0

Spy

Aku turun dari mobilku, berjalan menuju gedung yang megah untuk menghadiri suatu pelelangan, oiya, namaku Kim Hwayoung, aku adalah salah satu mahasiswi di Chungwoon University, dimana hanya ada seleb dan orang kaya disana. Jurusan Hubungan International kuambil karena dipaksa oleh appaku, yang sekarang menjabat sebagai pemilik perusahaan Mobil terbesar se-Korea. aku sekarang sudah semester 4 dan sebentar lagi aku lulus.aku mencari tempat duduk strategis, yaitu dibarisan depan, dimana aku bisa melihat dengan jelas barang yang akan dilelang. Aku diberikan nomor, untuk pelelangan. Kulihat gedung ini masih sepi, hanya beberapa orang saja yang baru datang. Perlahan gedung menjadi ramai. Pembawa acara dalam pelelangan pun muncul dan menawarkan barang pertama, yaitu Gelas asli Inggris yang dipakai oleh Ratu Elizabeth II waktu itu. aku tak tertarik dengan barang peninggalan seperti itu, menurutku gelas jaman modern lebih bagus daripada gelas kuno. Gelas itu berhasil terjual seharga 7500 won. Entah siapa yang membelinya pasti telah menyia nyiakan uangnya untuk gelas bodoh itu. barang kedua adalah modem tercanggih sepanjang masa, dengan kecepatan download 1gb/s. membosankan…aku sudah mempunyainya dirumah. Mengapa harus dilelang? Namun modem itu terjual dengan harga 6500 won. Aku mulai bosan dengan pelelangan ini. adakah barang unik yang dilelangkan disini? Aku meragukannya.

“ya…barang ketiga adalah sepasang kura-kura langka. Karena ini sangat langka anda bisa menawar untuk perekornya. Harga mulai dari 1000 won…silahkan dimulai” kata pembawa acara “5000 won untuk sepasang” kataku cepat. Aku sangat menyukai kura kura “7500 won untuk sepasang” kata seorang laki laki dibelakangku. Aku mendengus kesal “10.000 won untuk sepasang” balasku. Hanya aku dan laki laki itu yang memperebutkan sepasang kura kura lucu itu “12.000 won untuk sepasang” kata laki laki itu “15.000 won untuk sepasang” kataku tak mau kalah. Laki laki yang menawar kura kura itu diam. “baiklah 15.000 won untuk sepasang…ada lagi yang mau menambahkannya? Kita hitung bareng bareng….1….2…” kata pembawa acara itu. aku tersenyum menang. “10.000 won untuk seekor” kata laki laki itu “mwo? Aku sudah menawarnya 15.000 won untuk sepasang, tuan” protesku “tapi jika aku ambil seekor, yang satunya lagi bisa dilelang dan bisa mendapatkan uang lagi, nona” balas laki laki itu “baiklah, 12.000 won untuk seekor” teriakku lantang, aku tak mau kalah dari laki laki ini. dalam hati aku menghitung uang yang ada didompet. Aku boleh membeli apa saja dengan harga apa saja dipelelangan, namun jangan binatang, karna appaku sangat benci dengan binatang. Dan…terpaksa aku memakai uangku sendiri untuk membeli kura kura lucu ini. untungnya aku tinggal diapaetemen seorang diri. Jadi tak akan ketahuan jika aku membeli kura kura. Toh bilang saja barang dipelelangan tak ada yang bagus. Siapa suruh appaku tak datang sendiri dan malah mengutusku datang “15.000 won untuk seekor” kata laki laki itu. aishhh uangku hanya 15.000 won. “baiklah…15.000won untuk seekor…ada lagi yang mau menambahkan?” tawar pembawa acara itu “14.000 won untuk yang satunya” tawarku, aku mengalah dengan laki laki itu. “baiklah….sepasang kura kura ini terjual dengan harga 15.000 won dan 14.000 won” kata pembawa acara itu sambil mengetuk palunya.

**

Aku mengendarai BMW ku menuju keapartemenku. Kutatap seekor kura kura yang diletekkan diakuarium mini dan tergeletak dibangku penumpang sebelahku. Sial…andai saja aku bisa membeli kura kura yang satunya. Huh, lagipula mengapa appa harus melarang membeli binatang? Jika tak ada larangan aku bisa memakai cek. Tapi jika aku memakai cek pasti appa akan mengetahuinya. Lagipula siapa lelaki sialan yang merebut sepasang kura kuraku? Lihat sekarang!!! kura kuraku tak lagi sepasang, melainkan seekor!!! Ahhh!!! Benar benar menjengkelkan…

Aku turun dari mobilku sambil membawa akuarium itu. aku berjalan menuju apartemenku dan kubuka pintu apartemenku. Kuletakkan akuarium kura kura itu didapur, dekat meja makan. Agar tak banyak orang yang melihatnya. Kutatap jam didinding, sudah jam 8.45. ternyata sudah malam. Untung saja tadi aku sudah makan diluar. Aku butuh tidur sekarang. karena sepanjang hari ini aku lelah sekali dengan kegiatan yang ada. dan juga besok aku harus mempersiapkan makalah untuk kuliahku.

**

“Omo~ Yesung!!!” kata seorang gadis sambil berlari berlawanan arah denganku. “aishhh super junior!!! Mana kertas? Aku harus mendapatkan tanda tangannya” kata seorang gadis dibelakangku. Aih, keributan apa ini? biasanya kampusku sepi sepi saja tapi mengapa jadi heboh begini? “hey ada apa sih?” kataku pada adik kelasku yang masih semester 2 dan bereaksi santai saja, sepertiku “itu….si yesung. Palingan rekan kerjanya mengantarnya kuliah. Mahasiswi histeris ingin minta tanda tangannya karena super junior baru saja mengeluarkan album ke-4nya” jelas Hyemi. Aku pernah mendengar boyband bernama super junior, tapi aku tak terlalu addicted dengan super junior, membernya saja aku tak tau, apalagi album dan lagu lagunya “memangnya siapa membernya yang kuliah disini?” kataku “Kim Jongwoon. Orang orang biasa memanggilnya Yesung” jelas Hyemi “kau tau banyak? Mengapa kau tak histeris seperti yang lainnya?” kataku “buat apa histeris, toh salah satu member super junior adalah Neomjachingu-ku”kata Hyemi “wah…siapa?” kataku penasaran “Lee donghae” katanya singkat “lagipula Yesung selalu tebar pesona jika datang kekampus, wajar para gadis langsung histeris jika melihatnya” tambah Hyemi “pacarnya yesung akan cemburu berat jika tau akan hal ini” gumamku “yesung belum punya kekasih…makanya itu ia suka tebar pesona” kata hyemi “jinjja? Masa idola seperti dia belum punya kekasih? Yang mana sih orangnya?” kataku penasaran “jika kau ingin melihatnya, ikuti saja gerombolan gadis tadi, pasti mereka sedang mengerubungi yesung” kata hyemi “aih…malas. Aku tak suka berdesak desakan” kataku “hahaha kau ini…aku ada kelas. sudah dulu yaaaa” kata hyemi seraya meninggalkanku. aku berjalan menuju perpustakaan, aku ingin searching buku untuk bahan makalahku. Kucari buku yang berkaitan tentang “diplomatic” dirak ke-4 diperpustakaan. Cukup banyak buku yang berkaitan dengan itu. aku meminjam 6 buku sekaligus. Setelah mendaftarkan diperpustakawan, aku keluar dari perpus dan berjalan menuju kelas Bahasa inggris yang akan dimulai sebentar lagi.

BRUKKKK!!!

Aku terjatuh, seseorang menabrakku. Aku segera berdiri “YA!!! kau ini punya mata atau tidak? Lihat semua bukuku jadi berantakan kan?” kataku dengan nada tinggi. Hey…dia orang yang kemarin rebutan kura kura denganku saat pelelangan itu “mian aku buru buru. Aku harus menghindar dari para gadis itu” kata orang itu, lalu ia memunguti bukuku, membereskannya “ini bukumu…Kim Hwayoung” kata orang itu sambil melihat namaku disalah satu buku tulisku. Aku megambil bukuku dari genggamannya “kau….kemarin yang ikut pelelangan kan?” tanyaku “ne…darimana kau tau?” katanya “tentu saja aku tau…kau yang berebutan kura kura itu padaku” kataku. kulihat ia tersenyum “mian akan hal itu…aku sedang mencari kura kura langka untuk kupelihara” kata orang itu “lagipula satu kura kura sudah cukup untukku” tambahnya. Ia tersenyum lalu meninggalkanku “Hey siapa namamu?” teriakku pada lelaki itu “Kim Jongwoon” teriaknya membalas pertanyaanku.

**

Omo~~~benarkah dia kim jongwoon yang terkenal itu? tak dapat kupercaya ialah yang berebutan kura kura padaku. apa dia juga suka kura kura? Tapi…ah aku tak dapat berkonsentrasi pada kelas ketata negaraan, kelasku yang terakhir pada hari ini. bagaimana ia bisa masuk kepelalangan itu? bukankah hanya orang orang tertentu saja yang bisa hadir? Sedangkan dia baru sekali kulihat dalam pelelangan. Sebelumnya aku tak pernah melihatnya. Pelajaran berakhir begitu saja. Aku langsung menuju kelapangan parkir dimana mobilku terpakir disana. Langkahku terhenti saat melihat yesung menungguku disamping mobilku “aku akan mengajakmu makan malam, anggap saja sebagai permintaan maafku karena telah mangambil kura kura yang satunya dan telah membuatmu terjatuh tadi” katanya sambil tersenyum “mwo? Kau serius?” kataku “ayolaaah…aku akan naik mobilmu. Nanti aku yang bayar makan malamnya” kata yesung. Aku hanya menghela nafas “baiklah…ayo” kataku sambil membuka mobilku. Ia masuk kemobilku dengan gerakan kikuk. “kita mau makan dimana?” kataku seraya menyetir “ehm…kau suka makanan italy?” kata yesung “lumayan..” kataku “baiklah…kita ke rome resto saja” kata yesung. Aku hanya mengangguk dan mengemudikan mobilku ke rome resto

Kami tiba di rome resto dan kami masuk kedalamnya “untuk berapa orang nona?” tanya seorang pelayan padaku “dua” kataku santai. Kulihat pelayan itu membelalakkan matanya saat melihat yesung berdiri dibelakangku “omo~super junior…” kata pelayan itu pelan namun masih bisa kudengar. Aku hanya tersenyum padanya lalu ia mengantarku dan yesung ke meja untuk 2 orang. “mau pesan apa tuan?” kata pelayan itu “kau mau pesan apa?”tanya yesung padaku “ehm…. Beef spagetty saja. Ukuran sedang” kataku. kulihat pelayan langsung mencatat pesananku kedalam kertas yang ia bawa “2…beef spagetty 2 ukuran sedang” kata yesung. Pelayan itupun langsung sibuk lagi dengan kertasnya “kau mau minum apa?” kata yesung “ehm…. Ice milk cappuccino” kataku “1 ice milk cappuccino dan 1 cream vanilla late” kata yesung pada pelayan. “ada lagi yang perlu anda pesan?” kata pelayan itu “kurasa cukup” kata yesung “tolong ditunggu 15 menit, jika anda menginginkan sesuatu panggil saya.” Kata pelayan itu lalu ia pergi meninggalkan kami berdua.

“jadi..kau masih kesal padaku karna merebut pasangan kura kuramu itu?” kata yesung “sedikit” kataku jujur “kau jurusan hubungan international bukan?” kata yesung “ne…bagaimana kau mengetahuinya?” kataku bingung “hanya menebak…bisa kelihatan kau masuk jurusan itu dari tampangmu” kata yesung “ngomong-ngomong kau jurusan apa? Aku jarang melihatmu…” kataku “broadcast music…aku suka bolos. Jadwalku sangat padat” kata yesung “oh…aku mengerti” kataku. “kau…mengapa bisa ada dipelelangan itu? hanya orang orang tertentu dan penting saja yang bisa datang kepelelangan itu” kataku penasaran “oh itu….rekan kerjaku yang bernama Choi Siwon memberikan tiket masuknya padaku, dia anak dari pemilik Hyundai departemen store. Gampang saja bagiku untuk datang keacara itu” kata yesung “oh begitu…” kataku “pesanan anda tuan…ini pesananmu nona…” kata pelayan yang datang dan menyajikan pesanan kami berdua. “selamat atas album ke-4mu” kataku pada yesung disela sela kegiatan makan “gomawo…kau suka lagu lagunya?” tanya yesung “sebenarnya….aku belum mendengarnya sama sekali. Aku tau dari Hyemi bahwa salah satu member super junior kuliah dikampus dan itu kau….” Kataku jujur “ah anak itu…” kata yesung “kau mengenalnya?” kataku “tentu saja…dia adikku” kata yesung sambil tertawa “hah, pantas saja” kataku sambil melahap spagettyku. “lalu…mengapa kau kuliah disini? Bukankah jaraknya jauh dari seoul? Memerlukan 7 jam bukan untuk perjalanan saja” kataku “entahlah…aku ingin saja” kata yesung “sepertinya aku pernah melihatmu sebelum pelelangan itu” kata yesung “hah? Yang benar?” kataku tak percaya “iya…wajahmu sepertinya tak asing olehku” kata yesung “jangan bercanda…aku baru saja mengenalmu” kataku “ah iya aku ingat!!!kau dulu pernah ke SM bukan? sepertinya kau datang dengan appamu” kata yesung “jinjja?” kataku sambil mengingatnya. Benar saja. 2 tahun yang lalu aku menemani appaku ke SM entertainment. Appaku menandatangani kontrak kerja sama dengan SM untuk menjadikan salah satu artisnya membintangi iklan produk mobil perusahaan ayahku yang baru. Dan disana jugalah dompetku terjatuh dan seorang pria mengembalikan dompetku. “ah aku ingat….dulu aku menemani appaku. Tapi aku tak mengingat pernah bertemu denganmu” kataku “aku yang waktu itu mengembalikan dompetmu” kata yesung “jinjja? Ah gomawo untuk hal itu” kataku “tidak apa apa. aku terus mencarimu semenjak itu tau…” kata yesung “untuk apa?” kataku “aku orang yang gampang penasaran dengan orang lain” kata yesung “kau…anak tunggal dan satu satunya pewaris perusahaan ayahmu. Tinggal sendiri diapartemenmu. Jurusan hubungan international semester 4 dan selalu keperpus setiap senin pagi sebelum kelas pertamamu dimulai untuk searching buku untuk bahan makalahmu, benar begitu?” kata yesung yang menyebutkan dengan rinci kegiatan dan jati diriku “ba…bagai…bagaimana kau tau?” kataku gugup “karna sejak lama aku telah memerhatikanmu. Kau saja yang tak menyadarinya” kata yesung. DEG! Entah mengapa jantungku berdetak lebih cepat “untuk apa kau memerhatikanku?” tanyaku “untuk mengetahuimu” kata yesung “dan juga untuk menyelidiki apakah gadis yang kusuka adalah orang baik baik” tambah yesung “mwo? Apa kau bilang?” kataku tak percaya. “aku sudah memerhatikanmu 2 tahun belakangan ini Hwayoung…kau saja yang tak menyadarinya. Aku juga menanyakan data data tentangmu pada hyemi dan teman sekelasmu” jelas yesung “tapi…kau tak mengetahui namaku sebelumnya. Kau mengetahui namaku saja dari buku tulisku, iya kan?” kataku “aku hanya berpura pura. Aku sudah mengetahuimu dari lama dan….Hwayoung….” kata yesung terputus, ia menggenggam tanganku erat “saranghae…” katanya. aku hanya diam terpaku dengan kejadian ini. “mwo…kau serius?” kataku tak percaya. Yesung menatap kedalam mataku. “tentu saja…aku tak akan bercanda untuk hal seserius ini” kata yesung. Aku terdiam. Kulihat yesung masih menatapku, menunggu jawabanku “nado…nado saranghae Yesung” kataku akhirnya. Ia tersenyum menatapku. Ia memanggil pelayan, meminta bon dan membayarnya. Dan kami keluar restaurant sambil berangkulan tangan, datang tanpa hubungan, keluar sebagai sepasang kekasih

*THE END*

0

Your Love

tahun ajaran baru bagiku, pertama kali aku jadi senior di masa SMA. Ya, aku sekarang kelas 2 SMA, bukan lagi kelas 1 atau junior lagi. Aku bersiap siap kesekolah. Kutunggu kakakku, Eunhyuk oppa, yang masih sibuk dengan sarapannya. “oppa….cepetan sedikit napa” kataku “bentar…tanggung kalau ga diabisin” kata eunhyuk “lagian sih oppa bangun siang” gerutuku “yeee jangan salahin aku dong, salahmu dong ga bangunin aku” kata eunhyuk oppa memprotes. Kuputuskan untuk menunggu diteras depan. Daripada aku berdebat dengannya. Hari ini aku akan mengorientasi anak anak baru disekolah, karena aku termasuk pengurus osis disekolahku. “ayo berangkat…bengong mulu…masih pagi juga” kata eunhyuk oppa yang tiba tiba muncul “aishhh oppa…ayok ayok” kataku. oppaku masih kelas3 disekolah yang sama denganku. Yaitu Shinhwa school. Anak kelas 3 dilarang mengikuti kegiatan osis karena diharapkan serius dengan pelajaran akhir mereka dimasa SMA ini. dulu waktu aku masih kelas 1, oppaku sendiri yang ngerjain aku saat kegiatan orientasi. Kata oppaku, aku lucu jika sedang kesal.

Kami tiba disekolah 15 menit sebelum sekolah dimulai. Oppaku memarkir mobilnya diparkiran. Ya, hanya anak anak kelas 3 saja yang diperbolehkan membawa mobil, ada juga anak kelas 2 yang boleh membawa mobil tapi itu hanya beberapa orang saja yang diperbolehkan, termasuk aku, namun aku lebih memilih menumpang dengan eunhyuk oppa karena aku malas menyetir. Aku kebagian mengorientasi siswa kelas 1.1. dengan segera aku menuju kelas 1.1. partnerku adalah Kyuhyun, si ketua osis dan Hyemi, sekretaris osis sekaligus sahabatku sendiri. Aku menjabat sebagai sie kesenian diosis. Saat masuk kekelas 1.1 kulihat Kyuhyun sudah ada dimeja tempat biasa para guru duduk, dia menatap kepenjuru kelas. siswa kelas 1 pun ketakutan melihat wajah garang kyuhyun. Ya, kyuhyun memang terkenal cuek, dingin, pendiam dan tertutup. Hanya pada donghae, Sungmin oppa dan Wookie saja ia terbuka. Sungmin oppa adalah kakak Hyemi yang juga masih kelas 3. Ia sekarang adalah Neomjachingu-ku. Sedangkan Wookie adalah sahabat kyuhyun sejak kecil. Ia juga tetangga kyuhyun, pantas saja mereka bisa dekat.

“baiklah…untuk kegiatan pertama…kalian perkenalkan diri kalian masong-masing” kata Kyuhyun dengan suara bassnya. Anak kelas 1 pun memperkenalkan dirinya. Semua tampak biasa padaku, kecuali Taemin, anak kelas 1 yang bernama Lee Taemin itu. Wajahnya tak menunjukan ketegangan, seperti yang lainnya. Ia terlihat ceria ceria saja. Seakan tak melihat kyuhyun yang super dingin itu. “mana Hyemi?” tanya kyu padaku “entahlah..” kataku tak tau “kau jaga kelas, aku cari Hyemi dulu” kata kyu sambil keluar kelas “noona!!! Perkenalkan dirimu donggg!!!” teriak siswa bernama Taemin itu padaku. aku hanya tersenyum “Annyeonghaseyo… Han Jehwa imnida. Senang bisa berkenalan dengan kalian semua. Kalian bisa memanggilku jehwa noona atau jehwa onnie. Aku dari kelas 2.1, disini bersama partnerku Cho Kyuhyun dan Han Hyemi aku akan menjadi pembimbing kalian dalam orientasi siswa selama 3 hari kedepan, ada pertanyaan?” kataku sambil tersenyum. “Noona…apakah noona sudah memiliki kekasih?” kata Taemin itu blak-blakkan. Aku terlonjak kaget mendengar pertanyaannya “ne…aku sudah punya kau. Kenapa memang? Kau mau daftar Taemin?” kataku bercanda “ya kalau belum punya ya aku daftar lah” kata taemin jujur dan polos “kau pintar bercanda ya” kataku. “onnie, kekasih onnie namanya siapa?” kata Sulli, salah satu siswi dikelas ini “dia sudah kelas 3 kok, kau penasaran memangnya?” kataku pada sulli “ne…aku penasaran noona” sambung taemin “memangnya penasaran karna apa? Ah kalian masih baru disini. Nanti juga kalian tau” kataku “aku penasaran apakah kekasih noona lebih tampan daripadaku? Aku kan dinobatkan sebagai lelaki terganteng disekolahku dulu” kata taemin dengan pedenya.

“Ya!!! kyu!!! Aishhh ketua…..ampun!!!! aku tak akan terlambat lagi” kata Hyemi yang kupingnya dijewer oleh kyuhyun dan diseret kekelas dengan kuping yang masih dijewer “sungmin oppa yang membuatku terlambat!!! Dia bangun telat padahal sudah kubangunkan dia berkali kali” kata hyemi memberikan alasannya mengapa ia terlambat “HYA!!! Jehwa!!! Gara gara Neomjachingu-mu itu aku jadi dijewer kyuhyun seperti ini kan….aaaaah kyu sakit…..lepaskan aishhhh kyu telingaku merah kan!!!” kata hyemi sambil terus mengaduh kesakitan “lain kali jangan harap ada ampunan untukmu” kata Kyuhyun pda hyemi, lalu ia melepaskan jewerannya “aishhh…kau ini kyu…apa perlu kekerasan dalam menghukum anak yang terlambat?” protes hyemi “kau selalu terlambat…” kata kyuhyun dingin. “Cho Kyuhyun imnida…ketua osis Shinhwa school. Jika tak mau bernasib seperti hyemi, jangan macam macam padaku” kata kyuhyun memperkenalkan dirinya dengan dingin. “Han Hyemi imnida…sekretaris osis. Jangan dengarkan kyu, dia sangat galak. Wajar tak ada yang menyukainya walau wajahnya lumayan” kata hyemi, membalas sindiran Kyu, anak anak hanya tertawa melihat tingkah mereka berdua “apa hyemi onnie dan kyu oppa berpacaran?” tanya salah satu siswi yang bernama Krystal “aniyo….amit amit pacaran dengan dia, neomjachingu-ku lebih baik daripadanya” bantah hyemi. Kyu hanya terdiam sambil memeriksa nametag siswa dikelas ini

**

Sebulan kemudian…

“kau tak bareng hyukkie?” kata sungmin oppa, ia menghampiriku yang sedang berdiri digerbang sekolah “hyukkie oppa sedang latihan dance untuk kejuaraan nanti. Aku disuruh menunggunya sampai ia selesei” kataku “tapi dia bisa berlatih sampai malam…kau mau kuantar saja?” kata sungmin oppa “tapi…bagaimana dengan hyemi? Ia pulang dengan siapa?” kataku “ia bisa dengan donghae, ataupun dengan wookie” kata sungmin oppa “yuk…kita pulang” kata sungmin oppa sambil tersenyum padaku. aku mengikutinya sampai ketempat dimana mobilnya diparkir.

“kegiatanku membuatmu jarang melihat dan bertemu denganku ya? kau tak apa apa?” kata sungmin oppa sambil menyetir “ne…gwenchanna oppa. Aku mengerti kok kegiatan anak kelas 3 itu super padat. Itulah yang dikatakan hyukkie oppa padaku” kataku “jika aku lulus nanti, bagaimana dengan kita?” kata sungmin oppa padaku. aku menghela nafas panjang, inilah obrolan yang paling kubenci, masa depan. Hubunganku dengan sungmin oppa setelah ia lulus. Entah mengapa aku sangat malas membahasnya “ikuti saja sesuai dengan berjalannya waktu” kataku datar, kusembunyikan ekspresi kesalku dihadapannya. “baiklah” katanya singkat. Obrolan yang tadi hangat tiba tiba langsung diam membisu sampai kami tiba dirumahku. “Jaga dirimu baik baik” kata sungmin oppa sebelum ia meninggalkanku. aku langsung masuk kerumah dan menghela nafas. Apa ia sudah bosan denganku? Apa ia menginginkan hal lain dariku? Ataukah ia ingin mengakhirinya?

**

“kau yakin ingin terus berhubungan dengan Jehwa?” kata hyukkie oppa, sepertinya ia mengobrol lewat telpon rumah dan sepertinya obrolannya cukup penting, kuangkat telpon yang ada dikamarku, sengaja menguping pembicaraan mereka “aku tak tega menolaknya waktu itu….” kata suara sungmin oppa “mengapa kau tak katakana sejujurnya? Jika jehwa tau kau mencintai gadis lain, ia akan sangat sakit hati. Lebih baik kau katakan yang sebenarnya sekarang sebelum kau terlambat” kata hyukkie oppa “aku tak tega…ia sangat baik padaku, aku tak ingin membuatnya sedih. Lagipula ia sangat dekat dengan adikku, jika aku memutuskannya aku takut persahabatan mereka menjadi renggang karenaku” kata sungmin oppa “ya!!! kau harus jujur, setidaknya cari alasan yang tepat agar ia bisa menerimanya” kata eunhyuk oppa “mengapa kau membantuku hyuk? Walau ini menyakiti perasaan adikmu sendiri” tanya sungmin oppa “aku hanya tak mau kau menyukai adikku dengan terpaksa, aku hanya ingin ada orang yang menyukainya dengan tulus” jawab hyukkie oppa “hahaha kau ini bisa saja. Ternyata kau oppa yang baik untuk Jehwa” kata sungmin oppa. Kututup telponnya, aku tak kuat lagi menguping pembicaraan antara sungmin dan eunhyuk oppa. Aku menangis dikamar. Apakah sungmin oppa hanya menerima ku menjadi neomjachingu-nya karena ia tak tega menolakku? Apakah aku salah hanya menyatakan perasaanku padanya waktu itu? aku tak bisa memendamnya…daripada aku gila sendiri mending aku mengungkapkannya langsung. Dan mengapa hyukkie oppa tak memberi tahukan ini semua padaku?

**

Dihari sabtu ini, aku ada rencana kencan dengan sungmin oppa. Aku mengenakan kaus panjang berwarna belang putih biru, dan juga rompi berwarna biru, kugunakan jeans berwarna biru dongker dan aku memakai sepatu tali. “oppa…aku pinjam mobil” kataku pada hyukkie oppa “ne…kuncinya dimeja belajarku. Ambil sendiri” kata hyukkie oppa yang matanya masih menatap layar tv. Pasti nnton yadong, kerjaan hyukkie oppa hanya itu diakhir pekan, jika ada paling juga kegiatan klub dance atau kerumah donghae, numpang main games dan tidur. “kau mau kencan dengan Minnie?” kata hyukkie oppa “ne…” kataku singkat “mengapa ia tak menjemputmu?” kata hyukkie oppa “aku yang minta agar ia tak menjemputku. entah mengapa aku sedang ingin membawa mobil saja” kataku “jangan lupa bensinnya diisiin, full ya” pinta hyukkie oppa “sip, aku berangkat ya oppa…” kataku seraya keluar dari rumah. Aku masuk kedalam mobil dan menyalakannya. Setelah itu aku mengemudi menuju sungai han, tempat yang sengaja kupilih untuk kencan ini.

Aku sampai disungai han, tampak disana sungmin oppa sudah menungguku. Ia mengenakan kemeja kotak kotak berwarna coklat dan memakai celana panjang coklat, ia menggunakan cardigan juga karna cuaca agak dingin hari ini “hey jehwa…bagaimana kabarmu?” sambut sungmin oppa seraya memelukku. Aku berusaha menghindar dari pelukannya namun tak berhasil. “oppa….ada yang perlu kukatakan” kataku dalam pelukannya “ehem? Katakan saja” kata sungmin oppa “oppa…aku mau mengakhiri hubungan ini” kataku sambil menahan sakit yang ada dihatiku. Sungmin oppa langsung melepaskan pelukannya dan menatapku tak percaya “jangan bercanda….kau sudah gila ya?” kata sungmin oppa kaget “tidak…aku serius” kataku mantap, mataku menatap tajam kearah matanya, berusaha meyakinkannya “kau menyukai gadis lain kan? Mengapa kau harus memaksakan jadian denganku? Kejarlah gadis itu…jangan sampai kehilangannya” kataku “apa hyukkie mengatakannya?” kata sungmin oppa “tidak…aku mengetahuinya sendiri” kataku sambil berusaha menahan air mataku yang hendak jatuh “mungkin ini adalah kencan terakhir kita…maaf bila selama ini aku terus memaksa oppa. Aku tak akan menjauh Hyemi. Aku kan sudah bersahabat dengannya dari lama. Jaga diri oppa baik baik” kataku, air mata yang sudah kutahan sekuat tenaga jatuh membasahi pipiku. Aku segera pergi, meninggalkan sungmin oppa yang tetap terdiam karena shock. Mungkin akulah yang harus mengakhirinya, karena jika aku tak melakukannya, maka sungmin oppa akan terjebak selamanya denganku. Karena kutau, sungmin oppa bukanlah tipe orang yang tega dan jujur pada perasaannya sendiri

**

Aku duduk dikelas, tanpa memikirkan apa apa. Aku yakin keputusanku tepat. Karena jika aku memaksannya, aku sama saja orang jahat yang membuat orang membohongi perasaannya sendiri. Walau aku yang sakit hati, namun aku ikhlas demi orang yang benar benar kusayangi.

“Jehwa-ah!!!!! APA BENAR KAU PUTUS DENGAN SUNGMIN OPPA?” teriak hyemi dipintu, kulihat ia baru datang, nafasnya tak teratur karna kuyakin ia berlari sepanjang koridor. Semua mata dikelas 2.1 langsung tertuju padaku. yuri yang sedang mengobrol dengan yoona langsung kaget dan menatapku, kyuhyun yang sedang membaca buku langsung menutup bukunya, dan memandangku, sedangkan Hyemi yang baru saja datang dan berteriak teriak gajelas langsung menghampiriku “EH!!!KAU BERCANDA KAN!!! Jehwa-ah…jangan bilang kau serius” kata hyemi “dasar babo…gara gara kau semua orang dikelas jadi tau kan” kataku, berusaha agar nada suaraku tetap santai “ya tapi aish….mengapa kau memutuskannya?” kata hyemi penasaran “tanyakan saja pada kakakmu sendiri” kataku sambil memasang earphone ku dan menyetelnya dalam volume maksimum agar aku tak mendengar semua ceramah atau ocehan dari Hyemi.

**

“sekarang ada rapat osis” kata kyu yang tanpa kusadari berada dihadapanku “mwo? Sekarang?” kataku, jam sekolah telah usai dan anak anak sudah akan pulang “ne…kau harus ikut” kata kyu, tumben sekali ia mewajibkanku ikut rapat, biasanya dia tak peduli anggota osis akan ikut atau tidak, bahkan terkadang ia sendiri yang mengerjakan tugas osis. “tapi….nanti aku pulang dengan siapa? Hyukkie oppa tak mungkin mau menunggu” kataku “kau pulang denganku saja. Aku bawa mobil kok” kata kyu “benar? Oh yasudah” kataku pasrah karena aku takut oleh tatapannya yang sangat tajam. Aku keruang rapat dengan kyu. Benar kataku…hanya beberapa anggota yang rajin saja yang hadir dalam rapat. Taemin, anak kelas 1 yang ikut menjadi anggota osis yang baru pun ikut juga “noona, aku tak pernah melihatmu semenjak orientasi dulu” kata taemin “ah kau ini, aku sibuk tau…memangnya aku perlu meluangkan waktuku untukmu?” tanyaku pada taemin “ah noona….eh aku mau melihat neomjachingu-mu noona…aku penasaran dengannya” kata taemin tiba tiba.aku shock dan kaget oleh perkataannya. Air mataku ingin jatuh karena ia menyinggung masalah ini lagi. “hey taemin..jangan berisik. Kau mau kukeluarkan dari osis?” kata kyu tiba tiba menegur taemin “mianhaeyo hyung….tak akan kuulangi lagi” kata taemin menyesal. Aneh…baru kali ini ia menegur orang jika berisik. Sebelumnya ia belum pernah menegurnya.

“Noona, apa noona jadian dengan kyuhyun hyung?” kata taemin seusai rapat “mwo????jadian? mimpi apa aku semalam?” kataku kaget “abisnya tadi noona dengan kyu hyung bareng sih keruang rapat. Aku kan cemburu” kata taemin “haha kau ini bisa saja. Bagaimana bisa kau cemburu? Memangnya kau suka denganku?” kataku sambil tertawa “ih noona, dibilangin ga percayaan banget sih. Aku pulang dulu ya noona, sopirku sudah menjeput. Sampai jumpa…” kata taemin. “kau sudah selesei dengan anak kecil itu?” kata kyu dari belakangku “ah ne…ayo pulang” kataku. kami berjalan menelusuri koridor dan keluar dari gedung sekolah “kau tunggu disini, aku ambil mobil dulu” kata kyu. Aku menunggu didepan gerbang sekolah menunggu kyu yang sedang keparkiran mengambil mobil

“kau masih disini?” tanya seseorang dari belakang. aku tau itu dia…tanpa menengok kebelakang pun aku mengetahui suaranya yang khas “ne…oppa juga?” kataku “begitulah, aku habis searching buku diperpus” kata sungmin oppa “kau tak bareng hyukkie? Tadi kulihat ia sudah pulang duluan” kata sungmin oppa “tidak. Aku tadi ada rapat” kataku datar. Aku tak berani menatap sungmin oppa semenjak kejadian kemarin “mau kuantar?” tanya sungmin oppa. Aku hanya terdiam. Biasanya jika aku tak bareng hyukkie oppa aku akan diantar oleh sungmin oppa. Namun sekarang ia sudah bukan siapa siapaku lagi. “aku yang akan mengantarnya hyung…” kata kyu yang tiba tiba muncul. “oh begitu, hati hati dijalan” kata sungmin oppa dengan nada lirih dan ia meninggalkan kami “ayo…kau mau pulang tidak?” kata kyu “ah iya…” kataku seraya mengikuti kyu dan masuk kedalam mobilnya.

**

Keesokan harinya…

Aku bersiap siap kesekolah. Aku keluar kamar dan melihat hyukkie oppa sedang menyiapkan sarapannya. Aku duduk dimeja makan, menunggu sarapan siap. “kau menguping ya?” tanya hyukkie oppa disela sela kegiatannya menyiapkan sarapan “menguping? Menguping apa?” tanyaku bingung “pembicaraanku dengan si Minnie ditelpon” kata hyukkie oppa “ne…memangnya salah apa jika aku tak mengetahuinya?” kataku datar “tidak…aku bangga saja padamu. Kau rela melepaskan dia padahal kau sangat menyayanginya” kata hyukkie oppa, sekarang ia meletakkan sarapan yang sudah jadi dihadapanku “aku tak mau orang berpacaran denganku dengan terpaksa” kataku “masih banyak orang yang menyayangimu, kenapa kau tak pacaran dengan Taemin saja? Dia sepertinya sangat menyukaimu” kata hyukkie oppa sambil memakan sarapannya “tidak…dia terlalu muda denganku” kataku “bagaimana dengan Kyu? Dia lumayan tampan dan dia sepertinya sangat peduli padamu” kata hyukkie oppa “mwo? Kyu? Oppa sedang bercanda apa? Sejak kapan ia peduli padaku?” kataku kaget “kemarin ia kan mengantarmu pulang, berarti ia peduli dong padamu” kata hyukkie oppa “hanya mengantar oppa… ia yang memaksaku ikut rapat. Ia juga yang harus bertanggung jawab agar aku bisa pulang” kataku

Ting tong…

“siapa sih yang bertamu pagi pagi seperti ini?” gerutu hyukkie oppa, ia beranjak dari duduknya dan segera membukakan pintu. Aku melanjutkan kegiatan memakan sarapanku dengan tenang tanpa gangguan dari hyukkie oppa. “Jehwa…ada kyuhyun tuh…” kata hyukkie oppa seraya berjalan menuju meja makan dan duduk melanjutkan sarapannya “mwo? Oppa serius?” kataku tak percaya “ne…dia menjemputmu tuh. Sudah sana kau berangkat…jangan biarkan dia menunggumu” kata hyukkie oppa “YA!!! oppa sedang mengerjaiku ya?” kataku masih tak percaya. “jika kau tak percaya lihat saja siapa yang menunggumu diteras” kata oppaku yang ngeselin ini. aku langsung mengecek dan kutemukan sosok Kyuhyun sedang menungguku diteras. “selamat pagi…” katanya sambil tersenyum malu malu. DEG!! Sejak kapan dia bisa tersenyum? Seumur umur aku baru melihatnya tersenyum seperti itu “YA~ kau mau apa kemari?” kataku “berangkat bareng denganmu” katanya santai. Tatapan dimatanya sangat ramah, tak seperti biasanya yang selalu menatapku dingin dan tajam “kau masih ngantuk atau apa? Atau kau kerasukan sesuatu?” kataku masih tak percaya kyuhyun bisa bersikap sehangat ini padaku “sudahlah…ambil tasmu. Kita berangkat bareng” kata kyuhyun. Aku pun menurut saja. Ia menuntunku keaudi hitamnya dan membukakan pintu mobil untukku. Aku pun menurut dan masuk kedalam mobilnya.

“tumben kau bisa tersenyum” kataku saat dijalan “kadang aku bosan menjadi sosok yang tertutup” kata kyuhyun “lalu…mengapa kau menjemputku pagi ini?” tanyaku penasaran “aku butuh teman agar aku tak kesepian” katanya “tetapi..mengapa harus aku? Mengapa tak yang lain saja?” kata ku “kau keberatan memangnya?” tanya kyu “ehm…tidak juga” kataku jujur “bagaimana mimpimu semalam?” kata kyu “seperti biasa, aku lupa tadi malam aku mimpi apa” kataku jujur “aku kadang bosan…mengapa banyak orang yang menghindariku. Apa karna image ku yang dingin ini? apa salah jika aku seperti ini?” tanya kyu tiba tiba. “ehm…jujur kyu aku dulu takut padamu. Kau seperti manusia yang tak punya perasaan saja. Itulah yang membuatku takut” kataku “apa orang lain mempunyai alasan yang sama denganmu?” kata kyu “entahlah…kurasa” kataku. kami sampai disekolah. Lagi lagi kyu membukakan pintu untukku. Aku keluar dari mobilnya. Lalu kami berjalan bersama menuju kelas. sepanjang koridor sekolah aku merasakan banyak orang yang mmeperhatikan kami “kyu…banyak yang memerhatikan kita” bisikku pada kyu “biarlah…mereka hanya iri kok” balas kyu sambil tersenyum. Kurasa mungkin ini pertama kalinya kyuhyun tersenyum disekolah, dan ini kedua kalinya aku melihat senyumannya.

**

“Noona….bisa bicara sebentar?” kata taemin saat istirahat. “baiklah…aku akan mendengarkan” kataku santai “aku mau kita bicara berdua saja” kata taemin memaksaku. Aku melihat kearah donghae, hyemi dan kyuhyun yang satu meja denganku. Donghae dan hyemi mengangguk saja, membiarkan aku berdua dengan Taemin. Sedangkan Kyuhyun hanya menatapku tajam, seperti biasa. Aku pun ikut dengan Taemin, ia mengajakku ke perpustakaan, perpustakaan tampak sepi saat istirahat. “noona…apakah kau benar benar tak jadian dengan kyuhyun hyung?” kata taemin “ne…aku dan dia hanya teman.memangnya kenapa?” tanyaku pada taemin “ah tidak, aku hanya ingin memastikannya saja” kata taemin “tadi pagi kulihat noona berangkat bareng dengannya”kata taemin “entahlah, ia menjemputku begitu saja” kata ku “noona….kau sudah putus ya dengan sungmin sunbae?” kata taemin “aish….kau tau darimana?” kataku “dari temanku, lagipula kabar itu sudah tersebar kok” kata taemin “noona….aku menyukaimu…maukah kau menjadi yeomjachingu-ku?” kata taemin. Aku terlonjak kaget mendengarnya “taemin…kau jangan bercanda” kataku “tidak noona….aku jujur kok” kata taemin “mau ya noona? Kau kan lagi single, aku juga. Sudah kita pacaran saja” paksa taemin “aku tidak bisa…..” jawabku “kenapa? Bukankah kau sudah putus dengan…..” “dia bersamaku sekarang” kata kyu memotong pembicaraan taemin “sebaiknya kau pergi…jangan ganggu jehwa lagi” ancam kyuhyun. Tanpa basa basi taemin langsung meninggalkan kami berdua “kyu....apa maksutmu?” tuntutku pada kyu “kau tak suka padanya kan? Daripada Ia mengejarmu” kata kyu sambil tersenyum “tapi nanti banyak orang menganggap kita berpacaran” kataku polos “biarkan saja seperti itu” kata kyu sambil tersenyum dan menggenggam tanganku “Kyu…apa yang kau lakukan…” kataku gugup. Jantungku berdetak lebih kencang sekarang karena kyu “jika orang orang mengaggap kita berpacaran, maka jadilah Yeomjachingu-ku…kau mau?” kata kyu. Jantungku berhenti berdetak saat ia mengatakannya “kyu…kau serius?”kataku “lebih serius dari si Taemin itu…Han Jehwa…aku mencintaimu..dari pertama kali aku melihatmu saat orientasi dulu…saat kau dikerjain oleh hyukkie hyung. Aku tak mau kehilanganmu lagi, seperti waktu itu kau dengan sungmin hyung…kau maukan menjadi yeomjachingu-ku?” kata kyu “kyu….”bisikku, air mataku entah mengapa bisa keluar begitu saja “saranghaeyo Jehwa…” kata kyu. Ia langsung memelukku “nado…nado saranghaeyo Kyuhyunnie..” kataku dalam pelukannya

“EHEM….” Kata seseorang dari belakang. aku langsung menengok siapa itu. kulihat hyukkie oppa dengan hyemi dan donghae mengintip dibelakang kami “simpan dulu mesra mesraannya, ini sekolah…jika ketauan guru kau bisa dihukum nanti” kata hyukkie oppa “ah hyung…aku tidak keberatan dihukum jika bersama Jehwa” kata kyuhyun. Kami semua pun tertawa mendengarnya

*THE END*

0

You, Necklace and Love

Sudah 2 tahun belakangan ini aku mengunjungi kedai eskrim ditaman kota, karena dikedai inilah aku mengukir kenangan indahku dengan Hankyung oppa. Sekarang ia sudah tak ada lagi. Ia tak lagi dikorea. Bahkan kabarnya saja aku tak tau. Yang kutau adalah ia keluar dari superjunior 2 tahun yang lalu dan menghilang begitu saja. Aku terlalu malas mencari kabarnya diinternet, karena netizen hanya bisa bergosip saja. Aku malas mendengar kabar yang tak benar

“Dongseok…ayo pulang. Kau kembalilah keapartemenmu” kata Donghae, kakakku “sebentar lagi oppa” kataku yang hanya menatap eskrimku dalam mangkuk yang sudah mulai mencair “percuma saja kau menunggunya. Ia bahkan tak mengabari kami lagi” kata donghae oppa yang juga member super junior. Perlahan aku meneteskan air mataku. Menangis dalam dekapan oppaku yang sangat pengertian ini “oppa….apa tak ada cara untuk menghubunginya?” kataku “sebulan yang lalu oppa sudah berusaha dengan eunhyuk kecina. Tapi yang kami dapat hanyalah rumahnya kosong, ia terlalu sibuk dengan jadwalnya dicina” kata donghae. Ia lalu menuntunku berjalan menuju mobil Porsche milik eunhyuk oppa, sahabat donghae oppa. Ia takkan mungkin membiarkan donghae menyetir karena ia tau oppaku sangat payah dalam urusan setir menyetir

“kau menangis lagi dongseok?” kata eunhyuk oppa saat aku masuk kemobil. Aku hanya mengangguk lemah. Lalu eunhyuk tak berkata apa apa lagi. Ia mengemudikan mobilnya menuju apartemenku. Aku hanya tinggal sendiri diapartemenku karena oppaku tinggal di dorm super junior, tak mungkin aku harus memaksanya untuk tinggal denganku, sebagai gantinya, kekasih donghae oppa yang masih berumuran sama denganku, Hyemi , selalu menginap disini. Hyemi dan donghae oppa sudah 2 tahun pacaran. Sekarang hyemi sudah kelas 3 SMA di Shinhwa High school, sama dengan sekolahku.

Aku sampai di apartemenku, donghae oppa dan eunhyuk oppa mampir dulu, seperti biasa mereka numpang atau lebih tepatnya mengungsi jika sedang kecapekan bekerja. Kulihat donghae oppa menuju dapur dan mengambil minuman untuk kami semua. “kau belum bisa melupakan hankyung hyung? Apa tak adakah lelaki lain yang bisa menggantikannya dihatimu?” tanya eunhyuk oppa saat ia duduk diruang tamu denganku. “entahlah….biarkan waktu saja yang memutuskan” kataku menerawang jauh “memangnya kenapa kau sangat menyukainya?” kata eunhyuk oppa “dia baik….sederhana, ramah dan suka tersenyum. Jika aku melihatnya semangatku bisa berlipat ganda. Mungkin karena itu” kataku sambil menatap eunhyuk oppa. Aku tersenyum, menyembunyikan pancaran ekspresi dimataku yang menahan air mata. “sudahlah…aku sudah menemanimu setidaknya belakangan ini” kata eunhyuk oppa sambil membalas senyumku. “jangan tahan air matamu, keluarkan saja…” kata eunhyuk oppa sambil mengusap kearah bawah mataku, mengusap air mata yang tegenang dibawah mataku.

“Hyukjae….jangan menggoda adikku. Kau milikku tau” kata donghae oppa yang tiba tiba datang. Eunhyuk oppa mendengus kesal. “huh, aku bilangin hyemi kau hae biar diputusin” kata eunhyuk seraya mengambil ponselnya dan berpura pura mencari kontak nomor Hyemi “YA!!! EUNHYUKKK~~~LEE HYUK JAE!!!” teriak donghae oppa, mereka memulai pertarungan gulatnya memperebutkan sebah ponsel yang dengan satu sentuhan (karna hp eunhyuk adalah iPhone) akan bisa menghubungi Hyemi. “YAAAA DONGHAE-AH!!!LIHAT KAN LAYAR….AAAH TOUC…TOUCHSCREENNYA KEBARET!!!!” kata eunhyuk oppa yang masih saja bergulat dengan donghae oppa. Aku beranjak dari tempat dudukku sambil menatap ngeri kearah mereka “selamat bersenang senang oppa….aku bertaruh donghae oppa yang akan menang.” Kataku seraya berjalan kearah kamarku

**

“tidur yang nyenyak ya Dongseok-ah. Mimpi indah” kata seseorang disampingku. Aku masih setengah tertidur. Aku tau dia bukan Donghae oppa, bukan Hankyung oppa yang selalu saja menyanyikan lagu nina boboku atau menyanyikan lagu lagu super junior untuk membuatku tidur, namun semenjak kepergian hankyung oppa, laki laki itu rajin mengucapkan selamat tidur padaku….laki laki yang sebenarnya telah mengisi hatiku. Namun entah mengapa aku terus memungkirinya. Aku terlalu mengharapkan Hankyung oppa dan karna aku gagal, jadilah aku terlalu down belakangan ini. namun orang itu selalu datang setiap malam. Bahkan mala mini ia memberikan sebuah kecupan dikeningku. Laki laki itu selalu datang tepat jam 9. Maka dari itu jam 8 aku sudah siap siap dikamarku, berpura pura tidur, menunggunya datang dan mengucapkan selamat tidur.entah apakah lelaki itu tau bahwa aku menyadarinya atau tidak namun aku selalu mengharapkan kehadirannya dan juga…….ia yang membuatku nyaman dan bermimpi indah, terlepas dari bayangan mimpi buruk.

**

“MYSTERY MYSTERY…Molla molla ajik naneun molla…Kibon kibon sarangkongsik… Saramdeurui ibyeolkongsik”

Kuangkat ponselku yang tergeletak dimeja samping kasurku “yoboseyo?” kataku dengan mata yang masih mengantuk “YA~~ dongseok kau belum bangun? Ini sudah jam 6 lewat kau bisa terlambat sekolah” kata donghae oppa dari seberang “jinjja? Oppa dimana?” kataku “haishhh kau ini aku ada diparkiran apartemenmu, cepatlah sedikit. Aku ada jadwal ini” kata donghae oppa “ne..ne bisa diatur, tunggu sebentar oppa” kataku, aku langsung menutup telpon dan melakukan ritual pagiku, mandi, sarapan dan membersihkan rumah. Sengaja aku tak membersihkan apartemen karena waktuku sudah telat. Aku langsung turun kebawah dan menuju parkiran, disana tampak mobil audi berwarna putih yang tak kukenal, namun donghae oppa menungguku diluar mobil itu. “mobil baru oppa?” tanyaku pada donghae oppa “haishhh, mobilku saja masih dibengkel karena menabrak tiang minggu lalu, ini mobil sungmin hyung tau” kata donghae oppa “mwo? Sungmin oppa? Tumben….mana eunhyuk oppa?” kataku “dia lagi latihan dance di SM untuk konser SMtown nanti” kata donghae. Aku pun tak banyak tanya lagi dan segera masuk kemobil itu. Tampak Sungmin oppa, yang tak lain adalah kakak Hyemi duduk dibangku pengemudi. Aku sih pernah melihatnya, itupun dari jauh ataupun dari tv saja. Namun aku tak menyangka bahwa ia seimut itu…haishhh tampangnya sangat baby face dan ingin kucubit pipinya itu. “kau lama sekali dongseok…” kata sungmin oppa padaku, sambil tersenyum. Omo~ senyumannya membuatku seakan disengat oleh listrik….manis sekali. Haishhh aku benar benar tak percaya ada lelaki seimut dia “mimpiku sedang bagus tadi” kataku membalas pertanyaan sungmin oppa. Ternyata gossip itu benar….sungmin oppa benar benar pecinta pink sejati. Semua aksesoris mobilnya serba pink. Aku heran mengapa donghae oppa bisa mau bareng ama sungmin oppa, kan donghae oppa sangat anti dengan warna pink, sama seperti hyemi. Sungmin oppa melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, aku sih biasa saja karena menurutku gaya menyetir sungmin oppa masih lebih baik daripada eunhyuk oppa, yang asal selap selip saja tanpa memperlihatkan keadaan sekitar. Aku sampai disekolahku tepat waktu “Oppa…gomawo telah mengantarku” kataku seraya keluar dari mobil dan berlari menuju kelasku

**

“YA~~~DONGSEOK BABO SEKALI KAU!!!” teriak hyemi saat mengetahui aku dipanggil oleh guru biologiku “mwo? Aku gasuka pelajaran biologi jadi bukan salahku jika aku membolos” kataku polos “ya tapi kan….aduh kau ini!!! lihat kau tak diperbolehkan pulang sebelum oppamu datang kesini. Kau ini….jika pers mengetahuinya bisa habis riwayat Donghae oppa” kata hyemi prihatin “haishhh kau ini…. kau lebih prihatin dengan donghae oppa daripada denganku, padahal kan kau ini temanku sendiri” kataku “lalu bagaimana? Kau sudah menghubungi donghae oppa? Dia akan kesini?” kata hyemi panik “belum….” Kataku dengan tampang innocent “babo kau!! Apa kau gila? Kau mau nginep disekolah?!?!” kata hyemi “aniyo….aku menelpon eunhyuk oppa saja. Toh dia sama sama oppaku kan?” kataku santai “tak resmi….dia hanya teman baik oppamu saja. Jika guru mengetahui gima….” Kata kata hyemi terputus saat ia melihat kedatangan Eunhyuk oppa, aduuuuh mana dia membawa oppaku yang sangat cerewet itu lagi. Bisa bisa telingaku hari ini akan bekerja lembur, mendengar semua nasihatnya “YA!!! DONGSEOK KAU BABO” kata donghae oppa dan langsung menjitak kepalaku “oppa….sakit!” kataku mengaduh karena jitakannya kelewat sakit “mana yang sakit? Ah dasar hae…kupecat kau jadi coupleku” kata eunhyuk oppa sambil mengancam donghae oppa “yasudah, ayo hyemi kita berduaan saja” kata donghae oppa sambil menarik tangan hyemi dan meninggalkan kami didepan ruang guru “oppa…tolong aku…” pintaku pada eunhyuk oppa. Ia hanya tersenyum dan membuka pintu ruang guru. Tampang disana Mr. Kim, guru biologiku menatap garang kearahku “mianhae atas perlakuan adikku ini” kata eunhyuk oppa sambil membungkuk “apa adikmu itu akan menyesalinya? Sudah 5x ia membolos dipelajaran saya” kata Mr kim “anda tau kan ujian Negara tinggal 3 bulan lagi. Apa dia akan sesantai itu? Pihak sekolah akan malu besar jika sekolah ini ada yang tak lulus, karena sekolah ini sudah terkenal mutu dan kualitasnya diluar sana. Mau ditaruh dimana nama sekolah jika ada seorang muridnya tak lulus?” tambah Mr.Kim “ah maaf pak, dia sangat rajin belajar hingga malam sampai ia tidur ditengah malam, kurasa ia serius belajar. Mungkin Dongseok tak mau anda kecewa karena seringkali ia menahan ngantuk disekolah, jadi ia pergi keruang UKS untuk beristirahat dan tidak megganggu pelajaran bapak” jelas Eunhyuk oppa berlebihan, siapa sih orang bodoh yang mau melakukan apa yng dikatakan eunhyuk oppa? Aku pun tak mau melakukannya. Aku hanya mengangguk demi bisa keluar dari neraka ini “jinjja? Benarkah itu, dongseok?” kata Mr Kim “ne…seperti yang dikatakan Eunhyuk oppa” kataku. Mr Kim menghela nafas panjang “baiklah, kau boleh pulang…tapi jangan ulangi kesalahanmu lagi. Ingat itu….” Kata Mr Kim padaku. lalu kami berpamitan dan segera keluar dari neraka terkutuk dan iblis yang ada didalamnya.

**

“apa-apaan si donghae? Berani betul dia membawa mobilku!!!” kata eunhyuk oppa yang tak menemukan mobilnya diparkiran sekolah “kita naik bus saja oppa…” kataku “kau gila….tanganku bisa keriting jika ada fans dibus dan meminta tanda tanganku” kata eunhyuk oppa “baiklah, kita kedorm dulu saja, sambil menunggu oppamu yang ngeselin itu” kata eunhyuk oppa. Dorm super junior memang tak jauh dari sekolahku “ah tapi taka pa, oppa?” kataku “ya tak apa apa” kata eunhyuk oppa. Aku pun berjalan mengikuti eunhyuk oppa. Dengan irama jantungku yang dagdigdug karena terlalu gugup. Kami tiba didorm dan masuk kedorm super junior itu. Jujur, aku tak pernah kedorm. Pernah sih tapi gapernah masuk kedalamnya. Waktu itu aku hanya menemui Donghae oppa, meminta uang dan minta dibelikan ponsel karena tasku ada yang menyopetnya.

“wookie-ah?” kata eunhyuk yang mendengar suara berisik dari arah dapur, seperti orang sedang masak “wookie, ambilkan 2teh hangat, ada dongseok disini. Cepat!!!aku haus” teriak eunhyuk yang menemaniku diruang tv “wookie…kau sedang sakit tenggorokan? Tumben suara mu tak terdengar. Biasanya kau yang selalu menyambut kedatangan tamu didorm ini” kata eunhyuk oppa, matanya menatapku tajam. “Hyung…hyung ngomong sama siapa?” kata wookie yang baru saja keluar dari kamarnya. “MWO? KAU DIKAMAR? SIAPA DONG YANG DIDAPUR?” kata eunhyuk kaget, “haha lihat saja sendiri hyung” kata wookie. Eunhyuk langsung beranjak dan berlari kedapur “HYUNG!!!! AKU SANGAT MERINDUKANMU…..BAGAIMANA KABARMU?” teriak Eunhyuk oppa dari arah dapur. Aku tak mendengar seseorang membalas perkataan eunhyuk oppa. Karena penasaran aku pun menuju kedapur, melihat siapakah tamu itu.langkahku terhenti siapa sosok itu, dia…masih sama seperti dulu. Tak ada yang berubah sama sekali. Dia…..HANKYUNG OPPA!!!

“dongsoek? Sudah lama sekali bukan?” kata hankyung oppa menyapaku. Aku hanya mengangguk membalas pertanyaannya “oppa….kau kembali kesuper junior lagi?” kataku pada hankyung oppa “tidak…aku kesini untukmu” kata hankyung oppa “mwo?” kataku tak percaya “eh maaf, maksutmu aku kesini karena diundang oleh donghae untuk merayakan ulang tahunmu besok” kata hankyung oppa “hyung!!!kau nyaris membuatku jantungan” kata eunhyuk oppa ada hankyung oppa “tentu aku tak akan mengambilnya Hyukkie…”kata hankyung oppa sambil tersenyum. Aku tak percaya bisa melihatnya lagi…melihat orang yang dulu sangat kuimpikan. Dan sekarang orang itu ada dihadapanku. “aku buat nasi goreng Beijing, ada yang mau?” tawr hankyung oppa “tentu hyung…aku lapar” kata donghae oppa yang baru saja masuk kedalam dorm. “YA!!!KAU SEENAKNYA SAJA BAWA MOBILKU. KALAU ADA YANG LECET GIMANA?” kata eunhyuk oppa langsung mengintrogasi Donghae oppa “calm down hyukkie….mobilmu sudah aman” kata donghae oppa “kau sudah lebih mahir menyetir donghae?” kata hankyung oppa “hyung!!!aku kangen padamu…kau jahat!! Tak memberi kabar pada kami semua” kata donghae oppa seraya memeluk hankyung oppa “mobilku…kau parkir dimana?” kata eunhyuk oppa mengambil kunci mobil yang diletakkan donghae oppa diatas meja “ada dibengkel…tennag saja aku yang bayar biaya perbaikannya” kata donghae oppa tanpa dosa “DONGHAE!!!!AKU KESUKIRA NAIK APA????” kata eunhyuk sambil berteriak. “kau kuantar saja hyuk…jangan kuatir” kata hankyung oppa “oh…ne. kamsahamnida hyung” kata eunhyuk oppa sambil senyum senyum sendiri.

**

Rabu, 26 Mei 2010 pukul 07 malam

Aku memakai dress abu abu selututku dipadu dengan stocking berwarna hitam. Tak lupa memakai aku memakai sweater pemberian dar sungmin oppa tadi pagi, ia ingin aku memakainya saat ulang tahunku nanti. Ulang tahunku akan dirayakan di restaurant prancis dipusat kota. “Dongseok…kau sudah siap?” kata donghae oppa memanggilku dari luar kamarku “ne oppa…tunggu sebentar” kataku. aku mengecek pakaianku lagi, aku bergegas keluar sambil mengambil tas dompet kecilku yang berwarna hitam, kumasukkan ponsel dan dompetku serta tak lupa bedak dan parfum untuk jaga jaga. Donghae oppa sudah menungguku diluar pintu apartemen ternyata. Dan kali ini….kami pergi dengan sungmin oppa lagi, dan juga dengan Hyemi yang bareng dengan sungmin oppa. “Saengil chukkaehamnida Dongseok-ah” kata hyemi saat aku masuk kemobil “gomawo chingu…” kataku sambil memeluk hyemi “kau suka sweater yang kuberikan padamu?” tanya sungmin oppa “ne oppa…bagus kok” kata ku “YA oppa!!! Kan aku yang memilihkannya untuk dongseok!!!” protes hyemi “tapi kan aku yang membayar dan yang menyerahkannya pada dongseok, babo” ejek sungmin oppa pada hyemi “hyung!!! Hyemi tidak babo tau” bela donghae oppa “ya!! oppa sudahlah jangan bercanda oppa lagi menyetir” kata hyemi pada sungmin oppa. Selebihnya keadaan dalam mobil hening…

**

“Saengil Chukkaehamnida…saengil chukkaehamnida…saengil chukka Dongseok…saengil chukkaehamnida” semua yang hadir direst yang sengaja dipesan anak anak super junior menyanyikan lagu itu padaku. aku berdiam terdiam saking syok dan senangnya. Aku menatap semua yang hadir disana, leeteuk oppa, heechul oppa, hankyung oppa, yesung oppa, sungmin oppa, shindong oppa, donghae oppa, siwon oppa, wookie oppa, kibum oppa, kyuhyun oppa, zhoumi oppa, henry oppa, hyemi, jehwa, amber onnie, Victoria onnie , krystal onnie, sulli onnie, yoona onnie, yuri onnie, sooyoung onnie, sunny onnie, taeyeon onnie, minho oppa, taemin oppa, onew oppa, jonghyun oppa, minhyuk oppa, yonghwa oppa, jungshin oppa, dan juga seorang wanita yang tak kukenal. Sepertinya ada yang kurang…entah itu apa. Satu persatu mereka memberikan kado padaku dan ucapan selamat padaku juga. Kusadari eunhyuk oppa tak datang…kenapa harus dia yang harus tak datang? Kutahan air mataku yang sudah membanjiri mataku. Babo!!! Dongseok!!! Kau babo sekali…kenapa kau menangis hanya karna Eunhyuk oppa tak datang? Bukankah yang kusukai itu Hankyung oppa? Kenapa aku malah sedih saat eunhyuk oppa tak datang disalah satu momen terpenting dalam hidupku?

“Dongseok-ah…saengil chukkaehamnida” kata hankyung oppa sambil memelukku, memberikan semangat untuk ulang tahunku ini “oiya…..mumpung aku ada dikorea aku mau memperkenalkan tunanganku, dia orang korea juga. Dongseok…ini Lee Jera, tunanganku” kata hankyung oppa sambil menunjuk gadis yang tidak kukenal itu. Gadis itu tersenyum padaku dan menjabat tanganku “Lee Jera imnida” katanya sambil tersenyum “ah…senang berkenalan denganmu Jera-ssi” kataku “jangan memanggilku seformal itu, panggil saja aku jera” kata jera “ne..” kataku mengangguk mengerti.

**

Semua orang yang datang membuatku terkejut, Kyuhyun oppa, wookie oppa dan Yesung oppa menyanyikan lagu coagulation, lalu ada penampilan solo yesung oppa dengan It Has To be Younya dan penampilan solo Kyuhyun oppa dengan lagu Listen To you. Juga ada kalaborasi antara donghae oppa, sungmin oppa, kyuhyun oppa, yesung oppa dan juga wookie oppa yang menyanyikan lagi In My Dream. Ada juga penampilan dari jonghyun oppa, yonghwa oppa, minhyuk oppa, dan juga jungshin oppa yang menyanyikan lagu The Way dan Love. Dan juga yoona onnie, sooyoung onnie, yuri onnie menampilkan dance mereka dan taeyeon onnie beserta anggota f(x) lainnya menyanyikanku lagu chu dan juga nu abo. Sampai acara berakhir orang yang kutunggu kedatangannya tak kunjung muncul.

“inilah persembahan terakhir untuk Dongseok yang sedang berulang tahun hari ini….sekali lagi, selamat ulang tahun dongseok….wish you all the best and we hope your dream will be come true. Selamat menikmati penampilan terakhir kita….first love yang dipopulerkan oleh nikka costa. Kita sambut….sang dance machine…” kata leeteuk oppa yang menjadi mc diacara ultahku. Tampak Eunhyuk oppa, yang daritadi kunantikan naik kepanggung. Dia mengerlingkan matanya padaku sebelum bernyanyi

“Everyone can see…There's a change in me…They all say I'm not the same…Kid I use to be..Don't go out and play…I just dream all day…They don't know what's wrong with me…And I'm too shy to say”

Eunhyuk oppa segera turun kepanggung dan menghampiriku

“It's my first love…What I'm dreaming on…When I go to bed…When I lay my head upon my pillow…Don't know what to do..My first love…she thinks that I'm too young…she doesn't even know…. Wish that I could tell her what I'm feeling…'cause I'm feeling my first love”

Sekarang eunhyuk oppa menggenggam tanganku. Tak terasa air mataku jatuh dihadapannya. Ia menyeka air mataku dengan tangannya yang lembut. “jangan menangis…aku tak ingin kau cengeng sepertiku” kata eunhyuk oppa “saranghaeyo…Dongseok…” kata eunhyuk oppa sambil berlutut dihadapanku. Ia mempersembahkan sebuah kalung yang ditempatkan dikotak. Terlihat kalung itu bergambar kupu kupu yang cantik…terbuat dari emas putih. Ia tersenyum sambil menunggu jawabanku. Aku terdiam untuk sesaat. “nado….nado saranghae oppa” kataku mengulurkan tanganku padanya. Lalu seketika orang orang direstaurant langsung bertepuk tangan dengan ricuh “PJ PJ PJ PJ PJ” tuntut mereka. Aku hanya tersenyum menahan malu. Pasti sekarang mukaku sudah semerah buah tomat. Eunhyuk oppa meraih tanganku, lalu ia mengambil kalung itu dari tempatnya dan memasangkannya di leherku. Eunhyuk oppa memelukku. Aku hanya terdiam, karena terlalu gugup olehnya. Ia melepaskan pelukannya. “kau resmi kupecat jadi Couple-ku, Donghae” kata eunhyuk oppa tanpa melepas pandangan matanya dariku. Semua orang tertawa mendengarnya, begitu juga denganku

*THE END*

0

Pics Of No Other(y)

No Other Pics :

Leeteuk
Heechul
Yesung
Sungmin
Shindong
Eunhyuk
Donghae
Siwon
Ryeowook
Kyuhyun
Special Pics :











0

All My Heart (part2)

Aku melangkah masuk kekelas, lagi lagi Yonghwa sedang bermain gitar sambil bernyanyi.

“I'm lucky I'm in love with my best friend ..Lucky to have been where I have been …Lucky to be coming home again”

Seketika ia berhenti bernyanyi saat aku masuk kekelas. Bodoh!! Kau bodoh Jehwa!!! Seharusnya kau mendengar dari luar kelas saja….supaya ia tak menghentikan nyanyiannya. “kau…aiishhh kau senang sekali mendengarku menyanyi, my number one fans” kata yonghwa meledekku. Aku hanya tersenyum “habis suara mu bagus, kenapa kau tak jadi penyanyi saja?” kataku menyarankan “kyuhyun lebih bagus, kau saja yang tak pernah mendengarnya bernyanyi” kata yonghwa. Aishhh!!! Kenapa harus kyuhyun? Memangnya suara dia semerdu yonghwa kah? Aku meragukannya walaupun belum pernah mendengarnya bernyanyi, bahkan untuk mengeluarkan suara untuk ngobrol saja ia pelit sekali. “kau tak pernah mendengarnya bernyanyi diklub vokal sih, dia andalan grup vokal sekolah kita tau” kata yonghwa “ah, aku meragukannya” kataku seenaknya saja “haiiish dibilangin ga percaya, yasudah” kata yonghwa. Apa aku harus mengatakannya sekarang? bahwa aku mencintainya? Ya, kurasa aku tak bisa memendam perasaanku lagi, namun perasaanku dengan orang pengirim surat itu kini sama kuatnya dengan perasaanku pada yonghwa. Bahkan mungkin lebih, entah mengapa aku menyukai orang pengirim surat itu, kata katanya telah membuatku menjadi lebih baik dan memotivasiku untuk berjuang. Walau aku tau itu sia sia saja. Ia terlalu jauh untukku, ia memiliki kehidupan lebih baik daripadaku

“Jehwa-ah?” panggil yonghwa “ne? ada apa?” kataku “mengapa kau sangat bersemangat mendapatkan beasiswa?” kata yonghwa “aku ingin bersekolah tanpa membebankan orang tuaku” jawabku sambil membaca buku “tapi kau kan termasuk orang golongan atas” kata yonghwa “tapi aku tak ingin merepotkan oranag tuaku, aku ingin mandiri” kataku “oh begitu” kata yonghwa “memangnya kenapa kau bertanya seperti ini?” kataku menyelidik “aku hanya ingin tau motivasimu dibalik kerajinanmu ini” kata yonghwa “inilah gadis yang kucari” bisik yonghwa pada dirinya sendiri “apa kau bilang?” kataku pura pura tak mendengar, padahal aku mendengarnya “tidak…” katanya berlalu menuju tempat duduknya, ia mengambil gitar yang ia bawa dan kembali duduk disampingku, ia mulai memainkan gitarnya dan menyanyikan lagu yang sudah taka sing olehku

“I’m so glad to be yours…You’re a class of your own and…Ooh little cutie, when you talk to me

I swear the whole world stops…You’re my sweetheart and…I’m so glad that you’re mine”

Bagian bait dari lagu ‘with you’ dari Chris Brown bersenandung lembut dari mulutnya. Aku menghentikan kegiatan membaca bukuku dan menatapnya bernyanyi disebelahku.

“You are one of a kind, and…You mean to me what I mean to you…And together baby there is nothing we won’t do”

Ia melanjutkan nyanyiannya sambil menatap tajam kedalam mataku. Aku hanya terpaku melihatnya lalu………

“Cause if I got you…I don’t need money…I don’t need cars…Girl you’re my all…And oh, I’m into you and Girl no one else would do…”

“EHEM” kata sebuah suara diluar pintu. Aku dan yonghwa tersentak kaget dan melihat kearah pintu, kulihat Kyuhyun berdiri sambil menatap tajam kearah kami. “pagi pagi jangan bikin ulah” ledeknya sambil berjalan masuk kekelas dan menaruh tas nya dimejanya. “kyuhyun!!! Kau mengganggu saja” kata yonghwa. Kyuhyun hanya mengangkat bahunya dan memasang tampang tak berdosa. Aku yang merasa malu dan kuyakin wajahku merah semerah tomat sekarang langsung membaca bukuku kembali, menghindar dari ledekan kyuhyun

**

“ Untukmu…gadis yang membuat hidupku lebih bersemangat dan membuatku merasakan indahnya masa masa remaja….kau membuatku menjadi lebih berpacu dalam belajar walau aku hanya bisa memberikan Nasihatku yang mungkin menurutmu tak penting, namun aku tak tega melihatmu berusaha terlalu keras dalam meraih impianmu, kau seperti tersiksa dalam kehidupan, kau bisa menebakku bukan?jangan bilang kau tak tau bahwa selama ini aku yg memberikan surat ini padamu…karena ada petunjuk dari surat pertama sampai surat ini tentangku,jangan sia siakan masa indahmu, aku akan siap menemanimu…karna aku mencintaimu….saranghaeyo Jehwa-ah…walau aku tau kau tak menyukaiku namun aku hanya ingin menyampaikan perasaanku padamu.”

Aku tercengang membaca surat dari kertas berwarna biru muda tersebut. Apa benar ia mencintaiku? Apakah hatiku harus memilihnya? Bahkan ia tak pernah berbicara padaku, ‘jarang’ lebih tepatnya. Ia selalu memberikanku nasihat berupa surat yang sebenarnya merupakan teka teki. Mungkin ia kira aku tak bisa memecahkan teka teki nya namun ia salah, aku berhasil memecahkannya. Aku memasukkan kertas biru muda itu lalu aku membereskan barang barangku, bersiap akan pulang karna hari ini guru mengadakan rapat jadi sekolah dipulangkan lebih awal

**

Kubuka kotak, kukeluarkan semua kertas biru pemberian pengirim surat itu. Kubaca surat itu lagi sambil menghayati, jika aku memang benar memecahkannya, berarti sudah jelas siapa nama pengirim itu

‘jangan anggap buku sebagai sebuah ilmu yang harus dihafal. anggaplah buku sebagai temanmu yang selalu menemanimu…jangan anggap buku sebagai barang bacaan yang wajib dibaca, anggaplah buku sebagai dongeng yang harus kau tau Ceritanya.’

Hanya diri kita yang mampu memikirkan bagaimana cara yang terbaik…jangan paksakan dirimu untuk hal yang tak kau bisa….karena itu akan menyiksamu’

‘carilah Objeck lain untuk membuktikan apakah semua teori pada ilmu pengetahuan itu benar… jangan terlalu bergantung pada teori karna terkadang teori bisa menjebak kita’

‘jangan terlalu serius dengan nilai karna nilai belum tentu mengukur Kemampuanmu’

Yang bisa kita ambil dari hikmah adalah pengalaman pahit yang kita miliki’

Untuk mencapai apa yang kita inginkan, diperlukan usaha dan semangat yang besar….tidak hanya modal dengan otak yang cerdas namun keberanian pun harus digunakan’

‘jangan mudah mempercayai orang lain karna Hanya dirimulah yang bisa mengerti apa maksud dan tekad dari orang yang berada didekatmu’

‘jangan paksakan kehendakmu karna itu akan membuat dirimu tersiksa….jalankan saja dengan cara Yang membuatmu merasa nyaman dan menyenangkan’

Untukmu…gadis yang membuat hidupku lebih bersemangat dan membuatku merasakan indahnya masa masa remaja….kau membuatku menjadi lebih berpacu dalam belajar walau aku hanya bisa memberikan Nasihatku yang mungkin menurutmu tak penting, namun aku tak tega melihatmu berusaha terlalu keras dalam meraih impianmu, kau seperti tersiksa dalam kehidupan, kau bisa menebakku bukan?jangan bilang kau tak tau bahwa selama ini aku yg memberikan surat ini padamu…karena ada petunjuk dari surat pertama sampai surat ini tentangku,jangan sia siakan masa indahmu, aku akan siap menemanimu…karna aku mencintaimu….saranghaeyo Jehwa-ah…walau aku tau kau tak menyukaiku namun aku hanya ingin menyampaikan perasaanku padamu.”

Sudah jelas semuanya...awalnya aku juga curiga dengan huruf capital ditengah kata. Namun aku juga bingung saat ada diawal kata. Dan setelah kuselidiki ia menyisipkan teka teki disetiap suratnya, C-H-O-K-Y-U-H-Y-U-N. itulah pengirimnya. Ternyata aku salah besar, kyuhyun jauh lebih pintar daripadaku. Walau aku berhasil memecahkan misterinya. Ia mencintaiku walau ia tau selama ini aku selalu membencinya karna ia mencuri peringkatku. Aku semakin bingung…siapa yang harus kuberi hatiku? Kyuhyun? Atau Yonghwa?

**

Aku masuk kedalam kelas, langkahku tertahan aku mempertajam indra pendengaranku “jadi…kau menyukai Jehwa?” kata sebuah suara familier, Kyuhyun “kau juga kan?” kata yonghwa, suara nya sangat kukenal “apa salahnya? Toh dia belum menjadi milikmu” kata kyuhyun “tapi akan” ralat yonghwa “tidak akan kubiarkan” kata kyuhyun “ohya? Bagaimana kau tau? Kau yang selalu membuatnya lebih tersiksa…karna kau mencuri peringkatnya” kata yonghwa “aku begini agar ia mau menerimaku, aku tak mau terlihat bodoh saat menjadi Neomjachingu-nya” kata kyuhyun “kau selalu menyiksa dirimu sendiri, tak tidur semalaman hanya demi belajar. Ahra noona sering mengeluhkanmu padaku” kata yonghwa. Tunggu…..mengapa ia mengenal kyuhyun? Sepertinya yonghwa sangat mengenal kyuhyun “aku hanya berusaha menyamainya” kata kyuhyun dingin “umma mu akan mengirimkanmu ke Amerika jika kau tetap ranking 3 besar. Kau mau kehilangan Jehwa? Apa kau mau Jehwa kuambil?” kata yonghwa, nadanya dingin “aku akan keamerika dengan Jehwa” kata kyuhyun “cih, pede sekali kau akan kuliah bareng dengan Jehwa” kata yonghwa “jujur saja, aku lelah bersaing denganmu yonghwa, sejak kecil kita tak pernah akur. aku ingin sekali kali tak bersaing denganmu, aku ingin akur denganmu, hanya kau sepupu yang sering kujumpai dan kita selalu akrab waktu kecil. Mengapa kau selalu merebut apa yang kumau?” kata Kyuhyun “merebut katamu? Aku menyukai Jehwa sejak aku dan dia sekelas” kata yonghwa “apa yang kau sebut merebut? Bukannya kau yang selalu merebut apa yang kumau? Kau juga yang membuat umma ku meninggal bukan? kau yang memaksa umma ku datang kerumahmu hingga ia mengalami kecelakaan!!!” tambah yonghwa, nadanya dingin namun terselip nada murka dikata katanya “jangan kaitkan masalah ini dengan……..” kata-kata kyuhyun terpotong saat melihatku diambang pintu kelas. ia kaget melihatku “Jehwa….kau mendengarnya?” kata kyu panik “apa?” kataku menyembunyikan nada bicara ku yang masih syok karna pembicaraan mereka berdua, tak kusangka mereka adalah Sepupu “kau…” kata kyu menatapku, lalu ia berpindah menatap yonghwa “aku baru datang, aku hanya heran saja mengapa kalian sangat akrab pagi ini” kataku sambil tersenyum, kuharap senyumku terlihat tulus supaya mereka tak curiga bahwa aku mendengar semuanya.

**

Bagaimana ini….aku harus memilih siapa? Walaupun keduanya belum secara langsung menyatakan perasaannya namun aku sudah kebingungan saja. Walau aku membenci Kyuhyun namun dengan perlahan aku mulai menyukainya. Lewat nasihat yang selalu ia berikan lewat pesan misterius itu…namun aku juga menyukai Yonghwa…apalagi saat ia menyanyikan sebuah lagu padaku. entah sudah berapa lama aku duduk ditaman belakang sekolah dari jam istirahat. Sekarang langit sudah menjelang sore, masa bodolah….aku telah menjadi anak bandel hari ini karena membolos pelajaran dari jam istirahat. Coba saja Hyemi sudah sembuh, pasti aku akan meminta saran padanya.

“Jehwa…” panggil sebuah suara. Kulihat Donghae berdiri dihadapanku “tumben kau tak ikut pelajaran hari ini” kata donghae sambil tersenyum. Ia lalu duduk disebelahku “aku masih pusing” kataku “wueyo? Kau sakit?” tanya donghae “aniyo…aku pusing karna mereka” kata ku “mereka? Maksutmu siapa?” tanya donghae tak mengerti. Aku menghela nafas panjang “aniyo…sudahlah lupakan saja…tak penting” kataku. kami terdiam untuk beberapa saat. Yang kubutuhkan saat ini adalah hyemi, hanya dia yang bisa mengerti perasaanku sebagai sesame cewek, ia selalu memberi saran disaat aku membutuhkannya. Namun ia sedang terbaring lemah dirumahnya. Magh, asma, anemia, radang tenggorokan, demam telah menyiksa hyemi selama 4 hari belakangan ini.

“jadi…karna mereka kah?” kata donghae tiba tiba. Aku tersentak kaget “nugu?” kataku “yonghwa dan kyuhyun, iya?” kata donghae. Aku hanya mengangguk “mereka sama sama mencintaimu” kata donghae “maka itu aku bingung” kataku “jangan bingung…ikutilah kata hatimu” kata donghae “itulah masalahnya, aku bingung, aku menyukai keduanya” kataku “itu terserah kau, sudahlah kau pulang dulu. Sudah mau malam, sekolah juga akan dikunci” kata donghae sambil beranjak berdiri dan meninggalkanku. aku terdiam sesaat ditaman, sunyi….tentram… dan damai…..lalu aku berdiri dan beranjak menuju kekelas untuk mengambil tasku yang berada dikelas. Langkahku kembali terhenti

“Sarangi ireohge ggeutmeoril boyeodo ibyeoli eoneusae naege dagawa annyeong insal geonnedo…Ajik naegen neol naeryeonohneun ge eoryeoungeol jogeumman siganeul jwo..I can't live without you, My all is in you”

Siapa itu yang bernyanyi dalam kelas? suaranya…..sangat lembut….sangat merdu….sangat indah untuk didengar

“hoksi naega neonjeo ibyeoleul malhaejugil meonjeo neol nohajugil gidarineun geonji….yejeongwa dalrajin neoui nunbiteun ije deo isang sarangi eobseodo naneun gwaenchana..”

Aku mengintip dicelak pintu, kulihat Kyuhyun duduk dimejaku, memegang tasku. Ia seperti menungguku

“jeomjeom siganeun gago ibeun mareugo neoreul bogo itneun naui nuneun bulanhae… anjalbujalmothago na seoseongijana geudaega ibyeoleul malhaelggabwa”

Ia terus melanjutkan nyanyiannya, ia menatap kearah papan tulis, tatapannya hampa. Kosong… aku dengan perlahan melangkah masuk kedalam ruang kelas. kyuhyun langsung menyadari kehadiranku tanpa melihat kearahku “Jehwa-ah?” kata kyuhyun “n…nn….ne?” jawabku gugup. DEG! Jantungku berdetak 2 kali lebih cepat. “kau kemana saja?” tanya kyu “a..aa..aku…di ruang kesehatan, tidak enak badan” kataku bohong “aniyo….kau bohong. Aku sudah mencarimu dimana mana, termasuk diruang kesehatan” kata kyuhyun “kata donghae kau ditaman belakang sekolah, benar begitu? Kau mengapa membolos?” tambah kyuhyun, matanya kini menatapku tajam, menuntut jawabanku “aku…bosan belajar” jawabku asal “kau…..pengirimnya” kataku sambil menunjuknya. Ia segera beranjak berdiri dan menatapku dengan tajam hingga kedalam mataku “kau menebaknya” kata kyuhyun “petunjuknya sangat jelas, mana mungkin aku melewatkannya” kataku “terlalu mudah bukan?” kata kyuhyun dingin “sebenarnya aku sedikit kebingungan dengan awalnya” jawabku “suaramu…..merdu sekali. Aku suka sekali dengan suaramu” tambah ku “kau fans keduaku, setelah Yonghwa” sahut kyuhyun dingin, ekspresinya sedikit tak bersahabat “aku menunggu jawabanmu….sejak kemarin…” kata kyuhyun “mwo? Jawaban apa?” kataku bingung “surat itu…” kata kyuhyun sambil mengangkat alisnya “oh….” Kataku “jadi apa?” tuntut kyuhyun “aku belum bisa memutuskannya” kataku “apa gara gara Yonghwa….” Kata kyuhyun dengan nada geram yang dipendamnya namun ketara sekali “bukan…ini gara gara kau juga. Aku bingung” kataku jujur. Kami terdiam untuk sekian lama. Hening…..tanpa pembicaraan. Aku masih berpikir diotakku. Aku mengambil keputusan. Mudah mudahan ini keputusan yang terbaik untukku. Aku menghela nafas panjang

“Ne….nado” kataku singkat. Mukaku menunduk. Kuyakin wajahku sudah merah seperti udang, ataupun kepiting yang direbus “jinjja? Serius?” kata kyuhyun “ne….nado saranghaeyo Kyuhyun-ah” kataku, mulai saat ini, kututup hatiku untuk Yonghwa. Seketika kyuhyun langsung memelukku. “saranghae….saranghae Han Jehwa….” Kata kyuhyun. Aku menangis dipelukan kyuhyun, mianhae Yonghwa….jeongmal mianhae…mungkin ini yang terbaik

**

Aku melangkah keluar sekolah dengan kyuhyun, tangan kyuhyun menggenggamku dengan erat. Ia tak henti hentinya tersenyum menatapku. Aku membalas senyumnya. “biar kuambil mobilku dulu, jagiya. Kau tunggu sini ya…jangan kabur” kata kyuhyun. Aku hanya mengangguk sambil tersenyum. Ia lalu mencubit pipiku, gemas lalu mencium keningku “aku akan segera kembali, jagiya. Tunggulah” kata kyuhyun, ia menatapku dengan tatapan yang membuatku lebih gugup lagi. Lalu ia berjalan keseberang jalan. Aku hanya tersenyum menatapnya. Ia menatapku sambil menyebrang jalan, ia terus tersenyum, sesekali ia tertawa kecil. Tiba-tiba

BRUUUUUUUUKKKKKKK!!!!!!!!!!!

Tubuh Kyuhyun jatuh tak berdaya, aku hanya bisa mematung kejadian yang tadi kulihat secara langsung, truk yang melaju dengan kecepatan tinggi itu meninggalkan tubuh Kyuhyun yang tak berdaya begitu saja. “ANDWAE!!!!!!!!!!!!!!! KYUUUU!!!” teriakku sambil berlari kearahnya, aku memegang tubuhnya yang sudah lemah itu “Jagi….” Kata kyu lirih “Kyu….” Kataku sambil terisak, air mataku jatuh dengan deras dipipiku “kau mungkin…..lebih baik…..dengan Yonghwa…” kata kyuhyun terbata bata, ia sangat lemah, darah berceceran diseluruh tubuh dan wajah kyu “kyu….” Kata ku sambil menangis “Sarang….hae” kata kyuhyun. Aku melihatnya menutup mata, tangannya terjatuh lemas dipangkuanku, aku memeluk tubuh kyu yang sudah tak bernyawa itu “ANDWAE!!!!!!!!KYUUUUUUUU….KUMOHON JANGANNNNN!!! KYUUUU” teriakku histeris.

**

Aku hanya terdiam. Berdiri kaku dipemakaman kyuhyun. Kulihat Ahra noona dan umma serta appa kyu menangis. Sedangkan yonghwa dan donghae hanya menunduk sedih. Hyemi yang masih lemah diantar oleh oppanya menghadiri pemakaman kyu. Bahkan taeyeon, kibum, minhyuk, jonghyun, dan yoona ikut sedih karna kepergian kyu.

“jangan sedih….ada aku disini” kata yonghwa dari belakangku. Aku hanya mengangguk lemah. Yonghwa…aku sedih…aku membutuhkanmu…. Walau hatiku sudah ada untuk kyuhyun namun aku masih menyimpan hatiku untukmu . tibalah saat giliranku menghampiri makam kyuhyun. Aku langsung menangis dan meletakkan seikat mawar putih diatas makamnya “nado saranghae kyu…” kataku lirih. aku jadi menyesal, mengapa aku begitu membecinya dulu? Hanya gara gara peringkatku dicuri olehnya? Sekarang ia telah pergi…..dan tak akan kembali untuk selama lamanya……

**

“Peringkat 10 besar nilai terbaik ShinHwa high school

Kelas 3.1 :

1. Han Jehwa

2. Han Hyemi

3. Lee Donghae

4. Jung Yonghwa

5. Kim Taeyeon

6. Lee Jonghyun

7. Im YoonAh

8. Kang Minhyuk

9. Kim Kibum

10. Kwon Yuri”

Aku menatap papan pengumuman hasil akhir dari nilai SMAku. Hampa….aku meraih ranking 1 dengan sangat mudah…tanpa rival, tanpa halangan, tanpa hambatan.

“selamat atas peringkatmu jagiya” kata Yonghwa, yang sekarang telah menjadi Neomjachingu-ku. Aku hanya tersenyum menatapnya. Ia tersenyum membalas senyumku. Lalu ia menggandeng tanganku “yuuuk, aku traktir kau makan karna kau berhasil mendapat beasiswa itu” kata Yonghwa sambil menggandeng tanganku dan menggerakannya kedepan dan kebelakanng, layaknya seperti anak kecil. “saranghae….my smart girl” kata yonghwa “nado saranghae…yonghwa” kataku, ya, aku mencintainya. Seperti cintaku kepada Kyuhyun dulu…

*THE END*

Back to Top