Aku turun dari mobilku, berjalan menuju gedung yang megah untuk menghadiri suatu pelelangan, oiya, namaku Kim Hwayoung, aku adalah salah satu mahasiswi di Chungwoon University, dimana hanya ada seleb dan orang kaya disana. Jurusan Hubungan International kuambil karena dipaksa oleh appaku, yang sekarang menjabat sebagai pemilik perusahaan Mobil terbesar se-Korea. aku sekarang sudah semester 4 dan sebentar lagi aku lulus.aku mencari tempat duduk strategis, yaitu dibarisan depan, dimana aku bisa melihat dengan jelas barang yang akan dilelang. Aku diberikan nomor, untuk pelelangan. Kulihat gedung ini masih sepi, hanya beberapa orang saja yang baru datang. Perlahan gedung menjadi ramai. Pembawa acara dalam pelelangan pun muncul dan menawarkan barang pertama, yaitu Gelas asli Inggris yang dipakai oleh Ratu Elizabeth II waktu itu. aku tak tertarik dengan barang peninggalan seperti itu, menurutku gelas jaman modern lebih bagus daripada gelas kuno. Gelas itu berhasil terjual seharga 7500 won. Entah siapa yang membelinya pasti telah menyia nyiakan uangnya untuk gelas bodoh itu. barang kedua adalah modem tercanggih sepanjang masa, dengan kecepatan download 1gb/s. membosankan…aku sudah mempunyainya dirumah. Mengapa harus dilelang? Namun modem itu terjual dengan harga 6500 won. Aku mulai bosan dengan pelelangan ini. adakah barang unik yang dilelangkan disini? Aku meragukannya.
“ya…barang ketiga adalah sepasang kura-kura langka. Karena ini sangat langka anda bisa menawar untuk perekornya. Harga mulai dari 1000 won…silahkan dimulai” kata pembawa acara “5000 won untuk sepasang” kataku cepat. Aku sangat menyukai kura kura “7500 won untuk sepasang” kata seorang laki laki dibelakangku. Aku mendengus kesal “10.000 won untuk sepasang” balasku. Hanya aku dan laki laki itu yang memperebutkan sepasang kura kura lucu itu “12.000 won untuk sepasang” kata laki laki itu “15.000 won untuk sepasang” kataku tak mau kalah. Laki laki yang menawar kura kura itu diam. “baiklah 15.000 won untuk sepasang…ada lagi yang mau menambahkannya? Kita hitung bareng bareng….1….2…” kata pembawa acara itu. aku tersenyum menang. “10.000 won untuk seekor” kata laki laki itu “mwo? Aku sudah menawarnya 15.000 won untuk sepasang, tuan” protesku “tapi jika aku ambil seekor, yang satunya lagi bisa dilelang dan bisa mendapatkan uang lagi, nona” balas laki laki itu “baiklah, 12.000 won untuk seekor” teriakku lantang, aku tak mau kalah dari laki laki ini. dalam hati aku menghitung uang yang ada didompet. Aku boleh membeli apa saja dengan harga apa saja dipelelangan, namun jangan binatang, karna appaku sangat benci dengan binatang. Dan…terpaksa aku memakai uangku sendiri untuk membeli kura kura lucu ini. untungnya aku tinggal diapaetemen seorang diri. Jadi tak akan ketahuan jika aku membeli kura kura. Toh bilang saja barang dipelelangan tak ada yang bagus. Siapa suruh appaku tak datang sendiri dan malah mengutusku datang “15.000 won untuk seekor” kata laki laki itu. aishhh uangku hanya 15.000 won. “baiklah…15.000won untuk seekor…ada lagi yang mau menambahkan?” tawar pembawa acara itu “14.000 won untuk yang satunya” tawarku, aku mengalah dengan laki laki itu. “baiklah….sepasang kura kura ini terjual dengan harga 15.000 won dan 14.000 won” kata pembawa acara itu sambil mengetuk palunya.
**
Aku mengendarai BMW ku menuju keapartemenku. Kutatap seekor kura kura yang diletekkan diakuarium mini dan tergeletak dibangku penumpang sebelahku. Sial…andai saja aku bisa membeli kura kura yang satunya. Huh, lagipula mengapa appa harus melarang membeli binatang? Jika tak ada larangan aku bisa memakai cek. Tapi jika aku memakai cek pasti appa akan mengetahuinya. Lagipula siapa lelaki sialan yang merebut sepasang kura kuraku? Lihat sekarang!!! kura kuraku tak lagi sepasang, melainkan seekor!!! Ahhh!!! Benar benar menjengkelkan…
Aku turun dari mobilku sambil membawa akuarium itu. aku berjalan menuju apartemenku dan kubuka pintu apartemenku. Kuletakkan akuarium kura kura itu didapur, dekat meja makan. Agar tak banyak orang yang melihatnya. Kutatap jam didinding, sudah jam 8.45. ternyata sudah malam. Untung saja tadi aku sudah makan diluar. Aku butuh tidur sekarang. karena sepanjang hari ini aku lelah sekali dengan kegiatan yang ada. dan juga besok aku harus mempersiapkan makalah untuk kuliahku.
**
“Omo~ Yesung!!!” kata seorang gadis sambil berlari berlawanan arah denganku. “aishhh super junior!!! Mana kertas? Aku harus mendapatkan tanda tangannya” kata seorang gadis dibelakangku. Aih, keributan apa ini? biasanya kampusku sepi sepi saja tapi mengapa jadi heboh begini? “hey ada apa sih?” kataku pada adik kelasku yang masih semester 2 dan bereaksi santai saja, sepertiku “itu….si yesung. Palingan rekan kerjanya mengantarnya kuliah. Mahasiswi histeris ingin minta tanda tangannya karena super junior baru saja mengeluarkan album ke-4nya” jelas Hyemi. Aku pernah mendengar boyband bernama super junior, tapi aku tak terlalu addicted dengan super junior, membernya saja aku tak tau, apalagi album dan lagu lagunya “memangnya siapa membernya yang kuliah disini?” kataku “Kim Jongwoon. Orang orang biasa memanggilnya Yesung” jelas Hyemi “kau tau banyak? Mengapa kau tak histeris seperti yang lainnya?” kataku “buat apa histeris, toh salah satu member super junior adalah Neomjachingu-ku”kata Hyemi “wah…siapa?” kataku penasaran “Lee donghae” katanya singkat “lagipula Yesung selalu tebar pesona jika datang kekampus, wajar para gadis langsung histeris jika melihatnya” tambah Hyemi “pacarnya yesung akan cemburu berat jika tau akan hal ini” gumamku “yesung belum punya kekasih…makanya itu ia suka tebar pesona” kata hyemi “jinjja? Masa idola seperti dia belum punya kekasih? Yang mana sih orangnya?” kataku penasaran “jika kau ingin melihatnya, ikuti saja gerombolan gadis tadi, pasti mereka sedang mengerubungi yesung” kata hyemi “aih…malas. Aku tak suka berdesak desakan” kataku “hahaha kau ini…aku ada kelas. sudah dulu yaaaa” kata hyemi seraya meninggalkanku. aku berjalan menuju perpustakaan, aku ingin searching buku untuk bahan makalahku. Kucari buku yang berkaitan tentang “diplomatic” dirak ke-4 diperpustakaan. Cukup banyak buku yang berkaitan dengan itu. aku meminjam 6 buku sekaligus. Setelah mendaftarkan diperpustakawan, aku keluar dari perpus dan berjalan menuju kelas Bahasa inggris yang akan dimulai sebentar lagi.
BRUKKKK!!!
Aku terjatuh, seseorang menabrakku. Aku segera berdiri “YA!!! kau ini punya mata atau tidak? Lihat semua bukuku jadi berantakan kan?” kataku dengan nada tinggi. Hey…dia orang yang kemarin rebutan kura kura denganku saat pelelangan itu “mian aku buru buru. Aku harus menghindar dari para gadis itu” kata orang itu, lalu ia memunguti bukuku, membereskannya “ini bukumu…Kim Hwayoung” kata orang itu sambil melihat namaku disalah satu buku tulisku. Aku megambil bukuku dari genggamannya “kau….kemarin yang ikut pelelangan kan?” tanyaku “ne…darimana kau tau?” katanya “tentu saja aku tau…kau yang berebutan kura kura itu padaku” kataku. kulihat ia tersenyum “mian akan hal itu…aku sedang mencari kura kura langka untuk kupelihara” kata orang itu “lagipula satu kura kura sudah cukup untukku” tambahnya. Ia tersenyum lalu meninggalkanku “Hey siapa namamu?” teriakku pada lelaki itu “Kim Jongwoon” teriaknya membalas pertanyaanku.
**
Omo~~~benarkah dia kim jongwoon yang terkenal itu? tak dapat kupercaya ialah yang berebutan kura kura padaku. apa dia juga suka kura kura? Tapi…ah aku tak dapat berkonsentrasi pada kelas ketata negaraan, kelasku yang terakhir pada hari ini. bagaimana ia bisa masuk kepelalangan itu? bukankah hanya orang orang tertentu saja yang bisa hadir? Sedangkan dia baru sekali kulihat dalam pelelangan. Sebelumnya aku tak pernah melihatnya. Pelajaran berakhir begitu saja. Aku langsung menuju kelapangan parkir dimana mobilku terpakir disana. Langkahku terhenti saat melihat yesung menungguku disamping mobilku “aku akan mengajakmu makan malam, anggap saja sebagai permintaan maafku karena telah mangambil kura kura yang satunya dan telah membuatmu terjatuh tadi” katanya sambil tersenyum “mwo? Kau serius?” kataku “ayolaaah…aku akan naik mobilmu. Nanti aku yang bayar makan malamnya” kata yesung. Aku hanya menghela nafas “baiklah…ayo” kataku sambil membuka mobilku. Ia masuk kemobilku dengan gerakan kikuk. “kita mau makan dimana?” kataku seraya menyetir “ehm…kau suka makanan italy?” kata yesung “lumayan..” kataku “baiklah…kita ke rome resto saja” kata yesung. Aku hanya mengangguk dan mengemudikan mobilku ke rome resto
Kami tiba di rome resto dan kami masuk kedalamnya “untuk berapa orang nona?” tanya seorang pelayan padaku “dua” kataku santai. Kulihat pelayan itu membelalakkan matanya saat melihat yesung berdiri dibelakangku “omo~super junior…” kata pelayan itu pelan namun masih bisa kudengar. Aku hanya tersenyum padanya lalu ia mengantarku dan yesung ke meja untuk 2 orang. “mau pesan apa tuan?” kata pelayan itu “kau mau pesan apa?”tanya yesung padaku “ehm…. Beef spagetty saja. Ukuran sedang” kataku. kulihat pelayan langsung mencatat pesananku kedalam kertas yang ia bawa “2…beef spagetty 2 ukuran sedang” kata yesung. Pelayan itupun langsung sibuk lagi dengan kertasnya “kau mau minum apa?” kata yesung “ehm…. Ice milk cappuccino” kataku “1 ice milk cappuccino dan 1 cream vanilla late” kata yesung pada pelayan. “ada lagi yang perlu anda pesan?” kata pelayan itu “kurasa cukup” kata yesung “tolong ditunggu 15 menit, jika anda menginginkan sesuatu panggil saya.” Kata pelayan itu lalu ia pergi meninggalkan kami berdua.
“jadi..kau masih kesal padaku karna merebut pasangan kura kuramu itu?” kata yesung “sedikit” kataku jujur “kau jurusan hubungan international bukan?” kata yesung “ne…bagaimana kau mengetahuinya?” kataku bingung “hanya menebak…bisa kelihatan kau masuk jurusan itu dari tampangmu” kata yesung “ngomong-ngomong kau jurusan apa? Aku jarang melihatmu…” kataku “broadcast music…aku suka bolos. Jadwalku sangat padat” kata yesung “oh…aku mengerti” kataku. “kau…mengapa bisa ada dipelelangan itu? hanya orang orang tertentu dan penting saja yang bisa datang kepelelangan itu” kataku penasaran “oh itu….rekan kerjaku yang bernama Choi Siwon memberikan tiket masuknya padaku, dia anak dari pemilik Hyundai departemen store. Gampang saja bagiku untuk datang keacara itu” kata yesung “oh begitu…” kataku “pesanan anda tuan…ini pesananmu nona…” kata pelayan yang datang dan menyajikan pesanan kami berdua. “selamat atas album ke-4mu” kataku pada yesung disela sela kegiatan makan “gomawo…kau suka lagu lagunya?” tanya yesung “sebenarnya….aku belum mendengarnya sama sekali. Aku tau dari Hyemi bahwa salah satu member super junior kuliah dikampus dan itu kau….” Kataku jujur “ah anak itu…” kata yesung “kau mengenalnya?” kataku “tentu saja…dia adikku” kata yesung sambil tertawa “hah, pantas saja” kataku sambil melahap spagettyku. “lalu…mengapa kau kuliah disini? Bukankah jaraknya jauh dari seoul? Memerlukan 7 jam bukan untuk perjalanan saja” kataku “entahlah…aku ingin saja” kata yesung “sepertinya aku pernah melihatmu sebelum pelelangan itu” kata yesung “hah? Yang benar?” kataku tak percaya “iya…wajahmu sepertinya tak asing olehku” kata yesung “jangan bercanda…aku baru saja mengenalmu” kataku “ah iya aku ingat!!!kau dulu pernah ke SM bukan? sepertinya kau datang dengan appamu” kata yesung “jinjja?” kataku sambil mengingatnya. Benar saja. 2 tahun yang lalu aku menemani appaku ke SM entertainment. Appaku menandatangani kontrak kerja sama dengan SM untuk menjadikan salah satu artisnya membintangi iklan produk mobil perusahaan ayahku yang baru. Dan disana jugalah dompetku terjatuh dan seorang pria mengembalikan dompetku. “ah aku ingat….dulu aku menemani appaku. Tapi aku tak mengingat pernah bertemu denganmu” kataku “aku yang waktu itu mengembalikan dompetmu” kata yesung “jinjja? Ah gomawo untuk hal itu” kataku “tidak apa apa. aku terus mencarimu semenjak itu tau…” kata yesung “untuk apa?” kataku “aku orang yang gampang penasaran dengan orang lain” kata yesung “kau…anak tunggal dan satu satunya pewaris perusahaan ayahmu. Tinggal sendiri diapartemenmu. Jurusan hubungan international semester 4 dan selalu keperpus setiap senin pagi sebelum kelas pertamamu dimulai untuk searching buku untuk bahan makalahmu, benar begitu?” kata yesung yang menyebutkan dengan rinci kegiatan dan jati diriku “ba…bagai…bagaimana kau tau?” kataku gugup “karna sejak lama aku telah memerhatikanmu. Kau saja yang tak menyadarinya” kata yesung. DEG! Entah mengapa jantungku berdetak lebih cepat “untuk apa kau memerhatikanku?” tanyaku “untuk mengetahuimu” kata yesung “dan juga untuk menyelidiki apakah gadis yang kusuka adalah orang baik baik” tambah yesung “mwo? Apa kau bilang?” kataku tak percaya. “aku sudah memerhatikanmu 2 tahun belakangan ini Hwayoung…kau saja yang tak menyadarinya. Aku juga menanyakan data data tentangmu pada hyemi dan teman sekelasmu” jelas yesung “tapi…kau tak mengetahui namaku sebelumnya. Kau mengetahui namaku saja dari buku tulisku, iya kan?” kataku “aku hanya berpura pura. Aku sudah mengetahuimu dari lama dan….Hwayoung….” kata yesung terputus, ia menggenggam tanganku erat “saranghae…” katanya. aku hanya diam terpaku dengan kejadian ini. “mwo…kau serius?” kataku tak percaya. Yesung menatap kedalam mataku. “tentu saja…aku tak akan bercanda untuk hal seserius ini” kata yesung. Aku terdiam. Kulihat yesung masih menatapku, menunggu jawabanku “nado…nado saranghae Yesung” kataku akhirnya. Ia tersenyum menatapku. Ia memanggil pelayan, meminta bon dan membayarnya. Dan kami keluar restaurant sambil berangkulan tangan, datang tanpa hubungan, keluar sebagai sepasang kekasih
*THE END*
Diposting oleh






0 komentar:
Posting Komentar