“jehwa….tau gak?” kata hyemi saat memasuki kelas dengan langkah dan wajah yang riang “mwo? Kau ini pagi pagi sudah heboh saja” kataku pada hyemi “ahahaha habisnya aku lagi senang sih” kata hyemi “memangnya kau kenapa?” kataku “aku dan donghae……” kata hyemi yang membuatku penasaran “apa? kau berhasil jadian dengannya?” tebakku “YAP!!! Kau ini pintar sekali….iiih” kata hyemi seraya menyubit pipi tembamku. “aish….apa lagi yang membuatmu riang seperti ini jika bukan donghae” kata ku “kemarin aku pulang bareng dengannya dan…..kau tau? Ia menembakku!!! Ah aku tak bisa mengatakan apapun saat itu. aku hanya mengangguk saja. Dan kau tau?! Hari ini aku berangkat bareng dengan donghae” kata hyemi dengan semangat. Beginilah hyemi kalau sedang senang pasti ia akan kelebihan bicara “yayaya….terserah kamu. Selamat ya. semoga langgeng” kataku “yuhuuu gomawo jehwa-ah” kata hyemi dengan riang.
Aku menghela nafas. Bagaimana hyemi bisa begitu cepat jadian dengan donghae? Setauku donghae baru 3 hari yang lalu putus dengan Jessica. Ya, memang donghae terkenal playboy disekolah ini. dan aku takut hyemi hanya dijadikan pelampiasan donghae saja. Namun masa bodolah, yang penting untuk sementara sahabatku itu merasa senang. Aku toh tak keberatan ia jadian dengan donghae.
“Ya!!! Jehwa!!! Mana buku catatan mtk ku?” tanya kyu, tangannya menagih kearahku yang kemarin meminjam buku mtk nya. “aishhh kyu….kan baru ada mtk itu besok, bukan sekarang. aku saja belum sempat mencatatnya” kataku. satu lagi teman sekelasku yang sangat dekat + usil selain Hyemi, dia adalah Cho Kyuhyun. Anak yang menggilai mtk ini sangat usil dan jahil padaku. namun aku tak keberatan dengan sikap iblisnya itu. dia memang begitu semenjak SMP. “kau ini….perlu aku telpon apa biar kau tak lupa? Kemarin kau janjinya akan dibalikin sekarang…” kata kyuhyun “kemarin aku sibuk” kataku “sibuk ngapain? Sibuk nonton tv atau sibuk online?” tanya kyu. Aku hanya nyengir mendengar perkataan kyu. Ia selalu saja mengetahui kebiasaanku. Ya mau bagaimana lagi aku ini anak yang sangat malas namun selalu beruntung bila ada ulangan, serasa ada dewi fortuna yang hinggap disebelahku. “nyengir mulu….yaudah besok janji balikin loh” kata kyu. Aku hanya mengangguk dan melihat ia pergi menjauhiku.
**
Kriiiiiiinggggg
Jam pelajaran telah usai. Ini yang kutunggu tunggu. WAKTUNYA PULANG~~~ aku segera membereskan barang barangku kedalam tas dan beranjak dari tempat dudukku. Aku melihat donghae menunggu didepan pintu kelasku. Sepertinya ia menunggu hyemi.
“Jehwa…..doakan aku ya….hari ini kencan pertamaku dengan donghae. Please doakan aku ya” kata hyemi yang entah dari kapan ia berada disebelahku. Aku hanya mengangguk “semoga berhasil” kataku pada hyemi. Hyemi langsung mendahuluiku dan langsung menghampiri donghae “temannya hyemi ya? donghae imnida” kata donghae padaku. “jehwa imnida” kataku sambil tersenyum “jehwa-ah….aku duluan ya” kata hyemi sambil melambaikan tangan dan bergandengan dengan donghae meninggalkanku sendiri. “hey kau mau pulang bareng denganku tidak?” kata kyu dari belakangku, aku nengok kearahnya dan mengangguk, memang aku, hyemi dan kyu biasanya pulang bareng. “sepi deeeh ga ada hyemi, ga ada yg cerewet lagi” kata kyu seraya berjalan pulang, kebetulan rumahku dan rumah kyu dekat dan searah. “siapa bilang….kamu masih cerewet kok kyu…” kataku pada kyuhyun “ah elum tentu…aku tak secerewet hyemi. Eh ngomong ngomong si hyemi beneran jadian dengan donghae ya?”tanya kyu “ya begitulah….” Kataku “hyemi yakin donghae serius dengannya? Dia kan playboy” kata kyuhyun “maka itu…aku juga mengkhawatirkannya” kataku “sudahlah…hyemi juga mengincar donghae kan? Biarkan ia senang dulu, setidaknya” kata kyuhyun. Aku mengangguk setuju “bagaimana kalau kita berpacaran saja?” kata kyuhyun tiba tiba. Aku menghentikan langkahku dan menatapnya tak percaya. Dasar cowok bodoh berpikiran sempit. Seenaknya saja menyatakan perasaan pada orang dan nadanya santai sekali, seakan tak ada beban di kehidupannya. “mwo?” kataku “HAHAHAH aku cuma bercanda jehwa-ah. Jangan marah…” kata kyu sambil tertawa. “aisshhh~ mulai deh usilnya” kataku sebal karna sikap aslinya sudah keluar. “mianhae…hahaha habis kau gampang sekali dikerjain” kata kyu “kau saja yang bodoh” jawabku jutek. “yasudahlah…sampai besok” kata kyu yang sudah duluan sampai di gang arah rumahnya. Aku melanjutkan perjalananku seorang diri
**
3 bulan kemudian…
Bel pulang sudah berbunyi, seperti biasa aku langsung mengeluarkan semangatku untuk membereskan barang barangku dan kumasukkan kedalam tas. “hari ini sudah 3 bulan ya sama donghae?” kataku pada hyemi yang menghampiriku “ne…aku akan merayakannya di taman kota. Doakan aku ya…” kata hyemi sambil tersenyum “ne. pertahankan donghae jangan sampai lepas. Kau sendiri kan juga mengincarnya” kata ku “okelah…aku duluan jehwa…” kata hyemi lalu ia meninggalkanku. oke, acaraku hari ini adalah membeli buku tentang magnet untuk tugas makalah. Kutunggu kyuhyun yang juga ingin membeli buku didepan pintu kelas. “mianhae lama….tdi aku menyalin catatan biologinya wookie dulu” kata kyuhyun “ne. ayo berangkat” kataku pada kyuhyun. Kyuhyun menurut saja dan langsung mengikutiku dari belakang. kami berangkat menggunakan bus menuju kepusat perbelanjaan dikota seoul.
Sesampainya ditoko buku, aku langsung memilih milih buku yang sesuai dengan tema makalah yang ditugaskan oleh mr.kim, guru fisika dan kimiaku. Aku menemukan buku yang tepat dan langsung mengambilnya 2, untukku dan untuk kyu, karna aku yakin kyu bukan memilih buku tentang bahan makalah, melainkan sedang memilih buku tentang game game terbaru, tentang cheat bagaimana bisa menang dengan mudah di game. Dan dugaanku terbukti benar saat aku menangkap basah kyuhyun yang sedang sibuk membaca majalah game di pojok toko. “kyu…ini udah ketemu bukunya. Ayooo bayar” kataku “bentar….ngapalin cheatnya dulu nih tanggung” kata kyuhyun “yaudah…aku bayarin dulu aja, aku tunggu diluar ya” kataku. kyuhyun langsung mengangguk karna merasa ritual pencarian rumus cheat bercampur dengan otak mtknya terganggu olehku. Aku membayar buku dan segera keluar toko. Jujur saja, mending diluar toko daripada didalam, masalahnya aku bisa dibilang alergi terhadap buku, aku mungkin akan mual jika kelamaan didalam toko.
Mataku menangkap sosok diseberang jalan, sesosok pria yang sangat familiar wajahnya, bahkan aku sangat mengenal wajahnya. Ia sedang berpelukan dengan gadis lain. Mulutku menganga lebar saat gadis itu melepaskan pelukannya dan kini aku dapat melihat seluruh wajahnya. Jessica…ya… tak salah lagi itu Jessica. Dan juga DONGHAE!!! Tunggu…bukannya donghae sedang ada kencan dengan hyemi ditaman kota? Bagaimana bisa ia begitu tega dengan hyemi sampai melupakan kencan mereka?
‘Neo gateun saram tto eopseo juwireul dureobwado geujeo georeohdeongeol’
Segera kuangkat ponselku yang berbunyi. “yoboseyo?” kataku “jehwa-ah….bagaimana ini? aku gugup” kata hyemi diseberang “kenapa? Kau gugup kenapa?” kata ku cemas, mataku masih melirik jess dan donghae yang sekarang bergandengan tangan “aku takuuuut!!! Aku takut donghae tak menyukai hadiahku” kata hyemi “mwo? Donghae belum datang juga?” kata ku kaget “belum….aku telpon tak diangkat, aku tau ia pasti sedang sibuk. Ia kan banyak kerjaan juga. Aku bisa memakluminya lah” kata hyemi “hyemi….kurasa kau salah…” kataku lirih “mwo? Salah kenapa?” kaa hyemi bingung “kau salah besar telah memilih donghae….”
**
Hyemi menatapku dengan mata berkaca-kaca. Kuceritakan kejadian yang kemarin kulihat dengan mata kepalaku sendiri pada hyemi. Walaupun mungkin menyakitkan untuk hyemi tapi ini juga untuk kebaikannya
“aku….aku tak percaya..” kata hyemi, air matanya keluar dari matanya dan membasahi pipinya “aku serius, kemarin aku melihatnya sepulang beli buku” kataku “kalau tak percaya tanya saja kyu” tambahku. Hyemi langsung menangis sejadi jadinya. Benar dugaanku, ia hanya dijadikan pelampiasan saja untuk donghae. Karena aku yakin donghae masih menyukai jess. “kenapa aku ini babo? Masih saja percaya dengannya” kata hyemi disela sela tangisannya. Aku mengusap kepalanya, berusaha agar ia terlihat lebih tenang. Ia masih saja menangis. Untungnya hari ini jam pelajaran banyak yang kosong karna rapat guru membahas ujian kenaikan nanti. Dan tanpa disadari kami menjadi pusat perhatian anak anak dikelas. Masa bodolah mereka mau bagaimana, mereka tak tau bagaimana rasa sakit yang dirasakan Hyemi.
“Hyemi-ah?!?! Kau kenapa?” tanya suara dari kejauhan. Kulihat donghae berdiri didepan pintu kelas dengan nafas terengah engah. Disampingnya kulihat Eunhyuk yang juga terengah engah. Dasar eunhyuk tukang ngadu, jangan mentang mentang donghae adalah sahabatnya ia jadi seenaknya memanggil donghae tanpa memerhatikan keadaan yang ada. hyemi yang daritadi hanya menunduk dan menangis langsung menatap nanar kearah donghae. Donghae berjalan mendekati hyemi dan…..
PLAAAK!!!
Sebuah tamparan yang berasal dari tangan mungil hyemi mendarat dipipi donghae. “bajingan!!! Jangan buat aku sebagai pelampiasan. Aku bukan gadis murahan yang bisa seenaknya kau permainkan!!” kata hyemi geram. Donghae memegang bekas tamparan hyemi dan menatap hyemi dengan muka tak tau apa apa, namun wajahnya langsung memerah dan matanya seperti berair. “apa maksudmu?!” kata donghae tak mengerti “aku bukan gadis babo, Lee Donghae!!! Jadi kemarin kau datang terlambat karna jess? Iya?!?! Silahkan kau balik pada jess….aku sudah tak peduli lagi!!!” kata hyemi kesal. Ia langsung berlari meninggalkan donghae dan aku. Aku menatap garang kearah donghae dan menyusul hyemi, namun sia sia saja, tanganku ditahan oleh donghae sehingga aku tak bisa menyusul hyemi
“jelaskan padaku….apa yang terjadi!!” tanya donghae padaku, matanya benar benar terlihat seperti terluka “kau…kemarin kau dengan jess berpelukan. Iya kan?! Tak usah bohong!!! Aku melihat semuanya” kata ku emosi “hah jadi karna itu? kau bahkan tak tau dari awal kejadiannya. Iya kan?! Jangan asal main tuduh!!!” kata donghae sambil tertawa sinis. “kau tak usah mempermainkan hyemi lagi!!! Aku sudah muak denganmu dan sikap seenakmu yang suka mempermainkan gadis, asal kau tau…hyemi itu gadis yang baik jadi jangan pernah sakiti dia lagi!!!” kata ku dengan nada mengancam “siapa yang sekarang sedang mempermainkan? AKU SERIUS DENGAN HYEMI dan sekarang kau mengacaukannya!!!! Kau bahkan tak tau kemarin jika aku tak menarik dan menyelamatkan Jessica, ia pasti sudah terbaring dirumah sakit saat ini” kata donghae “JANGAN KAU BOHONGI AKU DENGAN ALASAN KONYOL SEPERTI ITU” kata ku dengan nada tinggi, cukup!!! Aku tak mau mendengar alasannya lagi “terserah mau percaya atau tidak!!! Kemarin aku menyelamatkan jess dari truck yang akan menabraknya dan ia tanpa kusadari kami berpelukan!!! Oiya selamat kau membuat hubunganku dengan hyemi menjadi BERANTAKAN!!!” bentak donghae. Ia langsung meninggalkanku sendiri. Aku masih terdiam tanpa kata. Apa aku salah sangka? Kenapa aku begitu bodoh? Sekarang hubungan mereka berantakan karna aku….dan seharusnya aku yang harus bertanggung jawab atas ini. tanpa kusadari air mataku mengalir kepipiku. Aku langsung berlari menuju ke toilet, tempat yang mungkin dituju hyemi tadi. Langkahku berhenti didepan toilet dan mengurungkan niatku untuk memasuki toilet
“kau tau tidak? Tadi aku lewat kekelas 2.1. katanya hyemi dan donghae baru saja putus. Dan kau tau tidak? Mereka putus gara gara sahabat hyemi sendiri, si jehwa itulooh” kata seorang siswi didalam toilet “masa sih? Tadi sih aku lihat hyemi disini sambil menangis. Gatau deh sekarang ada dimana” kata siswi lain “iya. Jadi tuh kata jess, si jehwa kayanya dari lama udah ngincer donghae, tapi udah keburuan ama hyemi. Jess tau dari cara jehwa natep si donghae” kata siswi lain “masa? Aishhh padahal jess ama donghae pantes tuh. Hyemi terlalu biasa buat donghae” kata siswi lain.
Karena tak tahan mendengar gossip murahan para gadis yang ada di toilet, kuputuskan untuk pergi, sejak kapan aku suka dengan donghae? Yang kusuka itu adalah………….aish lupakan saja lah. Toh tak mungkin bisa jadian dengannya. Lagipula ia juga tak terlalu peduli padaku.
Kutemukan hyemi dipojok tangga sekolah, sedang meringkuk dan kulihat dari sela sela matanya keluar butiran butiran air mata. “hyemi….gwenchanna?” tanyaku. Hyemi hanya menggeleng lemah. “kau pengkhianat” kata hyemi pelan. “mwo? Apa maksudmu?” kata ku tak mengerti.. hyemi langsung bangkit dan meninggalkanku “kalau kau menyukai donghae….jangan seperti ini caranya” kata hyemi, lalu ia berjalan meninggalkanku yang mematung sejak tadi
**
Sudah 2 minggu hyemi mendiamkanku. Aku seperti eskrim yang biasanya selalu lengkap dengan rasa vanilla sebagai rasa hyemi, coklat sebagai kyuhyun dan strawberry sebagai aku sendiri bagai kehilangan 1 rasa, yaitu vanilla. Atau mungkin 1 setengah rasa, coklat yang biasanya selalu ceria dan usil terhadapku menjadi dingin. Ia sekarang cuek padaku dan tak peduli padaku. walau aku dan kyu masih pulang bersama namun ia lebih sering mendiamkanku. Padahal dulu ia selalu melontarkan cerita cerita tak penting padaku.
Bel pulang sekolah sudah berbunyi dan seperti biasa, aku langsung buru buru membereskan barang barangku dan bersiap siap untuk pulang. Aku melirik sebentar kearah pintu dan sudah menemukan kyuhyun sedang menungguku. Aku menghampirinya, jujur, aku merindukan sikap usil dan jahilnya yang sering membuatku kesal dulu. “ayo” kataku singkat padanya, ia hanya mengangguk dan berjalan disebelahku. Kami meninggalkan sekolah dan berjalan kearah perempatan yang biasanya menjadi titik perpisahan gang kami. “katakana sesuatu” kataku memecahkan keheningan, aku tak tahan dengan semua yang ia perbuat belakangan ini, seperti kehilangan kyuhyun yang biasanya sangat cerewet itu. “aku malas ngomong” kata kyu “oh” kataku. selalu saja begitu jawabannya jika aku memintanya untuk mengobrol. Kudengar kyu menghela nafasnya. Aku melirik kearahnya untuk memastikan, dan ternyata ia juga melirikku.
“apa benar?” tanyanya “mwo? Apa?” kataku tak mengerti “gossip itu….” katany pelan. Aish~ aku paling benci jika mengungkit ngungkit gossip yang mengatakan bahwa aku menyukai donghae!!! Buat apa aku menyukainya? “tentu saja tidak!!! Hanya orang bodoh saja yg memercayainya” kataku “banyak yang bilang kalau itu benar” kata kyu “lalu mana buktinya?” kataku “hubungan hyemi dan donghae berantakan” kata kyu “oke…ini semua salahku. Tapi bukan karena aku menyukai donghae. Ini semua hanya salah paham” kata ku emncoba tenang “terserah apa katamu. Aku pulang~” kata kyuhyun, ternyata kami sudah tiba diperempatan. Ia meninggalkanku dan masuk kedalam gang rumahnya. Aku hanya menatapnya yang semakin lama semakin tak terlihat. Lalu aku berjalan menuju rumahku.
**
“boleh aku duduk disini?” kata hyemi pelan padaku. ia membawa nampan makanan yang sepertinya menu makannya. Kulihat keadaan disekitarku. Ya, kantin memang penuh saat jam istirahat seperti ini. dan nyaris tak ada meja kosong selain meja yang kutempati “tentu” kataku sambil berusaha tersenyum padanya. Ia langsung duduk dimejaku dan memakan makanannya tanpa mengucapkan apa apa padaku
“mianhae…” kataku padanya yang sedang memakan makanannya. “tak ada yang perlu dimaafkan” kata hyemi “kau marah?” kataku “ani…aku hanya tak ingin terbuka dulu” kata hyemi “aku menyesal karna asal memberikan berita itu padamu tanpa mengetahui alasan yang sebenarnya” kataku “bukan salahmu. Lagipula aku dan donghae sudah baikan” kata hyemi “jadi….kau jadian lagi dengannya?” kata ku penasaran “tidak, hanya berbaikan, tidak lebih” kata hyemi “oh begitu” kataku. kulirik hyemi dan nampannya, sudah kosong, makanannya sudah habis dilahap oleh hyemi. “aku duluan” kata hyemi dingin. Aku hanya mengangguk dan ia meninggalkanku begitu saja. Aku yang masih betah online dikantin masih saja duduk dimeja kantin.
Karna bosan kuputuskan untuk kembali kekelas. Aku berjalan terburu buru karna melihat donghae, orang yang sangat tak ingin kulihat. Dan dengan tak sengaja (Sengaja juga gapapa, gratis kok) aku menabrak sosok Jessica.
“mianhae Jessica-ssi…aku tak sengaja” kata ku. Jess menatapku sinis dan langsung bangkit karna ia tadi tejatuh karna kutabrak “HEH!!! KALO JALAN MAKE MATA DONG!!” kata jess dengan emosi “aku kan sudah bilang maaf” kataku, aku tak merasa bersalah sama sekali “dasar gadis sialan!!! Bajuku jadi ternoda karnamu kan!!! Perebut cowok orang!!” kata jess menyindirku “HYA!! JESSICA JUNG~ aku bukan perebut orang ya!!!” kataku, mulai naik pitam “hah kata siapa? Semua orang disekolah ini juga tau kau pasti sengaja membuat donghae dan hyemi putus? Iya kan?! Agar kau bisa jadian dengan donghae?!?! Kau tak pantas dengannya. Memang yang paling pantas dengan donghae itu hanyalah aku” kata jess “ingat ya!!! aku bukan seperti itu!! aku masih punya harga diri dan aku tak mungkin mengkhianati sahabatku sendiri” kata ku kesal “HAHAHA~ masih mau memberi alasan lagi?! Dasar pengkhianat!!!” kata jess, lalu ia mendorongku hingga aku terjatuh dilantai kantin. “gadis cengeng!!! Hanya bisa merengek pada orang lain. Kau tak bisa apa apa tanpa adanya orang lain disekitarmu, jangan anggap dirimu paling hebat, Nyonya” sindir jess . dengan satu tangannya jess langsung menamparku. Aku meringis kesakitan karna tamparan kerasnya “apa salahku padamu?!?! Apa kau tak cukup melontarkan makianmu padaku?” kataku emosi “haha kau memang pantas mendapatkannya” kata jess.
“jangan sakiti dia…” kata suara yng sangat familiar. Aku mendongak dan melihat siapa sosok yang membela ku dari kutukan jess. Orang itu berdiri di hadapanku yang masih terduduk dilantai. Badannya tampak tinggi. “buat apa kau membela orang sialan itu?” tanya jess “dia bukan orang yang seperti itu…aku mengenal semua sikapnya sejak dulu” kata orang itu “lalu apa masalahmu? Apa hubunganmu dengan jehwa? Lalu apa untungmu membelanya disaat orang orang tau dia biang keladinya?” kata jess “tidak ada. aku hanya ingin melindungi orang yang kusukai” kata kyuhyun dingin, ia menatap tajam kearah Jessica sehingga membuat jess bergidik ngeri pada kyuhyun. “terserah apa katamu” kata jess lalu ia langsung meninggalkan ruang kantin yang penuh ini.
“kau tak apa?” tanya kyu sambil mengulurkan tangannya padaku “ne…gwenchanna” kata ku “aku sudah menjelaskan semuanya pada hyemi, kau tak usah khawatir lagi. Jika jess macam macam lagi padamu, kau laporkan saja padaku” kata kyu “ani…tadi aku duluan yang menabraknya, mungkin dia marah karna…..” belum sempat aku melanjutkan kalimatku, kyuhyun langsung memelukku. “sudahlah jangan dipikirkan lagi, mumpung tadi aku sudah keceplosan, aku hanya mau bilang…..saranghae..” kata kyu. Mataku terbelalak karna ucapan kyu. Mungkinkah? “aku cemburu mendengar gossip kau menyukai donghae” kata kyu lagi “kyuhyunnie…” kataku. kyuhyun melepaskan pelukannya dan menatapku lembut, “jadi…..” kataku bingung “maukah kau menjadi yeomjachingu-ku?” katanya sambil tersenyum, kalau sebelumnya aku melihat senyumannya yang sangat evil itu, namun kali ini aku menemukan senyuman tulusnya yang menurutku sangat manis. “ne…nado saranghae kyu-ah” kataku pada kyuhyun
“EHEM~~” kata seseorang dari belakang. aku menoleh dan menemukan sesosok donghae dibelakangku “kau harus membantuku balikan dengan hyemi” tuntut donghae. “baiklah….bisa diatur” kataku sambil nyengir “hae…pergilah….aku sedang sibuk. Kau urus saja urusanmu nanti” kata kyuhyun. “baiklah…cepat urus urusanmu. Aku membutuhkan jehwa secepatnya untuk balikan pada hyemi” kata donghae sambil berjalan meninggalkan kami “sekarang kau tak akan lagi terkena gossip” kata kyu “kecuali gossip aku jadian dengan kau adalah benar….” Kata ku sambil tersenyum
*The End*
Diposting oleh






0 komentar:
Posting Komentar