0

Love Disease

7 tahun yang lalu…

“jika aku sudah besar, aku ingin menjadi dokter, kau bagaimana?” kataku pada sahabatku “aku ingin menjadi pangeran” kata nya “ya!! pangeran itu hanya ada dinegeri dongeng, zhoumi. Impianmu itu tak mungkin terwujud” kataku “aku akan mendirikan kerajaan kok, kau mau kuangkat menjadi putrinya?” katanya “tidak!! Aku tak sudi, aku lebih memilih jadi dokter. Dasar babo~” kataku sambil mengejeknya. “Zhoumi~~ ayo siap siap. Sebentar lagi kita berangkat” kata wanita paruh baya “ne umma~ sebentar lagi” jawabnya. “memangnya kau mau kemana?” tanyaku polos “aku mau pindah ke cina, dengan itu aku akan mewujudkan cita citaku menjadi pangeran. Nanti aku akan mendirikan kerajaan disana” kata zhoumi “jinjja? Andwae kau tak boleh pergi~ nanti aku main dengan siapa? Hanya kau temanku disini~” kataku sambil merengek dan hampir menangis “kau kan cantik, pasti banyak yang ingin berteman denganmu” kata zhoumi. Lalu ia langsung berlari menuju ke ummanya “jaga dirimu ya Jera~ titipkan salamku untuk ummamu” kata ummanya zhoumi, aku terpaksa pergi dari rumah zhoumi yang memang sudah kosong itu.

**

“hey jera!!! Kau sedang melamunkan apa sih?” kata-kata hyemi membuyarkana lamunanku tentang masa kecilku, sahabat kecilku yang sangat kusayangi dan sangat kurindukan “ani…kau ngomong apa tadi?” kataku yang tak menyimak pembicaraan hyemi tadi “babo~ sudah bel tau. Ayo kita kekelas. Kau mau duduk dikantin seharian?” kata hyemi “oh aku kira apaan, yasudah ayoo” kataku sambil menarik lengan hyemi. Kami pun kembali kekelas dan mengikuti pelajaran social yang sangat membosankan itu. aku hanya menunggu bel pulang yang sebentar lagi berbunyi itu, muak rasanya mengikuti pelajaran yang membuat siapa saja tertidur ini. kecuali hyemi yang mungkin hanya orang yang kelainan dan sangat menyambut pelajaran ini. “akhirnya bel juga~~~” ujarku reflek saat bel pulang berbunyi. Mr. kim pun langsung keluar kelas dan anak anak langsung membereskan peralatan mereka dan bersiap siap pulang. Kulihat didepan pintu kelas, donghae sudah menunggu hyemi. Ya, mereka adalah sepasang kekasih. “aku duluan ya~” kata hyemi sambil menepuk bahuku pelan dan berjalan kearah donghae. Aku langsung pulang kerumahku, karena sekolahku dan rumahku dekat, jadi aku berjalan kaki kesekolah, kupandangi rumah kosong tepat disebelah rumahku, dulu aku sering sekali mengunjunginya, dulu aku sering sekali main kerumahnya. Sekarang bagaimana keadaannya? Apa ia masih iseng seperti dulu? Apa ia masih ingat denganku? Aissshhh entahlah. Kulewati saja rumah itu dan segera masuk kedalam rumahku “umma~ aku pulang” kataku sambil melepaskan sepatuku. “Jera~ ada surat untukmu, ada dikamarmu tuh~” teriak oppa ku, Hankyung oppa. Kurasa ia sedang memasak. Ya, ummaku sekarang sibuk dengan usaha butiknya yang baru saja dibuka, jadi jarang sekali ia berada dirumah sekarang. namun kebiasaanku memanggil umma saat pulang sekolah sangat sulit dihilangkan. Aku langsung masuk kekamarku dan langsung menemukan sebuah amplop coklat yang kuyakin itu surat untukku. Langsung kubuka amplop itu dan membacanya

To: Lee Jera

Halo^^ apa kabar? Masih mengingatku, kah? Bagaimana denganmu? Apa kau masih ingin menjadi dokter? Haha sudah lah~ ini aku zhoumi, aku bulan depan akan kembali kekorea, hanya untuk refreshing saja. Kuharap kau datang menjemputku dibandara, karena hanya kau yang kukenal disana. Oiya, aku sedang berusaha membangun kerajaanku. Bagaiman denganmu? Apa kau tertarik dengan tawaranku menjadi kan mu putri? Sudahlah lupakan~ setiap mengingatmu aku menjadi ingat masa kecil kita dulu. Kau tau? Disini mereka sangat ramah padaku. banyak gadis yang dekat denganku walau aku sedikit risih. Disini aku mempunyai teman baik bernama Henry, dia sangat pintar bermain biola aaah dan dia sangat imut, mungkin imutnya selevel denganmu, jangan lupa jemput aku dibandara Jera-ah.

Zhoumi

Entah mengapa hatiku berteriak senang, mengingat sahabat kecilku sekarang akan kembali kekorea. Dan aku sudah tak sabar menunggu hari itu, hari dimana zhoumi akan datang kemari

**

Kuperhatikan terus monitor yang menayangkan jadwal pesawat akan datang, mengapa pesawat dari Beijing begitu lama? “hyemi-ah…gomawo sudah menemaniku” kataku pada hyemi, sahabatku yg ikut menemaniku “cheonmaneyo jera-ah. Aku tau kau tidak ada yang mengantar, daripada aku tak ada kerjaan, lebih baik aku menemanimu saja” kata hyemi. Akhirnya pesawat dari Beijing tiba jiga di Incheon airport, aku mencari sosok zhoumi yang sudah 7 tahun tak kutemui, kucari sosoknya di terminal kedatangan, namun aku tak berhasil menemukannya. “hyemi-ah…bagaimana ini? aku tak bisa menemukannya?” kataku panic “cari terus~ aku juga membantumu mencari. Lain kali kita bawa karton bertuliskan nama Zhoumi agar gampang mencarinya” kata hyemi yang masih sempat sempatnya saja bercanda. Aku terus berjalan mencari sosok Zhoumi yang kurasa ia sudah 100%berubah image nya. “awww” kataku saat sesosok pria menyenggol bahuku, pria itu membuka kacamatanya, wajahnya sangat cubby membuatku ingin menyubitnya, namun tatapan matanya yang terlihat kesal karenaku membuatku mengurungkan niatku “hey!!! You wanna die?” kata pria itu dengan logat inggrisnya “YA!!! ini korea bukan inggris ataupun amerika~ jangan gunakan bahasa inggris dihadapanku~” kataku yang kesal dengan logat sok inggrisnya itu “sudahlah Jera-ah~ mungkin dia turis atau semacamnya” kata hyemi “tapi matanya sipit, ia orang asia, tak mungkin orang luar~” kataku “Jera-ah?” kata seorang pria yang tiba tiba muncul dibelakang cowok imut itu “nugu?” kataku bingung, pria itu tinggi, kurus dan tampan. “zhoumi…kau masih ingat padaku?” kata pria itu, butuh waktu cukup lama untuk mencerna kalimatnya “ZHOUMI?!???? BENARKAH ITU KAU?” kataku histeris. Ia benar benar berubah total, tak kusangka ia akan setinggi dan sekurus ini -_- “kau datang~” kata zhoumi senang “mana orang tuamu?” tanyaku, entah mengapa kami langsung akrab walau sudah 7 tahun tak bertemu “mereka masih di cina, perkenalkan….ini sahabatku yang kuceritakan di surat itu, Henry Lau” kata zhoumi sambil menunjuk cowok imut nan menyebalkan tadi “Lee Jera imnida~ mianhae atas perbuatan tadi” kataku menyesal sekaligus menanggung malu. “haha maklum saja dia kurang fasih berbahasa korea~ ia siswa sekolah internasional yang bahasa sehari hariannya inggris” jelas zhoumi yang membuatku semakin malu karena telah memaki henry tadi

**

“kau yakin tak memerlukan bantuanku untuk membersihkan rumahmu yang sangat kotor ini?” ujarku didepan rumah zhoumi “ne. lagipula aku mempunyai tenaga cadangan” kata zhoumi sambil melirik kearah henry “what?! Kau memanggilku tenaga cadangan?” kata henry kesal “jangan ngambek dong~ nanti imutnya ilang loh” kata zhoumi “hahaha~ yasudah aku pulang dulu. Sudah malam dan gara gara kau aku belum mengerjakan PR biologiku. Besok sepulang sekolah aku akan main ketempatmu” kataku “ne…mianhae sudah merepotkanmu, sampaikan salamku untuk hankyung hyung dan umma appamu ya Jera-ah” kata zhoumi. Aku hanya mengangguk dan melambaikan tangan seraya meninggalkan mereka menuju kerumahku yang berada tepat disebelah rumah zhoumi itu.

“sudah pulang?” tanya hankyung oppa saat aku memasuki ruang makan “ne…ada salam dari zhoumi oppa” kataku sambil mengambil udang goreng tepung yang berada dimeja makan “jika kau bertemu dengannya, katakana salam balik. Hey~~ udangnya jangan dihabiskan!!” seru hankyung oppa yang udangnya kucuri itu “cepat ganti bajumu dan segera turun makan malam~ jangan dimakan lauknya saja. Aku capek tau memasaknya” kata hankyung oppa “ne oppa” kataku sambil menjilat jariku yang masih terasa rasa udang goreng tepung tersebut. Setelah makan malam, aku mengerjakan pr biologi yang ternyata kelewat mudah itu. setelah selesai mngerjakan pr, iseng iseng kubuka jendela kamarku yang berhadapan dengan rumah zhoumi, entah siapa yang menempati kamar yang berada didepan arah jendelaku

Namun tiba tiba aku terkejut saat henry membuka jendela itu dan melihat langit langit sekitar nya. Langsung saja kututup jendelaku, aku sudah terlalu malu oleh henry hari ini, aku juga masih kesal dengannya karena ia tak meminta maaf sama sekali padaku. huh~ mengapa ia seperti itu? wataknya sangat tak mendukung keimutan wajahnya~

**

“oppa~ aku berangkat” kataku sambil membuka pintu rumahku “hati hati dijalan~” kata hankyung oppa. Aku melewati rumah zhoumi dan menemukan zhoumi sedang menyapu halaman rumahnya, sedangkan henry sedang menyirami tanaman “selamat pagi Jera-ah~ hwaiting!!! Belajar yang benar untuk jadi dokter~” kata zhoumi “nde..aku tau itu. aku bukan anak kecil lagi tau~” kataku membalas sapaan ramahnya “hahaha~ sekolahmu yang ada diujung jalan itu ya? pantas kau jalan kaki” kata zhoumi “iyadong, kan stop global warming~” kataku “haha yasudah kau berangkat dulu sana….nanti kau bisa terlambat” kata zhoumi “nde…aku berangkat dulu. Annyeong~” kataku, lalu aku kembali melanjutkan perjalanan kesekolahku itu

**

“hyemi~ kau ada acara tidak sepulang sekolah ini? temani aku main yuk ketempat zhoumi” ajakku saat sekolah sudah usai “mianhae jera-ah, aku ada janji dengan donghae, ia ingin aku memilihkan sepatu yang bagus untuk pertandingan basket perdananya nanti” kata hyemi sambil menunjukan raut muka menyesal “oh yasudah tak apa~ sampai besok hyemi” kataku sambil keluar pintu kelas dan bergegas pulang. Aku berlari kecil kerumahku dan segera mengganti bajuku. Setelah itu aku turun dan bergegas kerumah zhoumi “oppa~ aku kerumah zhoumi sebentar” kataku pada hankyung oppa. “nde…jangan lama-lama” kata hankyung oppa. Aku langsung berjalan menuju rumah zhoumi dan mengetuknya. Dan sialnya aku hari ini, mengapa harus henry yang membukakan pintunya?

“annyeonghaseyo~ ada zhoumi nya?” kataku berusaha seramah mungkin dengan henry “ia sedang masak~” kata henry singkat lalu mempersilahkanku duduk. Tak lama kemudian zhoumi datang keruang tamu, dimana aku dipersilahkan masuk tadi dengan henry “ah jera-ah…sudah lama menunggu?” kata zhoumi masih menggunakan celemek “tidak, aku baru datang” kataku. “bagaimana kerajaanmu?” tanyaku usil padanya “entahlah…aku bingung” kata zhoumi “kau bilang sudah membangunnya~” kataku “tapi henry merusak kerajaanku, ia tak sengaja menghapus file laptopku, lihat sekarang~ gamesku hilang semua” kata zhoumi “aku tau orang yang tepat untuk mengisi games mu lagi” kataku, setelah berpikir kesekian detik “mwo?! Siapa?” kata zhoumi “kau kenal Cho Kyuhyun? Teman TK kita dulu itu~” kataku, kulihat zhoumi berpikir sebentar “cho…..hem~ yang kakaknya pintar itu ya? siapa nama kakaknya? Ahra? Ahra noona?benar?” kata zhoumi “nde… cho kyuhyun sekarang menjelma menjadi maniak game. Master of games. Kurasa ia bisa membantumu~” kataku “apa kakaknya masih seperti dulu?” kata zhoumi, aku masih ingat sewaktu tk dulu, zhoumi selalu ingin menantikan cho kyuhyun, karena ahra onnie, sangatlah cantik dan kurasa zhoumi naksir dengan ahra onnie, tapi kuyakin itu hanya cinta cintaan “Ya!!! kau masih saja memuji ahra onnie~”kataku kesal, zhoumi tertawa melihatku.”bagaimana dengan donghae? Kau dulu sempat naksir kan dengannya?” kata zhoumi tiba tiba, aku hanya bisa tertawa terbahak bahak mendengar nya “HAHAHA ZHOUMI ZHOUMI~~ itu kan dulu sewaktu TK. ia sekarang sudah mempunyai kekasih, ingat hyemi tidak? Yang kemarin kuajak ke airport? Nah itu dia kekasihnya. Dia beruntung sekali bisa mendapatkan hyemi” kataku yang masih geli dengan perkataan zhoumi tadi, jujur saja…. dulu sewaktu aku masih tk aku sempat menyukai donghae karena ia menari tarian yang sangat keren saat hari ulang tahun sekolah, dan aku menyukainya gara gara ia menari menggunakan lagu favoritku waktu itu. benar benar alasan yang tidak logis. “jadi hyemi sekarang yang menjadi kekasihnya? dasar donghae…dia masih dipanggil fishy tidak?” tanya zhoumi “tentu saja, dia saja menjadi fishy seumur hidupnya” kataku

Tiba tiba tercium bau tak sedap. “bau apa ini?” kata zhoumi sambil mengecek kedapur. Aku mengikuti zhoumi karena penasaran apa yang sedang terjadi “YA~~ HENRY!!! BABOYA~ apa yang kau lakukan!!! Cumi itu sudah matang mengapa kau nyalakan lagi kompornya? Lihat kan sekarang cuminya jadi gosong~” omel zhoumi “mian hyung~ aku hanya ingin menggorengnya lagi agar lebih garing saja” kata henry tanpa tersirat diwajahnya rasa bersalah. “YA!!! kau hargailah sedikit zhoumi…jangan membuatnya kesal henry-ssi. Jangan bertindak seenakmu saja” kataku mulai kesal dengan henry “jangan ikut campur jera-ssi. Hanya cumi, jika rumah ini gosong baru aku akan sangat menyesal” kata henry dengan santainya. “sudahlah taka pa jera-ah, hanya cumi~ henry!!! Kau habiskan cumi itu….aku tak akan mau memakan makanan gosong. Nanti malam kita makan ramen saja” kata zhoumi. “Ya~ zhoumi!! kau makan saja denganku dan hankyung oppa~ dia sekarang pintar memasak loh” kataku “boleh memangnya? Aku tak enak dengan hankyung hyung” kata zhoumi “tak apa, lagipula setiap hari walau masakan hankyung oppa enak pasti ada sisanya” kataku, zhoumi pun setuju dengan usulanku

**

“aaaah kenyangnya~” kata henry begitu selesai makan. Aku tak menyangka bahwa zhoumi akan mengajak orang menyebalkan ini makan bersama ku. “hyung~ kau harus menjadi koki. Masakanmu benar benar lezat” kata henry pada hankyung oppa “mwo? Ah ini tidak terlalu enak kok, aku memasak seadanya~” kata hankyung oppa. “ya hyung~~ masakan ini enak!! Siapa bilang tidak terlalu enak?” kata henry “habisnya setiap hari selalu sisa, tidak pernah habis, kukira masakanku tidak terlalu enak untuk dihabiskan oleh orang orang” kata hankyung oppa “ya oppa~ kau masak terlalu banyak….kau kan tau pasti umma sudah makan bersama karyawan butiknya. Makanya kalau masak jangan nafsu gitu, yang makan Cuma berdua, makanannya sudah seperti pesta keluarga saja~” ledekku “haha jangan begitu jera-ah~ kasian hankyung hyung sudah memasakannya untukmu” kata zhoumi “bagaimana jika kalian setiap malam makan disini saja? Aku akan membuatkan masakan special, sekalian menghabiskan makanan” kata hankyung oppa “hyung~ tak usah…merepotkan saja” kata zhoumi “boleh hyung~ lagipula masakan zhoumi tak begitu enak^^” kata henry dengan santainya. Errggggghhhh ingin sekali kutarik pipinya itu, dia menggemaskan sekaligus menyebalkan sekali. “ngomong ngomong, kapan kau kembali ke cina, zhou?” tanya hankyung oppa tiba tiba “kira kira seminggu lagi lah hyung~ ada yang ingin kuurus disini terlebih dahulu” kata zhoumi “secepat itukah?” kataku kaget “haha kau tak perlu khawatir, kita bisa berkirim email, webcam juga bisa kan?” kata zhoumi memberi solusi “ya tapi kan tetap saja……………” kataku menyembunyikan sesuatu, aku takut ia akan mengetahui perasaanku, perasaan yang sama seperti 7 tahun yang lalu, perasaanku yang tak berani kuungkapkan padanya. “haha doakan saja masalahku lama selesainya agar aku bisa lama disini” kata zhoumi. Aku hanya tersenyum kecut mendengar jawabannya itu

**

Untungnya…ucapan zhoumi sama sekali tak terbukti. Sudah seminggu lebih ia tinggal disini dan tak ada tanda tanda ia akan segera kembali ke cina. Henry tetap saja menyebalkan, namun setiap aku melihat wajahnya yang chubby itu, rasa kesalku padanya langsung hilang begitu saja. Kurasa henry itu seperti anak kecil yang suka seenaknya sendiri.

Tok tok tok tok…

“ini aku, hankyung oppa” kata suara hankyung oppa dari luar kamar, aku langsung beranjak dari tempat tidur dan membukakan pintu “wue? Ada apa oppa?” kataku “tadi henry mencarimu, karna tadi kau sedang pergi ke toko buku bersama hyemi ya kukatakan saja kau sedang keluar. Katanya ada hal penting yang ingin ia sampaikan” kata hankyung oppa “mwo? Hal penting apa?” kataku bingung “entahlah…aku tak menanyakan hal itu pada henry, ia hanya bilang bahwa ada hal yang sangat penting yang ingin ia katakana padamu” kata hankyung oppa. “oh, gomawo sudah menyampaikannya padaku oppa” kataku seraya menutup pintu kamarku, aku duduk dikursi meja belajarku, merenungi. Untuk apa henry mencariku? Hubunganku dengannya tak terlalu baik, malah bisa dibilang buruk. Namun ia sangat dekat dengan hankyung oppa, mengapa ia tak katakana hal yang ia rasa sangat penting ke hankyung oppa saja? Kuputuskan untuk mengambil jaketku yang berada didalam lemariku. Aku akan menemui henry sekarang juga, mungkin karna sikap keingintahuanku yang sangat besar yang membuatku terdorong untuk menemui orang yang menyebalkan namun imut itu. “oppa~ aku keluar sebentar” kataku pada hankyung oppa. “jangan lama-lama” kata hankyung oppa memperingatkan. Aku langsung berjalan menuju kerumah zhoumi, aneh…pintu nya tak dikunci, aku langsung masuk saja kerumahnya, toh aku bukan orang asing bagi zhoumi. Kulihat ke sekeliling rumah, tak ada orang. Namun kudengar suara biola yang sangat indah….aku mencari sumber suara itu. tepat dihalaman belakang rumah zhoumi, kutemukan henry sedang memainkan biola putihnya dengan indah, lagu bethoven mengalir indah dari tangan tangannya yang lincah memainkan biola itu. aku hanya bisa menganga melihatnya bermain biola, benar kata zhoumi, ia benar benar seorang pemain biola yang hebat

“sedang apa kau disini?” kata henry yang membuyarkan kekagumanku “ah…ani…hankyung oppa bilang kau mencariku, benarkah?” kataku “ne” kata henry singkat “kemana zhoumi? Ia tidak terlihat dimanapun” kataku padanya “oh…dia sedang menemui pembeli” kata henry “ha?” kataku tak mengerti. “jera-ssi, sebenarnya ada yang ingin kubicarakan padamu, alasan mengapa aku sepertinya tak begitu menyukai kedatanganku kesini kali ini” kata henry “aku tau…aku menyebalkan, benar begitu?” kataku menebak “aniyo…kau menyenangkan kok, sebenarnya zhoumi kesini bukan untuk refreshing, melainkan untuk………..” kata kata henry terputus, seakan ia berat untuk mengatakannya “untuk apa?” kataku “ia akan…..aihhh aku harus melakukannya. Aku harus bilang padamu karena kau sahabatnya” kata henry “memangnya zhoumi kenapa?” kata ku penasaran “ia akan….menjual….rumah ini dan ia tak akan kembali ke sini lagi nantinya. Ia mengatakan padaku bahwa kunjungannya kali ini seperti salam perpisahan untuknya” kata henry “MWO!?! ANDWAE!!! Dia tak boleh begitu” kataku sambil menahan tangisku, tega teganya zhoumi membohongiku? Dan ia akan menjual rumah ini pada orang lain? Rumah yang selama ini dibiarkan keluarganya kosong? Tidak akan!!! Walau aku bukan siapa siapanya zhoumi namun aku merasa rumah ini seperti bagian hidupku, karena rumah ini mempunyai banyak kenanganku bersama zhoumi. Dan juga rumah ini yang mengobati rasa rinduku pada zhoumi. “aku harus bicara dengannya” kataku tiba tiba “andwae!!! Nanti ia akan marah padaku, ya walau aku tak peduli apa ia akan marah atau tidak, ia ingin melanjutkan pendidikannya di cina dengan serius tanpa repot memikirkanmu” kata henry. Aku mengernyitkan dahiku, tak mengerti “apa maksudmu?” kataku pada henry “entahlah…aku pernah mendengarnya, tepatnya ia menceritakannya padaku bahwa….rumah ini terlalu banyak kenangan yang tak bisa dilupakannya, sedangkan ia tau ia akan jarang kesini nantinya, kau tau? Bahwa zhoumi sebenarnya sudah mempunyai tunangan di cina? Ia ingin berusaha mencintai tunangannya itu, namun ia tak bisa, ia selalu bilang bahwa ada gadis yang selalu diingatnya disini, karena gadis itu selalu mengunjungi rumahnya ini, ia mungkin berfikir dengan menjual rumah ini, ia bisa melupakan gadis itu” kata henry panjang lebar. “apa sudah terjual?” kataku lemas mendengar apa yang dikatakan henry “tadi pagi ada yang berminat~ hari ini zhoumi datang ke years hotel untuk melakukan transaksi penjualan, rencananya besok kami akan kembali ke cina. Maka itu aku tak tega melihatmu ditinggalkan zhoumi begitu saja” kata henry. Kudengar suara mobil, yang kuyakin taksi itu berhenti didepan pagar rumah. Aku segera berjalan menuju luar rumah, siap mencecar zhoumi dengan berbagai pertanyaan. Kulihat zhoumi baru saja menerima kembalian dari sopir taksi tersebut. “YA!!!BABOYA~ APA MAKSUDMU?!” kataku langsung memarahi zhoumi “mwo?! Kau bicara apa sih?” kata zhoumi bingung “sebenarnya mengapa kau menjual rumah ini? kau tau? Aku selalu mengingatmu karena rumah ini. dan sekarang kau dengan mudahnya menjualnya begitu saja. Kau tak tau betapa kehilangannya aku selama 7 tahun belakangan ini? kau meninggalkanku tibatiba, lalu kau muncul kembali secara tiba tiba, dan sekarang….kau ingin meninggalkanku lagi secara tiba tiba?” kataku penuh emosi pada zhoumi “ya~ jera-ah ini bukan urusanmu. Seharusnya kau tak usah ikut campur masalah ini.” kata zhoumi “mengapa? Mengapa kau tak jujur? Mengapa kau tak jujur padaku bahwa kau sudah memiliki tunangan? Mengapa? Apa kau tak tau perasaanku selama ini padamu? Bahwa aku mencintaimu?” kataku dengan nada bergetar, akhirnya….aku bisa meluapkan semua isi hati ku didepannya. “mianhaeyo….aku tak bisa” kata zhoumi, air mataku yang daritadi sudah keluar malah keluar dengan lebih deras lagi “kenapa? Kau begitu kejam?! Aku lebih menyukai zhoumi 7 tahun yang lalu~ yang ingin menjadi pangeran. Yang ingin berjiwa satria dan akan melindungi seseorang yang benar benar ia sayangi, yang ingin menjadikanku putrid untukmu? Bahkan sekarang kau jujur padaku saja tidak…” kataku sambil terisak. “mengapa jera menangis?” tanya hankyung oppa yang sepertinya habis membuang sampah diluar. “mianhaeyo dongsaengku sudah merepotkanmu….ayo jera-ah…kita pulang saja, tak enak nangis diluar malam malam begini” ajak hankyung oppa. “jika kau akan kecina besok…silahkan. Tak usah kembali lagi~ aku muak melihatmu” kataku pada zhoumi yang masih mematung. Akupun masuk kedalam rumah dengan dituntun oleh hankyung oppa

**

“jera-ah…kau yakin tak mengantar zhoumi ke bandara?” kata hankyung oppa yang daritadi terus mengulangi kata kata itu diluar pintu kamarku. Aku hanya terdiam tanpa berkata kata apapun “jera-ah….kau harus mengantarnya, aku tau kau marah padanya tapi setidaknya antarlah dia….”bujuk hankyung oppa “jera-ah….ayo keluar. Pesawat zhoumi 30 menit lagi lepas landas. Oppa akan mengantarmu~” kata hankyung oppa terus membujukku. Aku hanya terdiam lemas sambil terduduk di kursi meja belajarku. Tiba tiba layar ponselku menyala. Aku segera membaca pesan yang masuk

From: Henry

Jera-ah…mianhae semuanya salahku. Andai saja aku tak mengatakan semuanya padamu pasti tidak akan begini. Namun aku akan tetap mengatakannya padamu, karna jika aku tak mengatakannya, kau pasti akan lebih marah pada zhoumi, mungkin kau akan membenci zhoumi. Aku sudah kena omelan dari zhoumi, aku sudah siap menerimanya, namun….kumohon kau temuilah zhoumi sekarang juga. Ia daritadi terus murung, sepertinya ia terus memikirkanmu, dan sepertinya ia sangat menyesal. Sebaiknya kau cepat~ kami akan segera berangkat. Gomawoyo jera-ah. Mianhaeyo jika aku berbuat salah

Aku terus merenungi pesan yang dikirim oleh henry tersebut. Kulirik jam dimeja belajarku, sudah jam 10.45. pasti pesawat zhoumi sudah berangkat sekarang. tapi entah mengapa otakku malah memerintahkan agar aku pergi ke bandara, aku langsung menyambar jaketku dan membuka pintu kamarku, kulihat hankyung oppa sedang terduduk disamping luar pintu kamarku “oppa~ ppali!!! Cepat antarkan aku~” kataku. dengan segera hankyung oppa langsung turun dan menuju garasi dan melajukan mobilnya dengan kecepatan yang sangat tinggi. Walaupun hankyung oppa sudah mengemudikannya dengan cepat, namun naas, kami terjebak macet. Hankyung oppa sampai membunyikan klaksonnya berkali kali yang membuat pengemudi mobil didepannya sepertinya kesal terhadap oppa, namun sepertinya oppa ku itu tak peduli

Sesampai dibandara, aku langsung berlari ke terminal keberangkatan, berharap pesawatnya mengalami kendala jadi penerbangan ditunda. Kulirik jam tanganku sekali lagi, sudah jam 11.20. kandas sudah harapanku, pesawat zhoumi sudah berangkat. Pesawatnya lepas landas tepat jam 11.00. Namun saat kulihat monitor yang menayangkan jadwal pemberangkatan, kandas sudah harapanku itu. benar….pesawat sudah berangkat 20 menit yang lalu. “ZHOUMI~~~~ KAU JAHAT PADAKU!!!!” teriakku seolah tak peduli bahwa zhoumi sudah tak ada disini lagi, aku melihat orang orang yang ada disekelilingku menatapku bingung, mungkin mereka kira aku sudah tak waras. Ya, aku memang tak waras gara gara zhoumi. “ZHOUMIIII~~~~ KAU TEGA PADAKU!!!!!! APA KAU AKAN TERUS SEPERTI INI SEUMUR HIDUPMU?!?!” teriakku lagi, air mataku keluar, aku menyesali kebodohanku yang coba saja daritadi aku mengantarnya, mungkin aku tidak akan menyesal seperti ini.

“hey bodoh~ kau jelek jika sedang menangis!!” kata suara yang cukup familiar dari belakang, aku berbalik dan menemukan zhoumi yang masih berdiri dihadapanku. “kau…mengapa…masih disini?” kataku bingung “kuputuskan untuk tetap dikorea. Aku tak jadi ikut penerbangan” kata zhoumi tersenyum sambil memamerkan tiket pesawat yang sudah tak terpakai lagi. “mianhae….aku yang bodoh… aku terlalu egois untukmu, aku mencoba memungkiri perasaanku padamu…namun…” kata zhoumi terputus putus. Ia langsung memelukku dengan erat “aku mencintaimu..” kata zhoumi pelan namun bisa kudengar “saranghaeyo” kataku pelan “naddo” jawab zhoumi. Ia melepaskan pelukannya “mana henry?” tanyaku pada zhoumi “ia pulang ke china, untuk menyampaikan keputusanku ini pada orang tuaku, aku membatalkan pejualan rumah itu” kata zhoumi “kau harus berterima kasih padanya” kataku. zhoumi hanya tersenyum “itu pasti…” kata zhoumi singkat lalu ia memelukku lagi

*the end*

0

Love ya

*Han Hyemi POV*

“HYEMIIIIII!!!!”kata seseorang dari kejauhan memanggilku. “JEHWAAAA”kataku sambil berlari. Ya itu jehwa saudara sepupu ku yg paling ku sayang, dia adalah teman curhat ku. Sudah lama tidak berjumpa, sungmin oppa bilang jehwa akan tinggal bersama kami. Dia akan 1 sekolah dengan ku. Aku senang sekali bisa terus bersama jehwa. “hyemi ah, aku rindu sekali padamu”kata jehwa sambil memeluk ku “aku juga jehwa”kataku membalas pelukan nya “hey hey sudah, jgn lama lama berpelukan nya. Bantu aku membawa barang”kata sungmin oppa yg sedang sibuk menurunkan barang barang jehwa “NE!!”kataku dan jehwa bersamaan. Kami pun berlari menghampiri sungmin oppa. Kami bertiga masuk ke apartement ku. Membereskan barang barang jehwa “jehwa ah, kita akan sekamar”kataku “jinjja? Ah aku senang sekali. Berarti setiap malam kita bisa bercerita cerita hyemi”kata jehwa bahagia “kau benar sekali jehwa!”kataku “hey, dasar anak perempuan! Kerjaan nya ngegossip saja”kata sungmin oppa jutek. Kurasa dia marah karena aku dan jehwa mencuekinya hahaha sudahlah biarkan saja. Nanti juga ia akan terhibur jika sunny unnie neomjachingu nya menelpon. Aku dan jehwa langsung berlari ke kamar ku, kami merapikan baju baju jehwa dan pernak pernik nya di kamar ku. “hyemi, apakah benar sekolah shinhwa itu menyenangkan?”Tanya jehwa “ah tentu saja, kau gugup yaa?”kataku “ne, gugup sekali. Besok adalah hari pertama aku masuk sekolah di shinhwa”katanya “jangan gugup, teman teman disana baik baik tenang saja”kataku sambil mengelus pundak jehwa. Dia pun tersenyum, ah aku suka melihat jehwa tersenyum. Jika dia tersenyum, aku pun akan tersenyum. Kami bagaikan soulmate susah untuk di pisahkan.”hey hyemi, adakah namjja di sekolah mu yg tampan?’tanya jehwa “tentu saja”kataku “jinjja? Apakah salah satu dari mereka akan jadi neomjachingu ku?”Tanya nya “tentu jehwa, kau baik pintar. Pasti ada yg mau dengan mu”kataku “hey, dulu kau pernah bercerita tentang sahabat baik mu dan namjja yg kau suka. Siapa namanya aku lupa..”kataka jehwa sambil mengingat ngingat “oh sahabat baik ku itu Donghae”kataku “ah itu dia nama nya, tapi kau belum pernah memberitahuku siapa nama namjja yg kau sukai hyemi sshi”kata jehwa “ah aku belum siap mengatakan nya jehwa, nanti suatu saat akan ku beritahu siapa nama nya. Tapi jangan sekarang”kataku sambil tersenyum padanya “oh gwenchaneyo”katanya sambil membalas senyum ku. Kami pun menghentikan pembicaraan dan melanjutkan berbincangan. TING TONG!! Bel apartement ku berbunyi “HYEMII, ADA DONGHAE”kata sungmin oppa “oh ne, aku akan segera kesana”kataku. Aku dan jehwa menuju ruang tamu. Ku lihat donghae sedang duduk di sofa “donghae ah”kataku “ah, hyemi. Ku kira siapa mengagetkan saja”katanya spontan berdiri dari sofa “ini sepupu mu yg sering kau ceritakan itu?”Tanya donghae “ah iya, mianhae aku lupa. Jehwa ini donghae, donghae ini jehwa”kataku “han jehwa imnida”kata jehwa sambil tersenyum pada donghae “ah ne, lee donghae imnida”kata donghae membalas senyum jehwa. “hyemi, besok kau sekolah kan? Aku jemput kau yaaaaa”kata donghae “ne baiklah, tapi jehwa ikut juga yaaa. Boleh kan?”kataku “tentu saja”kata donghae. “hyemi ah, sahabat mu ini baik sekali tampan pula. Kenapa kau tidak berpacaran saja dengan dia?”bisik jehwa “hey, aku sudah bersahabat lama dengan nya, aku nyaman bersahabat. Lagi pula aku sudah mempunyai cinta pertama ku”bisikku. Kami berbincang lama dengan Donghae, sedang kan Sungmin oppa sibuk telpon telponan dengan Sunny unnie. Hidup ku terasa lebih lengkap semenjak Jehwa tinggal bersama ku.

***

“HUAAAAAAAA, SUDAH JAM SETENGAH 7”kataku berteriak. Lagi lagi aku kesiangan, ah hari ini aku di jemput oleh Donghae. Donghae paling tidak suka menunggu, aku bergegas menuju kamar mandi dan bersiap siap. Ku lihat jehwa sudah rapi. Ia sedang sarapan dengan Sungmin oppa “jehwa ah, mengapa kau tidak membangunkan ku?”Tanya ku kesal “mianhae hyemi, sungmin oppa tidak mengizinkan ku membangunkan mu”kata jehwa sambil tertunduk. BRAKKKKK!! Ku lempar kan kotak pensil ku tepat di wajah sungmin oppa “HYEMI!!! APA MAKSUD MU MELEMPARKAN INI??”kata sungmin oppa kesal “KAU MENYEBALKAN SEKALI OPPA! MENGAPA KAU TIDAK MENGIZINKAN JEHWA MEMBANGUNKAN KU??”Tanya ku lebih nyolot (?) “AKU SENGAJA!! AGAR KAU TIDAK MANJA, TIDAK MINTA DI BANGUNKAN SETIAP HARI”kata sungmin oppa sangat kesal “sungmin oppa, hyemi sudah hentikan pagi pagi seperti ini jangan buat kegaduhan. Malu pada tetangga”kata jehwa. Aku tidak mempedulikan kata kata Jehwa, aku terus bertengkar dengan sungmin oppa. Kami saling melempar barang satu sama lain. Menurut kalian mungkin ini sadis, tapi aku sudah terbiasa bertengkar seperti ini dengan sungmin oppa “hyemi…” BRAKKKKK! Aku melempar tepat ke wajah donghae yg sedang membuka pintu apartement ku, yaaa tadi sungmin oppa ada di situ tetapi dia kabur jadi donghae yg kena “ah mianhae donghae, jeongmal mianhae”kataku “ah aduh..”kata donghae sambil memegang wajah nya. Aku bergegas mengambil sapu tangan dan mengelap wajah donghae”ah mianhae donghae”kataku sambil mengelap wajah donghae “KAU!! KAU INI PEREMPUAN. KELAKUAN MU KASAR SEKALI.. awww”katanya kesal “ah mianhae donghae, ini semua salah sungmin oppa’kataku sambil menunjuk kea rah sungmin oppa “hey, kenapa aku? Salah kau sendiri kenapa tidak bangun pagi huh”kata sungmin oppa sambil membuang muka “sudah sudah, kalian berdua salah!”kata jehwa melerai. Aku pun menerus kan mengelap wajah donghae, setelah itu aku jehwa dan donghae berpamitan dengan sungmin oppa. Donghae melaju dengan kecepatan yg tinggi, aku duduk di depan sebelah donghae. Sedang kan jehwa duduk di belakang sendiri sambil membaca buku. Yaaaaa, jehwa itu adalah anak kutu buku. Tidak seperti ku wanita pemalas hahahaha. Kami pun sampai di sekolah, ku lihat jehwa sangat gugup. Ini memang hari pertama ia bersekolah disini, aku bisa memahami nya. Kami pun berjalan menuju koridor DEG! Ah yesung oppa, kulihat yesung oppa sedang bersama zhoumi neomjachingu sahabat ku jera. Detak jantung ku berdetak lebih cepat ah 5 kali lebih cepat. Padahal aku hanya melihatnya dari kejauhan tapi jantung ku rasa nya ingin copot melihat wajah nya “HYEMIII DONGHAEEE”teriak seseorang dari kejauhan. Kulihat jera sedang berlari menuju kami “jera ah, ada apa?”Tanya ku “ah tidak apa apa, hey ini siapa?”kata jera sambil menunjuk jehwa “ah han jehwa imnida. Sepupunya hyemi”kata jehwa memperkenalkan diri “ne, lee jera imnida sahabat nya hyemi. Kau santun sekali, tidak seperti sepupumu hyemi”kata jera PLETAK!! “aduh hyemi sakittt”kata jera sambil mengelus kepalanya “hey kau, jgn bandingan aku dengan jehwa! Awas kau!”kataku mengancam “ZHOUMIIIII”kata jera berteriak. Kulihat zhoumi dan yesung melihat kea rah kami. Zhoumi berlari menuju kami, ah matilah diriku. Jera sering sekali mengadu pada zhoumi bisa bisa aku di jitak balik sama zhoumi “jagiya, ada apa?”Tanya zhoumi ngosngosan yg baru saja berlari sejauh 200 km (?) “hyemi, dia menjitak ku. Sakittt”kata jera manja PLETAK!! Tepat seperti dugaan ku, zhoumi menjitak ku “ah zhoumi, ini sakit tau!!”kataku kesal sambil mengelus kepala ku. Kulihat jera tersenyum bahagia, yaaaa dia sangat bahagia jika zhoumi membela nya “awas kau menjitak neomjachingu ku lagi!”ancam zhoumi “ne..”kataku tidak ikhlas “zhoumi, kau itu namjja! Kasar sekali pada perempuan”kata donghae membela ku. Aku langsung tersenyum. Ah sahabat baik ku membela ku, senang nya ^^ “hey, ada apa ini?”Tanya yesung yg tiba tiba datang. DEG! Jantung ku berdetak 2 kali lebih cepat, dia sekarang berdiri di sebelah ku. “hyemi, siapa dia?”Tanya yesung “ah..it..itu sep..sepupu ku jehwa”kataku gugup “hey, yesung imnida”kata yesung sambil mengulurkan tangan nya “ne, han jehwa imnida”kata jehwa sambil mengulurkan tangan nya juga. KRIIING!! Bel masuk pun berbunyi, jehwa tidak sekelas dengan ku. Ia sekelas dengan yesung dan zhoumi. Sedangkan aku sekelas dengan donghae dan jera. Kami mengikuti pelajaran masing masing, zhoumi bilang jehwa sudah akrab dengan teman teman kelas nya. Aku senang mendengarnya, dia mempunyai banyak teman. Dan yg membuat aku sangat senang zhoumi bilang jehwa semakin dekat dengan yesung. Yaaa ku harap jika yesung menjadi neomjachinguku sepupu kesayangan ku bisa dekat dengannya. Istirahat pun tiba, aku pergi ke kantin dengan jera dan donghae. “JAGIYAAAA”teriak seseorang. Aku tau itu pasti zhoumi, di sekolah ini tidak ada yg berani frontal di tempat umum kecuali zhoumi untuk memanggil “jagiya”. “ne, ada apa jagiya?”Tanya jera “kau ini jahat sekali, aku juga ingin ke kantin bersama mu”kata zhoumi “ah mianhae, aku lupa jagi”kata jera “sudahlah, ayuk kita ke kantin”kata donghae. Kami ber 4 pun berjalan kea rah kantin, ku lihat yesung dan jehwa sedang berduaan mereka sangat akrab. Kulihat jehwa tersenyum bahagia berada di dekat yesung. Mengapa perasaan ku ini? kenapa hati ku sakit melihat 2 org yg sangat ku cintai dekat? Aku tidak boleh cemburu, aku tau yesung dam jehwa hanya berteman dekat. “hyemi donghae jera zhoumi, kesini”teriak yesung dari meja nya “ah ne”kataku sambil mengajak donghae jera dan zhoumi. “hey, aku duduk dimana? Jera kau curang sekali”kataku kesal “hey hyemi, aku tidak bisa jauh jauh dari zhoumi tauuu”kata jera “kau duduk disini saja hyemi”kata yesung sambil menunjuk bangku kosong di sebelah nya. Ah aku tidak bisa duduk di sebelah nya, jantung ku pasti berdetak sangat kencang. Aku tak kuat “sudahlah hyemi, duduk saja di sebelah yesung. Dari pada kau berdiri terus”kata donghae sambil asik mendengarkan music “ne, baiklah”kataku terpaksa duduk di sebelah yesung. Sesekali kulihat yesung melihat kea rah ku dan tersenyum. Apakah aku yg kepedean, atau emang benar dia melihat kea rah ku? Ah aku tak tau juga. “hyemi, temani aku ke perpustakaan yukk”kata donghae “ah ne, baiklah”kataku seraya berdiri dari kursi “hey kami duluan yaa”kata donghae sambil melambaikan tangan. Meraka membalas lambaian itu. Kami pun sampai di perpustakaan, aku tak tau apa yg donghae cari. Jarang sekali ia membaca buku, tapi kali ini mengajak ku ke perpustakaan “hyemi, ada yg ingin ku tanyakan padamu”kata donghae dingin “ne, ada apa?”kataku “apakah benar kau mencintai yesung dan dia adalah cinta pertama mu?”Tanya donghae “ne itu semua benar, kenapa? Kau mendukung ku kan?”kataku. kulihat raut wajah donghae berubah “donghae..”panggilku “ah ne, tentu saja aku mendukung mu. Kau adalah sahabat ku, kalau kau butuh apapun minta saja padaku. Apapun akan kulakukan demi sahabat ku”katanya sambil tersenyum padaku, aku membalas senyum nya “lalu untuk apa kau mengajak ku kesini?”tanyaku heran “aku hanya ingin menanyakan yg tadi saja hahahaha”kata donghae “kau ini..”kataku seraya memukulnya. KRIINNG!! Bel masuk pun berbunyi aku dan donghae bergegas menuju kelas kami. Koridor sudah sepi, murid yg lain sudah masuk. Kami pun mempercepat langkah kami, huh untung saja guru kami belum datang. Kami pun belajar seperti biasa di kelas, sesekali aku melihat kea rah Donghae entah mengapa aku merasa ada yg aneh di dalam dirinya. Tapi aku tau donghae anak yg riang, palingan ia hanya murung sesaat. Bel pulang pun berbunyi, aku pulang bersama donghae seperti biasa. Aku dan donghae menuju ke kelas jehwa untuk menjemputnya “JEHWA”panggilku, kulihat jehwa sedang bercanda dengan yesung. Yaaaa bagus lah jika mereka semakin dekat, supaya nanti jika aku berpacaran dengan yesung jehwa tidak canggung lagi hehehe. Kulihat jehwa berpamitan dengan yesung (?) dan menuju kea rah ku “ayuk pulang”katanya. Kami bertiga pun berjalan menuju mobil Donghae, sampai saat ini raut wajah Donghae belum berubah. Seperti ada sesuatu yg ia rahasiakan dariku. Aku ini sahabat nya, tapi kenapa ia tak mau bercerita dengan ku? Aku hanya bisa bertanya Tanya dalam hati. Aku tak berani menanyakan nya langsung pada donghae. Donghae mengendarai mobilnya sangat cepat seperti orang kerasukan syaiton (?). kami pun tiba di depan apartement, aku dan jehwa turun dari mobil “donghae ah, kau tidak mau mampir dulu?”kataku “ah tidak, gamsahaminda. Aku ingin langsung pulang saja”katanya “oh ne, baiklah. Hati hati di jalan”kataku sambil tersenyum. Ia hanya mengangguk dan membalas senyum ku. Aku dan jehwa pun menuju apartement ku, kosong. Yaaaa hari ini sungmin oppa sedang menemani sunny unnie di konser SNSD. Jadi hanya kami berdua yg ada di apartement. “hyemi ah, aku ingin bercerita!”kata jehwa “apa? Kau tau? Aku sudah menemukan org yg sangat kucintai di sekolah baru ku”katanya bahagia “jinjja? Waah aku senang mendengarnya. Siapa org nya?”kataku penasaraan “ah aku malu mengatakan nya, lg pula kau juga belum memberitahuku siapa org yg kau sukai. Bagaimana jika kita membuat perjanjian?”kata jehwa “mwo? Berjanjian apa?”Tanya ku “minggu depan, kita bawa org yg kita cintai ke resto rainbow. Bagaimana? Jadi kita pertemukan mereka”kata jehwa bersemangat “ah ide yg bagus, baiklah”kataku tak kalah semangat. Kami pun berbincang sangat lama sampai tak sadar kami berbincang sampai jam 11 malam.

***

Hari ini saatnya, yaaa 1 minggu telah berlalu. Semakin hari yesung oppa semakin dekat dengan ku. Aku tak tau apa mksd nya dia mendekati ku. Apakah perasaan ku sama dengan nya? Aku belum tau pasti. Sepanjang hari aku dan jehwa menceritakan kedekatan kami dengan namjja yg kami sukai. Ternyata, jehwa sudah berpacaran dengan namjja yg ia sukai itu. Aku masih pendekatan, tapi semoga aku bisa menyusul jehwa. Dari seminggu yg lalu, donghae mulai menjauhi ku entah apa alasan nya. Babo nya diriku karena aku terlalu dekat dengan yesung oppa aku tidak memerhatikan donghae lagi. Tapi sebelum donghae menjauhi ku, aku sudah memberitahu nya bahwa aku dan jehwa akan mengajak namjja yg kami sukai untuk bertemu. Semenjak itu donghae menjauhi, hidup ku hampa tanpa sahabat yg sangat ku sayangi. Sudah jam 6 sore, aku mempunyai janji dengan jehwa jam 7 malam. Iya sedang berada di rumah namjja nya. Inilah saatnya, aku menelpon yesung oppa. Tidak ada yg mengangkat, aku sudah menelpon nya sampai 8 kali tetapi tidak ada yg mengangkat. Aku menangis, mungkin malam ini aku tidak bisa menunjukkan pada jehwa bahwa yesung oppa lah cinta pertama ku namjja yg selama ini selalu ku puja. Dengan lemas aku berjalan menuju café, kulihat dari kejauhan jehwa sedang berbincang bincang dengan seseorang. Lelaki tampan menggunakan jaket rambut yg sedikit kucal. Seperti nya aku mengenali lelaki itu, tapi siapa? Aku pun mendekat, perlahan lahan aku berjalan menuju arah jehwa dan……….BRUUUUK!! tas yg kupegang tiba tiba jatuh saat melihat laki laki itu. Dia yesung! Jadi…..selama ini laki laki yg berpacaran dengan jehwa adalah yesung oppa, cinta pertama mu. Badan ku lemas tidak berdaya rasanya ingin jatuh tapi aku menahan tubu ku agar tidak jatuh dihadapan jehwa dan yesung “hyemi……”kata jehwa seraya mengambil kan tasku yg jatuh “kau kenapa? Mengapa tiba tiba tas mu jatuh?”Tanya jehwa panjang lebar aku hanya diam tak bicara sedikit pun. Ku tatap mata yesung, dia pun menatap ku kembali tatapan takut yaaa seperti itulah tatapan yesung “oppa…… mengapa kau lakukan ini padaku?”Tanya ku seraya mendekati nya. Jehwa hanya bisa melihat ku dengan heran. “ma…maafkan aku hyemi. Selama ini aku mendekati mu agar hubungan ku dengan mu baik jika suatu saat nanti aku memang berjodoh dengan jehwa”kata yesung dengan takut. “hyemi, jadi selama ini namjja yg kau suka adalah……” “iya, yesung oppa adalah namjja yg ku suka. Dan sekarang dia menjadi neomjachingu mu.”kataku seraya memotong pembicaraan jehwa. Aku sudah tidak kuat air mataku mengalir, ku lihat semua orang di café itu melihat pertunjukkan yg sangat mengerikan ini. aku pun langsung mengambil tasku yg berada di tangan jehwa. Aku berlari menuju keluar café, tiba tiba seseorang memegang tanganku. Ku naikkan kepala ku dan melihat wajah orang itu dan ternyata itu donghae. Tatapan nya penuh kasih sayang, dia pun langsung menarik tangan ku. Aku hanya bisa pasrah, ku ikuti kemana donghae ingin membawaku. Kami pun masuk ke dalam mobil donghae, aku hanya menangis menangis dan menangis. Sesekali donghae melihat kea rah ku, dia melajukan mobil nya dengan sangat cepat. Aku tidak tau dia ingin membawa ku kemana. Tak berapa lama kemudian kami pun sampai di sebuah taman. Taman yg sangat indah seketika air mata ku berhenti mengalir. Belum pernah aku melihat tambha yg sangat indah seperti ini. dihiasi bunga bungan dan kelap kelip bintang di malam hari. Donghae menarik tangan ku, dia membawa ku duduk di sebuah bangku. Kami pun duduk “hyemi, ada yg ingin ku bicarakan padamu”kata donghae serius “apa?”kataku “mianhaeyo hyemi, akhir akhir ini aku menjauhi mu. Sebenarnya aku sudah lebih tau kalau jehwa dan yesung berpacaran aku tidak tega memberitahukan ini padamu. Aku tau kau pasti akan sakit hati, dan sekarang terbukti aku sudah tau dan kau selalu bersedih. Aku tidak kuat jika harus melihat mu terus menangis karena namjja bodoh itu yesung. Dan aku…” “stop! Sudah cukup penjelasan nya, yaaa aku mengerti bagaimana perasaanmu. Dan aku berterima kasih karena kau tadi sudah menolong ku saat di café. Betapa beruntung nya diriku mempunyai sahabat yg sangat baik seperti mu lee donghae”kata ku seraya bersandar di pundak nya. Kami pun melihat kelap keli bintang yg indah bersama. Entah mengapa perasaan ku berubah, donghae bukan seperti sahabat ku lagi kasih sayang nya kepada ku sudah seperti kasih sayang seorang neomjachingu. Kami pun terus berbincang bincang sampai tak terasa sudah jam 9. Donghae pun mengantarkan aku pulang, suasana hatiku sedang senang sekarang. Dan aku berharap semoga sungmin oppa tidak memarahi ku nanti. Aku pun sampai, donghae tidak sempat mampir karena sudah terlalu malam. Aku pun langsung masuk ke apartement ku, ku lihat sungmin oppa sedang duduk di sofa “hyemi..”kata sungmin oppa “kau kemana saja? Katanya bertemu dengan jehwa, tapi mengapa jehwa pulang lebih dulu?”Tanya nya panjang lebar. Aku tidak menjawab seditkit pun, aku pun mengabaikan sungmin oppa dan langsung masuk ke kamar. Kulihat jehwa sudah tertidur pulas, yaaa sepupu ku yg palng ku sayang mengambil cinta pertama ku. Tapi aku tidak bisa marah dengan nya, aku terlalu sayang padanya. Mungkin aku harus melupakan kejadian mala mini dan bersikap seperti biasa nya terhadap jehwa. Aku pun berganti baju dan tidur.

***

Keesokan paginya, yaaaaa hari minggu. Hari libur!! Seperti biasa kalau hari libur pasti aku bangun siang ku lihat sudah jam 11, tidak seperti biasanya kali ini aku bangun lebih siang HAHAHAHAHA. Aku pun keluar kamar kulihat sungmin oppa memegang pisau “hyemi, kau anak perempuan tapi bangun siang terus. Kau ingin mati?”kata sungmin oppa dengan tatapan yg seram. Aku pun menjadi takut bagaimana jika ada setan lewat dan sungmin oppa benar benar memutilasi ku?? “hehehe oppa…..santai…pisaunya turunin doooong. Serem tau!!”kataku dengan lembut. Sungmin oppa pun menaruh pisau nya kembali “mianhaeyo oppa, semalam aku sangat kelelahan jadi bangun siang”kataku menjelas kan “A-L-A-S-A-N!!”kata sungmin oppa. Aku pun segera kabur menuju dapur, kulihat semua makanan sudah habis. Yaaaaa begini lah nasib bangun kesiangin kehabisan makanan. “oppa, mana jehwa?”Tanya ku “oh jehwa, tadi jam 9 dia pergi dengan yesung. Mengapa?”kata sungmin oppa. “oh tidak apa apa.hanya bertanya”kataku. Baru saja ia terjerat masalah dengan ku karena yesung oppa dia langsung jalan dengan yesung oppa, apakah dia tidak merasa bersalah sedikit pun dengan ku?? Aku pun terus bertanya Tanya apakah jehwa mempunyai rasa bersalah padaku atau tidak. Aku pun bergegas menuju kamar dan mengambil handphone ku. Kulihat ada 1 sms, dan ku buka sms itu

My Fishy

Hyemi ah~ hari ini aku bosan sekali di rumah, mau jalan tidak?

Ternyata donghae yg meng sms ku, yaaa di kontak hp ku beri dia nama “my fish” hahahahaha dia memang terkenal dengan julukan ikan. Dengan sigap aku langsung membalas

Aku mau, 15 menit lagi kau jemput aku yaaaaaaa.

Aku pun bergegas menuju kamar mandi, dan bersiap siap. Hari ini aku juga sangat bosan di rumah. Sungmin oppa nanti ingin pergi dengan sunny unnie. Yaaaaa hari ini tepat 9monthsary mereka. “HYEMIIIII. DONGHAE SUDAH DATANG”teriak sungmin oppa dengan sangat kencang seperti memakasi toa masjid (?) “ah ne, aku akan segera keluar”kataku seraya mengambil handphone ku dan keluar kamar. DEG! Mata ku terpana melihat penampilan donghae, dia terlihat sangat tampan dengan celana jeans dan shirtless berwarna putih. “hyemi…hyemi..”kata donghae memanggil ku. Aku pun langsung terbangun dari lamunan ku “mengapa? Aku tampan yaaaa?”kata donghae dengan pede nya “yeeee, pede sekali kau. Yasudah ayuk kita berangkat. Oppa aku pergi dulu yaaa. Salam buat sunny unnie.”kataku seraya keluar dari apartement bersama donghae “ah ne, gomawo salam nya. Hati hati”kata sungmin oppa. Kami pun masuk ke dalam mobil donghae, donghae menyetel lagu in my dream. Yeaaaaaay lagu kesukaan ku. Aku melihat ke arah nya dan tersenyum, yaaa senyuman maksud nya untuk tanda terima kasih dan dia membalas senyuman ku. Hati ku berdetak sangat kencang saat tadi dia membalas senyum ku. Dia begitu tampan baik penyayang kyaaaaa pria idaman sekali. Sesaat aku melupakan yesung oppa, namun aku mulai memikirkan nya lagi. Betapa jahatnya diri nya selama ini mendekati ku hanya untuk memperbaiki hubungan jika nanti dia berjodoh dengan jehwa. Aku akan berusaha melupakan yesung oppa bagaimana pun caranya. Tidak terasa kami sudah sampai, ternyata donghae membawa ku pergi ke taman yg semalam. Taman terindah yg pernah ku kunjungi, aku dan donghae pun turun dari mobil DEG!! Donghae memegang tangan ku, dia menggandeng ku. Jantung ku berdetak 5 kali lebih cepat. Donghae memang paling bisa membuat jantung ku berdetak secepat pelari marathon (?). kami pun menuju kedai es krim, es krim adalah kesukaan ku dan donghae. Setiap kita menemukan kedai es krim pasti harus beli walaupun itu tidak ada uang hahaha (alias ngutang).”hyemi, kau duduk saja. Biar aku yg memesan nya”kata donghae “ah ne, baiklah”kataku seraya pergi meninggal kan donghae. Yaaaa tempat ini sama persis seperti semalam, teman yg sangat nyaman. Dari kejauhan kulihat seorang perempuan dan namjja. Dilihat dari pakaian nya seperti nya aku tau siapa dia, mereka pun mendekat dan duduk di bangku persis di depan bangku yg sedang ku duduki. Jarak dari tempat duduk ku dan mereka sekitar 50 cm. aku pun terus melihat ke arah mereka, aku ingin tau siapa mereka. Dan ternyata……. ITU YESUNG OPPA DAN JEHWA. Seketika mataku melotot melihat ke arah mereka, aku tidak menyangka mereka akan pergi ke tempat seperti ini. kulihat mereka sedang bercanda canda, hati ku sesak melihat nya sangat sesak. Dan seperti biasa air mata ku mengalir, aku berdiri dari tempat duduk ku, rasa nya aku ingin mendekat kea rah mereka dan member pelajaran pada mereka. Tapi aku tidak tega, aku tidak bisa memberikan pelajaran pada sepupu yg paling ku sayang han jehwa. Air mata ku mengalir sangat deras dan tiba tiba ku lihat yesung oppa mencium kening jehwa. Hatiku sangat sakitttt melihatnya, kepala ku pusing. Aku ingin pulang, aku tidak kuat melihat nya. Dan……..GREP!!! seseorang telah memelukku, menutupi pandangan ku kepada yesung oppa dan jehwa “hyemi…jangan menangis lagi, sekarang kau tidak bisa melihat mereka”kata seorang namjja. Itu donghae, ya itu donghae aku sangat hafal dengan suara nya. Aku terus menangis di pelukan nya “jika kau ingin menangis, menangis lah di pelukan ku. Menangis lah sampai kau puas”kata donghae seraya memelukku dengan sangat erat. Aku pun menangis dengan sangat kejar, entah mengapa aku merasa sangat nyaman jika berada di pelukan donghae. Kasih sayang nya yg hangat membuat ku sangat nyaman. “mereka sudah pergi”kata donghae seraya melepaskan pelukan nya. “kau ini babo sekali!!!!! Kalau misalnya kau sakit hati melihat mereka jangan kau lihat!! Kau tidak tau apa aku terus merasa sedih jika ka uterus menangis??!!!”kataku donghae memarahi ku “mian…mianhaeyo donghae”kataku dengan terisak isak “yasudah lupakan, sekarang kau tenang kan dirimu. Ini ada es krim untuk mu.”kata doonghae seraya memberikan ku es krim. Aku pun mengambil es krim itu dan memakan nya untuk menenangkan diri. Sekarang hati ku mulai tenang dan entah mengapa perasaan ku pada donghae berubah. Aku selalu merasa tenang jika berada di sisinya.

***

Semakin hari perasaan kepada donghae semakin bertambah. Apa kah ini cinta? Bisa ku bilang iya. Hari demi hari aku sudah mulai bisa melupakan yesung oppa. Yaaa ini sudah 3 hari dari kejadian pada hari minggu itu. Sikap ku kepada yesung oppa dan jehwa pun berubah, sekarang aku tidak pernah menangis lagi. Aku selalu ceria jika berada di dekat donghae, aku pun tambah sering jalan bersama donghae. Apakah donghae mempunyai perasaan yg sama seperti ku? Ku harap iya. Hari ini donghae minta di temani ke toko buku, yaaaaaaaa sebenarnya aku paling anti sama toko buku. Lebih baik aku ke toko kaset dari pada toko buku, tapi mau gimana lagi tadi donghae membujukku dengan “puppy eyes” dan aku langsung lemah dan iya iya saja padanya. Donghae sibuk mencari buku bahasa inggris, besok dia ada ulangan dan dia paling tidak bisa berbahasa inggris. Makanya ia membeli kamur bahasa inggris.

Tutturututut kissing you baby

Lagu kissing you bordering di handphone, bergegas ku ambil handphone ku dari tasku. Sungmin oppa…..ada apa dia menelpon? “yoboseyo?”kataku “yoboseyo hyemi, hyemi ah kau harus segera ke rumah sakit. Secepat nya!!”kata sungmin oppa dengan nada khawatir “mwo? Ada apa oppa?”kataku takut. Sebenarnya apa yg terjadi? Siapa yg masuk rumah sakit? “jeh..jehwa hyemi…jehwa..”kata sungmin oppa “jehwa kenapa?? Kenapa oppa?”tanyaku dengan nada khawatir “jehwa, tadi kecelakaan dan dia sekarang terluka parah. Dokter bilang kemungkinan dia hidup hanya 20% kau harus segera kesini. “kata sungmin oppa BRAK!!! Handphone terjatuh, aku tak kuasa mendengar itu. Air mata ku mengalir, jehwa… sepupu ku yg paling ku sayang sedang terluka parah “yoboseyo??HYEMI??HYEMI AH KAU TIDAK APA APA??”teriak sungmin oppa. Aku pun bergegas lari menghampiri donghae “donghae, ayuk kita ke rumah sakit. Ini penting”kataku sambil menarik narik lengan donghae “hyemi tenang! Jelas ka nada apa?”kata donghae “jehwa…jehwa kecelakaan dan sekarang di rawat di rumah sakit. Dokter bilang kemungkinan dia hidup hanya 20% tadi sungmin oppa menelpon ku”kataku menjelaskan. Donghae pun langsung menaruh buku yg sedang dia baca. Kami berlari menuju mobil donghae, donghae membawa mobil nya dengan sangat kencang. Kulihat wajah donghae pun khawatir sama seperti ku. 5 menit kemudian kami pun sampai di rumah sakit, kulihat ada sungmin oppa dan yesung oppa. Yesung oppa terus menangis, dia depresi. Dia benar benar tidak mau kehilangan jehwa, dia sangat mencintai jehwa “han hyemi, adakah org nya?”kata dokter yg tiba tiba muncul dari kamar rawa jehwa “aku…”kataku seraya mengangkat tangan ku “kau…masuklah dari tadi jehwa mencari mu dan juga yesung. Kalian silahkan masuk”kata dokter . aku dan yesung oppa langsung masuk ke dalam kamar rawat ku lihat jehwa terbaring lema tak berdaya, air mata ku mengalir dengan sangat deras “jehwa….”kataku seraya perlahan lahan mendekati nya “hyemi, benarkah itu kau?”kata jehwa sambil tersenyum padaku. Senyuman itu, senyuman yg sangat manis. “ada yg ingin ku bicarakan padamu sebelum aku pergi”kata jehwa “jagiyaa, tidak kau tidak akan pergi”kata yesung oppa sambil menangis “yesung…diam. Hyemi, mianhaeyo selama ini aku sering menyakitimu. Merebut cinta pertamamu membuatmu terus menerus menangis. Mianhaeyo, jeongmal mianhae”kata jehwa “kau tidak salah jehwa, memang aku yg terlalu babo, hanya hal kecil tetapi terus menangis.”kataku seraya menggenggam tangan nya “hyemi…..jika aku tidak ada nanti, apakah kau bersedia untuk menggantikan posisiku menjadi neomjachingu nya yesung?”Tanya jehwa “jehwa…..kau serius?”kata ku kaget “jehwa…….”kata yesung “ne, aku serius. Kau lebih baik dari pada diriku. Yesung membutuhkan wanita seperti mu han hyemi. Tolong jagakan sungmin oppa dan yesung oppa untuk ku hye……..” ucapan nya terpotong mata nya sudah terpejam detak jantung nya sudah tidak ada. “JEHWAAAA, JEHWA BANGUN JEHWA!!”kataku dengan shocked “JAGIYA BANGUN, KUMOHON JANGAN TINGGALAKN DIRKU”kata yesung oppa. Yaaa jehwa sudah tidak ada, dia menitipkan amanah padaku tapi….aku tidak bisa menjalankan nya. Aku sudah tidak mempunyai perasaan dengan yesung oppa. Sekarang cinta ku hanya untuk donghae seorang. “hyemi….”kata yesung oppa menatap ku. Dan tiba tiba ia memelukku “hyemi, mianhaeyo selama ini terus menerus membuat mu sakit hati.”kata yesung oppa “oppa….maaf aku tidak bisa melaksanakan amanah jehwa. Aku tidak bisa menjadi neomjachingu mu”kataku. Aku takut yesung oppa akan marah pada ku “ah ne, tidak apa apa. Aku mengerti, aku tau org yg kau cintai sekarang donghae benar?”kata yesung oppa “ah ne, aku benar oppa. Bagaimana kau bisa tau?”kataku BRAK!!! Sesuatu telah jatuh di depan pintu kamar rawat jehwa, yesung oppa seketika melepaskan pelukan nya. Itu donghae!! Tadi dia melihat aku berpelukan dengan yesung oppa, dan sekarang dia marah dia lari. “DONGHAE!! Tunggu biar aku yg menyelesaikan nya”kata yesung oppa seraya berlari mengejar donghae. Aku pun mengikuti yesung oppa dari belakang “DONGHAEEE, BERHENTI!”teriak yesung oppa “kau mau apa lagi? Ambillah hyemi”kata donghae marah “hey kau namjja yg babo, apa kau tega meninggal kan wanita yg kau sayangi?”kata yesung oppa. Aku hanya berdiri diam di belakang nya “aku tidak tega, tapi……. Dia hanya mencintai mu. Dan sampai kapan pun hyemi tidak akan mencintaiku!”kata donghae “KAU SALAH LEE DONGHAE!!!”kataku memberanikan diri untuk berbicara. Seketika donghae berbalik badan dan menatap ke arah ku “SARANGHAEYO LEE DONGHAE. HANYA KAU SEORANG YG KUCINTA”kata ku. Yesung oppa langsung tersenyum kearah ku “JINJJA”Tanya donghae tak percaya “ NEEE”kataku. Donghae pun bergegas lari menuju kea rah ku dan memeluk ku. “nado…nado saranghaeyo hyemi. Maukah kau menjadi neomjachingu ku?”kata donghae penuh cinta “ne, aku mau”kataku. “sudah kubilang apa, donghae! Jangan pernah menyianyiakan wanita sebaik hyemi. Berjanji?”kata yesung oppa “AKU BERJANJI AKAN SELALU MENJAGA NEOMJACHINGU KU HAN HYEMI!!”kata donghae dengan sangat keras .*TAMAT*

0

Crazy Family : Am i crazy?

Alkisah, disebuah negeri yang sangat indah terdapat istana yang sangat mewah sampai banyak orang yang ingin memilikinya, istana itu ditawar oleh Barack Obama seharga 10000kg emas, 56789 kg berlian dan 187746417688 dollar amerika. Saking mahalnya istanan itu, Obama sampai menyerah untuk mendapatkan istana itu dipelelangan, dan orang yang beruntung mendapatkannya adalah…………Han Hyemi!!! Dia hanya mengeluarkan 100 rupiah saja untuk membeli istana itu. konon, hyemi dinyatakan sebagai orang terkere di FF ini, mengalahkan Barack Obama yang hartanya sangat berlimpah sedangkan hyemi hanya mempunyai sebuah hp usang berwarna merah dengan keypad copot copotan, casing yang memprihatinkan dan keadaan hp yang sudah sangat tak memungkinkan. Karena kerjaan si Author yg super sedeng dan stressnya naujubillah, istana yang tadin ya tempat idaman seluruh warga didunia menjadi hancur dan bobrok, negeri yang tadinya indah menjadi gersang, dan miskin, maka negeri itu berusaha untuk bangkit, negeri itu mempunyai rakyat yang ulet dan sangat pekerja keras, negeri itu terkenal sangat lihai dalam mencari pendapatan, mereka mengutus DBSK, Super Junior, SNSD, f(x), BoA, David Archuleta, Linkin Park, CNBlue, SHINee , Muse, Robert Pattinson, CAMERON BRIGHT ^^, Jasckson Rathbone, dan banyak lagi untuk mendapatkan pendapatan Negara dengan cara menjadi bintang internasional dan berhasil…sekarang negeri itu sudah bangkit dan menjadi Negara industry baru. Namun….sepertinya author sangat senang sekali membuat negeri itu menderita, ia berencana memakai system perang dunia ke 15 untuk menghancurkan negeri itu. inilah rencana si author….

“huaaah capeknya” kata sungmin yang baru saja pulang dari kuliahnya, ia langsung duduk diruang tv dan menyalakan tvnya. “sudah pulang hyung?” tanya kyuhyun yang datang dari dapur sambil membawa jus jeruk dan beberapa roti “belom, masih dijalan. Yaudahlah, galiat ya gue udah duduk duduk disini?” tanya sungmin “oh kan Cuma nanya hyung, kan nanya gapapa dong, malu bertanya sesat dijalan loh hyung” kata kyuhyun polos “tapi kalo pertanyaannya malu maluin malah lo yang tersesat, yang ditanya yang nyesatin” sambung sungmin “ah hyung maaah gitu banget sih ama gue” kata kyuhyun. “UMIIIIINNNN!!!!” teriak yesung dari dalam kamarnya “NE HYUUUNG?!” balas sungmin “PAKET PERALATAN SEKOLAH PINK LO UDAH DATENG NIH TADI” kata yesung. Sungmin mengerutkan keningnya “APA HYUNG? GUE GAPERNAH MERASA MESEN PAKET PERALATAN SEKOLAH WARNA PINK, HYUNG YA YANG BELIIN GUE?!” tanya sungmin sambil berteriak . yesung langsung keluar dari kamarnya dan menghampiri ruangan tamu. “bukan min…tadi tuh gue nyangkanya itu paket elu…taunya tukang posnya salah ngirim. Aturan itu buat si ryeowook, tetangga sebelah” kata yesung “WUAHAHAHAHAHAH malu gue kalo jadi sungmin hyung, udah kepedean aja dibeliin peralatan sekolah warna pink hahahha” kata kyuhyun yang tertawanya meledak begitu saja.

“HUAAAA~!!!!” terdengar teriakan dari kamar hyemi, langsung saja ketiga manusia itu berjalan menuju kekamar hyemi, mengecek satu satunya adik perempuan mereka.

“ada…” kata sungmin “apa…” kata kyuhyun “hyemi…” kata yesung. Hyemi menghela nafas. Ada-apa-hyemi? Itulah kata kata yang mereka ucapkan dengan terputus putus “AKU…AK…AK….AKKK…AKUUU…” kata hyemi frustasi “a…” kata sungmin “p…” kata kyu “a….” kata yesung. A-p-a. “OPPA!!! KALIAN BARU BELAJAR BACA ATAU BARU MASUK TK?!” kata hyemi kesal melihat ketiga oppanya menderita penyakit akut yang sepertinya sangat parah dan mustahil disembuhkan(?) “em…….” Sungmin bergumam “hmmmm…….” Kyu bergumam “brrrrrr……” yesung kedinginan “oppa….serius ah!!!” kata hyemi “iya deh iya” kata ddangkoma(?) eh maksutnya yesung “cepet!!! Gue mau kerumah nya wookie, mau liet paket pink” kata sungmin “tau nih…elu bikin waktu kita terbuang aja….DASAR GABERGUNA LO!!! Punya otak gak sih? Jadi adek gatau diri banget…” kata kyu dengan emosi. Seketika hyemi langsung mendorong ketiga oppanya keluar dari kamarnya dan membanting pintu kamarnya serta menguncinya “OPPA JAHAT!!!!” teriak hyemi dari kamar nya. Sungmin hanya mengangkat bahunya tak mengerti, sedangkan kyuhyun memasang muka datar, tanpa ekspresi dan sorot matanya memancarkan bahwa ia tak mempunyai dosa sama sekali. Lain halnya dengan Yesung yang sekarang sedang bergumam sendiri memikirkan bagaimana kata kata yang pas untuk mengajak kencan ddangkoma. Tanpa mereka sadari sang author yang merupakan iblis dalam Fanfict ini tertawa bahagia karena hubungan keluarga tersebut sedang retak(?) untungnya sungmin langsung sadar dan langsung istigfar “astagfirullah” sang author yang sedang tertawa langsung memandang sungmin sengit. Bisa bisanya si author begitu gila menciptakan karakter sungmin yang sangat taat beragama, agama islam lagi -____-“

“HYA!!! HYEMI MAAFKAN KAMI BERTIGA!!” kata sungmin didepan kamar hyemi sambil mengetuk ngetuk pintunya.

Cklek…

Terdengar pintu dibuka, namun tak terbuka(?) “hyemi-ah…” kata yesung langsung masuk kekamar hyemi yang tak terkunci. Dilihatnya hyemi menutupi wajahnya dengan bantal sambil menangis. Mendengar suara kaki yesung, hyemi langsung menatap sungmin, kyu dan yesung yang masuk kedalam kamar hyemi, keadaan hyemi sangat mengkhawatirkan. Matanya bengkak karena menangis berlebihan, rambutnya berantakan bahkan botak sebelah karena ia menjabak rambutnya sendiri sampai rambutnya rontok banyak, hal ini dikarenakan untuk meluapkan emosi hyemi sendiri, tangannya penuh dengan darah akibat cakaran dari tangannya sendiri, hyemi menatap ketiga oppanya dengan tatapan sinis dan penuh dendam,yesung bergidik ngeri, setan apa yang merasuki hyemi sampai ia menjadi seperti ini?

Untungnya yesung langsung tersadar….keadaan hyemi tak seperti yang ia bayangkan, tidak terlalu mengerikan seperti itu….lamunannya terlalu jauh karena yesung terlalu takut saat ia menonton film horror tadi siang bersama ddangkoma. Hyemi berbuat sebaliknya dari lamunan yesung, ia sedang duduk tenang, dengan tatapan serius menatap kedepan. Ya…..ia menatap layar laptopnya dengan serius sambil ONLINE -_-“

“oppa…kita beneran sodara bukan sih?” kata hyemi “yaiyalah…” kata kyu, ia merasa sangat bersalah akan kata katanya tadi yang ia lontarkan pada hyemi, padahal teman sekelas kyuhyun, Donghae yang mempunyai banyak adik malah hobi membunuh adiknya sendiri. Dari ke789 adik yang donghae punya, sekarang ia hanya punya 6 adik dan ini membuatnya frustasi karena ia takut kekurangan korban untuk dibunuh(?) mungkin bagi donghae kata kata kyuhyun kepada hyemi hanyalah kata kata yang RAMAH. “bukan karena kata katamu tadi oppa….marga kita….marga kita tidak ada yang sama. Lee sungmin, Kim jongwoon, Cho Kyuhyun, Han Hyemi. Bagaimana bisa disebut keluarga?” kata hyemi “YAILAAAAH NGURUSIN NAMA BANGET!!!nama gue jongwoon diplesetin jadi yesung aja fine fine aja kok” kata yesung “iye….nama gue sungmin diplesetin jadi umin, Minnie dan lain lain aja oke oke aja tuh” kata sungmin “lah kalian mending…nama gue kyuhyun diplesetin jadi EVIL. Gue sih fine aja sih” kata kyu “pokoknya kita bukan sodara” kata hyemi tetep ngotot. “EH ELU TUH SODARA KANDUNG SUNGMIN, KYUHYUN AMA YESUNG!!! JAGA OMONGAN LO!!” kata author yang entah darimana datangnya langsung emosi memarahi hyemi “PUNYA BUKTI APA LO HEH?!?!” kata hyemi ke author “KAN GUE YANG NYIPTAIN KARAKTER LO DI FF INI….JANGAN BELAGU DEH LO!!!” kata author nyolot “mbak mbak…” kata sungmin hendak menenangkan author “ELO KALO BIKIN FF YANG KREATIF DIKIT NAPA!!! MANA ADA MARGA LEE, KIM, CHO SAMA HAN BISA SATU KELUARGA!!!” kata hyemi “YA SUKA SUKA GUE LAH…ELO TINGGAL MAININ PERAN LO DI FF INI” kata author. Tanpa diduga banyak orang yang mengantri pada yesung, membayar tiket pertunjukan paling seru di FF ini dan ada spanduk bertuliskan ‘GO AUTHOOOOR!!! KALAHKAN HYEMIII!!’ dan ada juga spanduk yang bertuliskan ‘HWAITING HYEMI!!! UNGKAPKAN KEBENARAN DARI AUTHOR SEDENG’.

“EH GUE BUKAN PEMAIN FF MURAHAN YA…GUE JUGA BUTUH F-A-K-T-A” kata hyemi. “HEH GAJI LU GABAKAL GUE BAYAR JUGA YA….UDAH LU GUE PECAT!!!” kata author sudah terlanjur emosi.

“hyung…kayanya yang menang bakalan si author deh” kata kyu “enggak ah….menurut gue sih si hyemi…dia kan nyolot banget” kata yesung “gue bingung masa….” Kata sungmin. Yesung dan kyu langsung memandang sungmin dengan heran “umiiiinnnn!!! Lo dukung siapa? Gue yakin scorenya bakalan 2-3” kata eunhyuk yang ikut nonton bareng “enggak ah…menurut gue masa seri. 2 sama” kata wookie “kalo gue sih….kaga ada yang menang, ada juga yesung yang panen duit” kata leeteuk sambil melirik yesung kesal, uangnya habis untuk membayar tiket nonbar pada yesung. “ANIYA STOPPP!!!” teriak sungmin ala lagu boom boom. Seketika eunhyuk langsung berdiri dan mengambil posisi. “PANGGIL DONGHAE, SHINDONG HYUNG, HEECHUL HYUNG, SIWON CEPAAAT!!! Kita mau perform boom boom disini” kata eunhyuk yang merasakan skill dancenya sudah bangkit dari dirinya. Langsung saja leeteuk menggeplak kepala eunhyuk untuk menyadarkannya “BABO!!! KITA LAGI NONBAR INI!!!” kata leeteuk emosi karena eunhyuk mengganggu konsentrasinya menonton siaran langsung HYEMI vs AUTHOR yang biaya nya sangat mahaaaaaaaaaaal sekali. Sungmin langsung maju ketempat perkelahian hyemi dan author. “HEH DASAR BABO!!! HYEMI LU NGOMONG SENDIRI YA?!?! LU UDAH GILA APA?!?!” kata sungmin sambil menabok hyemi “oppa!!! Sakit tau!!” kata hyemi. “YA!!! HYEMI SAMA AUTHOR ITU SATU ORANG YANG SAMA. LU NYOLOT NYOLOTAN AMA AUTHOR JUGA SAMA AJA LU NYOLOT NYOLOTAN AMA DIRI LU. UDAH SANA KE RSJ PERIKSA GANGGUAN JIWA” kata sungmin yang malu karena adiknya sudah tak waras………*sabar ya sungmin*

“OPPA KEJAM!!!” kata hyemi, ia langsung berlari keluar rumah dengan gerakan slow motion *backsong : it has to be you by Yesung* “ANDWAE….AKU TAK BERMAKSUD BEGITU” kata sungmin sambil mengejar hyemi dengan gerakan slow motion juga, sedangkan para penonton hanya menatap pertunjukan yang makin lama makin gajelas ini dengan kagum, dalam hati mereka memuji kemampuan si author yang sukses membuat ff ini menjadi jayus -_-

*Bersambung

ALL : BRENGSEK LU AUTHOR!!! LAGI SERU SERUNYA JUGA!!!

Leeteuk : GUE BANGKRUT!!! Ntar kalo ada ff sambungannya gue harus bayar lagi keyesung

Author : bodo ah suka suka guaaaa!!!

0

Back To Him

*Author pov*

BRAKKKK!!!

Pintu ruangan kelas nyaris hancur karena gebrakan Hyemi. Ia yang tadinya sedang santai menuju kekantin tiba tiba langsung menangis dan berlari menghindari peristiwa yang sudah terlanjur dilihatnya

“hyemi…hey dengarkan aku!!!” kata jera yang mengejar hyemi “aku bodoh…” kata hyemi sambil menangis “sudah kukatakan dia itu playboy” kata jera “aku masih percaya dengannya. Aku pasti salah lihat” kata hyemi masih terisak. Jera menghela nafas panjang ‘harus kuapakan si hyemi ini agar ia sadar bahwa donghae itu hanya mempermainkannya?’ pikir jera. Ia lalu memegang bahu hyemi dan menatap mata hyemi “hyemi….dengarkan aku….donghae hanya mempermainkanmu saja. Tidakkah kejadian tadi membuktikan betapa bangsatnya cowok tersebut?” kata jera dalam dalam. hyemi masih mengeluarkan air matanya. “aku….aku tak peduli…aku mencintainya” kata hyemi sambil mengingat kejadian dikoridor, hyemi dan jera melihat sendiri donghae sedang memegang tangan seorang gadis dengan erat dan asik mengobrol dengan gadis itu secara mesra. Bahkan hyemi yang pacarnya donghae sendiri pun jarang melakukan hal seperti itu dengan donghae, ia hanya bisa memandang donghae dari kejauhan, jika donghae tak mengajaknya maka jangan harap hyemi mau menghampiri donghae duluan. “kau harus bicara dengan donghae agar semuanya jelas” kata jera. Hyemi hanya menggeleng lemah sambil terus menangis. “hyemi-ah…kau sendiri saja penakut begitu…wajar jika donghae menganggapmu gadis lemah dan…” “cukup jera…aku tak ingin membicarakan ini terus” kata hyemi yang memotong perkataan jera. Jera hanya prihatin dengan keadaan hyemi sekarang

**

Jera melangkah dengan langkah geram menuju kearah cewek dan cowok yang sedang bergandengan tangan berdua dan mengobrol dengan asik, sesekali cewek itu mengelus pipi cowoknya.

PLAAAAKKKK!!!

Cowok itu menatap kearah jera yang berperawakan kecil dengan bingung “kurang ajar!!! Kau tak pantas untuk hyemi…sangat sangat tak pantas!!!” kata jera geram pada donghae. Donghae meringis sambil memegang pipinya yang memerah karna tamparan dahsyat jera “donghae-ya…kau masih dengan hyemi? Kukira sudah putus” kata cewek disebelahnya dengan genit sambil mengusap ngusap pipi donghae “HYA!! Ini urusanku bukan urusanmu” kata donghae ketus pada jera “urusanmu terkait dengan urusan sahabatku, Lee Donghae!!” kata jera, kebiasaan jera jika sedang marah akan memanggil nama lengkap orang yang telah membuatnya naik pitam “maumu apa?!?! aku merasa tak bersalah sedikit pun pada hyemi” kata donghae cuek “tak bersalah? KAU SALAH BESAR” kata jera dengan nada geram. “HYAAA!! KAU INI!!!” kata donghae sambil melayangkan tangannya kearah muka jera. Jera menutup matanya, bersiap menerima tamparan super dahsyat dari donghae

“cowok pengecut….hanya berani dengan seorang gadis” kata suara yang sangat familiar ditelinga jera. “zh…zhoou..” kata jera yang melihat tangan donghae ditahan oleh zhoumi, neomjachingu-nya. “cepat pergi!!!” kata zhoumi dingin pada donghae, donghae mendecak kesal dan segera pergi dari tempat itu. “kau jika ada masalah, share ke aku…jangan ribut sendiri. Lihat kau tadi hampir terkena pukulannya hae kan?” kata zhoumi “mian oppa…aku sudah terlanjur emosi dengan hae” kata jera “dia memang menyebalkan…sudahlah ayoo cepat sekarang pulang, aku ada perlu dengan sepupuku soalnya” kata zhou “ne…” kata jera, mereka lalu pulang bersama. Tanpa mereka sadari seseorang memerhatikan mereka dari jauh “coba saja hidupku indah seperti kalian…” kata orang itu sambil menahan tangisnya

**

“YA!!! hyemi!! Kau lemas sekali….kemarin kau salah makan ya?” kata jera yang melihat hyemi baru masuk kedalam ruangan kelas dengan langkah lesu “aniyo..” jawab hyemi lirih “eh masa sepupunya zhou katanya pindah sekolah kesini loooh. Dia katanya mau sekelas dengan kita” kata jera bersemangat “lalu?” tanya hyemi cuek “yaaah kau ini….kan lumayan kalau dia ganteng” kata jera “ingat…zhou masih bersamamu” kata hyemi “ohiyaya hahaha yasudah, hey!!! Murung mulu~ ketawa napa!” kata jera “lagi badmood” kata hyemi singkat.

Kriiiing!!!

Bel masuk berbunyi, langsung saja suasana kelas 2.1 yang tadinya rusuh berubah menjadi tertib. Mr. Park sudah masuk kedalam kelas dengan seorang lelaki memakai seragam baru, bisa ditebak pasti itu anak baru. “oke semua….hari ini kita kedatangan murid baru. Silahkan perkenalkan dirimu, minhyuk..” kata mr. park

“annyeonghaseyo…Kang Minhyuk Imnida. Mulai hari ini aku akan sekolah disini dan menjadi teman kalian. Mohon bimbingannya” kata minhyuk. “minhyuk, kau bisa duduk dibangku belakang” kata mr park sambil menunjuk satu satunya bangku yang masih kosong yang ada dibelakang. Mata minhyuk sempat melirik gadis yang duduk didepannya saat ia berjalan menuju tempat duduknya. Sedangkan gadis itu hanya terduduk lesu tanpa tenaga. Bahkan tatapan gadis itu kosong dan juga pikirannya sedang tidak fokus.

**

Hyemi berjalan melalui koridor dengan langkah berat. Banyaknya tugas membuat ia harus pulang terlambat. Langkahnya berhenti saat melihat donghae bersama gadis lain sedang duduk dipojok koridor sambil berbicara dengan akrab….atau bisa dibilang mesra, layaknya seorang kekasih. Hyemi langsung berusaha menahan air matanya dan berjalan cepat cepat melewati mereka, seolah tak terjadi apapun. Sesekali tatapan hyemi melirik kearah donghae dan gadis itu yang sepertinya tak menyadari keberadaan hyemi.

Bruuuukkkk!!!

Hyemi langsung ambruk, ia menabrak seseorang dari arah yang berlawanan. Cepat cepat hyemi bangun “Mianhae…aku tak sengaja” kata hyemi cepat cepat, karena hyemi merasa donghae sedang memerhatikannya dari jauh karena peristiwa terjatuhnya hyemi tersebut. Hyemi langsung meninggalkan tempat itu tanpa mengetahui siapa orang yang telah ia tabrak.

**

“boleh aku pinjam catatan sejarahnya? Punyaku tak lengkap” kata minhyuk pada hyemi dikelas. Hyemi mendongak menatap minhyuk “nugu? Kau memang sekelas denganku?” tanya hyemi “mwo?! Aku baru pindah kemarin…kau tak tau? Aku duduk tepat dibelakangmu, Kang Minhyuk imnida..” kata minhyuk “jinjja? Mian aku kemarin tak memperhatikan. Ini…” kata hyemi sambil menyerahkan catatannya pada minhyuk. Tangan hyemi masih nyeri gara gara kemarin…dimana tangannya hampir menahan seluruh tubuhnya agar tak sepenuhnya terjatuh. “aku pinjam dulu ya…” kata minhyuk pada hyemi. Hyemi hanya mengangguk dan segera melanjutkan hafalan biologi yang sangat susah sekali ia hafalkan. “Hyemi-ah!!!donghae terluka….tadi ia keserempet mobil…cepat ke UKS!!!” kata jera dari pintu kelas. nafas jera ngos-ngosan karena tadi ia berlari dari koridor, Uks, lalu kekelas lagi. Tanpa basa basi hyemi langsung menjatuhkan buku yang ada ditangannya dan berlari menuju keruang UKS. Ia terjatuh beberapa kali karena tidak berhati hati dan akhirnya sampai juga di UKS. Tanpa basa basi ia membuka pintu UKS dan air matanya nyaris jatuh melihat keadaan donghae yang memprihatinkan, wajahnya penuh dengan luka dan juga tangannya berdarah, banyak gadis yang mengerubungi donghae namun hyemi bisa melihat dengan jelas keadaan donghae. Tanpa memerhatikan segerombolan gadis itu, hyemi menyelinap, berusaha mencapai ketempat donghae

“YA!! mengapa kau disini?” kata seorang gadis pada hyemi “a..aku mau menjenguk Donghae-ya” kata hyemi “buat apa kau menjenguknya? Bukankah kau bukan siapa siapanya dia lagi?” kata gadis itu kasar “YA!!! jangan kasar pada adikku” kata sungmin yang baru masuk kedalam UKS dan melihat hyemi dibentak oleh gadis gadis. “mian sunbae…tapi ia tak berhak ada disini” kata gadis itu “semua orang berhak ke UKS, ini tempat umum, bukan tempat pribadimu” kata sungmin. Gadis itu langsung terdiam dan menatap hyemi dengan tatapan sengit. Hyemi hanya bisa menunduk, hatinya sakit karena ia sendiri tak tau kapan hubungannya dengan donghae berakhir, sedangkan sekarang….donghae sedang berbaring lemah tak berdaya dan juga tak sadarkan diri.

**

2 bulan kemudian…

“hey kau…kau pinjam saja buku itu, aku akan menutup perpus sekarang” kata petugas perpustakaan. Hyemi hanya mengangguk dan segera beranjak dari tempat duduknya. Ia langsung membawa buku yang tadi ia baca dan mndaftarkan namanya untuk meminjam. Lalu dengan cepat cepat ia langsung keluar dari perpus. Ia melewati koridor sekolah dan bingung….biasanya donghae selalu ada dengan gadis dikoridor itu, namun sekarang ia tak terlihat. Walau menyakitkan melihat donghae dengan gadis lain, ia juga merasa senang bisa melihat donghae. Hyemi menghembuskan nafasnya dan berjalan menuju gerbang sekolah

“Hyemi!!! Han Hyemiii!!!” suara teriakan terdengar ditelinga hyemi, ia langsung berbalik dan melihat seorang namja sedang berlari lari menyusulnya. Hyemi mengerutkan dahinya, ‘sepertinya aku sudah pernah melihat orang ini…tapi dimana yaaa?’ pikir Hyemi “Ini…notesmu tadi ketinggalan di perpus” kata namja itu. “ahiya aku lupa, kamsahamnida” kata hyemi sambil tersenyum “kau mau pulang? Mari kuantar…” kata namja itu. “mianhae.. aku tak pulang dengan orang yang tak kukenal” tolak hyemi dengan halus. “mwo?! Kau masih tak mengenaliku? Aku yang duduk dibelakangmu dikelas” kata namja itu. hyemi mencoba mengingat siapa nama orang yang berada dibelakangnya. “aku pernah meminjam catatanmu waktu itu” kata namja itu lagi. “Minhyuk-ssi? Kang Minhyuk?” kata hyemi yang sekarang sudah mengingatnya. Minhyuk hanya tersenyum dan mengangguk. “mianhae….aku kadang tak memerhatikan keadaan disekitarku” kata hyemi “kau memang tak peduli…mari kuantar…sudah sore” kata minhyuk, hyemi hanya mengangguk dan segera mengikuti langkah minhyuk yang berjalan menuju parkiran mobilnya. Ia membukakan pintu untuk hyemi dan mempersilahkan hyemi masuk, minhyuk segera masuk dan menyalakan mobil. “kau tau rumahku?” kata hyemi “ne…aku pernah mengantar sungmin hyung waktu itu” kata minhyuk “oh begitu” kata hyemi “aku juga pernah mengikutimu waktu itu” kata minhyuk lagi “mwo!?” kata hyemi kaget “waktu itu…kau melihat donghae dan kau menabrakku sehingga kakimu terluka. Aku sangat khawatir jika terjadi apa apa padamu, makanya aku mengikutimu, memastikan kau baik baik saja” kata minhyuk “oh begitu. Kau perhatian sekali….gomawoyo~” kata hyemi “ne…cheonmaneyo hyemi-ah” kata minhyuk. “kau…kekasih donghae ya?” kata minhyuk. Hyemi tersenyum mendengar pertanyaan itu “kekasih yang tak dianggap, kurasa” kata hyemi “jadi kau belum putus? Setelah apa yang dilakukan donghae padamu? Kau masih bertahan dengannya?” kata minhyuk kaget “bahkan sekarang aku tak punya nomornya lagi dan lost contact dengannya. Aku tak tau mau bagaimana lagi, mungkin benar perkataan gadis gadis disekolah bahwa donghae sudah memutuskanku, tetapi aku merasa donghae belum memutuskanku,maka itu aku masih bertahan” kata hyemi “perjuangkan saja hubunganmu…kau sangat menyukainya bukan? kenapa kau malah merelakannya?” kata minhyuk “a..ak..akkkuu…” kata hyemi terputus putus, ia menangis karena ucapan minhyuk, ia memang ingin memperjuangkannya, ia ingin bersama donghae, namun dengan perilaku donghae yang seperti itu rasanya tak mungkin untuk diperjuangkan. “menangislah….lepaskan semua bebanmu” kata minhyuk canggung. “mian…aku tak bermaksud untuk menangis” kata hyemi sambil mengelap air mata yang ada dipipinya. “gwenchanna” kata minhyuk “lebih baik menangis daripada ditahan” tambah minhyuk. hyemi hanya mengangguk pelan “kamsahamnida sudah mengantarku” kata hyemi pada minhyuk “ne…cheonmaneyo. Kalau ada masalah aku bisa membantumu” kata minhyuk. Hyemi hanya tersenyum walau air matanya masih mengalir dan segera keluar dari mobil minhyuk

**

Tok tok tok…

Terdengar suara ketukan dari pintu kamar hyemi “ini aku…” kata sungmin, kakaknya hyemi “oh oppa…masuk saja, tak dikunci” kata hyemi. Sungmin pun masuk dan duduk kursi yang ada dikamar hyemi “ini tentang donghae..” kata sungmin lirih “donghae?” kata hyemi bingung “dia tak sanggup mengatakannya padamu” kata sungmin lirih “aku tau…ia memutuskanku bukan? aku tau itu…sudahlah oppa jangan khawatirkan aku, aku sudah cukup bahagia hanya dengan melihat donghae setiap hari disekolah” kata hyemi sambil memasang muka tegar, padahal hatinya sangat sakit sekali saat mendengar nama donghae “bukan…bukan seperti itu…” kata sungmin “mwo?! Aku sudah tau semuanya oppa dan…” “dia mencintaimu..” kata sungmin yang memotong omongan hyemi. Hyemi langsung menangis “tidak…dia mencintai gadis lain. Aku tau itu” kata hyemi “dia mencintaimu. Dia mengatakan sendiri padaku. dia tak ingin kau celaka” kata sungmin “maksud oppa?” kata hyemi bingung “donghae menjauhimu karena ia tak mau program beasiswa yang kau ikuti hilang, anak dari direktur Jung, pendonor dana terbesar disekolah kita, Jessica jung mengancam donghae agar menjauhimu, kalau ia masih dekat denganmu, maka program beasiswamu akan dicabut, donghae mengatakan padaku, ia sangat terharu denganmu, kau berjuang demi beasiswa itu dari kelas 1 sma dan ia tak mau kau menyia nyiakannya. Dan juga….ia tak ingin kau menjadi sasaran Jessica. Maka ia terpaksa menuruti semua keinginan jess, itu semua demi kau…” kata sungmin. Hyemi terdiam…ia sama sekali bingung sekarang dan tak bisa berpikir cepat.

“bohong…” kata hyemi akhirnya “sejak awal donghae tak menyukaiku….ia hanya mempermainkanku…aku tau itu” kata hyemi “donghae melakukan ini semua untukmu” kata sungmin “oppa…” kata hyemi sambil menangis “sudahlah…aku hanya menyampaikan apa yang disampaikan donghae padaku, ia melakukan semuanya hanya untukmu” kata sungmin. Hyemi hanya bisa menangis dalam kamar. sungmin beranjak pergi keluar kamar hyemi “rebut beasiswanya, jangan kecewakan donghae yang sudah berkorban untukmu” kata sungmin sebelum ia benar benar pergi dan menutup pintu kamar hyemi

**

Hyemi berjalan menuju kekoridor dengan langkah lemah, pikirannya masih berkecamuk rusuh memikirkan apa yang dikatakan sungmin oppa tadi malam, ‘benarkah donghae melakukan ini untukku? Lalu apa benar jess menyukai donghae’ pikir hyemi. Matanya tiba tiba menatap kedepan, melihat para siswa sedang mengerubungi sesuatu. Dengan cepat hyemi langsung melihat apa yang terjadi, ia melewati siswa siswa yang juga melihat adegan yang membuat pagi hari disekolah menjadi rusuh

“JANGAN DEKATI DIA LAGI!!!” kata donghae sambil memukul seorang namja. Sekarang wajah namja itu benar benar babak belur karena menerima pukulan keras dari donghae “YA!! KAU HANYA BISA MENYAKITINYA” kata namja itu. hyemi berpikir sebentar…sepertinya ia mengenal namja itu….suaranya sangatlah tak asing ditelinga hyemi. “minhyuk?” kata hyemi pelan saat mengingat nama namja itu. dengan segera hyemi menolong minhyuk, ia dengan nekat maju diantara perkelahian antara donghae dan minhyuk “YA!! APA SALAHNYA?” bentak hyemi pada donghae. Donghae hanya tersenyum sinis menjawab pertanyaan hyemi “KAU!!! KETERLALUAN!!! AKU BENCI KAU LEE DONGHAE!!” teriak hyemi, ia lalu memapah tubuh minhyuk yang sudah lemas tak berdaya untuk meninggalkan donghae “kau masih bisa berjalan?” tanya hyemi lembut pada minhyuk, minhyuk hanya mengangguk sambil tersenyum kecil walau bibirnya penuh dengan darah. Beberapa siswa mengikuti hyemi dari belakang, memastikan keadaan minhyuk yang sangat memprihatinkan,saat sampai di Uks, siswa yang mengikuti mereka segera membukakan pintu. “minhyuk-ssi…gwenchanna?” kata hyemi panik saat melihat bekas pukulan diwajahnya sangat parah. Ia hanya tersenyum menatap hyemi “ne…gwenchanna” kata minhyuk, perawat UKS sudah siap dengan kapas dan alcohol untuk merawat luka memarnya “kau kenapa tadi dengan donghae?” kata hyemi. ia hanya mengangkat bahunya, tak mengerti. “entahlah, aku sedang berjalan lalu ia langsung memukulku” kata minhyuk “kenapa kau tak membalasnya?” kata hyemi “aku tak suka berkelahi” kata minhyuk “tapi ia duluan yang memulainya” kata hyemi. Minhyuk langsung terdiam membisu…hyemi juga memberikan waktu untuk minhyuk agar bisa tenang terlebih dahulu.“nah sudah selesai…kau tak usah ikut pelajaran dulu saja. Tunggu disini” kata perawat UKS pada minhyuk, minhyuk hanya mengangguk. Lalu perawat itu meninggalkan minhyuk dan hyemi berdua di UKS

“ia cemburu padaku” kata minhyuk yang membuat hyemi sukses terkaget kaget “mwo?! Cemburu?” kata hyemi “ia cemburu karena kau kemarin pulang bareng denganku” kata minhyuk “dia bukan siapa siapaku lagi” kata hyemi “kau harus memperjuangkannya” kata minhyuk “tidak…aku tak bisa. Aku akan menjauhinya dan membuatnya bangga. Kau tak mengerti” kata hyemi “bangga katamu? Kau menyiksa dirimu sendiri” kata minhyuk “kau tak mengerti…” kata hyemi sekali lagi “kau yakin akan keputusanmu?” kata minhyuk. Hyemi hanya terdiam, terlalu bingung akan menjawab apa. “ia mengorbankan perasaannya demi aku” kata hyemi memecah keheningan diantara mereka berdua “jika ia bisa…mengapa aku tidak?” tambah hyemi. “sungmin oppa pernah bilang padaku, lakukan apa saja untuk orang yang kau cintai, jangan membuatnya kecewa. Ia telah mengorbankan perasaannya demi beasiswaku. Aku juga akan menjauhinya demi masa depannya. Aku juga sudah membebaskannya agar ia dengan senang hati bisa berkencan dengan gadis manapun” kata hyemi “jadi urusan beasiswa?” kata minhyuk. Hyemi hanya mengangguk “perusahaan jung pendonor terbesar disekolah ini” kata hyemi “kau tak usah mempedulikan soal beasiswa….perusahaan jung berada dibawah perusahaan ayahku, ia tak ada apa apanya untukku.cepat cari donghae sana!! Perjuangkan dia…jangan sampai dia terlepas” kata minhyuk. Mata hyemi membulat tak percaya, “ta…tap…ii..” kataku terbata bata “biar aku yang urus, jika jess berani denganmu, akan kupecat ayahnya dan kuambil perusahaan ayahnya. Ini masalah mudah” kata minhyuk. Hyemi langsung bangkit dan mengelap pipinya yang basah karena air mata “aku pergi dulu” kata hyemi. Hyemi langsung menutup pintuUks dan berlari mencari donghae. Tak lama setelah hyemi pergi, pintu uks terbuka dan masuklah 4 orang berjas warna hitam “Tuan…anda harus pergi sekarang” kata salah satu dari keempat pria berjas hitam itu. minhyuk hanya mengangguk dan berjalan keluar mengikuti keempat pria tersebut

“aku mencintaimu….sangat mencintaimu….Han Hyemi. Biarkan aku yang sakit hati…dapatkan kebahagiaanmu…kukorbankan perasaanku sekarang…karna kutau, hanya donghae lah yang bisa membuatmu bahagia lagi” kata minhyuk dengan pelan dan lirih saat ia melihat gedung sekolah untuk terakhir kalinya

**

Donghae sedang duduk dibangku taman, ia menyesali perbuatan bodohnya tadi pagi. Entah mengapa ia marah ketika ia melihat minhyuk tadi pagi. ‘KAU!!! KETERLALUAN!!! AKU BENCI KAU LEE DONGHAE!!’ kata kata hyemi terus terngiang di benak donghae. Satu satunya gadis yang benar benar ia cintai sudah membencinya ‘aku bodoh…aku egois…mengapa aku harus menyakitinya? Aku ingin melihat senyumnya lagi. Aku ingin keperpustakaan lagi dengan hyemi seperti waktu kelas 1 dulu. Mengapa didunia ini harus ada Jessica? Karena dia, aku dicap lelaki brengsek. Aku menyakiti perasaan hyemi…aaah mengapa jess akan mencabut beasiswa hyemi?’ pikir donghae

“donghae-ya…” kata suara familiar, “donghae…mianhae…” kata suara itu. donghae menemuka sesosok hyemi yang sedang berdiri dihadapannya “hyemi….” Kata donghae lirih “mianhae…aku tak bisa membencimu” kata hyemi “ucapanku tadi dikoridor semuanya bohong. Aku tak membencimu, donghae…” kata hyemi, air matanya jatuh…akhirnya ia bisa mengungkapkan semuanya pada donghae “hyemi-ah..” kata donghae “saranghae..” kata hyemi, donghae langsung beranjak dan memeluk hyemi “nado…aku akan selalu mencintaimu…aku merindukanmu…” kata donghae sambil memeluk hyemi, pundak donghae basah karena air mata hyemi, donghae melepaskan pelukannya dan menyeka air mata hyemi. “jangan menangis…aku ada disisimu…sampai kapanpun” kata donghae. “LEE DONGHAE..APA APAAN KAU?!” teriak suara yang memecahkan suasana. Spontan baik hyemi ataupun donghae menengok dan menemukan sosok jess yang nafasnya naik turun karena panas melihat kejadian hyemi- donghae tersebut “kau…akan kucabut beasiswamu….akan kubilang pada appa bahwa kau tak membutuhkannya dan…” “akan kupecat appamu dan aku akan mengeluarkanmu dari sekolah” sambung minhyuk, ucapannya mengarah pada jess. “kau….kau..” kata jess gelagapan “sekali lagi kau berani mengganggu hyemi dan donghae, akan kucabut sahamku dari perusahaanmu, dan akan kuambil hak kepemilikan perusahaan ayahmu, mengingat hampir 87% sahamnya adalah saham perusahaanku” kata minhyuk. Jess mendengus kesal lalu ia langsung meninggalkan mereka “gomawoyo minhyuk” kata hyemi. Donghae menunduk, merasa sangat bersalah pada minhyuk “m..mianhae..jeongmal mianhae atas perbuatanku tadi pagi” kata donghae. Minhyuk hanya mengangguk “jangan sakiti hyemi lagi, jaga dia” kata minhyuk. Lalu minhyuk langsung pergi dari tempat itu, ia masuk kedalam mobil BMW hitam yang sudah terparkir didepan gerbang sekolah.

**

Dear Hyemi…

Maafkan aku harus meninggalkanmu. Aku tau kau menyukai bahkan mencintai donghae tetapi aku benar benar mencintaimu….aku harus meninggalkanmu dulu saat ini, aku akan ke Amerika, belajar urusan bisnis agar aku bisa melanjutkan perusahaan ayahku. Maaf bila selama ini aku selalu merepotkanmu, jika kau merasa sedih, jangan dipendam…menangislah…ceritalah padaku… mungkin aku terlalu pengecut menyatakan perasaanku melalui surat ini, namun perasaanku padamu tulus… aku benar benar berharap kau melupakan donghae, namun aku tak tega melihat kau tersiksa karena donghae, karena aku tau…kau hanya memandang donghae. Donghae yang kau cintai. Selamat tinggal Hyemi…jaga dirimu^^

Kang Minhyuk

Minhyuk membaca surat yang ia buat, ia terlalu pengecut menyatakan perasaannya langsung pada hyemi, bahkan untuk menyerahkan surat inipun, ia tak berani, ya…karena ia tak mau merusak kebahagiaan hyemi dan donghae. Biarkan mereka bahagia, jika mereka bahagia, mengapa ia tidak?

Minhyuk tersenyum mengingat kejadian yang telah menghiasi hidupnya belakangan ini “tuan….sudah sampai. Pesawat anda sudah menunggu tuan” kata pria berjas hitam, minhyuk hanya mengangguk dan keluar dari mobil, ia berjalan menuju terminal keberangkatan dan menaiki pesawat pribadinya

‘donghae…kumohon jagalah hyemi untukku’ kata minhyuk dalam hati

*THE END*

Back to Top