0

Love Disease

7 tahun yang lalu…

“jika aku sudah besar, aku ingin menjadi dokter, kau bagaimana?” kataku pada sahabatku “aku ingin menjadi pangeran” kata nya “ya!! pangeran itu hanya ada dinegeri dongeng, zhoumi. Impianmu itu tak mungkin terwujud” kataku “aku akan mendirikan kerajaan kok, kau mau kuangkat menjadi putrinya?” katanya “tidak!! Aku tak sudi, aku lebih memilih jadi dokter. Dasar babo~” kataku sambil mengejeknya. “Zhoumi~~ ayo siap siap. Sebentar lagi kita berangkat” kata wanita paruh baya “ne umma~ sebentar lagi” jawabnya. “memangnya kau mau kemana?” tanyaku polos “aku mau pindah ke cina, dengan itu aku akan mewujudkan cita citaku menjadi pangeran. Nanti aku akan mendirikan kerajaan disana” kata zhoumi “jinjja? Andwae kau tak boleh pergi~ nanti aku main dengan siapa? Hanya kau temanku disini~” kataku sambil merengek dan hampir menangis “kau kan cantik, pasti banyak yang ingin berteman denganmu” kata zhoumi. Lalu ia langsung berlari menuju ke ummanya “jaga dirimu ya Jera~ titipkan salamku untuk ummamu” kata ummanya zhoumi, aku terpaksa pergi dari rumah zhoumi yang memang sudah kosong itu.

**

“hey jera!!! Kau sedang melamunkan apa sih?” kata-kata hyemi membuyarkana lamunanku tentang masa kecilku, sahabat kecilku yang sangat kusayangi dan sangat kurindukan “ani…kau ngomong apa tadi?” kataku yang tak menyimak pembicaraan hyemi tadi “babo~ sudah bel tau. Ayo kita kekelas. Kau mau duduk dikantin seharian?” kata hyemi “oh aku kira apaan, yasudah ayoo” kataku sambil menarik lengan hyemi. Kami pun kembali kekelas dan mengikuti pelajaran social yang sangat membosankan itu. aku hanya menunggu bel pulang yang sebentar lagi berbunyi itu, muak rasanya mengikuti pelajaran yang membuat siapa saja tertidur ini. kecuali hyemi yang mungkin hanya orang yang kelainan dan sangat menyambut pelajaran ini. “akhirnya bel juga~~~” ujarku reflek saat bel pulang berbunyi. Mr. kim pun langsung keluar kelas dan anak anak langsung membereskan peralatan mereka dan bersiap siap pulang. Kulihat didepan pintu kelas, donghae sudah menunggu hyemi. Ya, mereka adalah sepasang kekasih. “aku duluan ya~” kata hyemi sambil menepuk bahuku pelan dan berjalan kearah donghae. Aku langsung pulang kerumahku, karena sekolahku dan rumahku dekat, jadi aku berjalan kaki kesekolah, kupandangi rumah kosong tepat disebelah rumahku, dulu aku sering sekali mengunjunginya, dulu aku sering sekali main kerumahnya. Sekarang bagaimana keadaannya? Apa ia masih iseng seperti dulu? Apa ia masih ingat denganku? Aissshhh entahlah. Kulewati saja rumah itu dan segera masuk kedalam rumahku “umma~ aku pulang” kataku sambil melepaskan sepatuku. “Jera~ ada surat untukmu, ada dikamarmu tuh~” teriak oppa ku, Hankyung oppa. Kurasa ia sedang memasak. Ya, ummaku sekarang sibuk dengan usaha butiknya yang baru saja dibuka, jadi jarang sekali ia berada dirumah sekarang. namun kebiasaanku memanggil umma saat pulang sekolah sangat sulit dihilangkan. Aku langsung masuk kekamarku dan langsung menemukan sebuah amplop coklat yang kuyakin itu surat untukku. Langsung kubuka amplop itu dan membacanya

To: Lee Jera

Halo^^ apa kabar? Masih mengingatku, kah? Bagaimana denganmu? Apa kau masih ingin menjadi dokter? Haha sudah lah~ ini aku zhoumi, aku bulan depan akan kembali kekorea, hanya untuk refreshing saja. Kuharap kau datang menjemputku dibandara, karena hanya kau yang kukenal disana. Oiya, aku sedang berusaha membangun kerajaanku. Bagaiman denganmu? Apa kau tertarik dengan tawaranku menjadi kan mu putri? Sudahlah lupakan~ setiap mengingatmu aku menjadi ingat masa kecil kita dulu. Kau tau? Disini mereka sangat ramah padaku. banyak gadis yang dekat denganku walau aku sedikit risih. Disini aku mempunyai teman baik bernama Henry, dia sangat pintar bermain biola aaah dan dia sangat imut, mungkin imutnya selevel denganmu, jangan lupa jemput aku dibandara Jera-ah.

Zhoumi

Entah mengapa hatiku berteriak senang, mengingat sahabat kecilku sekarang akan kembali kekorea. Dan aku sudah tak sabar menunggu hari itu, hari dimana zhoumi akan datang kemari

**

Kuperhatikan terus monitor yang menayangkan jadwal pesawat akan datang, mengapa pesawat dari Beijing begitu lama? “hyemi-ah…gomawo sudah menemaniku” kataku pada hyemi, sahabatku yg ikut menemaniku “cheonmaneyo jera-ah. Aku tau kau tidak ada yang mengantar, daripada aku tak ada kerjaan, lebih baik aku menemanimu saja” kata hyemi. Akhirnya pesawat dari Beijing tiba jiga di Incheon airport, aku mencari sosok zhoumi yang sudah 7 tahun tak kutemui, kucari sosoknya di terminal kedatangan, namun aku tak berhasil menemukannya. “hyemi-ah…bagaimana ini? aku tak bisa menemukannya?” kataku panic “cari terus~ aku juga membantumu mencari. Lain kali kita bawa karton bertuliskan nama Zhoumi agar gampang mencarinya” kata hyemi yang masih sempat sempatnya saja bercanda. Aku terus berjalan mencari sosok Zhoumi yang kurasa ia sudah 100%berubah image nya. “awww” kataku saat sesosok pria menyenggol bahuku, pria itu membuka kacamatanya, wajahnya sangat cubby membuatku ingin menyubitnya, namun tatapan matanya yang terlihat kesal karenaku membuatku mengurungkan niatku “hey!!! You wanna die?” kata pria itu dengan logat inggrisnya “YA!!! ini korea bukan inggris ataupun amerika~ jangan gunakan bahasa inggris dihadapanku~” kataku yang kesal dengan logat sok inggrisnya itu “sudahlah Jera-ah~ mungkin dia turis atau semacamnya” kata hyemi “tapi matanya sipit, ia orang asia, tak mungkin orang luar~” kataku “Jera-ah?” kata seorang pria yang tiba tiba muncul dibelakang cowok imut itu “nugu?” kataku bingung, pria itu tinggi, kurus dan tampan. “zhoumi…kau masih ingat padaku?” kata pria itu, butuh waktu cukup lama untuk mencerna kalimatnya “ZHOUMI?!???? BENARKAH ITU KAU?” kataku histeris. Ia benar benar berubah total, tak kusangka ia akan setinggi dan sekurus ini -_- “kau datang~” kata zhoumi senang “mana orang tuamu?” tanyaku, entah mengapa kami langsung akrab walau sudah 7 tahun tak bertemu “mereka masih di cina, perkenalkan….ini sahabatku yang kuceritakan di surat itu, Henry Lau” kata zhoumi sambil menunjuk cowok imut nan menyebalkan tadi “Lee Jera imnida~ mianhae atas perbuatan tadi” kataku menyesal sekaligus menanggung malu. “haha maklum saja dia kurang fasih berbahasa korea~ ia siswa sekolah internasional yang bahasa sehari hariannya inggris” jelas zhoumi yang membuatku semakin malu karena telah memaki henry tadi

**

“kau yakin tak memerlukan bantuanku untuk membersihkan rumahmu yang sangat kotor ini?” ujarku didepan rumah zhoumi “ne. lagipula aku mempunyai tenaga cadangan” kata zhoumi sambil melirik kearah henry “what?! Kau memanggilku tenaga cadangan?” kata henry kesal “jangan ngambek dong~ nanti imutnya ilang loh” kata zhoumi “hahaha~ yasudah aku pulang dulu. Sudah malam dan gara gara kau aku belum mengerjakan PR biologiku. Besok sepulang sekolah aku akan main ketempatmu” kataku “ne…mianhae sudah merepotkanmu, sampaikan salamku untuk hankyung hyung dan umma appamu ya Jera-ah” kata zhoumi. Aku hanya mengangguk dan melambaikan tangan seraya meninggalkan mereka menuju kerumahku yang berada tepat disebelah rumah zhoumi itu.

“sudah pulang?” tanya hankyung oppa saat aku memasuki ruang makan “ne…ada salam dari zhoumi oppa” kataku sambil mengambil udang goreng tepung yang berada dimeja makan “jika kau bertemu dengannya, katakana salam balik. Hey~~ udangnya jangan dihabiskan!!” seru hankyung oppa yang udangnya kucuri itu “cepat ganti bajumu dan segera turun makan malam~ jangan dimakan lauknya saja. Aku capek tau memasaknya” kata hankyung oppa “ne oppa” kataku sambil menjilat jariku yang masih terasa rasa udang goreng tepung tersebut. Setelah makan malam, aku mengerjakan pr biologi yang ternyata kelewat mudah itu. setelah selesai mngerjakan pr, iseng iseng kubuka jendela kamarku yang berhadapan dengan rumah zhoumi, entah siapa yang menempati kamar yang berada didepan arah jendelaku

Namun tiba tiba aku terkejut saat henry membuka jendela itu dan melihat langit langit sekitar nya. Langsung saja kututup jendelaku, aku sudah terlalu malu oleh henry hari ini, aku juga masih kesal dengannya karena ia tak meminta maaf sama sekali padaku. huh~ mengapa ia seperti itu? wataknya sangat tak mendukung keimutan wajahnya~

**

“oppa~ aku berangkat” kataku sambil membuka pintu rumahku “hati hati dijalan~” kata hankyung oppa. Aku melewati rumah zhoumi dan menemukan zhoumi sedang menyapu halaman rumahnya, sedangkan henry sedang menyirami tanaman “selamat pagi Jera-ah~ hwaiting!!! Belajar yang benar untuk jadi dokter~” kata zhoumi “nde..aku tau itu. aku bukan anak kecil lagi tau~” kataku membalas sapaan ramahnya “hahaha~ sekolahmu yang ada diujung jalan itu ya? pantas kau jalan kaki” kata zhoumi “iyadong, kan stop global warming~” kataku “haha yasudah kau berangkat dulu sana….nanti kau bisa terlambat” kata zhoumi “nde…aku berangkat dulu. Annyeong~” kataku, lalu aku kembali melanjutkan perjalanan kesekolahku itu

**

“hyemi~ kau ada acara tidak sepulang sekolah ini? temani aku main yuk ketempat zhoumi” ajakku saat sekolah sudah usai “mianhae jera-ah, aku ada janji dengan donghae, ia ingin aku memilihkan sepatu yang bagus untuk pertandingan basket perdananya nanti” kata hyemi sambil menunjukan raut muka menyesal “oh yasudah tak apa~ sampai besok hyemi” kataku sambil keluar pintu kelas dan bergegas pulang. Aku berlari kecil kerumahku dan segera mengganti bajuku. Setelah itu aku turun dan bergegas kerumah zhoumi “oppa~ aku kerumah zhoumi sebentar” kataku pada hankyung oppa. “nde…jangan lama-lama” kata hankyung oppa. Aku langsung berjalan menuju rumah zhoumi dan mengetuknya. Dan sialnya aku hari ini, mengapa harus henry yang membukakan pintunya?

“annyeonghaseyo~ ada zhoumi nya?” kataku berusaha seramah mungkin dengan henry “ia sedang masak~” kata henry singkat lalu mempersilahkanku duduk. Tak lama kemudian zhoumi datang keruang tamu, dimana aku dipersilahkan masuk tadi dengan henry “ah jera-ah…sudah lama menunggu?” kata zhoumi masih menggunakan celemek “tidak, aku baru datang” kataku. “bagaimana kerajaanmu?” tanyaku usil padanya “entahlah…aku bingung” kata zhoumi “kau bilang sudah membangunnya~” kataku “tapi henry merusak kerajaanku, ia tak sengaja menghapus file laptopku, lihat sekarang~ gamesku hilang semua” kata zhoumi “aku tau orang yang tepat untuk mengisi games mu lagi” kataku, setelah berpikir kesekian detik “mwo?! Siapa?” kata zhoumi “kau kenal Cho Kyuhyun? Teman TK kita dulu itu~” kataku, kulihat zhoumi berpikir sebentar “cho…..hem~ yang kakaknya pintar itu ya? siapa nama kakaknya? Ahra? Ahra noona?benar?” kata zhoumi “nde… cho kyuhyun sekarang menjelma menjadi maniak game. Master of games. Kurasa ia bisa membantumu~” kataku “apa kakaknya masih seperti dulu?” kata zhoumi, aku masih ingat sewaktu tk dulu, zhoumi selalu ingin menantikan cho kyuhyun, karena ahra onnie, sangatlah cantik dan kurasa zhoumi naksir dengan ahra onnie, tapi kuyakin itu hanya cinta cintaan “Ya!!! kau masih saja memuji ahra onnie~”kataku kesal, zhoumi tertawa melihatku.”bagaimana dengan donghae? Kau dulu sempat naksir kan dengannya?” kata zhoumi tiba tiba, aku hanya bisa tertawa terbahak bahak mendengar nya “HAHAHA ZHOUMI ZHOUMI~~ itu kan dulu sewaktu TK. ia sekarang sudah mempunyai kekasih, ingat hyemi tidak? Yang kemarin kuajak ke airport? Nah itu dia kekasihnya. Dia beruntung sekali bisa mendapatkan hyemi” kataku yang masih geli dengan perkataan zhoumi tadi, jujur saja…. dulu sewaktu aku masih tk aku sempat menyukai donghae karena ia menari tarian yang sangat keren saat hari ulang tahun sekolah, dan aku menyukainya gara gara ia menari menggunakan lagu favoritku waktu itu. benar benar alasan yang tidak logis. “jadi hyemi sekarang yang menjadi kekasihnya? dasar donghae…dia masih dipanggil fishy tidak?” tanya zhoumi “tentu saja, dia saja menjadi fishy seumur hidupnya” kataku

Tiba tiba tercium bau tak sedap. “bau apa ini?” kata zhoumi sambil mengecek kedapur. Aku mengikuti zhoumi karena penasaran apa yang sedang terjadi “YA~~ HENRY!!! BABOYA~ apa yang kau lakukan!!! Cumi itu sudah matang mengapa kau nyalakan lagi kompornya? Lihat kan sekarang cuminya jadi gosong~” omel zhoumi “mian hyung~ aku hanya ingin menggorengnya lagi agar lebih garing saja” kata henry tanpa tersirat diwajahnya rasa bersalah. “YA!!! kau hargailah sedikit zhoumi…jangan membuatnya kesal henry-ssi. Jangan bertindak seenakmu saja” kataku mulai kesal dengan henry “jangan ikut campur jera-ssi. Hanya cumi, jika rumah ini gosong baru aku akan sangat menyesal” kata henry dengan santainya. “sudahlah taka pa jera-ah, hanya cumi~ henry!!! Kau habiskan cumi itu….aku tak akan mau memakan makanan gosong. Nanti malam kita makan ramen saja” kata zhoumi. “Ya~ zhoumi!! kau makan saja denganku dan hankyung oppa~ dia sekarang pintar memasak loh” kataku “boleh memangnya? Aku tak enak dengan hankyung hyung” kata zhoumi “tak apa, lagipula setiap hari walau masakan hankyung oppa enak pasti ada sisanya” kataku, zhoumi pun setuju dengan usulanku

**

“aaaah kenyangnya~” kata henry begitu selesai makan. Aku tak menyangka bahwa zhoumi akan mengajak orang menyebalkan ini makan bersama ku. “hyung~ kau harus menjadi koki. Masakanmu benar benar lezat” kata henry pada hankyung oppa “mwo? Ah ini tidak terlalu enak kok, aku memasak seadanya~” kata hankyung oppa. “ya hyung~~ masakan ini enak!! Siapa bilang tidak terlalu enak?” kata henry “habisnya setiap hari selalu sisa, tidak pernah habis, kukira masakanku tidak terlalu enak untuk dihabiskan oleh orang orang” kata hankyung oppa “ya oppa~ kau masak terlalu banyak….kau kan tau pasti umma sudah makan bersama karyawan butiknya. Makanya kalau masak jangan nafsu gitu, yang makan Cuma berdua, makanannya sudah seperti pesta keluarga saja~” ledekku “haha jangan begitu jera-ah~ kasian hankyung hyung sudah memasakannya untukmu” kata zhoumi “bagaimana jika kalian setiap malam makan disini saja? Aku akan membuatkan masakan special, sekalian menghabiskan makanan” kata hankyung oppa “hyung~ tak usah…merepotkan saja” kata zhoumi “boleh hyung~ lagipula masakan zhoumi tak begitu enak^^” kata henry dengan santainya. Errggggghhhh ingin sekali kutarik pipinya itu, dia menggemaskan sekaligus menyebalkan sekali. “ngomong ngomong, kapan kau kembali ke cina, zhou?” tanya hankyung oppa tiba tiba “kira kira seminggu lagi lah hyung~ ada yang ingin kuurus disini terlebih dahulu” kata zhoumi “secepat itukah?” kataku kaget “haha kau tak perlu khawatir, kita bisa berkirim email, webcam juga bisa kan?” kata zhoumi memberi solusi “ya tapi kan tetap saja……………” kataku menyembunyikan sesuatu, aku takut ia akan mengetahui perasaanku, perasaan yang sama seperti 7 tahun yang lalu, perasaanku yang tak berani kuungkapkan padanya. “haha doakan saja masalahku lama selesainya agar aku bisa lama disini” kata zhoumi. Aku hanya tersenyum kecut mendengar jawabannya itu

**

Untungnya…ucapan zhoumi sama sekali tak terbukti. Sudah seminggu lebih ia tinggal disini dan tak ada tanda tanda ia akan segera kembali ke cina. Henry tetap saja menyebalkan, namun setiap aku melihat wajahnya yang chubby itu, rasa kesalku padanya langsung hilang begitu saja. Kurasa henry itu seperti anak kecil yang suka seenaknya sendiri.

Tok tok tok tok…

“ini aku, hankyung oppa” kata suara hankyung oppa dari luar kamar, aku langsung beranjak dari tempat tidur dan membukakan pintu “wue? Ada apa oppa?” kataku “tadi henry mencarimu, karna tadi kau sedang pergi ke toko buku bersama hyemi ya kukatakan saja kau sedang keluar. Katanya ada hal penting yang ingin ia sampaikan” kata hankyung oppa “mwo? Hal penting apa?” kataku bingung “entahlah…aku tak menanyakan hal itu pada henry, ia hanya bilang bahwa ada hal yang sangat penting yang ingin ia katakana padamu” kata hankyung oppa. “oh, gomawo sudah menyampaikannya padaku oppa” kataku seraya menutup pintu kamarku, aku duduk dikursi meja belajarku, merenungi. Untuk apa henry mencariku? Hubunganku dengannya tak terlalu baik, malah bisa dibilang buruk. Namun ia sangat dekat dengan hankyung oppa, mengapa ia tak katakana hal yang ia rasa sangat penting ke hankyung oppa saja? Kuputuskan untuk mengambil jaketku yang berada didalam lemariku. Aku akan menemui henry sekarang juga, mungkin karna sikap keingintahuanku yang sangat besar yang membuatku terdorong untuk menemui orang yang menyebalkan namun imut itu. “oppa~ aku keluar sebentar” kataku pada hankyung oppa. “jangan lama-lama” kata hankyung oppa memperingatkan. Aku langsung berjalan menuju kerumah zhoumi, aneh…pintu nya tak dikunci, aku langsung masuk saja kerumahnya, toh aku bukan orang asing bagi zhoumi. Kulihat ke sekeliling rumah, tak ada orang. Namun kudengar suara biola yang sangat indah….aku mencari sumber suara itu. tepat dihalaman belakang rumah zhoumi, kutemukan henry sedang memainkan biola putihnya dengan indah, lagu bethoven mengalir indah dari tangan tangannya yang lincah memainkan biola itu. aku hanya bisa menganga melihatnya bermain biola, benar kata zhoumi, ia benar benar seorang pemain biola yang hebat

“sedang apa kau disini?” kata henry yang membuyarkan kekagumanku “ah…ani…hankyung oppa bilang kau mencariku, benarkah?” kataku “ne” kata henry singkat “kemana zhoumi? Ia tidak terlihat dimanapun” kataku padanya “oh…dia sedang menemui pembeli” kata henry “ha?” kataku tak mengerti. “jera-ssi, sebenarnya ada yang ingin kubicarakan padamu, alasan mengapa aku sepertinya tak begitu menyukai kedatanganku kesini kali ini” kata henry “aku tau…aku menyebalkan, benar begitu?” kataku menebak “aniyo…kau menyenangkan kok, sebenarnya zhoumi kesini bukan untuk refreshing, melainkan untuk………..” kata kata henry terputus, seakan ia berat untuk mengatakannya “untuk apa?” kataku “ia akan…..aihhh aku harus melakukannya. Aku harus bilang padamu karena kau sahabatnya” kata henry “memangnya zhoumi kenapa?” kata ku penasaran “ia akan….menjual….rumah ini dan ia tak akan kembali ke sini lagi nantinya. Ia mengatakan padaku bahwa kunjungannya kali ini seperti salam perpisahan untuknya” kata henry “MWO!?! ANDWAE!!! Dia tak boleh begitu” kataku sambil menahan tangisku, tega teganya zhoumi membohongiku? Dan ia akan menjual rumah ini pada orang lain? Rumah yang selama ini dibiarkan keluarganya kosong? Tidak akan!!! Walau aku bukan siapa siapanya zhoumi namun aku merasa rumah ini seperti bagian hidupku, karena rumah ini mempunyai banyak kenanganku bersama zhoumi. Dan juga rumah ini yang mengobati rasa rinduku pada zhoumi. “aku harus bicara dengannya” kataku tiba tiba “andwae!!! Nanti ia akan marah padaku, ya walau aku tak peduli apa ia akan marah atau tidak, ia ingin melanjutkan pendidikannya di cina dengan serius tanpa repot memikirkanmu” kata henry. Aku mengernyitkan dahiku, tak mengerti “apa maksudmu?” kataku pada henry “entahlah…aku pernah mendengarnya, tepatnya ia menceritakannya padaku bahwa….rumah ini terlalu banyak kenangan yang tak bisa dilupakannya, sedangkan ia tau ia akan jarang kesini nantinya, kau tau? Bahwa zhoumi sebenarnya sudah mempunyai tunangan di cina? Ia ingin berusaha mencintai tunangannya itu, namun ia tak bisa, ia selalu bilang bahwa ada gadis yang selalu diingatnya disini, karena gadis itu selalu mengunjungi rumahnya ini, ia mungkin berfikir dengan menjual rumah ini, ia bisa melupakan gadis itu” kata henry panjang lebar. “apa sudah terjual?” kataku lemas mendengar apa yang dikatakan henry “tadi pagi ada yang berminat~ hari ini zhoumi datang ke years hotel untuk melakukan transaksi penjualan, rencananya besok kami akan kembali ke cina. Maka itu aku tak tega melihatmu ditinggalkan zhoumi begitu saja” kata henry. Kudengar suara mobil, yang kuyakin taksi itu berhenti didepan pagar rumah. Aku segera berjalan menuju luar rumah, siap mencecar zhoumi dengan berbagai pertanyaan. Kulihat zhoumi baru saja menerima kembalian dari sopir taksi tersebut. “YA!!!BABOYA~ APA MAKSUDMU?!” kataku langsung memarahi zhoumi “mwo?! Kau bicara apa sih?” kata zhoumi bingung “sebenarnya mengapa kau menjual rumah ini? kau tau? Aku selalu mengingatmu karena rumah ini. dan sekarang kau dengan mudahnya menjualnya begitu saja. Kau tak tau betapa kehilangannya aku selama 7 tahun belakangan ini? kau meninggalkanku tibatiba, lalu kau muncul kembali secara tiba tiba, dan sekarang….kau ingin meninggalkanku lagi secara tiba tiba?” kataku penuh emosi pada zhoumi “ya~ jera-ah ini bukan urusanmu. Seharusnya kau tak usah ikut campur masalah ini.” kata zhoumi “mengapa? Mengapa kau tak jujur? Mengapa kau tak jujur padaku bahwa kau sudah memiliki tunangan? Mengapa? Apa kau tak tau perasaanku selama ini padamu? Bahwa aku mencintaimu?” kataku dengan nada bergetar, akhirnya….aku bisa meluapkan semua isi hati ku didepannya. “mianhaeyo….aku tak bisa” kata zhoumi, air mataku yang daritadi sudah keluar malah keluar dengan lebih deras lagi “kenapa? Kau begitu kejam?! Aku lebih menyukai zhoumi 7 tahun yang lalu~ yang ingin menjadi pangeran. Yang ingin berjiwa satria dan akan melindungi seseorang yang benar benar ia sayangi, yang ingin menjadikanku putrid untukmu? Bahkan sekarang kau jujur padaku saja tidak…” kataku sambil terisak. “mengapa jera menangis?” tanya hankyung oppa yang sepertinya habis membuang sampah diluar. “mianhaeyo dongsaengku sudah merepotkanmu….ayo jera-ah…kita pulang saja, tak enak nangis diluar malam malam begini” ajak hankyung oppa. “jika kau akan kecina besok…silahkan. Tak usah kembali lagi~ aku muak melihatmu” kataku pada zhoumi yang masih mematung. Akupun masuk kedalam rumah dengan dituntun oleh hankyung oppa

**

“jera-ah…kau yakin tak mengantar zhoumi ke bandara?” kata hankyung oppa yang daritadi terus mengulangi kata kata itu diluar pintu kamarku. Aku hanya terdiam tanpa berkata kata apapun “jera-ah….kau harus mengantarnya, aku tau kau marah padanya tapi setidaknya antarlah dia….”bujuk hankyung oppa “jera-ah….ayo keluar. Pesawat zhoumi 30 menit lagi lepas landas. Oppa akan mengantarmu~” kata hankyung oppa terus membujukku. Aku hanya terdiam lemas sambil terduduk di kursi meja belajarku. Tiba tiba layar ponselku menyala. Aku segera membaca pesan yang masuk

From: Henry

Jera-ah…mianhae semuanya salahku. Andai saja aku tak mengatakan semuanya padamu pasti tidak akan begini. Namun aku akan tetap mengatakannya padamu, karna jika aku tak mengatakannya, kau pasti akan lebih marah pada zhoumi, mungkin kau akan membenci zhoumi. Aku sudah kena omelan dari zhoumi, aku sudah siap menerimanya, namun….kumohon kau temuilah zhoumi sekarang juga. Ia daritadi terus murung, sepertinya ia terus memikirkanmu, dan sepertinya ia sangat menyesal. Sebaiknya kau cepat~ kami akan segera berangkat. Gomawoyo jera-ah. Mianhaeyo jika aku berbuat salah

Aku terus merenungi pesan yang dikirim oleh henry tersebut. Kulirik jam dimeja belajarku, sudah jam 10.45. pasti pesawat zhoumi sudah berangkat sekarang. tapi entah mengapa otakku malah memerintahkan agar aku pergi ke bandara, aku langsung menyambar jaketku dan membuka pintu kamarku, kulihat hankyung oppa sedang terduduk disamping luar pintu kamarku “oppa~ ppali!!! Cepat antarkan aku~” kataku. dengan segera hankyung oppa langsung turun dan menuju garasi dan melajukan mobilnya dengan kecepatan yang sangat tinggi. Walaupun hankyung oppa sudah mengemudikannya dengan cepat, namun naas, kami terjebak macet. Hankyung oppa sampai membunyikan klaksonnya berkali kali yang membuat pengemudi mobil didepannya sepertinya kesal terhadap oppa, namun sepertinya oppa ku itu tak peduli

Sesampai dibandara, aku langsung berlari ke terminal keberangkatan, berharap pesawatnya mengalami kendala jadi penerbangan ditunda. Kulirik jam tanganku sekali lagi, sudah jam 11.20. kandas sudah harapanku, pesawat zhoumi sudah berangkat. Pesawatnya lepas landas tepat jam 11.00. Namun saat kulihat monitor yang menayangkan jadwal pemberangkatan, kandas sudah harapanku itu. benar….pesawat sudah berangkat 20 menit yang lalu. “ZHOUMI~~~~ KAU JAHAT PADAKU!!!!” teriakku seolah tak peduli bahwa zhoumi sudah tak ada disini lagi, aku melihat orang orang yang ada disekelilingku menatapku bingung, mungkin mereka kira aku sudah tak waras. Ya, aku memang tak waras gara gara zhoumi. “ZHOUMIIII~~~~ KAU TEGA PADAKU!!!!!! APA KAU AKAN TERUS SEPERTI INI SEUMUR HIDUPMU?!?!” teriakku lagi, air mataku keluar, aku menyesali kebodohanku yang coba saja daritadi aku mengantarnya, mungkin aku tidak akan menyesal seperti ini.

“hey bodoh~ kau jelek jika sedang menangis!!” kata suara yang cukup familiar dari belakang, aku berbalik dan menemukan zhoumi yang masih berdiri dihadapanku. “kau…mengapa…masih disini?” kataku bingung “kuputuskan untuk tetap dikorea. Aku tak jadi ikut penerbangan” kata zhoumi tersenyum sambil memamerkan tiket pesawat yang sudah tak terpakai lagi. “mianhae….aku yang bodoh… aku terlalu egois untukmu, aku mencoba memungkiri perasaanku padamu…namun…” kata zhoumi terputus putus. Ia langsung memelukku dengan erat “aku mencintaimu..” kata zhoumi pelan namun bisa kudengar “saranghaeyo” kataku pelan “naddo” jawab zhoumi. Ia melepaskan pelukannya “mana henry?” tanyaku pada zhoumi “ia pulang ke china, untuk menyampaikan keputusanku ini pada orang tuaku, aku membatalkan pejualan rumah itu” kata zhoumi “kau harus berterima kasih padanya” kataku. zhoumi hanya tersenyum “itu pasti…” kata zhoumi singkat lalu ia memelukku lagi

*the end*

0 komentar:

Posting Komentar

Back to Top