*dikelas
Akupun masuk kekelas, kebetulan kelasku dengan kelas Henry berbeda. Dia kelas 3.1 dan aku kelas 3.4. “Selamat pagi” kataku seraya masuk kelas “selamat pagi Jera” ujar Taeyeon, sahabatku yg sedang piket pagi “tumben kau rajin” kataku “daripada aku kena marah oleh Kangin, kau tau ia galak sekali. Wajahnya menyeramkan pula” kata Taeyeon “ah mungkin kau saja yg menganggapnya seperti itu, dia baik kok, wajahnya juga lumayan” kataku “yasudah, aku mau melanjutkan piketku dulu. Jera kau bawa komikku kan?” kata Taeyeon “tentu saja” kataku seraya berjalan menuju tempat dudukku. Bel pun berbunyi dan pelajaran pun dimulai. Pelajaran Sosial kulewati begitu saja tanpa mengerti apa yg dijelaskan didepan. Inilah aku… selalu malas dalam belajar. Akupun heran mengapa bisa ditempatkan dikelas 2.4, biasanya anak anak yg kurang pintar ditempatkan dikelas 3.7 atau 3.8. aku mengikuti pelajaran dengan konsentrasi yg buyar, sesekali aku memikirkan Henry, apakah ia tak menyadari perasaanku padanya ? hah sudahlah lupakan saja. Aku pun memikirkan Henry sampai istirahat. “Jera, ayo kantin” ajak Taeyeon “ayo Jera, hey kau mikirin apa hayooo?” kata Sunny yg berada dibelakang Taeyeon, aku pun tersenyum menjawab mereka “ayo” ujarku. Kami pun menuju kekantin dan menempati meja kosong. “kau mau pesan apa?” kata Taeyeon “aku tak makan, kau saja yg makan” kataku “oh baiklah, aku ke cafeteria mau mesan dulu” kata taeyeon “jera, siapa cowok yg sering bareng kamu itu?” kata sunny “yg mana?” tanyaku “yg sering berangkat sekolah denganmu itu” kata sunny “oh itu…. Dia henry, kenapa?” kataku “tak apa, hanya saja teman sekelasku, sulli dia sangat menyukai Henry, kurasa” kata Sunny. Hatikupun runtuh mendengarnya “benarkah?”tanyaku “aku tak yakin tapi kurasa iya” katanya. Diam-diam aku menyembunyikan perasaan cemburuku.
*keesokan harinya
Aku berdiri didepan apartemen Henry. Aku ragu untuk menekan belnya. Diam aku berdiri didepan pintu nya lalu kuputuskan untuk berangkat sekolah sendiri . akupun berangkat kesekolah dengan pikiran kosong. Aku yakin aku tak dapat menjadi jagiya Henry. Dia….. dia tampan, tinggi, putih halus, ketua klub basket, kuyakin ia adalah idola sekolah. sedangkan aku…….aku hanyalah gadis biasa yg terlalu mengharapkannya.
Aku pun masuk kekelas dengan murung “selamat pagi Jera” kata Taeyeon menyapaku . aku hanya diam membisu menuju tempat dudukku “kau kenapa Jera” kata taeyeon dengan nada cemas, aku pun menatapnya dan tersenyum palsu “tak apa” kataku “jangan berbohong!!” kata Taeyeon “nanti saja, aku sedang tak niat membahasnya” kataku “JERAAAAA!!!” tiba-tiba seorang memanggilku, aku menengok ke arah suara itu, henry terlihat berdiri di pintu kelasku “omo?” kataku, akupun menghampirinya “mengapa kau tak bareng denganku tadi pagi? Kau sakit?” kata Henry “oh, tidak apa. Aku bangun kesiangan” kataku berbohong “aku menunggumu tau, jangan ulangi itu lagi, arraeso?” kata Henry “ne” kataku, aku pun berbalik dengan senyum merekah diwajahku “eh iya, ini untukmu” kata Henry sambil menjulurkan sebuah boneka yg kukenal, boneka hadiah dari teh itu “apa ini? Aaah kau ini selalu memberiku gratisan yah, akan kubuang nanti” kataku “terserah padamu” kata Henry, ia tersenyum lalu meninggalkanku “ah kau ini” gumamku pada diri sendiri. Aku menggenggam boneka yg diberi Henry, walau ini hanya sebuah boneka, tetapi bagiku ini adalah sesuatu yg tak bisa ditandingin oleh apapun. Suasana hatiku pun menjadi membaik setelah kejadian itu.
*istirahat
Seperti biasa, aku makan di kantin dengan Taeyeon dan Sunny serta Hyohyeon “hey hyohyeon, kenapa kau tak masuk kemarin?” tanyaku padanya “eh…..aku pergi kerumah sepupuku, Hyemi. Dia mengajakku kekencannya dan kulihat pacarnya……dia sangat tampan sekali” kata hyohyeon “kau ini dasar, terus Eunhyuk mau dikemanain?” Tanya Sunny padanya “ah sudahlah aku masih setia dengannya” kata Hyohyeon “bukankah itu….” Kata Taeyeon terpotong “ada apa?” Tanya Sunny heran menatap Taeyeon. Sunny pun mengikuti arah pandang Taeyeon “ah sudah kuduga, dasar Sulli” kata Sunny. Akupun langsung menengok kearah pandangan Taeyeon dan Sunny dan melihat Sulli dan Henry mengobrol dengan akrab bahkan tertawa-tawa. Aku melihat mereka dengan tatapan sinis, jarang sekali Henry bercanda, bahkan ia tak pernah bercanda denganku. Dia selalu menganggapku serius. Aku melihat kearah mereka sampai istirahat usai dan meninggalkan kantin
Seperti biasa, aku makan di kantin dengan Taeyeon dan Sunny serta Hyohyeon “hey hyohyeon, kenapa kau tak masuk kemarin?” tanyaku padanya “eh…..aku pergi kerumah sepupuku, Hyemi. Dia mengajakku kekencannya dan kulihat pacarnya……dia sangat tampan sekali” kata hyohyeon “kau ini dasar, terus Eunhyuk mau dikemanain?” Tanya Sunny padanya “ah sudahlah aku masih setia dengannya” kata Hyohyeon “bukankah itu….” Kata Taeyeon terpotong “ada apa?” Tanya Sunny heran menatap Taeyeon. Sunny pun mengikuti arah pandang Taeyeon “ah sudah kuduga, dasar Sulli” kata Sunny. Akupun langsung menengok kearah pandangan Taeyeon dan Sunny dan melihat Sulli dan Henry mengobrol dengan akrab bahkan tertawa-tawa. Aku melihat mereka dengan tatapan sinis, jarang sekali Henry bercanda, bahkan ia tak pernah bercanda denganku. Dia selalu menganggapku serius. Aku melihat kearah mereka sampai istirahat usai dan meninggalkan kantin
*dikelas
Jam pelajaran telah usai, huh sekarang aku harus piket kelas. Aku paling malas piket. Apalagi jadwal piketku sama dengan Kangin “hey Jera, kau nyapu yg benar” kata Kangin “ne” kataku setengah hati. Aku membersihkan ruangan kelas tak sampai dari 15 menit. “ Kangin, kau sudah selesai piket belum? Ayo cepat kita main bola” kata Henry, tebakku walaupun aku tak lihat kesumber suara itu. Aku sangat mengenal suar Henry “ iya bentar” kata Kangin “kau belum pulang Jera?” Tanya Henry padaku “aku ada jadwal piket” jawabku “tumben rajin” kata Henry “memangnya kau, lalai dalam tugas” kataku “bagus, lucu sekali” kata Henry mengejek. Akupun meletakkan sapu dan menyambar tasku. Saat aku melewati pintu dan melewati Henry, ia langsung mengacak-ngacak bagian rambutku “hati hati dijalan” katanya sambil tersenyum cengengesan “iya, aku selalu hati hati kok” jawabku “jangan sampai jatuh atau semacamnya” kata Henry “iyaaaaaa cerewet~ sudah aku mau pulang” kataku seraya berjalan pulang.
Aku berjalan kaki pulang. Apartemenku cukup dekat dengan sekolah. ditengah perjalanan, aku melewati sebuah toko baju yg cukup ngetrend disini. “Teen shop” begitulah nama toko itu. Disana terpapang gaun yang sangat indah. Warnanya biru bercampur pink dan putih dan bercorak tak beraturan tetapi bagus sekali. Aku tau aku takkan pantas memakai gaun itu………dan aku yakin aku tak akan membelinya. Uang tabunganku hanya untuk biaya kuliah. Kupandangi gaun itu dari kaca toko, sesaat aku mengamatinya lalu akupun langsung berlalu. Takkan mungkin aku pantas…..yah…takkan mungkin
Jam pelajaran telah usai, huh sekarang aku harus piket kelas. Aku paling malas piket. Apalagi jadwal piketku sama dengan Kangin “hey Jera, kau nyapu yg benar” kata Kangin “ne” kataku setengah hati. Aku membersihkan ruangan kelas tak sampai dari 15 menit. “ Kangin, kau sudah selesai piket belum? Ayo cepat kita main bola” kata Henry, tebakku walaupun aku tak lihat kesumber suara itu. Aku sangat mengenal suar Henry “ iya bentar” kata Kangin “kau belum pulang Jera?” Tanya Henry padaku “aku ada jadwal piket” jawabku “tumben rajin” kata Henry “memangnya kau, lalai dalam tugas” kataku “bagus, lucu sekali” kata Henry mengejek. Akupun meletakkan sapu dan menyambar tasku. Saat aku melewati pintu dan melewati Henry, ia langsung mengacak-ngacak bagian rambutku “hati hati dijalan” katanya sambil tersenyum cengengesan “iya, aku selalu hati hati kok” jawabku “jangan sampai jatuh atau semacamnya” kata Henry “iyaaaaaa cerewet~ sudah aku mau pulang” kataku seraya berjalan pulang.
Aku berjalan kaki pulang. Apartemenku cukup dekat dengan sekolah. ditengah perjalanan, aku melewati sebuah toko baju yg cukup ngetrend disini. “Teen shop” begitulah nama toko itu. Disana terpapang gaun yang sangat indah. Warnanya biru bercampur pink dan putih dan bercorak tak beraturan tetapi bagus sekali. Aku tau aku takkan pantas memakai gaun itu………dan aku yakin aku tak akan membelinya. Uang tabunganku hanya untuk biaya kuliah. Kupandangi gaun itu dari kaca toko, sesaat aku mengamatinya lalu akupun langsung berlalu. Takkan mungkin aku pantas…..yah…takkan mungkin
**
“aku pulang” kataku pada siapapun yg ada dirumah, akupun langsung masuk kekamar ku dan mengerjakan PR. Setelah mengerjakan pr aku langsung bergegas mandi dan makan malam, sebelum tidur, seperti biasa aku mengecek emailku. Kubuka laptopku dan langsung kubuka emailku. Hey ternyata ada email yang masuk
“aku pulang” kataku pada siapapun yg ada dirumah, akupun langsung masuk kekamar ku dan mengerjakan PR. Setelah mengerjakan pr aku langsung bergegas mandi dan makan malam, sebelum tidur, seperti biasa aku mengecek emailku. Kubuka laptopku dan langsung kubuka emailku. Hey ternyata ada email yang masuk
From : @Henrylau89
Jera…besok kau jemput aku. Jangan berangkat sendiri awas kalau kau tak berangkat bareng!!!
Jera…besok kau jemput aku. Jangan berangkat sendiri awas kalau kau tak berangkat bareng!!!
Dengan cepat aku langsung membalas emailnya
To : @Henrylau89
Iya iya, janga kesiangan ya awas kalau kesiangan kau bakal kutinggal nanti
Iya iya, janga kesiangan ya awas kalau kesiangan kau bakal kutinggal nanti
Setelah membalas emailnya akupun langsung tidur…..
*esoknya
Aku memencet bel pintu apartemen Henry “siapa?” kata seorang dari dalam “Jera” kataku singkat. Lalu kulihat kakaknya membukakan pintunya “selamat pagi unnie..” kataku pada kakaknya “selamat pagi Jera, kau nnton tv dulu saja sana, Henry lagi sarapan tuh” kaya kakaknya. Aku pun langsung menyalakan tv dan nnton cartoon kesukaanku, Spongebob. “ayo berangkat” kata Henry tak lama kemudian, aku pun langsung berdiri dan memakai sepatu dan kami pun langsung berangkat “tak terasa kita sudah mau lulus ya” kata Henry “iya, rasanya baru kemarin aku test di SMA “ kata ku. Kami melewati toko “TeenShop” dan seketika aku langsung berhenti. Aku tak henti-hentinya menatap gaun yang masih dipajang di toko itu. Kulihat henry pasti tak menyadari bahwa aku berhenti mendadak sehingga dia tetap jalan didepan. Aku memandang gaun itu sekali lagi lalu langsung menyusul Henry. “kau ini….suka berhenti mendadak ya” kata Henry “tali sepatuku lepas” kataku bohong “dasar kau ini….eh iya ini…..” kata Henry sambil memberikan boneka bonus dari teh “hah kau ini selalu saja tak kapok, akan kubuang ini setelah pulang sekolah nanti” kataku “terus saja kau bilang seperti itu” kata henry
*esoknya
Aku memencet bel pintu apartemen Henry “siapa?” kata seorang dari dalam “Jera” kataku singkat. Lalu kulihat kakaknya membukakan pintunya “selamat pagi unnie..” kataku pada kakaknya “selamat pagi Jera, kau nnton tv dulu saja sana, Henry lagi sarapan tuh” kaya kakaknya. Aku pun langsung menyalakan tv dan nnton cartoon kesukaanku, Spongebob. “ayo berangkat” kata Henry tak lama kemudian, aku pun langsung berdiri dan memakai sepatu dan kami pun langsung berangkat “tak terasa kita sudah mau lulus ya” kata Henry “iya, rasanya baru kemarin aku test di SMA “ kata ku. Kami melewati toko “TeenShop” dan seketika aku langsung berhenti. Aku tak henti-hentinya menatap gaun yang masih dipajang di toko itu. Kulihat henry pasti tak menyadari bahwa aku berhenti mendadak sehingga dia tetap jalan didepan. Aku memandang gaun itu sekali lagi lalu langsung menyusul Henry. “kau ini….suka berhenti mendadak ya” kata Henry “tali sepatuku lepas” kataku bohong “dasar kau ini….eh iya ini…..” kata Henry sambil memberikan boneka bonus dari teh “hah kau ini selalu saja tak kapok, akan kubuang ini setelah pulang sekolah nanti” kataku “terus saja kau bilang seperti itu” kata henry
**
Sepulang sekolah aku langsung keruang seni karna akan ada rapat kepengurusan. Aku paling malas jika rapat rapat seperti ini. Tapi apa daya walaupun aku hanya diam membisu…..aku pun mendapatkan jabatan sebagai wakil ketua klub seni. Huh mengesalkan. Setelah rapat usai, aku pun langsung pulang karena sekolah sudah sepi dan hari mulai gelap. Saat aku melewati “TeenShop” , aku tak melihat gaun indah itu lagi. Huh sayang sekali padahal aku sangat senang melihatnya. Aku pun juga ingin membelinya walaupun kuyakin itu sangat tak cocok padaku. Aku pun mampir ketoko buku untuk mencari buku teori fisika untuk ulangan kelulusan besok. Setelah dari toko buku aku pun langsung bergegas pulang. “aku pulang” kataku saat tiba dirumah “kemana saja kau?” Tanya Hankyung oppa “tadi ada rapat trus aku juga mencari buku” kataku “oh, cepat sana ganti baju, makan malam sudah siap daritadi” kata Hankyung opp. Akupun langsung mandi dan ganti baju. Lalu makan dengan kakakku. Orang tuaku begtu sibuk hingga kami pun hanya tinggal berdua disini. Setelah makan, akupun langsung tidur dan terlelap…….
Sepulang sekolah aku langsung keruang seni karna akan ada rapat kepengurusan. Aku paling malas jika rapat rapat seperti ini. Tapi apa daya walaupun aku hanya diam membisu…..aku pun mendapatkan jabatan sebagai wakil ketua klub seni. Huh mengesalkan. Setelah rapat usai, aku pun langsung pulang karena sekolah sudah sepi dan hari mulai gelap. Saat aku melewati “TeenShop” , aku tak melihat gaun indah itu lagi. Huh sayang sekali padahal aku sangat senang melihatnya. Aku pun juga ingin membelinya walaupun kuyakin itu sangat tak cocok padaku. Aku pun mampir ketoko buku untuk mencari buku teori fisika untuk ulangan kelulusan besok. Setelah dari toko buku aku pun langsung bergegas pulang. “aku pulang” kataku saat tiba dirumah “kemana saja kau?” Tanya Hankyung oppa “tadi ada rapat trus aku juga mencari buku” kataku “oh, cepat sana ganti baju, makan malam sudah siap daritadi” kata Hankyung opp. Akupun langsung mandi dan ganti baju. Lalu makan dengan kakakku. Orang tuaku begtu sibuk hingga kami pun hanya tinggal berdua disini. Setelah makan, akupun langsung tidur dan terlelap…….
*keesokan harinya
Tumben Henry ga ngaret. Begitu aku jemput dia, dia sudah siap untuk berangkat “hari yang indah bukan?” kata Henry “emmm yah kurasa” kataku “apa kau lupa sesuatu?” kata henry “rasanya tidak” kataku. Henry pun tersenyum dan langsung membuka isi ranselnya. Ia mengeluarkan sebuah bingkisan dan memberikannya padaku “ini…….. untuk apa?” kataku “apa kau lupa? Ini hari ulang tahunmu Jera…” kata Henry sambil tersenyum “OH IYA!!! Yaampun aku benar benar lupa” kataku “Jera…apa kau mau berjanji sesuatu padaku?” Tanya Henry. Dug! Seketika jantungku langsung berdetak kencang “ya?” kataku “berjanjilah apapun yang terjadi, datanglah kepesta kelulusan esok minggu dan kenakan apa yang kuberikan padamu” kata Henry “dan juga, bukalah kado dariku jam 7 malam pada hari sabtu“ lanjut henry “oh? Oke” kataku sambil tersenyum. Kulihat Henry tersenyum sangat manis padaku. Dan aku pun semakin yakin bahwa Henry takkan bisa jadi milikku. Karna………kami hanyalah sebagai sahabat
Tumben Henry ga ngaret. Begitu aku jemput dia, dia sudah siap untuk berangkat “hari yang indah bukan?” kata Henry “emmm yah kurasa” kataku “apa kau lupa sesuatu?” kata henry “rasanya tidak” kataku. Henry pun tersenyum dan langsung membuka isi ranselnya. Ia mengeluarkan sebuah bingkisan dan memberikannya padaku “ini…….. untuk apa?” kataku “apa kau lupa? Ini hari ulang tahunmu Jera…” kata Henry sambil tersenyum “OH IYA!!! Yaampun aku benar benar lupa” kataku “Jera…apa kau mau berjanji sesuatu padaku?” Tanya Henry. Dug! Seketika jantungku langsung berdetak kencang “ya?” kataku “berjanjilah apapun yang terjadi, datanglah kepesta kelulusan esok minggu dan kenakan apa yang kuberikan padamu” kata Henry “dan juga, bukalah kado dariku jam 7 malam pada hari sabtu“ lanjut henry “oh? Oke” kataku sambil tersenyum. Kulihat Henry tersenyum sangat manis padaku. Dan aku pun semakin yakin bahwa Henry takkan bisa jadi milikku. Karna………kami hanyalah sebagai sahabat
**
“Jera, sabtu ini kau tak kemana mana? Kan kemarin kau sudah selesai ujian kelulusan. Mengapa tak merayakannya?” kata Hankyung oppa “ah enakan dirumah, kalo kemana mana mesti bawaannya capek” kataku “huh bilang aja kamu males gerak iya kan?” kata Hankyung oppa “nah itu kau tau” kataku. Entah mengapa aku pun dagdigdug menunggu jam 7. Sekarang baru jam 5. Kuputuskan untuk kekamar dan mendengarkan music dari ipod ku. Kusetel lagu girlband favoritku, SNSD dan aku pun ikut bernyanyi nyanyi ria karena lagu mereka yang asyik……
“Jera!!!bangun….ayo cepat makan malam sudah siap” kata hankyung oppa seraya mebangunkanku “jam berapa ini?”kataku “sudah mau jam 9 tau….makanya ayo cepat!!!” kata Hankyung oppa “ah gawat!!! Oppa duluan saja nanti aku nyusul” kataku lalu mendorong oppa keluar dari kamar. Lalu aku menguncinya dan sekarang aman! Kucar kado dari Henry. Setelah kutemukan, aku pun langsung membukanya. Betapa terkejutnya aku saat mengetahui bahwa isinya adalah gaun yang sangat kuinginkan. Gaun itu….gaun yang ada di “TeenShop” dan aku akan memakainya besok!!! Aku tau aku pasti tak akan cocok dengan gaun itu tapi….yang kuherankan mengapa Henry tau aku sangat menyukai gaun itu ya? Sepertinya ia tak melihatku saat aku melihat gaun itu. Ya aku yakin itu….
“Jera, sabtu ini kau tak kemana mana? Kan kemarin kau sudah selesai ujian kelulusan. Mengapa tak merayakannya?” kata Hankyung oppa “ah enakan dirumah, kalo kemana mana mesti bawaannya capek” kataku “huh bilang aja kamu males gerak iya kan?” kata Hankyung oppa “nah itu kau tau” kataku. Entah mengapa aku pun dagdigdug menunggu jam 7. Sekarang baru jam 5. Kuputuskan untuk kekamar dan mendengarkan music dari ipod ku. Kusetel lagu girlband favoritku, SNSD dan aku pun ikut bernyanyi nyanyi ria karena lagu mereka yang asyik……
“Jera!!!bangun….ayo cepat makan malam sudah siap” kata hankyung oppa seraya mebangunkanku “jam berapa ini?”kataku “sudah mau jam 9 tau….makanya ayo cepat!!!” kata Hankyung oppa “ah gawat!!! Oppa duluan saja nanti aku nyusul” kataku lalu mendorong oppa keluar dari kamar. Lalu aku menguncinya dan sekarang aman! Kucar kado dari Henry. Setelah kutemukan, aku pun langsung membukanya. Betapa terkejutnya aku saat mengetahui bahwa isinya adalah gaun yang sangat kuinginkan. Gaun itu….gaun yang ada di “TeenShop” dan aku akan memakainya besok!!! Aku tau aku pasti tak akan cocok dengan gaun itu tapi….yang kuherankan mengapa Henry tau aku sangat menyukai gaun itu ya? Sepertinya ia tak melihatku saat aku melihat gaun itu. Ya aku yakin itu….
*pesta kelulusan
“kau datang….” Kata henry saat aku masuk kesekolah “aku tak akan pantas dengan gaun ini” kataku “tapi ini sangat indah, gomawo Henry…” kataku “sama sama” kata Henry sambil tersenyum. Akupun emnikmati pestanya dengan senang karena Henry selalu ada disampingku. Aku merasa ia dan aku seperti sepasang kekasih walaupun itu mustahil. “kau cantik sekali Jera dengan gaun itu” puji Taeyeon, Yoona, Sunny, Hyemi, Sooyoung, Hyoyeon pun memujiku demikian. Tak terasa pesta pun usai begitu saja. Sebagai lagu penutupan, Henry pun bernyanyi dipanggung bersama Kangin, Ryeowook, Kyuhyun, dan Yesung “lagu ini………. Special untuk orang yang sangat berarti dalam hidupku. Dia bagai berlian yang tak rela kulepaskan. Sampai kita berpisah tapi aku takkan mungkin melupakan memori tentang masa masa indahku dengannya” kata Henry “Shining star……..” kata henry. Lalu ia pun bernyanyi bersama. Suaranya bagai malaikat dan ketika mereka bernyanyi bersama sama, serasa bagai disurga *Ahlebe* “Hangsang hamkke halgeora till the end of time….” Kyuhyun pun mengakhiri kalimat terakhir dalam lagu itu. Lalu mereka semua turun dan aku pun bertepuk tangan. Tanpa terasa air mata mengalir kepipiku. Aku akan berpisah dengan Henry….dan aku tau ia menyukai gadis lain seperti yang dikatakan dalam pidatonya sebelum bernyanyi “kau kenapa?” kata Henry yang tak kusadari ia dihadapanku “jangan menangis….ini hapus air matamu dengan sapu tanganku” kata Henry “setiap ada pertemuan, pasti ada perpisahan” kataku seraya menghapus airmataku “iya aku tau, akan kusimpan dengan rapi semua kenangan tntang dirimu” kata Henry “kau membuat hidupku berwarna, jera” kata Henry “kau bagai cahaya yang selama ini kucari dalam hidupku” kata Henry. Aku menatap Henry seolah tak mengerti apa yang ia ucapkan “Jera…aku tau semua varang yang kuberi tak kau buang kan? Aku tau kau menyimpannya” kata Henry , aku menatapnya heran “kakakmu yang memberitahukannya” kata nya “Jera…maukah kau menjadi jagiyaku? Aku tau ini perpisahan tapi aku ingin kita selalu bersama” kata henry lagi “jangan bercan…ber..bercanda” kata ku terbata-bata “aku tak bercanda. Dari awal aku memang sudah menyukaimu” kata Henry “saranghae….Jera” kata Henry “saranghaeee” kataku pelan. Aku tak yakin ia mendengarnya. Tetapi tiba-tiba ia memelukku dan kurasa ia mendengarku. “you….like a star…shining star…. Like a little diamond, makes me love and makes me happy too” ucap Henry “saranghaeee”
“kau datang….” Kata henry saat aku masuk kesekolah “aku tak akan pantas dengan gaun ini” kataku “tapi ini sangat indah, gomawo Henry…” kataku “sama sama” kata Henry sambil tersenyum. Akupun emnikmati pestanya dengan senang karena Henry selalu ada disampingku. Aku merasa ia dan aku seperti sepasang kekasih walaupun itu mustahil. “kau cantik sekali Jera dengan gaun itu” puji Taeyeon, Yoona, Sunny, Hyemi, Sooyoung, Hyoyeon pun memujiku demikian. Tak terasa pesta pun usai begitu saja. Sebagai lagu penutupan, Henry pun bernyanyi dipanggung bersama Kangin, Ryeowook, Kyuhyun, dan Yesung “lagu ini………. Special untuk orang yang sangat berarti dalam hidupku. Dia bagai berlian yang tak rela kulepaskan. Sampai kita berpisah tapi aku takkan mungkin melupakan memori tentang masa masa indahku dengannya” kata Henry “Shining star……..” kata henry. Lalu ia pun bernyanyi bersama. Suaranya bagai malaikat dan ketika mereka bernyanyi bersama sama, serasa bagai disurga *Ahlebe* “Hangsang hamkke halgeora till the end of time….” Kyuhyun pun mengakhiri kalimat terakhir dalam lagu itu. Lalu mereka semua turun dan aku pun bertepuk tangan. Tanpa terasa air mata mengalir kepipiku. Aku akan berpisah dengan Henry….dan aku tau ia menyukai gadis lain seperti yang dikatakan dalam pidatonya sebelum bernyanyi “kau kenapa?” kata Henry yang tak kusadari ia dihadapanku “jangan menangis….ini hapus air matamu dengan sapu tanganku” kata Henry “setiap ada pertemuan, pasti ada perpisahan” kataku seraya menghapus airmataku “iya aku tau, akan kusimpan dengan rapi semua kenangan tntang dirimu” kata Henry “kau membuat hidupku berwarna, jera” kata Henry “kau bagai cahaya yang selama ini kucari dalam hidupku” kata Henry. Aku menatap Henry seolah tak mengerti apa yang ia ucapkan “Jera…aku tau semua varang yang kuberi tak kau buang kan? Aku tau kau menyimpannya” kata Henry , aku menatapnya heran “kakakmu yang memberitahukannya” kata nya “Jera…maukah kau menjadi jagiyaku? Aku tau ini perpisahan tapi aku ingin kita selalu bersama” kata henry lagi “jangan bercan…ber..bercanda” kata ku terbata-bata “aku tak bercanda. Dari awal aku memang sudah menyukaimu” kata Henry “saranghae….Jera” kata Henry “saranghaeee” kataku pelan. Aku tak yakin ia mendengarnya. Tetapi tiba-tiba ia memelukku dan kurasa ia mendengarku. “you….like a star…shining star…. Like a little diamond, makes me love and makes me happy too” ucap Henry “saranghaeee”
*THE END*
Diposting oleh






0 komentar:
Posting Komentar