*Kim Raehwa POV*
Dear diary…
Aku tau aku tak akan pernah disisinya…karena aku hanyalah sampah tak berguna yang digerogoti penyakit disekujur tubuhku. Semua orang memperlakukan beda dengan orang lain. Semua orang tak menganggapku seperti orang biasa. Aku bosan karena terus mendapatkan perhatian yang berlebih.kadang aku melarang orang tuaku dan saudaraku bersikap berlebihan. Karena aku bosan menerima perlakuan tersebut. Aku ingin secepatnya bebas. Agar semua orang tak kerepotan dengan ku lagi. Aku tak ingin membebani orang lain. Aku hanya ingin diberlakukan selayaknya orang normal. Dan…yang paling kuinginkan adalah keluar dari kamar dan gedung terkutuk ini. Yang menyebabkan aku kehilangan semuanya. Aku ingin udara bebas. Aku ingin bermain layaknya remaja normal. Dan aku ingin mempunyai teman yang sebaya.hanya itu yang kuminta. Intinya aku hanya ingin meminta kehidupan seorang remaja yang normal, bukan yang seperti ini…
Kim Raehwa
**
Sudah 11 tahun aku dirawat disini. Karena penyakit lemah jantungku aku harus terus menerus berada dirumah sakit dari umur 5 tahun. Kadang aku iri jika sepupuku yang berumuran sama denganku menengokku. Aku ingin kehidupan remaja normal. Seperti remaja yang lainya. “suster, apa aku akan terus disini sampai aku tua?” kataku pada perawat suatu hari “sabar ya sayang, sebentar lagi kau akan sembuh dan kau bisa bersekolah dan hidup normal lagi” kata suster. Selalu saja jawabannya begitu. Aku bosan mendengarnya. Aku pun bosan terus berada di kamar rawatku. Kuputuskan untuk berjalan-jalan keluar dan berkeliling rumah sakit. Tentu saja aku tak lupa membawa psp ku yang selalu saja menemaniku disaat aku sedang bosan. Aku pun ketaman rumah sakit, disana ada pohon chery yang rindang yang biasa menjadi tongkronganku. “pagi Raehwa…” sapa dokter Cho “ah pagi dok..” kataku membalasnya sambil tersenyum. Aku kenal semua dokter yang ada disini. Aku paling dekat dengan dokter Cho, kebetulan ia mempunyai anak perempuan bernama Cho AhRa, Ahra onnie sering kerumah sakit untuk menjeput appanya. Kadang ia mengobrol denganku saat appanya sedang sibuk. Ahra onnie sudah kuliah, dia mengambil jurusan sastra inggris di seoul international university. Aku pun menuju ke pohon chery tempat tujuanku, setelah sampai dibawah pohon, aku pun duduk dan langsung menyalakan pspku. Aku main pspku dengan tenang. Hari ini hari yang cerah batinku. Aku pun semakin serius memainkan pspku karena sudah level terakhir. “DORRRR!!!” kata suara yang mengagetkanku “ah onnie…kau mengagetkanku saja” kataku pada AhRa yang memang sangat iseng sekali “habisnya kau serius sekali sih hahaha” katanya sambil tertawa, mungkin ia melihat ekspresiku yang aneh, tebakku. “kau suka main game? Sama dengan adikku. Dia game holic. Pernah begadang semalam garagara ingin menamatkan 4 game sekaligus dalam sehari sampai keesokan harinya ia sakit” kata AhRa “jinjja?” kataku “ne, mana ya orangnya…tadi ia ikut denganku kok. Ah itu dia…. KYUHYUNNIE….!!!” Teriak Ahra memanggil kyuhyun, adiknya. Aku takbisa melihatnya dengan jelas sampai ia berada didekat kami “wue?noona?” katanya bingung “Kyuhyunnie, perkenalkan ini Raehwa…Raehwa ini kyuhyun adikku” kata Ahra “Kim Raehwa imnida…” kataku sambil tersenyum, namun mataku menatap penampilan kyuhyun dengan penasaran. Ia tinggi, tubuhnya seimbang dengan tingginya. Wajahnya lumayan, rambutnya coklat berantakan dengan poni ditata keatas. Aaah melihatnya mengingatkanku pada tokoh Edward Cullen yang di novel Twilight. “ Cho kyuhyun imnida” katanya sambil membalas senyumku. Senyumnya menarik. Ia memiliki kharisma “Hae-ah kyu ini seumuran denganmu, kau 16 tahun kan?” kata Ahra. Aku pun mengangguk “kyu, dia game holic juga nih sama sepertimu. Eh appa sudah keluar dari ruangannya?” kata ahra “belum noona, dia tadi mendapatkan panggilan darurat untuk operasi” kata kyu “jadi…kau suka main game juga?” kata kyu “ah tidak jg…aku hanya bermain saat mengisi waktu luangku. Ahra onnie hanya melebih-lebihkan” kataku “oh begitu. Kau sendiri saja disini. Orang tuamu mana?” kata kyu “orang tua ku lagi berada diluar negeri” kataku “kau disini dengan siapa?” kata kyu heran “kadang sepupu dan saudara ku menjengukku” kataku “kadang? Tega sekali mereka. Memangnya kau sudah berapa lama dirawat disini? Sampai tak ada yang memperhatikanmu seperti ini” kata kyu “sudah 11 tahun aku dirawat. Ah aku sudah terbiasa dengan ini lagipula aku yang menyuruh mereka untuk jangan setiap hari menjengukku. Aku tak ingin merepotkan mereka semua” kataku “jinjja? 11 tahun? Kau serius?” kata kyu “ehem seperti itulah” kataku.
*Cho Kyuhyun POV*
Benar-benar gadis yang tegar. 11 tahun dirawat dengan perhatian yang kurang. Tapi sepertinya ia bahagia diberlakukan seperti remaja normal. Aku kira ia hanya baru beberapa hari dirawat karena wajahnya segar sekali. Tak ada pucat-pucatnya seperi pasien yang lainnya.
“noona?” kataku pada Ahra noona saat dirumah “wue?” kata noona “itu…Raehwa, dia sakit apa sih kok bisa sampai 11 tahun dirawat?” tanyaku pada noona “dia memiliki kelainan jantung, lemah jantung. Jantungnya sangat rentan. Maka dari itu untuk berjaga-jaga pihak keluarganya menaruh dia dirumah sakit sampai ia menjalani operasi nanti saat ia berumur 18 tahun, karena jantungnya baru bisa dioperasi saat umur 18” kata noona “oh begitu” kata ku “dia gadis yang manis, cantik malah menurutku. Aku senang melihatnya tersenyum. Lesung pipinya ituloh membuatku iri. Matanya bulat pula ahhh andai ia tak punya penyakit dan berkehidupan normal, kuyakin banyak cowok yang menyukainya” lanjut noona. Aku sebenarnya mendengarkan apa yang noona katakan.tapi aku lebih fokus dengan pspku “hey jelek…kau dengar tidak apa yang aku katakana?” katanya “ehemmm” kataku “dasar kau…sudah pacaran sana dengan pspmu” katanya seraya meninggalkanku sendiri diruang tv.
*Kim Raehwa POV*
“halo Raehwa..aku kesini membawakan makan malam untukmu” kata suster seraya masuk dan menghampiriku “kamsahamnida suster” kataku. aku pun makan ditemani oleh suster tersebut “emmm suster, kau baru ya kerja disini? Aku baru melihatmu” kataku “ne, aku baru 3 hari yang lalu. Perkenalkan aku Shin Soojung” katanya “kau panggil saja aku onnie, tak usah suster ah aku baru 19 tahun kok” katanya “ah baiklah onnie, onnie baru masuk kerja atau dipindah kerja?” kataku “baru masuk, kebetulan juga rumahku tak jauh dari sini” katanya sambil tersenyum. Onnie terlihat cantik. Wajahnya bersih berkulit putih. Ia pun tinggi, aku yakin jika ia mengikuti audisi untuk menjadi model ia akan masuk. Wajahnya cantik menurutku “jadi Raehwa…kau jarang bertemu keluargamu?” kata onnie “ah jarang mereka semua sibuk” kataku “kau tak merindukan mereka?” katanya “aku selalumerindukan mereka setiap saat” kataku sambil menerawang jauh “ahahaha sebentar lagi kau akan bisa berkumpul lagi dengan keluargamu”katanya “kau cantik sekali Raehwa…” katanya “ah onnie bisa saja jika bercanda, aku kan masih kalah cantik dengan onnie.” Kataku “aku suka matamu yang bulat” katanya “jinjja? Aku malah merasa aneh mataku tak seperti orang korea pada umumnya” kataku “aku malah suka mata sepertimu” katanya. setelah aku menghabiskan makananku, diapun membereskannya “tidur yang nyenyak yaaa Raehwa-ah” katanya sambil menutup pintu kamarku
**
Seminggu kemudian…
Aku sedang membaca novel dikamarku “tok tok tok tok…” tiba tiba pintu kamarku ada yang mengetuk “nuguyeyo?” kataku “ini aku, kyuhyun” katanya “ah silahkan masuk” kataku beranjak dari tempat tidur. Ia pun masuk membawa seikat mawar putih . ia memakai kaus putih dan jaket kulit berwarna hitam, menurutku itu simple namun sangat cocok padanya “annyeonghaseyo” katanya saat masuk “annyeonghaseyo kyuhyunnie, silahkan duduk” kataku “ini kubawakan untukmu” katanya sambil menyerahkan mawar itu padaku “ah indah sekali, kamsahamnida” kataku “kau sedang menunggu dokter cho?” kataku menebak “iya begitulah, appa ku lama sekali jadi kuputuskan untuk mampir kekamar rawatmu saja” kata kyuhyun “oh begitu” kataku “boleh pinjam psp? Pspku ketinggalan dimobil” kata kyuhyun. Aku pun menarik laci dan mengambil pspku “ini” kataku. dia pun memainkan pspku “game mu sedikit sekali” katanya “aku jarang menambahkannya” kataku “ahhh ini sih gampang saja. Apa kau tak bosan dengan permainan yang ini ini terus?” kata kyuhyun “yaaa bosan sih tapi yaaaa mau bagaimana lagi aku kan jarang keluar dari rumah sakit untuk jalan-jalan” kataku. kulihat kening kyuhyun berkerut. Kurasa ia sedang memikirkan sesuatu “boleh kubawa pspmu?” katanya. aku pun untuk sesaat tercengang “ahahaha tak mungkin aku akan mengambilnya, nih” katanya sambil mengeluarkan sebuah ponsel dari saku celana nya “sebagai jaminan bahwa pspmu akan kembali” katanya. “ah, yasudah” kataku masih bingung. Ia pun keluar dari kamar dan aku sendirian dikamar. Kuputuskan untuk mengambul majalah dimeja dan mebacanya “Raehwa” kata AhRa sambil masuk kekamarku “wue? Onnie?” kataku “annyeonghaseyo Raehwa” katanya sambil berjalan kearah ku “kau baik-baik saja?” katanya “aku bosan” kataku, ia tersenyum
“ja ireona(ja ireona) da iriwa(da iriwa)
mak heundeureo (ni saenggak modu) Just shake it up, Shake it up”
ponsel kyuhyun yang berada dimeja sebelah kasurku berbunyi, Ahra onnie menatapnya bingung “kau…angkat” katanya padaku, kuangkat ponselnya. “Yoboseyo…ah kyuhyunnie. Apa kabar kau? Eh tau tidak didekat sekolah dibuka toko games baru. Kapan kita bakal mengunjunginya? Kau pasti akan senang kudengar koleksi disana sangat lengkap” katanya sebelum aku mengatakan sepatah kata apapun “ini bukan Kyuhyun” kataku lembut padanya “wue? Ah mianhae…eh tungu, di ponselku tulisannya kyuhyun. Wah kau mengambil hpnya ya? cepat kembalikan!!!” katanya casciscus “kyuhyun menitipkan hpnya padaku, haha nanti kusampaikan padanya kau menelpon” kataku “oh mianhae telah berburuk sangka padamu. Sudah dulu ya byeee” katanya sambil menutup telpon. Aku pun meletakkan ponselnya dimeja “kyuhyun mengambil barangmu yang mana?” kata Ahra onnie “dia meminjam pspku katanya gamenya mau ditambahin” kataku “oh, dasar anak itu selalu saja tak berpikir dengan otak, seenaknya saja mengambil barang orang dan menjaminnya dengan barangnya” katanya sambil berapi-api “tadi kyuhyun kesini?” Tanya Ahra onnie “iya, aku tak menyangka ia kesini. jarang ada yg kesini kecuali kau, suster dan dokter” kataku “ah kau ini. Yasudah aku keruangan appaku dulu. Barangkali ia sudah selesei mengurus dokumen pasiennya” katanya
**
“Annyeonghaseyo” kata kyuhyun sambil memasuki kamar rawatku. Aku tersenyum menjawab salamnya “ini pspmu…sudah kuisikan game.”kata kyuhyun “ah kamsahamnida” kataku, kyuhyun pun tanpa dikomando lagi mengambil hpnya “oiya…tadi temanmu ada yang nelpon” kataku “siapa?” tanyanya “aishhh, aku lupa menanyakan namanya” kataku “paling Donghae atau Eunhyuk” katanya “hah?” kataku bingung “iya, hanya mereka yang tau nomor ini selain keluargaku” katanya “oh begitu, tadi AhRa onnie sudah pulang sepertinya.” Kataku memberitahunya “aku tau. Aku hanya ingin ngobrol denganmu saja” kata kyuhyun “jadi…kau sudah dari umur 5 tahun dirawat disini?” tanyanya “ya begitulah, kurasa kau tau alasan bagaimana aku dirawat disini” kataku “kau punya keturunan kelainan jantung?” katanya “rasa-rasanya hanya aku yang kelainan jantung dikeluarga ku, makanya keluarga besarku sangat cemas saat pertama kali aku pingsan karena kelelahan dan setelah diperiksa aku mempunyai penyakit ini” kataku “orang tuamu?” Tanya kyu “mereka sangat baik. Mereka rela kerja mati-matian demi bisa mengobatiku. Sekarang mereka ada di Kanada untuk menjalankan bisnis mereka” kataku “saudaramu? Kakak atau adikmu?” katanya. aku pun menunduk. Dan mengambil nafas sesaat “aku hanya anak tunggal” kataku “oh mianhae” katanya dengan nada menyesal. “kau sekolah dimana, kyu?” tanyaku “di Shinhwa high school, kau home schooling ya?” tebaknya “bukan home schooling, tapi hospital schooling” kataku. ia pun tertawa. Entah mengapa ada perasaan hangat dan nyaman saat berada didekatnya. Ia anak yang asik diajak ngobrol, ia pun mengajariku cheat cheat games supaya praktis. Ia juga memberiku gelang, katanya sebagai tanda persahabatan karena aku sahabat ceweknya yang pertama…
*Cho Kyuhyun POV*
2 tahun kemudian…
Aku berjalan dilorong rumah sakit sambil membawa bunga mawar merah, bunga kesukaan Raehwa. Aku senang bisa mengenalnya dalam 2 tahun belakangan ini. Kalau saja waktu itu aku tak ikut dengan Ahra noona mungkin saja aku takkan bisa sedekat ini padanya. Noona benar…ia gadis yang cantik, ramah, ceria dan membuat suasana disekelilingnya senang. Aku pun tiba diruang rawat Raehwa, langkahku untuk masuk keruangan pun tertahan karena ada ayahku yang sedang mengobrol dengan Raehwa dan orang tuanya “dalam sebulan kedepan kau akan melaksanakan operasi Raehwa-ah” kata appa “aku tau dok…” katanya sambil tersenyum, untung nya pintu kamar raehwa ada celah kaca jadi aku bisa mengintip dari luar “kau jangan terlalu lelah, aku takut jantungmu akan lemah” kata dokter “ne, arraseo” katanya. dokter pun melangkah keluar sementara aku pun cepat-cepat sembunyi agar tak terlihat oleh appaku itu. Kulihat kedua orang tua Raehwa juga keluar mengikuti dokter tersebut “jadi bagaimana kemungkinan operasinya dok?” Tanya ibunya Raehwa “kemungkinan selamat hanya 40%. Karena dilihat dari perkembangan selama 13 tahun terakhir, jantungnya sangat lemah sekali. Kami tidak dapat menjamin, tapi pasti kami akan berusaha semaksimal mungkin” kata dokter sekaligus appaku. Kulihat ibu Raehwa menangis “jadi dok….mungkinkah ia selamat?” katanya “kami belum bisa memastikan karena belum diadakannya operasi. Tapi kami janji bu kami akan berusaha semaksimal mungkin. Karena jika operasinya gagal, bukan hanya ibu yang akan sangat kehilangan Raehwa tapi seisi rumah sakit juga akan kehilangan. Apalagi anak-anakku juga sudah dekat dengannya” kata dokter “mungkin ibu bisa keruanganku saja untuk berbicara. Tak enak disini ibu, mari…” ajak dokter
Aku pun keluar dari tempat persembunyian setelah mendengar semua pembicaraan mereka, 40%? Hanya itukah? Aku berjalan dan masuk keruangan Raehwa “Kyuhyunnie…kau datang” kata Raehwa saat melihatku masuk “pasti. Aku bawakan bunga kesukaanmu nih…” kataku. tanpa komando, aku langsung meletakkan bunga itu divas meja. “kau baik-baik saja?” kataku “sangat baik” katanya sambil tersenyum. Aku pun tertawa.melihat senyumannya “omo? Mengapa kau ketawa? Adakah yang lucu?” katanya “ah tidak, ekspresimu ituloh” kataku. aku tak sengaja melihat tangan kirinya dan menemukan gelang yang kuberi ke dia sudah tak ada “Raehwa…gelang persabatan kita….” Kataku terpotong-potong. Kulihat ia langsung menunduk “mianhae kyu…jeongmal mianhae aku tak tau dimana gelang itu. Kurasa aku menghilangkannya” katanya “ah yasudah taka pa” kataku kecewa. Namun aku tersenyum demi menyembunyikan kekecewaanku itu “kau kecewa ya padaku kyu? Mianhae..aku tak sengaja” katanya “sudahlah tak apa” kataku sambil terus tersenyum. Aku takut ia akan mengetahui bahwa sebenarnya aku sangat kecewa..karena…..itu bukan gelang persahabatan. Itu gelang yang kuberi padanya dengan tulus. Karena aku sangat menyukainya. Aku tak berani mengungkapkan perasaanku ini padanya. Karena aku takut persahabatan kami rusak hanya karena aku menyukainya.
**
Aku masuk sekolah dengan tak bersemangat. Baru kali ini aku merasa tak punya semangat sama sekali. Aku tau ini adalah tahun terakhirku berada disekolah ini “kyu…kau kenapa? Diam aja daritadi. Ada masalah ya?” Tanya donghae, sahabatku “aishhh kau ini menggangguku saja. Aku sedang berfikir tau” kataku “oh mianhae…kau mikirin siapa sih? Temanmu yang dirumah sakit itu? Siapa namanya aku lupa” katanya “ Raehwa…” jawabku lirih “ya itu dia namanya. Kau kenapa dengannya? Kau sudah menyatakan perasaanmu?” kata donghae, ya ia tau bahwa aku suka pada Raehwa “belum” kataku “aduh kyu… kau ini. Kau kan laki-laki kau harus berani dong! Sepertiku ini. Aku berani menyatakan perasaanku pada Hyemi dan kukira ia akan menolakku ternyata ia malah menerimaku. Ingat…keadaan selalu berubah kyu. Barangkali kau diterima olehnya”kata donghae panjang lebar “aishhh kau ini, kau jadi penasihat masalah tentang cinta saja sana…kau ahlinya memang” kataku “yaaa kan berdasarkan pengalaman juga kyu” kata donghae
Sepulang sekolah aku heran mengapa Ahra noona menjemputku “ayo cepat kyu kita kerumah sakit…” kata AhRa noona. Aku pun bingung namun langsung saja aku menaiki mobil “memangnya mengapa noona? Ada masalahkah?” kataku saat dijalan “Raehwa dalam keadaan kritis…kata appa, ia tadi malam pingsan ditaman rumah sakit. Ia mencari sesuatu sepertinya. Kata para suster Raehwa mencarinya seharian sampai ia tak makan dan tak minum. Aku takut ia terjadi apa-apa. Mengingat keadaan jantungnya yang sangat rentan sekali” kata noona. Aku pun langsung sadar. Apakah ia mencari gelangnya? Atau tidak? Lalu apa yang ia cari?
Sesampai dirumah sakit . aku dan Ahra noona pun langsung berlari keruang ICU. Tampak disana ibu Raehwa menunggu didalam ruang ICU sambil menangis. Aku dan Ahra noona pun masuk keruangan “tante…maaf kami baru bisa menjenguk sekarang” kata noona “tak apa. Aku takut sesuatu terjadi padanya” kata Ibu Raehwa “jadi…mengapa ia sampai menjadi seperti ini?”tanyaku “aku tak tau nak. Aku pun juga kaget saat pihak rumah sakit menelponku, mengabarkan bahwa Raehwa dalam keadaan kritis.” Katanya. “ibu keluar dulu ya nak…ingin mencari makanandan minuman, sudah dari semalam ibu disini tak makan ataupun minum.” Katanya lalu meninggalkan ruangan “Raehwa…” kataku lirih sambil memegang tangannya yang mungil dan lembut itu “kau babo sekali. Sudah kubilang biarkan saja gelang itu hilang” kataku “raehwa…sadarlah ..kami semua mencemaskanmu” kataku. aku tau ini sia-sia tapi aku berharap ada keajaiban muncul. Tak terasa air mataku jatuh. Baru kali ini, seorang Cho Kyuhyun menangis. “sudahlah jangan menangis kyu…Raehwa akan baik baik saja. Ia akan berjuang untuk tetap hidup demi kita semua” kata Ahra noona menenangkanku. Aku tak sanggup melihat tubuhnya dililit oleh selang. Aku tau itu untuk membantunya supaya tetap bertahan tapi entah mengapa hatiku miris melihatnya. Raehwa…sadarlah…
**
Aku menunggu disamping tempat tidur Raehwa. Sudah 3 hari ia tak sadar. Sudah 3 hari juga aku tak masuk sekolah demi menjaganya. Aku bergantian dengan ibunya untuk menjaganya. “ Raehwa…sadarlah..”” ujarku lirih “Raehwa…”kataku “aku pun menggenggam tangannya untuk kesekian kali. Entah berapa kali aku mengharapkan ia sadar. Tangannya tiba-tiba bergerak walaupun secara perlahan. Aku pun menahan napas melihatnya. Akhirnya…ia sadar juga. Dan matanya bergerak dan bergetar. Perlahan matanya yang bulat terbuka “ky..uhyunnie…” katanya lirih “ Raehwa..kau sudah sadar? Sudah jangan banyak bicara dulu. Kau masih lemah…” kataku sambil panik. Aku pun mengambil ponselku dan menelpon ibunya Raehwa “yoboseyo…tante, Raehwa sudah sadar..tante cepat kemari ya..ne, arraso” kataku lalu menutup telpon. Aku pun langsung menatap kearah Raehwa “mianhae kyu…jeongmal mianhae…aku belum bisa menemukannya” kata nya “sudahlah…aku tak apa yang penting kesehatanmu dulu…” kataku. ia pun tersenyum tipis “kyuhyunnie…ada yang ingin kukatakan sebelum terlambat” katanya lirih. Masih bisa kurasa ia masih lemah “kau jangan banyak bicara dulu, kau masih lemah aku takut kau akan kenapa-napa. Sudahlah kau istirahat dulu saja” kataku “tidak….aku sudah berjuang untuk bisa sadar hanya demi mengatakan ini padamu” katanya. aku pun diam membisu “Cho Kyuhyun….saranghae” katanya. aku pun kaget dibuat olehnya. Kukira perasaanku hanya bertepuk sebelah tangan “hanya itu yang akan kukatakan…terima kasih atas semuanya kyu…2 tahun belakangan ini adalah masa-masa terindah. Karena…..kau berada disisiku” katanya lemah, tanpa terasa aku menangis. Perlahan matanya tertutup….senyumnya hilang dari wajahnya… dan garis datar panjang terpapang oleh monitor “tidak….Raehwa…..bertahanlah…kau tak boleh pergi dulu….RAEHWAAAA!!” ujarku tak karuan “Raehwa….nado saranghae…jangan pergi Raehwaaaa!!!” teriakku. Aku tau ini sia-sia karena Raehwa sudah pergi..meninggalkan semuanya…meninggalkan ku...
*Author POV*
Kyuhyun menata batu lisan Raehwa sambil meletakkan seikat mawar putih dimakamnya. Sudah setahun semenjak kepergian semenjak kepergian Raehwa. Kyuhyun mengeluarkan sebuah gelang dari dalam saku celananya “Raehwa…aku menemukannya. Aku menemukan gelang ini tepat saat upacara pemakamanmu selesei…gelang ini ada dilaci ruang rawatmu. Mengapa kau tak melihatnya? Mengapa kau sangat mencarinya? Ini yang membuat kita berpisah….aku sebenarnya…saranghae Raehwa…sampai kapanpun aku tetap akan mencintaimu. Raehwa…jika seandainya kau masih ada, kami semua tak akan pernah merasa kehilangan seperti ini…Raehwa…”kata kyuhyun. Tanpa terasa air matanya jatuh ketanah. Ia menangis didepan nisan Raehwa. Saat sedang terisak, kyuhyun mengambil surat Raehwa..surat terakhir yang Raehwa kasih untuknya saat ulang tahun kyuhyun, saat itu Raehwa masih ada
Dear sahabatku, sang Game Holic Cho Kyuhyun
Saengilchuka kyuhyunnie…ah ini ke 2 kalinya aku merayakan ulang tahunmu. Semoga saja tahun depan aku bisa merayakannya lagi denganmu. Aku hanya ingin, berterimakasih padamu…atas semuanya. Atas perhatianmu, kehadiranmu, dan keceriaanmu yang membuatku makin semangat walau aku tau umurku tak menentu. Aku ingin kau menjadi seorang lelaki yang kuat…jangan gampang nangis…hahaha walaupun sebenarnya aku ingin melihatmu menangis, habis aku sebal mesti kau yang terus menerus melihatku menangis. Jangan mudah menangis sepertiku. Aku ingin kita menjaga persahabatan ini selamanya. Tak peduli jika suatu hari nanti aku pergi. Aku akan terus mengingatmu disana. Ah ngomong apa sih aku, seperti orang mau mati saja ya hahaha. Aku ingin melihat kau lulus sekolah, aku menantikan hari disaat kau berlari kekamar rawatku sambil memegang ijazah kelulusan. Karena sebenarnya aku iri padamu. Kau bisa bersekolah dengan normal sedangkan aku tidak… kyuhyunnie..kuharap kau mendapatkan kebahagiaan yang lebih dihari ulang tahunmu yang ke 18 tahun. Aku baru akan berulangtahun sebulan lagi…
Kyuhyunnie…aku takut jika aku sudah sembuh lagi, kita tak akan bertemu. Tapi aku lebih takut jika nanti…operasiku gagal…aku tak bisa bersamamu lagi. Tapi aku akan terus bisa mengenangmu. Kau ingat gelang persahabatan kita? Gelang itu akan kujaga sampai mati… aku tak sanggup bila gelang itu hilang karena gelang itu barang paling berharga yang kupunya. Kyuhyunnie…semoga kau suka hadiahku. Maaf bila jaket rajutanku jelek.
Kim Raehwa
“kau melewatkan perayaan ulang tahunku Raehwa… aku sudah 19 tahu sekarang” katanya masih menangis. Kyuhyun pun bangkit dan segera pergi dari makam itu. Desir angin yang deras membuat kyuhyun merasa kedinginan. Ia pergi menuju mobilnya dan mengendarainya dengan kecepatan tinggi
*THE END*
Diposting oleh






0 komentar:
Posting Komentar