*Lee Donghae POV*
Aku memaksakan kelopak mataku terbuka, cahaya lampu menyambutku sehingga aku menyipitkan mataku kembali, perlahan aku menyesuaikan diri dengan keadaan sekitar. Bau khas rumah sakit tercium jelas di indra penciumanku
“dimana aku?” kataku sambil melihat kesekelilingku. Kulihat seorang wanita paruh baya, seorang cowok yang berusia hampir sama denganku dan seorang gadis yang juga berusia sama denganku langsung terbangun dari tidurnya “Donghae…kau sudah sadar nak?” kata wanita paruh baya itu “kau…siapa?” kata ku bingung. Aku tak bisa mengingat apa apa sama sekali. Yang kuingat tiba tiba aku berada disini. Seketika wanita paruh baya itu langsung menangis terisak isak sedangkan gadis itu berusaha menenangkannya “tante…dokter sudah mengatakan bahwa kemungkinan ia akan kehilangan ingatannya” kata gadis itu “donghae…ini aku…umma mu donghae…” kata wanita paruh baya itu sambil tetap menangis “umma?” kataku bingung. Kepalaku terasa pusing sekali. “eunhyuk…sebaiknya kau panggil dokter” kata gadis itu pada cowok yang sebaya denganku yang kudengar namanya eunhyuk. Eunhyuk langsung berlari keluar untuk memanggil dokter. “kau siapa?” kataku pada gadis yang bersama ibuku itu “Jessica..kau tak mengingatku sama sekali?” katanya. wajahnya cantik namun mengerikan “tidak” kataku menjawab pertanyaan gadis itu. Jessica menghela nafas panjang “akan kuceritakan nanti kalau kau sudah membaik” kata jess. Aku hanya mengangguk lemah. Kulihat dokter masuk dan umma serta jess langsung keluar dari kamar rawatku
**
“ceritakan selengkapnya” tagihku pada jess setelah keadaanku sudah membaik. Besok aku akan keluar dari rumah sakit dan besok lusa rencananya aku akan mulai bersekolah lagi “kau mengalami kecelakaan donghae…kau tak ingat? Kau pergi makan malam bersama temanmu itu. Dan aku shock begitu mendengar kau masuk rumah sakit” kata jess “tapi kau siapaku? Kenapa kau selalu ada didekatku?” tanyaku pada jess. Kulihat ia seperti bimbang mencari jawaban dari pertanyaanku tadi, matanya memancarkan keraguan “aku adalah….Yeojachingu-mu donghae” kata jess akhirnya. Namun sorot matanya tak meyakinkan “jinjja?” kataku tak percaya. Mana mungkin aku memilih seorang gadis cantik namun mengerikan ini. Ia sama sekali bukan tipeku. Walau aku kehilangan ingatan, tetapi akal sehatku sebagai lelaki untuk melihat gadis masih tertempel erat dijiwaku “ne…sudah kuduga kau pasti tak mengingatnya” kata jess “oh begitu…mianhaeyo telah menyakiti hatimu” kataku merasa tidak enak pada jess “aku mau jalan-jalan sebentar. Aku ingin beli softdrink dulu” kataku seraya beranjak dari ranjang dan keluar dari kamar rawatku “biar kuantar” kata jess “tak usah…aku sudah banyak merepotkanmu” kataku sambil tersenyum untuk meyakinkan jess. Ia hanya mengangguk pasrah menerima penolakanku.
Aku berjalan sepanjang koridor rumah sakit dengan menggunakan tongkat bantu. Kakiku sih sudah tak apa tapi dokter masih saja menyuruhku menggunakan tongkat. Aku melewati seorang gadis yang berjalan kearah berlawanan. Aku berhenti sejenak. Sepertinya aku mengenalnya. Aku merasa tak asing olehnya. Tapi…dimana aku melihatnya? Orang pertama yang kulihat pasca aku sadar hanya umma, jess dan sahabatku, eunhyuk. Aku melanjutkan perjalananku ke mesin penjual softdrink. Aku masih memikirkan gadis yang tadi kulihat di koridor tadi. Rambutnya panjang tanggung, agak bergelombang dan matanya hitam kelam. Hidungnya mancung dan ia mempunyai cirri khas dari wajahnya. Aku yakin aku sangat mengenalnya. Namun aku tak tau siapa namanya dan dimana aku dan dia pernah bertemu. Kuputuskan untuk melupakan ini, mungkin ini hanya pikiran lewat saja. Tak mungkin aku bisa merasa kenal dengan orang yang belum kutemui. Setelah membeli softdrink aku pun langsung kembali ke ruang rawatku
**
Aku tiba disekolah menggunakan mobil keluargaku, semenjak aku kecelakaan aku tak diperbolehkan membawa mobil kecuali ada sopirnya. Ya, ini hari pertamaku bersekolah lagi setelah sebulan penuh aku dirawat dirumah sakit karena kecelakaan itu.
Sepi…sekolah masih sangat sepi sekali. Sepertinya aku terlalu bersemangat sekolah hari ini, aku bangun pagi pagi sekali. Kulihat hanya beberapa murid yang sudah datang disekolah. Aku berjalan disepanjang koridor sekolah menuju kelasku. Aku berpapasan dengan beberapa murid. Mereka menyapaku dan mengatakan ‘selamat bersekolah kembali’. Aku hanya membalas ucapan mereka dengan senyum tipisku.Aku heran…mengapa banyak yang mengenalku? Apakah aku semacam bintang sekolah? aku berpapasan dengan seorang gadis. Hey…dia….gadis yang kulihat dirumah sakit waktu aku hendak membeli softdrink itu. Aku berhenti dan mengejarnya “hey…kau….tunggu” kataku berusaha menghentikan langkah gadis itu. Gadis itu berhenti dan menatapku dengan tatapan heran “ada perlukah?” kata gadis itu. Kulirik name tag yang dipakai oleh gadis itu. Han Hyemi. “Han Hyemi…apakah kau dan aku saling mengenal sebelumnya?”kataku pada Hyemi “tanyakan pada dirimu” katanya sambil tersenyum. Senyumnya….aku sangat mengenal senyum itu. “mwo?” kataku padanya “tanyakan saja pada dirimu” katanya sambil tersenyum sekali lagi lalu meninggalkanku sendiri di koridor sekolah. aku hanya terdiam untuk beberapa saat. ‘tanyakan pada dirimu sendiri’? apa maksud dari perkataan hyemi itu? Kuputuskan untuk menuju kekelas. Didepan pintu kelasku kulihat jess sudah menungguku “jagiya…kau sudah datang?” katanya dengan senyum yang menghiasi wajahnya “ne..” kataku singkat “bagaimana keadaanmu? Sudah baikkan?” tanyanya “ya begitulah” kataku. entah mengapa walau kata jess ia adalah Yeomjachingu-ku namun aku merasa ada yang mengganjal dalam hatiku. Entah apa itu. Jess lalu pergi dan aku pun masuk kekelasku. Disana sudah ada eunhyuk yang sepertinya memerhatikanku dengan jess “sejak kapan kau pacaran dengan jess?” katanya penasaran “entahlah…sejak dirumah sakit. Mungkin…” kataku “kau tidak ingat apa apa tentangnya?” kata eunhyuk “yang kuingat hanyalah aku terbangun diruangan aneh. Itu saja” kataku. eunhyuk langsung menggeleng-geleng kepala sambil melanjutkan aktivitasnya, online twitter.
**
“kau mau ke cafeteria?” kata eunhyuk saat istirahat “tidak…aku ingin berkeliling sekolah saja. Mengumpulkan sisa sisa memoriku yang barangkali akan kuingat” kataku “baiklah. Sendiri tak apakan?” kata eunhyuk “ne…aku kan sudah gede hyuk” kataku pada eunhyuk. Ia pun pergi ke cafeteria sedangkan aku mengelilingi sekolah. ruang musik, ruang olahraga, toilet wanita, toilet pria, ruang guru, kantor kepala sekolah, ruang multimedia, ruang lab bahasa, ruang lab sains, perpustakaan…sampai akhirnya aku tiba ditaman belakang sekolah. entah mengapa aku merasa tak asing oleh tempat ini. Disana ada pohon cherry. Kuputuskan untuk beristirahat disana karena udaranya sangat teduh. Hey…ada seorang gadis yang duduk tepat dibawah pohon itu. Aku mendekati gadis itu. Sepertinya ia sedang membaca buku. Entahlah seperti buku hariannya karena tak mungkin buku pelajaran ada gemboknya. Hyemi…ya, gadis itu hyemi. Ia melihat beberapa foto yang ia selipkan di buku itu. Kulihat air matanya jatuh kepipinya “Gwenchana?” kataku padanya. Ia kaget melihat kedatanganku. Ia langsung mengelap air matanya dan bangkit dari duduknya “ne, gwenchana” katanya “kenapa kau menangis?” kataku penasaran ingin melihat foto yang membuatnya mengeluarkan air mata itu “kau…kenapa kau disini?” kata hyemi mengalihkan pertanyaanku, sorotan matanya tampak seperti mengharapkan sesuatu “kau tidak menjawab pertanyaanku” kataku. aku berusaha setenang mungkin, menyembunyikan rasa penasaranku pada sosoknya “tanyakan saja pada dirimu” kata hyemi. Lalu ia berjalan meninggalkanku. aku bingung…apa maksutnya itu? ‘Tanyakan saja pada dirimu’ selalu kata itu yang kudapat saat bertemu dengannya.
**
Aku menghempaskan diriku dikasur sepulang dari sekolah. Capek juga sekolah hari ini. Aku belum terbiasa menjalankan semua aktivitasku. Kuputuskan untuk mengecek semua laci dikamarku, barangkali aku bisa mengingat sesuatu. Apalagi tentang hyemi…aku sangat penasaran dengannya. Tepat dilaci nomer 3 dimeja belajarku, aku menemukan fotoku dengan seorang gadis, foto itu terbingkai dengan bingkai yang indah. Hey tunggu….kenapa aku berfoto dengan hyemi? Gadis dalam foto itu adalah hyemi… apakah aku memiliki hubungan khusus dengannya? Tidak…pacarku sekarang adalah jess. Bukan hyemi. Tapi mengapa aku terlalu ragu untuk memercayai jess? Ah sudahlah aku tak mau memikirkan hal ini lagi. Lagipula hyemi adalah gadis aneh yang tidak jelas selalu memberi kata kata yang sama saat bertemu denganku. Tapi….aishhhh!!! aku masih penasaran dengan sosoknya. Sepertinya hubunganku dengan hyemi sangatlah kuat. Ah sudahlah jangan terlalu dipikirkan. Aku sudah punya jess, mengapa harus memikirkan nasib gadis lain yang tidak jelas itu? Lebih baik aku melupakannya saja. Daripada aku gila sendiri memikirkannya. Kumasukkan foto itu kelaci dan mulai mencari barang yang mungkin penting dihidupku. Kutemukan sebuah kotak. Lumayan besar sih. Aku membukanya. Didalamnya terdapat sebuat sapu tangan, jam tangan, serta sebuah CD-RW yang sepertinya ada isi datanya. Kuputuskan untuk menyetelnya.
“Donghae-ah? Sekarang umurmu 17 ya? saengil chukaeyo Donghae-ah. Modu chesonel dahasigil baramnida…semoga kau menyukai kado dariku. Hanya ini yang mampu kuberikan padamu. Mianhaeyooo jika kau tak menyukai kadoku. Tapi kuharap kau menyukainya Donghae-ah”
Lagi lagi hyemi…ia muncul dalam video di kaset itu. Ia mengucapkan selamat ulang tahun padaku. ia sangat cantik di video itu. Entah mengapa aku terpesona olehnya. AIIISSHHH donghae kau kenapa sih? Sadar sadar…jangan terpukau oleh gadis aneh sepertinya itu. Setelah mengobrak ngabrik kamarku, aku merebahkan diriku ditempat tidur. Tanpa terasa aku tertidur karena lelahnya hari ini
**
Hari demi hari aku terus menantikan pertemuanku dengan Hyemi, aku ingin penjelasannya. Mengapa ia selalu ada dihidupku? Apa ia kekasihku?tak mungkin….kekasihku itu jess, bukan dia. Itu yang kutau. Setiap istirahat aku selalu kepohon cherry ditaman belakang sekolah…menunggunya. Tapi nihil…sampai bell istirahat usai ia tak kunjung datang. Aku juga selalu menantinya dikoridor sekolah saat aku tiba disekolah. Bahkan aku sekarang tiba lebih pagi dari biasanya.
Hari ini…tepat 3 bulan aku menunggunya. Aku terus menunggunya datang dan menghampiriku. Aku memegang lututku dan menatap kearah tanah dengan tatapan kosong. Percuma….waktuku terbuang sia-sia hanya demi menunggunya. Tiba-tiba kudengar sebuah langkah kaki mendekat kearahku. Spontan saja aku langsung melompat dan berdiri. Kulihat seorang cowok berkacamata menghampiriku. Mataku menyipit curiga. “tenanglah donghae…aku ini sahabatmu, masa kau tak mengingatnya? Sudah lama kita jarang berkomunikasi” kata orang itu “si…siapa kau?” kata ku ragu “kim ryeowook. Aku maklumi kau telah melupakan ku. Panggil saja aku wookie” katanya. ia berjalan kearah ku dan duduk disampingku “duduklah….aku rindu pada donghae, sahabatku” katanya. aku pun menurut saja “kau masih tak ingat semuanya?” tanya wookie padaku. aku hanya menggeleng. Kulihat ia menghela nafas “aku akan ceritakan semuanya. Dengarkan aku…” kata wookie.
“dulu…kita adalah sahabat. Kau, aku dan hyemi. Kita sangat dekat, ke cafeteria bersama, ke perpus bersama bahkan berangkat dan pulang sekolah pun bersama. Lama lama aku punya perasaan terhadap hyemi. Aku mencintainya. Aku tak tau bahwa kau juga memiliki perasaan yang sama denganku, yaitu mencintai hyemi. Aku tak tau kalian sudah jadian. Jadi aku mengajak hyemi ketaman ini…dan menembaknya. Aku nyatakan perasaan ku padanya. Tekatku sudah mantap bahkan aku yakin ia akan menerimaku. Tetapi aku salah…ia menolakku. Ia hanya ingin aku dan hyemi bersahabat, aku tak sadar bahwa kau melihat aku menyatakan perasaanku pada hyemi. Kau marah…kau menjauhiku. Tetapi hyemi tidak…ia bersikap netral. Tapi suatu hari…ia memberitahukanku bahwa kami tak mungkin bisa dekat lagi, ia sudah mempunyai lee donghae, pria yang ia pilih untuk melindunginya. Ia tak ingin donghae kecewa karena hyemi masih dekat denganku, kata hyemi…kau takut aku akan merebutnya. Maka sejak saat itu ia menjauhiku. kau juga menjauhiku. kau dan hyemi tak pernah berbicara denganku lagi. Bahkan menyapaku pun tidak. Aku sakit hati. Namun aku mencoba menerima kenyataan ini. Karena….aku akan menunggu hyemi sampai kapanpun” jelas wookie. Air matanya keluar dari mata wookie “aku…sejahat itukah aku?” tanyaku pada wookie “tidak…jika aku menjadi dirimu aku juga akan bersikap sepertimu” kata wookie. “lalu suatu hari…kau dan hyemi makan malam bersama. Aku tak tau kau akan ke Planet cafĂ©. Aku disana. Dipojok ruangan melihat kalian berdua berbicara dengan asiknya. Dengan romantisnya. Lalu kalian pulang. Entah mengapa setiap melihat wajah hyemi malam itu aku merasakan firasat yang tidak enak…maka dari itu aku mengikuti kalian berdua…dan firasatku terbukti benar. Mobil yang kau kendarai kecelakaan. Kepalamu terbentur keras. Sehingga pikiranmu hilang begitu saja. Sedangkan keadaan hyemi sangatlah memprihatinkan. Jantungnya sangatlah lemah. Aku sangat khawatir dengan keadaan kalian berdua. Namun aku bisa bernafas lega saat seseorang rela menyumbangkan jantungnya. Kata orang itu, jika orang lain bahagia…maka ia juga akan bahagia walau ia berada ditempat yang jauh sekali” kata wookie. Aku hanya menelan ludah. Jadi selama ini….hyemi adalah kekasihku. Lalu Jessica?
“jess adalah gadis yang naksir berat padamu. Ia selalu berusaha mendekatimu. Itu membuat hyemi sedih. Sampai kau memintanya untuk menjauhimu. Tetapi karena keluargamu dan keluarga Jessica adalah teman jadi jess sering main kerumahmu, bahkan ibumu lebih merestui hubunganmu dengan jess daripada dengan hyemi dengan alasan masa depan hyemi sangatlah tak terjamin, ia hanyalah mengandalkan beasiswa saja. Memang, keluarga hyemi memang sangat krisis keuangan semenjak perusahaan ayah hyemi bangkrut” kata wookie. Aneh… padahal aku tak bertanya langsung hal tentang jess namun ia langsung saja menjelaskannya
“sekarang mana hyemi?” kataku “hyemi…” kata wookie tertahan “biar kuantar kau ketempat hyemi sepulang sekolah nanti, bilang sama sopirmu kau tak usah dijemput. Kita naik bus saja” kata wookie. Aku hanya mengangguk cepat seraya meninggalkan wookie cepat cepat karena bell usai istirahat telah berbunyi
**
Aku dan wookie turun dari bus. Kami memasuki pemakaman yang sepi “apa yang terjadi pada hyemi?” kataku pada wookie. Ia menghentikan langkahnya “operasinya gagal…ia sudah meninggal” kata wookie sambil menunduk. Tak terasa air mataku terjatuh mendengar gadis yang kucintai telah tiada “tugasku hanya sampai disini…carilah makam hyemi, makamnya berada tepat dibawah pohon cherry. Ia terlindung oleh rindangnya phon cherry” kata wookie seraya meninggalkanku. mudah saja menemukan pohon cherry dipemakaman ini. Aku berjalan menuju kemakam hyemi. Tertera dalam batu nisan itu nama “Han Hyemi”
Aku berjongkok dan menangis tersedu “kau…mengapa kau meninggalkanku?” kataku sambil memeluk batu nisannya. Tampak makam itu seperti baru…karena ada bunga segar yang berada diatasnya “mianhaeyooo…aku terlambat” kata ku pada hyemi. Aku terdiam dimakam itu cukup lama. Aku baru menyadari sebuah makam disebelah makam hyemi. Aneh…mengapa aku baru menyadarinya? Kulihat nama yang terpampang di makam itu …“Kim Ryeowook”
“wookie-ah? Benarkah kau ini…” kataku terputus putus. Bingung…. Entah khayalan apa yang masuk dalam otakku yang membuatku melihat sosok wookie yang tampak sangat nyata hari ini. Bahkan ia naik bus denganku dan mengajakku kemari. Tunggu… aku tak tau apa apa tentang keadaan hyemi. Wookie yang memberitahuku. Selama ini aku terlalu sibuk mencari jati diriku, meladeni semua kemauan keluargaku dan pergi dengan jess. Semua ini salah.
Tiba-tiba aku merasa pusing…tidak kepalaku sakit sekali. Pandanganku yang semula jelas menjadi kabur begitu saja. Aku berusaha mengendalikan diriku namun rasa sakit yang menyerang kepalaku sangatlah hebat. Perlahan pandanganku kabur dan semua terasa hilang begitu saja, gelap………………….
**
“hyemi?” panggilku pada seorang gadis dibawah pohon cherry. Aku berada ditaman belakang sekolah sekarang. hyemi melihatku dan tersenyum. “sudah sadarkah kau?” tanyanya “aku…aku….mianhae…” kataku menyesali “tak usah menyesali apa yang telah terjadi” katanya “semua ini salahku, karena aku, persahabatan kita…kau, aku dan wookie jadi pecah” tambahnya “tidak….semua ini bukan salahmu. Ini semua salahku. Andai saja aku bisa merelakanmu dengan wookie pasti kau akan bahagia dengannya…bukan denganku” kataku “kenapa kau disini?” kata hyemi “aku tak tau….yang kuinginkan saat ini hanya melihatmu” kataku “keinginanmu sudah terwujud. Tempatmu bukan disini…cepatlah kembali. Kasian umma mu, keluargamu, sahabatmu, dan Jessica” kata hyemi “AKU TAK PEDULI!!! Aku ingin bersamamu”kataku kesal. Kenapa ia harus membawa bawa nama ‘jessica’? lalu hyemi berjalan meninggalkanku. semakin lama ia semakin jauh. Aku hendak mengejarnya namun kakiku sama sekali tak bisa digerakkan “HYEMIIIII….JANGAN TINGGALKAN AKU” teriakku padanya. Namun hyemi tak mendengarkanku karena ia sudah hilang……..
Aku membuka mataku dengan paksa, bau khas rumah sakit lagi!!! Aku benci rumah sakit. Orang pertama yang kulihat adalah umma dan jess. Aishhh, kenapa jess harus ada disini? Aku sedang malas melihatnya. “donghae….kau sudah sadar nak?” kata umma. Aku hanya mengangguk lemah. “a..ap..apa yang terjadi?” tanyaku “kau pingsan….di pemakaman”kata umma “sungmin yang membawamu kerumah sakit dan memberi tahu kami semua. Ia menemukanmu saat ia mengunjungi makam adiknya, hyemi” jawab umma “akan kupanggilkan dokter dulu” tambah umma seraya meninggalkan ruanganku. Sekarang yang ada diruangan ini hanyalah aku dan jess. Aku memandangnya kesal sedangkan ia hanya menunduk. “mengapa?” tanyaku padanya “apanya?” jawabnya singkat “kau berbohong….” Kataku “aaa…a..aku” jawabnya gugup “kau ingin aku melupakan hyemi dan menganggapmu sebagai yeomjachingu-ku? Begitu?” kataku menuntut “kau…kau tak akan bisa mengerti bagaimana perasaanku padamu” jawab jess “setidaknya kau tak usah membohongiku. Kau membuatku melupakan semuanya, orang yang kucintai. Bahkan menyinggungnya pun tidak” kataku geram “mianhae…jeongmal mianhae” kata jess “maafmu tak akan bisa mengembalikan hyemi padaku” kataku “lihat? Bahkan sungmin hyung masih berbaik hati mengantarkanku kerumah sakit. Dengan semua kelakuanku pada hyemi, ia masih bisa mempedulikanku” tambahku “aku…tak mau melihatmu lagi” kataku pada jess. “ta…tapi…donghae” kata kata jess terputus putus “aku sedang ingin sendiri” kataku dingin. Ia mengangguk mengerti dan keluar dari ruanganku. Aku masih bingung dengan apa yang terjadi, hyemi….wookie…aku tak mengerti mengapa makam wookie bisa berada disamping hyemi.
Tok tok tok
Kudengar ada seorang yang mengetuk pintu ruangan. “nugu?” kataku “ini aku, sungmin. Boleh aku masuk?” katanya “ne…silahkan hyung” kataku pada sungmin hyung. Sungmin hyung masuk membawa keranjang buah dan meletakkannya dimeja tamu. “kau sudah baikkan?” tanyanya “lumayan hyung…namun aku masih bingung” kataku “tentang apa? Mungkin aku bisa membantu” kata sungmin hyung “aku bingung…mengapa wookie bisa meninggal” kataku lesu. Sungmin hyung menghela nafas “mungkin seharusnya aku tak menceritakan ini padamu, tetapi kau harus tau apa yang terjadi” kata sungmin. Aku hanya mengangguk “sejak kecelakaan, keadaan hyemi sangat lemah. Walaupun ia lebih dulu sadar dari pada dirimu. Jantungnya tertusuk kaca mobil yang membuatnya lemah walau ia sudah dioperasi. Lalu wookie dengan rela dan ikhlas mendonorkan jantungnya pada hyemi. Ia berpesan padaku, jangan beritahu siapapun tentang hal ini. ia memberikan jantungnya sebagai tanda cintanya pada hyemi. Walau ia harus berkorban untukmu. Ia ingin hyemi lebih bahagia denganmu. Namun sayang, operasi pencangkokan gagal, hyemi tak terselamatkan” kata sungmin “hyung…” kataku lemah, air mataku mengalir deras. Sebegitu besarnya kah cinta wookie untuk hyemi? Sampai ia memberikan jantungnya untuk hyemi? “kau tak perlu menyalahkan dirimu sendiri donghae-ah, jangan anggap kau tak pantas untuk hyemi. Karena hanya kaulah yang bisa membuat hari hari hyemi lebih berwarna” kata sungmin hyung. Lalu dokter dan perawat pun masuk keruanganku. Sungmin hyung berpamitan keluar, memberi ruang bagi dokter untuk mengecek keadaanku.
**
“Donghae-ah? Sekarang umurmu 17 ya? saengil chukaeyo Donghae-ah. Modu chesonel dahasigil baramnida…semoga kau menyukai kado dariku. Hanya ini yang mampu kuberikan padamu. Mianhaeyooo jika kau tak menyukai kadoku. Tapi kuharap kau menyukainya Donghae-ah”
“benarkah kau merekamnya sendiri jagi?” kataku pada hyemi setelah melihat video yang diberikannya padaku. Hyemi mengangguk mantap “dengan bantuan sungmin oppa yang meminjamkan handycamnya padaku” tambahnya “ini….hadiah ulang tahunku yang paling terbaik yang pernah aku terima” kataku tulus “jinjja?” tanyanya sambil tersenyum. Aku tersenyum, membalas senyumannya “ne, dan kau adalah hadiah terbaik dalam hidupku” kataku sambil memeluknya “donghae-ah…” katanya “ehm?” kataku masih memeluknya. Aku menempelkan bibirku dikeningnya. “hyemi?” kataku “ne?” jawabnya “saranghaeyo” bisikku ditelinganya. Ia hanya terdiam. Aku merasakan jantungnya berdetak 2 kali lebih cepat, sepertiku. Hyemi berjinjit untuk membisikan sesuatu padaku “naddo saranghaeyo….Lee Donghae” jawabnya. Aku mendekatkan wajahku pada wajahnya. Aku menatap tajam kearah matanya. Dan akhirnya aku berhasil mencium bibir mungilnya. Ia hanya memejamkan matanya
“kau milikku…selamanya” kataku sambil melepaskan ciumanku. Lalu kami berjalan jalan berkeliling kota sambil memegang erat tangannya dan tentu dengan perasaan yang berbunga-bunga.
*The end*
Diposting oleh






0 komentar:
Posting Komentar