*Hyemi POV*
“TIDAAAAK!!!!SUDAH JAM ENAM!!!!” teriakku saat melihat jam diatas meja sebelah tempat tidurku. Aku langsung bangun dan melakukan ritual pagi hari. Mandi dang anti baju tentunya. Setelah melakukan ritual pagi, aku langsung keluar kamarku dan memakai sepatu. “kau tak sarapan dulu?” kata sungmin oppa, kakakku “tidak….oppa tak lihat apa aku sudah telat gini? Lagian kenapa oppa ga bangunin aku???” kataku kesal sambil tetap fokus terhadap sepatuku “lah? Kukira kau ingin bangun siang dihar…..” sungmin oppa tak melanjutkan kata katanya saat ia melihat aku melesat keluar rumah “OPPA AKU BERANGKAT!!!” teriakku sambil berlari menuju kesekolah. Sekolahku dekat dengan rumahku jadi aku hanya berjalan kaki menuju sekolah, tidak perlu repot repot membawa mobil ataupun diantar oleh supir. Aku melewati rumah Kim Ryeowook yang biasa kupanggil wookie oppa, tetangga sekaligus sahabat dan seniorku disekolah. Biasanya kami selalu berangkat bareng. Karena kami dekat, dan selalu bersama lama kelamaan aku jadi menyukainya. Namun sepertinya ia tak tertarik padaku dan hanya menganggapku sebagai sahabatnya walaupun aku tak mengungkapkan perasaanku padanya. Lagipula Wookie punya trauma berpacaran saat smp dulu. Ia dikejar kejar oleh seorang gadis. Dan ia menerimanya. Gadis itu memperlakukan wookie secara berlebihan, terlalu memperhatikan wookie lebih tepatnya. Sampai wookie tak tahan dengannya dan memintanya putus. Gadis itu lalu pergi ke amerika, pergi menyusul kakaknya yang berada disana karna ia terlalu sakit hati dengan wookie. Kulihat rumah wookie, sepertinya ia sudah berangkat duluan. Maka kuputuskan untuk tetap berlari melewati rumahnya dan menuju kesekolah. Saat sampai disekolah, aku hanya menatap sekolah bingung…..sepi sekali….kulirik jam tangan yang tadi berhasil kupakai dengan asal asalan ditanganku. Sudah jam 7 lewat 2 menit. Seharusnya aku terlambat. Tetapi mengapa sekolah malah sepi begini?
“YA!! hyemi-ah…ngapain kau sekolah dihari libur ini? kau kerajinan sekali” kata Sungmin oppa yang sepertinya dari tadi mengejarku untuk mengatakan hal ini. “Mwo? Sekarang libur? Sekarang kan masih hari rabu” kataku bingung “babo sekali kau…hari ini semua guru sekorea sedang menghadiri rapat bersama. Maka itu semua sekolah dikorea diliburkan. Mana mungkin aku masih santai santai saja didapur saat hari sekolah? pasti aku sudah membangunkanmu jika sekarang sekolah” jelas sungmin oppa. Aku hanya memejamkan mataku sambil menepuk pelan dahiku “aku lupa….ah oppa tidak memberitahuku sih” kataku “kau tadi mau kuberitahu eh malah sudah berangkat” kata sungmin oppa. “ayo pulang….aku malu disini bersamamu yang memakai seragam. Orang orang memerhatikan kita tau” kata sungmin oppa. Aku melihat keadaan disekitarku. Memang benar, banyak orang orang yang menatapku dengan bingung. Sejak kapan aku jadi rajin datang kesekolah? Biasanya aku memohon mohon agar tidak masuk sekolah dengan alasan sakit. Atau aku biasanya berpura pura sakit untuk tak masuk sekolah. aku langsung pulang bersama sungmin oppa.
“pagi hyemi-ah…pagi hyung. Tumben hyemi rajin kesekolah” sapa wookie oppa ketika aku dan sungmin oppa melewati rumahnya, ia sedang menyiram tanaman didepan rumahnya “aku sedang kerasukan oppa. Maka itu aku rajin” kataku “dia lupa sekarang hari libur” kata sungmin oppa singkat. Seketika wookie oppa tertawa karna mendengar alasanku mengapa aku memakai seragam “terus aja teruuuus. Oppa senang melihatku malu seperti ini?” kataku kesal sambil menatap tajam kearah wookie oppa “hahaha abisnya alasanmu itu konyol sekali. Seumur hidup selama aku mengenalmu aku baru melihatmu sekali ini kau lebih rajin daripada sungmin hyung” kata wookie “ah oppa!!! Sudahlah tak usah dibahas lagi” kataku kesal lalu langsung berlari menuju rumahku.
**
Pagi ini aku bangun jam 5 pagi. Kucek lagi catatanku, memastikan hari ini bukan hari libur. Aku tak mau kejadian memalukan seperti kemarin terulang kembali. Setelah pasti bahwa hari ini masuk sekolah, aku langsung melakukan ritual pagi. Lalu aku keluar kamarku dan bergabung dengan sungmin oppa yang sedang sarapan. Kami hanya tinggal berdua saja dirumah ini. Orang tua kami bekerja diluar negeri, sedangkan aku dan sungmin oppa memutuskan untuk tetap dikorea, melanjutkan pendidikan dinegera ini. “tumben kau bangun pagi” kata sungmin oppa “aku juga bisa bangun tanpa dibangunkan oleh oppa tuh” sahutku seraya memakan roti bakar selai coklat. “oppa, aku nanti pulang telat. Aku akan membuat mading sekolah. ketua organisasi siswa sudah memarahiku karna mading disekolah beritanya sudah kadaluarsa” kataku “lagian kau sih….siapa suruh jadi orang males” kata sungmin oppa “bukan malas, oppa. Aku sedang tidak mood saja mengerjakannya. Lagipula anggota mading sekolah tidak mau membantuku. Jadi yang kena getah ya aku” kataku “siapa suruh jadi ketua mading”kata sungmin “aku ditunjuk oleh donghae sendiri tau. Jika aku tak ditunjuk oleh ketua organisasi siswa sialan itu, aku juga tak akan mau jadi ketua mading” kataku. aku sudah selesai sarapan dan membawa piring dan gelas bekas susu ketempat cuci piring. Aku mencucinya, setelah itu aku langsung memakai sepatuku “oppa…aku berangkat” kataku pada sungmin oppa “ne…hati hati dijalan” kata sungmin oppa. Aku langsung keluar rumah dan berangkat. Kulihat wookie oppa sedang bersandar dipagar depan rumahku. “pagi hyemi…” sapa wookie oppa “pagi oppa…ayok berangkat” kataku. kamipun langsung berangkat bersama. Ya, wookie sudah kelas 3 sedangkan aku baru kelas 2. Padahal aku dan wookie oppa lahir ditahun yang sama, hanya beda beberapa bulan saja. Namun karna ia pintar jadi ia ‘loncat kelas’. ia sekarang menjadi seniorku, maka itu aku memanggilnya oppa, untuk menghormatinya. Sebenarnya jika kupanggil tanpa sebutan oppa saja ia tak akan marah. Namun aku merasa aneh jika tak memanggilnya dengan sebutan oppa.
“oppa…nanti pulang sekolah sepertinya kita tak bisa bareng” kataku “wae? Padahal aku ingin mengajakmu ketaman, katanya ada kedai eskrim yang baru buka disana” kata wookie “aku mau mengerjakan mading, donghae sunbae sudah memarahiku karna topic mading sekolah kita sudah kadaluarsa” kataku. ya, donghae sunbae adalah kepala organisasi siswa disekolah ini. ia sekelas dengan wookie. Sikapnya dingin dan cuek serta tak menghargai perasaan orang lain, namun ia sangat cekatan. Banyak gadis yang mengincarnya namun sampai saat ini ia belum memiliki kekasih. Aku yakin karna sikapnya itulah banyak gadis yang sudah tergila gila padanya jadi mengurungkan niatnya untuk menjadi kekasihnya, yang kutau, donghae sunbae, kyuhyun sunbae dan wookie adalah sahabat. Aku pernah satu meja dengan mereka saat istirahat. Hanya 2 kata yang diucapkan donghae sunbae padaku, “nugu?” sambil menunjuk padaku, menanyakan siapa diriku dan “oh..” tanda ia mengerti. “aku kan bisa bilang dengan donghae agar ia memperpanjang waktu pembuatan mading” kata wookie “ah tak usah oppa…aku saja yg terlalui malas jadi mengabaikan tugasku” kataku “aku akan membantumu….tenang saja” kata wookie “tak usah…merepotkan” kataku sungkan “tidak apa apa. aku tak merasa direpotkan kok” kata wookie “gomawo oppa…” kataku sambil tersenyum
**
Sepulang sekolah aku langsung berlari menuju ruang organisasi siswa, kupegang karton berwarna putih ditanganku sambil berlari. Sesampainya diruangan organisasi, aku langsung membuka laptopku dan mencari berita baru melalui internet. “Hyemi…kau sudah datang?” kata wookie didepan pintu. Aku hanya mengangguk menjawabnya. Lalu wookie masuk dan membantuku menulis berita yang tertera di Internet. Benar dugaanku, hanya aku saja anggota mading yang bertugas. Yang lainnya tidak ada yg membantuku. Hanya wookie oppa lah yang membantuku, padahal ia masuk kedalam klub vokal. Inilah nasib menjadi ketua klub paling terabaikan disekolah “donghae memang kejam!!! Aku harus memberitahunya agar ia menegur anggota klubmu, agar anggotamu bisa membantumu disaat ada tugas lagi” kata wookie dengan kesal “andwae…nanti aku yang dimarahi oleh donghae sunbae. Aku nanti dibilang ketua tak becus yang tak bisa mengatur anak buahnya” kataku “tapi sekali kali mereka harus diberi pelajaran. Jika seperti ini terus, bebanmu akan semakin banyak” kata wookie “biarkan saja. Inilah nasib seorang ketua klub paling terabaikan disekolah” kataku sambil tersenyum. Setelah 1 setengah jam sibuk membuat mading, akhirnya mading selesai juga. “HORE!!!!AKHIRNYA SELESAI JUGA!!!” teriakku saking girangnya. Wookie hanya tersenyum melihat tingkahku yang seperti anak kecil
Cklek...
Mataku seperti akan keluar saat melihatnya, jantungku berdebar kencang. Suhu badanku langsung berubah drastis. Entah mengapa inilah reaksi tubuhku saat aku melihatnya. Memang agak berlebihan, tapi aku tak tau mengapa reaksiku seperti ini
“kalian…kenapa berduaan disini?” kata donghae dingin. Ia menatapku tajam. Aku langsung menunduk, terlalu takut melihat wajahnya yang sepertinya sedang dirasuki oleh sesosok iblis. Tapi jantungku berdetak dengan kencang sekali “oh kau…aku hanya membantu hyemi mengerjakan madingnya” jawab wookie santai “buat apa kau membantunya? Ia punya anggota mading sendiri” kata donghae singkat….dan dingin. “YA!!! donghae…apa kau tak tau? Anggota klub mading sangat tak peduli. Kau harus menegurnya. Jangan kau salahkan hyemi terus hanya gara gara ia ketuanya” kata wookie. Ya, donghae sering kekelasku, memarahiku karna aku selalu terlambat menyetor mading. Dalam 2minggu harus ada mading baru yang tertempel dipapan pengumuman siswa. “mana madingnya?” kata donghae dengan dingin, mengalihkan pembicaraan. Donghae lalu melangkah masuk dan mengambil mading yang baru saja kami selesaikan. Lalu ia pergi keluar. Aku hanya menunduk. Sudah kuduga donghae akan begini. Ia tak peduli pada penderitaanku menjadi klub tersial. Dalam hati kukutuk sungmin oppa yang dulu menyuruhku masuk klub mading karna mengasyikan. Mengasyikan apa? ada juga menyengsarakan.
“sudahlah…donghae memang begitu. Ayok kita kekedai eskrim. Agar suasana hatimu tenang” kata wookie. Aku menurut saja dan langsung ketaman kota, membeli eskrim yang terkenal enak itu…..
**
Aku berjalan dikoridor sekolah dengan wookie. Sekolah masih sepi. Entah mengapa aku teringat pada perkataan Jera, teman sekelasku yang menanyakan apakah aku dan wookie mempunyai hubungan khusus? Apakah kami sepasang kekasih? Hahaha pertanyaan bodoh apa itu. aku memang menyukainya namun aku lebih suka menganggapnya menjadi oppaku. Walau kadang aku ingin ia berada disisiku sebagai kekasihku.
“wookie-ah?” panggil sseorang dari belakang, reflek kami berdua langsung menengok kebelakang, lalu wookie disambut oleh pelukan seorang gadis yang tak kukenal “ahhhh wookie….akhirnya aku menemukanmu” katanya sambil terus memeluk wookie “omo~~~kau siapa?” kata wookie sambil terus berusaha melepaskan pelukan gadis itu. untung sekolah masih sepi…gadis itu melepaskan pelukannya. “LUNA????” teriak wookie. Ia shock saat melihat gadis yang memeluknya tadi. Gadis bernama luna itu mengangguk sambil tersenyum kegirangan. “aku mulai hari ini bersekolah disini….untuk menjalin hubungan kita yang dulu terputus” kata luna penih harap “aku sangat merindukanmu, wookie-ah. Selama diamerika tak seharipun aku tak memikirkanmu, bayangan wajahmu selalu ada dalam pikiranku” kata luna “APA APAAN KAU INI? hubungan kita sudah berakhir!!!pergilah….lupakan masa lalu. Itu sudah terjadi….buat apa kau mau mengulangnya?!?! Lagipula aku tak pernah tulus mencintaimu!!!” kata wookie murka, sepertinya ia sangat kesal dengan luna. “aku duluan, wookie oppa…” kataku sambil berjalan kekelasku. Aku tak mau terlibat dengan masalah mereka berdua. Biarkan mereka saja yang menyelesaikannya sendiri….
**
Aku berjalan menuju ruang organisasi. Aku akan membuat mading lagi, memajanng pengumuman lomba yang akan diadakan oleh sekolah. dan sialnya aku kebagian tugas membuat pengumuman tersebut. “kau….tak bawa karton?” tanya seseorang dibelakangku. Aku langsung menengok dan melihat donghae sunbae dibelakangku “ah iya!!!aku lupa!!!” kataku sambil menepuk pelan dahiku. “mau kutemani beli?” tawar donghae sunbae dengan dingin “ah….tak apa? nanti merepotkanmu lagi sunbae..” kataku “tidak. Ini juga demi sekolah dan demi klub mading, aku tak mau klub mading dibubarkan oleh sekolah” kata donghae sunbae “mwo???kata siapa klub mading mau dibubarkan?” kataku kaget “kepala sekolah sendiri yang bilang. Ia menganggap klub mading tidaklah penting dan akan diambil alih oleh klub seni” jelas donghae sunbae. Aku hanya menurut dan keluar membeli karton dengan donghae sunbae. Kami masuk kesupermarket dan kulihat donghae sunbae langsung memilih milih karton dan alat lain untuk digunakan saat nanti membuat pengumuman. Aku masa bodoh dengannya. Entah mengapa walau aku sangat malas ikut kegiatan mading namun aku tak rela jika klub mading dibubarkan. Ahhh!!!ada apa denganku? Mengapa sekarang aku sangat mengkhawatirkan klub? Padahal aku tak memperhatikan klub sama sekali. Entah mengapa aku sangat kesal, dan yang lebih menyebalkan lagi aku tak diberitahu oleh kepala sekolah langsung, melainkan dari donghae sunbae.
“hey…yang ini bagaimana?” kata donghae sunbae memecahkan lamunanku. “hey…mengapa kau menangis?” kata donghae sunbae begitu melihat wajahku. aku langsung menyeka air mataku yang keluar tanpa kusadari. Ia lalu mengeluarkan sapu tangannya dan mengelap air mataku. “jangan menangis..” katanya singkat “sunbae…”kataku lirih “panggil aku oppa saja” kata donghae sunbae “kita dilihat banyak orang” kata donghae oppa. Aku langsung berhenti menangis “mianhae oppa…jeongmal mianhae” kataku karna telah ikut mempermalukan donghae oppa disupermarket. Setelah memilih bahan keperluan, aku dan donghae oppa langsung membayar dikasir. “gomawo oppa…sudah menemaniku kali ini” kataku saat dimobil donghae “bukan apa apa” kata donghae oppa dingin. Ia mengemudikan mobilnya menuju kesekolah. Ia memarkir mobil didalam sekolah karena sekolah sudah usai jadi bisa bebas. Lalu kami berjalan menuju ruang organisasi. Ia terus melihatku yang sibuk membuat mading tanpa sesekalipun membantuku. Walau ketika aku membutuhkan sesuatu, seperti gunting, ia langsung siap mengambilkannya. Entah mengapa hari ini ia sangat hangat padaku. dan aku merasa nyaman bersamanya hari ini. tapi aku terus memikirkan wookie oppa, baru kali ini ia tak membantuku dan anehnya orang yang biasanya dingin dan cuek padakulah yang membantuku kali ini. bahkan anggota klubku sangat tak peduli padaku.
“kau lapar? Kau sakit?” tanya donghae oppa “ha? Tidak. Aku baik baik saja oppa” kataku “wajahmu pucat sekali. Kau yakin kau tak apa?” kata donghae oppa. “benar oppa, aku tak apa” kataku. “sebaiknya kau pulang. Biar dilanjutkan besok saja” kata donghae “gwenchana oppa. Aku akan menyelesaikannya” kataku “AYO PULANG!!!” kata donghae oppa, tiba tiba nadanya meninggi entah mengapa, mungkin ia kesal terhadapku. Aku hanya menurut dan membereskan perlengkapan madingku, menaruhnya di tas plastic dan membawanya pulang. “taruh disini saja” kata donghae “ah…tapi kalau hilang?” kataku “tak perlu khawatir, aku kan yang membawa kunci ruangan ini” kata donghae. Lalu kami meninggalkan sekolah, aku berjalan kaki kepulang kerumah. Tiba tiba mobil donghae oppa berhenti disampingku. “ayo masuk” kata donghae oppa melalui kaca jendela mobilnya “untuk apa? rumahku dekat dan..” donghae langsung memotongnya “tak baik seorang gadis pulang sendiri” kata donghae “aku sudah biasa kok, jadi tak usah repot repot” kata ku lalu meninggalkan donghae dan langsung berjalan kerumah. Dan kurasa donghae oppa sudah tak mengikutiku lagi sampai aku tiba dirumah
**
“aku pulaaaang” kataku pada sungmin oppa yang biasanya sudah pulang kuliah duluan. “hyemi-ah, tadi wookie mencarimu” kata sungmin oppa dari arah dapur “ne, nanti kutelpon dia” kataku sambil melepaskan sepatuku “kau tumben tak bareng wookie, sudah punya kekasih ya?” tanya sungmin oppa seraya menghampiriku “mwo? Jangan bercanda oppa” kataku “hahaha habisnya sepertinya tadi wookie mencarimu seperti orang kehilangan sesuatu saja. Kau jadian saja dengan wookie, sepertinya dia menyukaimu” kata sungmin oppa. Deg! Entah mengapa jantungku langsung berdetak keras saat sungmin oppa mengatakannya “ah oppa ngomong apa sih….kami hanya sahabatan, tak lebih tak kurang” kataku mengelak dari perkataan sungmin oppa “haha yasudah, sana mandi…dan makan. Setelah itu kau beistirahatlah” kata sungmin oppa. Aku menuruti perkataan oppa kesayanganku ini dan segera mandi. Setelah itu makan dan langsung tidur karna lelah sekali, ditambah lagi urusan klub yang akan dibubarkan, aku semakin pusing saja…
**
Aku berjalan menelusuri koridor sekolah, tumben wookie tak mau berangkat bareng lagi denganku, ia sudah berangkat duluan, tanpa menungguku. Langkahku terhenti saat melihat wookie dan teman lamanya yang bernama Luna itu berdiri didepan koridor, agak jauh dari tempatku berada. Sepertinya mereka tak menyadari kehadiranku.
“kumohon….aku tak akan terlalu sensitive lagi denganmu, namun kumohon terimalah aku kembali, wookie-ah” pinta luna dengan nada penuh harap “aku sudah melupakan kisah kita dulu. Lagipula dulu kita masih SMP, aku tak terlalu menganggapmu serius” kata wookie “apa karna dia? Karna gadis kecil sahabatmu yang selalu ada dekatmu itu? seharusnya kau sadar dia sudah ada yang punya!!!” kata luna. Siapa yang dimaksud luna? Aku? Tak mungkin…aku masih single kok. “aku yakin Hyemi tak mungkin tak menceritakannya padaku. aku akan mendapatkan jawaban yang jelas” kata wookie dingin “penjelasan katamu? Setelah kemarin kau dan aku terang terangan melihat gadis itu bersama laki laki lain disupermarket? Gadis murahan seperti dia buat apa kau harapkan, ia hanya gadis yang gampangan dirayu oleh lelaki hidung belang dan juga apa kurang jelas bahwa mereka mempunyai hubungan khusus dan….” Perkataan luna terputus karna aku langsung datang dan….
PLAKKKK!!!
Aku menamparnya. ia sudah keterlaluan. “apa kau bilang?! Murahan?! Gampangan?! Seharusnya kau sadar diri bahwa sebenarnya siapa yang murahan?! Terlalu mengejar ngejar cowok….kalau ditolak ya ditolak saja jangan memaksanya!!!!” kataku dengan emosi yang meluap luap, aku memandangnya dengan penuh amarah, kesal akan kelakuannya yang seenaknya saja mengejekku murahan. Lagipula donghae oppa juga bukan laki laki hidung belang seperti apa yang dikatakannya. Jika tak ada dia, mungkin aku hanya pasrah ketika klub mading dibubarkan secara mendadak. Dan juga donghae oppa sangat memerhatikan dan membantuku kemarin. Air mataku jatuh begitu saja saking marahnya. “OPPA!!! BILANG PADA TEMANMU, JAGA UCAPANNYA. JANGAN SEENAKNYA SAJA IA BICARA…” kataku dengan nada kesal sekaligus memendam amarah didalamnya. Lalu aku meninggalkan mereka berdua dan langsung berlari menuju kelasku. Kulempar tasku di mejaku sesampai dikelas dan menangis sejadi jadinya. Aku terlalu sakit hati dengan perkataan Luna tadi, temanku Jehwa dan Jera melihatku heran kenapa aku datang datang menangis. “kau kenapa?” tanya jehwa “omona!!! Kau ini pagi pagi sudah nangis saja” tambah jera. Aku hanya terdiam, terlalu kesal dengan apa yang terjadi dikoridor tadi, baru 2hari ia disini dan ia sudah mengataiku murahan dan gampangan. Kasian donghae oppa, ia juga diejek karna kemarin menemaniku. Aku menangis sejadi jadinya. “sudahlah kau ke UKS saja. Tak mungkin kau mengikuti pelajaran hari ini dengan keadaan yang kacau seperti ini” kata jehwa. Aku menggeleng cepat “tak ada yang menemaniku…” kataku lemah. “aku bisa menemanimu” kata jera dengan semangat. Lalu ia menuntunku menuju keruang UKS.
**
“jinjja? Ah kenapa wookie sunbae diam saja?” kata jera terkejut saat kuceritakan kejadian yang membuatku kacau pagi ini. “ne…ia diam saja. Sepertinya ia masih menyukai gadis itu” kata ku “kau menyukai wookie sunbae ya?” tanya jera “aniyo…aku hanya heran mengapa wookie sikapnya langsung berubah saat ada Luna. Dan kurasa ia masih mencintainya” kataku “oh begitu…kau perlu bicara dengan wookie sunbae kalau begitu, agar semuanya jelas” kata jera “ah percuma saja, si Luna akan selalu mengikuti wookie oppa dimana pun ia berada” kataku. setelah merasa agak baikan, kami kembali kekelas. Tanpa diduga, aku bertemu Luna didepan ruang UKS. Ia menghentikan langkahku dan Jera. Ia menatapku sengit “kau….gadis tak tau diri….jangan dekati wookie lagi. Ia milikku” kata Luna. Cih, walau Luna adalah seniorku, aku terlalu jijik memanggilnya dengan sebutan onnie. “itu bukan hakmu” kataku dingin. “YA!!! GARA GARA KAU HUBUNGAN LUNA DAN WOOKIE MENJADI BERANTAKAN” kata teman Luna, kalau tidak salah ia bernama Dongseok “hey kau….ini masalah hanya antara Luna dan Hyemi. Jangan ikut campur!!!” kata jera ikut membelaku. Luna masih menatapku sengit, matanya disipitkan menandakan ia sangat muak terhadapku. “kau…jangan panggil aku gadis tak tau diri. Karna yang tau akan diriku sendiri hanya aku, bukan kau” kataku mengancam Luna.
PLAAAKKKK!!!
Luna menamparku dengan keras, lebih keras dari tamparanku terhadapnya tadi pagi “kukatakan sekali lagi, Wookie adalah milikku” kata Luna “hanya wookie oppalah yang berhak menentukan” kataku, sambil menahan rasa sakit dan darah yang keluar dari sela sela mulutku karna tamparannya yang dahsyat itu. ia mengangkat tangannya, ingin menamparku. Aku menatapnya dengan garang, menandakan aku tak takut padanya.
“jangan main kasar disini” kata seseorang dengan dingin dari belakangku. Aku langsung melihat siapa orang yang ada dibelakangku dan menemukan sosok Donghae oppa. Luna langsung kalang kabut meliat kehadiran Donghae oppa. “YA!!!DONGHAE!!! gadis itu merebut wookie dari Luna” tuduh Dongseok sambil menunjukku. “urus tuh gadismu itu…bilang padanya jangan ganggu wookie lagi!!!” ancam luna. “memangnya kau sudah resmi dengan wookie? Wookie juga kuyakin tak mau menerima gadis sepertimu, yang hanya main tuduh dan kasar saja. Apa salah Hyemi? Wajar ia dekat dengan wookie, ia sahabatnya, dan juga tetangganya. Wookie juga dekat dengan kakaknya, jadi wajar wookie mencemaskannya jika ada sesuatu yg terjadi terhadapnya. Karna ia tau kakaknya sangat menghandalkan wookie untuk menjada hyemi” kata donghae oppa panjang lebar membelaku. Jera yang daritadi diam saja mulai angkat bicara “lagipula kau menghinanya terlalu dalam” kata Jera yang langsung ditujukkan pada Luna. Luna yang dikeroyok oleh donghae oppa dan jera langsung pergi begitu saja bersama dongseok. Sedangkan aku langsung terduduk dilantai karna lemas. Darahku masih mengalir dari ujung mulutku. “hyemi…gwencahana?” kata jera. Aku hanya mengangguk lemah. Tanpa aba aba donghae oppa langsung menggendongku, membawa aku masuk kembali keruang UKS. “Jera…kau kekelas saja. Biar aku yang menemaninya” kata donghae oppa “ne…” kata jera cepat dan ia langsung berlari kekelas. Aku yakin ia akan memberitahu kejadian ini pada jehwa dan Zhoumi, neomjachingu-nya. “hyemi gwenchana?” tanya donghae “ne…gwenchana…”kataku lemah. “Hyemi!!!kau baik baik saja?” kata jehwa dipintu Uks. Nafas jehwa terengah engah dan aku yakin ia berlari menuju kemari. Kulihat Kyuhyun sunbae, neomjachingu Jehwa berada dibelakangnya. Aku hanya mengangguk menjawab pertanyaan jehwa. “wookie tak menjengukmu?” kata kyuhyun sunbae. Aku menggeleng, donghae oppa langsung menatap kyu sunbae tajam, sepertinya donghae oppa menyuruh agar kyu sunbae tak membahas wookie dihadapanku. Kyu sunbae mengangguk dan duduk disamping jehwa. “istirahatlah dulu…kau masih shock karna kejadian tadi” kata donghae oppa “ne…gomawo oppa” kataku sambil berusaha memejamkan mataku. Berusaha untuk beristirahat.
**
Sudah 3bulan aku dan wookie oppa tak bertemu. Akupun tak tau ia dimana, tapi Luna terus saja menerorku dan mengancamku untuk menjauh dari wookie. Aku hanya bisa menghindar dari kejaran Luna, aku tak mau sampai menamparnya 2 kali karna masalah ini. dan aku semakin rajin membuat mading, kebanyakan berisi tentang ilmu sejarah dunia dan pengetahuan umum. Dan kini yang membantuku membuat mading tak hanya Donghae oppa saja, ada Kyu sunbae dan Jehwa serta Jera dan zhoumi. Pekerjaanku jadi cepat selesai karna bantuan mereka. Dan juga mading sekolah menjadi lebih kreatif dari sebelumnya, oleh karena itu sekolah tak jadi membubarkan klub mading, itu juga karena donghae oppa yang membantuku berbicara kepada kepala sekolah untuk tak membubarkan klub.aku tak mendengar kabar tentang wookie lagi, Kabar terakhir tentang wookie oppa yang kudengar adalah ia mengikuti lomba menyanyi tingkat nasional mewakili sekolah, Luna juga ikut. Aku tau mereka mempunyai suara yang tak perlu diragukan lagi. Bahkan yang kudengar dari desas desus siswa siswi sekolah ini, mereka sudah jadian. Walau aku tak tau apa itu benar atau tidak. Aku tak mau menyinggung soal wookie oppa lagi. Cukup aku saja yang memikirkannya dalam pikiranku. Hari hariku seakan kosong tanpanya. Namun apa boleh buat lagi…aku hanya gadis tak berharga yang hanya menyusahkan hidup wookie oppa saja.
“kau mau ketaman tidak?” kata donghae oppa sepulang sekolah “traktir ya” kataku jahil “baik” katanya singkat. Entah mengapa sikap donghae oppa menjadi hangat terhadapku. Ia sering mengajakku kesupermarket atu toko buku sepulang sekolah. bahkan minggu lalu kami pergi ketoko game untuk membelikan kyu sunbae sebuah game yang sangat ia inginkan, berhubung minggu lalu adalah hari peringatan 1 tahun hubungannya pada jehwa, jadi kami membelikannya sebagai hadiah.
Aku menaiki mobil donghae oppa dan ia melajukan mobilnya kearah taman. Aku keluar dari mobil saat tiba ditaman dan langsung berlari lari ria seakan masa kecilku kurang bahagia “aaah~~ sudah lama aku tak kesini” teriakku riang. Donghae hanya berjalan pelan menuju kearahku sambil tersenyum melihat tingkahku yang konyol ini. “kau senang?” tanyanya “ehem~” kataku sambil menuju berlari kecil menuju kearah bangku taman yang diduduki donghae oppa “oppa…kukira dulu kau galak” kataku “aku tak segalak dengan apa yang kau pikirkan” jawab donghae oppa “kau mau eskrim tidak? Kita kekedai eskrim disana yuuuk” kata donghae oppa seraya menunjuk sebuah kedai yang tak asing olehku. Ya, aku pernah kesana. Bersama orang yang sangat kurindukan sekarang, dulu ia mengajakku saat kedai itu baru buka. Aku mengangguk sambil tersenyum, mencoba menyembunyikan perasaan galauku dihadapan donghae oppa. Lalu kami berjalan menuju kedai itu. lonceng dipintu berbunyi begitu saja saat kami masuk. Kami duduk didekat kaca agar bisa melihat keadaan sekitar taman. Aku memesan eskrim vanilla + coklat sedangkan donghae oppa hanya memesan rasa vanilla. “aku selalu ingin kesini…dengan seseorang” kata donghae oppa. Aku mengangkat salah satu alisku, menandakan aku tak mengerti sama sekali ucapannya “aku selalu kesini seorang diri. Dulu aku percaya bahwa setiap aku datang kesini, pasti tak ada yang menemaniku. Namun aku salah, sekarang kau menemaniku kesini. Kau memecahkan pemikiranku dulu” kata donghae oppa “aku tak terlalu suka bicara….aku takut orang lain akan mengetahuiku lebih dalam. aku hanya ingin menutup jati diriku. Lagipula banyak yang tak peduli padaku” kata donghae oppa. “orang tuaku selalu bekerja, ia tak memedulikanku, mereka hanya mengirimkanku uang dan mereka anggap aku sudah puas akan hal itu. semenjak kecil aku tak pernah berkumpul dengan keluargaku. Mereka sibuk. Kadang aku kesepian karna aku tak punya saudara. Hanya paman yang dari dulu merawatku saja yang dekat denganku. Namun sekarang ia sudah tiada” tambah donghae. Aku terlarut akan ceritanya. “jangan….jangan sedih” kataku. ia menundukkan kepalanya. Aku tak bisa melihat wajahnya. Cukup lama ia tak memandangku, sedangkan aku terus memandangnya, kelewat penasaran. Ia mengangkat wajahnya sambil tersenyum. Namun senyumnya seakan terpaksa, tidak alami “jangan paksakan dirimu untuk tersenyum” kataku. ia langsung terdiam…. Menatapku heran. Aku mengalihkan pandanganku. Mencoba menghindar dari tatapan yang selalu berhasil meluluhkan hatiku. Secara tak sengaja aku menangkap sosok yang sangat kukenal, ya….itu mereka. Ia berbincang akrab dengan gadis itu. apa benar yang dikatakan anak anak? Bahwa mereka sudah jadian? Walau aku biasa saja, tak merasakan pedih dihatiku namun air mataku ingin jatuh melihat mereka. Ia sudah lupa denganku…dengan sahabatnya sendiri. Bahkan menemuiku saja tak pernah lagi sekarang. aku menatap donghae yang kuabaikan tadi. Sekarang ia menatap arah pandanganku. Ia menatap penuh amarah terhadap sesosok orang yang telah asing dalam hidupku itu. ia beranjak dari duduknya dan menghampiri wookie oppa. Ya, orang yang daritadi kuamati. Wookie terlihat sangat terkejut akan kedatangan donghae, sedangkan Luna hanyalah diam menatap wookie. “kau….kenapa kau kema…” kata kata wookie terputus saat donghae memukul wajahnya “ini untukmu…pelajaran bagimu karna telah menyakiti perasaan seseorang” kata donghae geram. Lalu ia kembali kemeja dan menarikku keluar dari kedai itu. dilemparnya sembarang uang dikasir untuk membayar eskrim yang masih belum tersaji dimeja kami.
“aku akan mengantarmu pulang…” kata donghae oppa sambil menarikku dan menyuruhku masuk kemobilnya. Aku hanya menurut saja. Ia mengemudikan mobilnya dengan sinting, seperti orang kesetanan. “mianhae….mianhae telah memukul wookie tadi. Aku sangat tak tahan untuk menghajarnya. Ia sudah membuat perasaanmu sakit dan…” aku segera memotong pembicaraan donghae yang penuh nada penyesalan itu “gomawo oppa…oppa sudah membalaskannya untukku” kataku sambil tersenyum. Jujur, aku memang merindukan wookie namun aku muak melihat wajahnya. “aku tak tahan melihatnya jadian dengan gadis itu. padahal gadis itu jelas jelas telah merusak persahabatan kalian”kata donghae oppa seraya menyetir mobilnya “biarkan saja….mungkin mereka memang jodoh. Aku tak bisa berbuat apa apa lagi” kataku pasrah “kau menyukai wookie bukan?” kata donghae tiba tiba. Aku terkejut. Entah mengapa aku biasa saja, padahal jika aku ditanya apa hubungan ku dengan wookie, jantungku langsung berdetak kencang “dulu…” kataku singkat. Donghae diam saja mendengar jawabanku. Kami sampai dirumahku dan aku segera turun “gomawo untuk hari ini, oppa…” kataku sambil tersenyum. Donghae membalas senyumku “tak masalah” katanya, lalu ia langsung pergi. Aku masuk kerumahku. Sepi….ya, sungmin oppa sedang berada diluar negeri, mengurus surat kepindahannya kesana…..
**
‘Neo gateun saram tto eopseo juwireul dureobwado geujeo georeohdeongeol eodiseo channi.. Neo gatchi joheun saram neo gatchi joheun saram neo gatchi joheun ma eum neo gatchi joheun seonmul’
Kuangkat ponselku yang terletak dimeja sebelah kasurku. Lagu No Other menandakan ada panggilan yang masuk diponselku. “yoboseyo…” kataku menyapa “hyemi-ah?” kata seseorang dari seberang “mianhae. Nugu?” kataku tak konsentrasi. Aku tau ini hari libur namun mengapa ada orang yang tega mengganggu jadwal tidurku sih? Ini masih pagi tau!!! “ah aku wookie” katanya. mataku yang tadinya mengantuk langsung menjadi segar saat mendengar namanya “mwo? Ehm ada apa?” kataku canggung “apa kabar?” katanya “baik, kau?” kataku datar “aku juga…mianhae aku tak tau kemarin kau ada dikedai” kata wookie “tak apa. aku yang mengganggu acaramu dengan luna” kataku “aku tak tau ada kau dan donghae. Aku juga minta maaf sudah menyakitimu. Gara gara aku kau jadi banyak masalah dan hampir seluruh anak kelas 3 jadi membencimu. Aku tau ini salahku” katanya dengan nada menyesal “tak apa….bukan seluruhnya salahmu” kataku “kalau saja aku menerima Luna lebih awal, pasti ia tak akan mengganggumu dan menyebar luaskan kejelekanmu disekolah” kata wookie “aku tau ini salah….namun aku….sebenarnya….aku mencintaimu Hyemi-ah” kata wookie. Sontak aku kaget dan hampir saja ponsel yang kugenggam jatuh. “jangan bercanda” kataku “sungguh…aku serius” kata wookie “kau sudah punya Luna…” kataku lirih. ia terlambat. Hatiku sudah diambil oleh orang lain. Dan perasaanku padanya sudah kosong. Benar benar terhapus tanpa sisa sedikitpun “aku menerimanya agar ia tak mengganggumu lagi….” Katanya “kau babo….sangat babo!!! Kau terlambat wookie-ah…sejak kejadian 3 bulan yang lalu aku sudah merelakanmu. Dan sekarang kau menembakku disaat perasaanku padamu sudah hampa? Sudah kosong? Kau melakukan kesalahan yang sangat besar” kataku sambil menahan isak tangisku “mianhae….jeongmal mianhae…” kata wookie dengan nada menyesal. Aku menutup telpon darinya lalu menangis sejadi jadinya. Tega teganya ia muncul dikehidupanku lagi dan dengan seenaknya saja ia menyatakan perasaannya begitu saja setelah apa yang ia perbuat padaku. kalau saja ada sungmin oppa disini pasti aku akan segera berlari kepadanya dan menceritakan apa yang terjadi padaku. namun disini aku hanya sendiri…..dan bagian terbaiknya aku bisa menangis kapanpun aku mau. Tanpa ada gangguan sekalipun, dan juga bisa melepaskan apa yang mengganjal hatiku
**
*author pov*
Wookie bingung mendengar semua yang dikatakan hyemi padanya, hanya ada sau orang yang sangat ingin ia dengar penjelesannya, ia langsung mencari kontak orang itu dan menelponnya. “yoboseyo?” kata wookie ragu. Ia menunggu orang itu bicara “jeongmal mianhae…aku tak bermaksud menyakitinya. Aku menerima luna hanya karna….” Kata kata wookie terhenti karna orang yg ditelponnya menimpa perkataannya dengan kata kata yang orang itu lontarkan dengan amarah “bisakah kita bertemu? Aku tak mau kita diam diaman seperti ini terus. Aku ingin penjelasanmu. Dan juga penjelasanku juga” kata wookie. Ia mendengarkan jawaban orang itu dan menghela nafas “baiklah, di kedai eskrim kemarin jam 10 pagi. Sampai jumpa…” kata wookie sambil menutup ponselnya.
-Kedai eskrim jam 09.50-
Wookie melirik jam yang menghiasi tangan kirinya. Ia gelisah menunggu kedatangan orang yang mungkin menjadi kunci untuk masalah ini. wajahnya yang tadi gelisah berubah menjadi lega saat orang yang ia tunggu datang dan langsung menghampiri meja yang wookie tempati “aku malas berbasa basi. Langsung saja pada pokok pembicaraannya” kata orang itu dingin. Wookie menarik nafas panjang “tadi pagi aku menelponnya, aku menyatakan perasaanku padanya dan ia menolakku” kata wookie terus terang “ia bilang aku terlambat….saat aku memilih Luna, ia langsung menutup hatinya untukku. Padahal aku menerima Luna untuk melindunginya, agar ia tak tersiksa lagi” kata wookie. “kumohon….bantulah aku mendapatkan Hyemi…hanya kau satu satunya orang yang bisa membantuku” kata wookie. Orang itu menghela nafas dan menatap wookie dengan tajam “tak bisa…mianhae. Aku sudah membantumu dulu tapi kau malah menyia nyiakannya. Aku memberi waktu untukmu dan hyemi agar sering mengerjakan mading bersama. Tapi kau menganggap hyemi remeh. Dulu aku sudah mengalah dan menyerahkan hyemi untukmu. Aku sengaja memarahi hyemi yang tak mengerjakan madingnya, itu untukmu. Agar kau bisa membantu dan dekat dengannya.Dan kau tidak juga mengambil hyemi. Sekarang aku tak akan mau kehilangan hyemi lagi. Aku tak mau menyia nyiakan hyemi untuk kedua kalinya hanya untuk orang seperti kau, wookie-ah”kata orang itu lalu langsung beranjak pergi. Ia tahu pasti jawabannya akan begini. Sudah kosong harapannya untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. Dan sudah pasti orang itu tak akan merelakan hyemi sampai 2 kali. Wookie duduk sambil menatap eskrimnya yang perlahan mulai mencair. ‘baiklah…aku akan menyetujuinya. Menyetujui hyemi dengannya. Anggap saja ini permintaan maafku pada hyemi dan rasa terima kasihku untuk orang itu karna ia telah membantuku supaya dekat dengan hyemi, walaupun itu sia sia saja’ pikir wookie. Ia menetapkan pikirannya itu dengan mantap dan meraih ponselnya “aku relakan kau dengan hyemi. Jangan sia siakan dia. Dia sudah cukup menderita karnaku” kata wookie singkat lalu langsung menutup ponselnya lagi. “semoga berhasil…donghae” kata wookie sambil tersenyum pada dirinya sendiri
**
*Hyemi Pov*
Aku menghampiri Luna yang sedang membaca mading buatanku, “selamat kau mendapatkan juara 2 dalam perlombaan itu” kataku memberi selamat pada Luna. Walau luka dihatiku yang disebabkan olehnya masih membekas namun aku merasa tak enak jika tak mengucapkan selamat, karna ia telah mengharumkan nama sekolah. Luna menatapku terkejut, seolah tak percaya bahwa rivalnya mengucapkan selamat atas keberhasilannya “g..go….ma..wo” katanya terputus putus. Aku hanya tersenyum lalu segera meninggalkannya. Drrrrttttt. Ponsel yang ada disakuku bergetar, kuambil ponselku dan membaca pesan yang masuk kedalam ponselku
From = Donghae oppa
Temui aku diruang olahraga sepulang sekolah nanti. Ada yang perlu kukatakan padamu
Aku menghela nafas, ah dasar oppa, pasti mau mengajakku keluar lagi. Tiada hari tanpa keluar bareng dengannya. Dan aku menyukai kegiatan itu. terasa nyaman berada didekatnya. Dan juga darahku seperti mengalir deras saat aku bersamanya. Aku menaruh ponselku disakuku dan menuju kelas.
**
Aku melangkahkan kakiku kegedung olahraga, kulihat donghae oppa sedang menungguku dikursi penonton, ia memutar mutar bola basket sambil sesekali melihat isi ranselnya. Dan anehnya ia tak memakai seragam, ia memakai kaus basket berwarna merah dengan pinggiran berwarna putih dan ia memakai kemeja kotak kotak kecil berwarna hitam putih. Ia terlihat tampan sekali dengan pakaian itu. ia melihatku masuk kedalam ruang olahraga lalu ia langsung menyembunyikan sesuatu yang ia pegang ditangannya. “oppa…untuk apa oppa memanggilku kemari?” kataku bingung yang melihat ia tersenyum senyum sendiri “ehm….” Katanya jahil sambil tersenyum dengan senyuman yang sangat manis terhadapku “oppa….apa yang kau sembunyikan?” kataku penasaran, donghae menatapku jahil dan tersenyum lagi padaku “coba saja lihat jika kau bisa” kata donghae oppa. Aku langsung melihat kebelakang tubuhnya, namun ia sangat gesit dan memindahkan benda yang ia sembunyikan kearah dimana mataku tak bisa melihatnya “ahhh oppa!!” kataku mulai gregetan. Donghae lalu tertawa melihat tingkah konyolku yang selalu ingin tahu. Tiba tiba ia mengeluarkan benda yang dari tadi ia sembunyikan, terlihat jelas mawar merah ia persembahkan untukku “ini….untukmu” kata dengan nada yang sangat lembut juga tersenyum hangat dan menatap kedalam mataku. Aku membeku dibuat olehnya “Hyemi….jika kau menerima bungaku ini, kau berarti menerimaku menjadi Neomjachingu-ku. Hyemi….sudah lama aku menyukaimu. Saranghaeyo hyemi-ah…” kata donghae dengan lembut, namun ekspresi wajahnya membuktikan bahwa ia bukan sekedar main main, ia sangat serius. Aku mematung untuk beberapa saat, aku tak bisa berpikir jernih. Darahku terasa mengalir lebih cepat dan jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya. “HEY!!! Apa jawabanmu?” kata donghae yang sudah tak sabar menunggu. “nado…nado saranghaeyo oppa….” Kataku sambil menerima bunga yang ada dihadapanku. Donghae langsung memelukku dengan erat “aku tak akan menyia nyiakanmu 2 kali. Saranghae…” kata donghae dalam pelukan. Aku hanya tersenyum “nado oppa….” Kataku dalam pelukannya. “sekarang kau akan kulindungi dari orang yang berani menyakitimu, aku akan menghajarnya sampai mati. Siapapun yang menyakitimu, baik fisik ataupun perasanmu akan kuhabisi dia.bahkan si luna atau orang lain sekalipun” kata donghae sambil menatapku dengan lembut. Aku meringis dan donghae melihat ekspresiku heran “kau kenapa?” katanya heran. Aku menghela nafas panjang “oppa sepertinya kau harus menghajar dirimu sendiri….kau menyakitiku. Kau menginjak kakiku.....................” kataku sambil meringis kesakitan “OMO?????” kata donghae yang sudah kalang kabut sendiri
*THE END*
Diposting oleh






0 komentar:
Posting Komentar