0

Back To Him

*Author pov*

BRAKKKK!!!

Pintu ruangan kelas nyaris hancur karena gebrakan Hyemi. Ia yang tadinya sedang santai menuju kekantin tiba tiba langsung menangis dan berlari menghindari peristiwa yang sudah terlanjur dilihatnya

“hyemi…hey dengarkan aku!!!” kata jera yang mengejar hyemi “aku bodoh…” kata hyemi sambil menangis “sudah kukatakan dia itu playboy” kata jera “aku masih percaya dengannya. Aku pasti salah lihat” kata hyemi masih terisak. Jera menghela nafas panjang ‘harus kuapakan si hyemi ini agar ia sadar bahwa donghae itu hanya mempermainkannya?’ pikir jera. Ia lalu memegang bahu hyemi dan menatap mata hyemi “hyemi….dengarkan aku….donghae hanya mempermainkanmu saja. Tidakkah kejadian tadi membuktikan betapa bangsatnya cowok tersebut?” kata jera dalam dalam. hyemi masih mengeluarkan air matanya. “aku….aku tak peduli…aku mencintainya” kata hyemi sambil mengingat kejadian dikoridor, hyemi dan jera melihat sendiri donghae sedang memegang tangan seorang gadis dengan erat dan asik mengobrol dengan gadis itu secara mesra. Bahkan hyemi yang pacarnya donghae sendiri pun jarang melakukan hal seperti itu dengan donghae, ia hanya bisa memandang donghae dari kejauhan, jika donghae tak mengajaknya maka jangan harap hyemi mau menghampiri donghae duluan. “kau harus bicara dengan donghae agar semuanya jelas” kata jera. Hyemi hanya menggeleng lemah sambil terus menangis. “hyemi-ah…kau sendiri saja penakut begitu…wajar jika donghae menganggapmu gadis lemah dan…” “cukup jera…aku tak ingin membicarakan ini terus” kata hyemi yang memotong perkataan jera. Jera hanya prihatin dengan keadaan hyemi sekarang

**

Jera melangkah dengan langkah geram menuju kearah cewek dan cowok yang sedang bergandengan tangan berdua dan mengobrol dengan asik, sesekali cewek itu mengelus pipi cowoknya.

PLAAAAKKKK!!!

Cowok itu menatap kearah jera yang berperawakan kecil dengan bingung “kurang ajar!!! Kau tak pantas untuk hyemi…sangat sangat tak pantas!!!” kata jera geram pada donghae. Donghae meringis sambil memegang pipinya yang memerah karna tamparan dahsyat jera “donghae-ya…kau masih dengan hyemi? Kukira sudah putus” kata cewek disebelahnya dengan genit sambil mengusap ngusap pipi donghae “HYA!! Ini urusanku bukan urusanmu” kata donghae ketus pada jera “urusanmu terkait dengan urusan sahabatku, Lee Donghae!!” kata jera, kebiasaan jera jika sedang marah akan memanggil nama lengkap orang yang telah membuatnya naik pitam “maumu apa?!?! aku merasa tak bersalah sedikit pun pada hyemi” kata donghae cuek “tak bersalah? KAU SALAH BESAR” kata jera dengan nada geram. “HYAAA!! KAU INI!!!” kata donghae sambil melayangkan tangannya kearah muka jera. Jera menutup matanya, bersiap menerima tamparan super dahsyat dari donghae

“cowok pengecut….hanya berani dengan seorang gadis” kata suara yang sangat familiar ditelinga jera. “zh…zhoou..” kata jera yang melihat tangan donghae ditahan oleh zhoumi, neomjachingu-nya. “cepat pergi!!!” kata zhoumi dingin pada donghae, donghae mendecak kesal dan segera pergi dari tempat itu. “kau jika ada masalah, share ke aku…jangan ribut sendiri. Lihat kau tadi hampir terkena pukulannya hae kan?” kata zhoumi “mian oppa…aku sudah terlanjur emosi dengan hae” kata jera “dia memang menyebalkan…sudahlah ayoo cepat sekarang pulang, aku ada perlu dengan sepupuku soalnya” kata zhou “ne…” kata jera, mereka lalu pulang bersama. Tanpa mereka sadari seseorang memerhatikan mereka dari jauh “coba saja hidupku indah seperti kalian…” kata orang itu sambil menahan tangisnya

**

“YA!!! hyemi!! Kau lemas sekali….kemarin kau salah makan ya?” kata jera yang melihat hyemi baru masuk kedalam ruangan kelas dengan langkah lesu “aniyo..” jawab hyemi lirih “eh masa sepupunya zhou katanya pindah sekolah kesini loooh. Dia katanya mau sekelas dengan kita” kata jera bersemangat “lalu?” tanya hyemi cuek “yaaah kau ini….kan lumayan kalau dia ganteng” kata jera “ingat…zhou masih bersamamu” kata hyemi “ohiyaya hahaha yasudah, hey!!! Murung mulu~ ketawa napa!” kata jera “lagi badmood” kata hyemi singkat.

Kriiiing!!!

Bel masuk berbunyi, langsung saja suasana kelas 2.1 yang tadinya rusuh berubah menjadi tertib. Mr. Park sudah masuk kedalam kelas dengan seorang lelaki memakai seragam baru, bisa ditebak pasti itu anak baru. “oke semua….hari ini kita kedatangan murid baru. Silahkan perkenalkan dirimu, minhyuk..” kata mr. park

“annyeonghaseyo…Kang Minhyuk Imnida. Mulai hari ini aku akan sekolah disini dan menjadi teman kalian. Mohon bimbingannya” kata minhyuk. “minhyuk, kau bisa duduk dibangku belakang” kata mr park sambil menunjuk satu satunya bangku yang masih kosong yang ada dibelakang. Mata minhyuk sempat melirik gadis yang duduk didepannya saat ia berjalan menuju tempat duduknya. Sedangkan gadis itu hanya terduduk lesu tanpa tenaga. Bahkan tatapan gadis itu kosong dan juga pikirannya sedang tidak fokus.

**

Hyemi berjalan melalui koridor dengan langkah berat. Banyaknya tugas membuat ia harus pulang terlambat. Langkahnya berhenti saat melihat donghae bersama gadis lain sedang duduk dipojok koridor sambil berbicara dengan akrab….atau bisa dibilang mesra, layaknya seorang kekasih. Hyemi langsung berusaha menahan air matanya dan berjalan cepat cepat melewati mereka, seolah tak terjadi apapun. Sesekali tatapan hyemi melirik kearah donghae dan gadis itu yang sepertinya tak menyadari keberadaan hyemi.

Bruuuukkkk!!!

Hyemi langsung ambruk, ia menabrak seseorang dari arah yang berlawanan. Cepat cepat hyemi bangun “Mianhae…aku tak sengaja” kata hyemi cepat cepat, karena hyemi merasa donghae sedang memerhatikannya dari jauh karena peristiwa terjatuhnya hyemi tersebut. Hyemi langsung meninggalkan tempat itu tanpa mengetahui siapa orang yang telah ia tabrak.

**

“boleh aku pinjam catatan sejarahnya? Punyaku tak lengkap” kata minhyuk pada hyemi dikelas. Hyemi mendongak menatap minhyuk “nugu? Kau memang sekelas denganku?” tanya hyemi “mwo?! Aku baru pindah kemarin…kau tak tau? Aku duduk tepat dibelakangmu, Kang Minhyuk imnida..” kata minhyuk “jinjja? Mian aku kemarin tak memperhatikan. Ini…” kata hyemi sambil menyerahkan catatannya pada minhyuk. Tangan hyemi masih nyeri gara gara kemarin…dimana tangannya hampir menahan seluruh tubuhnya agar tak sepenuhnya terjatuh. “aku pinjam dulu ya…” kata minhyuk pada hyemi. Hyemi hanya mengangguk dan segera melanjutkan hafalan biologi yang sangat susah sekali ia hafalkan. “Hyemi-ah!!!donghae terluka….tadi ia keserempet mobil…cepat ke UKS!!!” kata jera dari pintu kelas. nafas jera ngos-ngosan karena tadi ia berlari dari koridor, Uks, lalu kekelas lagi. Tanpa basa basi hyemi langsung menjatuhkan buku yang ada ditangannya dan berlari menuju keruang UKS. Ia terjatuh beberapa kali karena tidak berhati hati dan akhirnya sampai juga di UKS. Tanpa basa basi ia membuka pintu UKS dan air matanya nyaris jatuh melihat keadaan donghae yang memprihatinkan, wajahnya penuh dengan luka dan juga tangannya berdarah, banyak gadis yang mengerubungi donghae namun hyemi bisa melihat dengan jelas keadaan donghae. Tanpa memerhatikan segerombolan gadis itu, hyemi menyelinap, berusaha mencapai ketempat donghae

“YA!! mengapa kau disini?” kata seorang gadis pada hyemi “a..aku mau menjenguk Donghae-ya” kata hyemi “buat apa kau menjenguknya? Bukankah kau bukan siapa siapanya dia lagi?” kata gadis itu kasar “YA!!! jangan kasar pada adikku” kata sungmin yang baru masuk kedalam UKS dan melihat hyemi dibentak oleh gadis gadis. “mian sunbae…tapi ia tak berhak ada disini” kata gadis itu “semua orang berhak ke UKS, ini tempat umum, bukan tempat pribadimu” kata sungmin. Gadis itu langsung terdiam dan menatap hyemi dengan tatapan sengit. Hyemi hanya bisa menunduk, hatinya sakit karena ia sendiri tak tau kapan hubungannya dengan donghae berakhir, sedangkan sekarang….donghae sedang berbaring lemah tak berdaya dan juga tak sadarkan diri.

**

2 bulan kemudian…

“hey kau…kau pinjam saja buku itu, aku akan menutup perpus sekarang” kata petugas perpustakaan. Hyemi hanya mengangguk dan segera beranjak dari tempat duduknya. Ia langsung membawa buku yang tadi ia baca dan mndaftarkan namanya untuk meminjam. Lalu dengan cepat cepat ia langsung keluar dari perpus. Ia melewati koridor sekolah dan bingung….biasanya donghae selalu ada dengan gadis dikoridor itu, namun sekarang ia tak terlihat. Walau menyakitkan melihat donghae dengan gadis lain, ia juga merasa senang bisa melihat donghae. Hyemi menghembuskan nafasnya dan berjalan menuju gerbang sekolah

“Hyemi!!! Han Hyemiii!!!” suara teriakan terdengar ditelinga hyemi, ia langsung berbalik dan melihat seorang namja sedang berlari lari menyusulnya. Hyemi mengerutkan dahinya, ‘sepertinya aku sudah pernah melihat orang ini…tapi dimana yaaa?’ pikir Hyemi “Ini…notesmu tadi ketinggalan di perpus” kata namja itu. “ahiya aku lupa, kamsahamnida” kata hyemi sambil tersenyum “kau mau pulang? Mari kuantar…” kata namja itu. “mianhae.. aku tak pulang dengan orang yang tak kukenal” tolak hyemi dengan halus. “mwo?! Kau masih tak mengenaliku? Aku yang duduk dibelakangmu dikelas” kata namja itu. hyemi mencoba mengingat siapa nama orang yang berada dibelakangnya. “aku pernah meminjam catatanmu waktu itu” kata namja itu lagi. “Minhyuk-ssi? Kang Minhyuk?” kata hyemi yang sekarang sudah mengingatnya. Minhyuk hanya tersenyum dan mengangguk. “mianhae….aku kadang tak memerhatikan keadaan disekitarku” kata hyemi “kau memang tak peduli…mari kuantar…sudah sore” kata minhyuk, hyemi hanya mengangguk dan segera mengikuti langkah minhyuk yang berjalan menuju parkiran mobilnya. Ia membukakan pintu untuk hyemi dan mempersilahkan hyemi masuk, minhyuk segera masuk dan menyalakan mobil. “kau tau rumahku?” kata hyemi “ne…aku pernah mengantar sungmin hyung waktu itu” kata minhyuk “oh begitu” kata hyemi “aku juga pernah mengikutimu waktu itu” kata minhyuk lagi “mwo!?” kata hyemi kaget “waktu itu…kau melihat donghae dan kau menabrakku sehingga kakimu terluka. Aku sangat khawatir jika terjadi apa apa padamu, makanya aku mengikutimu, memastikan kau baik baik saja” kata minhyuk “oh begitu. Kau perhatian sekali….gomawoyo~” kata hyemi “ne…cheonmaneyo hyemi-ah” kata minhyuk. “kau…kekasih donghae ya?” kata minhyuk. Hyemi tersenyum mendengar pertanyaan itu “kekasih yang tak dianggap, kurasa” kata hyemi “jadi kau belum putus? Setelah apa yang dilakukan donghae padamu? Kau masih bertahan dengannya?” kata minhyuk kaget “bahkan sekarang aku tak punya nomornya lagi dan lost contact dengannya. Aku tak tau mau bagaimana lagi, mungkin benar perkataan gadis gadis disekolah bahwa donghae sudah memutuskanku, tetapi aku merasa donghae belum memutuskanku,maka itu aku masih bertahan” kata hyemi “perjuangkan saja hubunganmu…kau sangat menyukainya bukan? kenapa kau malah merelakannya?” kata minhyuk “a..ak..akkkuu…” kata hyemi terputus putus, ia menangis karena ucapan minhyuk, ia memang ingin memperjuangkannya, ia ingin bersama donghae, namun dengan perilaku donghae yang seperti itu rasanya tak mungkin untuk diperjuangkan. “menangislah….lepaskan semua bebanmu” kata minhyuk canggung. “mian…aku tak bermaksud untuk menangis” kata hyemi sambil mengelap air mata yang ada dipipinya. “gwenchanna” kata minhyuk “lebih baik menangis daripada ditahan” tambah minhyuk. hyemi hanya mengangguk pelan “kamsahamnida sudah mengantarku” kata hyemi pada minhyuk “ne…cheonmaneyo. Kalau ada masalah aku bisa membantumu” kata minhyuk. Hyemi hanya tersenyum walau air matanya masih mengalir dan segera keluar dari mobil minhyuk

**

Tok tok tok…

Terdengar suara ketukan dari pintu kamar hyemi “ini aku…” kata sungmin, kakaknya hyemi “oh oppa…masuk saja, tak dikunci” kata hyemi. Sungmin pun masuk dan duduk kursi yang ada dikamar hyemi “ini tentang donghae..” kata sungmin lirih “donghae?” kata hyemi bingung “dia tak sanggup mengatakannya padamu” kata sungmin lirih “aku tau…ia memutuskanku bukan? aku tau itu…sudahlah oppa jangan khawatirkan aku, aku sudah cukup bahagia hanya dengan melihat donghae setiap hari disekolah” kata hyemi sambil memasang muka tegar, padahal hatinya sangat sakit sekali saat mendengar nama donghae “bukan…bukan seperti itu…” kata sungmin “mwo?! Aku sudah tau semuanya oppa dan…” “dia mencintaimu..” kata sungmin yang memotong omongan hyemi. Hyemi langsung menangis “tidak…dia mencintai gadis lain. Aku tau itu” kata hyemi “dia mencintaimu. Dia mengatakan sendiri padaku. dia tak ingin kau celaka” kata sungmin “maksud oppa?” kata hyemi bingung “donghae menjauhimu karena ia tak mau program beasiswa yang kau ikuti hilang, anak dari direktur Jung, pendonor dana terbesar disekolah kita, Jessica jung mengancam donghae agar menjauhimu, kalau ia masih dekat denganmu, maka program beasiswamu akan dicabut, donghae mengatakan padaku, ia sangat terharu denganmu, kau berjuang demi beasiswa itu dari kelas 1 sma dan ia tak mau kau menyia nyiakannya. Dan juga….ia tak ingin kau menjadi sasaran Jessica. Maka ia terpaksa menuruti semua keinginan jess, itu semua demi kau…” kata sungmin. Hyemi terdiam…ia sama sekali bingung sekarang dan tak bisa berpikir cepat.

“bohong…” kata hyemi akhirnya “sejak awal donghae tak menyukaiku….ia hanya mempermainkanku…aku tau itu” kata hyemi “donghae melakukan ini semua untukmu” kata sungmin “oppa…” kata hyemi sambil menangis “sudahlah…aku hanya menyampaikan apa yang disampaikan donghae padaku, ia melakukan semuanya hanya untukmu” kata sungmin. Hyemi hanya bisa menangis dalam kamar. sungmin beranjak pergi keluar kamar hyemi “rebut beasiswanya, jangan kecewakan donghae yang sudah berkorban untukmu” kata sungmin sebelum ia benar benar pergi dan menutup pintu kamar hyemi

**

Hyemi berjalan menuju kekoridor dengan langkah lemah, pikirannya masih berkecamuk rusuh memikirkan apa yang dikatakan sungmin oppa tadi malam, ‘benarkah donghae melakukan ini untukku? Lalu apa benar jess menyukai donghae’ pikir hyemi. Matanya tiba tiba menatap kedepan, melihat para siswa sedang mengerubungi sesuatu. Dengan cepat hyemi langsung melihat apa yang terjadi, ia melewati siswa siswa yang juga melihat adegan yang membuat pagi hari disekolah menjadi rusuh

“JANGAN DEKATI DIA LAGI!!!” kata donghae sambil memukul seorang namja. Sekarang wajah namja itu benar benar babak belur karena menerima pukulan keras dari donghae “YA!! KAU HANYA BISA MENYAKITINYA” kata namja itu. hyemi berpikir sebentar…sepertinya ia mengenal namja itu….suaranya sangatlah tak asing ditelinga hyemi. “minhyuk?” kata hyemi pelan saat mengingat nama namja itu. dengan segera hyemi menolong minhyuk, ia dengan nekat maju diantara perkelahian antara donghae dan minhyuk “YA!! APA SALAHNYA?” bentak hyemi pada donghae. Donghae hanya tersenyum sinis menjawab pertanyaan hyemi “KAU!!! KETERLALUAN!!! AKU BENCI KAU LEE DONGHAE!!” teriak hyemi, ia lalu memapah tubuh minhyuk yang sudah lemas tak berdaya untuk meninggalkan donghae “kau masih bisa berjalan?” tanya hyemi lembut pada minhyuk, minhyuk hanya mengangguk sambil tersenyum kecil walau bibirnya penuh dengan darah. Beberapa siswa mengikuti hyemi dari belakang, memastikan keadaan minhyuk yang sangat memprihatinkan,saat sampai di Uks, siswa yang mengikuti mereka segera membukakan pintu. “minhyuk-ssi…gwenchanna?” kata hyemi panik saat melihat bekas pukulan diwajahnya sangat parah. Ia hanya tersenyum menatap hyemi “ne…gwenchanna” kata minhyuk, perawat UKS sudah siap dengan kapas dan alcohol untuk merawat luka memarnya “kau kenapa tadi dengan donghae?” kata hyemi. ia hanya mengangkat bahunya, tak mengerti. “entahlah, aku sedang berjalan lalu ia langsung memukulku” kata minhyuk “kenapa kau tak membalasnya?” kata hyemi “aku tak suka berkelahi” kata minhyuk “tapi ia duluan yang memulainya” kata hyemi. Minhyuk langsung terdiam membisu…hyemi juga memberikan waktu untuk minhyuk agar bisa tenang terlebih dahulu.“nah sudah selesai…kau tak usah ikut pelajaran dulu saja. Tunggu disini” kata perawat UKS pada minhyuk, minhyuk hanya mengangguk. Lalu perawat itu meninggalkan minhyuk dan hyemi berdua di UKS

“ia cemburu padaku” kata minhyuk yang membuat hyemi sukses terkaget kaget “mwo?! Cemburu?” kata hyemi “ia cemburu karena kau kemarin pulang bareng denganku” kata minhyuk “dia bukan siapa siapaku lagi” kata hyemi “kau harus memperjuangkannya” kata minhyuk “tidak…aku tak bisa. Aku akan menjauhinya dan membuatnya bangga. Kau tak mengerti” kata hyemi “bangga katamu? Kau menyiksa dirimu sendiri” kata minhyuk “kau tak mengerti…” kata hyemi sekali lagi “kau yakin akan keputusanmu?” kata minhyuk. Hyemi hanya terdiam, terlalu bingung akan menjawab apa. “ia mengorbankan perasaannya demi aku” kata hyemi memecah keheningan diantara mereka berdua “jika ia bisa…mengapa aku tidak?” tambah hyemi. “sungmin oppa pernah bilang padaku, lakukan apa saja untuk orang yang kau cintai, jangan membuatnya kecewa. Ia telah mengorbankan perasaannya demi beasiswaku. Aku juga akan menjauhinya demi masa depannya. Aku juga sudah membebaskannya agar ia dengan senang hati bisa berkencan dengan gadis manapun” kata hyemi “jadi urusan beasiswa?” kata minhyuk. Hyemi hanya mengangguk “perusahaan jung pendonor terbesar disekolah ini” kata hyemi “kau tak usah mempedulikan soal beasiswa….perusahaan jung berada dibawah perusahaan ayahku, ia tak ada apa apanya untukku.cepat cari donghae sana!! Perjuangkan dia…jangan sampai dia terlepas” kata minhyuk. Mata hyemi membulat tak percaya, “ta…tap…ii..” kataku terbata bata “biar aku yang urus, jika jess berani denganmu, akan kupecat ayahnya dan kuambil perusahaan ayahnya. Ini masalah mudah” kata minhyuk. Hyemi langsung bangkit dan mengelap pipinya yang basah karena air mata “aku pergi dulu” kata hyemi. Hyemi langsung menutup pintuUks dan berlari mencari donghae. Tak lama setelah hyemi pergi, pintu uks terbuka dan masuklah 4 orang berjas warna hitam “Tuan…anda harus pergi sekarang” kata salah satu dari keempat pria berjas hitam itu. minhyuk hanya mengangguk dan berjalan keluar mengikuti keempat pria tersebut

“aku mencintaimu….sangat mencintaimu….Han Hyemi. Biarkan aku yang sakit hati…dapatkan kebahagiaanmu…kukorbankan perasaanku sekarang…karna kutau, hanya donghae lah yang bisa membuatmu bahagia lagi” kata minhyuk dengan pelan dan lirih saat ia melihat gedung sekolah untuk terakhir kalinya

**

Donghae sedang duduk dibangku taman, ia menyesali perbuatan bodohnya tadi pagi. Entah mengapa ia marah ketika ia melihat minhyuk tadi pagi. ‘KAU!!! KETERLALUAN!!! AKU BENCI KAU LEE DONGHAE!!’ kata kata hyemi terus terngiang di benak donghae. Satu satunya gadis yang benar benar ia cintai sudah membencinya ‘aku bodoh…aku egois…mengapa aku harus menyakitinya? Aku ingin melihat senyumnya lagi. Aku ingin keperpustakaan lagi dengan hyemi seperti waktu kelas 1 dulu. Mengapa didunia ini harus ada Jessica? Karena dia, aku dicap lelaki brengsek. Aku menyakiti perasaan hyemi…aaah mengapa jess akan mencabut beasiswa hyemi?’ pikir donghae

“donghae-ya…” kata suara familiar, “donghae…mianhae…” kata suara itu. donghae menemuka sesosok hyemi yang sedang berdiri dihadapannya “hyemi….” Kata donghae lirih “mianhae…aku tak bisa membencimu” kata hyemi “ucapanku tadi dikoridor semuanya bohong. Aku tak membencimu, donghae…” kata hyemi, air matanya jatuh…akhirnya ia bisa mengungkapkan semuanya pada donghae “hyemi-ah..” kata donghae “saranghae..” kata hyemi, donghae langsung beranjak dan memeluk hyemi “nado…aku akan selalu mencintaimu…aku merindukanmu…” kata donghae sambil memeluk hyemi, pundak donghae basah karena air mata hyemi, donghae melepaskan pelukannya dan menyeka air mata hyemi. “jangan menangis…aku ada disisimu…sampai kapanpun” kata donghae. “LEE DONGHAE..APA APAAN KAU?!” teriak suara yang memecahkan suasana. Spontan baik hyemi ataupun donghae menengok dan menemukan sosok jess yang nafasnya naik turun karena panas melihat kejadian hyemi- donghae tersebut “kau…akan kucabut beasiswamu….akan kubilang pada appa bahwa kau tak membutuhkannya dan…” “akan kupecat appamu dan aku akan mengeluarkanmu dari sekolah” sambung minhyuk, ucapannya mengarah pada jess. “kau….kau..” kata jess gelagapan “sekali lagi kau berani mengganggu hyemi dan donghae, akan kucabut sahamku dari perusahaanmu, dan akan kuambil hak kepemilikan perusahaan ayahmu, mengingat hampir 87% sahamnya adalah saham perusahaanku” kata minhyuk. Jess mendengus kesal lalu ia langsung meninggalkan mereka “gomawoyo minhyuk” kata hyemi. Donghae menunduk, merasa sangat bersalah pada minhyuk “m..mianhae..jeongmal mianhae atas perbuatanku tadi pagi” kata donghae. Minhyuk hanya mengangguk “jangan sakiti hyemi lagi, jaga dia” kata minhyuk. Lalu minhyuk langsung pergi dari tempat itu, ia masuk kedalam mobil BMW hitam yang sudah terparkir didepan gerbang sekolah.

**

Dear Hyemi…

Maafkan aku harus meninggalkanmu. Aku tau kau menyukai bahkan mencintai donghae tetapi aku benar benar mencintaimu….aku harus meninggalkanmu dulu saat ini, aku akan ke Amerika, belajar urusan bisnis agar aku bisa melanjutkan perusahaan ayahku. Maaf bila selama ini aku selalu merepotkanmu, jika kau merasa sedih, jangan dipendam…menangislah…ceritalah padaku… mungkin aku terlalu pengecut menyatakan perasaanku melalui surat ini, namun perasaanku padamu tulus… aku benar benar berharap kau melupakan donghae, namun aku tak tega melihat kau tersiksa karena donghae, karena aku tau…kau hanya memandang donghae. Donghae yang kau cintai. Selamat tinggal Hyemi…jaga dirimu^^

Kang Minhyuk

Minhyuk membaca surat yang ia buat, ia terlalu pengecut menyatakan perasaannya langsung pada hyemi, bahkan untuk menyerahkan surat inipun, ia tak berani, ya…karena ia tak mau merusak kebahagiaan hyemi dan donghae. Biarkan mereka bahagia, jika mereka bahagia, mengapa ia tidak?

Minhyuk tersenyum mengingat kejadian yang telah menghiasi hidupnya belakangan ini “tuan….sudah sampai. Pesawat anda sudah menunggu tuan” kata pria berjas hitam, minhyuk hanya mengangguk dan keluar dari mobil, ia berjalan menuju terminal keberangkatan dan menaiki pesawat pribadinya

‘donghae…kumohon jagalah hyemi untukku’ kata minhyuk dalam hati

*THE END*

0 komentar:

Posting Komentar

Back to Top