiff. Tapi sepertinya aku salah besar. Aku mengobrol dengan donghae sampai bel masuk berbunyi.
Lalu aku istirahat dan menuju kantin “hey hyemiiiii!!!! Tunggu aku” kata ryeowook, akupun berhenti “huh huh bentar huh “ kata ryeowook sambil terengos engos “ayo cepat” kataku. Lalu kami sampai kantin dan menempati meja langganan kami . kami memesan seafood dan memakannya “boleh aku bergabung?” ujar suara itu tiba-tiba “ya silahkan donghae” kata ryeowook. Aku pun seketika langsung tersedak “uhuk uhuk uhukuhuk uhuk” akupun langsung mengambil air putih “hati hati kalau makan hyemi” kata donghae “ehmmm aku kesana dulu ya, silahkan kalian berduaan ya” kata ryeowook “uhuk uhuk uhuk” akupun masih batuk batuk juga “ini…minumlah air putihku, biar kuambilkan air putih lagi, mana gelasmu?” kata donghae lalu aku serahkan gelasku dan menyambar air putihnya “kau sudah membaik?” kata donghae “iya begitulah” kataku “hey hyemi…aku sudah melihat lukisanmu. Indah sekali” kata donghae “menurutmu begitu?” kataku “ya… kurasa lukisanmu pantas jadi juara” kata donghae “kau bisa saja. Aku hanya mengincar beasiswanya saja tau” kataku “hahah dasar kau ya” kami pun makan dan kembali kekelas bersama – sama. Sepanjang koridor aku merasa tatapan aneh dari para anak anak lain. Bodo amatlah. Akupun mengikuti pelajaran sampai bel pulang. Saat aku kehalaman aku melihat oppa menjemputku, ia tersenyum saat melihatku “ayo pulang” ajak oppa. Tanpa ragu akupun langsung naik kemobil Porsche nya itu. Akupun terus menyunggingkan senyum bahagia itu sepanjang hari
**3 bulan kemudian
“selamat ya Yuhwa kau lulus dengan nilai tinggi” kata oppa dihari kelulusanku “ibu bangga nak” kata ibu. “ibu… rasanya baru kemarin aku kelas 1 Sma “ kataku “hey waktu sekarang sangatlah cepat bro” celutuk Eunhyuk yang lewat dibelakangku, ternyata dia menguping juga!! Dasar Eunhyuk! “kau mau pulang atau menikmati kelulusanmu bersama temanmu dulu ?” kata ibu “aku mau disini dulu bu” kataku. Lalu ibu dan oppa meninggalkan ruang auditorium sekolahku “DONGHAEEEE!!!” teriakku saat melihat dia. Ia pun menghampiriku “selamat yak au menjadi siswa terbaik “kataku padanya “haha kita hanya beda tipis” kata donghae “ehmmm Hyemi…” ujarnya “ya?” kataku “dengarkan aku” pintanya “ya?” kataku “aku akan kuliah di Amerika” kata Donghae, hatiku pun sakit namun aku berusaha bahagia mendengar kabar itu “waaaah selamat ya “ kata ku “aku ingin mengatakan sesuatu “ katanya “ya?” jawabku “saranghaeyo Hyemi… jadilah jagiyaku” ucapnya. Aku pun diam sesaat.aku mencintainya tetapi terlalu berat bila aku bilang bahwa aku mencintainya juga “maaf donghae, aku tak bisa” kataku sambil tersenyum “kenapa?” kata Donghae “ada….sesuatu yg membuatku tak bisa menerimamu” kataku “aku mengerti. Sudah kuduga kau akan menolaknya” kata donghae “mianhaeyo…” jawabku “taka pa Hyemi” kata donghae “2 hari lagi aku akan berangkat ke America. Datanglah kebandara pesawatku akan lepas landas jam 11 siang” kata Donghae “mianhaeyo… aku tak bisa” kataku. Aku terlalu takut melihatnya menghilang. Aku takut melihatnya pergi “yasudah. 3 bulan terakhir adalah masa terbaik dalam hidupku “ kata donghae “terima kasih telah menjadi masa terindahku” katanya “senang bisa mengenalmu, hey jangan lupa diAmerica kirimlah kabar” kataku “ya” jawabnya
****
Hari ini adalah hari keberangkatannya. Sudah jam 9 pagi. Akupun duduk termenung diruang TV tanpa mengatakan apa-apa “Yuhwa… pergilah kebandara” kata oppa secara tiba-tiba. Aku pun langsung terbelalak melihatnya “aku tadi ditelpon sahabatmu Ryeowook, pergilah. Kaakan yang sebenarnya” katanya “Lee Yuhwa… Han Hyemi… kau adalah 1 orang dengan 2 nama. Tetapi kau tetap saja tak punya 2 hati. Hatimu sudah terikat dengan donghae. Katakana sejujurnya sebelum terlambat” kata oppa. “baiklah” kataku lirih “baik, kuantar ya ayo cepat” kata oppa. Dalam perjalanan oppa ngebut seperti orang sinting *pissss* sesampai dibandara aku langsung berteriak “DONGHAEEE!! DIMANA KAU?” teriakku. Aku meneriakannya berkali kali “ HYEMIIII!!!” aku pun langsung menoleh, ternyata Ryeowook.” AYO CEPAT” kata oppa seraya menyeretku ketempat Ryeowook dan Donghae menunggu “donghae…” kataku “Hyemi..” kata nya, aku pun langsung menangis dan memeluknya “Saranghaeyo… saranghaeyoo Donghae” kataku “Hyemi…” ucap Donghae bingung “Pesawat “super air” dengan no seri A23E5 tujuan United states of America akan segera berangkat. Bagi penumpang silahkan cepat naik kepesawat” kata operator “pergilah Donghae…” kataku “saranghaeyo Hyemi” kata donghae “pergilah… aku akan menunggumu disini” kataku “baiklah. Aku akan sering menelponmu dan mengirim email” kata donghae “ ya.. aku akan menunggumu” kataku, lalu donghae berlalu. Hilang diantara keramaian. “terima kasih oppa… terima kasih Ryeowook” kataku “ yep, inilah sahabat” kata Ryeowook “ya” ujar Oppa sambil tersenyum “hey bagaimana hubunganmu dengan Jehwa?” Tanya Ryeowook “OH CELAKA!!!! Aku ada kencan dengannya!!! Jam berapa ini? Hah jam 11 kurang 15? Celaka aku akan terlambat” kata Sungmin oppa. Aku dan Ryeowook pun tertawa karena tingkah Sungmin.
**3 bulan kemudian
“selamat ya Yuhwa kau lulus dengan nilai tinggi” kata oppa dihari kelulusanku “ibu bangga nak” kata ibu. “ibu… rasanya baru kemarin aku kelas 1 Sma “ kataku “hey waktu sekarang sangatlah cepat bro” celutuk Eunhyuk yang lewat dibelakangku, ternyata dia menguping juga!! Dasar Eunhyuk! “kau mau pulang atau menikmati kelulusanmu bersama temanmu dulu ?” kata ibu “aku mau disini dulu bu” kataku. Lalu ibu dan oppa meninggalkan ruang auditorium sekolahku “DONGHAEEEE!!!” teriakku saat melihat dia. Ia pun menghampiriku “selamat yak au menjadi siswa terbaik “kataku padanya “haha kita hanya beda tipis” kata donghae “ehmmm Hyemi…” ujarnya “ya?” kataku “dengarkan aku” pintanya “ya?” kataku “aku akan kuliah di Amerika” kata Donghae, hatiku pun sakit namun aku berusaha bahagia mendengar kabar itu “waaaah selamat ya “ kata ku “aku ingin mengatakan sesuatu “ katanya “ya?” jawabku “saranghaeyo Hyemi… jadilah jagiyaku” ucapnya. Aku pun diam sesaat.aku mencintainya tetapi terlalu berat bila aku bilang bahwa aku mencintainya juga “maaf donghae, aku tak bisa” kataku sambil tersenyum “kenapa?” kata Donghae “ada….sesuatu yg membuatku tak bisa menerimamu” kataku “aku mengerti. Sudah kuduga kau akan menolaknya” kata donghae “mianhaeyo…” jawabku “taka pa Hyemi” kata donghae “2 hari lagi aku akan berangkat ke America. Datanglah kebandara pesawatku akan lepas landas jam 11 siang” kata Donghae “mianhaeyo… aku tak bisa” kataku. Aku terlalu takut melihatnya menghilang. Aku takut melihatnya pergi “yasudah. 3 bulan terakhir adalah masa terbaik dalam hidupku “ kata donghae “terima kasih telah menjadi masa terindahku” katanya “senang bisa mengenalmu, hey jangan lupa diAmerica kirimlah kabar” kataku “ya” jawabnya
****
Hari ini adalah hari keberangkatannya. Sudah jam 9 pagi. Akupun duduk termenung diruang TV tanpa mengatakan apa-apa “Yuhwa… pergilah kebandara” kata oppa secara tiba-tiba. Aku pun langsung terbelalak melihatnya “aku tadi ditelpon sahabatmu Ryeowook, pergilah. Kaakan yang sebenarnya” katanya “Lee Yuhwa… Han Hyemi… kau adalah 1 orang dengan 2 nama. Tetapi kau tetap saja tak punya 2 hati. Hatimu sudah terikat dengan donghae. Katakana sejujurnya sebelum terlambat” kata oppa. “baiklah” kataku lirih “baik, kuantar ya ayo cepat” kata oppa. Dalam perjalanan oppa ngebut seperti orang sinting *pissss* sesampai dibandara aku langsung berteriak “DONGHAEEE!! DIMANA KAU?” teriakku. Aku meneriakannya berkali kali “ HYEMIIII!!!” aku pun langsung menoleh, ternyata Ryeowook.” AYO CEPAT” kata oppa seraya menyeretku ketempat Ryeowook dan Donghae menunggu “donghae…” kataku “Hyemi..” kata nya, aku pun langsung menangis dan memeluknya “Saranghaeyo… saranghaeyoo Donghae” kataku “Hyemi…” ucap Donghae bingung “Pesawat “super air” dengan no seri A23E5 tujuan United states of America akan segera berangkat. Bagi penumpang silahkan cepat naik kepesawat” kata operator “pergilah Donghae…” kataku “saranghaeyo Hyemi” kata donghae “pergilah… aku akan menunggumu disini” kataku “baiklah. Aku akan sering menelponmu dan mengirim email” kata donghae “ ya.. aku akan menunggumu” kataku, lalu donghae berlalu. Hilang diantara keramaian. “terima kasih oppa… terima kasih Ryeowook” kataku “ yep, inilah sahabat” kata Ryeowook “ya” ujar Oppa sambil tersenyum “hey bagaimana hubunganmu dengan Jehwa?” Tanya Ryeowook “OH CELAKA!!!! Aku ada kencan dengannya!!! Jam berapa ini? Hah jam 11 kurang 15? Celaka aku akan terlambat” kata Sungmin oppa. Aku dan Ryeowook pun tertawa karena tingkah Sungmin.
Ya… aku akan menunggunya. Menunggu seseorang yg berarti dalam hidupku. Aku percaya suatu hari, saat ia kembali, aku akan mendapatkan kebahagian yg kuperoleh dalam 3 bulan terakhir. Kebahagiaan terindah dalam hidupku
**TAMAT**
Light and Dark (part 1)
“Je hwa… kau datang terlambat lagi, cepat layani tamu yg disana. Kami benar benar kerepotan tanpamu” kataku pada je hwa yg baru datang “baiklah, aku ganti seragam dulu hyemi” kata Jehwa. Ya, aku Han Hyemi dan teman sekelasku Han Jehwa. Kami bekerja di café Rainbow, café eskrim dan roti yg cukup beken di Seoul. Di café ini ada 3 orang yg bekerja di part sore yaitu aku, jehwa dan sungmin. Yah aku dan jehwa memang bekerja untuk menambah uang sehari hari sedangkan sungmin adalah anak pemilik toko yang mengelola toko ini
“hey Hyemi, hari ini ramai sekali kita tutup lebih awal saja. Keliatannya semua keliatan sangat kecapean” kata sungmin “oh ya baiklah oppa… aku akan menutup lalu akan langsung pulang” jawabku “baiklah, cepat ya aku sudah lelah sekali” kata sungmin “jehwa, kau rapikan meja ya aku mau menutup toko dulu” kataku pada jehwa “ya baiklaaaah… senangnya bisa pulang cepat”
**
“hey Hyemi, hari ini ramai sekali kita tutup lebih awal saja. Keliatannya semua keliatan sangat kecapean” kata sungmin “oh ya baiklah oppa… aku akan menutup lalu akan langsung pulang” jawabku “baiklah, cepat ya aku sudah lelah sekali” kata sungmin “jehwa, kau rapikan meja ya aku mau menutup toko dulu” kataku pada jehwa “ya baiklaaaah… senangnya bisa pulang cepat”
**
From : Sungmin Oppa~
Hey hyemi, nanti kau pulang sekolah langsung ketoko yaaaa ibuku mau datang mengecek
Aku pun langsung membalas pesannya
Hey hyemi, nanti kau pulang sekolah langsung ketoko yaaaa ibuku mau datang mengecek
Aku pun langsung membalas pesannya
To : Sungmin Oppa~
Baiklah kuusahakan yaaaa
Aku pun langsung merebahkan diriku dikasur, lelah sekali hari ini… untungnya tadi aku sempat mengerjakan PR ditempat kerja hehehe “Hyemi, kau mau ikut denganku tidak? “ kata jehwa yang juga sepupuku “mau kemana memang?” tanyaku “ ayolah antarkan aku kerumah Yuri, aku lupa mengembalikan bukunya dan dia menagihnya” kata je hwa “kau saja… aku capek sekali hari ini” kataku “huh, yasudah” kata jehwa putus asa. Akupun memainkan psp ku dan karena merasa bosan kuputuskan untuk tidur
Baiklah kuusahakan yaaaa
Aku pun langsung merebahkan diriku dikasur, lelah sekali hari ini… untungnya tadi aku sempat mengerjakan PR ditempat kerja hehehe “Hyemi, kau mau ikut denganku tidak? “ kata jehwa yang juga sepupuku “mau kemana memang?” tanyaku “ ayolah antarkan aku kerumah Yuri, aku lupa mengembalikan bukunya dan dia menagihnya” kata je hwa “kau saja… aku capek sekali hari ini” kataku “huh, yasudah” kata jehwa putus asa. Akupun memainkan psp ku dan karena merasa bosan kuputuskan untuk tidur
**
*dikelas
“hyemi, akan ada lomba melukis, kau tak ikut?” Tanya ryeowook, teman sekelasku sekaligus sahabatku “tidak, sudah tak tertarik” kataku “ah kau ini, ayolaaaah lukisanmu kan bagus” bujuk ryeowook “hey hey hey sudah ada tiffany ini kan yang jago melukis ini” kataku “tapi lukisanmu lebih bagus dari tiffany, ayolaaaah” bujuk ryewook “tidak ah, membuang waktu saja” kataku “yasudah, sayang sekali padahal yang menang bisa mendapatkan beasiswa ke Sunmoon university “ kata ryewook kecewa “benarkahhhhh?!?! Kata siapa kau?” kataku terkejut “yeee ka nada di pengumumannya” kata ryeowook “jadi kau akan ikut lombanya?” lanjut ryeowook “kemungkinan besar iya” kataku
Setelah ngobrol dengan ryeowook aku pun melihat kesekitar kelas, tepat dipojok kanan depanku, ya disitu…ada seorang yg sudah lama kutaksir. Ohhh tidak Donghae!!!! Disebelahnya ada Eunhyuk, seseorang yang menyebalkan *piss ehee* dan disukai oleh jehwa. Donghae adalah idola sekolah, ketua osis dan jago basket pula. Dia sangat dekat dengan Eunhyuk. Huh mengapa mereka bisa bersahabat begitu? Bahkan rivalku, si tiff sangat menyukai donghae. Kalau ada kemauan aku mungkin bisa bersaing dengan tiff. Sayangnyaaa aku malas membuang waktuku untuk hal-hal bodoh.
Sepulang sekolah aku datang ke klub lukis untuk mendaftar dan setelah itu aku langsung ke café Rainbow. Benar saja, sewaktu aku datang ibunya sungmin oppa sudah ada di café. “halo nyonya” sapaku “hey hyemi, apa kabar? Wah kau tambah cantik saja” kata nyoya café “ah tidak, nyonya bisa saja, hemm nyonya sudah lama sekali tak kesini” kataku “ya begitulah. Aku baru saja membuka toko cabang di mancanegara. Baru saja kubuka di Jepang dan Singapore” jelas nyonya café (begitulah aku memanggilnya) “wah… selamat ya nyonya. Aku ikut senang bisnis nyonya maju dengan sangat pesat” kataku “terima kasih hyemi… semoga kau akan menjadi orang yg sukses juga ya”katanya. Lalu ia dan Sungmin oppa, anaknya berbincang-bincang. Aku dan jehwa kerja dengan santai karena pelanggan sedang sepi. “hey Hyemi, apakah Eunhyuk dekat dengan seorang wanita?” Tanya Jehwa “sepertinya dia dekat dengan siapa saja yang ada disekelilingnya” kataku “apa kau dekat dengannya?” tanyanya lagi “dia sangat iseng, tetapi dia bisa menjadi teman curhat yg mengasyikan” kataku jujur “ceritakan selengkapnya padaku” pinta Jehwa, lalu aku menceritakan sedetil-detilnya tentang Eunhyuk sampai jam kerja berakhir dan dalam perjalanan pulang.
“aku pulang” ucapku saat sampai rumah, lalu aku masuk kamar dan beristirahat sebentar. Aku memainkan pspku untuk melepas rasa lelahku lalu aku mengantarkan Jehwa kerumah Yuri untuk mengambil kunci lokernya yg terbawa oleh Yuri.
**disekolah
Aku berjalan menuju ruang klub lukis dengan ryeowook dan membawa lukisanku yg sudah kuselesaikan dalam waktu seminggu sejak hari pendaftaran “saya Hyemi, ingin menyerahkan hasil lukisan saya yg ingin dilombakan” kataku pada sekertaris klub tersebut. “ohya baiklah simpan dulu hasilnya nanti 3 hari mendatang diumumkan siapa yg menjadi perwakilan sekolah ini untuk diperlombakan” jelas orang itu. Lalu aku pamit dan pergi sambil mengobrol dengan ryeowook “hey ryeowook sepertinya Sungmin oppa agak dekat denganku belakangan ini” kataku “wah itu bagus, berarti Sungmin menyukaimu” kata ryeowook “ah masa? Aku tak percaya” kataku “yaaaa barangkali, kau kan cantik, pintar melukis, kalem tapi cerewet, bisa membuat suasana hati org yang sedang sedih menjadi membaik” jelas ryeowook “fitnah banget”kataku “hahaha begitulah yg dikatakan orang-orang” lanjut ryeowook “tapi biasanya Sungmin oppa tidak peduli jika aku terluka karena teriris pisau. Walaupun ia baik tapi ia yakin aku bisa menanganinya. Tetapi kemarin aku hanya tergores sedikit saja Sungmin oppa sudah kelabakan seperti orang yang melihat orang lain sekarat” kataku “Wah selamat Hyemi!!! Kau telah berhasil mempesona Sungmin “ kata Ryewook “masa iya? Tidak mungkin orang seperti oppa menyukaiku. Ia sangat tampan dan manis pasti banyak gadis yg lebih cantik dariku menyukaiku” jelasku “apa kau menyukainya?”kata Ryeowook “ehmmmm…..”kataku ragu ragu “apakah itu menyatakan iya?” katanya “iya… aku agak suka dengannya sejak dulu” kataku “wah jadian saja” ujar ryeowook bersemangat “kau sangat cocok dengan sungmin tau” lanjut ryeowook.
**dikamar
Aku terus mengingat tindakan Sungmin oppa. Ia sangat perhatian sekali padaku. Biasanya ia yang paling memaksaku untuk bekerja keras tetapi sekarang ia selalu mengingatkanku supaya aku tidak terlalu lelah dalam bekerja. Ia juga sering membuatkanku cake padahal sebelumnya ia tak pernah melakukannya. Apa benar yang dikatakan Ryeowook? Apakah Oppa menyukaiku? Aku terus memikirkannya hingga larut malam dan malamnya aku pun bermimpi tentang Sungmin oppa
**disekolah
“hey Hyemi... kau nyatakan saja perasaanmu pada Sungmin oppa, kalau kau tidak mengatakannya mana mungkin Oppa tau bahwa kau juga menyukainya” kata Ryeowook “memangnya itu penting ya?” kataku “iyalah, kalau kau tidak mengatakannya ia akan terus menyimpan perasaannya padamu, kau duluan saja yang nembak dia. Toh dia juga meyukaimu kan” kata Ryeowook “benar juga, nanti saja itu masalah gampang” kataku “hah kau ini, masalah gampang masalah gampang… nanti juga kau lupa dengan masalah gampangmu ini” kata nya “iyasih. Udahsih bodo amat ah yang penting menang lomba dulu” kataku “iyalah terserah.” Saat itu juga Donghae datang bersama Tiff. WHAT?!?!?! Ia sudah jadian kah dengan Tiff?!?! Ah sudahlah toh aku sudah punya Oppa ini kan hehe. Tetapi aneh sekali, ada rasa sakit yang dirasakan didadaku. Entah itu apa…
**Café Rainbow
“selamat datang Hyemi…” sapa Oppa saat aku masuk ketempat kerjaku ini “selamat sore Oppa” kataku sambil tersenyum. Oppa pun membalas senyumku dan itu cukup membuat mataku terbelalak kagum oleh senyum manisnya itu. Akupun keruang ganti dengan jantung yang dagdigdug. “Hyemi… selamat kau jadi perwakilan sekolah dalam lomba melukis” kata Jehwa saat ia masuk kerang ganti “benarkah?” kataku “ iya , aku bawa suratnya dari klub melukis. Ia ingin memberikannya padamu tetapi kau sudah terlanjur pergi jadi mereka menitipkannya padaku” kata Jehwa “mana sini… terima kasih Jehwa kau memang sepupuku yg paliiiiiing baik sedunia” kataku seraya mengambil surat itu.
“Hyemi… kau istirahat saja dulu. Jangan sampai kau kelelahan” kata Sungmin Oppa. “ahhh aku tak lelah pelanggan hari ini tak terlalu banyak kok oppa” kataku “yasudah, pergilah kedapur dan ambil cake dikulkas. Aku membuatkannya khusus untukmu” kata Oppa. DEG! Seketika jantungku mau copot karena melihat kebaikan hati Oppa. Aku pun mengambil dan memakannya dengan Jehwa diruang karyawan.
**disekolah
“Hyemi ayolah tolonglah aku… ajaklah Eunhyuk kehalaman sekolah. aku akan menyatakan perasaanku padanya” kata jehwa didepan kelasku seraya memohon “baiklah, nanti ya istirahat” kataku “AAAAAAAAA kau baik sekali Hyemi!!!” kata Jehwa sambil meninggalkanku dengan langkah riang. Aku pun masuk kekelas dan menghampiri Eunhyuk “Yo broooo what’s up?” katanya “Eunhyuk, istirahat nanti ikut aku “ kataku “buat apa? Aaaa aku tau kau pasti ingin melukisku untuk dilombakan kan? Aduuuh ga sombong ya jadi orang ganteng” kata Eunhyuk dengan PEDEnya “liet aja nanti” kataku
*istirahat
Aku dan Eunhyuk berjalan menuju halaman belakang. Disana Jehwa sudah tiba dengan ekspresi mesem mesem gajelas *pissss ca* “hey temannya Hyemi ya? Oke aku Eunhyukkkk salam kenal brooo” sapa Eunhyuk iseng ke Jehwa. Jehwa pun senyum senyum dengan tambah gajelas *maapppp ca* “oke aku tinggalkan kalian disini, Eun!! Kau dengarkan penjelasn Jehwa terlebih dahulu. Ia serius jangana dianggap bercanda” kataku seraya meninggalkan mereka
Aku menuju kelas dan membaca buku yg kemarin kupinjam dari Sungmin Oppa. Aku membaca dari bab 3 sampai bab 5 ketika aku melihat Eunhyuk masuk kelas. Ekspresinya tak bisa ditebak. Seketika aku langsung lari kekelas Jehwa dan melihat Jehwa menangis dipojok kelas “mengapa kau?!?!?!” kataku “ia menolakku….” Kata Jehwa. Aku pun langsung memeluk Jehwa “kau wanita kuat. Jangan menangis Jehwa. Ditolak bukan berarti kau bukan idamannya. Mungkin ia yakin bahwa ada orang yang lebih layak bersanding denganmu “ kataku menenangkannya “aku…. Tak berguna” kata Jehwa “sudahlah Jehwa… kau baik baik saja kok. Masih ada aku, Yuri sahabatmu, Sungmin oppa dan banyak lagi yang mendukungmu” kataku “aku akan ketempat kerja sepulang ekolah nanti” kata Jehwa lirih “baiklah, ceritalah pada Sungmin. Ia pendengar yg baik, oya ijinkan aku ya aku ada urusan yg berkaitan dengan lomba” kataku “ya….” Kata jehwa lirih.
“hyemi, akan ada lomba melukis, kau tak ikut?” Tanya ryeowook, teman sekelasku sekaligus sahabatku “tidak, sudah tak tertarik” kataku “ah kau ini, ayolaaaah lukisanmu kan bagus” bujuk ryeowook “hey hey hey sudah ada tiffany ini kan yang jago melukis ini” kataku “tapi lukisanmu lebih bagus dari tiffany, ayolaaaah” bujuk ryewook “tidak ah, membuang waktu saja” kataku “yasudah, sayang sekali padahal yang menang bisa mendapatkan beasiswa ke Sunmoon university “ kata ryewook kecewa “benarkahhhhh?!?! Kata siapa kau?” kataku terkejut “yeee ka nada di pengumumannya” kata ryeowook “jadi kau akan ikut lombanya?” lanjut ryeowook “kemungkinan besar iya” kataku
Setelah ngobrol dengan ryeowook aku pun melihat kesekitar kelas, tepat dipojok kanan depanku, ya disitu…ada seorang yg sudah lama kutaksir. Ohhh tidak Donghae!!!! Disebelahnya ada Eunhyuk, seseorang yang menyebalkan *piss ehee* dan disukai oleh jehwa. Donghae adalah idola sekolah, ketua osis dan jago basket pula. Dia sangat dekat dengan Eunhyuk. Huh mengapa mereka bisa bersahabat begitu? Bahkan rivalku, si tiff sangat menyukai donghae. Kalau ada kemauan aku mungkin bisa bersaing dengan tiff. Sayangnyaaa aku malas membuang waktuku untuk hal-hal bodoh.
Sepulang sekolah aku datang ke klub lukis untuk mendaftar dan setelah itu aku langsung ke café Rainbow. Benar saja, sewaktu aku datang ibunya sungmin oppa sudah ada di café. “halo nyonya” sapaku “hey hyemi, apa kabar? Wah kau tambah cantik saja” kata nyoya café “ah tidak, nyonya bisa saja, hemm nyonya sudah lama sekali tak kesini” kataku “ya begitulah. Aku baru saja membuka toko cabang di mancanegara. Baru saja kubuka di Jepang dan Singapore” jelas nyonya café (begitulah aku memanggilnya) “wah… selamat ya nyonya. Aku ikut senang bisnis nyonya maju dengan sangat pesat” kataku “terima kasih hyemi… semoga kau akan menjadi orang yg sukses juga ya”katanya. Lalu ia dan Sungmin oppa, anaknya berbincang-bincang. Aku dan jehwa kerja dengan santai karena pelanggan sedang sepi. “hey Hyemi, apakah Eunhyuk dekat dengan seorang wanita?” Tanya Jehwa “sepertinya dia dekat dengan siapa saja yang ada disekelilingnya” kataku “apa kau dekat dengannya?” tanyanya lagi “dia sangat iseng, tetapi dia bisa menjadi teman curhat yg mengasyikan” kataku jujur “ceritakan selengkapnya padaku” pinta Jehwa, lalu aku menceritakan sedetil-detilnya tentang Eunhyuk sampai jam kerja berakhir dan dalam perjalanan pulang.
“aku pulang” ucapku saat sampai rumah, lalu aku masuk kamar dan beristirahat sebentar. Aku memainkan pspku untuk melepas rasa lelahku lalu aku mengantarkan Jehwa kerumah Yuri untuk mengambil kunci lokernya yg terbawa oleh Yuri.
**disekolah
Aku berjalan menuju ruang klub lukis dengan ryeowook dan membawa lukisanku yg sudah kuselesaikan dalam waktu seminggu sejak hari pendaftaran “saya Hyemi, ingin menyerahkan hasil lukisan saya yg ingin dilombakan” kataku pada sekertaris klub tersebut. “ohya baiklah simpan dulu hasilnya nanti 3 hari mendatang diumumkan siapa yg menjadi perwakilan sekolah ini untuk diperlombakan” jelas orang itu. Lalu aku pamit dan pergi sambil mengobrol dengan ryeowook “hey ryeowook sepertinya Sungmin oppa agak dekat denganku belakangan ini” kataku “wah itu bagus, berarti Sungmin menyukaimu” kata ryeowook “ah masa? Aku tak percaya” kataku “yaaaa barangkali, kau kan cantik, pintar melukis, kalem tapi cerewet, bisa membuat suasana hati org yang sedang sedih menjadi membaik” jelas ryeowook “fitnah banget”kataku “hahaha begitulah yg dikatakan orang-orang” lanjut ryeowook “tapi biasanya Sungmin oppa tidak peduli jika aku terluka karena teriris pisau. Walaupun ia baik tapi ia yakin aku bisa menanganinya. Tetapi kemarin aku hanya tergores sedikit saja Sungmin oppa sudah kelabakan seperti orang yang melihat orang lain sekarat” kataku “Wah selamat Hyemi!!! Kau telah berhasil mempesona Sungmin “ kata Ryewook “masa iya? Tidak mungkin orang seperti oppa menyukaiku. Ia sangat tampan dan manis pasti banyak gadis yg lebih cantik dariku menyukaiku” jelasku “apa kau menyukainya?”kata Ryeowook “ehmmmm…..”kataku ragu ragu “apakah itu menyatakan iya?” katanya “iya… aku agak suka dengannya sejak dulu” kataku “wah jadian saja” ujar ryeowook bersemangat “kau sangat cocok dengan sungmin tau” lanjut ryeowook.
**dikamar
Aku terus mengingat tindakan Sungmin oppa. Ia sangat perhatian sekali padaku. Biasanya ia yang paling memaksaku untuk bekerja keras tetapi sekarang ia selalu mengingatkanku supaya aku tidak terlalu lelah dalam bekerja. Ia juga sering membuatkanku cake padahal sebelumnya ia tak pernah melakukannya. Apa benar yang dikatakan Ryeowook? Apakah Oppa menyukaiku? Aku terus memikirkannya hingga larut malam dan malamnya aku pun bermimpi tentang Sungmin oppa
**disekolah
“hey Hyemi... kau nyatakan saja perasaanmu pada Sungmin oppa, kalau kau tidak mengatakannya mana mungkin Oppa tau bahwa kau juga menyukainya” kata Ryeowook “memangnya itu penting ya?” kataku “iyalah, kalau kau tidak mengatakannya ia akan terus menyimpan perasaannya padamu, kau duluan saja yang nembak dia. Toh dia juga meyukaimu kan” kata Ryeowook “benar juga, nanti saja itu masalah gampang” kataku “hah kau ini, masalah gampang masalah gampang… nanti juga kau lupa dengan masalah gampangmu ini” kata nya “iyasih. Udahsih bodo amat ah yang penting menang lomba dulu” kataku “iyalah terserah.” Saat itu juga Donghae datang bersama Tiff. WHAT?!?!?! Ia sudah jadian kah dengan Tiff?!?! Ah sudahlah toh aku sudah punya Oppa ini kan hehe. Tetapi aneh sekali, ada rasa sakit yang dirasakan didadaku. Entah itu apa…
**Café Rainbow
“selamat datang Hyemi…” sapa Oppa saat aku masuk ketempat kerjaku ini “selamat sore Oppa” kataku sambil tersenyum. Oppa pun membalas senyumku dan itu cukup membuat mataku terbelalak kagum oleh senyum manisnya itu. Akupun keruang ganti dengan jantung yang dagdigdug. “Hyemi… selamat kau jadi perwakilan sekolah dalam lomba melukis” kata Jehwa saat ia masuk kerang ganti “benarkah?” kataku “ iya , aku bawa suratnya dari klub melukis. Ia ingin memberikannya padamu tetapi kau sudah terlanjur pergi jadi mereka menitipkannya padaku” kata Jehwa “mana sini… terima kasih Jehwa kau memang sepupuku yg paliiiiiing baik sedunia” kataku seraya mengambil surat itu.
“Hyemi… kau istirahat saja dulu. Jangan sampai kau kelelahan” kata Sungmin Oppa. “ahhh aku tak lelah pelanggan hari ini tak terlalu banyak kok oppa” kataku “yasudah, pergilah kedapur dan ambil cake dikulkas. Aku membuatkannya khusus untukmu” kata Oppa. DEG! Seketika jantungku mau copot karena melihat kebaikan hati Oppa. Aku pun mengambil dan memakannya dengan Jehwa diruang karyawan.
**disekolah
“Hyemi ayolah tolonglah aku… ajaklah Eunhyuk kehalaman sekolah. aku akan menyatakan perasaanku padanya” kata jehwa didepan kelasku seraya memohon “baiklah, nanti ya istirahat” kataku “AAAAAAAAA kau baik sekali Hyemi!!!” kata Jehwa sambil meninggalkanku dengan langkah riang. Aku pun masuk kekelas dan menghampiri Eunhyuk “Yo broooo what’s up?” katanya “Eunhyuk, istirahat nanti ikut aku “ kataku “buat apa? Aaaa aku tau kau pasti ingin melukisku untuk dilombakan kan? Aduuuh ga sombong ya jadi orang ganteng” kata Eunhyuk dengan PEDEnya “liet aja nanti” kataku
*istirahat
Aku dan Eunhyuk berjalan menuju halaman belakang. Disana Jehwa sudah tiba dengan ekspresi mesem mesem gajelas *pissss ca* “hey temannya Hyemi ya? Oke aku Eunhyukkkk salam kenal brooo” sapa Eunhyuk iseng ke Jehwa. Jehwa pun senyum senyum dengan tambah gajelas *maapppp ca* “oke aku tinggalkan kalian disini, Eun!! Kau dengarkan penjelasn Jehwa terlebih dahulu. Ia serius jangana dianggap bercanda” kataku seraya meninggalkan mereka
Aku menuju kelas dan membaca buku yg kemarin kupinjam dari Sungmin Oppa. Aku membaca dari bab 3 sampai bab 5 ketika aku melihat Eunhyuk masuk kelas. Ekspresinya tak bisa ditebak. Seketika aku langsung lari kekelas Jehwa dan melihat Jehwa menangis dipojok kelas “mengapa kau?!?!?!” kataku “ia menolakku….” Kata Jehwa. Aku pun langsung memeluk Jehwa “kau wanita kuat. Jangan menangis Jehwa. Ditolak bukan berarti kau bukan idamannya. Mungkin ia yakin bahwa ada orang yang lebih layak bersanding denganmu “ kataku menenangkannya “aku…. Tak berguna” kata Jehwa “sudahlah Jehwa… kau baik baik saja kok. Masih ada aku, Yuri sahabatmu, Sungmin oppa dan banyak lagi yang mendukungmu” kataku “aku akan ketempat kerja sepulang ekolah nanti” kata Jehwa lirih “baiklah, ceritalah pada Sungmin. Ia pendengar yg baik, oya ijinkan aku ya aku ada urusan yg berkaitan dengan lomba” kataku “ya….” Kata jehwa lirih.
**bersambung**
Langganan:
Postingan (Atom)
Diposting oleh





