0

All My Heart (part2)

Aku melangkah masuk kekelas, lagi lagi Yonghwa sedang bermain gitar sambil bernyanyi.

“I'm lucky I'm in love with my best friend ..Lucky to have been where I have been …Lucky to be coming home again”

Seketika ia berhenti bernyanyi saat aku masuk kekelas. Bodoh!! Kau bodoh Jehwa!!! Seharusnya kau mendengar dari luar kelas saja….supaya ia tak menghentikan nyanyiannya. “kau…aiishhh kau senang sekali mendengarku menyanyi, my number one fans” kata yonghwa meledekku. Aku hanya tersenyum “habis suara mu bagus, kenapa kau tak jadi penyanyi saja?” kataku menyarankan “kyuhyun lebih bagus, kau saja yang tak pernah mendengarnya bernyanyi” kata yonghwa. Aishhh!!! Kenapa harus kyuhyun? Memangnya suara dia semerdu yonghwa kah? Aku meragukannya walaupun belum pernah mendengarnya bernyanyi, bahkan untuk mengeluarkan suara untuk ngobrol saja ia pelit sekali. “kau tak pernah mendengarnya bernyanyi diklub vokal sih, dia andalan grup vokal sekolah kita tau” kata yonghwa “ah, aku meragukannya” kataku seenaknya saja “haiiish dibilangin ga percaya, yasudah” kata yonghwa. Apa aku harus mengatakannya sekarang? bahwa aku mencintainya? Ya, kurasa aku tak bisa memendam perasaanku lagi, namun perasaanku dengan orang pengirim surat itu kini sama kuatnya dengan perasaanku pada yonghwa. Bahkan mungkin lebih, entah mengapa aku menyukai orang pengirim surat itu, kata katanya telah membuatku menjadi lebih baik dan memotivasiku untuk berjuang. Walau aku tau itu sia sia saja. Ia terlalu jauh untukku, ia memiliki kehidupan lebih baik daripadaku

“Jehwa-ah?” panggil yonghwa “ne? ada apa?” kataku “mengapa kau sangat bersemangat mendapatkan beasiswa?” kata yonghwa “aku ingin bersekolah tanpa membebankan orang tuaku” jawabku sambil membaca buku “tapi kau kan termasuk orang golongan atas” kata yonghwa “tapi aku tak ingin merepotkan oranag tuaku, aku ingin mandiri” kataku “oh begitu” kata yonghwa “memangnya kenapa kau bertanya seperti ini?” kataku menyelidik “aku hanya ingin tau motivasimu dibalik kerajinanmu ini” kata yonghwa “inilah gadis yang kucari” bisik yonghwa pada dirinya sendiri “apa kau bilang?” kataku pura pura tak mendengar, padahal aku mendengarnya “tidak…” katanya berlalu menuju tempat duduknya, ia mengambil gitar yang ia bawa dan kembali duduk disampingku, ia mulai memainkan gitarnya dan menyanyikan lagu yang sudah taka sing olehku

“I’m so glad to be yours…You’re a class of your own and…Ooh little cutie, when you talk to me

I swear the whole world stops…You’re my sweetheart and…I’m so glad that you’re mine”

Bagian bait dari lagu ‘with you’ dari Chris Brown bersenandung lembut dari mulutnya. Aku menghentikan kegiatan membaca bukuku dan menatapnya bernyanyi disebelahku.

“You are one of a kind, and…You mean to me what I mean to you…And together baby there is nothing we won’t do”

Ia melanjutkan nyanyiannya sambil menatap tajam kedalam mataku. Aku hanya terpaku melihatnya lalu………

“Cause if I got you…I don’t need money…I don’t need cars…Girl you’re my all…And oh, I’m into you and Girl no one else would do…”

“EHEM” kata sebuah suara diluar pintu. Aku dan yonghwa tersentak kaget dan melihat kearah pintu, kulihat Kyuhyun berdiri sambil menatap tajam kearah kami. “pagi pagi jangan bikin ulah” ledeknya sambil berjalan masuk kekelas dan menaruh tas nya dimejanya. “kyuhyun!!! Kau mengganggu saja” kata yonghwa. Kyuhyun hanya mengangkat bahunya dan memasang tampang tak berdosa. Aku yang merasa malu dan kuyakin wajahku merah semerah tomat sekarang langsung membaca bukuku kembali, menghindar dari ledekan kyuhyun

**

“ Untukmu…gadis yang membuat hidupku lebih bersemangat dan membuatku merasakan indahnya masa masa remaja….kau membuatku menjadi lebih berpacu dalam belajar walau aku hanya bisa memberikan Nasihatku yang mungkin menurutmu tak penting, namun aku tak tega melihatmu berusaha terlalu keras dalam meraih impianmu, kau seperti tersiksa dalam kehidupan, kau bisa menebakku bukan?jangan bilang kau tak tau bahwa selama ini aku yg memberikan surat ini padamu…karena ada petunjuk dari surat pertama sampai surat ini tentangku,jangan sia siakan masa indahmu, aku akan siap menemanimu…karna aku mencintaimu….saranghaeyo Jehwa-ah…walau aku tau kau tak menyukaiku namun aku hanya ingin menyampaikan perasaanku padamu.”

Aku tercengang membaca surat dari kertas berwarna biru muda tersebut. Apa benar ia mencintaiku? Apakah hatiku harus memilihnya? Bahkan ia tak pernah berbicara padaku, ‘jarang’ lebih tepatnya. Ia selalu memberikanku nasihat berupa surat yang sebenarnya merupakan teka teki. Mungkin ia kira aku tak bisa memecahkan teka teki nya namun ia salah, aku berhasil memecahkannya. Aku memasukkan kertas biru muda itu lalu aku membereskan barang barangku, bersiap akan pulang karna hari ini guru mengadakan rapat jadi sekolah dipulangkan lebih awal

**

Kubuka kotak, kukeluarkan semua kertas biru pemberian pengirim surat itu. Kubaca surat itu lagi sambil menghayati, jika aku memang benar memecahkannya, berarti sudah jelas siapa nama pengirim itu

‘jangan anggap buku sebagai sebuah ilmu yang harus dihafal. anggaplah buku sebagai temanmu yang selalu menemanimu…jangan anggap buku sebagai barang bacaan yang wajib dibaca, anggaplah buku sebagai dongeng yang harus kau tau Ceritanya.’

Hanya diri kita yang mampu memikirkan bagaimana cara yang terbaik…jangan paksakan dirimu untuk hal yang tak kau bisa….karena itu akan menyiksamu’

‘carilah Objeck lain untuk membuktikan apakah semua teori pada ilmu pengetahuan itu benar… jangan terlalu bergantung pada teori karna terkadang teori bisa menjebak kita’

‘jangan terlalu serius dengan nilai karna nilai belum tentu mengukur Kemampuanmu’

Yang bisa kita ambil dari hikmah adalah pengalaman pahit yang kita miliki’

Untuk mencapai apa yang kita inginkan, diperlukan usaha dan semangat yang besar….tidak hanya modal dengan otak yang cerdas namun keberanian pun harus digunakan’

‘jangan mudah mempercayai orang lain karna Hanya dirimulah yang bisa mengerti apa maksud dan tekad dari orang yang berada didekatmu’

‘jangan paksakan kehendakmu karna itu akan membuat dirimu tersiksa….jalankan saja dengan cara Yang membuatmu merasa nyaman dan menyenangkan’

Untukmu…gadis yang membuat hidupku lebih bersemangat dan membuatku merasakan indahnya masa masa remaja….kau membuatku menjadi lebih berpacu dalam belajar walau aku hanya bisa memberikan Nasihatku yang mungkin menurutmu tak penting, namun aku tak tega melihatmu berusaha terlalu keras dalam meraih impianmu, kau seperti tersiksa dalam kehidupan, kau bisa menebakku bukan?jangan bilang kau tak tau bahwa selama ini aku yg memberikan surat ini padamu…karena ada petunjuk dari surat pertama sampai surat ini tentangku,jangan sia siakan masa indahmu, aku akan siap menemanimu…karna aku mencintaimu….saranghaeyo Jehwa-ah…walau aku tau kau tak menyukaiku namun aku hanya ingin menyampaikan perasaanku padamu.”

Sudah jelas semuanya...awalnya aku juga curiga dengan huruf capital ditengah kata. Namun aku juga bingung saat ada diawal kata. Dan setelah kuselidiki ia menyisipkan teka teki disetiap suratnya, C-H-O-K-Y-U-H-Y-U-N. itulah pengirimnya. Ternyata aku salah besar, kyuhyun jauh lebih pintar daripadaku. Walau aku berhasil memecahkan misterinya. Ia mencintaiku walau ia tau selama ini aku selalu membencinya karna ia mencuri peringkatku. Aku semakin bingung…siapa yang harus kuberi hatiku? Kyuhyun? Atau Yonghwa?

**

Aku masuk kedalam kelas, langkahku tertahan aku mempertajam indra pendengaranku “jadi…kau menyukai Jehwa?” kata sebuah suara familier, Kyuhyun “kau juga kan?” kata yonghwa, suara nya sangat kukenal “apa salahnya? Toh dia belum menjadi milikmu” kata kyuhyun “tapi akan” ralat yonghwa “tidak akan kubiarkan” kata kyuhyun “ohya? Bagaimana kau tau? Kau yang selalu membuatnya lebih tersiksa…karna kau mencuri peringkatnya” kata yonghwa “aku begini agar ia mau menerimaku, aku tak mau terlihat bodoh saat menjadi Neomjachingu-nya” kata kyuhyun “kau selalu menyiksa dirimu sendiri, tak tidur semalaman hanya demi belajar. Ahra noona sering mengeluhkanmu padaku” kata yonghwa. Tunggu…..mengapa ia mengenal kyuhyun? Sepertinya yonghwa sangat mengenal kyuhyun “aku hanya berusaha menyamainya” kata kyuhyun dingin “umma mu akan mengirimkanmu ke Amerika jika kau tetap ranking 3 besar. Kau mau kehilangan Jehwa? Apa kau mau Jehwa kuambil?” kata yonghwa, nadanya dingin “aku akan keamerika dengan Jehwa” kata kyuhyun “cih, pede sekali kau akan kuliah bareng dengan Jehwa” kata yonghwa “jujur saja, aku lelah bersaing denganmu yonghwa, sejak kecil kita tak pernah akur. aku ingin sekali kali tak bersaing denganmu, aku ingin akur denganmu, hanya kau sepupu yang sering kujumpai dan kita selalu akrab waktu kecil. Mengapa kau selalu merebut apa yang kumau?” kata Kyuhyun “merebut katamu? Aku menyukai Jehwa sejak aku dan dia sekelas” kata yonghwa “apa yang kau sebut merebut? Bukannya kau yang selalu merebut apa yang kumau? Kau juga yang membuat umma ku meninggal bukan? kau yang memaksa umma ku datang kerumahmu hingga ia mengalami kecelakaan!!!” tambah yonghwa, nadanya dingin namun terselip nada murka dikata katanya “jangan kaitkan masalah ini dengan……..” kata-kata kyuhyun terpotong saat melihatku diambang pintu kelas. ia kaget melihatku “Jehwa….kau mendengarnya?” kata kyu panik “apa?” kataku menyembunyikan nada bicara ku yang masih syok karna pembicaraan mereka berdua, tak kusangka mereka adalah Sepupu “kau…” kata kyu menatapku, lalu ia berpindah menatap yonghwa “aku baru datang, aku hanya heran saja mengapa kalian sangat akrab pagi ini” kataku sambil tersenyum, kuharap senyumku terlihat tulus supaya mereka tak curiga bahwa aku mendengar semuanya.

**

Bagaimana ini….aku harus memilih siapa? Walaupun keduanya belum secara langsung menyatakan perasaannya namun aku sudah kebingungan saja. Walau aku membenci Kyuhyun namun dengan perlahan aku mulai menyukainya. Lewat nasihat yang selalu ia berikan lewat pesan misterius itu…namun aku juga menyukai Yonghwa…apalagi saat ia menyanyikan sebuah lagu padaku. entah sudah berapa lama aku duduk ditaman belakang sekolah dari jam istirahat. Sekarang langit sudah menjelang sore, masa bodolah….aku telah menjadi anak bandel hari ini karena membolos pelajaran dari jam istirahat. Coba saja Hyemi sudah sembuh, pasti aku akan meminta saran padanya.

“Jehwa…” panggil sebuah suara. Kulihat Donghae berdiri dihadapanku “tumben kau tak ikut pelajaran hari ini” kata donghae sambil tersenyum. Ia lalu duduk disebelahku “aku masih pusing” kataku “wueyo? Kau sakit?” tanya donghae “aniyo…aku pusing karna mereka” kata ku “mereka? Maksutmu siapa?” tanya donghae tak mengerti. Aku menghela nafas panjang “aniyo…sudahlah lupakan saja…tak penting” kataku. kami terdiam untuk beberapa saat. Yang kubutuhkan saat ini adalah hyemi, hanya dia yang bisa mengerti perasaanku sebagai sesame cewek, ia selalu memberi saran disaat aku membutuhkannya. Namun ia sedang terbaring lemah dirumahnya. Magh, asma, anemia, radang tenggorokan, demam telah menyiksa hyemi selama 4 hari belakangan ini.

“jadi…karna mereka kah?” kata donghae tiba tiba. Aku tersentak kaget “nugu?” kataku “yonghwa dan kyuhyun, iya?” kata donghae. Aku hanya mengangguk “mereka sama sama mencintaimu” kata donghae “maka itu aku bingung” kataku “jangan bingung…ikutilah kata hatimu” kata donghae “itulah masalahnya, aku bingung, aku menyukai keduanya” kataku “itu terserah kau, sudahlah kau pulang dulu. Sudah mau malam, sekolah juga akan dikunci” kata donghae sambil beranjak berdiri dan meninggalkanku. aku terdiam sesaat ditaman, sunyi….tentram… dan damai…..lalu aku berdiri dan beranjak menuju kekelas untuk mengambil tasku yang berada dikelas. Langkahku kembali terhenti

“Sarangi ireohge ggeutmeoril boyeodo ibyeoli eoneusae naege dagawa annyeong insal geonnedo…Ajik naegen neol naeryeonohneun ge eoryeoungeol jogeumman siganeul jwo..I can't live without you, My all is in you”

Siapa itu yang bernyanyi dalam kelas? suaranya…..sangat lembut….sangat merdu….sangat indah untuk didengar

“hoksi naega neonjeo ibyeoleul malhaejugil meonjeo neol nohajugil gidarineun geonji….yejeongwa dalrajin neoui nunbiteun ije deo isang sarangi eobseodo naneun gwaenchana..”

Aku mengintip dicelak pintu, kulihat Kyuhyun duduk dimejaku, memegang tasku. Ia seperti menungguku

“jeomjeom siganeun gago ibeun mareugo neoreul bogo itneun naui nuneun bulanhae… anjalbujalmothago na seoseongijana geudaega ibyeoleul malhaelggabwa”

Ia terus melanjutkan nyanyiannya, ia menatap kearah papan tulis, tatapannya hampa. Kosong… aku dengan perlahan melangkah masuk kedalam ruang kelas. kyuhyun langsung menyadari kehadiranku tanpa melihat kearahku “Jehwa-ah?” kata kyuhyun “n…nn….ne?” jawabku gugup. DEG! Jantungku berdetak 2 kali lebih cepat. “kau kemana saja?” tanya kyu “a..aa..aku…di ruang kesehatan, tidak enak badan” kataku bohong “aniyo….kau bohong. Aku sudah mencarimu dimana mana, termasuk diruang kesehatan” kata kyuhyun “kata donghae kau ditaman belakang sekolah, benar begitu? Kau mengapa membolos?” tambah kyuhyun, matanya kini menatapku tajam, menuntut jawabanku “aku…bosan belajar” jawabku asal “kau…..pengirimnya” kataku sambil menunjuknya. Ia segera beranjak berdiri dan menatapku dengan tajam hingga kedalam mataku “kau menebaknya” kata kyuhyun “petunjuknya sangat jelas, mana mungkin aku melewatkannya” kataku “terlalu mudah bukan?” kata kyuhyun dingin “sebenarnya aku sedikit kebingungan dengan awalnya” jawabku “suaramu…..merdu sekali. Aku suka sekali dengan suaramu” tambah ku “kau fans keduaku, setelah Yonghwa” sahut kyuhyun dingin, ekspresinya sedikit tak bersahabat “aku menunggu jawabanmu….sejak kemarin…” kata kyuhyun “mwo? Jawaban apa?” kataku bingung “surat itu…” kata kyuhyun sambil mengangkat alisnya “oh….” Kataku “jadi apa?” tuntut kyuhyun “aku belum bisa memutuskannya” kataku “apa gara gara Yonghwa….” Kata kyuhyun dengan nada geram yang dipendamnya namun ketara sekali “bukan…ini gara gara kau juga. Aku bingung” kataku jujur. Kami terdiam untuk sekian lama. Hening…..tanpa pembicaraan. Aku masih berpikir diotakku. Aku mengambil keputusan. Mudah mudahan ini keputusan yang terbaik untukku. Aku menghela nafas panjang

“Ne….nado” kataku singkat. Mukaku menunduk. Kuyakin wajahku sudah merah seperti udang, ataupun kepiting yang direbus “jinjja? Serius?” kata kyuhyun “ne….nado saranghaeyo Kyuhyun-ah” kataku, mulai saat ini, kututup hatiku untuk Yonghwa. Seketika kyuhyun langsung memelukku. “saranghae….saranghae Han Jehwa….” Kata kyuhyun. Aku menangis dipelukan kyuhyun, mianhae Yonghwa….jeongmal mianhae…mungkin ini yang terbaik

**

Aku melangkah keluar sekolah dengan kyuhyun, tangan kyuhyun menggenggamku dengan erat. Ia tak henti hentinya tersenyum menatapku. Aku membalas senyumnya. “biar kuambil mobilku dulu, jagiya. Kau tunggu sini ya…jangan kabur” kata kyuhyun. Aku hanya mengangguk sambil tersenyum. Ia lalu mencubit pipiku, gemas lalu mencium keningku “aku akan segera kembali, jagiya. Tunggulah” kata kyuhyun, ia menatapku dengan tatapan yang membuatku lebih gugup lagi. Lalu ia berjalan keseberang jalan. Aku hanya tersenyum menatapnya. Ia menatapku sambil menyebrang jalan, ia terus tersenyum, sesekali ia tertawa kecil. Tiba-tiba

BRUUUUUUUUKKKKKKK!!!!!!!!!!!

Tubuh Kyuhyun jatuh tak berdaya, aku hanya bisa mematung kejadian yang tadi kulihat secara langsung, truk yang melaju dengan kecepatan tinggi itu meninggalkan tubuh Kyuhyun yang tak berdaya begitu saja. “ANDWAE!!!!!!!!!!!!!!! KYUUUU!!!” teriakku sambil berlari kearahnya, aku memegang tubuhnya yang sudah lemah itu “Jagi….” Kata kyu lirih “Kyu….” Kataku sambil terisak, air mataku jatuh dengan deras dipipiku “kau mungkin…..lebih baik…..dengan Yonghwa…” kata kyuhyun terbata bata, ia sangat lemah, darah berceceran diseluruh tubuh dan wajah kyu “kyu….” Kata ku sambil menangis “Sarang….hae” kata kyuhyun. Aku melihatnya menutup mata, tangannya terjatuh lemas dipangkuanku, aku memeluk tubuh kyu yang sudah tak bernyawa itu “ANDWAE!!!!!!!!KYUUUUUUUU….KUMOHON JANGANNNNN!!! KYUUUU” teriakku histeris.

**

Aku hanya terdiam. Berdiri kaku dipemakaman kyuhyun. Kulihat Ahra noona dan umma serta appa kyu menangis. Sedangkan yonghwa dan donghae hanya menunduk sedih. Hyemi yang masih lemah diantar oleh oppanya menghadiri pemakaman kyu. Bahkan taeyeon, kibum, minhyuk, jonghyun, dan yoona ikut sedih karna kepergian kyu.

“jangan sedih….ada aku disini” kata yonghwa dari belakangku. Aku hanya mengangguk lemah. Yonghwa…aku sedih…aku membutuhkanmu…. Walau hatiku sudah ada untuk kyuhyun namun aku masih menyimpan hatiku untukmu . tibalah saat giliranku menghampiri makam kyuhyun. Aku langsung menangis dan meletakkan seikat mawar putih diatas makamnya “nado saranghae kyu…” kataku lirih. aku jadi menyesal, mengapa aku begitu membecinya dulu? Hanya gara gara peringkatku dicuri olehnya? Sekarang ia telah pergi…..dan tak akan kembali untuk selama lamanya……

**

“Peringkat 10 besar nilai terbaik ShinHwa high school

Kelas 3.1 :

1. Han Jehwa

2. Han Hyemi

3. Lee Donghae

4. Jung Yonghwa

5. Kim Taeyeon

6. Lee Jonghyun

7. Im YoonAh

8. Kang Minhyuk

9. Kim Kibum

10. Kwon Yuri”

Aku menatap papan pengumuman hasil akhir dari nilai SMAku. Hampa….aku meraih ranking 1 dengan sangat mudah…tanpa rival, tanpa halangan, tanpa hambatan.

“selamat atas peringkatmu jagiya” kata Yonghwa, yang sekarang telah menjadi Neomjachingu-ku. Aku hanya tersenyum menatapnya. Ia tersenyum membalas senyumku. Lalu ia menggandeng tanganku “yuuuk, aku traktir kau makan karna kau berhasil mendapat beasiswa itu” kata Yonghwa sambil menggandeng tanganku dan menggerakannya kedepan dan kebelakanng, layaknya seperti anak kecil. “saranghae….my smart girl” kata yonghwa “nado saranghae…yonghwa” kataku, ya, aku mencintainya. Seperti cintaku kepada Kyuhyun dulu…

*THE END*

0 komentar:

Posting Komentar

Back to Top