0

Beautiful Lie part 2

Melihat apa yang terjadi dilapangan aku pun menangis. Diam diam kutinggalkan lapangan dan berlari menuju kelas dengan air mata yg mengalir deras di wajahku. aku duduk dibangku kelas dan menangis sambil memukul meja. Mengapa?!?! Mengapa kyuhyun? Jadi ini alas an dia menjauhiku. Dia hanya memanfaatkanku untuk mendekati Yoona! Sialan kau… aku benci kalian. Aku benci Yoona!!! Aku muak dengan semua ini. Mengapa harus Yoona? Kyuhyun.. apa kau tak sadar kalau aku menyayangimu? Aaaaaaaaaaaaaaaah!!!!! Tiba tiba aku mendengar pintu kelasku terbuka.. tapi aku tak memperdulikannya “HYO NEI!!! MENGAPA KAU?”Tanya suara seorang lelaki. Aku tau itu pasti siwon. Aku tak memperdulikannya “HYO NEI!!!!” ujar siwon dengan nada frustasi “ siwon…” hanya itu yg bisa kukatakan. Pikiranku kacau karena kejadian brengsek itu. Siwon pun tiba tiba memelukku “jangan menangis, kau gadis kuat… jangan menangsi karena kyuhyun” ujar siwon “t…t….ta…tapppiii” ujarku terbata bata “hey hyo nei, dengarkan aku, lelaki didunia ini banyak. Tak hanya kyuhyun saja hyo nei. Mungkin kyuhyun bukan jodohmu. Asal kau tau banyak lelaki yg mengincarmu disekolah ini” ujar siwon “mana mungkin…. Aku tomboy sekali. Aku bodoh, jelek, buruk rupa aku bahkan buka tipe wanita yg banyak disukai lelaki” jelasku sambil merenung. Air mataku berhenti. Aneh, tiba tiba aku merasa hangat sekali “kau salah hyo nei… justru itu lah. Kau punya semangat yg tinggi… kau jago basket itulah yg membuat banyak lelaki suka padamu” jelas siwon. Aku pun melihat siwon seakan tak percaya “sudahlah lupakan, pulanglah… kau perlu istirahat. Ingat besok adalah semifinal kejuaraan daerah” ujar siwon. Ia pun mengantarku sampai gerbang dan membantuku masuk ke mobil …

**

Kegiatanku dikamar hanya merenung… aku tak sanggup mengingat kejadian tadi yg kulihat langsung dilapangan. Aku hanya memegang ponselku sambil menatap tembok dengan tatapan hampa. Jantungku hampir mau lepas saat tiba tiba ponsel ditanganku bergetar. Ternyata ada sms

From : siwon
Hyo nei…. Bisakah kau keluar sebentar? Aku didepan rumahmu. Ada hal yg ingin kukatakan

Aku pun langsung bergegas keluar dan melihat siwon menunggu didepan gerbang rumahku. Ia terlihat tampan menggunakan kaus biasa dengan celana pendek dibawah lutut berwarna hitam “ada apa?” tanyaku “emmm… kau tau mengapa aku mengatakan kau banyak disukai lelaki tadi sepulang sekolah?” katanya “itu katamu kan? Aku tak percaya itu” jawabku “kau harus percaya Hyo nei…. Sebelum ada yg mendahuluiku, aku ingin mengatakan…. Saranghaeyo Hyo nei” ujar siwon sambil berlutut dan meraih tanganku. Aku tak percaya apa yg sedang kulihat “aaaah kau jago sekali bercanda siwon” jawabku setengah tak yakin “aku serius hyo nei…. Please terima lah aku menjadi jagiya mu” ujar siwon “aaa…aaaku tak bisa siwon” kataku “kenapa?!?! Apakah kyuhyun itu?” tebak siwon “sebagian besar iya” jawabku “mengapa?!?! Ia telah menyakiti hatimu hyo nei….” Kata siwon frustasi “mianhaeyo siwon” kataku dengan nada sedater mungkin, kulihat siwon berdiri dan meninggalkanku. Ekspresinya sangat terluka. Entah mengapa tiba tiba aku menangis. Aku tak ingin melihat siwon menangis… hatiku sakit melihat ekspresinya………………..

**

Aku sudah berada di stadion seoul. Aku siap bertanding hari ini. Aku berharap siwon datang melihatku bertanding. Aku ingin meminta maaf soal kejadian tadi malam. Aku sangat menyesal tidak menerima siwon sebagai jagiyaku. Aku sadar, ternyata perasaanku yg sebenarnya bukan untuk kyuhyun, tetapi untuk siwon. Bertandingan sudah akan dimulai tetapi aku belum melihat siwon. Biasanya ia datang sejam sebelum pertandingan dimulai, jangan-jangan memang benar jika ia marah padaku… jangan-jangan ia benci padaku… mianhaeyo siwon aku benar benar menyesal :c
Peluit pun dimulai. Bola berada ditangan luna. Aku sibuk mencari siwon diantara penonton. tiba tiba luna mengoper bola padaku. Untung aku bisa menangkapnya. Akupun langsung dihadang pemain belakang. Sial ketat sekali pertahanannya, aku melakukan tipuan tetapi ia membacanya. Terpaksa aku menerobos pertahanannya karena waktu menyerang sudah hampir habis. Aku melakukan dunk dan bolanya pun masuk!!! Saat mendarat dilapangan, kakiku sakit… sepertinyaterkilir. Aku mencoba berdiri , akhirnya bisa dan melanjutkan pertandingan. Tim kami memimpin 39-28 dibabak pertama. Saat aku akan melakukan tembakan kembali, 2 pemain sekaligus langsung menahanku. Akupun nekat menerobos pertahanan mereka. Dan tiba tiba aku terjatuh… kakiku sakit sekali. Aku tak bisa berdiri. Lalu wasit memberikan time out. Aku pun dikeluarkan dan langsung dilarikan dirumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kakiku belum bisa digerakkan juga. Yatuhan ada apa ini? Aku hampir menangis karena kakiku sakit sekali.

**

Aku tak sadar bahwa aku telah tertidur dirumah sakit. Mataku perlahan terbuka. Kulihat umma dan dokter sedang berpincang didepan ranjangku dan membelakangiku “apakah tidak cara lain dok?” Tanya umma “tulangnya sudah bengkak namun ia memaksakannya sampai tulangnya retak. Kami khawatir jika operasi, kalau gagal kakinya bisa diamputasi bu” jawab dokter “tapi sama saja dok!!!! Jika seperti ini dia tdk bisa jalan selamanya!!!!” ujar umma dengan nada frustasi “maaf bu… kami usahakan yg terbaik tetapi kami tak mau mengambil resiko” ujar dokter “permisi” tambah dokter lalu keluar dari kamar rawatku. Kulihat umma menangis, aku pun juga ikut menangis “ umma, apa benar aku tak akan bisa berjalan lagi?” kataku terisak “pasti bisa sayang… umma akan berusaha mencari yg terbaik untukmu” kata umma prihatin “umma……”kataku sedih “ sudahlah jangan menangis sayang” kata umma, lalu aku dan umma berpelukan. Aku tau ini semua salahku… maafkan aku umma, maafkan aku appa… maafkan aku siwon ………………………..

**

Seminggu kemudian aku masuk sekolah menggunakan tongkat bantu unuk berjalan. Kaki kiriku tak terasa sama sekali. Aku menjadi pusat perhatian dikoridor sekolah. Lalu aku melihat Yoona dan kyuhyun didepanku sedang bergantengan tangan . aku hanya meringis. Aku menuju kelasku dengan langkah susah payah, aku berjalan tertatih-tatih dan aku jatuh… babo sekali kau Hyo nei… mengapa kau bisa jatuh. Aku pun tak kuasa untuk berdiri, susah sekali dan kaki kiriku sakit… aku terus berusaha sampai bell masuk berbunyi. Akupun hampir menangis saat itu “HYO NEIII!!! Kau taka pa?!?!!” teriak seseorang yg sangat kukenal, SIWON!!!aku menengok kebelakang dan melihat wajah khawatir siwon “niar kuantar kau kekelas” kata siwon. Akupun jalan terpincang pincang dibantu oleh siwon. “mianhaeyo siwon…”kataku “aku sudah memaafkanmu hyo nei” kata siwon “saranghaeyo siwon… aku au kau sudah tak suka aku karena aku tak bisa berjalan lagi… aku sudah tak berdaya, aku pincang. Aku tau kau tak suka aku lagi karena aku sudah tak kuat lagi, aku sudah tak bisa main basket lagi, walaupun begitu aku akan selalu mencintaimu siwon… saranghaeyo… “ kataku sambil terisak “ Hyo neii!!! Hentikan itu semua.. perasaanku masih tetap sama seperti dulu. Aku tak peduli walaupun kau pincang. Aku mencintaimu apa adanya” kata siwon “siwon…….” Kataku “maukah kau menjadi jagiyaku hyo nei?” Tanya siwon bersungguh-sungguh “ya… aku mau siwon. Aku tak mau membiarkan diriku menyesal seperti dulu karena aku menolakmu” kataku “ saranghaeyo hyo nei….” Ujar siwon. Walaupun aku pincang tetapi siwon etap mencintaiku… siwon ….. kau sungguh lelaki yg baik hati. Sungguh beruntung aku memilikimu ….

>>Siwon<<
Aku menunggu Hyo nei dibangku taman. Ini kencan pertamaku. Walaupun hyo nei pincang, aku tetap mencintainya. Karena… aku menyukainya sejak pandangan pertama. Hyo nei… gadis ceria bertampang manis yg menjadi cinta pertamaku. Aku akan selalu menjaganya … aku tak akan melepaskannya.
Sudah 1 setengah jam aku menunggu hyo nei disini. Aku telah kalung untuknya dengan tulisan “S and H”. aku membayangkan bila ia memakainya, ia pasti bertambah manis. Tiba tiba ponsel di sakuku berbunyi, akupun langsung mengangkatnya “apakah ini siwon?” kata si penelepon “iya benar , ini siapa? Ada perlu apa ya?” kataku “baru saja nona Kim Hyo Nei mengalami kecelakaan, ia dirawat di seoul international hospital” ujar sipenelepon. Tanpa basa basi aku langsung memanggil taksi dan pergi menuju rumah sakit…..

**

“tante bagaimana keadaannya?” tananyaku kepada ibu Hyo nei “keadaannya kritis nak” jawab ibunya sedih. Ini salahku….. coba saja aku tak mengajaknya kencan pasti tidak akan seperti ini kejadiannya. Selama dua jam aku menyalahkan diriku sendiri lalu dokter keluar dari ruang operasi “bagaimana dokter keadaannya?” tanyaku langsung, dokter menghela nafas “maaf kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi apa daya Hyo nei tak terselamatkan” kata dokter ikut sedih. Aku pun langsung lemas sekatika. Aku menangis. Hyo nei… bahkan kita belum merasakan kencan pertama. Mengapa kau pergi secepat itu? Hyo nei… ini semua salahku. Coba saja tadi aku tak mengajakmu kencan. Pasti kau tidak akan meninggal. Hyo nei…. Maafkan aku hyo nei… saranghaeyo

**

Aku menangis sepanjang pemakaman Hyo nei, semua siswa banyak yg ikut melayat. Kulihat kyuhyun menunduk merasa bersalah. Namun penyebab utama kematian hyo nei adalah aku. Kau bodoh siwon… gara gara aku, gadis yg kucintai, gadis yg kusayangi telah tiada. Aku pun maju membawa mawar putih dan meletakkannya dimakam hyo nei. Semoga kau tenang disana hyo nei, aku akan selalu mencintaimu. Maafkan aku ini hyo nei… selamat jalan hyo nei, semoga kau tenang dialam sana………


T A M A T

0 komentar:

Posting Komentar

Back to Top