Ini ff buatan ka Nining buat gue uuuwwww kakak iparku yang ini baik banget deh uhahahaha jadi baca ya karyanya ^^
"Kyuhyun oppa, Yesung oppa, aku lapar," seru Hyenim.
"Ah kau manja sekali," ucap Yesung oppa.
"Tapi ini serius oppa, aku harus makan karena aku nanti ada pelajaran tambahan."
"Ya sudah, kamu mau makan apa ?" tanya Kyuhyun oppa. Kyuhyun oppa sangat suka memasak. Beda sekali dengan Yesung oppa yang cuek.
"Aku ingin mi goreng saja. Gomawo oppa."
"Ne."
-------------------------------------------------------------------------------------------------
Jujur hari ini aku sangat malas sekolah. Mana nanti pulang sore. Ah aku benci hari ini. Tapi tiba-tiba mataku tertuju pada satau cowok yang sedang berkumpul bersama teman-temannya. Cowok itu benar-benar ganteng, dan dia merupakan leader dance di sekolahku.
TENG..TENG.. Bel masuk sekolah berbunyi. Aku memasuki kelas dengan malas. Ya bagaimanapun juga hari ini aku harus memulai sekolah dengan senyuman. Hwaiting !!
"Hyenim," panggil Yoona.
"Ne. Ada apa Yoona ?" Yoona itu sahabat baikku.
"Aku ingin kau menemaniku shopping habis pulang sekolah. Bagaimana ? Apa kamu bisa ?"
"Mianhae Yoona, aku tidak bisa. Moodku sedang tidak bagus. Bagaimana jika besok saja ?"
"Ne. Aku pegang janjimu ya ?"
"Ne. Tenang saja haha."
Sepulang sekolah aku memikirkan ide gila, bagaimana jika aku membuat bekal makanan untuk Donghae ? Iya. Donghae laki-laki yang aku lihat tadi. Ah dia bisa membuatku gila.
-------------------------------------------------------------------------------------------------
"Oppa, ajarkan aku memasak ya ?" Hyenim menggelendot manja di lengan Kyuhyun oppa.
"Wue ? Mimpi apa kau semalam ? Jangan bercanda Hyenim." Kyuhyun oppa tertawa.
"Aku serius, aku mau masak untuk seseorang."
"Wah, apa kau sudah punya pacar ? Kenapa kau tidak cerita ? Pantas saja saat aku dan Yesung ingin mengenalimu pada teman-teman kami kau tidak mau."
"Bukan begitu oppa. Aku hanya suka dengannya."
"Dia siapa ? Teman sekolahmu ? Sekelas ?" Kyuhyun oppa menyelidiki.
"Dia teman sekolah tapi tidak sekelas. Dia jago dance oppa. Aku punya fotonya. Apa oppa ingin melihatnya ?"
"Boleh."
Akupun memperlihatkan foto Donghae yang aku dapat dari twitternya.
"Bagaimana menurutmu oppa ? Ganteng kan ? Keren kan ?"
"Haha kau ini. Ya bolehlah. Tapi apakah dia juga menyukaimu ?"
"Aku tidak tahu oppa. Aku belum pernah mengobrol dengannya."
"Jinjja ? Untuk apa kau membuatkan bekal untuknya ? Jangan terlalu begitu kepada laki-laki yang belum kamu kenal. Dia bisa keegeran dan bisa saja mempermainkanmu."
"Oppa apa-apaan sih. Oppa tidak tahu dia siapa. Jangan sembarangan menilai dia seperti itu."
"Kau juga kenapa kau membelanya seperti itu padahal kenal saja tidak dengan dia. Aku hanya tidak ingin kau merasa sakit hati nantinya."
"Oppa jahat. Aku benci oppa."
Akupun berlari menuju kamarku dan membanting pintunya dengan keras.
-------------------------------------------------------------------------------------------------
Hari ini aku bertekad untuk memberikan bekal makanan pada Donghae, ya dengan kemampuan masakku yang masih sangat rendah. Aku hanya bisa berharap bahwa dia mau menerimanya. Tiba-tiba dia lewat di depanku dan..
"Donghae, aku membuatkan bekal untukmu."
"Gomawo. Tapi maaf aku tidak bisa menerima makanan dari sembarang orang." Donghae mengucapkan 2 kalimat itu lalu pergi meninggalkanku.
GLEK.. Sembarang orang ? Apa maksudnya ?
"Heh kau tunggu, apa maksudmu dengan kata "sembarang orang" ? Kau pikir aku apa ? Hyenim meluapkan amarahnya.
Donghae diam dan kemudian menghadap padaku lagi.
"Aku tidak mengenalmu dan bisa saja kau meracuniku ?" Donghae tersenyum sinis.
"Wow, aku tidak menyangka kau sebusuk ini. Aku ternyata salah menyukai seseorang. Sangat salah."
"Aku tidak minta kau menyukaiku. Lagipula aku sama sekali tidak tertarik padamu. Cewek berkacamata. Rambut dikuncir dua. Haha trend apa itu. Menjijikan." Donghae mengeluarkan berbagai kata memuakkan.
Amarahku makin memuncak. Akupun melempar bekal makananku ke arah Donghae dan tepat mengenai mukanya. Aku tidak mau melihatnya lagi.
-------------------------------------------------------------------------------------------------
"Hei kau kenapa ?" tanya Yesung oppa.
"Tidak apa-apa oppa." Aku hanya menjawab sekenanya.
"Kau bohong. Ayo cerita. Tidak baik memendam masalah seperti itu."
Ada angin apa Yesung oppa jadi peduli padaku begini.
"Nanti ya oppa, aku mau mandi dulu."
"Ya sudah. Jangan menangis lagi ya ? Janji ?"
"Ne. Gomawo oppa."
Akupun menuju kamarku dan segera mandi. Aku lelah sekali hari ini.
"Hyenim kenapa ?" Tiba-tiba Kyuhyun oppa datang dan menananyakan pada Yesung oppa.
"Aku juga tidak tahu."
"Hmm apa gara-gara masalah kemaren ya ?"
"Masalah apa ?"
"Iya dia bercerita akan memberikan bekal makanan pada cowok yang dia suka."
Tiba-tiba Hyenim datang dan langsung duduk di ruang tamu. Kyuhyun oppa dan Yesung oppa pun menyusulnya.
"Coba cerita sekarang. Kau sudah tenang kan ? Yesung oppa memulai pembicaraan.
"Ne. Jadi begini ceritanya. Aku tadi memberikan bekal makanan pada cowok yang aku suka. Tapi dia menolaknya mentah-mentah. Bahkan mengata-ngataiku." Aku menangis lagi dan tak bisa menahannya.
"Tuh kan apa kataku. Aku yakin dia pasti begitu." Kyuhyun oppa berbicara.
"Mianhae oppa. Jeongmal mianhae." Hyenim bangun lalu memeluk Kyuhyun oppa.
"Ya sudah. Sekarang kau mengerti kan ? Sebenarnya hanya dari melihat fotonya aku tau dia orang seperti apa. Dia kelihatan sombong." Kyuhyun oppa menjelaskan.
"Ne. Mianhae oppa." Tangisku makin keras di balik pelukan Kyuhyun oppa.
"Siapa nama cowok itu ? " Tanya Yesung oppa.
"Donghae. Ah sudah aku tidak ingin mengingatnya lagi."
"Tunggu. Donghae ? Lee Donghae ? Aku sedang memiliki masalah dengan cowok yang bernama Donghae. Dia berani sekali SMS Taeyeon." Taeyeon onnie itu jagiyanya Yesung oppa.
"Omo ? Mungkin saja beda oppa. Kan nama itu tidak dia miliki sendiri." Aku menambahkan.
"Mungkin saja. Ya sudah lupakan. Aku tidak habis pikir ada saja lelaki seperti itu. Apalagi dia melakukannya pada adikku. Kalau saja aku bertemu dengannya. Aku akan hajar dia. Setuju Kyu ?"
"Sangat setuju."
Dengan bercerita pada Kyuhyun oppa dan Yesung oppa, perasaanku hari ini menjadi jauh lebih baik. Aku merasa tenang.
"Oppa, apa menurutmu cewek berkacamata trus dikuncir dua itu menjijikan ?" tanyaku tiba-tiba.
"Tidak. Kenapa kau bertanya seperti itu ?" Yesung oppa bertanya lagi.
"Donghae bilang aku menjijikan."
"Wue ? Benar-benar memang. Kalau ketemu langsung kuhajar dia. Bagaimana kalau sekarang kita cari orangnya ?" Yesung oppa emosi.
"Ah biarkan saja oppa. Hmm tapi apakah itu termasuk culun ?"
"Ya kebanyakan cowok menganggap seperti itu. Kenapa ?"
"Hmm apa oppa mau mengantarku pergi sekarang ?"
"Kemana ?" Tanya Kyuhyun oppa dan Yesung oppa berbarengan.
"Aku mau ke salon dan ke butik. Aku mau MAKE OVER."
-------------------------------------------------------------------------------------------------
Pagi ini aku akan memulai hariku yang baru. Ya menjadi "murid baru" lagi haha.
"Kyu oppa, Yesung oppa ? Bagaimana aku ?" Aku memutarkan badanku di depan mereka.
"Omo. Kau makin cantik saja." Yesung oppa terus menatap Hyenim.
"Kau hebat Hyenim." Kyuhyun oppa menambahkan.
"Gomawo. Ini juga berkat kalian, Sarangaheyo oppa-oppaku." Aku memeluk kedua oppa kesayanganku. Omma dan Appa tinggal di Indonesia karena Appa bertugas disana. Sedangkan aku dan kedua oppaku memilih untuk tetap di Seoul.
"Ingat, kau harus bersikap biasa saja ya. Aku yakin semua akan kaget melihatmu. Kyuhyun oppa memberiku saran.
"Ne. Aku berangkat dulu ya. Hwaiting !!"
Rambutku sekarang panjang terurai. Akupun memakai soft lens untuk mengganti kacamataku.
-------------------------------------------------------------------------------------------------
"Yoona." Aku memanggil sahabat kesayanganku itu.
"Mianhae. Kau siapa ? Murid baru ?" tanya Yoona kebingungan.
"Haha kau benar-benar tidak mengenaliku ?"
"HYENIM ? Omo. Kau, kenapa bisa seperti ini ?"
"Panjang ceritanya. Bagaimana jika nanti kita pergi ke toko buku ?"
"Ne. Pulang sekolah nanti ?"
"Ne. Oh ya, mianhae karena kemaren aku tidak bisa menemanimu. Bahkan juga tidak menghubungimu."
"Iya kau ini, aku menunggumu tau."
"Mianhae. Nanti aku akan belikan satu novel untukmu."
"Jinjja ? Gomawo Hyenim. Ya sudah aku kembali ke tempat dudukku ya. Guru sudah mau datang."
"Ne."
Sejam berlalu dan aku pergi ke kantin. Semua orang melihatku. Jadi ingat kata Kyuhyun oppa, aku harus biasa saja. Tiba-tiba aku melihat Donghae disana. Huh. Ingin sekali rasanya memukul wajahnya.
"Kau mau makan ? tanya Yoona.
"Tidak. Aku mau beli minum saja."
"Ya sudah kau tunggu disini saja ya."
"Ne. Oh ya aku titip saja ya. Aku mau es teh."
"Oke tunggu ya."
Akupun duduk di bangku yang sangat strategis. Menghadap ke lapangan sekolah. Tiba-tiba Donghae menghampiriku. Dia sudah tahu penampilanku yang sekarang ternyata. Cepat sekali tanggapnya.
"Mianhae. Jeongmal mianhae."
Apa ? Dia minta maaf ? Aku tidak akan memaafkannya.
"Apa yang kau bilang ? Segampang itukah ? Apa karena aku telah mengubah gayaku dan tidak cupu lagi baru kau menganggapku ? Aku bukan orang yang bisa memaafkan seseorang segampang itu. Apalagi kau sudah menyakitiku. Kau cuma cowok yang harusnya musnah dari dunia ini."
-------------------------------------------------------------------------------------------------
Huh. Aku merasa sangat hebat bisa seperti itu pada Donghae. Dia memang memandang seseorang, terutama cewek hanya dari fisiknya saja.
Tiba-tiba seseorang menghampiriku. Kim Ryeowook. Ketua padus. Aku sudah lama mengenalnya dan semua keluarganya karena keluarga kami sangat dekat. Aku berteman dengannya dari jaman SMP. Dia mempunyai kepribadian yang baik dan mempunyai suara yang sangat bagus. Selain itu dia juga manis sekali.
"Annyeong haseyo," sapa Ryeowook.
"Annyeong haseyo," sapaku juga.
"Kau berubah."
"Haha aku ingin orang tidak menganggapku rendah lagi. Sakit juga rasanya."
"Ya kadang jadi susah kalau seperti itu. Bagaimana kabar oppa-oppamu ?"
"Mereka baik sekali. Bagaimana dengan Hyesun onnie ?"
"Dia juga baik. Dia titip salam untukmu."
"Salam balik untuknya ya."
"Pasti. Oh ya aku ingin main ke rumahmu nanti malam. Bagaimana ?"
"Boleh saja. Oppa-oppaku pasti ada di rumah."
"Oke. Aku kesana jam 8 malam ya."
-------------------------------------------------------------------------------------------------
Toko bukunya sedang ramai sekali.
"Yoona, pilih saja buku yang kamu inginkan."
"Ne. Kau baik sekali Hyenim, sering-sering saja ya."
"Haha kau ini. Gantian dong."
"Ya sudah kalau aku ada uamg lebih aku akan membelikanmu. Setuju ?"
"Sangat setuju. Hmm Yoona, bagaimana hubunganmu dengan Taecyeon ? Baik-baik saja ?"
"Ne. Besok aku 2 tahun dengannya."
"Uh so sweet, aku pacaran saja belum pernah haha. Malangnya nasibku."
"Mungkin belum waktunya saja. Aku yakin kau akan mendapatkan yang terbaik jika waktunya sudah datang."
"Ah Yoona kau puitis sekali. Amin semoga waktu itu juga datengnya cepet."
"Iya. Doakan aku langgeng dengan Taecyeon ya ?"
"Pastinya. Oh ya apa kau sudah memilih buku yang kamu inginkan ?"
"Ne. Kamu tidak membeli apa-apa ?"
"Tidak. Kamu saja."
"Oke ayo kita ke kasir."
Begitu selesai membayar, aku dan Yoona membeli beberapa dress di butik langganan kami. Bahkan kami membeli sepasang dress dengan motif polkadot.
-------------------------------------------------------------------------------------------------
Hari ini rumah terlihat ramai. Ada Ryeowook, Hyesun onnie dan juga Taeyeon onnie.
"Ryeowook, apa kau punya pacar ?" Tanya Yesung oppa.
"Tidak oppa. Aku masih single. Cariin dong, oppa kan mak comblang nomor 1 di korea."
"Ah kau lebay sekali. Aku punya kenalan cewek. Dia cantik. Rambutnya panjang, kulitnya putih. Dia juga pintar pastinya."
"Omo. Aku mau oppa. Dia siapa ?" tanya Ryeowook penasaran.
"Hmm Hyenim. Bagaimana ?"
DEG..
"Wue ? Kenapa aku oppa ? Aku kira siapa," protes Hyenim.
"Kau kan juga single. Kenapa gak coba saja ? Bagaimana ?" Yesung oppa mulai menjailiku.
"Aku sih mau saja oppa." Ryeowook mengagetkanku.
"Haha kenapa kau mau dengaku Ryeowook ? Yesung oppa memang tidak punya kerjaan.
"Kan kau juga single." jawab Ryeowook santai.
Semua pun bersorak "CIEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE."
Aku malu setengah mampus.
"Yesung oppa, ayo kita beli makanan di luar, bagaimana ? Taeyeon onnie tampaknya mulai lapar.
"Oke. Kyuhyun dan Hyesun ikut juga ya ?"
"Yah oppa kenapa kami ditinggal berdua saja ?" Tanyaku bingung.
"Ya biar kalian bisa saling ngobrol dari hati ke hati." Kyuhyun oppa malah senyum-senyum gak jelas.
Mereka pun berangkat. Aku dan Ryeowook yang tadinya agak kaku jadi biasa saja setelah kita banyak mengobrol.
"Besok kau ulang tahun kan ?" Tanya Ryeowook.
"Astaga aku sendiri lupa haha. Iya. Kenapa ?"
"Tidak apa-apa." Ryeowook tersenyum manis padaku. Sangat manis. Aku malu sekali.
------------------------------------------------------------------------------------------------
"Saengil chukkaehamnida adikku tersayang." seru Kyuhyun oppa dan Yesung oppa sambil mencium pipiku.
"Huaa gomawo oppa."
Hari ini tanggal 22 April. Aku berulang tahun yang ke 17. Sweet seventeen.
"Kau mau hadiah apa dariku ? Kyuhyun oppa bertanya.
"Terserah oppa saja."
"Kalau aku ?" Gantian Yesung oppa bertanya
"Sama saja. Terserah," jawabku pendek.
Sebenarnya aku ingin Omma dan Appa ada disini. Di hari spesialku.
-------------------------------------------------------------------------------------------------
Di sekolah pun semua memberikan ucapan padaku. Bahkan Donghae pun memberikan aku kado. Aku berpikir bagaimana dia bisa tahu ulang tahunku.
"Saengil chukkaehamnida Hyenim." Donghae memberiku sebuah kado dengan pita yang sangat cantik.
"Gomawo."
Aku lalu meninggalkan Donghae dengan wajah bengongnya menuju taman sekolah.
Aku duduk disana sendirian. Tiba-tiba seseorang menutup mataku.
"Saengil chukkaehamnida Hyenim."
Ternyata Ryeowook.
"Gomawo. Apa ini ?"
"Ini hanya hadiah kecil dariku." Ryeowook memberiku sebuah kado dengan bungkus kado warna-warni. Colorfull sekali.
"Wah gomawo. Kau repot sekali memberikan aku kado."
"Ah tidak."
"Apakah aku boleh membukanya ?"
"Boleh . Buka saja."
Aku pun mulai membuka kadonya dan ternyata sebuah jepit rambut. Jepit rambut itu sangat cantik. Bentuknya kupu-kupu.
"Omo, ini cantik sekali Wookie. Aku suka. Gomawo." Aku memegang tangan Ryeowook.
"Sama-sama. Aku senang kau menyukainya." Ryeowook mengambil jepit itu dari tanganku dan memasangkan jepit itu di rambutku lalu Ryeowook malah memegang tanganku lebih erat.
"Apakah kau nanti akan merayakannya ?"
"Aku tidak tahu. Aku ingin Omma dan Appa datang hari ini ke Seoul. Aku merindukannya."
Tanpa mereka sadari, Donghae ternyata sedang mengintip mereka. Sepertinya akan ada masalah baru.
-------------------------------------------------------------------------------------------------
Saat bertemu dengan Ryeowook pada jam istirahat, muka Ryeowook sudah babak belur.
"Omo. Kau kenapa ?" Aku kaget setengah mati.
"Tadi Donghae menghampiriku dan tiba-tiba dia memukulku. Aku tidak mengerti apa-apa."
"Cowok itu."
Hyenim berlari menuju kelas Donghae. Donghae ternyata ada di kelas dan.. PLAK..
"Kau memang laki-laki kurang ajar. Tak tau sopan santun."
"Hei kau kenapa ?" Donghae menampakkan ekspresi kagetnya.
"Jangan pura-pura gak punya masalah deh. Kenapa kau memukul Ryeowook ?"
"Karena kau dekat dengannya." jawab Donghae santai.
"Trus apa hubungannya dengan kamu ? Memang kamu siapa ? Apa kamu merasa paling hebat ? Cowok bajingan."
Donghae pun kalah telak oleh seorang perempuan. Tiba-tiba muncul Kyuhyun oppa dan Yesung oppa.
"Oppa, apa yang kalian lakukan disini ?"
"Kami mau menjemputmu karena kita harus segera pulang. Jadi ini yang namanya Donghae ? Yesung oppa menatap tajam Donghae.
"Oh jadi kau ya." Kyuhyun oppa menatap tajam Donghae juga.
Sebuah pukulan keras menghantam wajah mulus Donghae. Aku tidak bisa mencegahnya.
"Ternyata benar kau yang mengganggu Taeyeon. Apa kau sadar bahwa kau masih kecil ? Berani sekali kau tampaknya. Kau juga kan yang memukul Ryeowook ? " Yesung oppa sudah melihat foto Donghae dari Taeyeon onnie dan ternyata sama dengan yang dia liat saat ini. Dan sebelum menuju kelas Donghae, Kyuhyun oppa dan Yesung oppa bertemu dengan Ryeowook dan Ryeowook menceritakan kejadian yang dialaminya.
"Mianhae." jawab Donghae denga nafas yang terengah-engah.
"Gampang sekali kau minta maaf. Minta maaf pada Tuhan atas semua kesalahan yang kamu lakukan." Ujar Kyuhyun oppa.
"Mianhae. Jeongmal mianhae." Donghae tampaknya benar-benar menyesal.
Aku, Kyuhyun oppa dan Yesung oppa tidak memperdulikan Donghae lagi. Aku dan mereka melangkah keluar kelas dan mengajak Ryeowook untuk pulang bersama. Ya Tuhan, kenapa hari spesialku malah harus ternodai dengan kejadian barusan ?
-------------------------------------------------------------------------------------------------
Akhirnya sampai juga di rumah. Aku membuka pintu dan..
"SURPRISE.."
Omma dan Appa memelukku. Aku menangis bahagia. Aku tidak menyangka mereka akan ke Seoul.
"Omma, Appa, aku merindukanmu," ucapku sesenggukan menahan tangis.
"Kami juga merindukanmu. Maaf baru sekarang kami dapat ke Seoul. Tugas Appa sangat banyak sehingga tidak bisa meninggalkan pekerjaan disana." Omma dan Appa lalu mencium keningku.
"Ne. Berapa lama kalian disini ?"
"Sebulan."
"Jinjja ?" Aku senang sekali. Mereka lama disini. Tiba-tiba aku teringat Ryeowook.
"Mana Ryeowook ? Tanyaku pada Yesung oppa.
"Dia ada di taman belakang. Kenapa ?"
"Aku mau melihatnya. Apakah kau sudah mengobati lukanya ?"
"Tenang saja. Dia sudah mendingan."
"Syukurlah. Omma, Appa, aku mau ke taman sebentar. Tidak apa-apa kan ?"
"Ne."
Akupun menuju taman belakang.
"Bagaimana keadaanmu ?" Ryeowook duduk di kursi yang berada di samping kolam renang.
"Sudah baikan."
"Kau bagaimana ?"
"Aku masih sedikit shock dengan semua yang terjadi hari ini."
"Aku juga sama seperti kau. Hmm Hyenim, kau benar-benar single kan ?" Ryeowook mulai memandangku serius.
"Ne. Kenapa ?"
"Apa kau mau jadi jagiyaku ? Sebenarnya aku sudah menyukaimu dari lama, sejak pertama aku melihatmu."
"Wue ? Lama sekali haha."
"Mianhae, tapi aku baru merasa sekarang saat yang tepat. Bagaimana ?" tanya Ryeowook.
"Wookie-ah, aku mau jadi jagiyamu," jawabku malu-malu.
Ryeowook kaget karena Hyenim menerimanya.
"Gomawo."
"Ne."
Tiba-tiba aku merasa ada yang mengintip dari balik pintu.
Dan.. mereka semua terjatuh karena saat aku melihat mereka dan mereka ingin kabur, Omma terjepit. Aku tertawa terpingkal-pingkal. Kyuhyun oppa dan Yesung oppa menghampiriku dengan kue tart black forest kesukaanku. Tak lupa dengan lilin angka 17 diatas kuenya.
"Saengil chukkaehamnida, saengil chukkaehamndia, sarangahaeyo Hyenim, saengil chukkaehamnida.."
Aku pun meniup lilin tersebut dan membuat sebuah harapan untuk hidupku ke depannya. Semua orang yang aku sayang ada disini. Omma, Appa, Kyuhyun oppa, Yesung oppa, Ryeowook, Hyesun onnie, Omma dan Appanya Ryeowook dan Hyesun onnie serta Taeyeon onnie. Bahkan Yoona dan Taecyeon pun datang. Aku senang sekali. Sweet seventeenku sangatlah indah dan takkan terlupakan.
"Apa harapanmu sayang ?" tanya Omma.
"Salah satunya aku ingin agar Kyuhyun oppa cepat dapat pacar," jawabku polos.
Semuanya pun tertawa terbahak-bahak.
THE END
Diposting oleh






0 komentar:
Posting Komentar