0

Don't make me cry

*Han Hyemi POV*

“Hyemi…maukah kau menjadi Yeojachingu-ku? Saranghae Hyemi-ah…” kata cowok itu dihadapanku. Ya, dia adalah Lee Jonghyun. Cowok idola sekolah yang sangat laku diantara anak cewek, jujur saja aku suka olehnya namun hatiku bimbang saat ia menyatakan perasaannya padaku “mianhae jonghyunnie…jeongmal mianhae aku tak bisa” kataku menolaknya “kenapa? Kau adalah cewek pertama yang kusukai selama hidupku dank au menolaknya?kau menolakku? Menolak seorang lee jonghyun?” katanya. inilah yang kubenci darinya. Ia selalu membanggakan dirinya sendiri. Ia menganggap dirinya adalah yang paling hebat diantara semua murid disini “aku….kurasa aku tak cocok untukmu” kataku lalu meninggalkan jonghyun sendiri. Kulihat beberapa murid cewek yang berada dikoridor sekolah yang sejak tadi menonton aksi penembakan jonghyun terhadapku secara live dan gratis langsung senang. Aku yakin dia salah satu team jonghyun, kumpulan cewek yang tergila-gila pada jonghyun disekolah. Aku berjalan menuju kelasku dan duduk dikursi ku “kau ditembak jonghyun?” kata Jera, temanku “ne” kataku cuek “lalu apa jawabanmu?” katanya “kutolak” kataku singkat “hyaaaa!!! Dasar babo!!!jonghyun itu keren, idola sekolah, cowok impian semua cewek!!!kenapa kau tolak?” kata jera kaget “emmm dia terlalu pede dengan kemampuannya lagipula aku tak mau cewek seisi sekolah memusuhiku karena aku jadian dengannya” kataku “kau ini….kau itu mencari cowok yang bagaimana sih? Kemarin minggu si wookie kau tolak, padahal dia adalah perwakilan sekolah dalam kontes piano dan bernyanyi, tampangnya juga cakep. Lalu minhyuk juga kau tolak padahal dia kan drummer yang handal.” Jelas jera panjang lebar “entahlah…aku mau yang biasa saja” kataku “sudah jangan dibahas lagi. Aku bosan” kataku pada jera.aku sedang malas mengurus soal percintaan.

**

“annyeonghaseyo, lee donghae imnida” kata seorang siswa baru itu terhadapku. Ia duduk disamping ku dan kulihat ia tersenyum padaku.Aku tersenyum membalas senyumannya “Han Hyemi imnida” kataku padanya “donghae-ssi kau pindahan dari mana?” kataku padanya “panggil saja aku donghae, tak usah seformal itu Hye-ah. Aku pindahan dari China” katanya sambl tersenyum. Senyumnya manis. Kuyakin ia akan bersaing dengan jonghyun untuk cowok idola sekolah “oh china. Bahasa koreamu lancar sekali” kataku “ne, aku Cuma dichina setahun kok, sebelumnya aku tinggal dikorea” katanya “oh begitu”kataku. matanya menatap tajam kedalam mataku, jantungku berdetak 2 kali lebih cepat dari biasanya. Sial!! Ada apa denganku ini? “hyemi? Kau sakit? Mukamu memerah” ujar donghae mengagetkanku “ah ani…aku hanya kedinginan saja” kataku membantah, sial kenapa menjadi salting gini dihadapan murid baru itu? “mwo? Kedinginan? Bukannya sekarang cuaca sedang panas?” kata donghae. Lalu dalam sekejap ia memegang keningku “hyemi…sebaiknya kau ke UKS saja aku takut nanti kau terjadi apa-apa” kata donghae. Ia langsung berdiri dan merangkulku. Kulihat seluruh murid dikelas memerhatikan kami berdua “pak…saya ingin mengantar Hyemi-ah ke UKS. Ia tak enak badan” kata Donghae meminta ijin ke mr.park “oh ya silahkan” kata mr. park

**

Sepanjang jam sekolah aku berada diuks. Beruntung donghae mau menemaniku. Kami berbicara banyak hal diuks. Tidak ada yang mengganggu kami sehingga kami bisa tertawa dengan ria. Namun aku heran mengapa aku sering keringat dingin saat disampingnya. Jantungku pun berdetak 2 kali lebih cepat dari biasanya. Yang kutau ia tinggal sendiri di apartement dekat sekolah. dan yang kutau ia adalah tetangga baruku karena apartemen kami terletak digedung yang sama. Ia ternyata cerewet sekali. Ia tak henti hentinya bercerita dengan kehidupannya dichina, kehidupannya semasa masih SMP. Aku hanya menjadi pendengar. Sesekali aku tertawa mendengar ceritanya yang konyol.

Kami pulang sekolah bersama karena apartemen kami juga berdekatan. Ternyata kamar apartemennya dilantai 3, sama sepertiku. Hanya berjarak 4 kamar saja . “kamsahamnida telah menemaniku diuks tadi” kataku sebelum aku masuk keapartemenku. “cheonmaneyo. Tak apa. Kita kan harus saling membantu” katanya sambil tersenyum. Lalu ia pun pergi ke apartemennya. Aku masuk ke apartemenku dengan senyuman mengambang. Hah sejak kapan aku menjadi seperti ini karena cowok? Biasanya aku selalu cuek bebek bahkan tak peduli. Namun aku merasa sangat dekat dengannya walau ini hari pertamanya sekolah di Chang-mi High school. Aku menunggu sungmin oppa, kakaku yang tinggal bersamaku diapartemen ini. Ia biasanya pulang sore dari kampusnya. Jika sedang ada kerjaan ia bisa pulang malam, aku membuat kimchi untuk makan malam, aku sudah terbiasa melakukan aktivitasku ini. Karena orang tuaku berada diluar negeri. Mereka terlalu sibuk dengan bisnisnya. Dan hanya sebulan sekali mereka mengirimkan uang untuk kami walaupun jumlahnya sangat besar. Namun sungmin oppa selalu menabung uang dari orang tua kamu demi masa depanku dan ia menghidupiku dengan uang hasil kerjanya menjadi model iklan dan majalah. “aku pulang…” kata sungmin oppa “oppa, makan malam sudah siap” teriakku dari dapur “ne, aku mandi dulu” katanya. aku pun menyiapkan meja makan dan membuatkan the hangat untuknya. Ia pasti habis pemotretan lagi.

“hyemi…gomawo atas makan malamnya” kata sungmin oppa selesei makan “ah oppa…ini kan sudah menjadi tugasku sebagai adik” kataku “hahaha pasti kau takut ya aku selalu pulang malam? Disini kan seram” kata sungmin “aaaah oppa!!!jangan menakutiku. Aku tidak takut tuh aku bahkan berani menyanyikan durmo pemanggil kuntilanak disini sendirian” kataku “heeet mana ada disini kuntilanak” kata sungmin “oh iya iya aduuuh babo” kataku. ia pun langsung keruang tv dan menonton tv. Sedangkan aku membereskan meja dan mencuci piring “HYEMIIIII CEPAT KEMARIIIII….IKLAN YANG KUBINTANGI MUNCUL DITV” teriak sungmin dari ruang tv “ahhhh aku sibuk lagipula kau sudah menunjukan iklanmu padaku dilaptop mu kemarin” kataku santai. Ah dasar oppa….selalu saja histeris setiap iklan yang dibintanginya masuk tv…

**

“Hyemi…maukah kau menjadi Yeojachingu-ku? Saranghae Hyemi-ah…” kata Lee donghae, ia menembakku. Dan jantungku berdetak 5 kali lebih cepat dari biasanya. Sudah 5 bulan semenjak hari pertamanya disini. Dan benar dugaanku, ia menjadi cowok popular dan idola sekolah, setara dengan lee jonghyun. “ne, naddo saranghae Donghae” kataku sambil tersenyum membalas cintanya. Ia langsung memelukku, tak peduli apa yang terjadi disekeliling taman sekolah, aku yakin banyak orang yang melihat kejadian ini. Entah menagapa ini kali pertama aku suka apada seseorang secara tulus, mungkin aku terkena karma.

“Hyemi…kau tidak makan malam?” ujar sungmin oppa, yang membangunkanku dari lamunanku. “kenapa kau? Diam saja dari tadi” kata sungmin heran “ah oppa…ayo makan” kataku tidak menjawab pertanyaan sungmin. Aneh, mengapa aku mengingat hari dimana pertama kali aku ditembak oleh seorang lee donghae, sekarang sudah sebulan aku menjadi kekasihnya. “kau gimana dengan donghae?” kata sungmin saat sedang makan malam “baik baik saja oppa” jawabku, ya, sungmin tau tentang hubunganku dengan donghae. “kalau tidak salah kau sudah sebulan ya?” kata sungmin “sebulan 4 hari” ralatku “nah itu…kerajinan amat aku ngitungin hari anniversary mu” kata sungmin “kalau begitu tak usah dihitung oppa” kataku sambil tertawa “hahaha adik kecilku sekarang sudah pacaran” katanya “aku bukan anak kecil lagi oppa… kau ini selalu saja menganggapku anak kecil, huh sebal” kataku pura pura ngambek, aku memang sedikit manja dengan sungmin oppa hehehe “yaaah gitu aja ngambek, kasian donghae mendapat cewek yang suka ngambek” ujarnya “aaaah oppa!!” kataku sambil memukul pelan pada sungmin “hyem…hyemiii ampun cuma bercanda” kata sungmin. Selesei makan malam aku berencana main ke apartemen donghae, aku ingin menanyakan pr biologi yang tak kumengerti. “oppa, aku ketempat donghae dulu” kataku pada sungmin oppa sambil nyelonong pergi.

**

“ini…bayaranmu karena kau berhasil jadian dengan hyemi selama sebulan. Kau harus membuatnya sakit hati seperti aku yang dulu sempat ditolaknya” kata seseorang dari apartemen donghae. Aku yang menguping dari luar apartemennya “jonghyunnie…kau begitu dendamkah pada hyemi? Bukankah kau sekarang sudah jadian dengan jehwa? Apa kau masih menyayanginya?” kata donghae. Apa? Jonghyun membayar donghae demi mempermainkanku? “aku sudah tidak menyukainya tapi ia telah merusak harga diriku didepan banyak orang. Memang aku sangat sayang dengan jehwa namun aku ingin dia merasakan apa yang kurasa saat dulu ia menolakku” kata jonghyun “jonghyunnie… aku kecewa menjadi sepupumu” kata donghae. Sekali lagi aku kaget karena aku baru menyadari bahwa Lee donghae adalah sepupu dari Lee Jonghyun. Mereka sangat berbeda sekali kepribadian walau sama sama menjadi idola disekolah. Tak terasa aku menangis. Aku tak tahan dengan semua ini. Padahal aku sangat menyayangi Donghae. Aku sudah menganggapnya sebagai bagian dalam hidupku. Ia adalah satu-satu nya cowok yang berhasil mencuri hatiku.namun dibalik ini semua ia hanya mempermainkanku demi membantu sepupunya. Aku tak sadar aku menangis sampai terisak terlalu kencang sampai donghae mendengarnya. Kudengar suara kaki donghae berjalan keluar dari apartemennya. Aku langsung lari menuju apartemenku dan membanting pintu “Hyemi….kau kenapa? Hyemi???” kata sungmin panik melihat keadaanku yang kacau balau. Aku terduduk diruang tv sambil tetap menangis “Hyemi…kau kenapa? Siapa yang membuatmu menangis? Hyemi diamlah…aku tak suka bila adik kecilku ini menangis” kata sungmin berusaha menenangkanku. “hyemi…kau ada masalah? Kau bisa menceritakannya padaku” kata sungmin sambil mengelap air mataku dengan tangannya “oppa….donghae….ia mempermainkanku” kataku lirih “donghae? Mwo? Ia memperemainkanmu bagaimana?” Tanya sungmin oppa, kulihat dari matanya emosi mulai timbul dalam dirinya

Ting tong…

Tiba tiba bell berbunyi, dengan langkah kilat sungmin langsung membukakan pintu apartemen “BUAT APA KAU KEMARI? MAU MEMBUAT ADIKKU MENANGIS LAGI?” kata sungmin, aku tau pasti itu donghae yang datang. Aku terlalu malas melihat mukanya “mianhae….aku harus meminta maaf pada hyemi…aku harus menjelaskan semuanya” kata donghae memohon pada sungmin. Aku yang hanya bisa mendengar semua percakapan dari ruang tv hanya bisa mempertajam indra pendengaranku “PENJELASAN APA? Kau tau tidak? Kau orang pertama yang membuatnya menangis hingga seperti itu..” kata sungmin oppa. Nadanya membentak pada donghae. “biarkan aku menjelaskan semu…”

PLAAAAK!!!

Belum sempat donghae melanjutkan kata katanya ia sudah mendapatkan pukulan dari sungmin “penjelasan katamu? Rasakan apa yang baru saja kau terima….hati hyemi lebih sakit daripada pukulanku” kata sungmin pada donghae lalu ia langsung membanting pintu. Aku yang daritadi hanya terdiam mendadak langsung mengeluarkan air mata lagi. Kulihat sungmin oppa menghampiriku “sudahlah…aku sudah member pelajaran pada donghae. Ia tidak akan berani lagi menyakitimu” kata sungmin sambil memelukku “oppa…” kataku lirih. Aku masih memikirkan donghae. Entah mengapa aku merasa kasihan karena ia telah terkena pukulan maut sungmin oppa yang terkenal sangat keras itu.

**

Aku berjalan dikoridor sekolah dengan lesu. Kejadian tadi malam membuatku tak bisa tidur. Tiba tiba sebuah tangan menarik lenganku. Aku berbalik untuk melihat siapa yang menarikku. Kulihat wajah donghae yang bengkak dan membiru “kita harus bicara” katanya “bicara apa lagi? Sudah jelas kan…kita sudah tak punya hubungan apa-apa lagi” kataku “aku akan menjelaskan semuanya. Tolong dengarkan aku dulu” katanya memohon. Tiba tiba kulihat jonghyun berdiri dibelakang donghae “biarkan donghae mejelaskan semuanya hyemi…ini semua salahku. Aku terlalu memikirkan reputasiku disekolah. Mianhae…jeongmal mianhae Hyemi-ah. Aku telah menyakiti mu. Mianhae…” katanya dengan nada menyesal “baiklah” kataku. donghae lalu menarikku kebangku taman belakang sekolah yang masih kosong karena masih pagi . “memang benar jonghyunnia menyuruhku jadian denganmu” katanya “tapi…aku jadian denganmu karena perasaanku padamu asli…aku menyukaimu apa adanya. Aku tak peduli walau aku akan dikeroyok oleh sungmin hyung, aku ingin terus berada disampingmu” katanya “hyemi…kau tau tidak? Kau orang pertama yang ingin kulindungi. Yang ingin kutemani sepanjang waktu. Soal jonghyun itu…aku tak tertarik walau ia membayarku. Aku tetap menyayangimu” katanya. aku melihat air matanya keluar “jangan…jangan menangis…” kataku sambil mengelap air matanya “aku ingin terus bersamamu…saranghaeyo Hyemi-ah. Maukah kau memaafkanku?” kata donghae “ne…naddo saranghaeyo donghae. Aku sudah memaafkanmu” kataku. ia langsung memelukku dan mencium keningku “aku tak akan pernah mempermainkanmu…karena… kau adalah wanita yang akan kulindungi sepanjang hidupku. Aku janji” katanya.

*THE END*

0 komentar:

Posting Komentar

Back to Top