*Han Jehwa POV*
Aku lemas saat melihat kepapan tulis dikelasku.
“Peringkat 10 besar :
1. Cho Kyuhyun
2. Han Jehwa
3. Han Hyemi
4. Lee Donghae
5. Jung Yonghwa
6. Kang Minhyuk
7. Im YoonAh
8. Kim Kibum
9. Kim Taeyeon
10. Lee Jonghyun”
Peringkatku turun…dan yang lebih mengesalkan lagi, Kyuhyun menggeser peringkatku, ia menang kali ini. padahal semester lalu aku ranking 1, kyuhyun ke2. Aishhh, aku mencari wajah menyebalkan itu dan menatapnya sengit, kulihat ia sedang tertawa dengan Donghae dan Jonghyun, teman dekatnya “sudahlah….kau pasti bisa menggeser peringkatnya” kata hyemi menenangkanku “iya….tapi pasti nanti orang tuaku marah. Ah anak itu selalu saja menghalangiku” kataku sebal “haha, kau saja yang terlalu serius belajar.kau terlalu stress belajar mungkin” kata hyemi “aku saja yang peringkat 3 biasa aja tuh” tambah hyemi “ya kan itu kamu…kau mau dapat peringkat mana saja mah tak masalah, bagiku peringkat 1 itu penting” kataku “jika peringkat 1 menyiksamu itu juga tak baik” kata hyemi “sudah ya aku dipanggil donghae-ah. Sampai nanti” kata hyemi seraya meninggalkan Jehwa
**
Ya, namaku Han Jehwa, murid sekolah menengah Shinhwa. Aku duduk dikelas 2.1 yang muridnya rata rata berotak pintar dan cerdas, aku salah satunya. Dan Cho Kyuhyun adalah saingan atau rival beratku. Ia selalu berusaha menyaingiku. Walau kulihat ia tak terlalu serius belajar namun yang kuheran ia selalu mendapatkan nilai bagus, ia selalu saja bersikap santai. Lain halnya denganku yang mati-matian belajar. Walaupun aku tergolong berasal dari keluarga yang mampu namun entah mengapa aku mempunyai ambisi untuk mendapatkan program beasiswa ke amerika yang diselenggarakan oleh sekolah ini. maka dari itu aku harus mendapatkan peringkat 3 besar dari kelas 1. Walau aku selalu dapat peringkat 1 atau 2 dan jarang sekali aku mendapat peringkat 3.
Aku masuk kepintu rumahku dengan gugup, hasil raport memang siswa yang mengambil dan aku takut orang tuaku akan marah karena aku turun peringkat. “sudah pulang Jehwa-ah?” kata Eunhyuk, kakakku “ne…umma kemana?” tanyaku pada oppaku yang aneh itu “lagi diruang tv” kata eunhyuk oppa singkat. Aku pun mengangguk dan segera keruang tv
“umma…ini hasil raportku” kataku saat masuk keruang tv dan meletakkan raportku dimeja depan tv. “mianhaeyo umma….peringkatku turun…namun nilaiku naik semua. Bahkan rata rataku naik jadi 95.55” kataku dengan nada gugup. Aku siap menerima omelan dari umma ku. Aku menunggu…..terus menunggu…. “tak apa sayang….kau sudah berusaha. Kau sudah belajar mati matian sampai sakit. Hanya sebuah peringkat saja yang penting nilaimu naik” kata ummaku lembut. Aku kaget mendengarnya, kukira umma akan marah karna aku gagal mempertahankan peringkatku “oh ne….kamsahamnida umma” kataku pada umma, lalu aku segera pergi kekamar
**
Aku melangkah masuk kegedung sekolah, selama masa liburan sekolah, aku hanya liburan sebentar saja, sisa hari liburan kugunakan untuk belajar demi meraih peringkatku lagi. Aku menghampiri papan pengumuman yang mencatumkan info pembagian kelas. aku kelas 3.1. tentu saja! Kelas 3.1 adalah kelas unggulan. dan 10 besar dari kelas 2.1 akan menjadi teman sekelasku lagi, termasuk kyuhyun. Huh menyebalkan sekali… aku berjalan menuju kelas 3.1 . saat aku melangkah masuk, hanya ada yonghwa yang sudah datang. Ia sedang memainkan gitarnya sambil menyanyikan sebuah lagu. Aku tau itu adalah lagu David Archuleta, karna Hyemi selalu menyetelkan lagu itu kapanpun ia berada
“'Cause if anyone can make me fall in love, you can…Save me from myself, you can…And it's you and no one else…if I could….”
Tiba tiba ia berhenti bernyanyi dan memainkan gitarnya. Aishhh padahal aku suka dengan suaranya yang merdu dan indah itu. Serta permainan gitarnya. “kau sudah datang?” kata yonghwa yang menyadari kedatanganku “ah n..ne….lanjutkan saja aktivitasmu. Aku tak akan mengganggumu” kataku gugup. Ia hanya tersenyum dan jantungku berdegup kencang melihat senyumnya. “suaraku jelek…” kata yonghwa merendah “aniyo….suaramu bagus kok. Aku menyukainya” kataku memujinya, tulus. Ia hanya menatapku heran. Seketika aku mengerti. “bukan…aku menyukai suara mu dan permainan gitarmu saja” belaku. Dan yonghwa….sepertinya aku juga menyukaimu. “haha kau fansku yang pertama berarti” katanya sambil tersenyum padaku, aku tersenyum membalas senyumannya yang sangat memukau itu “jinjja? Wah berarti kau adalah idola baruku, akan kutulis di list idolaku” kataku bercanda “kukira kerjaanmu hanya membaca dan belajar, ternyata kau masih bisa normal juga. Kau masih menyukai dunia idola juga hahaha” sahutnya sambil tertawa “ah kau ini bisa saja, kenapa kau tak nyanyi didepan umum saja? Kuyakin fans mu akan semakin banyak. Kau masuk klub band saja, kan kau bisa jadi gitaris, mungkin juga kau bisa menjadi vocal utama” kataku padanya “aku sudah terlanjur cinta pada sepak bola” katanya.
**
“Hyemi…jantungku selalu berdegup kencang saat aku melihat seorang cowok dikelas” kataku saat dicafetaria, waktu istirahat “omo? Siapa? Wah kau sedang jatuh cinta itu” kata hyemi “jinjja? Masa iya aku jatuh cinta? Memang gini ya rasanya jatuh cinta?” kata ku “iya…aku dengan donghae pun begitu. Jantungku berdetak lebih kencang jika melihatnya, serasa mau copot. Dan juga hatiku meluapkan perasaan bahagia namun gugup juga saat berada didekatnya. Siapa? Siapa cowok yang kau suka itu?” kata hyemi, penasaran “ehm…aniyo…aku malu ah” kataku sambil tersenyum malu “YAK!!! Jehwa….aku ini sahabatmu sendiri!!! Ayolah…aku tak akan bilang siapa siapa” kata hyemi “nanti kau bilang lagi sama donghae” kataku pada hyemi “tenang saja, mulut donghae bisa dijaga, ia tak akan comel kok” kata hyemi “Jung Yonghwa..” kataku pelan “mwo? Yonghwa-ssi?” kata hyemi tak percaya. Aku hanya mengangguk pelan, berusaha meyakinkannya “well, kalo begitu selamat berjuang mendapatkannya” kata hyemi sambil tersenyum
Aku kembali kekelas bersama hyemi. Hyemi sangat pecicilan sepanjang koridor. Ia tak henti hentinya menyapa mantan teman sekelas kami. Aku hanya bisa tersenyum melihat kelakuannya yang sangat kekanak kanakan. Kubuka tasku yang tergeletak dimeja kelas. kucari buku pelajaran biologi, sesuatu kertas berwarna biru muda terjatuh dari dalam tasku saat aku mencari buku biologiku. Aku yang penasaran segera mengambil dan membacanya
‘jangan anggap buku sebagai sebuah ilmu yang harus dihafal. anggaplah buku sebagai temanmu yang selalu menemanimu…jangan anggap buku sebagai barang bacaan yang wajib dibaca, anggaplah buku sebagai dongeng yang harus kau tau Ceritanya.’
Aneh…tak ada nama pengirim surat ini. kenapa ia bisa tau kalau aku memperlakukan semua buku pelajaran seperti hafalan yang bertumpuk? Ah sudahlah tak penting. Aku langsung menyimpan kertas itu kedalam tasku dan membaca buku biologi, karena setelah ini adalah pelajaran biologi. Sesekali kuamati tingkah kyuhyun yang sedang membaca juga namun sebuah headset terpasang ditelinganya. Huh…aneh sekali, mana konsen baca buku sambil mendengarkan lagu? sudah kuduga…ia memang tak serius dalam belajar.
**
Hari-hari kulalui dengan giat, aku juga menyisihkan waktuku untuk yonghwa, cowok incaranku. Ia dan aku sekarang dekat. Dan akupun selalu mendapatkan surat aneh yang berisikan nasehat. Walau surat itu hanya datang kadang-kadang.Kalau kupikir pikir, benar juga apa yang dikatakan surat itu…tapi…siapa yang begitu mempedulikanku sampai menuliskan surat itu?
Sekarang sudah bulan ketiga dimana aku sudah kelas 3. Sudah beberapa surat yang kuterima…
‘Hanya diri kita yang mampu memikirkan bagaimana cara yang terbaik…jangan paksakan dirimu untuk hal yang tak kau bisa….karena itu akan menyiksamu’
‘carilah Objeck lain untuk membuktikan apakah semua teori pada ilmu pengetahuan itu benar… jangan terlalu bergantung pada teori karna terkadang teori bisa menjebak kita’
‘jangan terlalu serius dengan nilai karna nilai belum tentu mengukur Kemampuanmu’
‘Yang bisa kita ambil dari hikmah adalah pengalaman pahit yang kita miliki’
‘Untuk mencapai apa yang kita inginkan, diperlukan usaha dan semangat yang besar….tidak hanya modal dengan otak yang cerdas namun keberanian pun harus digunakan’
Itulah surat surat misterius yang baru kudapat. Aku heran…siapa yang mengirimnya? Aku ingin mengungkapnya. Karena aku menyukai kata katanya yang bijak. Ia menulis surat itu seperti dari pengalaman hidupnya sendiri. Setiap aku sedang frustasi karna nilai ulangan harianku pas pasan, surat itu selalu datang dan membuatku lebih semangat belajar. Aku heran…siapa yang mengirimnya? Buat apa? Apa ia ingin melihatku berhasil?
**
Aku duduk dimeja cafeteria dengan Yonghwa. Ia menemaniku istirrahat karena hyemi sedang sakit. “makanmu sedikit sekali….apa kau kenyang makan segitu?” kata yonghwa sambil menatap ngeri kearah porsi makananku “ini sudah banyak tau…kau mau aku makan sebanyak apa? Sepulau afrika?” kata ku jahil padanya. Yonghwa sangat jahil padaku. “kalau aku sih…kurang makan segitu” kata yonghwa “kau kan perut karet, porsi makananmu segudang” jawabku. Ia hanya tersenyum sambil menyendokkan makanan untuknya sendiri. Setelah selesei makan, kami kembali kekelas. Suasana dikelas sangat gaduh sekali. “yonghwa…aku belajar dulu” kataku saat sampai kelas “hah kau ini…yasudah…jadilah anak pintar” katanya sambil berlalu meninggalkanku. aku hanya tersenyum bahagia karna bisa berduaan dengannya tanpa diganggu hyemi sama sekali. Kubuka tasku, penasaran apakah surat misterius dan aneh itu datang lagi, ternyata surat itu ada. kuraih kertas itu dan mulai membacanya
‘jangan mudah mempercayai orang lain karna Hanya dirimulah yang bisa mengerti apa maksud dan tekad dari orang yang berada didekatmu’
Lagi-lagi aku tersenyum membaca nasihatnya. Kata kata yang sangat bijaksana. Siapapun yang menulis surat ini pasti adalah calon psikolog yang baik. Kumasukkan kertas biru muda itu kedalam tasku dan mengambil buku geografiku, karena surat itu aku menjadi semangat belajar, tak lagi mengeluhkan siksaan belajar dan dengan senang hati membaca halaman demi halaman buku pelajaran, layaknya dongeng yang ceritanya harus kuketahui
**
Aku melihat kearah kyuhyun dengan kesal, ia sedang mengobrol asik dengan donghae dan kibum serta minhyuk. Mengapa ia bisa sesantai itu dan aku tak bisa? Erghhh!!! Ia tak pantas menerima predikat ranking 1. Ia terlalu santai dan menganggap tak serius dalam pelajaran. Sedangkan aku sudah berusaha keras mengejar pelajaran yang bahkan belum dipelajari dan belum dibahas. Aku bersiap pulang dan beranjak dari tempat dudukku saat aku menyadari ada selembar kertas biru muda berada dikolong mejaku
‘jangan paksakan kehendakmu karna itu akan membuat dirimu tersiksa….jalankan saja dengan cara Yang membuatmu merasa nyaman dan menyenangkan’
Aneh…ini adalah surat kedua dalam hari ini. jarang orang itu memberikanku surat sampai 2 kali dalam sehari. Terkadang dalam 2 minggu aku hanya mendapat sebuah surat saja. “kita jadi menjenguk Hyemi?” kata donghae, kekasih hyemi “ne…ayok berangkat” kataku “aku ikut…” kata sebuah suara dari belakang donghae. KYUHYUN!!! TIDAK….. jangan bilang kyuhyun ikut!!! Ia adalah musuh bebuyutanku!!! “mwo?” kataku pada kyu “aku ikut….kita naik mobilku saja. Sopir donghae tidak menjemput hari ini” jelas kyu. Donghae hanya mengangguk. Dengan terpaksa aku menyetujuinya. Kami bertiga berjalan menuju tempat parkiran mobil diseberang sekolah, disana…audi hitam milik kyu terpakir. “kau duduk dijok depan” kata donghae seraya masuk dan duduk dijok belakang mobil. Glek….aku? duduk dengan kyu didepan? Mau jadi apa aku? Cih…aku tetap menganggapnya sebagai rivalku. Namun karna aku menumpang dengan kyu, dengan sangat terpaksa aku menyetujuinya. Kyu menyalakan mesin mobilnya dan melajukan mobilnya kearah rumah Hyemi.
Aku memencet bel apartemen hyemi, sungmin oppa, kakak hyemi membukakan pintu untuk kami. “Jehwa-ah…sudah lama tak bertemu. Oh ada Donghae dan Kyu juga…mari silahkan masuk” sambut sungmin oppa “oh ne…gomawo oppa” kataku seraya masuk kedalam apartemennya. Kulihat hyemi duduk diruang tv menggunakan sweater musim dinginnya sambil meneguk coklat panas. Wajahnya sangat pucat “hyung, bagaimana keadaan hyemi?” kata kyu “tidak baik” kata sungmin oppa. Aku segera menghampiri hyemi dan mengajaknya ngobrol, tetapi suara hyemi habis karena radang tenggorokannya. Biasanya ia selalu berteriak teriak dengan suara cemprengnya namun sekarang ia hanya terdiam membisu tanpa suara. “kau baik baik saja jagiya? Sekolah sangat sepi tanpamu tadi” kata donghae. Hyemi hanya mengangguk lemah karna tak ada tenaga sama sekali. Donghae frustasi melihat keadaan hyemi yang sangat tak berdaya karna sakit yang dideritanya. Sedangkan kyu lebih banyak diam dan sesekali berbicara dengan sungmin oppa.
**
Aku merebahkan tubuhku diatas kasur, hari ini sangat melelahkan dan hari ini juga pertama kalinya aku jalan dengan Kyu. Haishhhh aku ini kenapa sih…selalu mengingat kejadian hari ini dengan kyu. Kukeluarkan surat misterius itu dari tasku dan menyimpannya dikotak yang kubeli khusus untuk menyimpan kertas itu. Kubaca sekali lagi semua kertas itu dan…..kuperhatikan setiap kata yang tersirat dikertas itu
HEY!!! Aku tau siapa pengirim kertas kertas ini!!!ternyata petunjuk pengirim surat ini ada dalam isi surat tersebut. Bodohnya aku…petunjuk pengirimnya adalah teka teki dari surat pertama sampai surat yang baru saja kudapatkan. Walau belum pasti tapi aku yakin dia yang mengirimkannya…Aku bingung…seraya tak percaya. Mengapa orang itu sangat memperhatikanku? Padahal aku kan…..haishhhh sudahlah Jehwa jangan berfikir yang tidak tidak…orang itu berniat baik padamu, jangan ragukan itu, lagipula kata katanya bijak dan membangkitkan semangatmu. Dan sepertinya, aku mulai menyukainya………
*To be continued...
Diposting oleh






0 komentar:
Posting Komentar