“hey Hyemi, hari ini ramai sekali kita tutup lebih awal saja. Keliatannya semua keliatan sangat kecapean” kata sungmin “oh ya baiklah oppa… aku akan menutup lalu akan langsung pulang” jawabku “baiklah, cepat ya aku sudah lelah sekali” kata sungmin “jehwa, kau rapikan meja ya aku mau menutup toko dulu” kataku pada jehwa “ya baiklaaaah… senangnya bisa pulang cepat”
**
From : Sungmin Oppa~
Hey hyemi, nanti kau pulang sekolah langsung ketoko yaaaa ibuku mau datang mengecek
Aku pun langsung membalas pesannya
Hey hyemi, nanti kau pulang sekolah langsung ketoko yaaaa ibuku mau datang mengecek
Aku pun langsung membalas pesannya
To : Sungmin Oppa~
Baiklah kuusahakan yaaaa
Aku pun langsung merebahkan diriku dikasur, lelah sekali hari ini… untungnya tadi aku sempat mengerjakan PR ditempat kerja hehehe “Hyemi, kau mau ikut denganku tidak? “ kata jehwa yang juga sepupuku “mau kemana memang?” tanyaku “ ayolah antarkan aku kerumah Yuri, aku lupa mengembalikan bukunya dan dia menagihnya” kata je hwa “kau saja… aku capek sekali hari ini” kataku “huh, yasudah” kata jehwa putus asa. Akupun memainkan psp ku dan karena merasa bosan kuputuskan untuk tidur
Baiklah kuusahakan yaaaa
Aku pun langsung merebahkan diriku dikasur, lelah sekali hari ini… untungnya tadi aku sempat mengerjakan PR ditempat kerja hehehe “Hyemi, kau mau ikut denganku tidak? “ kata jehwa yang juga sepupuku “mau kemana memang?” tanyaku “ ayolah antarkan aku kerumah Yuri, aku lupa mengembalikan bukunya dan dia menagihnya” kata je hwa “kau saja… aku capek sekali hari ini” kataku “huh, yasudah” kata jehwa putus asa. Akupun memainkan psp ku dan karena merasa bosan kuputuskan untuk tidur
**
*dikelas
“hyemi, akan ada lomba melukis, kau tak ikut?” Tanya ryeowook, teman sekelasku sekaligus sahabatku “tidak, sudah tak tertarik” kataku “ah kau ini, ayolaaaah lukisanmu kan bagus” bujuk ryeowook “hey hey hey sudah ada tiffany ini kan yang jago melukis ini” kataku “tapi lukisanmu lebih bagus dari tiffany, ayolaaaah” bujuk ryewook “tidak ah, membuang waktu saja” kataku “yasudah, sayang sekali padahal yang menang bisa mendapatkan beasiswa ke Sunmoon university “ kata ryewook kecewa “benarkahhhhh?!?! Kata siapa kau?” kataku terkejut “yeee ka nada di pengumumannya” kata ryeowook “jadi kau akan ikut lombanya?” lanjut ryeowook “kemungkinan besar iya” kataku
Setelah ngobrol dengan ryeowook aku pun melihat kesekitar kelas, tepat dipojok kanan depanku, ya disitu…ada seorang yg sudah lama kutaksir. Ohhh tidak Donghae!!!! Disebelahnya ada Eunhyuk, seseorang yang menyebalkan *piss ehee* dan disukai oleh jehwa. Donghae adalah idola sekolah, ketua osis dan jago basket pula. Dia sangat dekat dengan Eunhyuk. Huh mengapa mereka bisa bersahabat begitu? Bahkan rivalku, si tiff sangat menyukai donghae. Kalau ada kemauan aku mungkin bisa bersaing dengan tiff. Sayangnyaaa aku malas membuang waktuku untuk hal-hal bodoh.
Sepulang sekolah aku datang ke klub lukis untuk mendaftar dan setelah itu aku langsung ke café Rainbow. Benar saja, sewaktu aku datang ibunya sungmin oppa sudah ada di café. “halo nyonya” sapaku “hey hyemi, apa kabar? Wah kau tambah cantik saja” kata nyoya café “ah tidak, nyonya bisa saja, hemm nyonya sudah lama sekali tak kesini” kataku “ya begitulah. Aku baru saja membuka toko cabang di mancanegara. Baru saja kubuka di Jepang dan Singapore” jelas nyonya café (begitulah aku memanggilnya) “wah… selamat ya nyonya. Aku ikut senang bisnis nyonya maju dengan sangat pesat” kataku “terima kasih hyemi… semoga kau akan menjadi orang yg sukses juga ya”katanya. Lalu ia dan Sungmin oppa, anaknya berbincang-bincang. Aku dan jehwa kerja dengan santai karena pelanggan sedang sepi. “hey Hyemi, apakah Eunhyuk dekat dengan seorang wanita?” Tanya Jehwa “sepertinya dia dekat dengan siapa saja yang ada disekelilingnya” kataku “apa kau dekat dengannya?” tanyanya lagi “dia sangat iseng, tetapi dia bisa menjadi teman curhat yg mengasyikan” kataku jujur “ceritakan selengkapnya padaku” pinta Jehwa, lalu aku menceritakan sedetil-detilnya tentang Eunhyuk sampai jam kerja berakhir dan dalam perjalanan pulang.
“aku pulang” ucapku saat sampai rumah, lalu aku masuk kamar dan beristirahat sebentar. Aku memainkan pspku untuk melepas rasa lelahku lalu aku mengantarkan Jehwa kerumah Yuri untuk mengambil kunci lokernya yg terbawa oleh Yuri.
**disekolah
Aku berjalan menuju ruang klub lukis dengan ryeowook dan membawa lukisanku yg sudah kuselesaikan dalam waktu seminggu sejak hari pendaftaran “saya Hyemi, ingin menyerahkan hasil lukisan saya yg ingin dilombakan” kataku pada sekertaris klub tersebut. “ohya baiklah simpan dulu hasilnya nanti 3 hari mendatang diumumkan siapa yg menjadi perwakilan sekolah ini untuk diperlombakan” jelas orang itu. Lalu aku pamit dan pergi sambil mengobrol dengan ryeowook “hey ryeowook sepertinya Sungmin oppa agak dekat denganku belakangan ini” kataku “wah itu bagus, berarti Sungmin menyukaimu” kata ryeowook “ah masa? Aku tak percaya” kataku “yaaaa barangkali, kau kan cantik, pintar melukis, kalem tapi cerewet, bisa membuat suasana hati org yang sedang sedih menjadi membaik” jelas ryeowook “fitnah banget”kataku “hahaha begitulah yg dikatakan orang-orang” lanjut ryeowook “tapi biasanya Sungmin oppa tidak peduli jika aku terluka karena teriris pisau. Walaupun ia baik tapi ia yakin aku bisa menanganinya. Tetapi kemarin aku hanya tergores sedikit saja Sungmin oppa sudah kelabakan seperti orang yang melihat orang lain sekarat” kataku “Wah selamat Hyemi!!! Kau telah berhasil mempesona Sungmin “ kata Ryewook “masa iya? Tidak mungkin orang seperti oppa menyukaiku. Ia sangat tampan dan manis pasti banyak gadis yg lebih cantik dariku menyukaiku” jelasku “apa kau menyukainya?”kata Ryeowook “ehmmmm…..”kataku ragu ragu “apakah itu menyatakan iya?” katanya “iya… aku agak suka dengannya sejak dulu” kataku “wah jadian saja” ujar ryeowook bersemangat “kau sangat cocok dengan sungmin tau” lanjut ryeowook.
**dikamar
Aku terus mengingat tindakan Sungmin oppa. Ia sangat perhatian sekali padaku. Biasanya ia yang paling memaksaku untuk bekerja keras tetapi sekarang ia selalu mengingatkanku supaya aku tidak terlalu lelah dalam bekerja. Ia juga sering membuatkanku cake padahal sebelumnya ia tak pernah melakukannya. Apa benar yang dikatakan Ryeowook? Apakah Oppa menyukaiku? Aku terus memikirkannya hingga larut malam dan malamnya aku pun bermimpi tentang Sungmin oppa
**disekolah
“hey Hyemi... kau nyatakan saja perasaanmu pada Sungmin oppa, kalau kau tidak mengatakannya mana mungkin Oppa tau bahwa kau juga menyukainya” kata Ryeowook “memangnya itu penting ya?” kataku “iyalah, kalau kau tidak mengatakannya ia akan terus menyimpan perasaannya padamu, kau duluan saja yang nembak dia. Toh dia juga meyukaimu kan” kata Ryeowook “benar juga, nanti saja itu masalah gampang” kataku “hah kau ini, masalah gampang masalah gampang… nanti juga kau lupa dengan masalah gampangmu ini” kata nya “iyasih. Udahsih bodo amat ah yang penting menang lomba dulu” kataku “iyalah terserah.” Saat itu juga Donghae datang bersama Tiff. WHAT?!?!?! Ia sudah jadian kah dengan Tiff?!?! Ah sudahlah toh aku sudah punya Oppa ini kan hehe. Tetapi aneh sekali, ada rasa sakit yang dirasakan didadaku. Entah itu apa…
**Café Rainbow
“selamat datang Hyemi…” sapa Oppa saat aku masuk ketempat kerjaku ini “selamat sore Oppa” kataku sambil tersenyum. Oppa pun membalas senyumku dan itu cukup membuat mataku terbelalak kagum oleh senyum manisnya itu. Akupun keruang ganti dengan jantung yang dagdigdug. “Hyemi… selamat kau jadi perwakilan sekolah dalam lomba melukis” kata Jehwa saat ia masuk kerang ganti “benarkah?” kataku “ iya , aku bawa suratnya dari klub melukis. Ia ingin memberikannya padamu tetapi kau sudah terlanjur pergi jadi mereka menitipkannya padaku” kata Jehwa “mana sini… terima kasih Jehwa kau memang sepupuku yg paliiiiiing baik sedunia” kataku seraya mengambil surat itu.
“Hyemi… kau istirahat saja dulu. Jangan sampai kau kelelahan” kata Sungmin Oppa. “ahhh aku tak lelah pelanggan hari ini tak terlalu banyak kok oppa” kataku “yasudah, pergilah kedapur dan ambil cake dikulkas. Aku membuatkannya khusus untukmu” kata Oppa. DEG! Seketika jantungku mau copot karena melihat kebaikan hati Oppa. Aku pun mengambil dan memakannya dengan Jehwa diruang karyawan.
**disekolah
“Hyemi ayolah tolonglah aku… ajaklah Eunhyuk kehalaman sekolah. aku akan menyatakan perasaanku padanya” kata jehwa didepan kelasku seraya memohon “baiklah, nanti ya istirahat” kataku “AAAAAAAAA kau baik sekali Hyemi!!!” kata Jehwa sambil meninggalkanku dengan langkah riang. Aku pun masuk kekelas dan menghampiri Eunhyuk “Yo broooo what’s up?” katanya “Eunhyuk, istirahat nanti ikut aku “ kataku “buat apa? Aaaa aku tau kau pasti ingin melukisku untuk dilombakan kan? Aduuuh ga sombong ya jadi orang ganteng” kata Eunhyuk dengan PEDEnya “liet aja nanti” kataku
*istirahat
Aku dan Eunhyuk berjalan menuju halaman belakang. Disana Jehwa sudah tiba dengan ekspresi mesem mesem gajelas *pissss ca* “hey temannya Hyemi ya? Oke aku Eunhyukkkk salam kenal brooo” sapa Eunhyuk iseng ke Jehwa. Jehwa pun senyum senyum dengan tambah gajelas *maapppp ca* “oke aku tinggalkan kalian disini, Eun!! Kau dengarkan penjelasn Jehwa terlebih dahulu. Ia serius jangana dianggap bercanda” kataku seraya meninggalkan mereka
Aku menuju kelas dan membaca buku yg kemarin kupinjam dari Sungmin Oppa. Aku membaca dari bab 3 sampai bab 5 ketika aku melihat Eunhyuk masuk kelas. Ekspresinya tak bisa ditebak. Seketika aku langsung lari kekelas Jehwa dan melihat Jehwa menangis dipojok kelas “mengapa kau?!?!?!” kataku “ia menolakku….” Kata Jehwa. Aku pun langsung memeluk Jehwa “kau wanita kuat. Jangan menangis Jehwa. Ditolak bukan berarti kau bukan idamannya. Mungkin ia yakin bahwa ada orang yang lebih layak bersanding denganmu “ kataku menenangkannya “aku…. Tak berguna” kata Jehwa “sudahlah Jehwa… kau baik baik saja kok. Masih ada aku, Yuri sahabatmu, Sungmin oppa dan banyak lagi yang mendukungmu” kataku “aku akan ketempat kerja sepulang ekolah nanti” kata Jehwa lirih “baiklah, ceritalah pada Sungmin. Ia pendengar yg baik, oya ijinkan aku ya aku ada urusan yg berkaitan dengan lomba” kataku “ya….” Kata jehwa lirih.
“hyemi, akan ada lomba melukis, kau tak ikut?” Tanya ryeowook, teman sekelasku sekaligus sahabatku “tidak, sudah tak tertarik” kataku “ah kau ini, ayolaaaah lukisanmu kan bagus” bujuk ryeowook “hey hey hey sudah ada tiffany ini kan yang jago melukis ini” kataku “tapi lukisanmu lebih bagus dari tiffany, ayolaaaah” bujuk ryewook “tidak ah, membuang waktu saja” kataku “yasudah, sayang sekali padahal yang menang bisa mendapatkan beasiswa ke Sunmoon university “ kata ryewook kecewa “benarkahhhhh?!?! Kata siapa kau?” kataku terkejut “yeee ka nada di pengumumannya” kata ryeowook “jadi kau akan ikut lombanya?” lanjut ryeowook “kemungkinan besar iya” kataku
Setelah ngobrol dengan ryeowook aku pun melihat kesekitar kelas, tepat dipojok kanan depanku, ya disitu…ada seorang yg sudah lama kutaksir. Ohhh tidak Donghae!!!! Disebelahnya ada Eunhyuk, seseorang yang menyebalkan *piss ehee* dan disukai oleh jehwa. Donghae adalah idola sekolah, ketua osis dan jago basket pula. Dia sangat dekat dengan Eunhyuk. Huh mengapa mereka bisa bersahabat begitu? Bahkan rivalku, si tiff sangat menyukai donghae. Kalau ada kemauan aku mungkin bisa bersaing dengan tiff. Sayangnyaaa aku malas membuang waktuku untuk hal-hal bodoh.
Sepulang sekolah aku datang ke klub lukis untuk mendaftar dan setelah itu aku langsung ke café Rainbow. Benar saja, sewaktu aku datang ibunya sungmin oppa sudah ada di café. “halo nyonya” sapaku “hey hyemi, apa kabar? Wah kau tambah cantik saja” kata nyoya café “ah tidak, nyonya bisa saja, hemm nyonya sudah lama sekali tak kesini” kataku “ya begitulah. Aku baru saja membuka toko cabang di mancanegara. Baru saja kubuka di Jepang dan Singapore” jelas nyonya café (begitulah aku memanggilnya) “wah… selamat ya nyonya. Aku ikut senang bisnis nyonya maju dengan sangat pesat” kataku “terima kasih hyemi… semoga kau akan menjadi orang yg sukses juga ya”katanya. Lalu ia dan Sungmin oppa, anaknya berbincang-bincang. Aku dan jehwa kerja dengan santai karena pelanggan sedang sepi. “hey Hyemi, apakah Eunhyuk dekat dengan seorang wanita?” Tanya Jehwa “sepertinya dia dekat dengan siapa saja yang ada disekelilingnya” kataku “apa kau dekat dengannya?” tanyanya lagi “dia sangat iseng, tetapi dia bisa menjadi teman curhat yg mengasyikan” kataku jujur “ceritakan selengkapnya padaku” pinta Jehwa, lalu aku menceritakan sedetil-detilnya tentang Eunhyuk sampai jam kerja berakhir dan dalam perjalanan pulang.
“aku pulang” ucapku saat sampai rumah, lalu aku masuk kamar dan beristirahat sebentar. Aku memainkan pspku untuk melepas rasa lelahku lalu aku mengantarkan Jehwa kerumah Yuri untuk mengambil kunci lokernya yg terbawa oleh Yuri.
**disekolah
Aku berjalan menuju ruang klub lukis dengan ryeowook dan membawa lukisanku yg sudah kuselesaikan dalam waktu seminggu sejak hari pendaftaran “saya Hyemi, ingin menyerahkan hasil lukisan saya yg ingin dilombakan” kataku pada sekertaris klub tersebut. “ohya baiklah simpan dulu hasilnya nanti 3 hari mendatang diumumkan siapa yg menjadi perwakilan sekolah ini untuk diperlombakan” jelas orang itu. Lalu aku pamit dan pergi sambil mengobrol dengan ryeowook “hey ryeowook sepertinya Sungmin oppa agak dekat denganku belakangan ini” kataku “wah itu bagus, berarti Sungmin menyukaimu” kata ryeowook “ah masa? Aku tak percaya” kataku “yaaaa barangkali, kau kan cantik, pintar melukis, kalem tapi cerewet, bisa membuat suasana hati org yang sedang sedih menjadi membaik” jelas ryeowook “fitnah banget”kataku “hahaha begitulah yg dikatakan orang-orang” lanjut ryeowook “tapi biasanya Sungmin oppa tidak peduli jika aku terluka karena teriris pisau. Walaupun ia baik tapi ia yakin aku bisa menanganinya. Tetapi kemarin aku hanya tergores sedikit saja Sungmin oppa sudah kelabakan seperti orang yang melihat orang lain sekarat” kataku “Wah selamat Hyemi!!! Kau telah berhasil mempesona Sungmin “ kata Ryewook “masa iya? Tidak mungkin orang seperti oppa menyukaiku. Ia sangat tampan dan manis pasti banyak gadis yg lebih cantik dariku menyukaiku” jelasku “apa kau menyukainya?”kata Ryeowook “ehmmmm…..”kataku ragu ragu “apakah itu menyatakan iya?” katanya “iya… aku agak suka dengannya sejak dulu” kataku “wah jadian saja” ujar ryeowook bersemangat “kau sangat cocok dengan sungmin tau” lanjut ryeowook.
**dikamar
Aku terus mengingat tindakan Sungmin oppa. Ia sangat perhatian sekali padaku. Biasanya ia yang paling memaksaku untuk bekerja keras tetapi sekarang ia selalu mengingatkanku supaya aku tidak terlalu lelah dalam bekerja. Ia juga sering membuatkanku cake padahal sebelumnya ia tak pernah melakukannya. Apa benar yang dikatakan Ryeowook? Apakah Oppa menyukaiku? Aku terus memikirkannya hingga larut malam dan malamnya aku pun bermimpi tentang Sungmin oppa
**disekolah
“hey Hyemi... kau nyatakan saja perasaanmu pada Sungmin oppa, kalau kau tidak mengatakannya mana mungkin Oppa tau bahwa kau juga menyukainya” kata Ryeowook “memangnya itu penting ya?” kataku “iyalah, kalau kau tidak mengatakannya ia akan terus menyimpan perasaannya padamu, kau duluan saja yang nembak dia. Toh dia juga meyukaimu kan” kata Ryeowook “benar juga, nanti saja itu masalah gampang” kataku “hah kau ini, masalah gampang masalah gampang… nanti juga kau lupa dengan masalah gampangmu ini” kata nya “iyasih. Udahsih bodo amat ah yang penting menang lomba dulu” kataku “iyalah terserah.” Saat itu juga Donghae datang bersama Tiff. WHAT?!?!?! Ia sudah jadian kah dengan Tiff?!?! Ah sudahlah toh aku sudah punya Oppa ini kan hehe. Tetapi aneh sekali, ada rasa sakit yang dirasakan didadaku. Entah itu apa…
**Café Rainbow
“selamat datang Hyemi…” sapa Oppa saat aku masuk ketempat kerjaku ini “selamat sore Oppa” kataku sambil tersenyum. Oppa pun membalas senyumku dan itu cukup membuat mataku terbelalak kagum oleh senyum manisnya itu. Akupun keruang ganti dengan jantung yang dagdigdug. “Hyemi… selamat kau jadi perwakilan sekolah dalam lomba melukis” kata Jehwa saat ia masuk kerang ganti “benarkah?” kataku “ iya , aku bawa suratnya dari klub melukis. Ia ingin memberikannya padamu tetapi kau sudah terlanjur pergi jadi mereka menitipkannya padaku” kata Jehwa “mana sini… terima kasih Jehwa kau memang sepupuku yg paliiiiiing baik sedunia” kataku seraya mengambil surat itu.
“Hyemi… kau istirahat saja dulu. Jangan sampai kau kelelahan” kata Sungmin Oppa. “ahhh aku tak lelah pelanggan hari ini tak terlalu banyak kok oppa” kataku “yasudah, pergilah kedapur dan ambil cake dikulkas. Aku membuatkannya khusus untukmu” kata Oppa. DEG! Seketika jantungku mau copot karena melihat kebaikan hati Oppa. Aku pun mengambil dan memakannya dengan Jehwa diruang karyawan.
**disekolah
“Hyemi ayolah tolonglah aku… ajaklah Eunhyuk kehalaman sekolah. aku akan menyatakan perasaanku padanya” kata jehwa didepan kelasku seraya memohon “baiklah, nanti ya istirahat” kataku “AAAAAAAAA kau baik sekali Hyemi!!!” kata Jehwa sambil meninggalkanku dengan langkah riang. Aku pun masuk kekelas dan menghampiri Eunhyuk “Yo broooo what’s up?” katanya “Eunhyuk, istirahat nanti ikut aku “ kataku “buat apa? Aaaa aku tau kau pasti ingin melukisku untuk dilombakan kan? Aduuuh ga sombong ya jadi orang ganteng” kata Eunhyuk dengan PEDEnya “liet aja nanti” kataku
*istirahat
Aku dan Eunhyuk berjalan menuju halaman belakang. Disana Jehwa sudah tiba dengan ekspresi mesem mesem gajelas *pissss ca* “hey temannya Hyemi ya? Oke aku Eunhyukkkk salam kenal brooo” sapa Eunhyuk iseng ke Jehwa. Jehwa pun senyum senyum dengan tambah gajelas *maapppp ca* “oke aku tinggalkan kalian disini, Eun!! Kau dengarkan penjelasn Jehwa terlebih dahulu. Ia serius jangana dianggap bercanda” kataku seraya meninggalkan mereka
Aku menuju kelas dan membaca buku yg kemarin kupinjam dari Sungmin Oppa. Aku membaca dari bab 3 sampai bab 5 ketika aku melihat Eunhyuk masuk kelas. Ekspresinya tak bisa ditebak. Seketika aku langsung lari kekelas Jehwa dan melihat Jehwa menangis dipojok kelas “mengapa kau?!?!?!” kataku “ia menolakku….” Kata Jehwa. Aku pun langsung memeluk Jehwa “kau wanita kuat. Jangan menangis Jehwa. Ditolak bukan berarti kau bukan idamannya. Mungkin ia yakin bahwa ada orang yang lebih layak bersanding denganmu “ kataku menenangkannya “aku…. Tak berguna” kata Jehwa “sudahlah Jehwa… kau baik baik saja kok. Masih ada aku, Yuri sahabatmu, Sungmin oppa dan banyak lagi yang mendukungmu” kataku “aku akan ketempat kerja sepulang ekolah nanti” kata Jehwa lirih “baiklah, ceritalah pada Sungmin. Ia pendengar yg baik, oya ijinkan aku ya aku ada urusan yg berkaitan dengan lomba” kataku “ya….” Kata jehwa lirih.
**bersambung**
Diposting oleh






0 komentar:
Posting Komentar