“TIDAAAAAAAK!!!” kataku melompat kaget.mimpi itu lagi... kejadian paling pahit dalam hidupku 1 tahun yang lalu menghantuiku lagi, yesung… cowok yang satu-satunya kucintai untuk pertama kali entah sekarang ada dimana. Kudengar ketukan pintu pada pintu kamarku “Hyunmi…kau tak apa?” kudengar umma bicara “ya aku tak apa. Hanya mimpi buruk” kataku “oh baiklah” kata umma lalu ia tak terdengar lagi. Kunyalakan lampu kamarku dan mengambil segelas air yang kuletakkan dimeja belajar. Kuminum air itu dan setelah itu aku melihat jam, baru jam 1:47 pagi. Aneh…mimpi itu datang dari seminggu yang lalu. Aku tak tau mengapa mimpi itu datang padahal aku sudah berusaha melupakan yesung. Aku pun tidur kembali dan berharap mimpi itu tak menghantuiku lagi….
**
“anak-anak…hari ini kita kedatangan murid baru dari amerika” kata guruku. Amerika?!?! Ah jangan pikirkan itu Hyunmi…jangan terlalu mengharapkannya “silahkan masuk Kibum…” kata guruku, lalu murid baru itupun masuk “annyeonghaseyo…nama saya kim kibum. Mohon bantuannya semua” katanya sambil tersenyum. Ia memiliki senyuman maut yang menurutku siapapun gadis yang melihatnya bakal meleleh, kecuali aku mungkin “ya anak-anak, karena kibum murid baru jadi kalian dimohon untuk membantunya ya” kata guru ku yang tak jelas itu “kibum, kau duduk disamping hyunmi…karena kulihat itu satu-satunya bangku yang masih sisa dikelas ini” kata guruku pada kibum “ne, kamsahamnida” katanya sambil berjalan menuju tempat duduknya.
“anak-anak…hari ini kita kedatangan murid baru dari amerika” kata guruku. Amerika?!?! Ah jangan pikirkan itu Hyunmi…jangan terlalu mengharapkannya “silahkan masuk Kibum…” kata guruku, lalu murid baru itupun masuk “annyeonghaseyo…nama saya kim kibum. Mohon bantuannya semua” katanya sambil tersenyum. Ia memiliki senyuman maut yang menurutku siapapun gadis yang melihatnya bakal meleleh, kecuali aku mungkin “ya anak-anak, karena kibum murid baru jadi kalian dimohon untuk membantunya ya” kata guru ku yang tak jelas itu “kibum, kau duduk disamping hyunmi…karena kulihat itu satu-satunya bangku yang masih sisa dikelas ini” kata guruku pada kibum “ne, kamsahamnida” katanya sambil berjalan menuju tempat duduknya.
“hyunmi?” kata kibum ditengah-tengah pelajaran. Aku yang daritadi tak memperhatikan pelajaran dan hanya menatap kosong buku catatanku tanpa tahu apa yang harus kutulis disitu “wue?” kataku “kau daritadi bengong saja…” katanya “aku sedang malas, kau perhatikan saja pelajarannya kau kan murid baru” kataku “ah aku sudah mempelajarinya diamerika” katanya “jadi, mengapa kau pindah kemari?” kataku “tadinya aku tinggal dikorea, karena orang tuaku bertugas ke amerika jadi ya aku ikut orang tuaku. Sekarang orang tuaku kembali kesini karena menerima promosi jabatan manajer utama” katanya “oh begitu” kataku tak tertarik “kau pernah keamerika?” katanya “belum, tapi temanku ada disana” kataku tak yakin menyebutnya teman “oh begitu, siapa namanya? Barangkali aku kenal” kata kibum sambil tersenyum “kau tak bakalan kenal padanya…..karena akupun sekarang tak mengenalnya lagi” kataku “oh, begitu” kata kibum lalu terdiam, kurasa ia sedang memperhatikan penjelasan guru. Kuputuskan untuk menggambar gambar asal-asalan dibelakang buku catatan sampai waktu bel istirahat berbunyi. Akupun bangkit dan hendak kekantin “Hyunmi…..tunggu!!” kata kibum memanggilku.
Beruntung aku baru sampai dipintu kelas “omo?” kataku bingung “aku ikut kekantin, aku tak tau dimana letak kantin “ katanya sambil tersenyum. Mungkin ia pikir aku akan luluh akan senyumannya namun ia salah, hatiku yang sekarang sekeras baja tak akan luluh olehnya “ayo cepat, aku lapar” katanya sambil menarik lenganku menuju kantin. Aku yang dari pagi tak bertenaga pun terseret olehnya sepanjang koridor menuju kantin, kurasa banyak anak-anak yang melihatku bertingkah seperti ini ddengan kibum “katanya kau tak tau letak kantin” kataku pada kibum setelah sampai dikantin “ehhhh aku tadi pagi sudah berkeliling sekolah kok” katanya. huh dasar laki-laki menyebalkan “Hyunmi!!!!” kudengar seseorang memanggilku, aku langsung mencari sumber suara itu dan menemukan sosok Hyemi “permisi…aku mau ketemanku dulu” kataku pada kibum “oh baiklah” katanya sambil tersenyum. Akupun menghampiri hyemi yang menatapku seolah olah seperti terkena amnesia “itu siapa yg tadi bersamamu?” kaata hyemi heran “dia anak baru. Kibum namanya atau siapalah aku tak peduli” kataku “oh begitu…makan bersamaku yuk” ajak hyemi. Akupun makan bersama hyemi dan cowoknya, Donghae serta sahabatnya Donghae, Eunhyuk dan Kyuhyun “Hyunmi…liat deh si kibum…kasian dia makan sendiri” kata hyemi padaku. akupun melihat arah pandang hyemi dan menemukan sosok kibum yang makan sendiri tanpa ada seorang pun menemaninya “kyu…kau ajak kibum makan disini sana…kasian dia kan anak baru” kataku pada kyu “siapa namanya? Kibum? Baiklah” kata kyu, lalu ia menghampiri kibum. Tak lama kemudian kyu datang bersama kibum yang senyum senyum sendiri. Entahlah apa yg mereka semua obrolkan, aku tak mendengarkannya. Aku terlalu sibuk mengartikan mimpiku tadi malam. Entah apa yg akan terjadi dihidupku nanti aku tak tau….
**
Sepulang sekolah, aku cepat-cepat menuju klub photographer. Yah…aku suka sekali dengan photography jadi aku masuk klub photographer saja “Hyunmi….” Seorang memanggilku. Akupun berhenti dan mencari arah suara itu. Kulihat Kibum berlari kearahku “ada apa?” kataku “tak apa…kau klub photographer kan? Sama sepertiku. Aku juga baru masuk” katanya “lalu?” kataku “begini…tadi ada orang namanya…..ehm namanya siapa ya….lee…lee sung…siapa ya namanya” katanya bingung “lee sung min mungkin?” kataku menebak “nah ya itu…katanya kegiatan klub sekarang mencari objek benda disekolah yang bernilai seni tinggi. Dan itu berdua-dua. Kau ingin berpasangan denganku?” katanya “terserah”kataku cuek “kuanggap itu iya” kata kibum. Lalu kami pun berkeliling sekolah. kibum mengajakku ketaman belakang sekolah yang sudah lama tak kudatangi, atau lebih tepatnya aku menjauhi dan tak akan pernah mau menginjakan kaki ketaman itu lagi “ayooo taman belakang sekolah kan indah sekaliiii Hyunmi” kata kibum “lebih baik keatap saja” kataku “ayolaah aku ingin kesana, kumohon….” Kata kibum “kau saja sendiri… aku keatas dulu mencari objek” kataku seraya meninggalkan kibum. Tiba-tiba tanganku ditarik oleh kibum dan aku diseret ketaman belakang sekolah. sial!!! Aku berusaha memberontak tetapi tenaga kibum kuat sekali “nah….disini kan indah” kata kibum sesampainya ditaman “aa apaansih kau? Kau tak tau apa tanganku sakit? Jangan seenaknya saja” kataku setelah kibum melepaskan tanganku “ayolah disini indah” kata kibum sambil tersenyum “terserahlah!!!kau ambil bagianmu sendiri saja…aku mau pulang!!!” kataku sambil meninggalkan kibum. Sepertinya kibum diam ditempat karena ia sama sekali tak mengejarku. Dan ia berhasil membuka luka dihatiku…kenangan yang ada ditaman itu….yang sudah kulupakan muncul kembali…
Sepulang sekolah, aku cepat-cepat menuju klub photographer. Yah…aku suka sekali dengan photography jadi aku masuk klub photographer saja “Hyunmi….” Seorang memanggilku. Akupun berhenti dan mencari arah suara itu. Kulihat Kibum berlari kearahku “ada apa?” kataku “tak apa…kau klub photographer kan? Sama sepertiku. Aku juga baru masuk” katanya “lalu?” kataku “begini…tadi ada orang namanya…..ehm namanya siapa ya….lee…lee sung…siapa ya namanya” katanya bingung “lee sung min mungkin?” kataku menebak “nah ya itu…katanya kegiatan klub sekarang mencari objek benda disekolah yang bernilai seni tinggi. Dan itu berdua-dua. Kau ingin berpasangan denganku?” katanya “terserah”kataku cuek “kuanggap itu iya” kata kibum. Lalu kami pun berkeliling sekolah. kibum mengajakku ketaman belakang sekolah yang sudah lama tak kudatangi, atau lebih tepatnya aku menjauhi dan tak akan pernah mau menginjakan kaki ketaman itu lagi “ayooo taman belakang sekolah kan indah sekaliiii Hyunmi” kata kibum “lebih baik keatap saja” kataku “ayolaah aku ingin kesana, kumohon….” Kata kibum “kau saja sendiri… aku keatas dulu mencari objek” kataku seraya meninggalkan kibum. Tiba-tiba tanganku ditarik oleh kibum dan aku diseret ketaman belakang sekolah. sial!!! Aku berusaha memberontak tetapi tenaga kibum kuat sekali “nah….disini kan indah” kata kibum sesampainya ditaman “aa apaansih kau? Kau tak tau apa tanganku sakit? Jangan seenaknya saja” kataku setelah kibum melepaskan tanganku “ayolah disini indah” kata kibum sambil tersenyum “terserahlah!!!kau ambil bagianmu sendiri saja…aku mau pulang!!!” kataku sambil meninggalkan kibum. Sepertinya kibum diam ditempat karena ia sama sekali tak mengejarku. Dan ia berhasil membuka luka dihatiku…kenangan yang ada ditaman itu….yang sudah kulupakan muncul kembali…
**
Aku termenung dikamarku. Kejadian tadi siang sangat tak terduga… pohon ditaman itupun masih sama, namun sudah tak terawatt lagi walaupun masih indah. Setahun yang lalu… aku sering mengunjungi taman itu bersama yesung… ahhh sudahlah aku tak ingin mengingatnya lagi. Tak terasa air mataku terjatuh dipipiku dan aku pun merasa rasa nyeri dihatiku, aku telah mengingatnya kembali. Hal yang sudah kulupakan sekuat tenaga muncul kembali…
Esoknya aku berangkat sekolah dengan keadaan tak berdaya. Aku memasuki kelas dengan tak ada semangat. Kulihat kibum sudah datang dan menatapku dengan tatapan menyesal “mianhae….” Katanya “minggir…kau menghalangi jalanku” kataku padanya “aku benar-benar sangat menyesal Hyunmi…aku tau pasti ada hal buruk tentangmu dan taman itu..mianhae hyunmi…” katanya. aku ingin lewat namun jalanku selalu saja terhalang oleh kibum “oh minggirlah kibum, aku sedang tak ingin membalasnya” kataku. Aku pun berhasil lewat dan duduk ditempat dudukku. “ini…terimalah…sebagai tanda permintaan maafku” kata kibum sambil menyerahkan sekotak coklat “aku tak suka coklat” kataku “ahhh hyunmi…mianhae” katanya putus asa “sudaahlah lupakan saja kejadian yang kemarin” kataku “apa itu berarti kau memafkanku?” katanya “entahlah” kataku . ia pun membungkuk melihatku terus. “ah sudahlah sana…. Aku ingin sendiri” kataku padanya “aku tak mau sampai kau memaafkanku” katanya “kau ini…benar-benar menyebalkan ya?” kataku “baru kau yang mengatakan itu” katanya “oh baiklah kumaafkan, cepat sana pergi” kataku “baiklah jika itu maumu” kata kibum. Lalu ia pergi meninggalkanku. Aku pun duduk sambil memikirkan hal kemarin… jika kemarin aku melihat pohon rindang ditaman belakang sekolah, setahun yang lalu aku resmi menjadi Yeojachingu-nya Yesung dibawah pohon itu. Namun sekarang itu hanyalah kenangan…tak ada lagi kisah seperti itu lagi didalam hidupku.
Aku termenung dikamarku. Kejadian tadi siang sangat tak terduga… pohon ditaman itupun masih sama, namun sudah tak terawatt lagi walaupun masih indah. Setahun yang lalu… aku sering mengunjungi taman itu bersama yesung… ahhh sudahlah aku tak ingin mengingatnya lagi. Tak terasa air mataku terjatuh dipipiku dan aku pun merasa rasa nyeri dihatiku, aku telah mengingatnya kembali. Hal yang sudah kulupakan sekuat tenaga muncul kembali…
Esoknya aku berangkat sekolah dengan keadaan tak berdaya. Aku memasuki kelas dengan tak ada semangat. Kulihat kibum sudah datang dan menatapku dengan tatapan menyesal “mianhae….” Katanya “minggir…kau menghalangi jalanku” kataku padanya “aku benar-benar sangat menyesal Hyunmi…aku tau pasti ada hal buruk tentangmu dan taman itu..mianhae hyunmi…” katanya. aku ingin lewat namun jalanku selalu saja terhalang oleh kibum “oh minggirlah kibum, aku sedang tak ingin membalasnya” kataku. Aku pun berhasil lewat dan duduk ditempat dudukku. “ini…terimalah…sebagai tanda permintaan maafku” kata kibum sambil menyerahkan sekotak coklat “aku tak suka coklat” kataku “ahhh hyunmi…mianhae” katanya putus asa “sudaahlah lupakan saja kejadian yang kemarin” kataku “apa itu berarti kau memafkanku?” katanya “entahlah” kataku . ia pun membungkuk melihatku terus. “ah sudahlah sana…. Aku ingin sendiri” kataku padanya “aku tak mau sampai kau memaafkanku” katanya “kau ini…benar-benar menyebalkan ya?” kataku “baru kau yang mengatakan itu” katanya “oh baiklah kumaafkan, cepat sana pergi” kataku “baiklah jika itu maumu” kata kibum. Lalu ia pergi meninggalkanku. Aku pun duduk sambil memikirkan hal kemarin… jika kemarin aku melihat pohon rindang ditaman belakang sekolah, setahun yang lalu aku resmi menjadi Yeojachingu-nya Yesung dibawah pohon itu. Namun sekarang itu hanyalah kenangan…tak ada lagi kisah seperti itu lagi didalam hidupku.
Sepulang sekolah aku mampir ke toko buku tak jauh dari sekolah, aku seing ketoko ini sejak dulu. Karena persediaan komik ditoko ini sangat lengkap. “Annyeonghaseyo” kataku saat membuka pintu “Hyunmi…ah kau datang juga, itu komik pesananmu sudah ada” kata nyonya pemilik toko yang sudah kukenal sejak lama “ah sudah datang rupanya” kataku sambil tersenyum “iya….begitu komik itu datang langsung diserbu, ini tinggal satu-satunya tadinya mau dibeli oleh seorang pria tapi aku ingat kau sudah memesannya terlebih dahulu” kata nya “ah kamsahamnida nyonya…ada komik baru lain tidak?” kataku “kau lihat saja dirak komik sepertinya ada banyak”katanya. akupun langsung kerak komik dan mencari komik baru. Disana hanya ada seorang pria menggunakan jaket hitam, celana hitan dan bertopi hitam. Dia memakai kacamata dan membawa tas ransel hitam. Aku tak pedulu dengannya lalu akupun memilih komik dengan serius . setelah memilih 4 komik yang menurutku bagus, aku langsung membayarnya “nyonya, itu siapa pria yang dirak komik?” kataku pada nyonya pemilik toko itu “aaah dia, dia yg hampir membeli komikmu kemarin. Sejak kemarin ia datang kesini. Dia sangat ramah tapi sepertinya ia sedang menyelidiki sesuatu” katanya. akupun membayar komikku dan langsung meninggalkan toko tersebut
**
“Hyunmi….ada tamu ituuuu cepat temui dia” kata kakakku, Seohyun memanggilku “ne, bentarrr” kataku. Akupun keluar dari kamar dan menuju ruang tamu. Betapa terkejutnya aku melihat siapa yg diruang tamu……kulihat kibum melihat kedatanganku sambil tersenyum “aku tau kau masih belum ikhlas memaafkanku” kata kibum “ah apasih masalahmu?” kataku jutek. Dia pun tersenyum dan tiba-tiba jantungku berdebar keras “aku mau minta maaf…..mianhaeyo Hyunmi” katanya sambil tersenyum, jantungku berdebar dua kali lebih cepat dari sebelumnya saat kulihat senyumnya, itu membuatku bertambah kesal “iya iya aku memaafkanmu” kataku dengan ekspresi datar. “kau sangat jarang sekali tersenyum ataupun tertawa ya” kata kibum padaku “memangnya kenapa?” kataku “taka pa sih….oiya ini kuambil untukmu” kata kibum sambil menyerahkan amplop coklat besar “ini kuambil kemarin, nanti saja kalau aku sudah pulang saja kau lihat” katanya “ini apa?” kataku “foto” katanya singkat lalu tersenyum lagi. Kulihat matanya dalam-dalam dan………..jantungku berhenti untuk sesaat lalu berdetak 3 kali lebih cepat. Matanya indah dan terasa damai. Aku tak pernah memerhatikan matanya lekat-lekat dan baru kali ini aku melihatnya “ahhh kamsahamnida” kataku padanya “sebenarnya aku kesini untuk mengajakmu makan malam, apa kau bersedia?” katanya. DEG!!!! Hatiku mulai berdetak tak karuan saat ia mengatakan itu padaku “t…tee…tentu aku tak masalah. Sebentar aku siap siap dulu ya” kataku berusaha tetap tenang “aku akan menunggu” kata kibum tenang. Akupun masuk kekamar dang anti baju dengan pakaian yang layak untuk dinner, aku tak menyadari bahwa aku memakai baju yg sama saat kencan dengan yesung untuk pertama kalinya sampai aku melihat kaca. Masa bodohlah itu hanya masa lalu. Aku pun keluar dari kamarku “pacar baru ya? tampan kok orangnya” kata seohyun onnie “hanya teman kok” kataku.
“Hyunmi….ada tamu ituuuu cepat temui dia” kata kakakku, Seohyun memanggilku “ne, bentarrr” kataku. Akupun keluar dari kamar dan menuju ruang tamu. Betapa terkejutnya aku melihat siapa yg diruang tamu……kulihat kibum melihat kedatanganku sambil tersenyum “aku tau kau masih belum ikhlas memaafkanku” kata kibum “ah apasih masalahmu?” kataku jutek. Dia pun tersenyum dan tiba-tiba jantungku berdebar keras “aku mau minta maaf…..mianhaeyo Hyunmi” katanya sambil tersenyum, jantungku berdebar dua kali lebih cepat dari sebelumnya saat kulihat senyumnya, itu membuatku bertambah kesal “iya iya aku memaafkanmu” kataku dengan ekspresi datar. “kau sangat jarang sekali tersenyum ataupun tertawa ya” kata kibum padaku “memangnya kenapa?” kataku “taka pa sih….oiya ini kuambil untukmu” kata kibum sambil menyerahkan amplop coklat besar “ini kuambil kemarin, nanti saja kalau aku sudah pulang saja kau lihat” katanya “ini apa?” kataku “foto” katanya singkat lalu tersenyum lagi. Kulihat matanya dalam-dalam dan………..jantungku berhenti untuk sesaat lalu berdetak 3 kali lebih cepat. Matanya indah dan terasa damai. Aku tak pernah memerhatikan matanya lekat-lekat dan baru kali ini aku melihatnya “ahhh kamsahamnida” kataku padanya “sebenarnya aku kesini untuk mengajakmu makan malam, apa kau bersedia?” katanya. DEG!!!! Hatiku mulai berdetak tak karuan saat ia mengatakan itu padaku “t…tee…tentu aku tak masalah. Sebentar aku siap siap dulu ya” kataku berusaha tetap tenang “aku akan menunggu” kata kibum tenang. Akupun masuk kekamar dang anti baju dengan pakaian yang layak untuk dinner, aku tak menyadari bahwa aku memakai baju yg sama saat kencan dengan yesung untuk pertama kalinya sampai aku melihat kaca. Masa bodohlah itu hanya masa lalu. Aku pun keluar dari kamarku “pacar baru ya? tampan kok orangnya” kata seohyun onnie “hanya teman kok” kataku.
**
Kami tiba di resto strawberry . akupun turun dari mobil kibum dan masuk keresto tersebut “kau mau pesan apa?” kata kibum saat kami dihidangkan menu “kau?” kataku “emmm aku apaya? Aku tidak makan, aku hanya mau pesan juice jeruk saja” katanya “aku sama denganmu saja” kataku. Kibum pun memanggil pelayan dan pelayan menyuruh kami menunggu selama beberapa menit “jadi……mengapa kau marah kemarin? Apa ada sesuatu dengan taman itu?” kata kibum “ini pribadi” kataku “oh ayolaaaah hyunmi” kata kibum membujukku “ah sudahlah tak usah dibahas” kataku “yasudah” kata kibum, sepertinya ia geli dengan ekspresiku yang setengah gugup dan datar itu “jadi…bagaimana kehidupanmu diamerika?” kataku padanya “baik…disana menyenangkan, tapi teman-teman dari koreaku selalu bilang kehidupan dikorea jauh lebih asik dan kuakui mereka benar” kata kibum “oh, aku punya teman juga dari amerika” kataku membuka topic “ohya? Siapa namanya? Barangkali aku kenal” katanya. aku hanya tersenyum karena enggan menyebutkan namanya “kau tak mungkin kenal, dia baru setahun di amerika” kataku “ahhh anak pindahan ya….siapa ya? banyak sih pindahan dari korea” katanya “ah sudah kuduga kau tak akan mengenalnya” kataku. Pelayan pun datang membawa pesanan kami. Kamipun mengahabiskan minuman kami tanpa suara “aku mau pulang” kataku setelah selesei “aku yang bayar, tunggu sebentar” katanya. ia pun membayar dan mengantarku ke mobil “hey sepertinya aku pernah melihat bajumu ini” kata kibum saat diparkiran “aku jarang memakainya” kataku “tidak….aku melihatnya difoto temanku”katanya “mungkin hanya kebetulan” kataku “kau kenal kim jongwoon?” katanya. seketika hatiku miris mendengar namanya “tidak” jawabku spontan “berarti bukan” kata kibum, lalu ia pun mengantarkanku pulang kerumah
Kami tiba di resto strawberry . akupun turun dari mobil kibum dan masuk keresto tersebut “kau mau pesan apa?” kata kibum saat kami dihidangkan menu “kau?” kataku “emmm aku apaya? Aku tidak makan, aku hanya mau pesan juice jeruk saja” katanya “aku sama denganmu saja” kataku. Kibum pun memanggil pelayan dan pelayan menyuruh kami menunggu selama beberapa menit “jadi……mengapa kau marah kemarin? Apa ada sesuatu dengan taman itu?” kata kibum “ini pribadi” kataku “oh ayolaaaah hyunmi” kata kibum membujukku “ah sudahlah tak usah dibahas” kataku “yasudah” kata kibum, sepertinya ia geli dengan ekspresiku yang setengah gugup dan datar itu “jadi…bagaimana kehidupanmu diamerika?” kataku padanya “baik…disana menyenangkan, tapi teman-teman dari koreaku selalu bilang kehidupan dikorea jauh lebih asik dan kuakui mereka benar” kata kibum “oh, aku punya teman juga dari amerika” kataku membuka topic “ohya? Siapa namanya? Barangkali aku kenal” katanya. aku hanya tersenyum karena enggan menyebutkan namanya “kau tak mungkin kenal, dia baru setahun di amerika” kataku “ahhh anak pindahan ya….siapa ya? banyak sih pindahan dari korea” katanya “ah sudah kuduga kau tak akan mengenalnya” kataku. Pelayan pun datang membawa pesanan kami. Kamipun mengahabiskan minuman kami tanpa suara “aku mau pulang” kataku setelah selesei “aku yang bayar, tunggu sebentar” katanya. ia pun membayar dan mengantarku ke mobil “hey sepertinya aku pernah melihat bajumu ini” kata kibum saat diparkiran “aku jarang memakainya” kataku “tidak….aku melihatnya difoto temanku”katanya “mungkin hanya kebetulan” kataku “kau kenal kim jongwoon?” katanya. seketika hatiku miris mendengar namanya “tidak” jawabku spontan “berarti bukan” kata kibum, lalu ia pun mengantarkanku pulang kerumah
Malam itu, mimpi itu muncul lagi ditidurku. Kali ini aku tak berteriak tapi terbangun tanpa bisa mengangkat tubuhku. Mengapa kibum mengingatkanku padanya lagi? Aku sudah berusaha melupakannya dan……sekarang yesung …kenangan tentangnya muncul lagi dalam pikiranku
**
“ka, aku ketaman dulu ya” kataku pada seohyun “iya” katanya. akupun berjalan menuju taman yang letaknya tak jauh dari rumahku. Aku membawa beberapa komik untuk dibaca ditaman. Aku pun duduk dibangku taman dan mulai serius membaca komik “hyunmi….” kata sebuah suara yg sangat kukenal. Ahhh hanya halusinasi ku saja. Tak mungkin ia disini “hyunmiii…..maafkan sikapku selama ini” katanya lagi. Oke, halusinasiku sepertinya sudah melewati batas. Akupun lebih serius lagi kebacaanku. Tiba-tioba sebuah tangan menepuk bahuku “kau ini….dari dulu sampai sekarang tak berubah ya” katanya. aku pun terkejut melihat sosok apa yang berada didepanku. Yesung!!!! Itu benar-benar yesung !!! “yy…ye…yesung? Bb…..bena…benarkah itu kau?” kataku “ya, aku kembali untuk menebus kesalahanku dulu” katanya sambil tersenyum “kau kurusan” katanya “aaaah yesung ” kataku sambaing berlinang air mata “makanlah yang banyak” katanya “yesung…” kataku. Ini bukan mimpi ataupun halusinasi. Ini asli yesung!!! Entah mengapa kenangan yang menyakitkan itu terasa tak ada apa-apanya dengan pertemuan ini. “aku kembali” katanya “mengapa kau ada disini?” kataku “aku menunggu temanku, ia ingin bertemu denganku disini” katanya “kau masih saja maniak komik” katanya, aku hanya tersenyum “aku melihatmu ditoko buku kemarin…ekspresimu berbeda sekali dengan satu tahun yang lalu. Kau kehilangan keceriaanmu” katanya “yesunggggg!!!” teriak seseorang dari jauh, kulihat kibum menghampiri kami “ah Hyunmi –ah kau mengenal yesung ?” katanya heran “dia Yeojachingu-ku, kibum” kata yesung sambil merangkul pundakku “wueyo?kau serius?” kata kibum “ne….benarkah begitu hyunmi?” kata yesung. Aku hanya terdiam sesaat. Aku merasa ada yang mengganjal dihatiku saat kibum datang. Padahal selama ini yang selalu kupikirkan hanyalah yesung. Aku pun hanya mengangguk pelan “jadi begitu…” kata kibum. “mianhae….”kataku menunduk “kau memang kenapa dengannya, hyunmi?” kata yesung “ah tak apa-apa kok” kata kibum, ia menjawab pertanyaan yesung. Kami pun mengobrol berdua hingga jam 2 siang. Lalu aku kembali kerumah. Aneh… aku tak tau apa yang sekarang kurasakan….aku tak tau apa aku senang atau sedih. Tapi aku serasa ingin menangis. Entah mengapa setiap mengingat kibum hatiku perih…
“ka, aku ketaman dulu ya” kataku pada seohyun “iya” katanya. akupun berjalan menuju taman yang letaknya tak jauh dari rumahku. Aku membawa beberapa komik untuk dibaca ditaman. Aku pun duduk dibangku taman dan mulai serius membaca komik “hyunmi….” kata sebuah suara yg sangat kukenal. Ahhh hanya halusinasi ku saja. Tak mungkin ia disini “hyunmiii…..maafkan sikapku selama ini” katanya lagi. Oke, halusinasiku sepertinya sudah melewati batas. Akupun lebih serius lagi kebacaanku. Tiba-tioba sebuah tangan menepuk bahuku “kau ini….dari dulu sampai sekarang tak berubah ya” katanya. aku pun terkejut melihat sosok apa yang berada didepanku. Yesung!!!! Itu benar-benar yesung !!! “yy…ye…yesung? Bb…..bena…benarkah itu kau?” kataku “ya, aku kembali untuk menebus kesalahanku dulu” katanya sambil tersenyum “kau kurusan” katanya “aaaah yesung ” kataku sambaing berlinang air mata “makanlah yang banyak” katanya “yesung…” kataku. Ini bukan mimpi ataupun halusinasi. Ini asli yesung!!! Entah mengapa kenangan yang menyakitkan itu terasa tak ada apa-apanya dengan pertemuan ini. “aku kembali” katanya “mengapa kau ada disini?” kataku “aku menunggu temanku, ia ingin bertemu denganku disini” katanya “kau masih saja maniak komik” katanya, aku hanya tersenyum “aku melihatmu ditoko buku kemarin…ekspresimu berbeda sekali dengan satu tahun yang lalu. Kau kehilangan keceriaanmu” katanya “yesunggggg!!!” teriak seseorang dari jauh, kulihat kibum menghampiri kami “ah Hyunmi –ah kau mengenal yesung ?” katanya heran “dia Yeojachingu-ku, kibum” kata yesung sambil merangkul pundakku “wueyo?kau serius?” kata kibum “ne….benarkah begitu hyunmi?” kata yesung. Aku hanya terdiam sesaat. Aku merasa ada yang mengganjal dihatiku saat kibum datang. Padahal selama ini yang selalu kupikirkan hanyalah yesung. Aku pun hanya mengangguk pelan “jadi begitu…” kata kibum. “mianhae….”kataku menunduk “kau memang kenapa dengannya, hyunmi?” kata yesung “ah tak apa-apa kok” kata kibum, ia menjawab pertanyaan yesung. Kami pun mengobrol berdua hingga jam 2 siang. Lalu aku kembali kerumah. Aneh… aku tak tau apa yang sekarang kurasakan….aku tak tau apa aku senang atau sedih. Tapi aku serasa ingin menangis. Entah mengapa setiap mengingat kibum hatiku perih…
**
Aku masuk kekelas, aku berharap bisa bertemu kibum. Aneh, biasanya saat aku masuk kekelas kibum langsung menyapaku. Tetapi sekarang ia malah asik mengobrol dengan teman-teman cowoknya. “Hyunmi, kudengar yesung kembali yah? Wah selamat yaaa” kata yoona begitu aku duduk. Aku hanya tersenyum tipis menjawab pertanyaannya “wue? Kau kenapa hyunmi?” kata yoona “ah tidak apa apa” kataku. aku merenungi perasaanku untuk sesaat, aku menyukai yesung…aku menunggunya kembali tetapi mengapa waktu ia kembali hatiku tak bahagia? Aku merasakan sakit saat ia kembali. “kau hari ini ikut kegiatan klub tidak?” tanyaku pada kibum saat pulang sekolah. kibum hanya menoleh sedikit kearahku dan mengangguk pelan “kita berpasangan ya” kataku bersemangat “aku ingin langsung pulang saja”kata kibum lalu meninggalkanku. Aneh, tingkahnya berubah 360 derajat. Aku merasa seperti kehilangan kibum.
Saat mencari objek untuk diambil gambarnya, aku iseng-iseng mengunjungi taman belakang sekolah. ahhhh tak ada orang rupanya. Aku duduk dibelakang pohon. Disana tak akan ada orang yang bisa melihatku. Aku teringat kejadian pertama kali aku mengikuti kegiatan klub dengan kibum. Hey dia memberikan aku sebuah amplop. Aku lupa membukanya. Kuraih tasku dan mengambil amplop coklat dari kibum. Betapa terkejutnya aku saat melihat apa yang ada diamplop itu. Gambar taman ini dengan gambar love yang digambar dengan spidol. Lalu ada dibalik gambar itu ada suatu pesan. Kubaca pesan tersebut
Aku masuk kekelas, aku berharap bisa bertemu kibum. Aneh, biasanya saat aku masuk kekelas kibum langsung menyapaku. Tetapi sekarang ia malah asik mengobrol dengan teman-teman cowoknya. “Hyunmi, kudengar yesung kembali yah? Wah selamat yaaa” kata yoona begitu aku duduk. Aku hanya tersenyum tipis menjawab pertanyaannya “wue? Kau kenapa hyunmi?” kata yoona “ah tidak apa apa” kataku. aku merenungi perasaanku untuk sesaat, aku menyukai yesung…aku menunggunya kembali tetapi mengapa waktu ia kembali hatiku tak bahagia? Aku merasakan sakit saat ia kembali. “kau hari ini ikut kegiatan klub tidak?” tanyaku pada kibum saat pulang sekolah. kibum hanya menoleh sedikit kearahku dan mengangguk pelan “kita berpasangan ya” kataku bersemangat “aku ingin langsung pulang saja”kata kibum lalu meninggalkanku. Aneh, tingkahnya berubah 360 derajat. Aku merasa seperti kehilangan kibum.
Saat mencari objek untuk diambil gambarnya, aku iseng-iseng mengunjungi taman belakang sekolah. ahhhh tak ada orang rupanya. Aku duduk dibelakang pohon. Disana tak akan ada orang yang bisa melihatku. Aku teringat kejadian pertama kali aku mengikuti kegiatan klub dengan kibum. Hey dia memberikan aku sebuah amplop. Aku lupa membukanya. Kuraih tasku dan mengambil amplop coklat dari kibum. Betapa terkejutnya aku saat melihat apa yang ada diamplop itu. Gambar taman ini dengan gambar love yang digambar dengan spidol. Lalu ada dibalik gambar itu ada suatu pesan. Kubaca pesan tersebut
Hyunmi…
Mungkin aneh bagimu jika aku mengatakannya terlalu cepat. Aku baru beberapa hari berada disekolah namun kurasa aku sudah memiliki hubungan yang lebih padamu… entah mengapa aku ingin sekali melihat senyummu. Wajahmu yang cemberut sudah cukup membuat hatiku berdebar tak karuan. Aku tau kau mungkin tak bisa melupakan kenangan yang aku tak tau apa tapi aku ingin kau menggantikan kenangan itu dengan kenangan denganku. Hyunmi… aku ingin mengatakan… aku mencintaimu. Lebih dari apapun didunia ini. Saat pertama kali aku melihat kedalam matamu, hatiku langsung bergetar. Sejak itu aku percaya kau adalah gadis yang selama ini kucari dalam hidupku… kutunggu jawabanmu^^!!
Mungkin aneh bagimu jika aku mengatakannya terlalu cepat. Aku baru beberapa hari berada disekolah namun kurasa aku sudah memiliki hubungan yang lebih padamu… entah mengapa aku ingin sekali melihat senyummu. Wajahmu yang cemberut sudah cukup membuat hatiku berdebar tak karuan. Aku tau kau mungkin tak bisa melupakan kenangan yang aku tak tau apa tapi aku ingin kau menggantikan kenangan itu dengan kenangan denganku. Hyunmi… aku ingin mengatakan… aku mencintaimu. Lebih dari apapun didunia ini. Saat pertama kali aku melihat kedalam matamu, hatiku langsung bergetar. Sejak itu aku percaya kau adalah gadis yang selama ini kucari dalam hidupku… kutunggu jawabanmu^^!!
Kim Kibum
Tak terasa aku meneteskan air mata….kibum menyukaiku. Seperti aku menyukainya. Namun..aku begitu bodoh karena terpaku pada masa lalu yang pahit. Segera aku berlari menuju kerumah yesung. Aku tak peduli apa jadinya nanti yang penting aku harus jujur pada yesung tentang perasaanku dengan kibum.
Tak terasa aku meneteskan air mata….kibum menyukaiku. Seperti aku menyukainya. Namun..aku begitu bodoh karena terpaku pada masa lalu yang pahit. Segera aku berlari menuju kerumah yesung. Aku tak peduli apa jadinya nanti yang penting aku harus jujur pada yesung tentang perasaanku dengan kibum.
“annyeong” kataku saat yesung membukakan pintu untukku “hyunmi? Mengapa kau kemari?” kata yesung “mianhae yesung…bukannya aku ingin menyakitimu. Tapi..aku harus jujur padamu. Tentang perasaan ku sesungguhnya” aku pun menangis saat menatap wajah yesung yang kebingungan “aku…menyadari sekarang hatiku ada untuk kibum.sungguh, aku tak bermaksud menyakitimu, tapi…aku….aku…aku harus memilih antara kau dan kibum dan baru kusadari terlalu berat meninggalkan kibum” kataku. aku tak tau apa yesung bisa mendengarku dengan jelas karena suara isakan tangisku yang berlebihan “kau telah banyak belajar, Hyunmi” kata yesung, aku pun langsung menatapnya tak mengerti “aku sudah tau bahwa kau menyukai kibum, aku melihatnya kemarin, cara kau menatap kibum beda dengan cara kau menatap orang lain” kata yesung “aku mengerti kok, lagipula aku bangga denganmu karena kau sudah bisa sepenuhnya melupakan kenangan kita. Anggaplah masa lalu sebagai sebuah pengajaran” kata yesung. Kata-kata bijak yesung membuatku semakin terisak. “kamsahamnida yesung….kau telah banyak mengerti tentangku” kataku.
**
Akupun pulang kerumahku. Aku melewati taman dan melihat sesosok yang sangat kukenal sedang duduk didekat pohon taman itu. Akupun mendekati orang itu “aku juga” kataku padanya. Seketika ia mengangkat kepalanya dan menatapku heran. Sorot matanya terlihat frustasi. “aku juga….menyukaimu”kataku sambil tersenyum “kau sudah membukanya?” kata kibum “ya” kataku, entah mengapa melihat wajahnya membuatku ingin tersenyum selalu “kau tau…ini pertama kali kau tersenyum dihadapanku” katanya. perlahan wajahnya pun membentuk senyuman juga “aku tau” kataku. aku memandang wajahnya yang sedang tersenyum…sama halnya dengan ia memandangku. “saranghae”kata kami bersamaan. Kami pun tertawa bersama dibawah langit sore…
Akupun pulang kerumahku. Aku melewati taman dan melihat sesosok yang sangat kukenal sedang duduk didekat pohon taman itu. Akupun mendekati orang itu “aku juga” kataku padanya. Seketika ia mengangkat kepalanya dan menatapku heran. Sorot matanya terlihat frustasi. “aku juga….menyukaimu”kataku sambil tersenyum “kau sudah membukanya?” kata kibum “ya” kataku, entah mengapa melihat wajahnya membuatku ingin tersenyum selalu “kau tau…ini pertama kali kau tersenyum dihadapanku” katanya. perlahan wajahnya pun membentuk senyuman juga “aku tau” kataku. aku memandang wajahnya yang sedang tersenyum…sama halnya dengan ia memandangku. “saranghae”kata kami bersamaan. Kami pun tertawa bersama dibawah langit sore…
*THE END*
Diposting oleh






0 komentar:
Posting Komentar